Powered by Blogger.

 Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 8 - 1


Chung masuk ke dalam kolam dan berubah kembali menjadi duyung sembari teringat akan peringatan Jeong Hoon untuk tidak sampai ketahuan manusia karena tidak ada manusia yang bisa menerima jati diri makhluk seperti mereka. Pria yang Chung cintai pun seperti itu.


Tapi tepat saat itu, Joon Jae masuk kembali kedalam rumah untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan. Dia melihat Chung didalam kolam dan mendekat dengan penasaran. Panik, Chung langsung berteriak melarang Joon Jae mendekat.

Langkah Joon Jae sontak terhenti. Dia memperhatikan bahu telanj*ng Chung dan langsung berpikir kalau Chung sedang telanj*ng bulat. Chung panik menyuruh Joon Jae pergi. Joon Jae pun langsung menutup mata, tapi sedetik kemudian dia merasa tersinggung "Apa pikir aku pria macam apa...?"

"Kubilang berbalik!" teriak Chung

 

Joon Jae akhirnya berbalik sambil ngomel-ngomel karena Chung tidak melaksanakan perintahnya untuk bersih-bersih rumah malah main-main di kolam. Chung hendak mengambil kimononya, tapi Joon Jae tiba-tiba berjalan mundur ke arah kolam lagi.

Joon Jae cuma berniat untuk menutup pintu kolam dan menanyakan sesuatu. Tapi Chung panik bukan main sampai melarang Joon Jae menutup pintu, pokoknya jangan mendekat dan tidak usah melakukan apapun, jangan pula bertanya-tanya!


Setelah aman dalam balutan kimononya dan ekornya berubah menjadi kaki manusia lagi, Chung akhirnya memperbolehkan Joon Jae berbalik. Tapi saat dia berbalik melihat Chung, Joon Jae malah jadi semakin canggung dan malu.

Chung bertanya apa yang mau Joon Jae tanyakan. Joon Jae bingung sampai lupa dan akhirnya hanya mengomeli Chung yang sembrono di rumah yang penuh dengan pria. Chung juga tidak menyaka kalau Joon Jae akan kembali tiba-tiba, tidak seharusnya Joon Jae mendadak kembali setelah dia keluar rumah.

Joon Jae langsung terdiam merasa bersalah, tapi sedetik kemudian dia balik protes. Ini kan rumahnya, terserah dia dong mau balik atau tidak. Chung lah yang seharusnya menjaga sikap di rumah ini.

"Kau itu beruntung karena aku yang datang. Bayangkan apa yang akan kau lakukan kalau sampai para kunyuk itu yang ada di sini"

"Apa yang membuatnya jadi pilihan yang menguntungkan?"

Tidak bisa menjawab, Joon Jae akhirnya hanya bisa balik protes dan memerintahkan Chung untuk segera ganti baju. Tapi Chung hanya bisa ganti baju setelah Joon Jae pergi. Joon Jae pun akhirnya buru-buru pergi tanpa mengambil ponselnya lebih dulu.


Dia kembali ke parkiran dan merasa kepanasan padahal kedua rekannya malah kedinginan. he! Melihat mereka berdua dengan tatapan tak percaya, dia langsung menetapkan aturan baru saat itu juga.

Mulai sekarang, kalau mereka mau balik ke rumah maka mereka harus memencet bel atau membuat suara untuk mengumumkan kedatangan mereka. Hal itu berlaku untuknya juga, dia juga memperingatkan Tae Oh untuk tidak meretas kunci rumah atau semacamnya.


Chung menemui Jeong Hoon yang mengomeli Chung karena dia hampir saja ketahuan. Jeong Hoon menduga kalau Joon Jae pasti akan penasaran dan terus berusaha membuat Chung mengungkap rahasianya.

Chung mengaku kalau Joon Jae sudah melakukan itu sekarang dengan terus menerus menuntutnya untuk menceritakan kejadian di Spanyol dan mengancam mengusirnya kalau dia tidak mau bicara. Jeong Hoon memperingatkannya untuk tidak jatuh kedalam strategi semacam itu, pokonya dia tidak boleh sampai mermaiding out (mengungkap rahasia).

"Itulah sedikit keuntungan dari sesuatu yang disini disebut sebagai 'kebohongan'" ujar Jeong Hoon.

Di tempat asal mereka, semua duyung dalam radius 10km akan bisa mendengar kata hati mereka. Sedangkan di sini mereka bisa menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya dan berbohong karena orang lain tidak bisa mendengar pikiran mereka.


"Apa manusia memang berbohong sebanyak itu?"

"Mereka bukan cuma banyak berbohong, tapi mereka berbohong setiap kali mereka buka mulut"

Dia lalu mencontohkan sebuah poster promosi dapat ponsel gratis karena bosnya lagi gila. Tapi Jeong Hoon memberitahu Chung bahwa maksud sebenarnya promosi itu adalah walaupun mereka memberikan ponsel gratis tapi mereka akan tetap mendapatkan uang mereka kembali dengan membujuk kita untuk datang dan menghabiskan uang kita di tempat itu lebih dulu.

Saat kita belanja, biasanya pegawai toko akan berkata kalau baju itu cocok banget untuk kita padahal itu cuma bujukan supaya kita membeli barang dagangan mereka. Dia juga memberitahu Chung bahwa kata 'cinta' adalah kata yang sangat umum disini, jadi Chung jangan terpedaya oleh kata itu. Dia membuktikannya dengan menelepon 114 dan seketika itu pula suara operator dengan manisnya berkata "Aku mencintaimu, pelanggan"

Lalu bagaimana caranya mengetahui manusia yang berbohong? tanya Chung. Berdasarkan pengamatan Jeong Hoon, manusia yang berbohong itu biasanya tidak bisa menatap mata lawan bicaranya, bicaranya tergagap, kadang mereka memegang telinga atau bibir mereka dan menyilangkan kedua tangan di dada.

 

Tepat saat itu juga, Joon Jae melakukan hal yang sama persis dengan yang digambarkan Jeong Hoon. Saat Nam Doo mengomentari sikap Joon Jae yang belakangan sangat perhatian pada Chung, Joon Jae menyangkal keras walaupun dia mengatakannya sambil mengusap bibirnya. hehe.

Nam Doo tak percaya, apalagi ini pertama kalinya dia melihat Joon Jae menuntut dress code. Joon Jae membela diri kalau dia tidak cuma menuntut itu dari Chung saja, dia juga menuntut dress code pada Nam Doo dan Tae Oh kok. Tapi dia mengatakan itu sambil pegang telinga.


Dia lalu minta diturunkan di museum untuk menemui Si Ah yang pastinya senang mendapat kunjungan kejutan dari Joon Jae. Tapi Joon Jae datang bukan untuk mengunjunginya, melainkan menanyakan tentang reruntuhan kapal karam yang mereka temukan dan nama pemiliknya. Si Ah dengan senang hati memberitahu Joon Jae bahwa pemiliknya bernama Kim Dam Ryung, seorang walikota di desa Heupgok.


Dia lalu membawa Joon Jae untuk melihat vas antik aneh itu. Joon Jae memperhatikan gambar itu baik-baik dan seketika itu pula dia mendapat kilasan ingatan saat dia tenggelam dan seekor putri duyung menciumnya. Joon Jae langsung melepaskan tangannya dari vas itu dengan shock.


Joon Jae lalu pergi menemui psikiater dan memberitahu dokter tentang mimpi-mimpi aneh yang dialaminya belakangan ini. Bukan cuma mimpi malah, bahkan saat dia melihat gambar di vas, dia merasa gambar pria di vas itu adalah dirinya.

Dia sudah pernah melakukan hipnosis kognitif untuk mengembalikan ingatan yang terlupa, tapi apa yang dialaminya ini berbeda. Rasanya seperti ada bagian dalam ingatannya saat dia di Spanyol yang terhapus. Dia bertanya-tanya apakah hal seperti ini mungkin?


Dokter berkata mungkin saja Joon Jae mengalami fenomena disosiatif atau amnesia episodik sporadis. Dokter lalu menghipnotis Joon Jae. Dalam mimpi hipnotisnya, Joon Jae melihat sosok dirinya dan kilasan-kilasan segala hal yang terjadi pada sosok dirinya di jaman Joseon.

Saat dia berkuda dan menyelamatkan seorang wanita dari sekawanan penjahat, Bangsawan Yang yang tersenyum licik, temannya yang sekarang di bibir jurang, hingga dia melihat wajah wanita yang dia selamatkan itu mirip Chung.


Joon Jae tersentak bangun dari tidurnya dengan nafas tersengal-sengal. Dokter pun langsung menanyakan apa yang Joon Jae lihat dalam mimpinya. Tapi Joon Jae yakin kalau apa yang dilihatnya dalam mimpinya barusan bukan ingatan alam bawah sadar melainkan ilusi, karena rasanya tidak masuk akal.


Joon Jae pulang bertepatan dengan Chung yang hendak keluar dengan dandanan cantiknya. Joon Jae seketika teringat akan mimpinya melihat Chung di jaman Joseon. Dia lalu bertanya Chung mau pergi kemana. Tapi sebelum Chung sempat menjawab, Joon Jae mengklaim kalau dia tidak perlu jawab karena dia juga tidak mau tahu.


Dia mengizinkan Chung pergi. Tapi belum sempat Chung keluar, tiba-tiba Joon Jae menetapkan aturan baru yang harus ditaati semua orang. Mulai sekarang mereka semua punya jam malam dan dia menetapkan batas jam malam mereka adalah jam 8. Jadi Chung harus pulang sebelum jam 8 kalau tidak maka Chung tidak boleh masuk rumah.

"Hei, sekarang sudah jam setengah 8 malam" protes Nam Doo. Chung harus kemana kalau cuma setengah jam, sekalian saja suruh dia jangan pergi.

Joon Jae mengklaim kalau dia tidak melarang Chung pergi, pergi saja! Terserah dia mau bertemu pria... sebentar, dia kan tidak tahu Chung mau pergi bertemu pria atau wanita. Pokoknya dengan siapapun Chung bertemu, dia harus pulang sebelum jam 8, kalau tidak silahkan saja dia keluar dari rumah ini.

 

Nam Doo geleng-geleng melihat tingkah Joon Jae. Tapi dia penasaran buku-buku di atas meja... buku yang berjudul kiat-kiat menjadi PNS. Apa Joon Jae mau jadi PNS? Joon Jae menyangkal dan beralasan kalau dia membacanya hanya untuk persiapan, siapa tahu berguna untuk pekerjaan mereka nantinya.


Chung akhirnya batal pergi dan memutuskan keluar besok saja. Joon Jae refleks tersenyum senang walaupun dia buru-buru menyembunyikannya lalu masuk kamarnya. Nam Doo penasaran Chung mau pergi kemana jam segini?

Chung dengan santainya memperlihatkan se-kresek mutiara miliknya dan berkata kalau dia mau menukarkan itu dengan uang untuk diberikan pada Joon Jae. Nam Doo sontak kaget melihat banyaknya mutiara-mutiara mahal didalam kresek itu.

Dia mengaku kalau dia mendapatkan semua itu dengan bekerja keras. Dalam flashback, kerja keras yang dimaksudnya adalah menonton drama melo (Doctor Stranger, That Winter The Wind Blows) yang membuatnya menangis sambil menadahi air matanya dengan kresek.


"Kerja macam apa sampai kau mendapat mutiara berkualitas tinggi seperti ini?" tanya Nam Doo heran "Kau semakin misterius. Seharusnya kau muncul di program investigasi 'Katakan Sejujurnya'"

Nam Doo minta satu, tapi Chung menolak dan langsung merebutnya kembali. Nam Doo beralasan mau melihatnya sekali lagi padahal diam-diam mencuri satu biji saat perhatian Chung teralih mendengar suara rice cooker yang mengumumkan kalau nasinya sudah matang.


Saat jalan-jalan bersama keesokan harinya, Jeog Hoon tiba-tiba merasa jantungnya kesakitan. Dia memberitahu Chung bahwa dia sebenarnya cukup kaya, tapi dia sengaja datang kemari dan bekerja sebagai penjaga pantai karena jantungnya hampir mencapai batas waktunya.

Dia harus masuk ke air selama beberapa jam sehari untuk bertahan hidup sehari, walaupun dia tidak tahu sampai kapan cara itu akan terus manjur. Memang ada cara lain, yaitu jika cintanya kembali padanya. Tapi itu tidak akan terjadi karena dia sudah menikah dengan pria lain.


"Kalau begitu cepat kembali ke laut. Kenapa berlama-lama di sini?"

"Kau sendiri kenapa disini?"

Jika Chung menghapus ingatan pria itu demi membantunya maka seharusnya Chung menganggap itu sebagai kenangan indah saja dan kembali ke laut. Siapa juga yang akan berterima hanya karena dia menepati janji sampai jauh-jauh datang kemari? Untuk apa juga? Lebih baik Chung kembali saja sebelum terlambat.


Tapi Chung tidak mau. Kalaupun dia kembali, dia akan sangat merindukan Joon Jae. Bagaimana dia bisa hidup seperti itu. Jeong Hoon mengaku bahwa alasannya bertahan di sini juga sama, tidak ada bedanya dia hidup di sini ataupun kembali.

Chung menitikkan air mata sedih mendengarnya dan Jeong Hoon langsung mengingatkannya untuk menadahi air matanya di kresek. LOL!


Jeong Hoon berkata kalau dia ingin terlahir kembali sebagai manusia dan memacari banyak wanita. Rasanya sangat berat memiliki jantung yang hanya bisa bertahan karena satu orang. Entah berapa lama jantungnya akan bertahan, sekarang ini sudah 2 bulan sejak kekasihnya pergi meninggalkannya.

Jeong Hoon memberitahu Chung untuk tidak mengkasihaninya, karena seperti inilah masa depan Chung nantinya. Air mata Chung kembali mengalir dan Jeong Hoon lagi-lagi mengingatkan Chung akan kreseknya.


Para polisi berjaga sampai malam. Tapi mereka tak menyadari kalau target mereka, Dae Young, sebenarnya lewat di samping mereka dengan menyamar jadi petugas kebersihan jalan.


Saat sedang menuang air ke cangkir, Joon Jae teringat saat Manager Nam muda memberinya secangkir air. Dan wajah Manager Nam muda membuatnya teringat akan sosok pria yang sama di jaman Joseon.

Dia langsung menelepon Manager Nam tapi tidak diangkat. Akhirnya dia mengirim sms menanyakan kabar Manager Nam. Sms itu sekarang dibaca Dae Young. Dia membalas sms itu, pura-pura jadi Manager Nam.

Dia mengajak Joon Jae ketemuan dengan alasan ada yang perlu dia bicarakan tentang Ayah Joon Jae. Joon Jae setuju dan menyarankan bertemu besok malam. Dae Young berkata kalau dia akan menentukan tempat ketemuan mereka nanti. Joon Jae pun lega mengira Manager Nam baik-baik saja.


Chung tidak bisa tidur memikirkan batas waktu Jeong Hoon yang sepertinya tidak akan bertahan lama dan peringatan Jeong Hoon bahwa seperti inilah masa depan Chung. Dia langsung turun untuk menanyakan hal yang sangat mendesak.


"Menurutmu kapan kau akan mulai menyukaiku?" tanya Chung. Dia tahu kalau Joon Jae saat ini tidak menyukainya. Tapi mungkinkah suatu hari dia ada rencana masa depan untuk mencintainya?

"Tidak" jawab Joon Jae. Chung tidak terima jawaban semudah itu dan bersikeras memaksa Joon Jae memikirkannya dulu.


Joon Jae pun berpikir sambil menatap Chung yang menatapnya dengan penuh harap. Dia tampak terpana tapi dia cepat-cepat memutus kontak mata dengan Chung dan mengatai Chung bodoh sesuai namanya. Dia bersikeras kalau dia tidak punya rencana untuk mencintai Chung.

Chung tetap tidak mau menerima jawaban itu, dia akan memberi Joon Jae waktu. Joon Jae meremehkannya. Memangnya Chung pikir seseorang bisa mencintai orang lain hanya dalam waktu beberapa hari? Mencintai adalah hal yang paling sulit di dunia.


"Kenapa?" tanya Chung

"Karena..." sesaat Joon Jae sulit mengatakannya saat menatap wajah sendu Chung. Tapi kemudian dia memberitahu Chung bahwa hal yang paling mudah di dunia ini adalah dikecewakan orang lain.

Setelah menyukai seseorang karena penampilan luarnya, pasti akan ada sesuatu yang membuat kita jadi kecewa. Tidak ada manusia yang bisa mengatasi kekecewaan. Begitulah manusia. Karena itulah mencintai seseorang adalah hal yang paling sulit.

Tapi Chung berbeda "Menurutku, mencintai seseorang itu mudah. Walaupun aku berusaha tidak mencintainya. Aku tidak bisa menahan rasa cinta itu. Seberapa besarnya rasa kecewaku nanti, aku tidak bisa berhenti mencintai. Bagiku, cinta mengatasi segalanya. Jika di kemudian hari kau berencana menyukaiku. Tolong beritahu aku, Heo Joon Jae"


Joon Jae tercengang sampai tidak bisa berkata-kata mendengar semua pengakuan Chung. Chung pun naik kembali ke kamarnya. Tapi mereka berdua tidak ada yang bisa tidur malam itu.

Bersambung ke part 2

Setelah membaca postingan ini harap berikan komentar dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog ini dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon