Powered by Blogger.

 Content and Image Copyright by tvN

Sinopsis Lonely Shining Goblin Episode 6 - Part 1


Pulang ke rumah, Eun Tak merenung memikirkan ucapan Shin di restoran tadi. Shin pun termenung di dalam kamarnya. Saat Eun Tak mengetuk pintunya, awalnya dia acuh. Tapi pada akhirnya dia keluar, mereka saling menatap sesaat sebelum Shin berjalan menghampirinya dan memohon agar Eun Tak mencabut pedangnya sekarang.




"Aku ingin berhenti."

"Berhenti apa?"

"Aku ingin berhenti berpikir kalau aku bisa memilih."

Apa maksud Shin pilihan yang dia katakan tadi? Memangnya pilihan apa yang Shin buat? Shin menolak menjawab pertanyaan itu dan menuntut Eun Tak menjawab permintaannya saja. Tapi Eun Tak masih menolak melakukan itu karena dia belum selesai mencari informasi.

Dia mengaku kalau dia mencari Shin di internet tapi tak banyak informasi yang didapatnya, dia tidak bisa menemukan informasi apapun tentang prestasi Shin. Seolah ada seseorang yang menghapus informasi itu.

Shin pernah bilang kalau dia menemukan sesuatu tentang Shin maka dia akan sangat membenci Shin. Dia sebenarnya tidak membenci Shin, tapi jika Shin berkata seperti maka berarti ada cerita lain dibalik pedang itu.

Shin pernah bilang kalau dia ditusuk oleh seseorang yang tidak disangkanya. Dia jadi bertanya-tanya, apakah Shin melakukan sesuatu yang jahat dan karenanya semua informasi tentang dirinya menghilang?

"Jika kau dihukum atas sesuatu, maka tidak benar jika aku mencabut pedang itu. Ahjussi, apa kau... pengkhianat atau semacamnya?"


Shin sedih mendengarnya, teringat perjuangannya di medan perang demi negerinya tapi saat pulang malah difitnah sebagai pengkhianat. Hmm... kenapa diantara kilasan ingatan ini, ada Wang Yeo dan Sunny? Apa benar mereka reinkarnasi Raja dan Ratu Goryeo?

Shin membenarkan pertanyaan Eun Tak dengan mata berkaca-kaca "Aku sangat sibuk bertahan hidup, tapi hidupku tidak tercatat dalam sejarah. Aku berjuang dengan segenap kekuatanku, tapi kematianku bahkan tidak terhormat"

Dia mengaku bahwa dia menyadari tak ada yang bisa berubah dengan mendekati Raja. Tapi dia tetap melakukannya dan dan dalam setiap langkahnya, nyawa-nyawa yang tak bersalah yang harus menjadi korban.

"Dosaku tak termaafkan dan sekarang aku dihukum. Pedang ini adalah hukumanku. Tapi walaupun itu hukuman, bukankah 900 tahun itu sudah cukup?"

Air mata Eun tak mengalir mendengarnya. Itu tidak mungkin sebuah hukuman, Dewa tidak akan memberinya semua kekuatan itu sebagai hukuman. Jika Shin benar-benar orang jahat, maka Dewa hanya akan membuat Shin jadi goblin saja, Ia tidak akan mempertemukan Shin dengan pengantinnya untuk mencabut pedang itu.


Shin menitikkan air mata haru mendengarnya. Eun Tak menghapus air matanya dan meyakinkan Shin bahwa Shin sebenarnya dicintai. Eun Tak meminta maaf karena telah menuduh Shin sebagai pengkhianat dan mengklaim bahwa maksudnya Shin berbuat jahat adalah mencintai kekasihnya Raja dan dihukum karenanya.

"Kalau begitu, tidak bisakah kau membuatku lebih tampan sekarang?"

Eun Tak mengiyakannya. Shin lega dan hampir saja mau mengucap terima kasih. Tapi Eun Tak tiba-tiba menyela dan memperjelas maksudnya, iya dia tidak bisa melakukan itu. Sambil terisak, dia menyatakan keprihatinannya pada Shin. Selama 900 tahun Shin pasti sangat depresi.

"Bisakah kau lebih konsisten?" protes Shin


Eun Tak protes balik sambil terisak "Aku menangis karena aku sedih. Bagaimana bisa kau meminta itu secara cuma-cuma? Ahjussi tidak berusaha cukup keras untuk menjadi tampan"

"Apa?"

"Kau mendengarku. Aku tahu karena aku menyedihkan. Saat kau menyedihkan, kau harus menawarkan sesuatu yang substantif dan bukannya cuma meminta belas kasihan"

Eun Tak menghapus air matanya dan pamit mau kerja. Sebaiknya Shin memikirkannya sampai dia pulang nanti "Pikirkan apa yang kuinginkan. Kau lebih menyedihkan daripada aku. Akan kuhukum mereka semua"

Shin bingung. Apa yang Eun Tak inginkan? Uang, rumah, perhiasan dan semacamnya? Eun Tak berbalik padanya dengan mata sedih. Apa Shin pikir itu yang dia inginkan? Lalu apakah yang Eun Tak maksud adalah apa yang dia katakan pada Eun Tak bahwa dia akan melakukannya jika Eun Tak membutuhkannya?


"Apa? Cinta? Apa kau bisa membeli rumah yang dipenuhi berlian dan uang dan mengisinya dengan cinta?"

"Pergi kerja saja sana!"

"Aku sudah memberitahumu. Mungkin karena kau seorang prajurit jadi ingatanmu payah"

"Hei! Pekerjaan itu setara. Jangan meremehkan pekerjaanku!" protes Shin tapi Eun Tak sudah naik ke kamarnya.

Kembali ke kamarnya, Shin menggerutu heran dengan Eun Tak yang menghiburnya, menangis dengannya tapi tak mau mencabut pedangnya. Bisa-bisanya Eun Tak berpikir seperti itu di tengah-tengah kesedihan.

Teringat penglihatannya akan sosok masa depan Eun Tak bersama seorang pria, Shin langsung menyembur cemburu "Apa? CEO? Hah!"


Sunny dan temannya sudah menunggu di restoran. Dia sengaja mengatur double date untuk mencari tahu tentang Wang Yeo. Dia percaya bahwa saat pria bersama temannya, mereka akan tak sengaja berselisih cerita. Kesalahan itu menunjukkan sejatinya pria itu.

Tak lama kemudian, mereka melihat Wang Yeo dan Deok Hwa keluar dari mobil mewah dan penampilan yang sangat tampan. Kedua gadis itu langsung senang.


Sunny memperkenalkan temannya lalu langsung menginterogasi Deok Hwa yang dia kira temannya Wang Yeo. Apa pekerjaan Deok Hwa? Deok Hwa meralat, dia bukan teman, usianya jauh lebih muda dan pekerjaannya adalah ahli waris konglomerat.
"Aku pasti sedang dihukum. Kau pastilah hukumanku" Deok Hwa ngegombal lalu mengeluarkan kartu namanya dengan bangga.


Wang Yeo manggut-manggut melihat Deok Hwa. Tapi saat Sunny menanyakan pekerjaannya, dia langsung terdiam. Sunny jadi curiga, jangan-jangan dia pengangguran. Wang Yeo dengan sopan menjawab ambigu, dia kerja di bidang jasa dan meminta maaf karena tidka bisa memberikan detilnya.

Lalu apakah hari ini Wang Yeo sudah punya nama. Wang Yeo langsung memperkenalkan namanya dengan bangga "Kim Woo Bin" (hahahahaha)

Sunny langsung menuntut Wang Yeo untuk memberinya kartu nama juga, biar bisa memastikan pekerjaan Wang Yeo. Wang Yeo langsung tergagap bingung, menyadari kalau dia harus punya sesuatu setiap saat "Jika kau menyuruhku lebih awal, aku akan menyiapkannya dulu lain kali"


Dia hendak mengatakan sesuatu lagi. Tapi teman Sunny menyela untuk memperlihatkan hasil pencariannya tentang Deok Hwa yang merupakan ahli waris Chunwoo group. Wah, mereka tak menyangka kalau Deok Hwa ahli waris konglomerat sungguhan.

Sunny seketika mengalihkan ketertarikannya pada Deok Hwa bahkan sampai mengklaim kalau pria tampan, tinggi dan kaya yang dilihatnya cuma fantasi.

"Aku Sunny. Namamu keren sekali. Yoo Deok Hwa"

"Namamu juga keren. Sunny"

"Kau pintar sekali. Kau cepat mengerti"

Wang Yeo langsung cemburu sampai-sampai muncul asap hitam di tubuhnya dan membuat suasana jadi suram juga. Dengan kesal dia menghipnotis Deok Hwa dan Teman Sunny untuk pergi sekarang juga. Sontak kedua orang itu langsung keluar dengan linglung.


Sunny keheranan tapi Wang Yeo langsung menghipnotisnya untuk melupakan yang barusan dilakukannya lalu mengalihkan perhatian Sunny dengan mengembalikan cincin giok itu.

"Tidak perlu"

"Kau yang mengambil cincin ini duluan"

"Tapi kau yang bayar cincin ini, Woo Bin-ssi"

"Tapi cincin itu lebih cocok kau pakai"

Sunny akhirnya menerima cincin itu dan menanyakan nomor telepon. Wang Yeo kira Sunny meminta nomor teleponnya, tapi Sunny cepat mengoreksi. Dia minta nomor telepon si ahli waris konglomerat itu.

Wang Yeo langsung cemburu. Sunny menjelaskan bahwa jika benar Deok Hwa adalah ahli waris Chunwoo Group, berarti Deok Hwa adalah tuan tanahnya dan banyak yang harus dia katakan pada Deok Hwa.


Wang Yeo pun mengeluarkan ponselnya dengan gaya pamer, padahl tidak bisa membuka lockscreen-nya. LOL. Sunny stres melihatnya. Dia mau mengambil ponselnya Wang Yeo biar dia saja yang mengecek nomornya Deok Hwa.

Tapi Wang Yeo langsung menjatuhkan ponselnya dan menjauhkan tangannya dari jangkauan Sunny dengan panik. Dan saat dia menyadari perbuatannya, dia langsung berterima kasih berkali-kali.

Sunny heran sendiri melihat tingkah aneh Wang Yeo. Akhirnya dia mengambil ponselnya Wang Yeo dan menanyakan pola passcode-nya? Atau dia pakai nomor passcode? Wang Yeo mengaku tidak memiliki semua itu.


"Sepertinya, kau tidak punya banyak hal setiap waktu." komentar Sunny heran. Wang Yeo menunduk malu.

Saat membuka kontaknya, Sunny melihat daftar kontaknya cuma Deok Hwa, Goblin, Pengantin Goblin dan Sunny bukan Sun Hee. Dia langsung menahan senyum membaca semua itu. Dia langsung berkomentar kalau Wang Yeo pasangan mengenal pasangan goblin. Pasangan goblin yang Wang Yeo kenal ini punya bisnis apa? Kalau pasangan goblin yang dia kenal adalah pemilik toko ddeok.

"Goblin yang kukenal punya banyak karma buruk." kata Wang Yeo serius

Sunny langsung tertawa geli "Kau benar-benar orang yang aneh"

Wang Yeo terpesona melihat senyum Sunny.


Begitu pulang, dia langsung mengambil sebotol alkohol dan menemukan Shin sedang menenggak obat-obatannya lagi. Jadilah kedua ahjussi duduk bersama sambil menggalau lagi sambil curhat.

Wang Yeo memberitahu Shin tentang Sunny yang menganggapnya aneh dan tidak punya banyak hal, terutama kartu nama. Shin merenungkan semua hal jahat yang dikatakannya pada Eun Tak. Bahwa Eun Tak adalah efek samping dari kesalahannya karena melanggar aturan dan ikut campur dalam kehidupan dan kematian manusia. Juga ucapannya bahwa dia akan mencintai Eun Tak jika Eun Tak butuh.

Shin menyesal, semua yang dia katakan berbalik ke dirinya sendiri. Harga yang harus dibayarnya karena ikut campur dalam kehidupan dan kematian manusia, sangat tinggi. Dia sudah sangat tua tapi dia tidak sebijak usianya.

Setelah hidup selama ini, seharusnya dia tahu apa yang seharusnya tidak dia katakan, mungkin dia pantas mati. Wang Yeo langsung protes, tidak ada kehidupan yang pantas mati... tapi kemudian dengan nada bercanda dia berkata "Tapi tentu saja selalu ada pengecualian untuk segala hal"


Shin langsung mempelototinya sebal. Wang Yeo menduga kegalauan Shin pasti karena Eun Tak. Shin langsung curhat tentang Eun Tak yang menangis mengaksihaninya tapi tetap tidak mau mencabut pedangnya. Dia kan tidak menangis sendirian.

Wang Yeo kaget, jadi Shin juga menangis di depan jiwa yang hilang itu? Tamatlah riwayat Shin sekarang. Wanita itu suka pria yang blak-blakan, angkuh dan acuh tak acuh.

"Karena itu kau menangis di depan wanita itu saat kalian pertama kali bertemu?" (hahaha)

Malunya! Wang Yeo menasehati Shin untuk segera menentukan mau menyukai Eun Tak atau membencinya. Dia kan bukan Hamlet. Shin malah dengan entengnya bilang "Shakespeare, pria itu. Aku cuma bilang 'Jadilah atau tidak' dan dia malah menulis sebuah mahakarya"


Wang Yeo hampir tersedak mendengarnya. Apa Shin sakit? Apa dia perlu diperiksa dokter? Shin mendesah, dia hanya merasa sakit karena pedang ini. Wang Yeo jadi prihatin, teringat saat Shin berkata bahwa Dewa memandangnya terlalu tinggi dengan memberinya cobaan selama ini.

Dia langsung membentangkan tangannya menawarkan pelukan, tapi Shin malah menghunus pedang dan mengayun-ayunkannya di atas kepala Wang Yeo. hahahaha.


Sunny mengagumi cincin itu di jari telunjuknya, cincin ini memang miliknya. Saat Eun Tak melihatnya, dia antusias menanyakan pria itu. Sunny berkata kalau pria itu masih sangat tampan dan sangat aneh. Tapi setiap kali dia melihat wajah pria itu, dia jadi lupa segala hal.

Eun Tak mengomentari cincin yang sepertinya sudah sangat tua itu. Tapi tiba-tiba salah satu hantu muncul dan langsung mengeluh tentang dendamnya pada pria yang pernah memberinya cincin.

Kedua hantu yang lain juga muncul dan hantu nenek langsung protes mengklaim haknya duluan. Eun Tak pura-pura mengacuhkan mereka, sementara hantu nenek mewek memohon Eun Tak untuk menanyakan nomor lotre yang mau Nenek berikan pada putranya. Eun Tak terus acuh, tapi saat Nenek menyarankan Eun Tak untuk membeli lotre juga, dia langsung berubah pikiran seketika.

 

Shin sedang minum saat Eun Tak pulang. Sontak dia langsung duduk sambil sok bergaya dan makin kepedean saat Eun Tak mulai menjilatnya. Puas menjilat, Eun Tak berusaha membujuk Shin untuk memberi bocoran nomor lotre yang menang minggu ini. Dia akan mencabut pedang Shin jika Shin memberitahu. Shin percaya dan langsung menyebutkan semua nomornya.


Eun Tak membisikkan informasi itu pada Nenek keesokan harinya. Tapi saat dia hendak pergi, Shin tiba-tiba muncul di depannya dan mengkonfrontasinya karena membocorkan rahasia itu pada hantu. Memangnya apa yang akan dilakukan hantu dengan memenangkan lotre?

Eun Tak langsung membela Nenek itu, karena Nenek akan memberitahukan hal itu pada putranya lewat mimpi. Dia lalu bergegas pergi dengan alasan mau ke perpus. Padahal dia ke mini market untuk membeli tiket lotre.


Tapi pemilik toko tidak bisa menjualnya pada Eun Tak karena dia masih dibawah umur. Kecewa, Eun Tak pun pergi.... dan kembali tak lama kemudian dengan memakai samaran. LOL. Sayang, dia masih gagal karena pemilik toko menuntut KTP.

Akhirnya Eun Tak hanya bisa memohon-mohon, bahkan sampai berusaha meyakinkan ahjussi kalau di dunia ini ada Dewa Pelindung dan ini nomor yang akan menang hari ini. Tapi ahjussi tak percaya dan menendang Eun Tak keluar dari tokonya.


"Apa ini perpustakaannya?" sapa Shin tiba-tiba.

Eun Tak langsung kesal, dia sudah berusaha keras tapi masih gagal. Dia penasaran apakah Putra Nenek sudah membelinya. Shin berkata belum karena Putra Nenek kerja lembur dan tidak bisa tidur. Eun Tak langsung protes, seharusnya Shin membuatnya tidur dan membantu menurunkan hujan di pertaniannya.

Shin membela diri, tidak semua hujan diturunkan olehnya. Seharusnya Eun Tak menghormati kehendak Dewa. Minggu ini tidak akan ada pemenang lotre. Tapi anak nenek itu petani yang baik, Shin meyakinkan Eun Tak kalau dia akan mengurus anak Nenek.

Eun Tak senang mendengarnya. Shin heran, kenapa dia senang. Minggu depan kan dia masih tidak bisa membeli lotrenya. Eun Tak dengan santainya bilang dua bulan lagi dia akan genap berusia 20 tahun. TV menyiarkan pengumuman lotre saat itu dan ternyata nomor itu memang menang. Ahjussi pemilik toko sampai pingsan.


Eun Tak lalu memberitahukan kabar baik itu pada Nenek. Nenek pun berterima kasih pada Eun Tak. Tapi, Eun Tak heran, kemana hantu gadis asrama itu sekarang. Nenek menunjuk ke langit, gadis itu sudah baik ke alam baka, semua kesedihannya sudah teratasi. Eun Tak sedih, jadi Nenek juga akan pergi. Nenek berpesan pada Eun Tak untuk hidup berbahagia bersama goblin.



Di rumah, Eun Tak bertanya pada Wang Yeo. Apakah dia akan bertemu Dewa jika dia mati? Dia mau memarahi Dewa karena membuat Shin jadi dewa pelindung yang kesepian. Manusia tidak tahu bahwa saat kita hendak meninggalkan dunia ini, ada seseorang yang menahan kita. Tapi dia tahu dan karenanya dia mau mencabut pedangnya Shin, dia mau membuat Shin jadi tampan dan jadi dewa pelindung yang bersinar.

Wang Yeo cemas mendengarnya, sepertinya tak rela Shin mati secepat ini. Dia bahkan berusaha menakuti Eun Tak bahwa dia mungkin akan diusir jika dia sudah tidak berharga lagi sebagai pengantin goblin.

Tapi Eun Tak dengan bijak berkata bahwa hidup itu hanya sesaat. Eun Tak merenung sedih teringat penderitaannya semasa hidup di rumah bibinya. Tapi dia sangat bahagia sejak tinggal di sini karena itulah dia ingin menebusnya.

Dia memang tidak mengerti maksud Shin dengan menjadi tampan. Tapi karena Wang Yeo selama ini menyemangatinya juga, jadi dia menduga ada hal baik yang akan terjadi jika dia menarik pedangnya Shin.


Wang Yeo terdiam di ujung jalan, melihat seorang tunanetra yang sedang menyeberang tanpa menyadari Nenek cantik yang berjalan di belakangnya. Nenek itu pergi ke sebuah rumah sakit anak. Seorang anak melihat wujudnya yang sebenarnya dan menyapanya senang.


Nenek melihat seornag anak yang terbaring sakit parah dengan nafas berat. Ia menyentuh dahi anak itu dan dengan lembut berkata "Jangan sakit lagi. Kau sudah banyak menderita. Ibunya mengkhawatirkanmu"... dan seketika itu pula anak itu langsung tenang.


Wang Yeo sibuk melaksanakan semua pekerjaannya meladeni berbagai macam hantu, termasuk arwah tunanetra yang menerima kematiannya dengan tenang. Bahkan di ujung tangga, ia sudah ditunggu arwah anjingnya yang sudah lama menantinya.


Saat melewati jembatan, tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki Sunny. Wang Yeo tidak siap bertemu dengannya dan gelagapan panik menyembunyikan dirinya dengan memakai topi. Sunny berhenti di dekatnya sambil menggerutui Wang Yeo yang belum meneleponnya lagi.

Sebenarnya dia itu apa sih? Haruskah dia membunuhnya? Bikin sebel aja! Dia memutuskan untuk menelepon Wang Yeo tapi malah mendengar bunyi ringtone. Wang Yeo buru-buru mematikannya. Sunny ketakutan dan berbalik dan hampir terjatuh.

 

Tapi tiba-tiba dia melayang di udara seperti ditahan sesuatu padahal yang ada apapun dibawahnya. Dia tidak melihat Shin yang sedang berusaha menahannya. Sunny makin ketakutan dan kabur dari sana.


Dia kembali ke restoran dengan ngos-ngosan. Dia lalu tanya apakah Eun Tak percaya hantu. Eun Tak menyangkal dan mengklaim kalau hantu itu cuma omong kosong, padahal di depannya memang ada dua hantu.

mengalihkan topik, Sunny tiba-tiba menyuruh Eun Tak untuk tidak kerja sementara waktu. Sebentar lagi ujian masuk perguruan tinggi. Dia ingin Eun Tak fokus ujian. Wah! Bos yang baik.

Bersambung ke part 2

1 comments:

terima kasih kaka udah mau nulis sinopsisnya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon