Powered by Blogger.

 Content and Images Copyright by SBS 

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 13 - 1

 

Joon Jae menghentikan semua pikiran Chung dengan mengecup keningnya. Dia meminta Chung untuk memikirkan ataupun melakukan apapun lagi lalu mencium Chung.

Chung kembali ke kamarnya setelah itu, tapi tidak bisa memejamkan mata sedikitpun. Akhirnya dia membuka pintunya lagi, tapi mendapati Joon Jae sudah tidur.



Joon Jae memimpikan jaman Joaseon. Malam itu, anak-anak buah Bangsawan Yang menerbangkan beberapa lampion ke langit di atas laut atas perintah Bangsawan Yang yang mulai mencurigai alasan Joon Jae menerbangkan lampion ke langit. Dia yakin jika Se Hwa melihat cahaya lampion, dia akan naik ke permukaan.

Di dalam laut, Se Hwa melihat cahaya lampion itu dan langsung berenang naik ke permukaan... dan Joon Jae tersentak bangun sambil berteriak panik "Jangan, Se Hwa!"


Dia melihat Chung di sampingnya. Joon Jae langsung memeluk Chung erat-erat dan berkata kalau dia bermimpi buruk, mimpi yang sangat menakutkan.

"Kenapa?" tanya Chung

"Entahlah. Awalnya aku tidak takut pada apapun karena aku tak punya apapun. Tapi sekarang, aku ketakutan akan kehilangan sesuatu."


Tapi yang paling membuat Chung penasaran adalah nama yang Joon Jae sebut dalam mimpinya tadi. "Siapa Se Hwa?" tanyanya cemburu "Apa dia juga ikan yang kau rayu? Apa dia wanita?"

Joon Jae bingung bagaimana harus menjelaskannya. Tapi melihat kecemburuan Chung, dia langsung menggoda Chung. Iya, Se Hwa itu wanita. Chung makin cemburu, apa wanita itu cantik?

Joon Jae menatap Chung lekat-lekat dan membenarkan "Dia cantik, sangat."

"Lalu bagaimana denganku?"

"Kau juga cantik."

Chung tidak senang, apa maksud Joon Jae kalau dia dan wanita itu sama-sama cantik, seharusnya Joon Jae pilih salah satu. Apa dia sedang menduakannya seperti gurita? Joon Jae tertawa mendengar kalimat yang Chung gunakan. Chung mengaku mempelajarinya dari internet. Jawab saja, dia lagi serius.

"Tentu saja... kau." tegas Joon Jae

Pikiran Chung langsung sibuk berpikir. Apa Joon Jae sungguh-sungguh? Joon Jae tidak sedang berusaha untuk mengontrolnya, kan? Bagaimana perasaannya pada Se Hwa? Apa Joon Jae sedang menipunya? Apa dia benar-benar lebih cantik daripada Se Hwa? Dimana wanita itu tinggal?

Joon Jae mendengar semuanya tapi dia tetap diam dan menegaskan sekali lagi "Kau."

Chung langsung senang dan mengungkapkannya dengan bahasa gaul yang dipelajarinya di internet. Joon Jae kaget mendengarnya. Chung mengira Joon Jae tidak mengerti dan langsung memberi penjelasan maksud bahasa gaulnya itu.


Dia lalu beranjak pergi, mau kembali ke kamarnya. Tapi Joon Jae mencegahnya, memintanya jangan pergi. Chung malah mengira dia lagi mabuk, soalnya Joon Jae biasanya bicara seperti itu kalau lagi mabuk.

Joon Jae mengiyakannya saja lalu menarik Chung tidur di sampingnya dan memeluknya erat. Joon Jae mencoba tidur, tapi Chung dengan canggung membahas yang 'itu tadi' sambil melirik bibir Joon Jae.

Joon Jae mengecupnya singkat, ini yang Chung maksud? Chung langsung tersipu dan bertanya bisakah dia tidak melupakan yang satu ini? Tentu saja tidak boleh, kata Joon Jae. Dia lalu melingkarkan tangannya, memeluk kepala Chung "Aku harus tidur seperti ini agar tidak mendapat mimpi menakutkan."


Joon Jae tertidur sesaat kemudian, tapi Chung belum bisa tidur. Perlahan dia menjauhkan tangan Joon Jae darinya lalu keluar ke atap dengan perasaan meluap-luap dan bernyanyi riang dalam hati "Heo Joon Jae menyukaiku... Heo Joon Jae menyukaiku... Heo Joon Jae menyukaiku..."

Dia sangat amat bahagia hingga dengan kekuatannya, dia menghidupkan semua lampu di semua gedung dan Menara Namsan. Dia terus melompat-lompat gembira dengan jantung berdebar keras dan badan merasa kepanasan.


Jin Joo membuka pintu kamar Ahjumma untuk memintanya membuatkan air madu tapi malah mendapati Ahjumma sedang minum soju sendirian. Jin Joo cemas, ada apa dengan Ahjumma sampai dia minum sendirian? Apa terjadi sesuatu?

Ahjumma senang mendengar perhatian Jin Joo padanya, sudah lama tidak ada orang yang bertanya apakah terjadi sesuatu padanya. Dia mengaku tadi dia bertemu mantan suaminya. Ahjumma tidak tahu tentang keadaan mata CEO Heo dan mengira kalau CEO tadi melihatnya tapi bersikap seolah mereka orang asing.

"Pasti ada sesuatu yang tidak bisa disembuhkan oleh waktu. Waktu berlalu seperti itu. Tapi tetap saja rasanya sakit."


Mendengar itu, Jin Joo langsung menuang dua gelas wine. Di saat seperti ini mereka harus minum wine. Dia mengaku kalau dia juga sedang stres hari ini karena wanita yang selama ini dia kirimi side dish, hari ini berubah sikap padanya hanya karena dia mabuk dan salah bicara.

Dia sudah mencoba meminta maaf, bahkan berlutut. Tapi wanita itu tetap dingin padanya. Dia tidak terima dengan sikap dingin wanita itu padanya dan bersumpah akan menyebar gosip tentang wanita itu ke seluruh Gangnam jika dia terus diperlakukan seperti ini.

Lagipula dia memang tidak salah bicara kok. Wanita itu memang merebut suami teman sekolahnya untuk mendapatkan posisinya yang sekarang. Ahjumma yang tadinya hendak meminum wine-nya, langsung membeku.

Jin Joo dengan kesal memberitahu Ahjumma bahwa istri pertama pria itu dibuang begitu saja tanpa uang tunjangan sedikitpun dan sampai sekarang tidak ada kabar tentangnya. Ahjumma semakin terkejut mendengar kisah yang jelas mirip kisah hidupnya itu.

Dia berusaha tetap tenang saat dia menanyakan keluarga mana yang Jin Joo maksud. Jin Joo yakin kalau ahjumma tidak mengenal mereka, tapi dia tetap memberitahu bahwa pria itu bernama Heo Il Joong.

Ahjumma benar-benar shock sementara Jin Joo terus mengoceh tentang kekayaan keluarga itu. Jin Joo mengaku bahwa selama ini dia mengirim side dish buatan Ahjumma pada keluarga itu agar mereka diikutsertakan dalam proyek investasi terbaru perusahaan CEO Heo.

Ahjumma langsung menggumam lirih, sama sekali tak menyangka kalau side dish buatannya selama ini dikirim ke keluarga mantan suaminya. "Dunia ini sangat kecil," gumam Ahjumma.


Ibu Tiri menemui Pengacara Lee untuk memastikan kalau Pengacara Lee sudah mengubah surat wasiat Ketua Heo untuk jatuh semuanya ke tangannya dan Chi Hyeon. Pengacara Lee mengusulkan agar mereka memberikan sedikit bagian untuk Joon Jae karena takutnya Joon Jae akan menuntut haknya sebagai anak kandung.

Tapi Ibu Tiri dengan entengnya berkata tidak akan ada gugatan anak kandung jadi dia menolak usulan itu. Dia menjanjikan pendirian firma hukum bagi Pengacara Lee jika rencana ini sukses.


Rencana pun dijalankan. Pengacara Lee dan dua orang saksi yang mungkin anteknya Ibu Tiri, meyakinkan Ketua Heo bahwa isi surat itu sudah sesuai keinginan Ketua Heo. Tentu saja Ketua Heo tidak bisa memastikannya karena pandangannya sangat buram, dia bahkan tidak tahu dimana dia harus menyetempel surat wasiat itu. Pengacara Lee membimbing tangan Ketua Heo untuk menyetempel surat itu dan Chi Hyeon diam-diam mengawasi dari pintu.


Keesokan paginya, Nam Doo baru bangun tidur dan mendapati Chung baru selesai memindahkan beberapa letak furniture seorang diri. Dia mengaku tidak bisa tidur jadi dia berbenah. Nam Doo heran, Chung melakukannya seorang diri? Apa tidak berat?

Chung dengan santainya berkata kalau semua ini sangat ringan lalu melompat-lompat ke dapur dengan gembira sambil menyanyi dalam pikirannya "Heo Joon Jae menyukaiku..."

Joon Jae baru keluar dari kamar mandi saat dia mendengar nyanyian riang Chung itu. Dia langsung tersenyum geli mendengarnya. Joon Jae bersyukur hanya dia yang bisa mendengarnya karena Chung menyanyikan lagu itu berulang kali.


Saat Joon Jae keluar kamar, Chung langsung menghampirinya dan bertanya antusias kemana mereka akan pindah setelah kontrak rumah ini selesai nanti. Joon Jae belum memikirkannya, memangnya kenapa? Chung mengaku dia sangat bersemangat jadi dia ingin memindahkan semua furniture satu per satu.

Joon Jae geli mendengarnya. Dia lalu bertanya Chung mau sarapan apa? Nam Doo langsung request nasi, tapi Chung request pasta. Joon Jae memilih request-nya Chung, tapi mereka tak punya persediaan pasta.


Chung langsung menawarkan diri keluar membeli pasta. Chung keluar dengan hati berbunga-bunga dan penuh semangat. Di tengah jalan, dia membantu seorang nenek menarik gerobak yang berat dan membantu wanita hamil buang sampah.


Sebuah truk pemadam kebakaran lewat di sebuah jalan kecil tapi mereka terhalang oleh mobil yang parkir sembarangan. Polisi pun dipanggil. Tapi saat mereka datang, mobil itu tiba-tiba sudah tak ada di tempatnya. Truk pemadam kebakaran itu pun bisa lewat... tanpa menyadari Chung lah yang sudah memindahkan mobil itu dengan kekuatan supernya.
 

Nam Doo heran kenapa Chung keluar lama sekali. Tae Oh hendak menelepon Chung, tapi Joon Jae tiba-tiba mendengar suara nyanyian riangnya dan memberitahu kedua temannya kalau Chung sudah datang.

Sedetik kemudian pintu dibuka dan Chung masuk dengan membawa belanjaannya. Nam Doo sampai heran, bagaimana Joon Jae bisa tahu? Apa mereka berkomunikasi via telepati?


Saat mereka mulai makan, Nam Doo memberitahu mereka kalau dia punya pekerjaan baru untuk mereka setelah kegagalan mereka menipu Jin Joo. Chung langsung melempar tatapan tajam pada Nam Doo dan Joon Jae.

Joon Jae mengalah dan berkata pada Nam Doo kalau dia tidak mau melakukan pekerjaan itu. Chung senang dan berpikir kalau Joon Jae pasti menyukainya. Joon Jae balas tersenyum manis pada Chung. Nam Doo menatap mereka dengan tak senang.


Setelah sarapan, Nam Doo langsung mengkonfrontasi Joon Jae. Dia tak suka dengan Joon Jae yang lebih mementingkan Chung padahal dia mengenal Chung baru 3 bulan sementara mereka saling mengenal satu sama lain selama 10 tahun.

Joon Jae berkata itu karena dia sudah janji pada Chung dan dia ingin memenuhinya. Nam Doo mengingatkan kalau Joon Jae juga punya janji dengannya. Janji untuk mengerjakan pekerjaan ini sampai Joon Jae menemukan ibunya. Karena janji itu dia mengurus Joon Jae, memberinya makan, bahkan menyekolahkan Joon Jae.

Joon Jae mengingatkan Nam Doo kalau sekarang ini Nam Doo juga sedang nebeng di rumahnya. Nam Doo kesal dan menyatakan kalau dia akan keluar dari rumah ini. lagipula sekarang Joon Jae sudah tidak peduli padanya. Dia pernah bilang kalau penghangat di kamarnya rusak, tapi Joon Jae tidak memperbaikinya. Dia sudah lelah dengan perlakuan Joon Jae padanya.


Joon Jae malas mendengarnya. Tapi Nam Doo mencegahnya melarikan diri dan memaksa Joon Jae mendengarkan pepatah yang mengatakan bahwa kita tidak boleh melupakan teman yang mereka miliki kala kita sedang kesusahan.

Dia lalu menyuruh Joon Jae memilih. Jika dia dan Chung tenggelam di kolam itu, siapa yang akan Joon Jae selamatkan lebih dulu. Joon Jae geli mendengarnya dan menjawab dia akan menyelamatkan Nam Doo lebih dulu.

Hampir saja Nam Doo senang mendengarnya. Tapi kemudian Joon Jae berkata bahwa jika dia tidak menyelamatkan Nam Doo maka Chung yang akan menyelamatkan Nam Doo lebih dulu dan dia tidak suka itu.

Nam Doo sakit hati. Tepat saat itu, Joon Jae ditelepon Detektif Hong dan langsung pergi meninggalkannya.

 

Joon Jae menemui Detektif Hong di pinggir sungai tempat ditemukannya taksi yang dipakai Dae Young untuk menculik Chung. Tae Oh yang menemukan keberadaan taksi itu. Detektif Hong keharanan dengan kemampuan hacking mereka.


Tim forensik melapor kalau mereka tidak menemukan sidik jari atau jejak apapun didalam mobil itu. Detektif Hong hanya terdiam frustasi, malah Joon Jae yang tanya ini-itu sampai-sampai petugas forensik mengira dia seorang jaksa.

Detektif Hong kesal dan menyuruh petugas forensik untuk tidak usah mempedulikan pria ini dan bertanya apa yang mereka temukan. Petugas forensik menunjukkan boneka gurita pink yang Joon Jae jatuhkan, hanya itu yang mereka temukan.

Joon Jae memerintahkan petugas forensik untuk memeriksa tong sampah, mungkin Dae Young membuang pakaiannya dan suntikannya. Petugas forensik langsung mematuhinya, membuat Detektif Hong makin kesal pada Joon Jae.


Tapi Joon Jae mengacuhkan omelannya saat tiba-tiba dia teringat dengan rumah sakit. Waktu itu Dae Young meninggalkan rumah sakit dengan terburu-buru dan meninggalkan tong besar berisi penuh air. Sepertinya tong itu baru diisi hari itu, jadi mungkin sidik jari Dae Young masih tertinggal di tong itu.

Detektif Hong heran, kenapa juga Dae Young mengisi tong dengan air. Joon Jae tiba-tiba teringat dengan mimpi buruknya tentang Bangsawan Yang yang menerbangkan lampion ke udara untuk menangkap Chung.


Di rumah Jin Joo, Ahjumma memberitahu Jin Joo kalau dia ingin berhenti bekerja. Jin Joo tidak rela melepaskannya begitu saja, sulit mendapatkan seorang pekerja keras seperti Ahjumma. Lagipula sekarang dia sudah terbiasa dengan sifat aneh Ahjumma.

Jin Joo cemas kalau Ahjumma mau berhenti karena marah padanya. Ahjumma menyangkal dan mengklaim kalau dia hanya ingin istirahat. Si Ah datang saat itu dan menuduh Ahjumma sedang protes minta kenaikan gaji dan menasehati Jin Joo untuk tidak usah menahan kepergian Ahjumma.

Jin Joo mengacuhkannya dan meminta Ahjumma tetap tinggal sampai dia mendapatkan pengganti Ahjumma. Ahjumma setuju. Si Ah lalu menyuruh Ahjumma untuk menemuinya di suatu tempat setelah dia pulang kerja nanti.


Beberapa saat kemudian, Ahjumma membawa beberapa kantong belanjaan ke alamat yang dikirim Si Ah. Tapi di tengah jalan, seorang pencopet bersepeda merampas tasnya dan membuat Ahjumma terjatuh karenanya.

Chung kebetulan lewat dan langsung mengejar si pencuri. Entah apa yang terjadi, Ahjumma hanya mendengar suara gedebukan. Lalu tak lama kemudian, Chung muncul kembali dengan membawa tasnya Ahjumma dan membantu mengumpulkan barang-barang Ahjumma yang terjatuh.

Ahjumma berterima atas bantuan Chung dan ingin membalas kebaikan Chung. Tapi Chung menolak, mengucap annyeong lalu pergi meninggalkan Ahjumma yang menatapnya dengan keheranan. Dan si pencuri ternyata diikat Chung di tiang listrik.

Saat Ahjumma datang, Si Ah langsung mengomelinya karena Ahjumma sudah membuatnya menunggu lama, bahkan mengacuhkan alasan Ahjumma yang jujur berkata kalau dia telat karena ketemu pencuri.

Ternyata Si Ah membawa Ahjumma ke rumah Joon Jae dan mengaku kalau ini adalah rumah calon pacarnya. Dia membawa Ahjumma kemari karena calon pacarnya itu menyukai masakan Ahjumma.


Mereka pun masuk dan Ahjumma langsung ternganga kaget... melihat Chung (Kukira Joon Jae). Sayangnya tidak ada orang di rumah selain Chung. Ahjumma senang bertemu lagi dengannya, apa ini rumahnya?

Si Ah heran dari mana mereka saling mengenal. Ahjumma kan sudah bilang kalau tadi dia bertemu pencuri dan nona inilah yang menyelamatkannya.


Chung dengan manisnya membantu membawakan belanjaan Ahjumma, Ahjumma jadi semakin menyukainya. Si Ah tidak peduli dan langsung masuk ke kamar Joon Jae untuk memberikan informasi lain tentang Kim Dam Ryung.
 

Dia melihat-lihat kamar itu dan mendapati foto masa kecil Joon Jae dan ibunya. Awalnya dia biasa saja dan hendak melangkah pergi saat tiba-tiba saja dia ingat pernah melihat foto ibu dan anak itu mirip dengan foto keluarga yang dia lihat di kamar Ahjumma.

Si Ah langsung galau dan menolak mempercayainya. Pasti cuma mirip saja, pikirnya. Tapi saat dia melihat foto itu sekali lagi, dia mulai cemas menyadari kemiripan wajah ibu dan anak dalam foto ini dan foto di kamar Ahjumma.


Saat Detektif Hong mengantarkan Joon Jae pulang, Joon Jae bertanya perawatan apa yang dulu pernah Dae Young lakukan di rumah sakit yang sudah tutup itu. Detektif Hong berkata Dae Young menderita delusi paranoid dan gangguan bipolar, dia rutin ke rumah sakit itu untuk mendapat perawatan dan obat.

Kalau begitu Joon Jae menyimpulkan kalau Dae Young pasti masih membutuhkan obatnya sampai sekarang. Karenanya dia menyuruh mereka menyelidiki tem medis psikiatri. Walaupun kesal tapi Detektif Hong berkata kalau dia akan melakukannya.


Begitu Joon Jae pergi, Rekan Detektif Hong langsung menggerutu heran kenapa mereka selalu saja mematuhi perintah Joon Jae. Detektif Hong berkata kalau mereka hanya akan memanfaatkan Joon Jae untuk memancing Dae Young.

Bersambung ke part 2

2 comments

haha.. gara2 nam do bilang "jika aku dan chung tenggelam. siapa yg akan kau selamatkan lebih dulu?"jadi keingetan sama choi young do dan myung soo ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜‚ di the heirs myung soo juga pernah bilang gitu๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ jd kangen the heirs๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ thanks kakak sinopsisnya๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™ fighting๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™

Suka..keren bgt bahasanya...semngat

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon