Powered by Blogger.

Content and Images Copyright by tvN

Sinopsis Goblin Episode 8 - 2


Seorang teman menghampiri Eun Tak untuk sekedar berbasa-basi tentang ujian mereka. Teman itu mendengar kalau Eun Tak bisa melihat hantu, dia hanya ingin tahu apakah dia lulus ujian perguruan tinggi atau tidak.

Memang benar kalau Eun Tak bisa melihat hantu tapi para hantu tidak pernah memberitahukannya tentang hal semacam itu. Tapi tidak masalah, itu lebih baik daripada membicarakan sesuatu dibelakangnya.




“Kita ada di kelas yang sama selama 3 tahun, tapi baru kali ini kita bicara banyak. Kau akan melakukan wawancara di Universitas Seoun, kan? Semoga sukses.” Ucap Teman Eun Tak berjalan pergi.


Dalam perjalanan pulang, Eun Tak tersenyum mengingat Shin kemarin menggunakan kekuatannya untuk membawa dia ke tempat ujian. Itu membuatnya tersipu senang. Tapi seketika dia berubah jual mahal melihat Shin benar-benar berada dihadapannya. Kenapa kau disini?

“Apa kau melupakan sesuatu?”

Eun Tak sadar kalau dia tidak menggunakan syal merah miliknya. Dia buru-buru menyalahkan Shin yang menyebalkan sampai membuat dia lupa. Tanpa banyak kata, Shin melingkarkan syal merah ke leher Eun Tak. Apa dia masih marah padanya?

 

Eun Tak berniat begitu tapi tidak jadi karena Shin sudah mengantarkan syal-nya. Dia melambaikan tangan pada Shin dengan riang, dia akan berusaha keras dalam wawancaranya. Shin khawatir dengan Eun Tak yang hampir menubruk seseorang karena berjalan mundur. Eun Tak mengaku kalau dia sudah berniat menghindar, mata Ahjussi besar dan bersinar sehingga ia bisa melihat semuanya dari sana.


Bertepatan saat itu, Shin yang sedang memperhatikan Eun Tak yang naik bus tidak sengaja berpapasan dengan pesepeda kemarin. Dia kembali menatap manik matanya dan melihat masa depan si pe-sepeda.

Pe-sepeda lagi-lagi sedang mengayuh sepeda dengan tergesa-gesa setelah mencopet. Dia yang panik tanpa sengaja menubruk pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan. Ia terpental karena laju sepedanya cukup kencang dan bertepatan saat itu sebuah mobil melintas.


Pria itu pun tertabrak dan menyebabkan kecelakaan beruntun. Sebuah bus mencoba menghindar dari kecelakaan beruntun tersebut namun sayangnya, dari arah jalan yang berlawanan ada truk yang melintas sehingga bus yang menghindar malah di hantam truk barang. Se-isi bus pun mengalami luka parah. Kecelakaan itu berlangsung pada jam 08.37.


Shin melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, sekarang sudah pukul 08.20. Ia pun memperhatikan orang-orang yang berada dalam bus yang ditumpangi oleh Eun Tak dan mereka adalah orang-orang yang meninggal dalam kecelakaan beruntun.

Dua penumpang dalam bus sedang berbincang, mereka khawatir dengan wawancara yang akan mereka jalani. Salah satu dari mereka berharap dia mati saja daripada gagal wawancara karena ibu akan membunuhnya. Temannya memperingatkan supaya dia berhati-hati dengan ucapannya. Eun Tak tidak mendapatkan tempat duduk tapi ia tetap tersenyum karena dihadapannya ada bayi yang lucu.


Para malaikat pencabut nyawa sudah berjejer dihalte bus. Wang Yeo keheranan melihat anak yang datang cukup banyak. Hoobae-nya menduga kalau kecelakaan mungkin akan cukup parah. Wang Yeo pun mengecek nama orang yang menjadi targetnya, seorang wanita berusia 34 tahun dan bayi berusia dua tahun.

“Sepertinya aku harus menyiapkan surga yang baru.” Gumam Wang Yeo.


Shin buru-buru menggunakan kekuatannya untuk berteleportasi. Dia menemui penjual di pinggir jalan dan membeli semua barang dagangannya supaya dia cepat pergi. Pedagang tidak percaya dengan omongan Shin, memangnya dia tahu apa yang ada dalam kardus-nya?

“Kaus kaki. Bagaimana? Apa kau mau melakukan apa yang kuminta?” Shin kembali mengecek jam tangannya, masih ada sisa waktu sekitar 7 menit lagi. Shin menunggu disana dan saat pria itu hampir menubruk meja pedagang, ia langsung menendang roda sepedanya hingga jatuh.


Pria itu marah-marah tapi Shin sengaja berteleportasi dan berdiri dihadapannya. Pria tersentak apalagi menyadari kalau Shin adalah pria yang ia lihat di halte. Kenapa dia mengikutinya?

“Tebaklah.” Ucap Shin. Ia menggunakan kekuatannya untuk membuat sepeda yang ditumpangi pencopet menjadi rusak dan membantingnya dihadapan pencopet itu. Dia mengambil dompet yang sudah dicopetnya.

“Uang yang kau curi hanya 23 dolar, 32 dolar.10 dolar dan 3 kupon restoran.Apa kau tahu berapa banyak orang yang bisa mati karena itu?” Shin melemparkan dompet itu.


Pencopet terkejut melihat jumlah yang disebutkan oleh Shin barusan sangat tepat. Shin menceramahinya akan apa yang bisa terjadi akibat ulah pria tersebut. Pencopet mengeluarkan pisaunya, kau siapa?

Shin biasanya tidak ingin membantu pria semacam copet itu tapi dia sudah terlanjur ikut campur. Bagaimanapun, pria itu harus membayar mata dengan mata dan gigi dengan gigi. Shin kembali menggunakan kekuatannya untuk memelintir tangan si pencopet hingga dia meringis kesakitan.


Bertepatan saat itu juga, bus lewat dari sana dengan selamat. Shin sudah bisa bernapas lega.


Malaikat Pencabut Nyawa sudah bersiap ditepi halte. Eun Tak sampai ke halte dan melambaikan tangan pada Wang Yeo, Wang Yeo dengan polos membalas lambaian tangan Eun Tak. Junior Wang Yeo keheranan kenapa gadis itu bisa melihat mereka. Senior menduga kalau gadis itu akan segera mati, kadang orang yang akan mati bisa melihat mereka.

Wang Yeo menyadari sesuatu kemudian bertanya siapa yang punya daftar nama Ji Eun Tak dalam daftar mereka? Tidak ada satu pun yang memilikinya, apa yang akan terjadi jika ada tambahan orang?


Tanpa perlu berfikir panjang lagi, Wang Yeo yakin kalau tidak akan ada orang yang mati. Dugaannya semakin diperkuat saat melihat ada Shin di seberang jalan memperhatikan mereka.

Para Pencabut Nyawa kebingungan dengan keajaiban ini. Senior mengaku kalau dia belum mengalami hal semacam ini selama 300 tahun karirnya. Shin tiba-tiba muncul disamping mereka semua dan mengajak Wang Yeo untuk bicara.


Wang Yeo memperingatkan supaya Shin tidak ikut campur dalam kehidupan manusia. Tapi Shin tidak bisa membiarkan Eun Tak mati. Wang Yeo menegaskan bahwa itu adalah takdirnya. Shin rasa kecelakaan hari ini sangatlah aneh, dia yakin kalau ia melihat Eun Tak diusia 29 tahun. Jadi kecelakaan ini pasti tidak akan membunuhnya.

“Itu karena kecelakaan yang kau lihat, bukan bagian dari takdirnya. Dia menjadi variabel dalam kecelakaan. Karena kau mau menyelamatkan dia, semua orang yang harusnya mati, jadi tetap hidup.” Wang Yeo marah soalnya dia harus kerja lembur karena hal ini.


Shin menawarkan makan ayam goreng. Wang Yeo dengan serius berharap supaya Shin berubah menjadi debu saja. Sontak Shin menunjukkan wajah mellow. hahaha. Wang Yeo jadi tidak enak, dia cuma bercanda, jangan dianggap serius.

Akhirnya Shin menceritakan kalau Eun Tak sudah bisa menyentuh pedangnya, pedangnya bergerak dan rasanya sangat sakit. Dia bahkan nyaris membunuh Eun Tak. Wang Yeo jadi kasihan, dia menyarankan supaya Shin menceritakan tentang pedang itu padanya. Shin menolak dan ingin merahasiakannya sebisa mungkin. Kalau bisa sampai 80 tahun. Bisakah ia melakukannya?


Shin menjemput Eun Tak setelah wawancara, dia pura-pura tidak perduli dan mengaku keluar karena suntuk di rumah. Eun Tak tahu kok, mana mungkin juga Ahjussi peduli dengan hidupnya. Dia melihat kantung plastik berisi kaus kaki di kursi belakang.

“Ini adalah pertanda untuk 10 tahun, 20 tahun hidup seseorang yang sudah kuselamatkan hari ini.”

Eun Tak mengira kalau kaus kaki itu akan digunakan untuk membiayai hidupnya selama 20 tahun lagi. Dia pun bersedia membantu Shin menjualnya, dia akan bersikap lebih baik lagi pada Shin karena ujian wawancaranya sudah berakhir.


Bersikap lebih baik yang dimaksud oleh Eun Tak adalah dengan melatih kekuatan ototnya supaya bisa mencabut pedang Shin. Tentu saja Shin meminta Eun Tak untuk tidak memaksakan diri.

“Kenapa kau kedengaran ragu-ragu?” heran Eun Tak.

Shin tidak menjawab karena perhatiannya teralih pada kupu-kupu yang berterbangan disana. Dia meminta Eun Tak pergi karena ia mau bicara dengan seseorang. Eun Tak celingukan soalnya tidak ada siapa-siapa disana.


Setelah Eun Tak pergi, Shin ngomel pada kupu-kupu. Apa hukuman yang ia dapatkan belum cukup? Shin menyuruh si kupu-kupu turun untuk berbicara dengannya dan menunjukkan wajahnya padanya. Eun Tak yang melihat dari kejauhan cuma heran dan khawatir kalau Shin masih sakit.


Shin keluar dari ruangannya, ia pun menghampiri Eun Tak yang berdiri didekat kaca. Eun Tak mengaku kalau dia tidak melihat apapun. Shin menatapnya “Aku benar-benar tidak suka ini. Aku yang menyukaimu seperti orang bodoh.”

“Apa maksudmu barusan?”

“Tidak dengar juga tidak apa-apa.”

“Aku dengar semuanya.”

“Kalau begitu bagus.” Hahaha.. maunya apa sih Ahjussi.


Eun Tak jadi cengengesan dikamarnya sambil bercermin karena barusan Ahjussi Goblin mengungkapkan perasaan padanya.


Sunny senang bukan kepalang menerima 10 panggilan tidak terjawab dari Wang Yeo, tambah bahagia lagi karena Wang Yeo sudah ada didepan restorannya. Mereka berdua jalan bersama, Wang Yeo hanya ingin memberikan jawaban atas pertanyaan agama yang dilontakan Sunny kemarin. Dia tidak memiliki agama.

Melihat tingkah polosnya membuat Sunny bilang kalau Wang Yeo imut. Wang Yeo tampak kebingungan sehingga Sunny menduga belum ada wanita yang mengatakan hal semacam itu padanya. Tapi dia memperingatkan supaya Wang Yeo tidak mencari wanita lain dan yang jelas dia sempurna apa adanya. Wang Yeo tersenyum sembari mengangguk polos.


Sunny ingin mengatakan sesuatu yang sejujurnya kalau nama aslinya bukanlah Sunny melainkan Kim Sun. Meskipun ibunya miskin tapi dia masih punya uang untuk menyewa seseorang dan membuatkan nama bagus untuknya.

Peramal mengatakan kalau dia harus menggunakan nama itu tapi Sunny tidak suka karena terkesan menyedihkan seperti sesuatu yang buruk pernah terjadi di masa lalu. (Dan bertepatan saat Sunny mengatakan itu, ada kilasan saat Ratu muda tengah berlatih keseimbangan dengan meletakkan piring dipundaknya).

Sunny kemudian bertanya siapa nama Woo Bin yang sebenarnya? Dia yakin kalau nama itu adalah nama palsu karena tidak cocok dengannya. Wang Yeo terdiam tanpa memberikan jawaban.


Ditempat lain, Shin berada di sebuah kuil menuliskan nama seseorang. Deok Hwa memperhatikannya dari kejauhan, kakek berkata padanya kalau Shin selalu datang ke tempat ini setiap tahun untuk menerbangkan lampion. Shin berniat menuliskan sesuatu di gulungan yang lain namun tangannya terasa berat.

Flashback,


Raja meletakan pedang dihadapan Shin, ia memberikan pedang tersebut dengan keinginan besar. Dia meminta Shin untuk meninggalkan Goryeo, kalau bisa tidak usah kembali. Shin menolak apalagi dia sudah melaksanakan setiap perintah yang diberikan Raja. Raja menyuruh membunuh musuh, ia melakukannya. Dia tidak mungkin pergi apalagi adiknya ada disini.

“Kau sekarang mengertiapa harapan besar sang Raja.Sampaikan padaku kabar kematianmu,jadi aku bisa memberikanmu ucapan duka cita. Itu adalah dekritku.”

Flashback end.


Shin melanjutkan untuk menuliskan sesuatu di atas gulungan. Bersamaan dengan itu, setiap goresan yang ditorehkan oleh Shin membuat dada Wang Yeo kesakitan. Ia memegangi dadanya hingga membuat Sunny khawatir dan menawarkan bantuan.

Wang Yeo menolak, ia menatap matanya kemudian menghipnotisnya. Dia menyuruhnya melukapan pertemuan mereka hari ini dan meminta maaf karena tidak bisa mengantarnya pulang.


Deok Hwa mengingat pembicaraannya dengan kakek yang menyuruhnya untuk melayani Shin mulai sekarang. Deok Hwa bertanya kenapa Samchoon menerbangkan lampion itu? Siapa mereka?

Kakek mengatakan bahwa mereka adalah orang yang membuatnya merasa bersalah dan membebaninya selama ini. Deok Hwa juga mendengar kalau Samchoon punya pedang didadanya. Kakek terkejut karena Deok Hwa mengetahuinya tapi dia memperingatkan supaya Deok Hwa tidak mengatakan itu pada Shin.

Shin menerbangkan lampion bertuliskan nama Kim Sun dan Wang Yeo.

“Pedang itu adalah hadiah dan hukumannya. Itu adalah alasan kenapa dia masih hidup sekaligus petunjunk menuju kematiannya.” Jelas Kakek pada Deok Hwa.



Eun Tak menunggu kedatangan Shin sampai malam, tapi dia tetap belum kembali hingga akhirnya ia memilih jalan-jalan sendiri. Tanpa disadarinya, Shin berada di toko buku dan memperhatikan Eun Tak yang sedang berjalan.

“Kau adalah hidup dan matiku. Dan aku menyukaimu. Dan aku menjaga rahasia ini sambil meminta izin pada yang maha kuasa.Kau mungkin tidak akan tahu besok.Kau mungkin tidak akan tahu 100 tahun lagi.” Batin Shin.

 

Namun saat Shin ingin menghampiri Eun Tak, rak buku yang ada di toko bergeser menghalanginya. Salah satu rak terangkat dan Nenek Cantik berbaju merah muncul dari sana. Nenek Samshin mengajak Shin untuk berbicara.

“Bisakah kau melakukannya dengan benar?Rasanya aku sedang tidak bicara dengan dewa sekarang.” Balas Shin.


Wang Yeo sedang termenung memperhatikan lukisan wajah Ratu. Dia merasa ada yang salah dan sepertinya ini karena diri Ratu.


Eun Tak menunggu Shin, meskipun terkadang dia tidak ingin Shin kembali tapi pada akhirnya dia akan menunggunya. Dia pun menemui Wang Yeo untuk menanyakan sesuatu tentang pedang di dada Shin. Memangnya apa yang akan terjadi jika dia mencabutnya? Kenapa dia selalu bilang akan pergi jauh? Dia mau pergi kemana?


Nenek Samshin menyuruh Shin untuk segera mencabut pedangnya dan berubah menjadi debu. Shin menolak, orang yang datang entah dari mana tiba-tiba menyuruhnya untuk mati. Paling tidak jelaskan dulu alasannya.

Karena hidup Shin sudah panjang sedangkan hidup dia (Eun Tak) tidak. Nenek Samshin mengaku bahagia saat menciptakan anak itu. Shin merasa semuanya sangat ironis, saat pertama kali dia lahir sebagai Kim Shin pasti dia juga yang menciptakannya. "Memangnya aku bukan anakmu juga?"

Nenek Samshin selalu berharap supaya Shin juga bahagia. Dan jika Shin tidak menjadi debu maka Eun Tak lah yang akan menjadi debu.


Eun Tak terkejut setelah mengetahui apa yang akan terjadi jika dia mencabut pedang Shin. Shin ingin menikah dengannya supaya dia bisa mencabut pedang Shin. Dan saat Eun Tak mencabut pedangnya maka Shin akan mati? Eun Tak menangis menerima kenyataan pahit itu.


“Dia terlahir untuk mencabut pedangmu. Itulah takdirnya. Atau lebih tepatnya.. kaulah yang memberinya takdir itu. Kelahirannya akan menjadi tidak berguna, kalau dia tidak melakukan tugasnya.Tidak ada alasan lagi dia hidup di dunia ini. Dan, kalau dia gagal mencabut pedangnya, dia tetap akan menghadapi kematian.” Jelas Nenek Samshin.

Shin tertegun mengingat kecelakaan yang dialami Eun Tak selama beberapa kali. Mulai dari penculikan oleh rentenir sampai kecelakaan bus.

“Mungkin saja akan ada kecelakaan yang lebih parah lagi. Dan akan lebih sering dan lebih mengerikan dari sebelumnya. Kau hampir membunuhnya sekali dengan tanganmu sendiri.”


Shin membeku ditempatnya mengingat dia pernah mendorong Eun Tak sampai melayang di udara.

“Satu hari dalam 100 tahun ketika cuaca cukup bagus, aku harap aku bisa mengatakan padanya bahwa dia adalah cinta pertamaku. Aku memintaizin dari Yang Maha Kuasa.” Batin Shin.

15 comments

Knp makin kesini makin sedih ya ;-(

Andwe!nonono!juangan takdir yg menyedihkan kasian bgt c kim shin ma eun tak

Semoga drama y hapy ending aminnn

Mulai nangis bombay๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ mdh2an gk sad ending!!!di tunggu episode selanjutnya unnie

Mulai nangis bombay๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ mdh2an gk sad ending!!!di tunggu episode selanjutnya unnie

Sumpah, makin mendekati ending kok malah makin sedih? :') belum kuat rasanya kalo ini sad ending. Gak biasa dan gak bisa liat dramkor yg sad ending walau emang sering liat :') tapi pliss yg satu ini jngn dibuat sad ending ya pd-nim ๐Ÿ˜ข

udah terjawab semua pertanyaan aku. ternyata sunny adiknya shin. dan aku berharap semoga happy ending๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Jangan sad ending ya allah. Hayati tak kuasa liat drama2 yg bagus pada sad ending... ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ญ

Kya@ bkal sad ending deh.....๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

duh malem2 gini jd baper baca sinopsisnya huhu. Goeun cantik banget yaaa. semangat nulis sinopsis nya~!

Keren.... Ditunggu kelanjutan.a..๐Ÿ™Œ

Jd baper ni,episode ni nguras airmata smoga happy ending, ga sabar pengen tau selanjutnya, ah..kim seandainya km it kekasih ku..

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon