Powered by Blogger.


Sinopsis Scarlet Heart: Ryeo Episode 19 - 2


Bahkan sampai malam tiba dan ruangan itu sudah kosong, Wook masih belum beranjak dari tempatnya bersujud. Sementara Hae Soo berusaha membujuk So untuk mengampuni Wook. Dia yakin kalau Wook dijebak. Karena itulah, dia memohon agar So membiarkan Wook hidup.




Saat So mengacuhkannya, Hae Soo langsung berlutut. So langsung cemas, Hae Soo tidak boleh berlutut karena lututnya yang sakit, kalau dia berlutut bisa-bisa nanti dia tidak akan bisa berjalan.

Dia berusaha menarik Hae Soo bangkit, tapi Hae Soo menolak dan mengingatkan So akan janjinya untuk tidak menyakiti saudara-saudaranya. So dia mengerti kepedulian Hae Soo terhadap saudara-saudaranya, tapi dia tak suka melihat Hae Soo berlutut demi Wook.


"Orang yang membunuh burung elang itu... adalah Yang Mulia. Kau sengaja membunuh elang itu untuk menjebak Wook"

Mendengar itu, So akhirnya melepaskan tangannya dari Hae Soo dan bertanya tidak bolehkah dia melakukan itu pada Wook yang telah membunuh Moo dan Eun dan membuat Baek Ah pergi darinya, Wook juga mencoba membunuhnya dan ingin memisahkan mereka berdua.

"Dia orang yang seperti itu!"

"Jika kau membunuh orang lain maka kau akan mendapat balasan dari perbuatanmu itu. Kalau kau menghukum orang dengan terlalu kejam maka semua orang akan menganggapmu sebagai musuh. Aku tidak ingin kau dikenang sebagai raja yang bengis di masa depan nanti"


So akhirnya menyerah dan memutuskan untuk membiarkan Wook hidup. Tapi dia akan mengasingkan Wook ke kampung halamannya. Dia tidak boleh keluar barang satu langkah pun dari rumahnya. Wook menginginkan Goryeo tapi yang akan dia dapatkan hanyalah rumahnya sendiri.

"Dia akan mati lemas di rumah itu" geram So

Wook akan hidup di sana sampai tubuhnya membusuk. So tertawa geli, kalau dipikir-pikir, lebih baik memang seperti itu daripada membunuhnya. Hae Soo hanya bisa terdiam dan menatapnya dengan shock.


Wook termenung menatap perpustakaannya. Saat dia membuka pintu, dia melihat beberapa penjaga di sana. Sekarang dia terkurung di sana, tidak bisa kemana-mana.


Hae Soo termenung di kolam pemandian saat Yeon Hwa datang. Saat Hae Soo membahas masalah Wook, Yeon Hwa mengaku cemas kalau dialah yang terlalu menekan Wook untuk menjadi raja. Tapi walaupun begitu bukan dia yang mengubah kakaknya. Hae Soo lah yang membuat Wook berubah.

Wook jadi begini karena peringatan dari Hae Soo yang menyuruh Wook untuk berhati-hati pada So dan jangan menghalangi So karena dia bisa saja mati terbunuh. Sejak mendengarkan peringatan Hae Soo itulah Wook tahu kalau So akan menjadi raja. Wook menyukai Hae Soo dan benci melihat Hae Soo mengakui orang lain sebagai raja.

Memang dia yang menekan Wook, tapi Hae Soo lah orang yang telah menetapkan takdir Wook. Tuduhan Yeon Hwa itu langsung membuat Hae Soo teringat akan tuduhan Raja Jeongjeong padanya, bahwa So merampas tahtanya karena Hae Soo yang telah membantu So menutupi bekas lukanya. Dia akhirnya ingat saat dia memperingatkan Wook untuk berhati-hati dengan So atau mereka semua akan mati. Dia ingat akan penglihatannya akan So dan kematian para pangeran sebelum So menjadi raja.

"Semua itu salahku" gumam Hae Soo shock

Yeon Hwa terus menyalahkan Hae Soo. Andai saja Hae Soo tidak menyuruh Wook berhati-hati terhadap So, andai saja Hae Soo tidak pernah terlibat, Wook tidak akan berubah sedrastis itu. Hae Soo lah yang telah menghancurkan segalanya, tapi Hae Soo masih saja hidup tanpa malu.


Semua tuduhan Yeon Hwa begitu mempengaruhi Hae Soo hingga dia terus termenung di sana, menyalahkan dirinya sendiri hingga membuat dadanya sesak.


Sementara itu, So sedang dilukis. Ji Mong mengisyaratkan pada pelukis untuk membuat gambar So kelihatan lebih gagah. Tapi So menolak, dia mau gambarnya sama persis seperti sosok dirinya yang asli karena dia ingin memberikan lukisan itu pada seseorang.


Tiba-tiba Jung menerobos masuk tanpa peduli ancaman So yang kesal melihatnya keluar dari tempat pengasingannya. Dia datang untuk meminta persetujuan So lalu menyerahkan titah yang ditulis oleh mendiang Raja Jeongjeong. Tapi yang membuat So kaget, titah itu berisi persetujuan Raja Jeongjeong akan pernikahan antara Jung dan Hae Soo.


Flashback saat Raja Jeongjeong memuji kerja keras Jung yang telah membuat wilayah perbatasan tenang dan karenanya dia berjanji akan memberikan apapun yang Jung inginkan sebagai hadiah. Dan yang Jung minta waktu itu menikah dengan Hae Soo.


So menolak mempercayainya dan langsung membuang titah itu sambil menyatakan kalau itu titah palsu. Jung langsung menyindir So, dia sendiri naik tahta tanpa titah tertulis dan sekarang dia malah mengabaikan titah mendiang Raja. kalau So tak percaya, So bisa membandingkan tulisan ini dengan tulisan mendiang Raja.

So tetap tidak peduli. Bahkan sekalipun ini titah asli, dia tidak akan pernah menyetujuinya. Dia tidak akan mengizinkan Jung menikahi Hae Soo. Jung mengklaim kalau dia sudah mendapat izin dari mendiang Raja jadi tidak perlu menuruti perintah So.

"Semua orang di istana ini sudah tahu hubunganku dengannya. Tapi kau mau menikahinya?"

"Hae Soo bukan ratu dan bukan pula selir. Dia bukan istrimu, tidak ada alasan dia tidak bisa menikah"

Lagipula dia juga sudah memberitahu para menteri tentang keinginannya untuk menikahi Hae Soo dan mereka sedang menunggu persetujuan Raja. So langsung mengepalkan tangannya dengan penuh amarah dan bersikeras menolak memberi izin, malah menyuruh Ji Mong untuk menghukum Jung karena keluar dari pengasingannya.

"Hae Soo menginginkannya" sela Jung "Kau tanya sendiri saja padanya. Hae Soo ingin menikah denganku"


So langsung pergi menemui Hae Soo untuk memberitahukan masalah ini dan bertanya apakah Hae Soo sudha mengetahui masalah titah itu. Tapi saat Hae Soo tampak kaget dan tak tahu menahu tentang titah itu, So langsung senang "Jung bilang kau juga mau menikah dengannya. Aku tahu kau pasti tidak bilang seperti itu, kan? Aku bisa mengklaim kalau itu titah palsu..."

"Aku menginginkannya" sela Hae Soo. Dosa besar kalau mengabaikan titah mendiang raja. Kalau So tidak mematuhi titah ini maka orang-orang akan meragukan So sebagai penerus mendiang raja.

Dulu saat mereka berpisah, mereka saling merindukan satu sama lain. Hatinya sakit mengingat saat itu. Tapi sekarang, walaupun dia melihat So setiap hari, ada saat-saat dimana dia benci pada So. Kalau mereka seperti ini terus maka sudah pasti suatu hari nanti mereka akan saling membenci. Dia tidak mau seperti itu, jadi lebih baik dia meninggalkan So sekarang.

"Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi" geram So


Saat So merenungkan masalah ini di kamarnya, Yeon Hwa menerobos masuk untuk melabraknya karena mengabaikan titah itu. Dia sudah mengorbankan keluarganya sendiri, tapi kenapa So tidak bisa merelakan Hae Soo? Saat So terus bersikeras tidak mau melepaskan Hae Soo, Yeon Hwa bersumpah tidak akan pernah membiarkan So melepaskan tahtanya.


Terkurung di perpustakaannya, Wook menulis sebuah surat dan teringat saat Hae Soo mendatanginya malam itu dan menyuruhnya bangkit dari sujudnya dan memberitahunya kalau Raja sudah setuju membiarkannya hidup. Wook cemas kalau orang-orang akan mencurigai Hae Soo juga, dan kenapa juga Hae Soo masih peduli padahal Hae Soo sudah tidak lagi punya perasaan padanya?

"Aku akan melakukan ini pada siapapun. Taja juga tahu itu" jawab Hae Soo

Saat Wook masih tidak mau bangkit, Hae Soo ikut berlutut di sampingnya dan menasehati Wook untuk melupakan segalanya. Wook tidak akan bisa membebaskan diri dari penderitaannya jika dia tidak pergi dari sini "Kau harus menyerah lebih dulu"


Wook kembali melanjutkan menulis suratnya saat Yeon Hwa diam-diam masuk dengan memakai cadar dan meminta bantuan Wook.


Keesokan harinya Wook menghadap Raja karena Yeon Hwa berkata bahwa Wook ingin menyampaikan sesuatu pada So. tapi sebelum itu, Wook meminta Yeon Hwa pergi. Yeon Hwa sebenarnya keberatan tapi akhirnya mengalah dan pergi. Begitu mereka sendirian, Wook memberitahu So tentang hubungannya dengan Hae Soo yang tidak So ketahui.

"Kami berdua, pernah berjanji untuk menikah" ujar Wook. So tak percaya. Tapi Wook mengklaim bahwa jauh sebelum Hae Soo menjadi kekasih So, Hae Soo adalah miliknya.


So langsung mendatangi Hae Soo untuk mengkonfrontasinya. Sekarang dia baru mengerti kenapa Hae Soo begitu peduli dengan Wook, bahkan sampai berlutut demi menyelamatkan Wook. Dia sudah tahu tentang gelang itu dan kencan rahasia mereka di Damiwon. Apa semua itu benar? apa benar dulu dia dan Wook berencana menikah?

"Iya" gumam Hae Soo


Jadi pria yang pernah Hae Soo bilang dia cintai itu, apakah Wook orangnya? Hae Soo membenarkannya. So patah hati mendengarnya, sekarang dia mengerti maksud Wook dulu saat dia mengklaim kalau Hae Soo adalah orangnya.

"Lebih baik kau berbohong saja padaku. Bilang kalau itu salah paham dan Wook berbohong padaku! Maka hubungan kita bisa kembali seperti semula"

"Kita sudah setuju untuk tidak saling berbohong"

"Teganya kau. Bagaimana bisa kau menyakiti seperti ini? Kenapa harus Wook?"


Hae Soo berushaa mendekatinya, tapi So langsung mundur menjauh. Air matanya berlinang saat menyadari kalau Wook selalu ada di dalam hati Hae Soo. Hae Soo meraih tangannya tapi So langsung menampiknya "Jangan sentuh aku! Mulai hari ini... aku tidak akan pernah melihatmu lagi!"

Hae Soo langsung terjatuh lemas dan menangis disana.


Hari ini Hae Soo pergi meninggalkan istana. Sementara Hae Soo menatap istana Damiwon sebelum pergi, Ji Mong memperingatkan So bahwa jika So mengusir Hae Soo seperti ini maka So akan kehilangan dirinya sendiri. Tapi So langsung mengoreksinya "Aku tidak mencampakkannya, Soo lah yang mencampakkanku"


Baek Ah mengantarkan Hae Soo keluar gerbang istana. Karena dulu mereka memulai pertemanan mereka dengan minum-minum, sekarang Baek Ah melepaskan kepergian So dengan minum-minum juga. Seandainya dia tahu kalau Jung punya titah itu, dia pasti tidak akan membantu Hae Soo semudah itu.

"Aku juga tidak tahu. Dia bilang kalau dia punya jalan keluar dari istana, itu saja yang kutahu"

"Kau tidak menyukai pernikahan ini. Seharusnya kau menolaknya saja"

Hae Soo mengakui kalau dia memang tidak menyukai pernikahan ini. Tapi hanya ini satu-satunya jalan keluar baginya untuk pergi dari istana ini, jadi dia akan tetap melakukannya. Baek Ah sebenarnya menginginkan Hae Soo untuk tetap bersama So, dia tidak mengerti kenapa Hae Soo memilih meninggalkan So saat dia tahu kalau dia tidak akan bisa melupakan So?

"Ada terlalu banyak pertumpahan darah dalam hubungan kami berdua. Kukira aku bisa mencegahnya, tapi ternyata aku salah. Aku tidak tahan menyaksikan semua ini lagi"

Walaupun tidak tahu hubungan Hae Soo dan So seperti apa, tapi dia merasa sangat beruntung berteman dengan Hae Soo, ini adalah hubungan yang diberikan Nyonya Hae pada mereka. Sebelum berpisah, Hae Soo berpesan agar Baek Ah tidak sakit karena terlalu bersedih.


Baek ah melihat Wook datang saat itu. Dia berusaha mengusirnya dan mengancamnya, tapi saat Hae Soo menghentikannya, Baek Ah akhirnya menyerah dan pergi.

Hae Soo berterima kasih pada Wook. Tapi Wook mengklaim kalau dia melakukan itu dengan maksud tertentu. Hae Soo sama sekali tidak marah sedikitpun padanya, dia yakin kalau Wook tidak tahu tentang keinginannya meninggalkan istana maka dia pasti tidak akan memberitahu siapapun.

"Jung... pasti akan memperlakukanmu dengan baik" ujar Wook.

Dia berpesan agar Hae Soo menjaga dirinya baik-baik. Dan karena dia memang ingin meninggalkan istana maka sebaiknya dia memutuskan semua ikatannya dengan masa lalu. Lebih baik dia melupakan semua kejadian yang telah berlalu dan fokus memikirkan masa depan saja. Wook terdiam beberapa saat, berusaha menahan emosinya sebelum akhirnya dia bicara lagi


"Soo-yah, aku yakin kau tahu bagaimana perasaanku" Wook mengulurkan tangannya dengan ragu. Dia menyentuh pundak Hae Soo sebelum akhirnya menarik Hae Soo dalam pelukannya "Dalam kehidupan ini... takdir jalinan hubungan kita, berakhir di sini"


Wook melepaskan diri dan mereka saling tersenyum satu sama lain. Setelah Wook pergi, Hae Soo menatap istana yang akan ditinggalkannya itu dengan sedih.

"Jika aku tidak pernah bertemu dengannya, aku pasti tidak akan merindukannya. Jika aku tidak pernah mengenalnya, aku pasti takkan selalu memikirkannya. Jika kita tidak pernah bersama, aku pasti tidak perlu pergi. Jika aku tidak menyayanginya, aku tidak akan memiliki begitu banyak kenangan. Jika aku tidak mencintainya, kami tidak akan saling berpisah. Jika kita tidak pernah bertemu, kita tidak akan pernah bersama. Seandainya aku tidak bertemu denganmu sama sekali..."


Sementara itu didalam istana, So menangis sembari memegangi hanbok yang seharusnya dipakai So untuk pernikahan mereka.

Bersambung ke episode 20

8 comments

Ep 20,,, siap" tisu...

sedih, kesal campur aduk semuanya. kenapa hidup lee jun ki oppa ku sedih kali, satu bungkus tisupun tak sanggup hapus air mataku. ditunggu ending nya

Baru bc sinop nya aja udh bikn hati sedih kerasa menyayat apalagi klw nontn,,,,,mudh2 an d akhir ending d kehidupn akn dtng hae soo d pertemukn kembali sm wang so,ngarepπŸ˜„

Baru bc sinop nya aja udh bikn hati sedih kerasa menyayat apalagi klw nontn,,,,,mudh2 an d akhir ending d kehidupn akn dtng hae soo d pertemukn kembali sm wang so,ngarepπŸ˜„

Speecless... oh my god,, nyesek baca ep ini.. buat ep 20 tisu mana tisu 😭😭😭

Akhirnya, sampe juga di episode trakhir yang sad ending.
Lihat di youtube ga berhenti nangis walaupun ga ada subtitlenya. Ga afdol klu ga baca sinopsis mbak ima n mbak puji.
Terima kasih uda ngerecap drama ini sampai akhir, semangat terusss.
N ditunggu proyek2 selanjutnya. Lanjutin ya mbak something about 1 % nya.
Klu boleh tanya, mbak ima uda nikah ap blum? N msh kuliah apa uda kerja?

Wow.. Aku penasaran banget selanjutnya bagaimana ?..:-)
//yg lain kok pada baper. Aku kok aneh ya. Aku datar aja dari tadi.. Hehe// mau jambak si So lama2. Haha :-D

hae soo memiliki anak dari so persis ky hae so tp sayang so ttp gg bisa merawatnya karena permintaan terakhir hae so kepada jung πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­ endingnya ky versi cina nya.
semua pasangan berakhir tragis

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon