Powered by Blogger.

Content and Images Copyright by KBS2

Sinopsis Hwarang: The Beginning Episode 4 - 1


Ahn Ji ternyata masih hidup. Saat ia terbangun, ia mendapati dirinya dirinya dalam keadaan leher terperban dan Ratu Ji So ada di sana. Ratu mengulurkan tangan hendak menyentuhnya, tapi Ahn Ji langsung mundur menjauh.

"Ini adalah luka paling ringan yang pernah saya dapatkan dari Paduka Ratu," ucap Ahn Ji sinis.


"Kau pasti sudah baikan hingga bicara sedengki itu. Kukira aku membuatmu terperangkap dalam kesengsaraan."

"Setelah anda merampas istri dan putra saya, saya memang terperangkap dalam kesengsaraan selama 12 tahun."

Ratu mulai kesal, jadi apa maksudnya Ahn Ji akan mengancamnya dengan cara menyelamatkan putranya. Ahn Ji dengan penuh kebencian, menyatakan bahwa dia akan mengajari putranya tentang peraturan Ibukota agar Putranya tahu betapa busuk, konyol dan gilanya hal itu.


Saat Ratu menyindir sikapnya, Ahn Ji bertanya sinis, haruskah dia meminta maaf? Apa belum cukup setelah semua yang Ratu lakukan padanya. Ratu telah merenggut nyawa istrinya, mengusir putranya dari Ibukota dan membuatnya dan Putrinya hidup dalam mimpi buruk.

"Saya tidak bisa... saya tidak bisa membiarkan anda melakukan ini lagi. Saya tidak akan membiarkan anda mengambil apapun dari saya."

Kesal, Ratu mengklaim dialah yang akan menentukan apakah dia bisa merampas sesuatu atau tidak, lalu memanggil pengawal dan memerintahkannya memenjarakan Ahn Ji.


A Ro seorang diri berjuang menggendong Moo Myung pulang sambil menggerutu. Sementara itu, Ui Hwa sedang memandangi pendulum dan menggumam, haruskah dia memulainya sekarang.


Di Najeong (tempat kelahiran Park Hyeokgeose (Raja pertama Silla) lahir), Soo Ho cs mengendap-endap dari tiang ke tiang. Temannya menggerutu cemas, tidak seharusnya mereka datang kemari di jam segini. Tapi Soo Ho malah menggerutu kesal, seharusnya dia yang mengirim surat itu duluan, sekarang dia merasa kalah dari Ban Ryu.


Tak lama kemudian, kedua tim itu saling bersitatap. Setelah saling sindir menyindir, kedua tim pun mulai berkelahi. Tapi perkelahian mereka terhenti dengan cepat saat beberapa pengawal tiba-tiba datang. Mereka pun ditangkap atas tuduhan pelanggaran hukum, menodai tempat suci Najeong.


Park Young Shil mendapat kabar dari Tuan Ho tentang tertangkapnya anak mereka di Najeong. Park Young Shil langsung kesal, kalau begitu mereka tidak akan bisa berbuat apapun biarkan Ratu membunuh Ban Ryu. Bagaimana bisa Ban Ryu malah berkelahi di tempat suci, tempat kelahiran Park Heokgeose. Dia berusaha menjadi Raja karena Silla sesungguhnya milik klan Park.

Tuan Ho jelas tidak terima mendengarnya dan mengingatkan Young Shil bahwa klan Park tidak akan bisa memiliki Raja tanpa Ban Ryu. Apa Young Shil berencana mengakhiri segalanya sampai di sini?


Semua pemuda itu diikat di masing-masing tiang. Soo Ho dan Ban Ryu ribut saling menyalahkan, mengira mereka lah yang saling mengirimi surat itu hingga mereka jadi berakhir seperti ini.

Soo Ho berusaha menggunakan nama ayahnya untuk lepas dari hukuman ini. Tapi Kepala Pengawal langsung mengingatkan mereka akan konsekuensi masuk ke tempat ini: Masuk dalam keadaan hidup, keluar dalam keadaan mati. Jadi sebaiknya mereka tunggu saja titah dari Ratu.


A Ro mondar-mandir cemas menunggui Moo Myung yang masih pingsan dan memikirkan keadaan ayahnya. Dia berusaha menggoyang-goyang Moo Myung tapi dia tidak bangun-bangun. Tapi saat dia menyodok-nyodok mukanya, Moo Myung refleks menangkap tangannya dan meyakinkan A Ro kalau Ayahnya akan baik-baik saja.

Tapi A Ro terus bertanya-tanya cemas, dimana ayahnya? Apakah mereka menyiksanya?. "Bagaimana bisa aku mempercayaimu? Kita tidak punya kabar apapun tentang ayah. Kudengar kau menganggu parade ulang tahun kerajaan. Bagaimana bisa aku mempercayaimu?" tangis A Ro.

"Aku... tidak akan membiarkan siapapun mati karena aku lagi. Karena itulah, jangan menangis."


Para pemuda itu ketiduran di tiang. Tapi kemudian para prajurit membangunkan mereka dengan menyiram air ke wajah mereka. Ui Hwa datang dan memberitahu mereka bahwa hukuman mereka yang sebenarnya belum dimulai.

Ui Hwa berkata bahwa karena mereka telah melakukan kejahatan berat, jadi Ratu memutuskan untuk menghukum mati mereka dengan disiksa terlebih dulu. Mereka pun dipindah ke kursi untuk mendapat siksaan.


Sementara itu, ayah-ayah mereka bersujud di hadapan Ratu Ji So dengan dipimpin Park Young Shil untuk memohon ampunan bagi anak-anak mereka. Ratu Ji So jelas menyukai semua ini, tapi dia tidak memberi jawaban apapun.


Beberapa saat kemudian, para pejabat itu rapat membahas kasus ini. Mereka tidak mengerti kenapa anak-anak mereka berkelahi di sana. Lebih aneh lagi, bagaimana bisa pengawal kerajaan mengetahuinya. Mereka bahkan menangkap anak-anak mereka seolah mereka sudah menunggu untuk itu.

Tuan Ho memperlihatkan surat tantangan yang diterima Ban Ryu dan dia yakin kalau Soo Ho juga menerima surat ini. Anak-anak mereka pasti dijebak. Park Young Shil langsung tertawa mendengarnya. Sekarang dia mengerti, ini pasti ulah Ratu untuk mewujudkan misinya membuat Hwarang.

"Kita kalah kali ini. Kita buat saja Hwarang... sesuai keinginan Ratu" ujar Young Shil. Yang lain masih tak setuju, tapi Young Shil melanjutkan "Setelah jadi, kita akan membalik mereka ke pihak kita"


Sesaat kemudian, Ui Hwa mengumumkan pada para pemuda itu bahwa ayah-ayah mereka telah memohon pada Ratu untuk membiarkan mereka tetap hidup. Satu-satunya jalan agar mereka tetap hidup dan menghindari hukuman ini adalah dengan menandatangani kontrak untuk menjadi Hwarang. Jika tidak mau maka mereka harus menjalani siksaan selanjutnya.

Soo Ho tanpa pikir panjang langsung minta dilepaskan. Yang lain pun langsung ikut-ikutan minta dilepas. Hanya Ban Ryu dan Han Sung yang masih terdiam ragu. Soo Ho langsung mengejek Ban Ryu dan menuduhnya tidak mau tanda tangan karena takut.


Dan Sae bertanya kenapa Han Sung tidak mau tanda tangan. Han Sung mengaku ingin melakukannya, sepertinya menyenangkan. Tapi dia tidak akan melakukannya karena dia cucu Tuan Suk Hyun Jae.

Tapi Dan Sae langsung meminta pengawal melepaskan ikatan Han Sung dan mengingatkan Han Sung bahwa Han Sung adalah keturunan terakhir klan Suk. Dia berbeda dari Han Sung, walaupun dia menandatangani surat kontrak itu, dia tidak akan bisa menjadi Hwarang karena dia anak peranakan. Kakek Han Sung pasti tidak akan mau melihat Han Sung mati di sini. Han Sung akhirnya menyerah dan minta dilepaskan.

Semua orang pulang setelah mencap tangan mereka di surat kontrak. Hanya Ban Ryu yang masih terus diam dan terikat di sana seorang diri.


Ui Hwa menemui Ratu dan menuntut agar Ratu memberinya kewenangan penuh dalam menangani Hwarang. Ratu mengklaim kalau dia memang sudah melakukan itu. Karena itulah sekarang mereka sukses membuat para pejabat yang tidak hadir di parade bertekuk lutut.

"Tapi kenapa anda meminta saya untuk menerima seorang pemuda tanpa syarat apapun? Tuan muda mana yang anda inginkan?"

"Jika aku memberitahumu, akankah kau menerimanya?"

Ratu punya usul, Ui Hwa boleh membawa seorang pemuda pilihannya sendiri. Seorang Hwarang tanpa syarat apapun. Ratu berjanji tidak akan mempertanyakan apapun dan akan menerima orang itu. Ui Hwa setuju.


Maka datanglah beberapa prajurit ke rumah A Ro dengan membawa titah Ratu. "Putra Kim Ahn Ji, Kin Sun Woo, harus menjadi Hwarang atas perintah Yang Mulia Ratu. Datanglah ke Jowonjeon di Istana Wolseong siang hari 10 hari dari sekarang, untuk harus menghadiri upacara pengangkatan Hwarang"


Ban Ryu sudah dibebaskan dari sana, tapi dia masih menolak menjadi Hwarang. Tuan Ho langsung menamparnya keras sampai bibirnya berdarah. Tapi Ban Ryu tetap menolak, tidak peduli walaupun dia harus dipukuli.

Dia langsung dibawa menemui Young Shil. Tapi bukannya memukuli Ban Ryu, Young Shil langsung menghajar Tuan Ho. Ban Ryu marah tapi tak berdaya menolongnya. Young Shil mengingatkan Ban Ryu bahwa seperti inilah kekuasaan. Jika dia tidak bisa mengontrolnya maka dialah yang akan dikontrol. Jadi sebaiknya Ban Ryu jadi Hwarang saja dan mendapatkan kekuasaan.


Ratu menemui Ahn Ji di penjara dan memberitahunya bahwa dia akan menjadikan Putra Ahn Ji sebagai Hwarang. Dia akan membesarkan Putra Ahn Ji untuk menjadi anj*ngnya. Ahn Ji terkejut mendengar ucapan Ratu, katanya Hwarang adalah masa depan Silla?

Ratu Ji So langsung mendengus sinis, apa Ahn Ji sungguh berpikir kalau Hwarang adalah orang-orang yang akan meneruskan Silla? "Aku akan mengurung dan melatih putra-putra para serigala yang terus berusaha membunuh Raja. Mereka harus menjadi anj*ng yang mempertaruhkan jiwa mereka untuk putraku atau mereka jadi anj*ing pemburu yang kehilangan nyawa mereka"

"Apa yang membuat Yang Mulia jadi seperti ini?"

"Jangan lupa, barang sedikitpun, bahwa nyawa putramu... ada dalam genggaman tanganku."


A Ro terus menunggu cemas. Ahn Ji akhirnya pulang tak lama kemudian dan berusaha untuk tetap ceria di hadapan A Ro. Dia lalu mengemas beberapa obat untuk Moo Myung dan menyuruhnya pergi. Ratu menjadikan Moo Myung sebagai Hwarang hanya untuk menyiksa Moo Myung dan membunuhnya.

Tapi Moo Myung menolak pergi. Sambil menatap A Ro yang sedang berada di luar, Moo Myung menyatakan abwha dia akan melindungi mereka. Karena itulah dia akan bergabung sebagai Hwarang. Dia akan berjuang dan bertahan di sana.

"Akan kulihat bagaimana akhir Ibukota hina ini. Aku akan melihatnya sendiri. Aku akan pergi dan menghancurkan semuanya. Karena itulah aku akan jadi Hwarang."


Raja pergi menemui Ui Hwa lagi. Saat Ui Hwa datang, Raja langsung menyapanya. Tapi Ui Hwa acuh, malah menyuruh Joo Ki berputar. Tidak puas melihat penampilan Joo Ki, Ui Hwa langsung menyuruhnya untuk mencobai berbagai versi baju.

Sementara Joo Ki di ruang ganti, Raja mengkonfrontasi Ui Hwa. Ui Hwa bilang kalau dia tidak mau menghancurkan negeri ini tapi mengubahnya. Tapi untuk mengubah maka dia harus menghancurkannya terlebih dulu. Apa dia punya keberanian untuk itu? Ui Hwa tidak mengerti apa yang ingin Raja katakan sebenarnya?

Sebuah negeri dengan rakyat yang bahagia dan raja yang menderita. Rakyat tidak mencemaskan negara, tapi raja mencemaskan rakyatnya. Bukankah negeri seperti ini yang Ui Hwa inginkan? Raja juga menginginkan negeri seperti itu.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Ui Hwa

"Orang yang berharap Silla benar-benar akan berubah. Ini adalah setengah kebenaranku"


Joo Ki akhirnya keluar dengan baju putih biru yang nantinya akan menjadi seragam Hwarang. Raja langsung mengganti bajunya dengan baju itu dan membuat kedua pria paruh baya itu melongo kagum melihat ketampanannya.

Ahn Ji meminta A Ro untuk mengajari Moo Myung. Mereka tidak bisa mengirimnya ke Hwarang begitu saja. Lebih baik jika dia punya sedikit ilmu daripada tidak punya sama sekali.


Setelah saling berdiam diri canggung, A Ro akhirnya bertanya berapa banyak yang bisa Moo Myung baca. Moo Myung mengklaim kalau dia bisa membaca semua tulisan yang ada di dadunya. Lalu? tanya A Ro. Berapa banyak karakter yang Moo Myung ketahui? Moo Myung langsung canggung, 200 karakter?


A Ro akhirnya membawa Moo Myung keluar dan mengajarinya menulis namanya 'Sun Woo'. Dia menyuruh moo Myung menulis sendiri, tapi Moo Myung bahkan tidak tahu cara memegang kuasnya dengan benar.

A Ro mengenggam tangannya dan berusaha membimbingnya. Tapi Moo Myung sangat canggung dan cepat-cepat menarik tangannya lalu mengambil alih kuasnya dan bersikeras mau belajar sendiri.

A Ro bersikeras membimbingnya sampai benar dan sampai Moo Myung bisa belajar sendiri, sama sekali tidak menyadari sumber kecanggungan Moo Myung. Tapi pada akhirnya Moo Myung mengalah dan membiarkan tangan A Ro membimbingnya.


Sementara A Ro serius mengajarinya, Moo Myung malah tidak bisa fokus dan terus melirik A Ro hingga jantungnya berdebar keras. Debarannya benar-benar keras sampai A Ro bisa mendengar suara detakan itu.

 

Moo Myung mengklaim kalau dia tidak mendengar apapun, tapi A Ro yakin dia mendengarnya. Dia langsung mendekatkan telinganya ke dada Moo Myung. Moo Myung panik hingga tak sengaja mencoreng dahi A Ro dengan tintanya. Moo Myung langsung menahan senyum geli melihat alis menyatunya A Ro.

Beberapa saat kemudian, Sun Woo akhirnya bisa menulis namanya sendiri dengan benar. A Ro belum menyadari coretan tinta di dahinya dan Moo Myung terus berusaha menahan senyum geli setiap kali dia melihatnya.

Bersambung ke part 2

1 comments:

keren...aq suka banget drama satu ini. Ceritanya makin seru.
Semangat ya mb Ima...Q tunggu terus lanjutannya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon