Powered by Blogger.

 Content and Images credit by SBS

 Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 9 - 1


Joon Jae hendak membawa Chung pergi dari sana. Tapi tiba-tiba dadanya sakit hebat sampai dia pingsan. Chung sontak panik.


Dalam ketidaksadarannya, Joon Jae bermimpi memasuki sebuah ruangan gelap dan penuh cermin yang memantulkan bayangannya. Lalu sosok masa lalunya, Dam Ryung, muncul dari belakangnya dengan menundukkan kepala. Joon Jae berbalik padanya dan saat itulah Dam Ryung mengangkat wajahnya.


Sementara Chung memanggil bantuan, Joon Jae dan Dam Ryung saling berhadapan dan saling menanyakan satu sama lain. Dam Ryung lah yang menjawab lebih dulu, memperkenalkan namanya dan berkata...

"Jika kau adalah aku di kehidupan selanjutnya, ingatlah kata-kata ini setelah kau terbangun dari mimpi ini. Segalanya terulang kembali. Takdir yang terjadi di sini juga terjadi di sana. Takdir buruk juga seperti itu. Lindungi wanita itu dari orang yang berbahaya"


Joon Jae terbangun setelah itu dan mendapati sudah ada petugas ambulance di sana. Chung membantunya bangun dan dengan cemas menanyakan keadaannya. Begitu Joon Jae mengkonfirmasi dia baik-baik saja, Chung langsung memeluknya. Joon Jae sempat kaget dengan pelukan dadakan itu, tapi kemudian dia merangkul Chung dan menepuk-nepuk punggungnya, menenangkannya.


Setelah mereka pergi dari sana, Chung masih mengkhawatirkannya. Joon Jae lebih mencemaskannya dan menanyakan Chung keadaan Chung, tapi Chung mengaku kalau sekarang dia sudah tidak sakit lagi. Mendengar itu, Joon Jae langsung memegang kedua bahu Chung dan mengkonfrontasinya.

"Saat kau bilang kau mencintaiku atau tidak, apakah aku punya rencana mencintaimu atau tidak dan menggangguku, apakah kau berpikir untuk melarikan diri secara diam-diam? Wah, kau sangat menakutkan"

Kalau Chung mau pergi, dia mau pergi kemana? Dia mau pergi ke siapa? Si PNS itu? Chung dengan sedih memberitahu Joon Jae kalau Jeong Hoon sudah pergi ke tempat yang sangat jauh.

Joon Jae masih terus cemburu dan mengira kalau Chung mau ikut pergi bersama Jeong Hoon dan bertanya apakah Jeong Hoon mengajak Chung pergi jauh untuk makan ramyun bersamanya. Chung menyangkal, bukan Jeong Hoon yang memasakkan ramyun untuknya.

"Terus siapa?" tuntut Joon Jae

"Aku tidak bisa memberitahu"


Mendesah frustasi, Joon Jae menggenggam tangan Chung lalu membawanya ke mesin permainan capit dan menyuruh Chung memilih salah satu dari boneka itu. Chung memilih boneka gurita pink. Mendengar itu, Joon Jae memberitahu Chung bahwa Chung sudah memilih yang itu jadi Chung harus mengeluarkan gurita pink itu apapun yang terjadi.

Joon Jae lalu memasukkan koin dan menyuruh Chung mencobanya. Chung hampir saja berhasil mengambil gurita pink itu, tapi pada akhirnya gagal. Joon Jae memberitahunya bahwa dalam hidup, sering kali kita hampir berhasil tapi ternyata tidak.


"Tapi jika kau menyerah sampai di sini, maka gurita pink yang kau pilih itu, tidak akan pernah bisa keluar. Coba lagi"

Chung mencoba lagi, tapi lagi-lagi dia gagal. Tapi saat dia mengeluh, Joon Jae langsung mengomelinya lagi "Kau mau menyerah lagi? Kalau kau sudah memutuskan, maka kau tidak boleh menyerah sampai itu jadi milikmu. Baik itu gurita pink ataupun..." Joon Jae terdiam melihat Chung menatapnya, tapi kemudian dia melanjutkan "... yang lain"


Chung pun akhirnya mencoba lagi dan lagi. Saat dia terus gagal, Joon Jae berusaha menawarkan bantuannya. Tapi Chung menolak mentah-mentah. Dia terus mencoba tapi terus saja gagal. Joon Jae lama-lama bosan menunggunya dan memutuskan pasti ada yang salah dengan mesin capit ini.

Dia yang tadinya menasehati Chung untuk tidak menyerah, sekarang malah menyerah dan mengajak Chung pulang. Dia menyangkal saat Chung menuduhnya menyerah, dia beralasan kalau mereka cuma akan berhenti sebentar.

"Sampai saat berikutnya?"

"Betul. Kau pintar sekali sekarang..." puji Joon Jae sambil mengelus kepala Chung. Pokoknya dia sudah memberitahu Chung inti paling penting dari nasehatnya tadi, dia tidak boleh menyerah terhadap apa yang sudah dia pilih.


Begitu sampai rumah, Nam Doo langsung mengomeli Joon Jae dan menanyakan siapa pelakunya. Joon Jae teringat saat dia mendapat penglihatan Bangsawan Yang yang sama persis dengan wajah Dae Young.

Nam Doo menduga mungkin dia salah satu musuh mereka. Tapi tepat saat itu juga, berita di TV menyiarkan Dae Young yang tertangkap CCTV di beberapa tempat. Dia memberitahu kedua rekannya, buron itulah orang yang menyerangnya.


Chung juga mengenalinya "Dia melepas topinya hari ini"

Joon Jae kaget mendengar Chung mengingatnya. Chung mengaku kalau dia ingat orang itu memakai topi polisi dan topi hitam. Dia mengaku pernah melihat orang itu lagi saat dia membagi-bagikan selebaran.

Joon Jae makin cemas mendengarnya hingga dia jadi emosi dan berteriak mengomeli Chung karena tidak memberitahukan hal seperti itu padanya. Bingung dengan kemarahan Joon Jae, Nam Doo langsung membela Chung dan Tae Oh langsung melempar tatapan tajam ke Joon Jae.


Joon Jae tidak menjawab dan langsung naik ke atap. Dia terus mondar-mandir tidak bisa tenang gara-gara itu, sama sekali tidak mengerti kenapa Dae Young membuntuti Chung. Menurut Nam Doo, mungkin Dae Young cuma sekedar membuntuti Chung dan target utamanya adalah Joon Jae.

Tapi tetap saja itu tidak menjelaskan kenapa Dae Young membuntuti Chung. Tiba-tiba Joon Jae teringat dengan mimpinya dan peringatan Dam Ryung. Joon Jae mendesah teringat mimpinya itu.

Dia lalu memberitahukan mimpinya itu pada Nam Doo. Dia bermimpi hidup di jaman Joseon dan memakai gelang giok milik Kim Dam Ryung itu. Tapi Nam Doo tidak menanggapi ucapan Joon Jae itu dengan serius dan menyebut mimpi Joon Jae itu tidak masuk akal.

"Bagaimana kau jadi Kim Dam Ryung? Memangnya kau melihat kehidupan masa lalumu?"

"Bukan kehidupanku masa laluku, tapi aku merasa seperti melihat dunia paralel. Diriku di dunia yang lain"

Nam Doo sama sekali tidak mempercayainya dan menduga kalau Joon Jae memimpikan mimpi yang tidak masuk akal itu karena dia memberitahu Joon Jae tentang sejarah gelang itu dan Si Ah yang memberitahu Joon Jae tentang penggalian reruntuhan kapal karam itu. Kenyataan memicu mimpi.

Nam Doo yakin pasti itu. Wajar jika dia bermimpi aneh sebelum memulai proyek besar. Mungkin mimpi itu pertanda kalau proyek mereka untuk menipu Jin Joo akan sukses besar.


Di rumahnya, Jin Joo sedang menggosip di telepon dengan temannya dan membicarakan Yoo Na yang tidak selevel dengan anak-anak mereka. Suaminya datang tak lama kemudian. Jin Joo mengakhiri teleponnya lalu bertanya apakah dia sudah bicara dengan CEO Heo.

Dia langsung mengomel kesal saat suaminya bilang kalau CEO Heo terus beralasan sibuk dan tidak menerima undangan makan malamnya. Dia sudah payah menyembunyikan uang gelap itu dari dinas perpajakan dan badan audit. Suaminya tidak suka mendengar uang itu disebut uang gelap dan mengklaim kalau dia sudah bekerja keras mendapatkan uang itu.


Di rumah keluarga Heo, seseorang datang dan berkata kalau dia datang untuk mengirimkan surat untuk Ibu Tiri dan harus diterima langsung olehnya. Ibu Tiri langsung shock melihat si pengantar surat itu Dae Young.

Dia buru-buru keluar dan memberikan amplop tebal berisi uang untuk Dae Young. Dia memberitahu Ibu Tiri kalau Joon Jae bukan sasaran yang mudah karena dia selalu bisa lolos. Ibu Tiri tidak suka mendengarnya, apalagi suaminya tengah berusaha untuk mengatur pertemuan dengan pengacara untuk melegalisasi surat wasiatnya.


Chi Hyun datang saat itu. Dae Young langsung berakting memberikan suratnya pada Ibu Tiri lalu pergi. Chi Hyun jelas heran ada pengantar pesan datang di jam selarut ini. Tapi Ibunya beralasan kalau orang itu mungkin sangat sibuk menjelang akhir tahun lalu cepat-cepat mengajak Chi Hyun masuk.

Chi Hyun bertanya apakah Ibunya sudah mendengar kabar Joon Jae. Saat Ibunya pura-pura tak tahu, Chi Hyun mengaku dia pernah bertemu Joon Jae secara kebetulan. Ibu Tiri langsung cemas tapi saat Chi Hyun mengaku kalau dia belum memberitahu Ayahnya, Ibu Tiri langsung lega.

Dia memuji Chi Hyun karena tidak memberitahu ayahnya dengan alasan kalau CEO Heo belakangan ini stres karena banyak hal. Chi Hyun terus curiga lalu bertanya apakah Ibu sudah tahu kabar Joon Jae dan dimana dia tinggal.

Jika tidak lalu kenapa Ibu tidak tanya apapun lagi, apa Ibu tidak penasaran dengan Joon Jae. Ibu Tiri beralasan kalau dia dan suaminya banyak menderita karena Joon Jae. Jadi pastinya aneh jika dia tertarik dengan keadaan Joon Jae padahal suaminya tidak.


"Tapi ibu, bagaimana jika ayah tidak bisa menunjukkan emosinya karena kita?"

Ibu Tiri mengklaim kalau dia menyayangkan hubungan Joon Jae dan ayahnya yang hancur. Tapi dia mengaku tak yakin kalau dia ingin Joon Jae kembali "Apa kau tidak suka dengan keadaan sekarang ini? Jika Joon Jae kembali, apa kau pikir kita akan bisa mempertahankan keadaan sekarang? Apa kau pikir kau bisa mempertahakan apa yang kau miliki sekarang?"

Chi Hyun tampak sedih mendengarnya. Dia cemas dan memberitahu Ibunya kalau dia hanya ingin melindungi Ibunya. Ibu Tiri senang mendengarnya, tapi dia menyatakan kalau dialah yang harus melindungi mereka berdua.


Keesokan harinya, Joon Jae cs melihat video rekaman CCTV Dae Young yang terlihat di sebuah mini market. Hanya ada satu rekaman itu, sepertinya Dae Young benar-benar ahli menghindari CCTV dan karena itulah polisi belum bisa menangkapnya sampai sekarang.


Tiba-tiba ponsel Joon Jae berbunyi. Dia langsung mengangkatnya dan baru sadar sedetik kemudian kalau itu dari nomor tak dikenal. Dia langsung curiga. Awalnya orang itu memakai bahasa formal saat menyapa Joon Jae dengan identitas palsunya.

Tapi kemudian, begitu orang itu yakin dia bicara dengan Joon Jae, dia langsung mengubah sapaannya dengan banmal dan mengaku kalau dia Chi Hyun. Dia mendapatkan nomor telepon Joon Jae setelah mencoba beberapa nomor telepon. Dia memberitahu tentang keadaan Manager Nam dan mengaku kalau dia mendapatkan nomornya Joon Jae dari rekaman ponsel Manager Nam.

Joon Jae langsung buru-buru ganti baju. Tapi saat dia hendak keluar, dia baru sadar tak melihat Chung sedari tadi. Dia langsung emosi saat Nam Doo dengan entengnya berkata kalau Chung sedang keluar. Dia langsung mengomeli kedua rekannya itu karena membiarkan Chung keluar sendirian. Dia mencoba menghubungi nomor Chung tapi tidak diangkat. Akhirnya terpaksa dia harus mencari keberadaan Chung lewat aplikasinya.


Chung ternyata menemui teman gelandangannya lagi dan memberitahu tentang Joon Jae yang berkata kalau dia berencana mencintai Chung. Si gelandangan berkomentar bahwa hari ini menjadi hari pertama kehidupan cinta Chung.

Dia memberitahu Chung bahwa apapun yang dia lakukan mulai sekarang sangat penting jika Chung ingin Joon Jae tergila-gila padanya. Chung langsung antusias meminta Gelandangan untuk memberitahukan caranya membuat Joon Jae tergila-gila padanya sampai Joon Jae tidak akan pernah bisa waras lagi.

"Hanya itu caranya agar aku bisa terus hidup di sini tanpa tersakiti"


Gelandangan mengaku tidak tahu, tapi dia memberitahu Chung bahwa cinta itu memiliki 3 tahapan. Pertama cinta romantis, lalu cinta panas dan terakhir adalah cinta kotor yang hanya bisa dilakukan oleh ahlinya saja. Dia menasehati Chung untuk memilih cinta romantis.

"Bagaimana caranya melakukan cinta romantis?"

"Sejujurnya, cinta seperti itu butuh keberanian yang kuat. Minum teh, makan, ke bioskop, mengantarmu pulang, mengirim sms, memandang bintang-bintang, merecanakan event untukmu, jual mahal dan menyatakan perasaannya padamu. Tapi semua itu sebenarnya mengarah ke cinta kotor"

"Aku ingin tahu cinta kotor itu"

Gelandangan mengklaim kalau Chung belum siap untuk itu. Jika Chung melakukannya begitu saja maka akhir baginya. Dia lalu menasehati Chung agar dia dan Joon Jae saling membuat nama panggilan kesayangan. Chung memikirkan nama panggilan lalu bertanya, bagaimana kalau putri duyung.

Gelandangan tak setuju, tidak ada yang namanya putri duyung, lebih baik dia membuat sesuatu yang ada di dunia ini. Chung kaget mendengarnya, putri duyung itu tidak ada?


Joon Jae datang saat itu sambil ngomel-ngomel tapi langsung terdiam saat melihat teman gelandangannya Chung. Si gelandangan langsung mengulurkan tangan pada Joon Jae. Tapi Joon Jae risih melihat penampilannya dan membalas uluran tangan gelandangan dengan ujung jarinya saja lalu menarik Chung pergi sambil berbisik.

"Waktu kau di sini dulu, apa kau bersama pengemis itu?"

Gelandangan mendengar bisikannya dan langsung tersinggung, dia bukan pengemis. Joon Jae tidak percaya dan langsung membawa Chung pergi meninggalkan Gelandangan yang masih terus bersikeras membela dirinya. Dia makin emosi saat ada seorang pejalan kaki lewat dan memasukkan uang receh kedalam gelas kopinya.


Joon Jae lalu pergi ke rumah sakit mengunjungi Manager Nam. Sama seperti Chi Hyun, dia juga curiga ada yang aneh dengan kecelakaan ini, mengingat Manager Nam biasanya bukan orang uang akan menyetir dalam keadaan mabuk. Apalagi saat dia mendengar Istri Manager Nam berkata tidak ada rekaman apapun dalam blackbox di hari kecelakaan itu.


Di rumah sakit yang sama, CEO Heo sedang memeriksakan matanya. Dokter mendiagnosisnya menderita katarak traumatis yang mungkin disebabkan benturan atau tertusuk. Tapi CEO Heo mengaku tak pernah mengalami semua itu. Hanya saja belakangan ini dia merasa matanya sering sakit. CEO Heo dan Dokter tampaknya akrab hingga Dokter mengomeli CEO Heo karena tidak menjaga kesehatannya dengan baik.


Chung menunggu di luar saat Chi Hyun datang. Dia mengenali Chi Hyun sebagai keluarganya Joon Jae. Dia masih mengira kalau Chi Hyun seperti keluarga di drama makjang dan langsung menegaskan kalau dia tidak akan putus dengan Joon Jae.

Chi Hyun tertawa mendengar ucapannya lalu bertanya apakah Chung akan menikah dengan Joon Jae. Chung berkata kalau mereka masih berencana. Tapi keluarga seharusnya mirip satu sama lain, hangat dan manis. Dia penasaran ada apa diantara Chi Hyun dan Joon Jae.


Dia tidak sempat menjawab saat melihat ayahnya datang saat itu. Chi Hyun langsung gugup melihat kedatangan ayahnya. Chung menatap CEO Heo dengan penasaran dan bertanya apakah orang ini juga keluarganya Heo Joon Jae.

Ayah kaget mendengarnya dan tepat saat itu juga, Joon Jae keluar dari kamar Manager Nam. Ayah dan anak itu sama-sama kaget dan canggung melihat satu sama lain.

Bersambung ke part 2

3 comments

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon