Powered by Blogger.

 Content and Images Copyright by tvN

 Sinopsis The Lonely Shining Goblin Episode 8 - 1


Eun Tak menggenggam erat tangan Shin yang memeganginya erat-erat sebelum akhirnya pingsan. Shin membawanya pulang dan membaringkannya dengan lembut di kamarnya.





Dia terus menjaga Eun Tak sampai akhirnya Eun Tak sadar tak lama kemudian, tapi hal pertama yang Eun Tak khawatirkan adalah keadaan Shin.

"Seharusnya aku lah yang menanyakan itu"

Eun Tak tersenyum mendengarnya. Shin meminta maaf atas perbuatannya tadi. Eun Tak tak mempermasalahkannya, dia pikir kalau Shin mendorongnya pasti karena Shin merasa sangat kesakitan. Dia tidak menyangka kalau Shin ternyata benar-benar bisa terbang.

Sepertinya mencabut pedang itu bukan urusan mudah, mereka harus menguatkan diri. Dia juga tidak menyangka kalau dia ternyata bisa mencabutnya "Kau pasti lega, kan?Sekarang sudah terbukti sekarang kalau aku adalah pengantin goblin."

Shin hanya mengangguk sedikit dan terus menatap Eun Tak dengan sedih sampai membuat Eun Tak mengira kalau Shin tidak lega. Shin tersenyum kecil dan menjawab kalau dia merasa lega.

"Lihat, kan. Aku memang pengantin goblin. Ini namanya takdir. Takdir."


Deok Hwa masih menunggu Shin di ruang tamu, mengira Shin belum pulang. Sambil menunggu, dia browsing internet. Tapi malah mendapati video mobil-mobil yang saling bertubrukan dan hancur, dan video itu sudah mulai viral di internet. Deok Hwa langsung sadar kalau itu adalah perbuatan Shin.

Shin turun saat itu dan Deok Hwa langsung mengkornfirmasi video itu. Shin malas menjelaskan dan dengan entengnya memerintahkan Deok Hwa untuk segera membereskan masalah itu.


Deok Hwa frustasi dan langsung sibuk menelepon Kakeknya dan Sekretaris Kim. Setelah itu dia langsung membangunkan Wang Yeo, mereka harus membereskan kekacauan yang dibuat Shin di masyarakat.


Sekretaris Kim sibuk memimpin beberapa orang teknisi untuk menghapus video yang viral di internet itu dan mengancam semua perusahaan sosial media untuk menghapus video itu.


Deok Hwa mempersiapkan sekoper uang untuk para saksi dan orang-orang yang mobilnya dirusak Shin, sementara Wang Yeo bertugas menghipnotis semua saksi satu per satu, bahwa rusaknya mobil-mobil itu karena ada angin topan dan uang mereka dapat jatuh dari langit. Setelah itu, dia juga menghipnotis petugas CCTV.


Shin menelan obat stres-nya saat Deok Hwa ngomel-ngomel, mengira Shin dan Eun Tak terlibat pertengkaran cinta yang sangat hebat sampai menghancurkan 30 mobil.Shin berterima kasih atas bantuan mereka semua.

Wang Yeo malas ngomel, dia juga sedang depresi dan tidak ada mood untuk bertengkar dengan Shin. Shin mengklaim kalau dia jauh lebih depresi. Ujung-ujungnya mereka bertengkar juga dan saling mengklaim siapa yang paling depresi dan membuat Deok Hwa jadi ikut depresi.


Eun Tak mengingat saat Shin tiba-tiba berteleportasi untuk menyelamatkannya. Eun Tak langsung memeluk bonek goblinnya dengan bahagia. Sekarang karena dia sudah terbukti sebagai pengantin goblin, maka mereka tidak perlu pergi dari rumah ini.

Badan Eun Tak baru terasa sakit sekarang. Dia baru saja menempeli badannya dengan koyo saat terdengar suara piring pecah. Dia langsung keluar dan mendapati Shin terbujur di lantai dan Wang Yeo sedang membereskan pecahan piring.


Eun Tak cemas sampai mengira Shin mati. Wang Yeo berkata kalau Shin hanya kena pengaruh obat saja, biarkan saja dia tidur. Eun Tak cemas kalau harus membiarkan Shin tiduran di lantai dan berusaha meminta Wang Yeo menggendong Shin ke kamar.

Tapi Wang Yeo menolak, malah dengan entengnya menyuruh Eun Tak melakukannya sendiri saja. Eun Tak langsung jongkok di sisi Shin dan berpikir kalau Shin meminum obat karena sakit di dadanya.


Setelah membereskan pecahan piring, Wang Yeo masuk ke kamar Shin untuk melihat lukisan Ratu. "Siapa kau sebenarnya? Kenapa hatiku sakit?"


Di restoran ayam, Sunny minum soju seorang diri sambil menghitung para pejalan kaki yang lewat dan memutuskan untuk pulang setelah hitungan ke-50.


Eun Tak menyalakan beberapa lilin untuk menghangatkan Shin. Dia hendak meniup korek apinya, sebelum akhirnya dia ingat dan akhirnya mematikan koreknya dengan menggoyang-goyangkannya.

Dia lalu menyelimuti Shin dan dengan lembut mengangkat kepala Shin ke bantal. Dia lalu mengecek suhu tubuh Shin dan mendapatinya normal. Dia lalu berbaring di sisi Shin dan memandanginya tidur.


"Kau sudah dewasa, tidak seharusnya kau tidur di sembarang tempat." gumam Eun Tak

"Karena aku sedang sakit" gumam Shin yang ternyata tidak tidur, dia malah bisa mencium bau koyo-nya Eun Tak.

Eun Tak mengaku kalau badannya sakit semua. Apa tubuh Shin juga sakit, tapi tadi dia bilang dia baik-baik saja. Shin mengaku dia bohong. Eun Tak mendekat untuk membelai kepala Shin "Cepatlah sembuh."


Shin membuka matanya saat itu dan mengaku kalau dia sebenarnya tidak tahu dimana sakitnya. Eun Tak bertanya, sakitnya dimana?

"Cinta pertamaku, membuatku jadi sakit parah begini."

Eun Tak langsung cemburu, mengira cinta pertama Shin itu wanita lain dan pasti sangat cantik sampai Shin menulis sesuatu tentangnya di buku puisinya.

"Dia sangat cantik," Shin membenarkan sambil menatap Eun Tak "setiap hari... dia cantik"

 

Eun Tak langsung menepuk Shin cukup keras dan menyuruhnya tidur saja biar cepat sembuh. Shin menggumam, meminta Eun Tak tidak pergi. Eun Tak masih cemburu, kenapa juga dia harus peduli dengan pria yang belum bisa move on dari cinta pertamanya. Apa pantas Shin bicara seperti itu pada pengantinnya.

"Dia akan kelihatan cantik kalau dilihat baik-baik jadi jangan pergi."

Shin akhirnya tidur lagi dan Eun Tak terus menjaganya.


Keesokan harinya, Eun Tak menyuap Deok Hwa dengan sandwich untuk minta bantuan Deok Hwa mengartikan tulisan Cina yang masih belum bisa dia pahami itu, dia berkata kalau ini tentang Pamannya Deok Hwa dan cinta pertamanya.

Deok Hwa dengan bangga bahwa semua pewaris konglomerat itu bisa membaca huruf Cina lalu mulai membaca kalimat itu. Tapi begitu membacanya, Deok Hwa langsung terdiam. Melihat ekspresinya, Eun tak mengancamnya untuk tidak berbohong.

deok Hwa berkata kalau itu adalah surat cinta yang sangat sedih. Dia hendak meengartikannya, tapi Eun Tak terlalu cemburu hingga dia langsung merebut buku itu kembali dan menolak mendengarkan lanjutannya.


Eun Tak yakin dia tahu siapa orangnya. Maklum sih, Shin sudah hidup 900 tahun jadi dia pasti pernah bertemu seseorang yang tidak bisa dia lupakan.

"Hanya satu orang?" tanya Deok Hwa

"Jadi tidak cuma satu orang?" Eun Tak kaget

"Mana kutahu."

"Bikin kaget saja. Bagaimanapun tentang Kim Shin..."

Deok Hwa malah tidak tahu siapa itu Kim Shin karena setahunya Pamannya bernama Yoo Shin Jae. Yah, terserahlah. Pokoknya tentang pedang yang menancap di dada Pamannya Deok Hwa.

Deok Hwa malah tambah kaget, tidak tahu kalau di dada Pamannya ada pedang dan mengancam Eun Tak untuk memberitahukan semuanya atau dia tidak akan memberitahu Eun Tak tentang apa yang dia ketahui. Eun Tak langsung antusias, apa yang Deok Hwa ketahui.


Di rumah, Deok Hwa memberitahu Shin tentang Wang Yeo yang menangis begitu dia melihat lukisan wanita itu. Dia tidak tahu kenapa dan mengusulkan agar mereka menanyakannya langsung ke Wang Yeo.


Sesaat kemudian, Shin mengkonfrontasi Wang Yeo sementara Deok Hwa bersembunyi di belakang punggung Shin, takut melihat tatapan tajam Wang Yeo padanya.


Shin heran kenapa Wang Yeo menangis padahal dia saja tidak menangis. Wang Yeo mengaku kalau dia juga bingung dan masih memikirkan reaksi itu. Rasanya seperti Stendhal Syndrom (Perasaan gelisah, pusing dan berdebat karena melihat karya seni yang sangat indah). Dia merasa sangat tersentuh dan sulit bernapas.

Tapi ngomong-ngomong, siapa wanita dalam lukisan itu? Entah kenapa dia merasa familier dengan wajah wanita itu. Shin mengaku kalau wanita ini adalah adik perempuannya. Wang Yeo terkejut mendengarnya.

"Apa kau pernah bertemu adikku? Coba ingat, dimana kau pernah melihatnya?"

Wang Yeo berpikir kalau wanita itu mungkin jiwa yang pernah dia ambil walaupun dia tidak yakin kapan dan di mana. Dia tidak ingat dan itu hanya perasaannya saja "Aku merasa sangat sedih. Hatiku serasa hancur."

 

Deok Hwa tiba-tiba punya ide, jangan-jangan Wang Yeo adalah reinkarnasi Adiknya Shin. Dia bahkan menyuruh Wang Yeo untuk mencoba memanggil Shin dengan 'Orabeoni'. Pfft! Shin dan Wang Yeo langsung membentaknya serempak.


Wang Yeo bertemu dengan Hoobae-nya di sebuah taman bermain. Hoobae mengabarkan perbuatan salah satu Malaikat Pencabut Nyawa yang mengambil nyawa seseorang tapi ternyata orang itu adalah istrinya di kehidupan sebelumnya. Akhirnya si Malaikat pencabut Nyawa itu memasukkan nama wanita itu kedalam daftar jiwa yang hilang, lalu melarikan diri bersama-sama.

Wang Yeo kaget mendengarnya. Bagaimana bisa si Malaikat Pencabut Nyawa itu mengingat kehidupan lamanya. Hoobae juga tidak tahu, makanya Malaikat Pencabut Nyawa yang lain juga sedang cemas.

Hoobae mengaku penasaran dengan dosa besar apa yang dulu pernah dilakukannya hingga dia jadi Malaikat pencabut Nyawa. Mungkin Dewa menghapus ingatan mereka agar mereka tidak tersiksa dan melakukan pekerjaan ini dengan baik.

"Kalau kau ingat maka kau akan ingat. Kalau tidak maka kau tidak akan ingat. Itulah yang diinginkan Dewa. Tapi aku penasaran bagaimana dia bisa mengembalikan ingatannya?"


Seorang ibu dan anak lewat di depan mereka dan Wang Yeo pun pamit untuk bekerja. Tak lama kemudian, Wang Yeo menyeduh teh untuk kedua ibu dan anak itu. Sang anak tidak tahu itu tempat apa dan sang ibu berbohong kalau ini adalah kedai teh. Si anak percaya lalu bertanya mereka mau minum apa? Apa yang Ibu pesan?

"Ibu memesan surga untuk Jin Young" ucap sang ibu.

Wang Yeo akhirnya memberikan tehnya hanya pada si anak dan sang ibu langsung mengucap terima kasih dengan tangis haru.


Eun Tak baru keluar dari sebuah toko saat dia melihat Shin berjalan lewat tanpa melihatnya. Shin sedang menggedor-gedor pintu rumah seseorang saat Eun Tak menyapanya dan membuatnya kaget.


Eun Tak bertanya apa yang Shin lakukan? Apa dia mengenal orang di rumah itu? Seorang pria akhirnya membuka pintu. Shin langsung menyuruhnya minggir lalu membakar tali yang tadinya mau dibuat pria itu untuk bunuh diri. Jelas saja pria itu terperangah.

Shin dengan santainya menginstruksikan pria itu untuk membuka jendela dan membiarkan udara masuk ke kamarnya dan merapikan kancing kemejanya. Dia lalu memberikan sebungkus sandwich yang akan dibutuhkan pria itu nanti lalu mengajak Eun Tak pergi dari sana.


Mereka pun berjalan pergi bak dua agen rahasia yang baru saja sukses melaksanakan misi.


Tak lama kemudian, putri pria itu pulang. Pria itu cepat-cepat merapikan kancing bajunya. Anak itu mengaku kalau dia pulang naik taksi dan menunjukkan alamatnya. Dalam flashback, supir taksi yang mengantarkan anak itu adalah Nenek.


Anak itu mengeluh lapar, pria itu pun langsung memberikan sandwich-nya. Saat putrinya mengaku kalau dia merindukan ayah, pria itu langsung memeluk sang anak dengan penuh haru. Eun Tak diam-diam mengintip mereka dari pojokan.


Eun Tak mengakui kalau Shin keren hari ini. Shin mengklaim bukan dia yang menyelamatkan pria itu, dia hanya memberinya sandwich. Anak pria itulah yang menyelamatkan nyawa pria itu. Sandwich itu lumayan mahal, ada untungnya juga Kakek membuat banyak uang.

Eun Tak masih penasaran kenapa dia tiba-tiba menarik pedang itu. Shin tiba-tiba teringat ucapan Wang Yeo bahwa dia mungkin membutuhkan suatu kekuatan yang lebih besar dari kutukan, mungkin cinta sejati.


Shin langsung menuntut Eun Tak untuk mengatakan sesuatu padanya (pernyataan cinta). Eun Tak yakin tak ada yang perlu dia katakan. Tapi Shin bersikeras ada. Ah, Eun Tak ingat. Iya, memang ada yang perlu dia katakan.

"Tuh, kan. Jangan ditahan. Katakan saja semuanya, aku sudah tahu. Katakan saja, tidak apa-apa. Apapun yang akan kau katakan, aku akan menerimanya tanpa pertimbangan" ucap Shin kepedean.

Dia bahkan langsung mendekatkan kupingnya ke Eun Tak. Eun Tak ragu, tapi akhirnya berkata "Aku tahu kau punya banyak uang. Apa tidak masalah kalau kau cuma diam di rumah?"

Shin kecewa, cuma itu yang mau Eun Tak bilang? Shin mengklaim kalau dia pernah punya pekerjaan lain selain jadi jenderal.


Dalam flashback, kita lihat Shin sedang melakukan CF beberapa produk semacam minuman kesehatan, parfum dan lainnya. Tapi tidak ada satupun yang becus. Minumannya dia minum sendiri, parfumnya dia semprot sembarangan, dia bahkan bicara dengan nada banmal pada pelanggannya.

Dan semua produk itu dia klaim dengan kalimat sama, bahwa walaupun produk-produk itu tidak bisa membuat mereka jadi makhluk abadi tapi bisa membuat mereka bahagia sementara waktu.


Eun Tak menyimpulkan kalau Shin tidak punya kemampuan. Wah, Shin tersinggung berat. Baru pertama kali ini ada orang yang bicara begitu tentangnya. Eun Tak menduga kalau cinta pertama Shin pasti tidak pernah mengatakan itu makanya Shin bilang pertama kali.

"Apa kau cemburu?" goda Shin.

Eun Tak menyangkal keras, kenapa juga dia harus cemburu. Dia bahkan tidak tahu wanita itu hidup di jaman apa. Kapan mereka pernah bertemu? Goryeo? Joseon? Joseon Pertengahan? Joseon Akhir? Wanita itu pasti sangat cantik.

"Asal kau tahu saja, cinta pertama itu tidak akan berhasil"


Shin tersenyum kecil mendengar kecemburuan Eun Tak. Eun Tak jadi sebal melihatnya dan menyuruh Shin pulang saja, dia mau ke perpus dan bakalan pulang telat nanti. Shin menatap kepergiannya sambil menggumam protes, tidak suka dengan ucapan Eun Tak tadi, bahwa cinta pertamanya tidak akan berhasil.


Eun Tak bertemu temannya di perpustakaan. Saat Eun Tak menunduk untuk mengambil kopi untuk mereka berdua, Temannya Eun Tak melihat tanda lahir di leher Eun Tak mulai memudar.

Eun Tak tidak berpikir aneh-aneh dan mengira mungkin itu karena dia makin dewasa. Dia lalu memberikan segelas kopinya untuk temannya itu. Teman Eun Tak terus menatapnya dengan bingung.

Saat mereka berjalan keluar, Teman Eun Tak bertanya kenapa Eun Tak selalu membelikan kopi ini untuknya padahal dia tidak bisa meminumnya. Eun Tak dengan santainya berkata bahwa hanya dia yang bisa memberinya kopi dan meminta temannya itu untuk menceritakan semuanya sebelum terlambat.


Mereka berjalan melewati sebuah cermin besar dan Eun Tak melihat temannya itu dalam keadaan penuh darah dan luka. Oh, dia ternyata hantu. Eun Tak heran kenapa dia tidak mengatakan apapun padahal hantu yang lain selalu meminta bantuan ini-itu padanya.

Eun Tak berkata kalau dia tidak akan bisa kemari lagi begitu dia kuliah nanti. Hantu itu hanya meminta Eun Tak untuk mengunjungi makamnya di Paju sekali-sekali dengan bunga yang cantik. Eun Tak setuju, tapi dia penasaran bagaimana dia mati. Hantu itu mengaku kalau dia mati dalam sebuah kecelakaan di hari kelulusannya.


Eun Tak masih memikirkan teman hantunya saat dia istirahat dari pekerjaannya di restoran ayam. Seorang pelanggan datang dan Eun Tak langsung menyambutnya antusias, tapi malah mendapati pelanggan itu adalah Wang Yeo.

Keduanya sama-sama kaget melihat satu sama lain di situ. Wang Yeo protes kenapa Eun Tak kerja di sini dari sekian banyak restoran ayam. Itu karena Shin yang mengirimnya kemari. Wang Yeo berkata kalau dia datang kemari untuk beli ayam. Eun Tak tak percaya, dia kan vegetarian. Wang Yeo tetap ngotot mau beli ayam.


Tapi tepat saat itu juga, Eun Tak melihat Tae Hee datang beserta rombongan tim baseball-nya. Eun Tak langsung buru-buru menyembunyikan Wang Yeo dengan memakaikan topinya dan memerintahkan Wang Yeo diam saja di pojokan. Eun Tak lalu menyambut semua orang dengan antusias.


Wang Yeo akhirnya pulang dengan membawa sepaket ayam goreng, tapi dia menyodorkan semuanya pada Shin. Keesokan malamnya juga dia pulang membawa ayam dan memberikan semuanya pada Shin. Keesokan malamnya lagi... dan lagi... sampai Shin lama-lama bosan.


Eun Tak mulai curiga, kenapa Wang Yeo sering sekali datang ke restoran ayamnya. Apa jangan-jangan, Wang Yeo mengejar bos-nya. Wang Yeo menyangkal dan beralasan kalau dia kesana hanya untuk melihat Bosnya Eun Tak.


Dia memperingatkan Eun Tak untuk diam. Eun Tak juga memperingatkan Wang Yeo untuk merahasiakan perihal kedatangan Tae Hee oppa. Tapi Shin ternyata sudah mendengar semuanya dan langsung mengkonfrontasi Eun Tak. Wang Yeo malah ikut-ikutan memprotes Eun Tak, dia curiga kalau Eun Tak sudah memberikan banyak kupon ayam pada Tae Hee.


Shin protes, apa Eun Tak tidak tahu kalau dialah yang membuat Tae Hee jadi pemain baseball. Eun Tak mengklaim kalau Shin tidak berperan dalam segalanya, Tae Hee juga pasti punya kemauan keras dalam dirinya sendiri hingga dia jadi pemain baseball.

"Apa kau tidak tahu yang namanya 'kehendak manusia'? Lihat saja aku. Buktinya aku bisa memegang pedangmu. Aku tidak akan membuatmu jadi tampan."


Shin murka. Dan keesokan harinya, pianonya Tae Hee yang sudah menghilang bertahun-tahun, tiba-tiba kembali. Pfft!

Bersambung ke part 2

5 comments

ni 2 ahjussi dri kemarin bkin ketawa mlu😂😂
Lanjuuut!!

next min..
yang semangat ya....
sampai tamat..
kamsahamida

Udh nur duga klo sang ratu adlh adik y kim sin.dan ahjisi malaikat adlh raja di masalalu.dan suny itu renjarnasi y sang ratu.

kalau ratu adiknya kim shin. jadi kenapa di bunuh raja atau suaminya ya? aku kurang ngertti deh alur reinkarnasinya? bantu jawab donk min. kenapa malaikat maut dibuat lupa ingatan?

Karena waktu itu Raja kena pengaruh si kasim. Si kasim menuduh Shin ancaman bagi Raja, makanya Raja mengancam Shin untuk tidak mendekatinya atau dia akan membunuh keluarga Shin.

Tapi Shin tetap mendekat dan akhirnya Raja membunuh Ratu yang sekaligus adiknya Shin. Dia jadi malaikat maut mungkin karena dia berdosa besar memerintahkan bunuh banyak orang. Masalah kenapa ingatannya dihilangkan itu masih misteri Yang Maha Kuasa.

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon