Powered by Blogger.

Images credit and content copyright by SBS


Kita kembali ke jaman Joseon, Shim Chung berenang ke permukaan dan melihat banyak lampion terbang di langit lalu tak lama kemudian, muncul sebuah perahu yang membawa Dam Ryung (btw, itu perahu kok aneh yah bs jalan sendiri? wkwkwk).



Dia berhenti di dekat Shim Chung dan bertanya "Siapa namamu?"

"Namaku Sea Wa" (Ow, mungkin nama Sim Chung br akan diperkenalkan di episode berikutnya, jadi sekarang ini kita panggil dia Sea Wa aja)

Dam Ryung kaget mendengarnya, karena nama itu adalah nama adiknya yang meninggal dunia saat dia masih kecil "Arti nama itu adalah..."

"Anak yang periang dan bersinar. Ada seseorang yang memberiku nama itu. Haruskah kuceritakan kisah itu?"

Flashback,


Sea Wa bercerita bahwa pada musim panas 20 tahun yang lalu, ada seorang anak lelaki yang datang dari Hanyang untuk mengunjungi rumah keluarga ibunya. Anak itu lalu bermain di pantai bersama teman-temannya. Seorang diantara anak itu lalu menantang Dam Ryung untuk berenang jauh ke laut.

Dam Ryung menerima tantangannya tapi malah tenggelam. Saat dia tenggelam makin dalam, tiba-tiba dia melihat seekor putri duyung kecil berenang menghampirinya. Duyung kecil itu lalu menyelamatkannya dan menuntunnya kembali ke permukaan.


Dam Ryeong memperkenalkan dirinya pada duyung kecil itu lalu menanyakan nama si duyung kecil. Saat duyung kecil itu hanya diam, Dam Ryung menduga mungkin dia tidak punya nama dan langsung berinisiatif untuk memberinya "Kita buat saja namamu Sea Wa, artinya anak yang periang dan bersinar"


Begitulah bagaimana hubungan mereka bermula. Setelah musim panas berakhir, anak itu pulang ke rumah orang tuanya. Tapi dia terus merengek-rengek minta kembali ke rumah kakeknya sampai akhirnya orang tuanya mengalah tapi dengan syarat Dam Ryung harus rajin belajar.


Saat dia kembali ke laut, dia membawa beberapa makanan untuk Sea Wa, makanan-makanan yang sebelumnya belum pernah dirasakan oleh si duyung. Mereka makan bersama dan Dam Ryung kecil memperlihatkan keindahan pada Sea Wa dengan menaburkan kelopak-kelopak bunga yang baru pertama kali dilihat Sea Wa. Begitulah bagaimana kedua anak itu menghabiskan waktu dan pada akhirnya tumbuh bersama.


Akan tetapi, saat Dam Ryung beranjak remaja, dia memberitahu Sea Wa bahwa dia harus menikah dengan wanita lain. Sea Wa bertanya-tanya menikah itu apa? Dam Ryung agak ragu dan tak enak saat dia harus menjelaskan bahwa menikah artinya dia harus hidup bersama wanita lain, dia harus melindungi dan menyukai wanita itu seorang.

"Jadi, kau tidak bisa lagi datang ke pantai?" tanya Sea Wa

"Entahlah"

Sea Wa sedih mendengarnya. Dam Ryung bertanya tidak bisakah Sea Wa hidup di daratan, Sea Wa berkata mungkin tapi hanya setelah dia beranjak dewasa. Dia dengar jika duyung naik ke daratan, mereka akan punya kaki. Tapi dia tidak bisa melakukan itu sekarang.

"Aku tidak mau meninggalkanmu. Aku tidak mau melindungi dan menyukai wanita lain. Aku tidak mau hidup dengannya selamanya jika wanita itu bukan kau"

"Lalu kita harus bagaimana? Aku tidak bisa ke daratan dan kau tidak bisa hidup didalam air"

Air mata Sea Wa mengalir dan saat Dam Ryung tak mengatakan apapun, ia pun langsung terjun kembali ke laut dan meninggalkan Dam Ryung. Dan di batu bekas duduknya, tampak sebuah mutiara yang tak disadari Dam Ryung.


Pada akhirnya, Dam Ryung pun menikah. Tapi pada malam pertama bersama istrinya, Dam Ryung sama sekali tak bisa tenang memikirkan Sea Wa. Sementara istrinya terkantuk-kantuk, Dam Ryung akhirnya memutuskan pergi meninggalkannya.

Dia berkuda berhari-hari, berusaha secepat mungkin menuju lautan. Dia langsung terjun mencari Sea Wa. Saat Sea Wa tak kunjung muncul, dia sengaja menenggelamkan dirinya. Dia tahu Sea Wa pasti akan datang menyelamatkannya yang tidak bisa berenang.


Sesuai dugaannya, Sea Wa pun akhirnya datang menyelamatkannya. Tapi ada satu hal yang tidak diketahuinya, duyung punya kekuatan spesial. Jika mereka mencium manusia, mereka bisa menghapus ingatan tentang diri mereka dari pikiran manusia.


Sea Wa pun mencium Dam Ryung dan saat dia terbangun keesokan harinya di pantai, dia sama sekali tak ingat kenapa dia bisa ada di situ.

Flashback end,


Dam Ryung memberitahu Sea Wa bahwa istrinya meninggal dunia karena penyakit paru-paru setelah mereka menikah. Sebelum meninggal dunia, istrinya sempat marah karena dia melarikan diri pada malam pertama mereka. Masalahnya, dia sama sekali tak ingat kenapa dia melarikan diri malam itu.

"Apakah aku... adalah anak lelaki itu?" tanya Dam Ryung

 

Di dunia modern, Sea Wa berenang menyelamatkan Joon Jae yang tenggelam. Dia membuka mata saat Sea Wa memeganginya dan terkejut melihat ekor ikannya Sea Wa. Tapi kemudian Sea Wa menciumnya dan seketika itu pula, semua ingatan akan dirinya menghilang dari pikiran Joon Jae. Saat akhirnya dia melepaskan ciumannya, dia pun langsung menghilang dari hadapan Joon Jae.

 

Beberapa saat kemudian, Joon Jae mendengar suara seorang wanita mengucap "Aku mencintaimu" dan seketika itu pula dia tersentak bangun.

Dia ingat semuanya mulai dari melarikan diri dari para gangster hingga dia terjun ke laut, tapi ingatan Sea Wa tak sedikitpun ada dalam pikirannya. Sekarang dia menggerutui dirinya sendiri karena berbuat bodoh dengan terjun kedalam laut.

Tapi yang paling membingungkannya, dia mendapati sebuah gelang giok di tangannya. Dia sama sekali tak ingat itu gelang apa dan kenapa bisa ada di tangannya. Dia tak menyadari adanya mutiara di dekatnya, mungkin Sea Wa ada di sisinya tadi.
 

Joon Jae akhirnya terbang kembali ke Korea. Dari jendela peasawat, dia melihat ada sebuah penampakan di laut di bawahnya. Tapi pikirannya cepat teralih saat pramugari menawarinya wine. Dia tidak tahu kalau penampakan yang dilihatnya itu adalah Sea Wa. Dia berusaha mengejar pesawat itu tapi pada akhirnya dia hanya bisa melihatnya terbang semakin jauh.


Setibanya di bandara, terdengar berita tentang seorang pembunuh yang kabur dari tahanan saat dia sedang check kesehatan. Diberitakan bahwa nama buronan itu adalah Ma Dae Young (renkarnasinya Bangsawan Yang).

Tak disadari oleh Joon Jae, si pembunuh buron itu sebenarnya ada di dekatnya, sedang menyamar jadi tukang parkir valet. Hmm... aku curiga dia malah mencuri mobil itu untuk kabur.

 

Nam Doo hendak buang sampah saat Joon Jae baru tiba. Nam Doo kaget melihatnya, tak menyangka kalau Joon Jae akan kembali dalam keadaan masih hidup. Joon Jae langsung mengejarnya dan menyudutkannya.

Saat Nam Doo berusaha membela diri dan mengklaim kalau dia sebenarnya mencemaskan Joon Jae, Joon Jae langsung memitingnya dan melabraknya dengan kesal "Karena itukah kau masuk kedalam rumah ini seolah ini rumahmu sendiri. Kalau aku tidak kembali selamanya, kau akan menggunakannya sebagai rumahmu sendiri?"


Saat Joon Jae masuk, dia mendapati Tae Ho sedang asyik sendiri main game. Nam Doo menyambutnya seolah dia tamu dan bukannya tuan rumah smapai membuat Joon Jae protes. Joon Jae heran bagaimana mereka bisa masuk, apa Tae Ho meretas passcode rumahnya? Nam Doo membenarkannya, rumah mana yang tidak bisa diretas Tae Ho.

Kesal, dia berusaha mengusir mereka. Tapi Nam Doo menolak pergi, rumahnya dan rumahnya Tae Ho sudah dihancurkan oleh Nyonya Jin Ok itu. Hanya rumah Joon Jae ini yang masih aman karena dia sudah menghapus alamatnya. Wah, Nyonya Jin Ok itu benar-benar sesuatu. Dia benar-benar bisa melakukan segalanya.


Melihat Tae Oh masih asyik main game, Nam Doo membawa Joon Jae naik untuk membicarakan hal penting diantara mereka berdua saja. Di atap, Nam Doo langsung menuntut Joon Jae untuk memperlihatkan benda itu. Tapi Joon Jae tidak ingat pernah memberitahu Nam Doo tentang gelang itu, karena itulah sekarang dia tidak mengerti apa yang Nam Doo maksud.

"Apa maksudmu apa? Kau dan 6 milyar won ku"

"Kau bicara apa? Aku capek"

"Gelangnya. Gelang giok yang punya teksture, kekerasan, transparasi dan warna yang tampak asli"

Joon Jae bingung, dari mana Nam Doo mengetahui itu? Yah karena Joon Jae sendiri yang memberitahunya, jawab Nam Doo. Joon Jae bilang kalau dia mendapatkan gelang itu dari menipu seorang wanita. Joon Jae jadi semakin bingung, wanita apaan?

Nam Doo langsung tertawa garing, mengira Joon Jae berakting tak ingat. Tapi Joon Jae benar-benar tak mengerti maksudnya, wanita apa yang pernah dia temui?

"Kau bilang kau bertemu seorang gadis bodoh, tidak terlalu pintar dan aneh!" Nam Doo mulai kesal


Sementara itu di kedalaman lautan, gadis yang dimaksud Nam Doo... Sea Wa, sedang bersiap pergi dengan terlebih dulu memakai kacamata hitam dan membawa sebuah kerang. wkwk, duyung juga punya fashion ternyata.


Nam Doo menunjukkan foto gelang giok di tangan seorang wanita yang pernah Joon Jae kirimkan padanya. Tapi Joon Jae tetap bersikeras mengklaim kalau dia tidak pernah mengirim pesan gambar itu dan tidak pernah pula bertemu seorang wanita aneh.

Jadi apa itu maksudnya Joon Jae tidak memiliki gelangnya? tanya Nam Doo. Joon Jae jadi semakin bingung, karena gelang itu memang ada padanya. Tuh kan, Nam Doo tahu kalau Joon Jae tidak mungkin tidak bisa mengenali benda luar biasa. Masa Joon Jae tidak ingat bagaimana dia mendapatkannya?

Sekilas, Joon Jae ingat pernah melakukan hipnotis yang membuat gelang itu ada di tangannya. Tapi dia sama sekali tak bisa ingat apapun. Nam Doo meminta Joon Jae untuk memperlihatkan gelang itu padanya agar mereka bisa menilai harganya. Tapi Joon Jae menolak menunjukkannya sekarang, dia benar-benar bingung dengan situasi aneh ini jadi dia mau mencari tahu dulu.

 

Sea Wa naik ke permukaan dan melihat bintang-bintang gemerlapan di langit. Dia teringat percakapannya dengan Joon Jae waktu itu, saat dia bertanya apakah Joon Jae akan pulang ke Seoul.


Waktu itu Joon Jae membenarkannya, dia harus kembali ke Seoul karena Seoul adalah rumahnya. Sea Wa langsung terdiam mendengarnya, melihat laut yang mereka lewati dengan sedih.

Joon Jae memintanya untuk pergi ke Seoul juga. Saat Sea Wa cuma diam, Joon Jae menjelaskan kalau dia bukan bermaksud merayu Sea Wa ikut dengannya ke Seoul. Dia memberitahu Sea Wa bahwa di Seoul, ada banyak restoran enak. Sea Wa kan suka makan banyak dan sering kelaparan.

"Dan juga, di sana ada sebuah tempat yang namanya Sungai Han. Di musim gugur, biasanya ada kembang api di sana. Aku melihatnya dari tempat strategis gedung 63. Wow, itu sangat amat indah. Aku akan membiarkanmu menontonnya bersamaku"

"Bersama?"

"Iya, bersamaku"

Sea Wa menatap rumahnya, lautan, dengan bimbang. Tapi saat dia menatap mata Joon Jae, akhirnya dia tersenyum dan mengangguk setuju. Joon Jae senang dan menuntut Sea Wa untuk berjanji dan janji itu harus dia tepati.


Melihat bintang-bintang di angkasa, Sea Wa pun mulai terjun kembali ke lautan dan berenang menuju Seoul untuk memenuhi janjinya.

Joon Jae bermimpi saat dia tenggelam, namun tiba-tiba saja dia seperti mendengar suara seorang wanita yang mengucap 'aku mencintaimu', dan seketika itu pula Joon Jae tersentak bangun dari tidurnya. Sembari mengusap dadanya dengan kebingungan, dia bertanya-tanya sendiri suara siapa yang mengucap itu.

3 bulan kemudian...


Joon Jae baru bangun tidur dan langsung menyalakan TV. Acara saat itu adalah acara talk show, bintang tamunya adalah seorang ahjussi pengembang real estate. Hmm... sepertinya pria itu cukup menarik perhatian Joon Jae. Dia tampak termenung entah memikirkan apapun sebelum akhirnya mematikan TV-nya.


Pria itu, CEO Heo, sedang bermain di sebuah lapangan golf bersama seorang pria lebih muda yang sepertinya sedang berusaha menjilat CEO Heo. Istrinya, Kang Seo Hee, sedang menunggunya saat tiba-tiba saja dia mendengar suara klik kamera. Jin Joo memotretnya dan langsung memuji-muji betapa fotogenik-nya Seo Hee.


CEO Heo dan Seo Hee lalu makan siang bersama pria dan wanita itu. Pria muda itu nyerocos tentang anak-anak dan bagaimana dia lebih menyukai anak lelaki. Percakapan tentang anak lelaki itu mulai membuat CEO Heo dan Seo Hee tak nyaman dan sepertinya Jin Joo menyadarinya.


Dia pun cepat-cepat menyela dan membuat-buat alasan untuk menyeret pria itu menjauh dari mereka. Wanita itu memberitahu si pria untuk hati-hati dengan ucapannya karena ada rumor yang mengatakan kalau putra CEO Heo yang sekarang itu bukan anaknya.

Kang Seo Hee itu istri keduanya. Dia menendang istri pertama CEO Heo dengan membawa seorang putra bersamanya. Putra pertama CEO Heo melarikan diri dari rumah beberapa waktu yang lalu dan tidak ada kabar sama sekali tentangnya. (Hmm... Joon Jae kah anak CEO Heo?).

Pria itu jadi cemas, takut dia mengacau tadi padahal dia sudah berusaha menjilat dan mengalah dari CEO Heo.


Joon Jae membuka kulkas dan mendapati kulkasnya kosong melompong. Birnya sudah dihabisnya Nam Doo dan es krimnya sudah dihabiskan Tae Oh. Joon Jae makin kesal, mereka masih belum mau pergi juga dari rumahnya?

Nam Doo bersikeras tidak bisa pergi dari sini karena orang-orang dari Myeongdong Capital itu masih mencari mereka sampai sekarang. Mereka aman di sini karena orang-orang itu mengira Joon Jae sudah mati. Joon Jae jadi frustasi dibuatnya.

 

Beberapa nelayan sedang nyantai di tengah laut saat Sea Wa tiba-tiba muncul dan membuat mereka ketakutan setengah mati. Sea Wa bertanya Seoul itu dimana? Para nelayan itu memberitahukan arah ke Seoul dengan bingung.

Sea Wa berterima kasih, tapi saat dia hendak terjun kembali ke laut, seorang nelayan menghentikannya dan bertanya apakah dia mau ke Seoul dengan berenang? Mereka menawarkan tumpangan di kapal mereka untuk mengantarkan Sea Wa, tapi Sea Wa menolak lalu terjun kembali ke laut dan membuat para nelayan itu keheranan. Mereka sampai bertanya-tanya wanita tadi itu apa? Jangan-jangan dia monster laut?

 

Di pantai, seseorang ahjumma tampak sedang gotong royong membersihkan pantai. Seorang ahjumma melihat sebuah sandal pink. Dia hendak mengambilnya, tapi sandal itu bolak-balik terseret ombak sampai membuat ahjumma ketakutan dan akhirnya batal mengambil sandal itu, dan tak jauh dari sana ada sebuah sandal biru terdampar di pantai.

Para ahjumma itu hendak menyelesaikan pekerjaan mereka, saat tiba-tiba saja mereka melihat seorang wanita muncul entah kapan dan dari mana. Melihat bajunya dan rambutnya yang acak-acakan, para ahjumma itu langsung mengira dia wanita gila.


Mereka bingung dan heran dari mana wanita itu muncul dan akhirnya ribut berdebat tentang kemunculan wanita aneh itu. Sea Wa mendekat ke mereka dan bertanya apakah ini Seoul?

"Bukan" jawab seorang ahjumma

"Masih jauh? Aku sudah capek! Aku berenang jauh-jauh seperti mau muntah rasanya!" gerutu Sea Wa


Tapi ahjumma itu memberitahunya kalau mereka juga mau pergi ke Seoul. Jadilah Sea Wa ikut mereka naik bis ke Seoul. Dia turun seorang diri di tengah-tengah keramaian para pejalan kaki dengan kebingungan. Dan gara-gara penampilannya, dia langsung jadi pusat perhatian.

"Ternyata ada lebih banyak manusia daripada ikan teri. Bagaimana caranya aku menemukan Heo Joon Jae?"

Bersambung ke part 2

1 comments:

terimakasih..senang membacanya...skur lah udah ada sambungannya....semangat trus untuk menulis sinopsis nya...
ditunggu untuk episode selanjutnyaaaa....

Setelah membaca postingan ini harap berikan komentar dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog ini dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon