Powered by Blogger.

Content and Images credit by SBS

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 9 - 2



Joon Jae dan CEO Heo duduk berhadapan di cafetaria. Keduanya hanya saling menatap dalam diam dan teringat kenangan yang berbeda. CEO Heo teringat masa-masa indahnya dengan Joon Jae kecil saat mereka ke pemandian umum bersama. 

 

Sementara Joon Jae teringat kenangan buruk saat dia terbaring sakit seorang diri. Dia berusaha memanggil ayahnya dengan suaranya yang lemah. Tapi saat itu, Ibu Tiri berbohong pada suaminya kalau Joon Jae sudah tidur duluan dan akhirnya dia pergi meninggalkan Joon Jae bersama Ibu Tiri dan Chi Hyun.


CEO Heo akhirnya memecahkan keheningan diantara mereka dengan menanyakan luka di wajah Joon Jae. CEO Heo tampak cemas tapi dia mengungkapkan kecemasannya dengan menuduh Joon Jae jadi seperti ini karena dia meninggalkan rumah dan jadi menderita.

Joon Jae langsung sinis mendengarnya dan mengoreksi tuduhannya "Aku tidak meninggalkan rumah tapi aku pergi dari sisimu."

Dia juga memberitahu ayahnya kalau dia tidak menderita. Hidupnya yang sekarang, jauh lebih baik daripada hidupnya di rumah itu. Dia merasa semua bebannya terangkat darinya. CEO Heo sakit hati mendengarnya.


Dia tidak mengerti apa salahnya. Apakah dia salah karena memperlakukan Chi Hyun sedikit lebih baik daripada Joon Jae? Apakah Joon Jae tidak tahu bagaimana hati ayahnya? Apa Joon Jae pikir kalau dia lebih menyukai Chi Hyun hanya karena dia memperlakukan Chi Hyun dengan lebih baik. Dia keras pada Joon Jae karena Joon Jae adalah anaknya.

"Ayah menyerah..." sela Joon Jae "... padaku dan ibu. Dan waktu yang kita habiskan bersama, ayah membuang semua itu tanpa melihat kembali ke belakang."

Joon Jae makin kecewa saat Ayahnya menunduk diam mendengar kata-katanya "Karena ayah menyerah dan memilih yang lain, jangan menyesali apa yang sudah ayah lepaskan dan lupakan saja"

Ayah memberitahu Joon Jae bahwa kadang hidup tidak berjalan sesuai yang kita harapkan. Sekarang dia sudah tua dan sudah waktunya dia mengurus warisan. Karena itulah dia ingin Joon Jae pulang.

Tapi Joon Jae menolak "Aku tidak mau menerima apapun darimu. Baik itu uang ataupun cara hidupmu atau bagaimana kau mencampakkan orang lain. Semuanya. Aku tidak berharap mendapatkan apapun darimu. Aku tidak mau terlibat denganmu. Aku tidka mau bertemu denganmu lagi."


CEO Heo tampak benar-benar patah hati mendengarnya. Tapi kemudian Joon Jae melanjutkan "Tapi... tolong jaga kesehatanmu."

Dia lalu membungkuk pada ayahnya lalu pergi. CEO Heo berusaha memanggilnya, tapi Joon Jae terus berjalan pergi. CEO Heo langsung bangkit untuk mengejarnya, tapi tiba-tiba matanya sakit hingga pandangan matanya jadi buram.


Joon Jae terus berjalan pergi tanpa menoleh ke belakang dan murung sepanjang perjalanan pulang. Setibanya kembali ke rumah, Joon Jae langsung minum obat. Saat Chung masih terus mengikutinya, Joon Jae menyuruh Chung pergi saja kalau Chung mau.

"Waktu aku bilang 'jangan menyerah terhadap apa yang kau pilih', semua itu cuma omong kosong. Mana ada yang seperti itu? Aku juga merasa jauh lebih nyaman saat kau tidak ada di sini"


Dia lalu berbaring di kamarnya sambil mengenang saat dia sakit seorang diri waktu kecil. Dia ketiduran dengan keringat dingin. Tapi saat dia terbangun tak lama kemudian, dia mendapati Chung mengenggam tangannya dan menjaganya di sisinya.

Chung mengompres kepala Joon Jae yang dia pelajari dari TV untuk menurunkan panas badan Joon Jae. Joon Jae mengomelinya, pura-pura tak senang dengan perhatian Chung dan menyuruh Chung kembali saja ke kamarnya. Tapi Chung tidak terpedaya aktingnya.


Walaupun Joon Jae berkata seperti itu, tapi dia yakin kalau sebenarnya Joon Jae berharap dia berada di sisinya. Walaupun Joon Jae menyuruhnya untuk menyerah, tapi dia yakin kalau Joon Jae sebenarnya ingin dia berkata "Tidak, aku tidak mau. Aku tidak akan menyerah"

Sesaat, Joon Jae teringat ucapannya pada ayahnya tadi. Chung pun memberitahu Joon Jae bahwa dia tidak mau dan tidak akan menyerah "Apapun yang kau katakan, aku akan tetap berada di sisimu tanpa kenal menyerah"

Chung memberitahu Joon Jae untuk tidak marah karena tidak bisa mengungkapkan apa yang dia inginkan dan katakan saja apa yang sebenarnya ingin dia katakan. Joon Jae berlinang air mata saat akhirnya dia mengakui bahwa dia tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya ingin dia katakan pada ayahnya.

Dia tidak bisa mengakui betapa beratnya hidupnya setelah dia pergi meninggalkan rumah. Dia sangat membenci ayahnya. Tapi karena dia pikir ayahnya akan mengkhawatirkannya, jadi dia menunggu tanpa mengganti nomor ponselnya selama beberapa waktu.


"Tapi pada akhirnya, dia tidak pernah sekalipun meneleponku. Aku sangat kesepian. Aku mengikuti ujian kualifikasi seorang diri dan kuliah sendiri dan hidup sendiri. Aku sangat merindukannya. Aku... sangat merindukannya"
Chung langsung menarik Joon Jae kedalam pelukannya dan membiarkannya menangis. Setelah Joon Jae tenang beberapa saat kemudian, Joon Jae tampak canggung dan tidak mau mengakui kalau dia tadi menangis, cuma menitikkan air mata saja. Dia menyalahkan obat yang tadi diminumnya sampai dia jadi tidak waras begini.


Dia memberitahu Chung untuk tidak memberitahukan masalah itu pada Nam Doo dan Tae Oh. Chung meyakinkannya kalau dia mudah lupa dan memberitahu Joon Jae untuk mengatakan padanya tentang apapun yang tidak bisa Joon Jae katakan pada orang lain.

"Aku akan mendengarkan semuanya dan melupakan semuanya"


Dia hendak naik ke kamarnya, tapi Joon Jae menghentikannya dan bertanya apakah Chung benar-benar akan melupakan semuanya. "Kalau begitu... apa kau akan melupakan ini juga?" tanyanya lalu mencondongkan dirinya dan mencium Chung.


Keesokan paginya, Joon Jae menyibukkan dirinya membuat spageti di dapur sambil senyam-senyum. Nam Doo datang dan mengomentari masakannya yang biasanya disukai Chung. Joon Jae mengklaim kalau dia membuatnya cuma karena dia ingin saja kok. Tapi Nam Doo ragu, mengingat cara Joon Jae menghias spagetinya dengan senyam-senyum.


Chung hari ini berdandan sangat cantik sebelum dia keluar dari kamarnya. Semua pria itu terpesona melihat kecantikannya. Tapi saat Tae Oh memotret Chung, Joon Jae langsung sebal dan merampas ponsel Tae Oh sambil menyangkal kecantikan Chung.

Padahal saat dia melihat foto Chung, dia langsung berusaha menyembunyikan senyumnya. Diam-diam dia mengirim foto itu ke ponselnya sendiri lalu memprotes Tae Oh yang tidak sopan karena mengambil foto orang tanpa izin lalu menghapus foto itu dari ponsel Tae Oh.

Saat menoleh ke Chung, Joon Jae langsung teringat ciuman semalam sampai dia menjilat bibirnya sendiri. Dia jadi sangat canggung dengan ingatan semalam lalu cepat-cepat menyembunyikan diri di ruang belajar.


Dia mengintip Chung yang sedang ngobrol dengan kedua temannya dan keheranan, kenapa Chung biasa banget sementara dia merasa canggung sendiri. Dia lalu memandangi foto Chung yang sangat cantik di ponselnya.


Si Ah datang tak lama kemudian dan langsung menyapa Joon Jae dengan nada manisnya. Chung langsung mempelototinya tak senang. Si Ah datang membawa sesuatu untuk ditunjukkan pada Joon Jae tapi dia maunya mereka bicara berdua saja.


Dia lalu menyeret Joon Jae ke area kolam renang. Chung langsung mendekat untuk mengintip, tapi Si Ah menutup semua pintu.


Dia lalu memberikan laporan penggalian artifak era Joseon yang dilakukan beberapa hari yang lalu. Sepertinya itu adalah area tempat tinggal Kim Dam Ryung. Joon Jae yang awalnya tampak tidak terlalu tertarik, langsung membaca semua laporan itu dengan penuh ketertarikan.


Di Joseon, Dam Ryung tersentak bangun dari tidurnya yang barusan memimpikan percakapan Joon Jae dan Si Ah. Dam Ryung mondar-mandir memikirkan kalau dia hanya punya sisa waktu 19 hari sebelum dia meninggal. Apa yang harus dia lakukan untuk membuat Joon Jae percaya kalau dia benar-benar nyata. Dia terus mondar-mandir, hingga akhirnya dia berhenti... sepertinya dia memikirkan sesuatu.


Kembali ke masa kini di area penggalian, seorang pekerja menemukan sesuatu yang menarik perhatian semua orang.



Di rumah Keluarga Heo, Ibu Tiri diam-diam mengganti obat yang seharusnya diminum CEO Heo. Saat CEO Heo masuk kamar, Ibu Tiri pura-pura cemas dan memaksa suaminya untuk cepat-cepat minum obatnya. CEO Heo meminum obatnya tanpa curiga sedikitpun.

Puas melihat CEO Heo meminum obat itu, Ibu Tiri mengusulkan agar mereka mempekerjakan orang lain untuk menggantikan posisi Manager Nam. Tapi CEO Heo menolak, ia yakin kalau Manager Nam akan segera sadar. Ibu Tiri kecewa mendengarnya walaupun dia tidak membahasnya lebih lanjut.


Keesokan harinya, Jin Joo membawa anjing peliharaannya yang bernama Oh Bek (500) ke salon dan bertemu dengan Nam Doo yang sedang memulai aksi penipuannya dengan membawa seekor anjing yang dia namai Go Bek (900).

Dia langsung menyapa Jin Joo dan mengklaim kalau dia memberi nama anjingnya Go Bek karena itulah jumlah yang dia habiskan untuk merawat anjingnya per bulan. Jin Joo langsung antuasias menanyakan apa saja yang dia lakukan untuk anjingnya itu sampai habis sebanyak itu per bulan.

Nam Doo mengklaim kalau dia menghabiskan uang sebanyak itu untuk melatih anjiingnya kepercayaan diri di hari senin dan pada hari selasa anjingnya itu berlatih sopan santun ala Inggris.


Sukses membuat kesan baik pada korban mereka, Nam Doo memberitahu Joon Jae bahwa dia sudah mempekerjakan broker Gangnam terbaik yang akan menjadi biang gosip dikalangan nyonya-nyonya kaya.

Broker yang mereka bicarakan itu, saat ini sedang berkumpul dengan para nyonya kaya di restoran dan memberitahu mereka tentang seorang pria luar biasa bernama Kim Jae yang baru saja kembali ke Korea.

Dia memberitahu mereka bahwa selama tinggal di luar negeri, Kim Jae berkecimpung di bisnis real estate dan membuat dirinya jadi kaya raya. Sekarang dia memiliki gedung 57 lantai di Dubai dan lapangan golf.

Kim Jae sekarang sedang merencanakan sebuah proyek di Singapura, tapi dia harus kembali ke Korea karena tunangannya tinggal di Seoul dan dia tidak bisa hidup tanpa tunangannya itu. Kim Jae sangat mencintai tunangannya itu sampai-sampai dia memborong semua barang di mal setiap hari. Jin Joo jelas tertarik mendengar itu.


Karena sekarang mereka sudah berhasil memancing target mereka, maka sekarang Joon Jae harus menunjukkan muka dan belanja di mall minimal seminggu bersama tunangannya. Tapi siapa yang akan jadi tunangannya?

Pertanyaan Joon Jae terjawab saat seseorang berjalan terhuyung-huyung dengan membawa high heels... Tae Oh yang berdandan jadi cewek. hahahaha! Joon Jae jelas tak setuju. Nam Doo menyadari kalau idenya ini buruk. Tae Oh pun pergi.


"Bagaimana kalau Chung?" usul Nam Doo

Joon Jae tak setuju. Nam Doo merasa itu ide bagus mengingat belakangan ini Joon Jae perhatian sekali pada Chung dan selalu mengajak Chung kemana-mana, jadi sekalian saja dia bawa Chung sambil kerja.

"Bagaimana bisa aku membawanya kesana?" protes Joon Jae

"Aku harus kemana?" tanya Chung tiba-tiba muncul.

Nam Doo berusaha menjelaskan pada Chung tentang orang-orang kecil di dalam TV yang sering ditontonnya. Tapi Chung langsung menyela dan menyatakan kalau dia sudah tahu kalau orang-orang itu cuma syuting drama.

"Urri Chung-ie memang pintar" puji Joon Jae bangga sambil membelai kepala Chung.

"Urri Chung-ie?" goda Nam Doo sambil mengelus kepala Joon Jae.


Nam Doo melanjutkan penjelasannya pada Chung. Dia memberitahu bahwa mereka juga akan syuting seperti drama-drama di TV. Dalam drama mereka, Joon Jae akan berperan jadi orang kaya, orang keren. Chung bertanya apakah Joon Jae berperan jadi direktur, biasanya orang keren di TV itu direktur.

Nam Doo membenarkannya dan memberitahu bahwa peran Chung adalah jadi tunangan Joon Jae, mereka akan menikah. Chung jelas suka dengan peran itu. Joon Jae stres mendengarnya, tapi pada akhirnya dia mengalah dan memberitahu Chung 3 aturan yang tidak boleh dilakukan.

"Jangan bicara. Jangan tertawa. Jangan makan"

Chung mengangguk, kecuali aturan yang terakhir. Dia tidak bisa kalau tidak makan. Joon Jae berjanji akan membelikan es krim dan kue-kue kesukaan Chung setelahnya. Chung minta tambahan satu makanan lagi, Tangsuyuk (Babi asam manis). Joon jae setuju.


Mereka pun pergi ke mall sambil bergaya bak orang super kaya, lengkap dengan beberapa bodyguard dan memborong semua barang yang ada di toko. Keesokan harinya pun mereka memborong semua barang mahal di mall.


Jin Joo akhirnya muncul di mall itu. Dia hendak memakai ruang VVIP-nya tapi pegawai tidak memperbolehkannya masuk karena ruangan itu sudah dibooking duluan oleh tamu lain. Tamu lain yang dimaksud si pegawai datang saat itu.

Jin Joo mengenali Chung sebagai orang yang berdebat dengannya karena pertengkaran anaknya dan Yoo Na waktu itu. Dia melongo shock melihat penampilan Chung yang berbeda dari sebelumnya.

Si pegawai VVIP langsung mengacuhkan Jin Joo untuk menyapa Joon Jae yang berkata "Sayangku tidak pernah memakai sepatu yang sama dua kali. Jadi kami kembali kemari"

Dia sok mesra mencemaskan kaki Chung karena harus berjalan gara-gara jarak antar gedung di Seoul yang terlalu mepet, tidak seperti di Dubai. Jin Joo shock mendengar tentang Dubai dan langsung menyadari orang itu pastilah orang yang dibicarakan si broker.

 

Saat mereka masuk, Jin Joo mengenali Nam Doo sebagai 'Ayahnya Goo Bek'. Nam Doo pun pura-pura kaget melihat Jin Joo yang dia sapa 'Ibunya Oh Bek'. Jin Joo langsung menanyakan orang-orang yang barusan masuk itu.

Nam Doo mengaku kalau dia menjalankan perusahaan investasi dan beberapa tamu VIP-nya dari luar negeri, salah satunya yang barusan masuk ke ruang VVIP itu. Jin Joo semakin tertarik lalu bertanya apakah orang itu datang dari Dubai.

Nam Doo pura-pura shock saat Jin Joo menyebut semua yang dia ketahui tentang tamu VIP-nya itu, termasuk namanya: Kim Jae dan tunangannya. Jin Joo makin senang melihat reaksi Nam Doo. Nam Doo memintanya untuk merahasiakan identitas tamu VIP-nya itu dan Jin Joo pun langsung setuju.


Tak lama kemudian saat mereka berjalan keluar mall, Chung membisiki Joon Jae. Mereka berakting seolah sedang membicarakan sesuatu yang serius, padahal Chung berbisik kalau dia lapar dan ingin makan ddeokbeokki.


Nam Doo dengan sengaja mempersilahkan para bodyguard menyusul Joon Jae dan Chung duluan. Jin Joo pun punya kesempatan untuk memanggilnya lagi lalu bertanya apakah dia bisa meminta bantuan Nam Doo. Dia ingin Nam Doo mengatur pertemuan makan antara dia dan Kim Jae.

Nam Doo pura-pura mengklaim kalau itu adalah permintaan yang agak sulit. Jin Joo terus berusaha membujuknya, dia dan suaminya juga ingin berinvestasi dan karena itulah dia dan suaminya ingin berkenalan dengan Kim Jae.

Nam Doo pura-pura menyerah dan memberitahu Jin Joo bahwa Kim Jae sudah lama tidak pulang ke Korea dan ingin makan masakan rumah ala Korea. Jin Joo pun dengan antusias menawarkan makananan rumahnya dan mengklaim kalau di rumahnya ada Chef Baek Jong Won versi perempuan aka Ibunya Joon Jae.


Di rumah malam harinya, Jin Joo mengabarkan hal ini pada suaminya dan Si Ah. Jin Joo dan suaminya sangat antusias menantikan kabar baik dari Nam Doo. Hanya Si Ah yang meragukan dan menduga kalau orang itu pasti penipu.

Jin Joo tak percaya, dia bahkan sudah menghubungi teman nyonya kayanya yang punya perusahaan kontruksi dan mengkonfirmasi kalau temannya itu pernah pergi ke Dubai tahun lalu tapi ditolak. Bahkan sekalipun mereka memberi Kim Jae jutaan dollar, dia tidak akan melirik mereka begitu saja.

Si Ah semakin yakin kalau itu adalah tindak penipuan. Orang itu sengaja menarik investor seolah dia mampu melakukan segala hal tapi dia tidak membiarkan sembarang orang bergabung. Cara itu akan membuat orang-orang semakin berambisi untuk bergabung dalam investasi dan pada akhirnya ditipu.

Jin Joo dan suaminya langsung terdiam mendengarnya. Tapi Jin Joo masih ragu dan memutuskan agar sebaiknya Jin Joo ikut makan bersama mereka saat mereka makan bersama Kim Jae nantinya. Waduh!


Si Ah ditelepon seseorang saat itu. Entah apa yang dikatakan si penelepon tapi seketika itu pula Si Ah terkejut.


Dalam perjalanan pulang, Nam Doo memuji kehebatan akting Chung. Joon Jae setuju, dia kan sudah bilang kalau Chung ini pintar dan cepat belajar. Chung berkata kalau dia juga senang hari ini karena bisa Joon Jae.

Saat mereka melewati mesin capit yang waktu itu, Chung memberitahu Joon Jae kalau orang yang punya mesin capit itu pasti seorang penipu. Karena dia terus berusaha mengambil boneka di sana tapi tidak pernah dapat dan orang-orang bilang kalau pemilik mesin itu adalah penipu, baj*ngan jahat. Ketiga pria itu sontak canggung mendengarnya.


"Tapi tidak semua penipu itu jahat" kata Nam Doo "Kadang ada baj*ngan yang menipu baj*ngan yang lebih buruk"

"Tapi tetap saja mereka membohongi orang-orang"

Nam Doo bertanya apakah Chung tidak pernah berbohong? Apa dia tidak punya rahasia? Chung langsung terdiam. Nam Doo jadi curiga, tapi Joon Jae langsung mengomeli Nam Doo. Nam Doo keheranan dengan sikap Joon Jae yang selalu membela Chung.

Dia jadi curiga apakah hubungan mereka berdua ada perubahan? Joon Jae dan Chung kompak menjawab barengan tapi jawaban mereka berbeda. Chung mengangguk tapi Joon Jae bilang tidak.

Nam Doo jadi semakin curiga, tapi Joon Jae langsung membentaknya untuk diam saja. Si Ah menelepon saat itu. Dia langsung minta diturunkan di sana karena dia harus menemui Si Ah yang katanya punya sesuatu untuk ditunjukkan padanya.


Si Ah membawa Joon Jae ke museumnya. Dia mengaku belum melihatnya, tapi mahasiswa yang menemukannya berkata kalau penemuan mereka yang satu ini sangat istimewa. Karena berbeda dari barang-barang artifak yang biasanya ditemukan dalam keadaan tidak baik, barang yang satu ini justru terkubur dalam suatu kotak yang tertutup rapat. Seolah barang ini sengaja dimaksudkan untuk ditemukan di masa depan.

Setibanya di depan ruangan itu, Joon Jae minta izin untuk melihat barang itu sendirian. Pintu tertutup begitu Joon Jae masuk. Dia melihat sekumpulan guci-guci dan artifak lainnya sampai akhirnya dia melihat sebuah lukisan di dinding.


Petir tiba-tiba menyambar saat itu dan listrik di museum langsung mati. Joon Jae terus mendekati lukisan itu dan menyalakan pemantik apinya. Dia mendekatkan pemantik apinya ke luksian dan langsung shock melihat lukisan Dam Ryung yang mirip wajahnya.

Epilog:


Di jaman Joseon, Dam Ryung punya ide untuk membuat Joon Jae percaya kalau dia nyata. Dia membuat lukisan dirinya dan memberitahu si pelukis untuk melukisnya semirip mungkin karena lukisan ini akan menjadi harta karun yang akan ditemukan sangat lama kemudian.

Bersambung ke episode 10

5 comments

D tunggu eps 10....psti lbh seru...

ditunggu episode selanjutnya.. pasti lebih keren...

MbA ima ttp semanget yaaaa... Smoga slalu sehat.... Spaya bisa update trus :-)

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon