Powered by Blogger.


 Sinopsis  The Legend of the Blue Sea Episode 1 - 2



Saat Shim Chung lagi asyik renang, Joon Jae keluar dari kamar hotelnya untuk menikmati udara laut. Shim Chung langsung ngumpet di bawah air. Diam-diam dia mengintip Joon Jae saat tiba-tiba saja Joon Jae berbalik ke arahnya. Tapi untunglah dia berhasil ngumpet tepat waktu dan Joon Jae tidak melihatnya.



Joon Jae akhirnya kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidur. Tapi tiba-tiba dia tersentak bangun karena mendengar suara aneh dari luar kamarnya. Dia sontak waspada, siapa itu? Tak ada yang menjawab. Dia langsung keluar kamar dan mendapati kamar hotelnya berantakan. Ada kulit pisang dibuang sembarangan, jelas ada seseorang yang masuk.


Jejak makanan itu terarah ke ruang pakaiannya yang pintunya terbuka. Joon Jae membukanya dengan siaga dan mendapati pakaiannya semrawut. Dengan kesal dia memungut bajunya untuk dikembalikan ke lemari... saat tiba-tiba saja dia melihat kaki manusia ngumpet diantara deretan bajunya. Joon Jae sontak menjerit kaget.

 

Perlahan dia mendekati orang misterius yang menyembunyikan wajahnya dibalik baju-baju itu, dia menyingkap bajunya dan mendapati seorang wanita yang mulutnya belepotan dan memakai jaketnya yang masih nyangkut di hangernya. wkwkwk. Shim Chung juga kaget sendiri dan langsung menyembunyikan wajahnya dibalik jaket lagi.

"Kau siapa?" tanya Joon Jae.

Tapi Shim Chung cuma menatapnya dengan takut-takut. Mengira Shim Chung tak mengerti bahasanya, dia mencoba bertanya dalam Bahasa Inggris. Apa dia orang Cina? Atau Jepang? Tapi Joon Jae yakin dia orang Korea.


"Heol, itu baju favoritku" protes Joon Jae.

Shim Chung langung buka mulut, mau menirukan Heol-nya Joon Jae tapi sulit. Saat Joon Jae berteriak kesal mengeluhkan keamanan hotel ini, Shim Chung sontak bereaksi pertahanan diri dengan kedua tangan terkepal.



Joon Jae mendekat untuk menuntut baju itu dikembalikan, tapi perbuatannya itu malah membuat Shim Chung merasa terancam dan langsung menendang Joon Jae dengan kekuatan supernya hingga Sung Jae terpelanting cukup jauh. Setalah itu Shim Chung menggantungkan lagi hanger bajunya dan ngumpet lagi dibalik jaketnya.

Joon Jae benar-benar kesal. Tapi dia melihat Shim Chung sepertinya sedang menggenggam sesuatu. Dia langsung mendekat lagi dan menuntut Shim Chung untuk menyerahkan benda di tangannya itu.


Dia bahkan berusaha mencengkeram Shim Chung tapi Shim Chung yang ketakutan langsung menendangnya sampai Joon Jae terbang ke luar ruangan dan mendarat di kursi dengan leher kaku.

Dia langsung protes sambil mendekati ruang gantinya lagi. Tapi langsung mundur ketakutan saat Shim Chung ikut keluar dengan kedua tinjunya. Joon Jae terus berusaha menuntut Shim Chung untuk menyerahkan benda yang digenggamnya itu, mengira Shim Chung mencuri barangnya.


Shim Chun melihat laut di luar. Dia langsung melarikan diri menuju laut itu dan BUK! menabrak kaca dan terjatuh pingsan. wkwkwk.


Setelah mengikat kedua tangan Shim Chung, Joon Jae menelepon pihak hotel, menyuruh mereka menelepon polisi. Sebelum polisi tiba, Joon Jae mengomeli Shim Chung untuk tidak mempermalukan negara mereka dan pura-pura jadi warga negara lain saja.

Dia bahkan berusaha mengajari Shim Chung mengucap bahasa lain, tapi Shim Chung cuma melongo. Akhirnya dia hanya memotreti Shim Chung sebagai bukti kalau-kalau Shim Chung kabur. tapi Shim Chung bahkan tak peduli akan apapun yang Joon Jae lakukan dan terus celingukan bingung menatap laut yang tampak dekat tapi tak bisa dijangkaunya itu.

 

Penasaran dengan benda dalam genggaman Shim Chung, Joon Jae berusaha membuka membuka paksa jari-jari Shim Chung dan mendapati benda itu ternyata... buah ceri. hehe. Joon Jae langsung membuangnya sambil ketawa guling-guling di lantai dan Shim Chung langsung memakan ceri itu sambil terus celingukan bingung.


Polisi akhirnya datang tak lama kemudian dengan memborgol Shim Chung. Tapi Joon Jae tak suka dengan itu dan bertanya apa perlu sampai memborgolnya. Dia memberitahu mereka kalau wanita itu tidak mencuri apapun. Tapi polisi itu bersikeras memborgolnya dan mencurigainya sebagai tersangka utama dari beberapa kasus pencurian yang terjadi belakangan ini. Joon Jae jelas tak percaya, menurutnya wanita asing itu cuma orang gila.


Sebelum polisi menyeretnya pergi, Shim Chung menoleh ke Joon Jae yang tampak tak enak, apalagi saat dia melihat kaki telanjang Shim Chung yang tampak lecet. Tapi pada akhirnya dia tetap diam dan membiarkan Shim Chung dibawa ke kantor polisi.


Kembali ke kamarnya, Joon Jae melihat-lihat hasil jepretan fotonya tadi. Tiba-tiba sesuatu menarik perhatiannya, gelang giok di tangan Shim Chung. Dia langsung mengirimkan gambar itu ke Nam Doo untuk diselidiki nilainya.


Dalam perjalanan ke kantor polisi, Shim Chung heboh sendiri mondar-mandir melihat pemandangan kota di kedua sisi jalan yang sangat menarik perhatiannya. Dia seperti tarzan baru masuk kota, terkagum-kagum dengan segala macam hal yang baru dilihatnya.

Saat polisi membunyikan klakson, dia langsung menirukan suaranya. Bahkan saat mobil polisi itu berdecit karena harus mengerem mendadak, Shim Chung langsung mencicit menirukan suara decitan mobil itu.


Sesampainya di kantor polisi, Shim Chung bingung sendiri saat harus berhadapan dengan pintu otomatis. Ujung-ujungnya dia malah maju-mundur bingung nggak jelas sampai membuat polisi kesal dan langsung mendorongnya. Dia melihat ada akuarium ikan di sana, dia mendesis dan ikan-ikan itu langsung kabur.


Bahkan saat waktunya di interogasi, dia terus mengedarkan pandangannya kemana-mana dan tak mempedulikan pak polisi yang mulai kesal. Dia baru menatap polisi saat polisi menggebrak meja dan membentak-bentaknya. Saat polisi kedua mengambil tisu dari kotaknya, hal itu sontak menarik perhatian Shim Chung.

Dia langsung ikutan mengambil tisu itu, mungkin dia kira itu benda ajaib yang bisa terus muncul walaupun sudah diambil dan ujung-ujungnya dia malah menggila menggeluarkan tisu-tisu dari dalam kotaknya. Polisi jadi ngamuk, dia langsung bangkit mendekati Shim Chung dengan penuh amarah.


Tapi Shim Chung jadi merasa terancam dan langsung meninju si polisi dengan kekuatan supernya hingga polisi terbang dan menabrak pintu. Shim Chung lalu memungut pistol yang terjatuh di lantai dan asal saja mengarahkannya pada semua orang dengan bingung. Sontak semua orang langsung tiarap ketakutan. Mungkin benda itu kurang menarik baginya, dia lalu membuangnya dan kembali menariki tisu-tisunya kayak orang gila.


Joon Jae kencan dengan si pramugari cantik. Pramugari berkata bahwa biasanya dia tidak mau kencan dengan penumpang pesawatnya, tapi Joon Jae sudah membuatnya mematahkan prinsipnya itu. Joon Jae ngegombal dan mengeluarkan sebuah kalung dengan trik sulapnya.

Tapi saat dia hendak memakaikan kalung itu pada pramugari, dia mendapat sms dari Nam Doo yang memberitahu bawha gelang itu berumur 400 tahun, jika gelang itu asli maka nilainya lebih dari 62 juta won. Seketika itu pula Joon Jae langsung terperangah dan melupakan rayuannya pada Pramugari.


Saat Pramugari bertanya apakah Joon Jae akan memberikan kalung itu padanya, Joon Jae langsung menyangkalnya. Dia mengklaim kalau kalung itu untuk ibunya lalu buat-buat alasan untuk pergi meninggalkan Pramugari yang cuma bisa mendengus sakit hati.

 

Dia menelepon Nam Doo lagi yang memberitahunya bahwa di gelang itu ada tulisan huruf Cina-nya yang sepertinya nama orang, Dam Ryung. langkah Joon Jae langsung terhenti seketika mendengar nama itu. Dia langsung menyudahi teleponnya dan pergi mencari Shim Chung ke kantor polisi.

 

Dia menemukan Shim Chung sedang tidur di sel dengan beralaskan tisu. Dia berusaha meminta polisi untuk melepaskan Shim Chung karena dia tidak mencuri apapun. Tapi polisi menolak. Sementara dia marah-marah, Joon Jae dengan cepat memperhatikan segala detil si polisi dan menilai kalau dia orang yang emosian, sensitif dan dia pengantin baru dilihat dari cincin kawinnya yang masih mengkilat. Intinya dia mudah dihipnotis.

Joon Jae langsung beraksi dengan pemantik apinya menghipnotis si polisi dan mengklaim kalau Shim Chung adalah istrinya, mereka baru menikah, dia bahkan mensugesti si polisi bahwa Shim Chung memakai baju pengantin.


Seketika itu pula polisi melihat Shim Chung dalam balutan baju pengantin dan pintu penjara itu tampak seperti sebuah pagar biasa. Joon Jae berkata kalau dia dan pengantinnya harus berbulan madu, tapi pengantinnya terjebak di sana.


Polisi yang sudah linglung itu langsung meminta maaf, membuka penjara yang dia kira pagar itu, membiarkan mereka pergi sambil mengucap selamat dan hampir saja membebaskan para tahanan lainnya. Untunglah polisi lain muncul untuk mengunci mereka kembali.


Di luar, Joon Jae meminta maaf atas kejadian tadi pagi dan mengulurkan tangannya. Tapi Shim Chung tak mengerti dan tak menyambut uluran tangannya. Joon Jae jadi canggung, mengira Shim Chung belum memaafkannya jadi tidak mau salaman.

Dia mencoba menyentuh gelang itu. Tapi Shim Chung jadi ketakutan dan langsung pasang kuda-kuda. Joon Jae akhirnya menarik kembali tangannya dan mengklaim kalau dia hanya mau berkata bahwa gelangnya cantik.

"CANTIK" ulangnya.


Shim Chung mungkin mengerti maksudnya karena seketika itu pula dia menurunkan tinjunya dan mencoba menirukan kata itu. Joon Jae lalu mengajaknya pergi, dia mengklaim kalau dia ingin membelikan hadiah untuk Shim Chung sebagai permintaan maaf. Dia hendak memegang tangan Shim Chung, tapi karena takut Shim Chung merasa terancam, akhirnya dia menyeret Shim Chung dengan menarik jaketnya.


Joon Jae berhenti di zebra cross tapi Shim Chung jalan terus. Joon Jae cepat-cepat menariknya kembali dan menunjukkan kalau lampu jalan masih merah. Shim Chung melihat lampu jalan yang bergambar orang membentangkan kedua tangan dan kakinya itu dan langsung ikutan membentangkan kedua tangan dan kakinya menirukan gambar itu. hahahahaha!

Dan dia terus terdiam dalam pose itu bahkan saat lampu berubah hijau. Joon Jae sampai harus menarik lengan jaketnya.


Joon Jae membawanya ke sebuah mall. Tapi saat Shim Chung mengikuti Joon Jae naik eskalator, dia ketakutan dengan benda bergerak yang dia pijak itu. Kesal, Joon Jae akhirnya membopongnya naik lift... yang pastinya kelihatan romantis di mata orang lain dan membuat para pengunjung mall heboh bertepuk tangan untuk mereka.


Joon Jae melihat lecet di kaki telanjang Shim Chung semakin banyak dan tampaknya itu membuatnya gelisah. Joon Jae terus membopongnya sampai mereka tiba di toko sepatu. Dia menyuruh Shim Chung menunggu sementara dia memilihkan dua pasang sepatu, meletakkannya di hadapan Shim Chung dan menyuruh Shim Chung memakainya.

Tapi Shim Chung tak mengerti, malah memakai sepatu flat hijau itu di kedua tangannya, menempelkan keduanya di dadanya lalu memakainya untuk mengorek kuping.


Stres, Joon Jae akhirnya memakaikan sepatu itu di kaki Shim Chung.

"Ini baru benar. Kau harus mengenakannya sekarang daripada bertelanjang kaki. Apa ini? Kaki wanita lecet begini"


Setelah itu, Joon Jae membawanya ke toko baju dan memilihkan baju bling-bling pink untuk. Tak lama kemudian, dia keluar dari kamar pas... dengan baju bling-blingnya masih menggantung menutupi kepalanya. wkwkwk! Joon Jae malu banget dan langsung mendorong Shim Chung masuk kembali ke kamar pas.

 

Joon Jae ditelepon Nam Doo saat itu dan langsung keluar untuk menjawab teleponnya Nam Doo. Entah bagaimana Shim Chung akhirnya berhasil memakai baju itu dengan benar dan heboh sendiri melihat perubahan dirinya di cermin.


Tapi saat dia keluar, dia tak melihat Joon Jae di sana. Dia langsung keluar mencari Joon Jae. Tapi perhatiannya teralih saat melihat aksi badut-badut. Saat badut-badut itu pergi, anak-anak mengikuti mereka. Shim Chung pun langsung ikut bersama mereka.


Joon Jae kembali saat itu dan langsung panik saat tak melihat Shim Chung, kamar pas pun kosong. Dia langsung berlarian keliling mall. Dia hampir saja putus asa, mengira uang buruannya sudah hilang. Tapi kemudian dia melihat seorang ayah menggendong anaknya dari ruang anak hilang.


Dia langsung kepikiran kesana... dan disanalah akhirnya dia menemukan Shim Chung sedang ngemut permen lolipop besar. Dia langsung mengomeli Shim Chung "Aku kan sudah menyuruhmu menunggu. Apa kau tidka tahu arti kata menunggu?"

Shim Chung hanya menatapnya dengan mata polos. Joon Jae bertanya apa dia baik-baik saja, tapi sebenarnya pandangan matanya lebih tertuju ke gelang gioknya Shim Chung. Dia langsung lega melihat gelang itu baik-baik saja dan memutuskan kalau Shim Chung juga pasti baik-baik saja. Dia tersenyum hingga membuat Shim Chung juga ikut tersenyum.

"Apa ini? Kau bisa tersenyum" Joon Jae heran dan terpesona.


Dia lalu mengajak Shim Chung makan. Di restoran, Shim Chung mangambili spageti pakai tangan dan makan seperti orang gila sampai membuat Joon Jae malu dibuatnya.


Tak tahan lagi, Joon Jae akhirnya pindah duduk di sebeluh Shim Chung dan bertanya "Apa kau datang dari hutan? Apa kau manusia serigala? Kenapa rakus sekali"

Dia lalu mengajari Shim Chung cara makan spageti pakai garpu, lalu menyuruh Shim Chung mencobanya sendiri. Usaha pertamanya langsung sukses dan Joon Jae memujinya. Shim Chung tampak begitu senang dengan pujian Joon Jae hingga dia terus makan sesuai ajaran Joon Jae sambil terus-menerus melirik Joon Jae.


Saat waktunya makan pencuci mulut, Shim Chung makan dua buah kue coklat dengan rakusnya, sementara Joon Jae mulai melancarkan rayuan mautnya sebagai permulaan aksi penipuannya. Dia berkomentar kalau sekarang mereka jadi lebih dekat.


Dia menyalakan pemantik apinya di depan Shim Chung dan langsung mundur kaget. Dia membakar sebuah tali yang berubah menjadi kalung yang tadinya hendak dia berikan pada Pramugari. Dia lalu memakaikan kalung itu di leher Shim Chung.

"Cantik" ujarnya. Shim Chung tersenyum malu-malu lalu melanjutkan makan kuenya... tanpa menyadari gelang itu entah bagaimana sudah berada di genggaman tangan Joon Jae.


Setelah itu, Joon Jae membawa Shim Chung kembali ke mall dan mendudukannya di bangku mall. Dia memberitahu Shim Chung kalau dia harus pergi sebentar dan menyuruh Shim Chung menunggunya di sini sampai dia kembali lalu. Dia tampak tak tega meninggalkan Shim Chung sendirian. Tapi saat lift datang, akhirnya dia tetap pergi.



Sesampainya di hotel, Joon Jae langsung berkemas sambil menelepon Nam Doo dan memberitahunya kalau gelang itu asli. Nam Doo langsung menuntut mereka untuk ketemuan. Tapi Joon Jae menolak, dia masih harus pergi ke suatu tempat.

Joon Jae tidak mau memberitahu dan hanya berkata kalau dia mau ke ujung dunia. Tapi dia melihat sebuah map, Spanyol. Saat Nam Doo terus protes, Joon Jae menyuruhnya untuk menunggu seminggu. Dia cepat-cepat menyelesaikan packingnya dan pergi. Sebelum keluar, dia mengedarkan pandangannya ke kamar hotelnya dan terdiam sejenak melihat buah ceri yang terjatuh ke lantai.


Shim Chung benar-benar menunggunya... menunggu dan terus menunggu. Setiap kali lift berbunyi, dia langsung menoleh mengharapkan kedatangan Joon Jae. Dia terus duduk setia menunggu di sana sampai mall tutup dan seorang pegawai memintanya pergi. Shim Chung menatapnya bingung, tapi sepertinya dia mengerti dan berjalan pergi.


Saat Joon Jae berhenti di lampu merah, dia melihat lampu lalu lintas yang membuatnya teringat akan Shim Chung yang menirukan pose gambar di lampu lalu lintas itu.


Shim Chung ternyata pergi ke ruang anak hilang yang tadi, menunggu kedatangan Joon Jae di sana sampai saat seorang pegawai datang dan kaget melihatnya. Akhirnya dia diseret keluar oleh beberapa pegawai mall yang kesal, sementara Shim Chung hanya menatap mereka dengan bingung. Di luar hujan deras, akhirnya yang bisa dia lakukan hanya menunggu sambil jongkok sendirian di sana.


Tapi dia ternyata tidak sendirian. Joon Jae ada di sana, melihatnya tak jauh dari sana lalu menghampirinya dan memayunginya. Shim Chung menengadah dan tersenyum melihat Joon Jae datang. Dia mengulurkan tangan seperti yang pernah dilakukannya pada Dam Ryung. Joon Jae pun menggenggam tangannya.

Flashback,


Di ruang anak hilang, Shim Chung melihat seorang anak kecil sedang menjilati permen lolipop besar. Gadis itu langsung menjauh, tapi Shim Chung terus mendekat. Dia mengucap kata yang dipelajarinya dari Joon Jae "Cantik" lalu merampas lolipop itu dari si gadis kecil.

Si gadis kecil minta lolipopnya dikembalikan dan Shim Chung cuma menjawabnya dengan kata lain yang juga dipelajarinya dari Joon Jae "Tunggu"


Shim Chung bernarasi bahwa kata Tunggu artinya sesuatu yang baik akan terjadi "Suatu kata yang bahkan ketika aku pergi ke suatu tempat jauh untuk sesaat, temanku akan menemukanku. Suatu kata yang bahkan ketika ada sesuatu yang menakutkan seperti ikan hiu, kau tak perlu takut atau mencari pertolongan"

Saat Joon Jae datang tak lama kemudian dan mengomelinya karena tidak menunggu dan lega setelah melihatnya baik-baik saja dan tidak terluka, Shim Chung tersenyum dan berpikir "Sebuah kata yang berarti temanku berharap aku tidak terluka. Sebuah kata yang menghangatkan hati. Sebuah kata yang berarti sesuatu yang baik akan terjadi"
Bersambung ke episode 2

12 comments

hadeuh bner2 dh 😁😁 klo gue jdi Joon Jae psti udh tepar smbil nangis kejer2😁😁
Mkin penasaran nunggu kelanjutannya😁😁

Yeeey,,, mba ima bikin sinopsis ini. Barengan sama puji kan? Fighting....

wah.. bener2 harry potter😀😀
lanjut kakak😙 fighting😘😘

Seperti biasa jun ji hyun identik dengan peran seperti itu...
Sukaaa bangetttt... ��

Ganteng2 tukang hipnotis nih joon jae

akhirnya sinopsisnya keluar , aku udah download ep 1 nya tapi belum ada subtitle nya , ada sinopsis udah bisa mencerna ceritanya 😀😀😀😊😊

Mba tlng buat sinopsis go ho the starry night

Semangat terus yah mb ima 😃😃

makin seru aja, makin penasaran juga.....

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon