Powered by Blogger.

 Content and Images Copyright by SBS

Sinopsis Legend of the Blue Sea Episode 11 - 1 


Joon Jae tiba-tiba teringat dengan sosok masa lalunya sebagai Dam Ryung yang mencintai dan bisa mendengar suara putri duyung Se Hwa. Saat pertama kali Se Hwa menciumnya untuk menghapus ingatannya dan juga saat Chung melakukan hal yang sama kepadanya di laut Spanyol.

Dia ingat saat Dam Ryung berkata "Walaupun kau menghapus ingatanku lagi dan lagi. Walaupun dia terlahir kembali di dunia lain, dia ditakdirkan untuk mencintai putri duyung lagi."


Joon Jae teringat saat Dam Ryung bisa mendengar suara Se Hwa saat dia ditangkap. Juga saat dia mendengar suara batin Chung yang khawatir Joon Jae akan membencinya jika Joon Jae mengetahui kebenaran tentang dirinya dan suara pengakuan mengakui dirinya putri duyung.

"Pada akhirnya, dia adalah pria yang bisa mendengar suara putri duyung lagi." batin Joon Jae saat kilasan ingatannya bersama Chung di Spanyol akhirnya kembali "Dia... adalah aku."


Joon Jae berlarian kesana-kemari, menanyai para pejalan kaki dengan menunjukkan foto Chung tanpa hasil. Saat dia tengah menghela nafas di tengah jalan, terdengar suara radio yang menyiarkan bahwa malam ini adalah Bulan Hitam (bulan baru ke dua yang terjadi dalam satu bulan kalender).


"Orang bilang bulan menghilang kedalam kegelapan, karena itulah dinamakan Bulan Hitam." ucap DJ radio. "Di masa lalu, fenomena ini dianggap sebagai pertanda sial."

Joon Jae menengadah, menatap bulan yang hanya tampak seperti bulan sabit... yang kemudian membawa kita kembali ke Jaman Joseon. Dimana malam itu juga terjadi Bulan Hitam.


Dam Ryung mendapat laporan dari anak buahnya bahwa Bangsawan Yang mengirim pesan ke Jo Bong Hak, mengklaim kalau Dam Ryung tersihir oleh putri duyung jahat dan mengkambinghitamkan Bangsawan Yang sebagai pembunuh. Dan Jo Bong Hak sudah melayangkan petisi tertulis kepada Raja. Selain itu, Anak-anak buah Bangsawan Yang juga masih terus berusaha menangkap putri duyung.


Kesal, Dam Ryung langsung mengambil pedang bawahannya dan menghunuskan pedang itu ke leher Bangsawan Yang di penjara "Mati saja dan jangan pernah terlahir kembali!"

Dam Ryung mengayunkan pedangnya... 


Dan Dae Young tersentak bangun dari mimpi buruk itu. Dia heran dengan mimpi yang dialaminya belakangan ini. Dae Young teringat dengan semua mimpi masa lalunya. Joon Jae sebagai walikota Dam Ryung dan Se Hwa/Chung yang ternyata putri duyung. Dia langsung tersenyum licik sambil menatap Bulan Hitam di angkasa.


Chung mendatangi mall dengan membawa semua barang yang mereka beli demi menjalankan aksi penipuan Joon Jae dan meminta refund untuk semua barang itu.


Tak menemukan Chung, Joon Jae akhirnya pulang. Kedua temannya juga sedang berusaha menyelidiki semua rekaman CCTV tapi belum mendapat hasil. Tapi Nam Doo memberitahu kalau Chung membawa semua tas yang mereka beli di mall Gangnam. Dia menduga mungkin Chung mau menukarnya dengan uang dan menyewa kamar.

"Kenapa dia menyewa kamar dan meninggalkan kamarnya?" gerutu Joon Jae cemas.

"Ini rumah Chung? Ini kan rumahmu. Kau selalu bilang begitu"

Joon Jae khawatir setengah mati sampai-sampai dia mendesak Tae Oh untuk mencari keberadaan Chung secepat mungkin. Nam Doo menyuruhnya menelepon Chung saja. Tapi tidak bisa, karena Chung mematikan teleponnya. Nam Doo cemas, apa mungkin Chung akan pergi untuk selamanya.


Chung menyisakan dua tas. Saat hendak keluar, dia melihat wahana dan langsung naik ke wahana yang seharusnya tidak boleh dia naiki itu.

Kebetulan Chi Hyeon sedang ada di sana, sedang membicarakan bisnis dengan direktur mall. Tiba-tiba perhatian mereka teralih ke Chung. Direktur hendak menegur Chung. Tapi Chi Hyeon langsung menghentikannya dan menyarankan sebaiknya Direktur membiarkannya, lagipula mall hampir tutup dan tidak ada pelanggan lain selain wanita itu. Chung pun terus merenung di sana tanpa menyadari Chi Hyeon yang tampaknya terpesona padanya.


Joon Jae kembali ke kamarnya dengan murung. Saat menengadah ke kamar Chung, dia teringat semua kenangan setiap kali Chung turun dari sana. Dia lalu naik ke kamar Chung dan melihat guci di nakas yang penuh mutiara.

Teringat akan pengakuan dan ketakutan Chung, Joon Jae mendengus pada dirinya sendiri. Apa ini semacam cerita anak-anak ataukah kisah yang menjadi nyata.


Chung berjalan linglung di bawah terowongan lampu natal yang indah, termenung sedih memikirkan kebohongan Joon Jae. Tiba-tiba Chi Hyeon muncul di sampingnya. Karena Chung masih memanggilnya 'Keluarganya Heo Joon Jae', Chi Hyeon pun memperkenalkan namanya.


Chi Hyeon menanyakan Joon Jae tapi Chung mengacuhkan pertanyaannya dan mengalihkan topik mengomentari keindahan lampu-lampu natal ini yang tidak ada di tempat asalnya. Chi Hyeon penasaran, memangnya Chung dari mana yang tidak ada natalnya.

"Ada tempat yang tidak ada (natal)" jawab Chung.

Chi Hyeon terus bertanya penasaran, dimana rumah Chung. Chung mengaku kalau dia tinggal bersama Joon Jae. Chi Hyeon kaget. Tapi kemudian Chung berkata kalau dia tinggal di kamar atas dan Joon Jae di kamar bawah. Chi Hyeon tampak lega.


Chi Hyeon menawarkan tumpangan pulang. Tapi Chung ingin Chi Hyeon mengantarkannya ke tempat lain saja. Sesaat kemudian, mereka tiba di sauna. Chung berencana tidur di situ saja. Dia melihat di TV kalau orang-orang keluar rumah maka mereka akan tidur di sini.

Dia mengucap annyeong pada Chi Hyeon lalu membuka salah satu pintu ruang ganti secara asal tanpa melihat tulisan ruang ganti pria. wkwkwk. Sontak saja para pria langsung heboh, Chi Hyeon pun cepat-cepat mengeluarkannya dari sana.

Chung membeku kaget dengan pemandangan barusan. Tapi kemudian dia malah balik membuka pintu itu hanya untuk minta maaf sebelum masuk ke ruang ganti yang benar.


Di dalam, Chung kebingungan membuka lokernya. Tapi kemudian, dia melihat seorang ahjumma baru datang. Dia langsung menirukan semua yang dilakukan ahjumma itu. Membuka loker dengan gelang tangannya. Memasukkan ponsel dan semua uangnya kedalam tas, tanpa menyadari sekumpulan anak SMA yang melihatnya memasukkan uang itu kedalam tas dan langsung punya niat licik.


Joon Jae makin stres saat Tae Oh masih belum mendapat hasil dari CCTV-nya. Nam Doo merasa kejadian kemarin itu menegangkan, saat Joon Jae dan Chung tidak saling mengucap sepatah kata dan hanya saling menatap.

"Saat Chung seperti itu, aku merasakan semacam karisma yang sulit didekati"


Joon Jae bertanya apakah Nam Doo tahu cerita tentang putri duyung. Bukankah ceritanya putri duyung naik ke daratan dan jatuh cinta dengan pangeran. Nam Doo membenarkannya, tapi kemudian dia malah mencampurkan cerita putri duyung dengan cerita Cinderella.


Saat dia diprotes, dia membela diri kalau semua cerita dongeng itu sama. Putri duyung jatuh cinta dengan pangeran lalu mereka menikah, selesai. Tae Oh langsung mendebatnya, itu kisah versi Disney. Dalam cerita aslinya, putri duyung justru meninggal. 

Joon Jae langsung protes keras, kenapa putri duyungnya harus mati? Cerita dongeng anak macam apa itu? Nam Doo lebih aneh sendiri dengan reaksi Joon Jae, kenapa juga dia menanyakan hal itu. Joon Jae menghindari pertanyaan itu dengan memaksa Tae Oh melanjutkan pekerjaannya.

 

Di sauna, Chung sedih melihat orang-orang saling berkumpul dan bercengkerama entah dengan keluarga atau pasangan masing-masing. Dia lalu mengambil matras. Tapi saat dia memilih sebuah tempat, tiba-tiba seorang ahjumma menyerobotnya dengan kasar. Chung jadi semakin kebingungan mencari tempat.


Tak lama kemudian, Tae Oh sudah ketiduran sementara Joon Jae terus berusaha meneliti semua CCTV sambil minum berbotol-botol kopi. Malam berganti pagi tapi masih saja dia belum mendapat hasil.


Joon Jae akhirnya keluar untuk menemui teman gelandangannya Chung, siapa tahu Chung mendatanginya. Gelandangan memaksanya untuk duduk dan mendengarkan peringatannya "Baiklah padanya selagi dia masih bersamamu"

Joon Jae langsung malas dan beranjak pergi dari sana, tapi terlebih dulu dia meminta Gelandangan untuk menghubunginya jika Chung datang. Harus! Joon Jae membuka aplikasinya, tapi ponsel Chung masih mati.


Geng anak SMA itu sukses mencuri tasnya Chung dan mengeluarkan segepok uang yang membuat mata mereka melotot. Mereka lalu menyalakan ponselnya Chung... dan seketika itu pula Joon Jae mendapat notifikasi dari aplikasinya. Dia langsung ngebut ke sana.


Tanpa menyadari ponsel itu tengah dilacak, Geng SMA itu santai saja bagi-bagi uang hasil curian mereka.

"Berhenti di sana!" seru Joon Jae tiba-tiba.

Sontak mereka berusaha menyembunyikan uang-uang mereka dan si pemegang ponsel berusaha menyembunyikan ponsel Chung. Tapi Joon Jae langsung membaliknya dengan menarik tasnya dan merebut ponsel itu dengan mudah.

Salah satunya mengklaim kalau ponsel itu miliknya, Joon Jae jelas tak percaya dan langsung membuktikannya dengan menghubungi nomor Chung.

"Ini milik pacarku. Di mana pacarku?"

Saat mereka menolak menjawab, dia langsung mengiming-imingi mereka. Uang itu boleh jadi milik mereka jika mereka beritahu dimana pacarnya. Siswi yang memegang tasnya Chung langsung percaya dan memberitahu kalau Chung ada di sauna depan.


Joon Jae berterima kasih lalu mengulurkan tangannya. Tapi begitu si siswi menjabat tangannya, Joon Jae langsung menariknya dan merampas tas Chung darinya dan mengumumkan dirinya "Aku adalah penipu."

Dia menasehati mereka untuk berhenti melakukan hal ini, bisa-bisa nanti mereka berubah jadi sepertinya "Jika orang yang kalian sukai menanyakan pekerjaan kalian, maka kalian harus berbohong tentang segalanya. Apa kalian suka begitu?"

Dia lalu pergi meninggalkan ke-4 siswi yang langsung berdecit kegirangan karena bertemu cowok cakep barusan.


Di sauna, Chung sedang ngobrol bersama Chi Hyeon yang datang mengunjunginya. Dia hendak memberikan telurnya untuk Chung, tapi Chung langsung menepak telur itu ke dahinya dengan santai tanpa merasa kesakitan sedikitpun lalu menelannya secara utuh. Chi Hyeon lucu sendiri melihatnya.

Chung mengeluh lesu bahwa dia tidak bisa tidur dan tidak selera makan. Tapi kemudian dia menepak kepalanya dengan telur kedua. Sepertinya selera makannya sudah kembali.


Joon Jae menghambur masuk ke sauna dan akhirnya dia melihat Chung sedang makan telur, tapi dia tidak melihat Chi Hyeon yang tersembunyi di balik tiang. Dia terdiam di sana, teringat semua ucapan kejam yang pernah dia lontarkan pada Chung.


Chung terkejut melihatnya dan Joon Jae langsung menarik Chung kedalam pelukannya dan memeluknya erat-erat. Begitu dia menarik diri, dia langsung mengomeli Chung panjang lebar dan bertanya bagaimana Chung bisa datang kemari.


"Heo Chi Hyeon yang mengantarku."

Saat itulah Joon Jae melihat Chi Hyeon. Chi Hyeon meyakinkan Joon Jae untuk tidak salah paham dan menjelaskan bahwa dia membawa Chung kemari karena Chung bilang dia tidak mau pulang.

"Tidka mau pulang? Kau bilang begitu?"

"Iya" aku Chung


 

Mendesah frustasi, Joon Jae langsung menyuruh Chi Hyeon pulang saja lalu menyeret Chung bicara berdua. Chung mengaku kalau dia sudah me-refund semua barang yang mereka beli. Joon Jae sudah tahu lalu menyerahkan kembali uang dan ponselnya Chung.

"Aku memang orang jahat, tapi ada orang yang jauh lebih jahat dariku di luar sana. Jadi berhati-hatilah"


Joon Jae lalu bertanya apakah Chung mau makan yang lain selain telur yang dia makan tadi. Mulutnya mengaku tidak, tapi pikirannya menyebutkan berbagai macam makanan yang diinginkannya.

Chung tidak menyadari Joon Jae bisa mendengar pikirannya dan Joon Jae tersenyum kecil mendengar pikiran Chung itu "Kau tidak selera makan rupanya. Kukira kau akan pulang, jadi aku membuat iga panggang di rumah."


Pikiran Chung langsung ngiler walaupun mulutnya tetap diam. Joon Jae berusaha menahan tawa dan bertanya apakah Chung mau pulang. Tapi Chung tetap bersikeras bilang tidak. Kenapa? Dalam pikirannya, Chung berkata karena Joon Jae penipu dan sudah menipunya juga.

"Tapi kenapa aku tidak kecewa denganmu walaupun kau orang jahat? Kenapa aku tidak bisa meninggalkanmu yang sudah membodohiku?" batin Chung

Joon Jae kecewa mendengar pikiran itu Chung. Baiklah jika Chung tidak mau pulang, tapi dia menuntut Chung berjanji untuk tetap di sini dan jangan kemana-mana "Kau tidak boleh pergi tanpa mengucap selamat tinggal."

 

Joon Jae beranjak pergi. Tapi begitu keluar, dia langsung pasang kuping. Berharap mendengar Chung berkata 'Jangan pergi, Heo Joon Jae'. Tapi dia langsung kecewa saat dia tak mendengar apapun.


Chi Hyeon menunggunya di depan dan memberitahunya kalau ayah mereka sakit belakangan ini. Awalnya Joon Jae acuh, tapi akhirnya dia kembali dan menanyakan sakitnya Ketua Heo. Chi Hyeon memberitahunya kalau Ketua Heo menderita katarak dan pandangannya semakin memburuk belakangan ini.

Dia tampak cemas, tapi dia tetap keras kepala dan menyindir Chi Hyeon untuk melaksanakan kewajibannya jadi putra yang berbakti dan mengantarkan Ketua Heo ke rumah sakit.

"Dia memang ayahmu sejak awal. Tapi dia ayah pertama yang pernah kumiliki. Memang, seperti katamu. Aku anak palsu yang berakting sebagai anak asli. Tapi aku sangat berterima kasih beliau jadi ayahku. Karena itulah aku ingin mendukungnya dan melindunginya."

Joon Jae sinis mendengarnya. Silahkan saja dia begitu "Berterima kasihlah. Teruslah berbakti dan lindungi dia dengan baik. Supaya ayahku jadi ayahmu. Ada banyak yang gagal dia lindungi dan kehilangan semuanya."


Detektif Hong dan rekannya mendapat laporan yang menyebutkan bahwa Dae Yeoung pindah ke daerah Sejeong-dong pada tanggal 15 April 1988. Dan pada hari yang sama, ada satu orang yang pindah ke rumah yang sama. Seorang wanita bernama Kang Ji Yeon.

Yang membingungkan, Dae Young tidak pernah menikah. Tapi dari data KK-nya Kang Ji Yeon, dia adalah wanita yang pernah menikah dua kali dan kedua suaminya meninggal dunia.


Mereka lalu pergi mencari informasi ke beberapa tetangga Kang Ji Yeon dulu. Seorang ahjumma berkata bahwa Kang Ji Yeon itu punya seorang anak saat dia menikah dengan suami pertamanya.

Tapi kemudian suaminya Kang Ji Yeon meninggal dunia sekitar 1 tahun setelah mereka menikah. Awalnya suaminya baik-baik saja, tapi kemudian perlahan dia mulai kehilangan penglihatannya. Dan gara-gara itu sang suami tidak melihat sebuah mobil yang menabraknya.


Informasi dari seorang Kakek juga mirip. Suami kedua Kang Ji Yeon perlahan mulai kehilangan penglihatannya lalu meninggal dunia tak lama kemudian karena adanya komplikasi.

Bersambung ke part 2

1 comments:

Lanjut kepart 2 seru,,, seru,,, seru,,😍😍😍

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon