Powered by Blogger.

Content and Images credit by tvN

Sinopsis Goblin Episode 4 - 1

 

Petir dan kilat tiba-tiba bergemuruh seolah menunjukkan kekagetan Shin saat Eun Tak menunjuk pedang di dadanya. Pedang itu berwujud saat itu tapi tak terlihat dalam bayangan di lantai.


Eun Tak mengaku kalau dia sudah melihat pedang itu sejak pertama kali dia bertemu Shin. Apa sekarang dia masih bukan pengantin goblin. Shin masih tercengang saat dia mengkonfirmasi bahwa Eun Tak memang pengantin goblin.

"Benarkah?" Eun Tak senang "Kalau begitu, apakah sekarang aku berharga bagimu? Apa ahjussi tidak akan pergi sekarang?"

"Sekarang. Aku mungkin harus pergi ke tempat yang lebih jauh"


Eun Tak bingung apa maksudnya. Tapi Shin tidak menjawab dan beralih menanyakan alasan Eun Tak tidak bilang apapun kalau dia bisa melihat pedang itu selama ini. Eun Tak mengaku kalau dia memang sengaja tak mengatakannya karena awalnya dia merasa tidak sopan mengatakan hal itu saat mereka pertama kali bertemu.

Dan kedua kalinya dia merasa takut, takut terjadi sesuatu jika dia mengakuinya. Dia berpikir mungkin Shin akan langsung melamarnya, takut kalau dia akan berubah menjadi goblin juga. Dan yang paling penting, dia bertanya-tanya apakah Shin sudah mapan. Tapi dia mengaku kalau dia memang pura-pura tak sengaja melihatnya setelah Shin menyakiti perasaannya.

"Apa yang harus kulakukan sebagai sebagai pengantinmu?" tanya Eun Tak dengan senyum manis.


Mendesah bingung, Shin akhirnya menyuruh Eun Tak untuk menunggu dulu di sini. Wang Yeo hendak tidur saat Shin tiba-tiba menghambur masuk dengan panik dan bingung "Dia melihat pedangnya. Dia menunjuk pedangnya. Seperti ini"

"Baguslah. Pergilah"

"Dia bisa melihat pedangnya. Dia pengantinku. Aku akan mati!"

Wang Yeo tidak mengerti apa masalahnya. Bukankah selama ini Shin mencari pengantinnya untuk mati? Shin tergagap mengiyakannya. Jadi bagaimana perasaan Shin sekarang? Senang atau takut?

Shin galau, sebagaian dari dirinya sebenarnya lega akhirnya keabadiannya akan berakhir. Tapi sebagian lain dari dirinya masih ingin hidup, sebenarnya keabadian tidak begitu buruk.


Kalau Shin masih ingin hidup, berarti Eun Tak yang harus mati. Katakan saja, dia akan membawa pergi anak itu. Lagipula Wang Yeo memang sudah harus membawa Eun Tak sedari dulu. Dia bakalan harus kerja lembur untuk menyelesaikan dokumennya.

"Kau pikir itu maksudku?"

"Iya"

"Kau benar. Akhirnya kita membangun pertemanan" seru Shin sambil berusaha memeluknya tapi Wang Yeo langsung mundur.


Tapi tiba-tiba Eun Tak memencet bel lagi. Wang Yeo menasehatinya untuk tidak panik. Shin belum pernah mengatakan kata-kata jahat pada Eun Tak, bukan? Wah, Shin malah pernah menyuruh Eun Tak mati.

"Aku memilih mati saja. Itu akan lebih muda"

Begitu dia keluar menemui Eun Tak, dia langsung mengomeli Eun Tak karena tidak mau menunggu. Tapi Eun Tak tidak bisa menunggu lebih lama. Dia sudah menunggu Shin sangat lama sejak dia pertama kali mengetahui dirinya sebagai pengantinnya goblin.

Sekarang Bibinya sudah meninggalkannya dengan membawa semua uangnya. Jadi sekarang dia jadi tunawisma. Karena itulah jika Shin tidak akan pergi "Biarkan aku tinggal di rumah ini. Kau bisa mengadopsiku. Aku akan menjadi seperti kaktus. Kau tidak perlu mengurusku. Kumohon!"

Eun Tak bahkan langsung memperkenalkan dirinya. Bahwa dia sebenanrya hanya ingin jadi anak sekolahan biasa, tapi dia kehilangan ibunya saat dia umur 9 tahun dan tidak punya seseorang yang bisa dia andalkan. Setelah Ibunya pergi, dia harus bertahan menghadapi siksaan dari Bibinya selama 10 tahun.

 

Mendengar itu, Wang Yeo langsung mengomentari kisah hidup Eun Tak yang mirip cerita drama lalu mendesah "Kuharap kali ini akan happy ending"

Eun Tak berkata bahwa sejak saat itulah dia tidak mempercayai adanya dewa. Dia sudah sangat lelah dengan hidupnya yang penuh penderitaan ini "Sampai aku bertemu denganmu, ahjussi. Seperti takdir. Karena itulah tolong selamatkan aku"

Sesaat Shin tampak iba, tapi kemudian dia kembali ke sikap kasarnya tadi dan protes. Eun Tak ingin dia menyelamatkannya, tapi apa Eun Tak tidak lihat siapa yang tinggal di sini (nunjuk Wang Yeo). Tapi Eun Tak bersikeras lebih baik mati dengan bermartabat di sebuah rumah daripada mati di jalanan.

"Orang bilang cahaya yang paling gelap adalah cahaya di bawah lampu. Ahjussi bisa jadi lampuku dan menghentikannya untuk membawaku"


Wang Yeo hendak menjelaskan yang sebenarnya. Tapi Shin langsung menghentikannya dan menyuruh Eun Tak masuk dan menunggu di ruang tamu. Eun Tak langsung berlari masuk dengan antusias dan langsung melongo melihat besarnya rumah itu.


Shin dan Wang Yeo berteleportasi ke kamar Wang Yeo. Shin langsung memprotes Wang Yeo. Pertemanan macam apa yang cuma bertahan tidak sampai 5 menit. Tidak seharusnya Wang Yeo berkata seperti itu pada Eun Tak.

"Aku tidak tahu kalau kalau itu rahasia saat kau memberitahuku untuk membawanya"

"Kau sengaja, kan? Kau memanfaatkan gadis malang yang tidak punya tempat untuk dituju itu"

"Ah, karena itu kau membuatnya menunggu di luar di udara sedingin ini?"

Shin langsung terdiam, tapi dia memperingatkan Wang Yeo untuk tidak keluar. Lalu Shin akan melakukan apa? Apa dia punya cara? Shin membenarkannya, walaupun caranya itu akan membuatnya tampak matre.


Dan cara yang dimaksudnya adalah pilihan nomor 2, memberikan cek senilai setengah dari jumlah yang Eun Tak minta. Tapi Eun Tak malah menolak uangnya. Sekarang setelah dia melihat rumah besar ini, dia berubah pikiran.

"Rumah ini sempurna untuk membesarkan anak-anak. Ayoi kita buat banyak anak dan hidup bahagia"

Dia bahkan menawarkan berbagai versi istri yang Shin sukai. Istri bijak dan berbakti? Atau yang seksi? Wanita karir? Dia bisa mengejutkan Shin setiap hari. Shin tercengang mendengarnya. Eun Tak bilang kalau dia bukan tipe Eun Tak?

Eun Tak memutuskan untuk menarik kembali ucapan bodohnya itu lalu menatap Shin lekat-lekat dan membantin "Ahjussi, kau sangat tampan. Kau sangat keren. Aku tidak perlu lagi menatap langit untuk melihat bintang. Kenapa juga? Aku hanya perlu menatap matamu"


Shin langsung menatap dirinya sendiri. Eun Tak senang, Shin pasti bisa mendengar pikirannya. Tapi Shin mengklaim kalau dia bohong. Eun Tak kecewa mendengarnya, tapi bagaimana Shin bisa tahu kalau dia diculik waktu itu?

"Aku hanya bisa merasakannya. Aku tidak tahu bagaimana. Tapi kurasa itu ada hubungannya dengan tanda di lehermu"

"Kau menipuku" Eun Tak kesal padahal selama ini dia berusaha berhati-hati kalau-kalau Shin bisa mendengar pikirannya setiap kali dia memikirkan Shin. Dia bahkan tetap berhati-hati saat dia tidak sedang memikirkan Shin.

Shin terdiam bingung mendengar pengakuan Eun Tak itu. Eun Tak juga bingung, jadi sekarang dia bisa mengeluarkan barang-barangnya atau tidak. Shin tidak merasa Eun Tak sedang bingung. Lebih baik Eun Tak letakkan kembali uang itu dan jangan membongkar barang-barangnya. Tidak mau menyerah begitu saja, Eun Tak meminta pilihan ke-4.


Beberapa saat kemudian, Deok Hwa masuk ke sebuah kamar suite hotel dan mendapati Kakeknya sedang bersama wanita yang dia temui di toko buku waktu itu, dia tidak tahu kalau wanita itu Eun Tak. Jelas mereka sama-sama kaget melihat satu sama lain di sini. Deok Hwa lebih heran lagi kenapa Kakek ada di sini bersamanya.

Tanpa memberi penjelasan apapun, Kakek memberitahu Eun Tak bahwa cucunya ini akan melayani Eun Tak. Saat Deok Hwa protes, Kakek mengancam Deok Hwa dengan kartu kredit dan seketika itu pula Deok Hwa berubah sikap pada Eun Tak, memperkenalkan dirinya dan menyatakan dia siap melayani Eun Tak.

Sebelum pergi, Kakek memberikan kartu namanya pada Eun Tak untuk jaga-jaga. Eun Tak membaca nama Kakek adalah Ketua Yoo Shin Woo dan langsung teringat dengan deretan nisan dengan nama depan Yoo yang ada di Kanada. Deok Hwa menolak pergi tapi Kakek langsung menyeretnya dengan menjewer telinganya.


Begitu dia sendirian, Eun Tak langsung heboh berlarian dan mencobai kimono dan handuk di sana lalu menghempaskan dirinya di kasurnya yang empuk. Sesaat dia bahagia tinggal di kamar hotel suite.

Tapi kemudian senyumnya mulai menghilang saat dia mulai menyadari kalau dia akan tinggal tempat besar ini seorang diri "Aku takut saat aku sendirian"


Deok Hwa penasaran dengan wanita itu. Kakek tidak menjawab dan hanya menyuruh Deok Hwa untuk melayani wanita itu karena sesuatu yang sangat penting tergantung pada wanita itu. Deok Hwa bertanya apa yang penting.

"Kartu kreditmu!"

"Aku yang ahli waris konglomerat tapi kenapa kartu kreditku kembali atau tidak malah tergantung pada gadis itu?" Deok Hwa heran


Deok Hwa langsung pergi ke rumah Shin untuk melaporkan gadis itu. Tapi di sana, dia malah mendapati Shin sedang menggalau ria dengan beberapa botol obat di hadapannya. Semuanya obat penyakit jiwa seperti gangguan saraf, gangguan bipolar dan insomnia. Deok Hwa cemas, untuk apa Shin butuh semua obat itu?

"Aku sangat gelisah. Aku senang lalu sedih lalu kesepian lalu kegirangan. Aku tidak bisa pergi" gumam Shin sebelum menelan semua obatnya lalu pergi.


Setelah itu pergi, gantian Wang Yeo yang datang dan ikut-ikutan meminum obat-obatan itu. Dia juga punya gejala yang sama, dia meneteskan air mata saat bertemu dengan seorang wanita yang belum pernah ditemuinya. Dia tidak mengerti apa artinya itu.


Dalam program talk show di TV di hari itu, mereka kedatangan bintang tamu seorang ahli kesehatan jiwa yang ternyata Nenek. Nenek memberitahu pemirsa tentang berbagai gangguan jiwa seperti yang dialami Shin.

Gejala Gangguan Bipolar misalnya adalah belanja gila-gilaan. Dan tepat saat itu, rumah Shin penuh dengan berbagai barang belanjaan tak terpakai. hehe.


Lalu gejala lainnya mengalami kepercayaan diri yang berlebihan. Shin tiba-tiba keluar dari kamarnya dan langsung bergaya sok di hadapan Wang Yeo dan Deok Hwa. Wang Yeo dan Deok Hwa meledek gayanya yang berlebihan itu, tapi mereka sendiri malah ikut-ikutan.


Nenek memberitahu bahwa gejala utama dari gangguan saraf adalah hipokondria (takut menderita penyakit serius). Shin muncul di hadapan Wang Yeo dan asal mendiagnosis dirinya menderita ulkus lambung cuma gara-gara merasa perutnya sakit belakangan ini.

Wang Yeo dengan entengnya mengingatkan Shin kalau dia tidak akan mati biarpun dia tidak punya perut, dia sakit perut hanya karena tidak nafsu makan saja. Shin hanya akan mati kalau pengantinnya menarik pedangnya.

Shin kesal mendengarnya, jadi Wang Yeo mau dia mati? Apa dia tidak pantas hidup? Apa dia harus mati? Kenapa tidak sekalian saja Wang Yeo suruh Eun Tak membunuhnya!

"Apa kau mau menangis?" tanya Wang Yeo

"Aku berusaha keras untuk tidak menangis"


Eun Tak hendak berangkat sekolah. Tapi saat dia menatap langit, dia melihat langit sedang mendung. Apa ahjussi sedang sedih sekarang? Hujan turun deras saat Shin murung menatap daun maple-nya.

Yakin kalau Shin sedang sedih, Eun Tak langsung berteriak pada langit tanpa mengacuhkan orang-orang yang menatapnya dengan tatapan aneh "Hatiku juga sakit kalau kau sedih sekarang. Seharusnya kau menolak saja, kenapa malah mendatangkan hujan dan membuat semua orang kesusahan?"


Dia hendak mengambil korek apinya saat Deok Hwa datang untuk mengantarkannya ke sekolah. Eun Tak menolak tapi Deok Hwa bersikeras, takutnya nanti Eun Tak mengaduh ke Kakeknya. Kalaupun Eun Tak tidak mengaduh, pasti ada orang lain yang akan melakukannya... Sekretaris Kim yang sedang memata-matainya di dekat sana.


Hujan reda setibanya mereka di sekolah. Mobil mewah itu sontak jadi perhatian para siswi. Tapi Eun Tak malah menyembunyikan wajahnya sambil protes karena Deok Hwa tidak menurunkannya di luar sekolah malah di sini.

Deok Hwa tidak mau, ini adalah tugasnya sebagai pewaris konglomerat adalah mengantarkan Eun Tak ke sekolah dan dilihat banyak orang. Eun Tak akhirnya tidak bisa menghindar lagi saat Deok Hwa membukakan pintu untuknya.


"Itu kan Ji Eun Tak" kata teman sekelasnya.

Deok Hwa kaget, dia Ji Eun Tak? Jadi dia si Cinderella yang sering menangis itu? Sekarang dia mengerti, Eun Tak pastilah sudah mengenal pamannya makanya dia membeli buku goblin itu.

Eun Tak bingung dengan ucapan Deok Hwa. Tapi Deok Hwa langsung bertanya kemana Bibinya Eun Tak, hukuman itu, emas. Eun Tak semakin tak mengerti. Tapi kemudian dia berpikir kalau Bibinya harus membayar denda. Deok Hwa juga tak tahu, dia hanya penasaran akan hukuman apa yang diberikan Pamannya pada saudaranya Eun Tak itu.


Di tempat lain, Bibi dan kedua anaknya bergaya bak orang kaya saat mereka membawa kedua batang emas itu ke toko untuk ditukar dengan uang. Pemilik toko keheranan dari mana mereka mendapatkan emas yang bagus itu. Bibi awalnya bingung, tapi kemudian dia menjawab kalau dia mendapatkannya dari warisan.

Tapi sikapnya jelas mencurigakan di mata si pemilik toko. Dia semakin curiga saat melihat bekas merah di pipi Gyeong Mi dan dia tak ragu mengakui kalau dia habis ditampar ibunya dan ketiganya langsung berdebat sengit gara-gara itu. Si pemilik toko lalu masuk kedalam dengan alasan harus mengambil peralatan uji.


Tapi beberapa saat kemudian, ketiga orang itu duduk di depan polisi yang menginterogasi mereka atas tuduhan pencurian. Bibi langsung bereaksi keras menyangkal tuduhan itu, dia hanya mengambil emas itu dari laci keponakannya. Itu namanya mencuri.

Saat polisi menanyakan nama keponakan mereka, mereka malah tidak ingat siapa nama saudara mereka itu. Bahkan saat polisi menanyakan alamat rumah lama mereka, mereka malah bingung dan tidak ingat pernah memiliki sebuah rumah. Oh, ternyata ini toh hukuman dari Shin.


Deok Hwa bertanya pada Wang Yeo, apakah Eun Tak benar- pengantinnya Paman? Kenapa dia yang jadi pengantin Paman? Wang Yeo yang sedang galau, malas meladeni Deok Hwa dan menghentikan ocehannya dengan membekukan piring makan kesukaan Shin.

Deok Hwa menduga kalau Wang Yeo seperti ini pasti karena wanita yang membuat Wang Yeo menangis waktu itu. Dia menyarankan Wang Yeo untuk mencoba mengingat sekali lagi, siapa tahu Wang Yeo pernah bertemu wanita itu sebelumnya. Walaupun Wang Yeo tak ingat, tapi wanita itu mungkin mengingat sesuatu.

"Tapi... dia itu periang sekali. Dia mengibaskan rambutnya seperti ini. Lalu bibirnya... Itu pertama kalinya aku bertemu orang seperti itu"


Deok Hwa penasaran ada apa dengan bibir wanita itu. Tapi Wang Yeo jadi kesal dan langsung membekukan piringnya sampai retak. Deok Hwa diam seketika lalu kabur. Wang Yeo lalu pergi ke jembatan tempat pertama kali mereka bertemu. Dia menunggu tapi Sunny tak kunjung muncul.


Di sebuah rumah sakit, seorang Kakek tua baru saja meninggal dunia dengan tenang. Shin sepertinya mengetahui hal itu dan langsung memakai baju hitam. Siapakah Kakek itu?


Wang Yeo kembali bertepatan dengan Shin yang hendak keluar. Wang Yeo bercanda mengira Shin mau menikah. Tapi Shin serius dan meminta bantuan Wang Yeo di luar negeri.


Eun Tak kembali ke kamar hotelnya dengan harapan ada Shin di sana, tapi tidak ada. Eun Tak semakin sedih saat malam tiba. Tidak terima Shin menghindarinya, Eun Tak mendatangi rumah Shin untuk melabraknya. Dia bahkan membawa sebuah lilin besar dan panjang dan mengancam akan meniup lilin itu jika Shin tidak mau keluar. Tapi tak ada seorangpun yang menjawab gedoran pintunya ataupun ancamannya.

"Apa aku harus terus menunggu? Sampai kapan aku harus menunggu?"


Shin saat itu sedang berada di ruang teh-nya Wang Yeo, menunggu kedatangan arwah Kakek. Pintu terbuka dan kakek itu seketika berubah menjadi remaja yang dulu pernah Shin bantu tahun 1968 di Paris.

Walaupun waktu itu Shin memberitahukan jawaban yang benar untuk soal ujiannya. Tapi Kakek tetap berusaha memecahkan soal itu sendiri dan pada akhirnya memilih jawaban yang salah karena dia tidak bisa memecahkan soal itu

"Tidak. Kau memecahkan soal itu dengan sangat baik. Pilihanmu adalah satu-satunya jawaban dalam hidupmu"


Shin senang karena Kakek pada akhirnya menjadi pengacara dan membantu banyak orang. Kakek berkata karena dia ingin membalas budi atas sandwich pemberian Shin. Dia juga tidak punya pilihan lain karena dia tahu Shin selalu ada.

"Orang-orang biasa tidak bisa melupakan saat suatu keajaiban terjadi"

Shin tahu itu. Dia sudah memberikan sandwich pada ribuan orang. Tapi jarang melihat seseorang yang mengalami kemajuan seperti Kakek. Kebanyakan dari mereka justru tenggelam dalam momen keajaiban itu dan berharap keajaiban akan terjadi lagi pada mereka karena mereka pikir dia akan selalu ada seolah dia berhutang keajaiban pada mereka.

Tapi Kakek berbeda. Dia mau berusaha mengubah hidup dan karena itulah Shin selalu mendukungnya. Dia lalu memberitahu kakek untuk pergi melewati pintu yang tadi dia masuki. Dunia lain ada di sana.


Kakek itu beranjak bangkit dan kembali menua. Ia menatap Shin untuk yang terakhir kalinya dengan senyum sebelum dia membuka pintu dan menaiki tangga ke dunia lain.


Wang Yeo muncul setelah Kakek itu pergi. Wang Yeo heran kenapa Shin melakukan ini, dia kan tidak perlu melakukannya. Shin beralasan kalau dia melakukannya biar tampak keren saja.

Bersambung ke part 2

7 comments

Unnie kalo blh saran next project nya hwarang rindu ama drama sejarah

Min, klo bs drama goblin jgn ada yg d'skip yahh prcakapan'y..soal'y seruu bgtt, dtunggu updet ep part2'y..gomawo 😊

Sepertinya crita ini mirip om planet yaa, yg ujung2nya sipria bakal menghilang 😩😩

Sepertinya crita ini mirip om planet yaa, yg ujung2nya sipria bakal menghilang 😩😩

Semangat unnie.. 👏👏 bagus drama goblinnyaa 😍😍

Judul backsound awal episode ini apa ya?

Judul backsound awal episode ini apa ya?

Setelah membaca postingan ini harap berikan komentar dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog ini dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon