Powered by Blogger.

Content and Images Copyright by SBS

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 13 - 2


Shi Ah terus memperhatikan Ahjumma yang sedang menyuapi Chung. Dia gusar mengingat ucapan Nam Doo bahwa Joon Jae dan Ibunya sudah terpisah. Mereka tidak bisa menemukannya karena Ibu Joon Jae tidak meninggalkan jejak apapun. Shi Ah sebelumnya berharap supaya bisa bertemu dengan Ibu, ia yakin bisa melakukan yang terbaik.


“Ya ampun, kapan pacarmu kembali? Aku hampir saja selesai.” Tanya Ahjumma pada Shi Ah.

“Pacar siapa? Apa mungkin Heo....” Shi Ah buru – buru membekap mulut Chung dan segera mengajak Ahjumma pergi.


Sekeluarnya dari rumah Joon Jae, Joon Jae malah sudah berada di pintu menaiki tangga. Shi Ah semakin panik dan bergegas memasukkan Ahjumma ke dalam mobil. Joon Jae sekilas mobil mereka tapi ia sama sekali tidak menaruh curiga.


Sesampainya di rumah, Shi Ah menghampiri Jin Joo yang tengah mengajari Elizabeth. Dia bertanya apakah Ahjumma pernah menceritakan sesuatu tentang putranya pada Jin Joo. Seingat Jin Joo, katanya Putra Ahjumma itu tampan dan juga pergi KAIST.

Shi Ah semakin lemas mengingat bagaimana dia sering mengatakan hal-hal kasar dihadapan bibi. Jin Joo penasaran kenapa Shi Ah mempertanyakannya, apakah Ahjumma dan anaknya sudah bertemu kembali?


Shi Ah menggeleng frustasi, ia mencoba memastikan sekali lagi dengan membandingkan foto yang ada dikamar Joon Jae dan foto keluarga Ahjumma. Shi Ah semakin tidak punya tenaga. Ahjumma datang dan menegurnya, ada apa kau ada di kamarku?

“Apa foto yang ada disana adalah putramu?”

“Ya.”


Shi Ah makin tidak bisa tenang saja mendengarnya. Mendadak Shi Ah menjadi hormat pada Ahjumma dan meminta izin untuk memanggilnya Ibu. Ahjumma jadi heran, kenapa dia menjadi ibunya? Apa dia sakit? Dengan menggunakan bahasa formal, Shi Ah menawarkan segelas air untuknya. Ahjumma menolak, ia meminta Shi Ah mengatakan saja apa yang sebenarnya ingin ia katakan.

“Sebentar lagi.. sebentar lagi.. aku akan mengatakannya, ahju... Eommoni.” Ucap Shi Ah ngabur.


Joon Jae sedang memperhatikan kamar loteng yang sepertinya tampak dingin, ia pun memutuskan untuk menyuruh Chung tidur dibawah. Chung cengengesan gembira karena mengira mereka akan tidur bersama lagi. Joon Jae langsung mengatakan bahwa dia yang akan tidur di loteng. Dan ada sesuatu yang membuat Joon Jae penasaran, apakah saat Ma Dae Young menculiknya, dia menyiapkan air?

“Hmm.”

“Kenapa?”

Chung diam membatin, sebenarnya Ma Dae Young mengetahui dia sebagai Putri Duyung melalui mimpinya. Dia ingin mengonfirmasinya sendiri oleh karena itu, Chung tidak bisa mengatakan hal ini pada Joon Jae.


“Jangan. Kalau kau sulit mengatakan sesuatu, maka jangan memaksakan diri untuk mengatakannya.” Joon Jae memeluk Chung.

“Aku takut karena orang itu mengetahui rahasiaku.” Batin Chung.

Joon Jae mengelus kepalanya dan meminta dia tidak usah khawatir. Tidak akan ada yang terjadi ataupun terulang. Apapun yang terjadi sebelumnya tidak akan terjadi di masa sekarang. Dia akan melakukannya.


Ketua Heo keluar dari kamarnya mencari sang istri. Karena pandangannya kabur, ia tidak bisa menemukan istrinya yang berada dihadapannya. Ketua Heo terus berjalan menuju tangga, celakanya dia terpeleset dan jatuh. Seo Hee (Ibu Tiri) diam memperhatikannya dari dekat tembok.

Chi Hyun panik saat menemukan ayahnya tergeletak. Ia terkejut melihat Ibunya diam berdiri tidak jauh dari sana tanpa memberikan pertolongan. Ia pun menatap Ibunya saat menelfon Sekretaris Kim “Ayah pingsan.”


Chi Hyun menanti dengan cemas, Dokter mengatakan bahwa Ketua Heo mengalami banyak pendarahan internal untungnya operasinya berjalan lancar. Chi Hyun bertanya apakah Ayahnya masih bisa menjalankan pekerjaan sehari-hari. Dokter tidak bisa memastikan karena dia belum sadar, mereka perlu melakukan pengamatan lebih dulu.

Suster keluar dari ruangan Ketua Heo “Saya pikir ayah anda memanggil anda.”


Chi Hyun bergegas menemui Ayahnya dan mengelus tangannya dengan khawatir. Melihat ayah yang komat-kamit, ia mendekatkan telinganya supaya mendengar suara Ayah. Chi Hyun tampak sangat sedih dan kecewa saat Ayah terus memanggil nama Joon Jae ketika ia tidak sadarkan diri.


Chi Hyun berjalan lurus tanpa memperhatikan sekelilingnya. Seo Hee sampai heran melihat putranya berjalan melewatinya begitu saja. Tidak lama kemudian, kamarnya sudah tampak berantakan dengan kaca dan bingkai yang sudah rusak berserakan dilantai. Chi Hyun memperhatikan fotonya bersama Ayah kemudian membakarnya.


Joon Jae membaca file yang Shi Ah tinggalkan di kamarnya. Ia menuliskan keterangan bahwa barang-barang yang ditemukan sepertinya berasal dari kapal karam. Kemungkinan terjadi saat Dam Ryung dikirim ke pengasingan dan terjadi badai. Joon Jae ingat kilasan saat Bangsawan Yang dan Dam Ryung bertemu di tengah lautan. Ini membuatnya pening.

“Apa kau sudah menjaganya dengan baik?” tanyanya pada lukisan Dam Ryung.

 

Chung masuk ke kamar Joon Jae, sontak Joon Jae menyembunyikan dokumennya. Dia mengaku pada Joon Jae bahwa dia mengetahui sesuatu. Chung rupanya baru saja menonton video yang membahas masalah hubungan percintaan. Disana, MC mengatakan bahwa laki-laki biasanya lebih suka wanita yang sulit didapatkan. Ia menyarankan supaya mereka setuju untuk berkencan tapi menolak melakukan skinship.

“Kenapa? Itu sesuatu yang bagus, kenapa harus menolak?”

Selain itu, MC menekankan bahwa cinta pertama bagi seorang pria adalah sebuah stigma.


Chung bilang pada Joon Jae kalau cinta pertama itu bagaikan stigma, dia bisa tahu kalau hati Joon Jae sudah di stempel dan tidak bisa pergi lagi. Dia yakin kalau Se Hwa adalah cinta pertama Joon Jae. Joon Jae mencoba menjelaskan namun Chung langsung pura-pura tidak perduli.

Mungkin karena Se Hwa sudah menyetempel hatinya sehingga ia punya mimpi buruk tapi yang Chung tahu, cinta pertama seorang pria tidak akan menjadi kenyataan. Sontak ucapan Chung membuat Joon Jae bungkam.


Seo Hee menghubungi Ma Dae Young, dia mempertanyakan bukankah seharusnya Dae Young menangkap Joon Jae tapi kenapa dia malah menculik seorang gadis? Dae Young mengaku bahwa dirinya mempunyai sebuah mimpi tentang kehidupan masa lalunya. Mungkin sulit dipercaya tapi dalam mimpinya ada Joon Jae, gadis itu, dan juga Seo Hee. Dalam mimpinya, gadis itu adalah Putri Duyung.

Seo Hee yakin kalau Dae Young sudah lama tidak minum obat, dia menyuruhnya untuk minum obat. Dia sudah hampir menyelesaikan masalah Ketua Heo, tinggal Heo Joon Jae yang perlu ditangani. Setelah itu, mereka bertiga bisa tinggal bersama.  Tolong berfikiran lurus dan minumlah obatmu.

“Baiklah.” Jawab Dae Young.


Polisi menyelidiki kasus Ma Dae Young lagi. Dalam catatan mereka, Ma Dae Young sering mendatangi Profesor Jin Kyung Won dalam beberapa bulan sekali.


Joon Jae sedang menemui seorang psikiater dan menceritakan tentang pengalamannya yang sering bermimpi namun dalam mimpinya tidak pernah berjalan dengan baik. Psikiater bertanya apakah Joon Jae ingin melupakannya?

Tidak. Joon Jae hanya ingin tahu jika memang pria itu ingin memberikan sebuah pesan padanya, maka ia ingin mengetahuinya. Psikiater memastikan, apakah tidak apa-apa? Melihatnya bisa membuat Joon Jae mengalami trauma mendalam.


Ma Dae Young sudah berdiri didepan sebuah pintu bertuliskan Profesor Jin Kyung Won. Sementara didalam ruangan terdapat Joon Jae yang sudah mulai melakukan hipnoterapi.

Jaman Joseon...


Dam Ryung menemui sahabatnya dan dia menyuruhnya untuk tidak melupakan sesuatu. Sahabatnya tidak yakin, kalau dia meninggalkan tugas seperti itu, bagaimana dirinya bisa hidup? Kapan mereka akan bertemu kembali?

Hari ini adalah tanggal 15 Desember, Dam Ryung teringat akan mimpinya dimasa depan saat Joon Jae melihat buku sejarah yang menunjukkan tanggal kematiannya adalah 11 Desember. Sepertinya dia hanya bisa menunda tanggal yang ia tahu.

Dam Ryung sadar bahwa dia tidak bisa mengubahnya hanya dengan menggunakan kekuatannya sendiri. Pertemuannya dengan sahabatnya sudah ditentukan, ia yakin mereka akan bertemu kembali.


Dam Ryung digiring ke dermaga, ia melihat beberapa orang sedang melipir di pinggir pantai menuju suatu tempat. Prajurit Istana (Detektif Hong) mengawalnya untuk menuju ke tempat pengasingan.


Disisi lain, anak buah Bangsawan Yang mulai menjalankan rencananya dengan menerbangkan lampion ke langit. Se Hwa yang berada ditengah lautan segera naik ke permukaan karena mengira mendapatkan kode dari Dam Ryung. Dam Ryung sendiri terkesiap melihat lampion berterbangan dilangit.


Dimasa kini, Joon Jae terlihat sangat tegang. Dae Young memutar gagang pintu untuk masuk ke ruangan Profesor Jin Kyung Won.


Bangsawan Yang melihat penampakan Se Hwa di air. Ia menginstruksikan anak buahnya melemparkan jaring.


Dam Ryung meminta pada Prajurit Istana untuk berbalik. Prajurit Istana menolak karena ia tidak mungkin melakukannya. Dam Ryung menjelaskan bahwa hidup orang yang sangat ia percaya bergantung padanya.  Dia akhirnya menarik pedang Prajurit Istana dan mengarahkan ke lehernya, kontan anak buahnya mengarahkan pedang ke leher Dam Ryung.

Dam Ryung berjanji akan segera melanjutkan perjalanan jika dia mau menuruti permintaannya. Jika ia tidak bisa melindunginya maka dia tidak punya alasan untuk hidup lagi. Prajurit Istana menyuruh rekannya menuruti permintaan Dam Ryung, dia yang akan bertanggung jawab. Orang ini lah yang telah membantu Ayahnya ketika Ayahnya mendapatkan tuduhan palsu.


Se Hwa sudah dikelilingi oleh jaring dan tidak bisa melarikan diri. Mereka kemudian menyerangnya dengan panah dan melemparkan tombak agar bisa menangkap Se Hwa, Bangsawan Yang menjanjikan hadiah jika mereka bisa menangkapnya. Se Hwa dengan lihai menghindar namun saking banyaknya panah yang terarah padanya akhirnya lengannya terluka.


Sebuah anak panah terarah pada perahu Bangsawan Yang, dia menyuruh mereka untuk berhenti. Tapi Bangsawan Yang tentu langsung mengejeknya, siapa dia sampai berani menyuruhnya. Dia itu cuma kriminal.

Air laut berubah menjadi merah, lengan Se Hwa mengeluarkan banyak darah. Bangsawan Yang pun dengan brutal menyuruh anak buahnya untuk menghujani Se Hwa dengan panah dan tombak.


Dam Ryung melompat menuju ke perahu Bangsawan Yang dan menyerang mereka. namun dia kalah jumlah sehingga mereka berhasil menebas Dam Ryung. Bangsawan Yang sibuk memperhatikan pergerakan Se Hwa. Ia bersiap melemparkan tombaknya.

Dam Ryung berteriak “Se Hwa!”


Bangsawan Yang dengan senyum licik tetap melemparkan tombaknya. Tombak itu melesat dengan kencang didalam air, Se Hwa bahkan terkejut sampai tidak bergerak melihatnya. Dam Ryung datang tepat waktu dan melindungi Se Hwa dengan menggunakan tubuhnya sendiri menjadi tameng.


Se Hwa terkejut melihat Dam Ryung lemas dihadapannya, saat ia memperhatikan punggung Dam Ryung, ia baru sadar kalau tombak sudah menembus punggungnya. Se Hwa memeluknya sedih, ia memutuskan untuk menekan tombak dipunggung Dam Ryung dan menembus dadanya juga. Keduanya tertusuk dengan tombak yang sama ditengah lautan.


Pertemuan antara Se Hwa dan Dam Ryung terjadi ketika mereka masih remaja. Se Hwa merasa sedih karena dunia mereka berbeda, kalau mereka mati akankah surga akan berbeda atau sama? Dam Ryung rasa akan sama saja.

Jika mereka bertemu di dunia berbeda, Se Hwa berharap untuk menjadi Dam Ryung dan Dam Ryung menjadi dirinya supaya ia bisa mengenalinya. Tidak, Dam Ryung tetap ingin Se Hwa menjadi dirinya dan ia menjadi dirinya pula.

“Apa kau akan mengingat kata-katamu?”

“Aku berjanji akan mengingatnya meskipun terlahir kembali. Aku akan menemukanmu, bertemu denganmu dan menjagamu. Percakapan kita sekarang.. aku akan mengingatnya.” Janji Dam Ryung semasa remaja.


Dam Ryung dan Se Hwa tenggelam makin dalam lautan, bersama disaat terakhir mereka. Gelang giok yang ada ditangan Se Hwa pun terlepas saat itu.

Bersambung ke episode 14

5 comments

D tunggu lanjutn nya mba makin seru makin penasrn.

D tunggu lanjutn nya mba makin seru makin penasrn.

buagus banget episode yg ke 13 ini,saya nonton bag akhir sampai 3x dan tetap nangis heheheh

MBA Ima maaf, tolong lanjut sinopsis my little princessnya ya? Jangan fokus ke drama baru aja, saya lebih seneng klo g berenti di tengah jalan lg. Ditunggu ya mba, makasih dan maaf.
Putri

iya, mbak... sabar yah. Drama korea adalah proyek utama saya, jadi saya dahuluin drakor.

Saya emang niat nyelesain drama non drakor kok. cuma berhubung akhir tahun jadi sayanya rada sibuk sm kegiatan lain

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon