Powered by Blogger.

Content and Images credit by tvN
 Sinopsis Goblin Episode 2 - 2 





Tercengang mendengar ucapan Eun Tak, Shin tergagap mengalihkan topik mengomentari Eun Tak yang keluyuran tengah malam begini hanya demi menunggu bibinya tidur. Tapi kemudian, Shin akhirnya menemani Eun Tak jalan-jalan, walaupun dia beralasan kalau dia jalan-jalan hanya untuk melancarkan pencernaannya jadi Eun Tak tidak usah salah paham.


Tak jauh dari sana, ada teman Eun Tak yang melihat mereka dan mengira kalau Eun Tak sedang bersama seorang Sugar-daddy (om-om). Da meng-sms temannya dan temannya langsung minta bukti.


Tapi tepat saat gadis itu hendak memotret, pintu mobil tempat dia sembunyi, tiba-tiba menjeblak terbuka dan mementalkannya sementara Shin dan Eun Tak terus berjalan lurus. Gadis itu langsung menggerutu kesal dan mau melabrak si pemilik mobil...


Tapi malah mendapati mobil itu kosong lalu pintunya menutup dengan sendirinya. Wuih, horor! Sontak gadis itu kabur sambil memanggil ibunya.


Keesokan harinya, Eun Tak mendatangi sebuah restoran ayam yang tak ada pelanggannya dan langsung terpesona pada pemiliknya yang sangat cantik. Wanita itu adalah Sunny (Yoo In Na). Dengan gaya seksinya, Sunny menyibak rambutnya dan tanya apakah Eun Tak mau membeli ayam.

 

Tersadar dari lamunannya, Eun Tak memberitahu kalau dia datang untuk melamar kerja paruh waktu. Dia lalu duduk sambil memuji kecantikan Sunny, tapi Sunny hanya menanggapinya dengan desahan dan mengeluh bahwa dia sudah lama sekali tidak pernah melihat pelanggan datang.

Eun Tak menyatakan bersedia menerima syarat-syarat kerja yang Sunny tetapkan dan menjelaskan tentang situasinya. Tapi Sunny memotongnya dengan cepat dan mengalihkan topik dengan terus menerus mengeluh tentang lamanya tak ada pelanggan yang membeli ayamnya.

Dia lalu bertanya blak-blakan tentang apakah Eun Tak miskin dan apakah dia putus sekolah. Saat Eun Tak berkata kalau dia kelas 3 SMA, Sunny hanya menanggapinya dengan "Senangnya jadi anak muda"


Lalu tanpa menanyakan apapun lagi, tiba-tiba saja dia memutuskan untuk menerima Eun Tak bekerja dan hari ini adalah hari pertamanya. Saking senangnya, Eun Tak langsung bangkit dengan antusiasnya sampai membuat kursinya terjatuh dan menyatakan kalau dia akan berusaha keras.

Dia yakin kalau ayam yang dimaksud Shin pasti ayam yang ini. Sunny sepertinya tidak tanggap dengan ucapan Eun Tak dan terus saja mengeluh kalau dia tidak ingat kapan terakhir kali ada pelanggan memesan ayam di sini.

 

Dalam perjalanan pulang malam harinya, Eun Tak memegangi label nama barunya dengan gembira. Dia mencoba memanggil Shin lewat pikirannya. Tapi Shin tidak muncul. Akhirnya dia menyalakan korek api dan meniupnya.


Eun Tak langsung berbalik sambil nyerocos tentang pekerjaan barunya, tapi malah mendapati Shin hendak memakan steak. Eun Tak langsung menyindir Shin yang makan steak mahal tapi tidak mau memberinya 5 juta won.

"Bisa tidak sih kau lihat jam dulu sebelum memanggilku? Pengertianlah!" protes Shin

"Aku tidak masalah memanggilmu seperti ini"

"Aku yang keberatan. Apa kau tak pernah memikirkanku?"


Tadi dia memikirkan Shin tapi Shin tidak datang. Dia juga tidak keberatan melihat Shin untuk menepati janji masa depan mereka, lalu lagi-lagi dia menyatakan "Aku mencintaimu"


Shin memakan steaknya dengan sebal dan kembali ke rumahnya melewati Wang Yeo yang sedang nonton TV sambil menggerutu. Wang Yeo keheranan dan akhirnya berpikir kalau Shin itu sudah gila.


Wang Yeo hendak tidur saat Shin tiba-tiba saja menerobos masuk lalu bergaya di depan Wang Yeo sambil bawa buku dan bertanya apakah baju ini lebih bagus kan dibanding yang sebelumnya?

Wang Yeo malah heran melihat bajunya yang sebenarnya mirip yang dipakainya tadi, memangnya dia ganti baju? Shin terus saja bertanya-tanya, apakah membawa buku ini cocok dengan baju ini?

"Sepertinya dia akan terus memanggilku. Aku mau kelihatan pintar dan sempurna setiap kali dia memanggilku"

Wang Yeo bertanya lemas, siapa orang yang memanggil Shin? Shin protes kesal dan menyuruh Wang Yeo untuk fokus, anggap saja ini pakaian saat dia mau pergi dari tempat ini. Wang Yeo yang sudah ngebet ingin Shin segera pergi dari rumah ini, langsung memberinya dua jempol dengan antusias dan menyetujui pilihan bajunya.


Shin terus saja menganggu Wang Yeo dengan menunjukkan berbagai gaya dan meminta pendapat Wang Yeo. Lebih bagus membawa piringan hitam atau CD? Musik klasik atau K-pop? Wang Yeo dengan entengnya mengingatkan Shin bahwa anak jaman sekarang mendengarkan lagu lewat file. Dia lalu datang lagi dengan membawa dua buah lukisan besar. Tapi Wang Yeo sudah lelah meladeninya dan mengusirnya.


Shin naik ke kasurnya Wang Yeo untuk menyibak selimutnya dan shock mendapati Wang Yeo tidur dengan gaya seperti mayat. Shin menyuruhnya untuk tidak tidur dengan gaya seperti ini. Tapi Wang Yeo malah mewek "Biarkan aku tidur!"


Keesokan harinya, Wang Yeo terbangun dengan topi tidur wanita di atas kepalanya dan selimut putih polosnya berubah jadi selimut bunga-bunga. Ulah siapa lagi kalau bukan Shin. "Akan kuhancurkan kau!" sumpahnya pada Shin.


Shin sendiri sedang ketawa-ketiwi memikirkan kejahilannya. Wang Yeo datang tak lama kemudian untuk mengambil jemuran lalu balas dendam dengan menyanyikan lagu tentang celana dalamnya goblin yang awet dan tahan lama dan bau.

Kesal, Shin menyuruhnya berhenti. Tapi Wang Yeo malah tambah semangat dan bertanya heran "Apa yang kau lakukan dengan celana dalammu sampai ada lagunya? Apa yang kau lakukan sampai orang-orang membuat lagu tentang celana dalammu? Apa kau benar-benar jantan?"

"Kubilang, hentikan!" jerit Shin. Wang Yeo cuma tersenyum puas lalu kembali ke jemurannya.


Di luar tiba-tiba terjadi hujan badai. Deok Hwa datang tak lama kemudian untuk melihat keadaan Shin tapi mendapati Shin sedang bergelung di kasurnya. Shin mendesah lemas dan memberitahu Deok Hwa bahwa ada sesuatu yang harus dia katakan. Tentang rahasia keluarga Deok Hwa dan nasib tragisnya.

"Jangan terlalu kaget saat aku mengatakannya. Sebenarnya aku..."

"Goblin?" sela Deok Hwa

Shin kaget, sejak kapan Deok Hwa tahu? Deok Hwa berkata sejak dia umur 8 tahun, tapi dia mulai curiga sejak umur 6 tahun. Karena setiap kali Shin mabuk, dia suka sekali pamer emas padanya.


Suatu hari saat Shin masih kecil, Shin mabuk dan di hadapannya ada bertumpuk-tumpuk emas murni. Deok Hwa langsung minta satu, tapi Shin tidak mau membaginya. Sejak saat itulah dia sadar kalau Shin bukan pamannya yang sebenarnya.


Shin tiba-tiba melayang di hadapannya dan Deok Hwa dengan santainya berkata kalau hal-hal seperti ini juga sering terjadi, jadi maka mungkin dia tidak tahu. Dia memperingatkan Shin untuk hati-hati agar dia tidak membuat kesalahan seperti ini di hadapan orang lain.

"Jadi maksudmu, kau tahu aku goblin sejak umur 6 tahun? Tapi kau tetap bicara tidak sopan padaku sejak kau umur 6 tahun?" tanya Shin marah dan tiba-tiba saja petir menyambar makin hebat di luar jendela. Deok Hwa jadi ketakutan dan akhirnya menambahkan akhiran kata sopan dalam kalimatnya sambil mesem.


Eun Tak memulai pekerjaan barunya dengan antusias walaupun tak ada pelanggan yang datang. Sunny menatap hujan di luar dengan desahan berat. Baguslah, toh hujan ataupun tidak hujan juga tak pernah ada pelanggan yang datang.

Eun Tak menatap hujan dengan murung juga karena dia tak punya payung. Sunny menyuruhnya untuk mengambil salah satu dari banyak payungnya saja, bahkan menyuruh Eun Tak untuk tidak mengembalikannya.

Eun Tak senang banget sampai membuat Sunny keheranan sendiri karena itu cuma payung. Dia lalu memutuskan untuk keluar. Bukannya memperingatkan Eun Tak untuk bekerja keras selama dia pergi, Sunny malah menyuruh Eun Tak untuk malas-malasan saja. Toh dia juga takkan tahu apakah Eun Tak bekerja keras atau tidak. Eun Tak jadi semakin kagum pada bos barunya itu.


Sunny ternyata pergi menemui seorang dukun yang meramal kalau Sunny tidak beruntung dalam hal keluarga. Dukun melihat ada seorang pria dalam hidup Sunny, tapi dia memperingatkan Sunny untuk berhati-hati terhadap pria bertopi hitam.

"Kuharap pria bertopi itu tampan" kata Sunny


Wang Yeo hendak pergi. Saat Shin bertanya, dia mengaku mau ke laundry untuk mencuci topinya yang khusus dry-clean itu.

"Aku selalu diingatkan betapa hebatnya topi itu" komentar Shin yang kedengaran seperti pujian, tapi kemudian dia menambahkan "Kau jadi kelihatan lucu saat mengambil nyawa orang"

"Jangan mencari kematian, kematianlah yang akan menemukanmu." Itulah fungsi topi ini. Topi itu bisa membuatnya dikenali orang mati sekaligus menyembunyikannya dari pandangan manusia.

"Baguslah kau tidak terlihat mata manusia. Pasti akan sangat memalukan dilihat" sindir Shin


Setelah Wang Yeo pergi, Shin duduk gelisah menunggu Eun Tak memanggilnya dengan segala macam persiapan seperti buku dan CD.


Eun Tak sedang melaminating daun maple-nya bersama temannya yang berkomentar kalau melaminating itu sudah kuno. Tidak masalah, toh dia akan memberikan ini untuk orang yang kuno. Temannya penasaran, apa Eun Tak punya pacar?

Eun Tak menyangkal "Dia membuatku mendapat pekerjaan. Aku hanya ingin berterima kasih padanya"

 

Setelah jadi, Eun Tak memanggil Shin dengan menyalakan korek api lalu meniupnya. Yakin orang di belakangnya Shin, Eun Tak memberitahunya kalau dia ingin memberikan hadiah. Tapi saat dia berbalik, dia malah melihat Wang Yeo.

Eun Tak langsung panik dan pura-pura lupa memakai syalnya sama seperti yang dia lakukan dulu. Wang Yeo jelas langsung mengenalinya. Eun Tak terus pura-pura tak melihatnya dan berusaha melarikan diri tapi Wang Yeo langsung menghadangnya.


"Kau tidak akan bisa membodohiku. Aku tahu kau bisa melihatku dan sekarang tidak ada seorang pun yang bisa melindungimu"

10 tahun dia mencari Eun Tak, sekarang dia akhirnya menemukannya. Eun Tak protes, kalau begitu seharusnya dia tidak usah mencarinya dari dulu. Lagipula namanya tidak ada dalam daftarnya Wang Yeo.

Wang Yeo berkata itu karena Eun Tak adalah salah satu dari jiwa-jiwa yang hilang, sulit mengumpulkan semua dokumen yang sudah menumpuk 19 tahun lamanya.

"Lalu apa yang akan terjadi padaku? Apa aku akan mati? Aku masih 19 tahun"

"Anak 9 tahun mati. Anak 10 tahun juga bisa mati. Itulah kematian"


Tapi kemudian Wang Yeo bertanya siapa orang yang bersama Eun Tak kali ini. Kaget, Eun Tak menoleh dan melihat Shin di belakangnya. Dia langsung berlari menutupi mata Shin dengan panik dan menyuruh Shin untuk tidak melihat mata Wang Yeo.


Shin terdiam menatap Eun Tak sebelum menurunkan tangan Eun Tak darinya dan menarik Eun Tak ke belakangnya. Wang Yeo heran, apa yang sedang Shin lakukan sekarang? Shin berkata kalau dia sedang ikut campur dalam kehidupan dan kematian manusia.

Itu adalah sebuah kesalahan besar karena anak itu seharusnya mati 19 tahun yang lalu. Tapi tepat setelah Wang Yeo mengucap itu, tiba-tiba petir menggelegar hebat. Dia lalu bicara pada Wang Yeo melalui telepati dan memperingatkan Wang Yeo untuk hati-hati atau dia juga akan ikut campur dalam kehidupan dan kematian Wang Yeo.


Eun Tak membisiki Shin untuk melarikan diri sekarang. Dia berusaha menyeret Shin, tapi gagal dan akhirnya mental kembali ke Shin. Dia meyakinkan Eun Tak kalau Wang Yeo tidak akan bisa membawanya.

"Tidak masalah walaupun dia mencarimu selama 100 tahun lagi. Tidak ada Malaikat Pencabut Nyawa yang bisa mengambil wanita yang ingin menikah dengan goblin. Terutama dalam pengawasan goblin"

Eun Tak tercengang mendengarnya. Wang Yeo juga kaget, jadi Eun Tak adalah. Eun Tak membenarkannya dan mengklaim dirinya sebagai pengantin goblin. Tepat saat itu terdengar suara sirene ambulance. Wang Yeo terpaksa harus pergi melakukan tugasnya yang lain itu. Mereka akan membicarakan masalah ini lagi nanti.


Setelah Wang Yeo pergi, Eun Tak langsung mengkonfrontasi kebohongan Shin yang mengklaim dirinya bukan goblin. Shin beralasan kalau dia awalnya dia hanya berpikir kalau dia tidak akan bertemu Eun Tak lagi.

Dia tidak menyangka kalau Eun Tak bisa mengikutinya melewati pintu itu padahal selama ini tak pernah ada orang yang bisa mengikutinya. Yang pasti Eun Tak bukan dan tidak akan pernah menjadi pengantin goblin.


"Lalu... aku ini apa?" tanya Eun Tak dengan berkaca-kaca. Setiap hari hantu-hantu menghampirinya dan bercerita tentang goblin dan Malaikat Pencabut Nyawa bilang kalau dia tidak seharusnya hidup. "Aku ini sebenarnya apa?"

Shin mengklaim kalau itu adalah beban yang harus Eun Tak tanggung sendiri, jadi tidak seharusnya Eun Tak datang padanya. Eun Tak kesal mendengarnya dan menuduh Shin menolaknya karena dia tidak cantik. Pasti karena itu Shin membohonginya.

"Kau cantik. Aku hidup selama lebih dari 900 tahun. Aku tidak mencari seseorang yang cantik. Aku mencari seseorang yang bisa melihat sesuatu yang ada pada diriku. Karena itulah kau bukan pengantinnya, itu saja alasannya"

Lebih baik Eun Tak menganggap ini sebagau keberuntungan. Jika Eun Tak melihat apa yang ada pada dirinya, Eun Tak pasti sangat membencinya. Dia memberitahu Eun Tak semua ini supaya Eun Tak tidak lagi memanggilnya dengan harapan palsu. Dia juga akan pergi dari sini.


"Kemana?" tanya Eun Tak. Tapi saat Shin tidak menjawabnya, dia berubah pikiran dan mengklaim kalau dia tidak penasaran sedikitpun "Siapa bilang aku mau menjadi pengantinmu?. Aku masih 19 tahun dan berada di puncak hidupku. Aku tidak akan memanggilmu lagi. Kau pergi saja. Aku tidak membutuhkanmu. aku cuma ingin tahu rupa goblin dan sekarang aku sudah tahu"

Eun Tak lalu berjalan pergi. Baru beberapa langkah dia berbalik, tapi Shin sudah menghilang.

Bersambung ke part 3

3 comments

Sukaaaa..ceritanya bikin penasaran,walaupun bnr2 ga masuk akal ...semangat ya mba..

berhubung aq penyuka kim go eun, jd suka jg sm drama ini. dilanjut ya min..

Kenapa drama korea selalu buat malaikat pencabut nyawa yang kern dan modis ya
Apa biar orang ngak takut
Hhhhhhh
Gimawo eonni

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon