Powered by Blogger.

Content and Images Copyrights by tvN

Sinopsis Goblin Episode 13 - 2

 
Malam itu, Wang Yeo berjalan linglung keluar istana dengan membawa cincin dan baju kerajaan Sun sambil menggumam pada siapakah dia harus memberikan jubah kerajaan dan cincin cantik ini. Semua orang sontak minggir dan membungkuk padanya. Tak ada satupun yang berani menjawabnya.


Tapi kemudian terdengar suara yang menjawabnya dengan penuh keberanian, "Berikan cincin cantik itu kepadaku," ujar Nenek Samshin "itu akan berguna nanti di masa depan."

Wang Yeo hanya menatapnya sebelum akhirnya melempar cincin itu ke tanah lalu berpaling kembali ke rakyatnya dan bergumam sedih "Baju ini tak ada pemiliknya. Mungkin... inilah yang kau cari. Kalau begitu, ambillah,"


Ia pun melempar baju itu ke api dan berjalan pergi. Kembali ke istana, Wang Yeo memandangi lukisan Sun saat Dayang datang menyajikan ramuannya lagi. Wang Yeo meletakkan lukisan itu, Wang Yeo merenung "Orang-orangku, pelayanku, kekasihku, bahkan aku sendiri. Tidak ada satu orangpun... yang mencintaiku. Dan aku sama sekali tidak menerima cinta dari siapapun."

Dengan pikiran itu, Wang Yeo memerintahkan dayang untuk menambah takarannya ramuan itu, dia sudah tahu ramuan apa itu. Dayang terkejut mendengarnya, tapi Wang Yeo sudah bertekad untuk mengakhiri hidupnya malam itu juga. "Ini adalah titahku."

 

Wang Yeo tersadar dari semua kenangannya dengan shock. Kedua Malaikat Maut memberitahunya bahwa dosa terbesar yang pernah Wang Yeo lakukan adalah membunuh dirinya sendiri, karenanya dia mendapat siksaan selama 600 tahun atas semua dosa-dosanya. Sekarang tugas Wang Yeo dihentikan untuk saat ini hingga ada instruksi selanjutnya.

Kedua Malaikat Maut pun pergi, meninggalkan Wang Yeo menangis menyadari identitasnya dan semua pembunuhan yang dilakukannya, termasuk membunuh dirinya sendiri.


Shin pun termenung di kuil, mengenang saat pembantaian itu. Dengan berlinang air mata dia bertanya pada nama-nama almarhum, apa yang harus dia lakukan? Apa yang harus dia lakukan pada Wang Yeo?


Saat dia kembali ke kamarnya, dia malah mendapati Wang Yeo sedang melihat lukisan Sun. Shin sontak merampas lukisan itu dari tangannya. "Jangan menyentuhnya lagi. Kau tidak punya hak menangis saat melihat lukisan ini."

Dia hendak pergi, tapi Wang Yeo menghentikannya dan mengakui ingatannya sudah kembali, dialah yang memberikan pedang itu pada Shin dan dia pula yang membunuh Shin, dia yang telah membunuh semua orang. "Aku... Wang Yeo."


Shin langsung menarik kerah bajunya, "Sudah kubilang itu kau. Kaulah yang membunuh mereka semua. Kau bahkan membunuh dirimu sendiri. Kau tidak bisa melindungi wanita, orang kepercayaanmu dan negeri Goryeo-mu. Kau bahkan tidak bisa melindungi dirimu sendiri. Kau tidak bisa melindungi apapun. Sun, adikku, melindungimu dengan nyawanya. Seharusnya kau bertahan hidup dan mati di pedangku. Seharusnya kau membuktikan pengkhianatanku... dengan kematianmu."

Dia yakin kalau Sun sudah tahu kalau dia akan dimanfaatkan oleh Kasim Park untuk menekan Wang Yeo. Dan karena itulah Sun mati sebagai adik seorang pengkhianat. Dia mati bukan sebagai kelemahan bagi Wang Yeo. Dia mati demi menyelamatkan Wang Yeo. Wang Yeo mengakui dirinya lah yang memaksakan cincin itu di jari Sun dulu. Dan sekarang, dia pula yang memberikan cincin itu padanya.

"Kumohon... bunuhlah aku"


Shin tak percaya mendengarnya. Wang Yeo ingin membuang dirinya sendiri lagi? "Dosa membunuh dirimu sendiri, sudah pernah kau lakukan sebelumnya. Itu sudah cukup."


Setelah berpikir ulang, Eun Tak akhirnya memutuskan untuk menyerahkan cincin giok itu ke Sunny. Sunny tak menyangka kalau kesedihan, dosa-dosa dan kerinduan yang disebutkan dukun terkandung dalam cincin ini ternyata miliknya sendiri.

Tapi ngomong-ngomong, dosa apa yang telah Eun Tak lakukan? Apa hubungan masa lalu Eun Tak dengan Shin hingga sekarang dia jadi pengantin goblin?

"Itu takdir kami"


Sunny jadi curiga, jangan-jangan Eun Tak juga makhluk non manusia yang punya kekuatan, apa dia bisa terbang seperti burung? Eun Tak tertawa mendengarnya, dia tidak seperti itu kok. Tapi pembicaraan ini membuat Eun Tak teringat dengan ucapan Wang Yeo tentang takdirnya dan Shin. Jika dia menarik pedangnya maka Shin akan jadi abu dan pergi ke dunia lain.

Tersadar dari lamunannya, Eun Tak mengklaim kalau yang bisa dilakukannya adalah membuat hujan berkurang agar ketidanyaman orang-orang berkurang. Dia juga bisa membuat salju pertama turun lebih cepat untuk membuat orang-orang bahagia. Sunny tak menyangka kalau Eun Tak bisa melakukan hal-hal yang penting. Tapi, kenapa oraboni-nya bisa jadi goblin?

"Karena dunia membutuhkan keajaiban. Keajaiban yang aneh dan indah"

"Kata siapa?"

"Kataku"

"Lalu bagaimana dengan Malaikat Maut? Apa karena semua orang akan mati?"

"Karena ada kematianlah, hidup ini bisa jadi sesuatu yang indah."

"Kata-katamu manis sekali"


Tapi tepat saat itu juga, Eun Tak tiba-tiba melihat Kasim Park di sana. Bukan mengincarnya, tapi mengincar Sunny. Eun Tak langsung berdiri di depan Sunny yang kebingungan. Kasim Park menyuruhnya menyingkir, sekarang bukan giliran Eun Tak. Dia akan datang lagi setelah mendapatkan Sunny.

Eun Tak panik menyuruh Sunny mengambilkan pemantik api di saku jaketnya. Tapi Sunny malah jadi semakin bingung, tak mengerti kenapa tiba-tiba butuh pemantik. Kasim Park murka dan langsung mendekat dengan kekuatannya.


Eun Tak sontak mendorong Sunny dan menggunakan dirinya sebagai tameng dan seketika itu pula tanda lahir Eun Tak menyala hijau terang. Kasim Park tersingkir oleh kekuatan itu, tapi kekuatan itu menghabiskan energi Eun Tak hingga dia terjatuh pingsan.


Eun Tak mengantar Sunny sampai rumahnya. Sunny mengkhawatirkan kondisi Eun Tak yang tampak lemas, ia bertanya apa yang terjadi sebenarnya? Cahaya hijau apa barusan? Bukankah katanya Eun Tak adalah manusia, atau sebenarnya dia bukan sepenuhnya manusia?

Eun Tak tertawa geli, ini juga pertama kalinya dia mengalami hal ini. Ia pun meminta Sunny masuk ke rumahnya. Eun Tak juga akan segera pergi setelah ngobrol dengan Oraboni Sunnya.

“Apa dia bilang dia mau datang?”

“Kalau aku memanggilnya, mau tidak mau dia harus datang.” Ucap Eun Tak tersenyum.


Eun Tak meniup korek dan seketika Shin muncul disana. Ia pun menghambur ke pelukannya sembari mengucapkan kata rindu. Shin juga sama, dia merindukan Eun Tak. Lain kali, ia akan menjemputnya secepat mungkin.

Keduanya berpelukan mesra, sampai akhirnya Shin memperhatikan leher Eun Tak dan melihat tanda lahirnya sudah memudar. Shin khawatir karena mungkin dia tidak bisa merasakan panggilannya lagi kalau dia dalam bahaya. Apa dia kembali bertemu Kasim Park?

“Aku akan lebih hati-hati. Tapi aku bukanlah targetnya. Dia mengincar adikmu.”


Shin menenangkan Eun Tak, ia yakin ada seseorang yang akan melindungi Sunny. Dia menyuruh Eun Tak supaya mengkhawatirkan dirinya sendiri. Tinggal dua hari saja, dia dan Wang Yeo diberikan pertanyaan perihal takdir dan harus menemukan jawaban. Eun Tak mengangguk dengan senyum cerianya.


Wang Yeo menuliskan laporan tentang roh hilang, Park Joong Woon. Dia meninggal di tahun 1097. Dia sudah sejak lama menghindar dari malaikat pencabut nyawa. Wang Yeo tidak sengaja bertemu kembali pada tahun 1997, tapi saat itu Park Joong Woon berhasil menghindarinya.


Dia menyerahkan laporan tersebut pada Hoobae-nya. Karena dirinya sudah diberhentikan maka ia tidak bisa melaporkannya sendiri. Roh hilang ini berhasil hidup menggunakan sisi gelap emosi manusia. Walaupun melihatnya, tidak ada yang bisa membawanya. Ia pikir dengan memasukkannya dalam daftar, paling tidak mereka bisa mengontrolnya. Ia meminta Hoobae untuk melaporkan secepat mungkin.


Hoobae mengerti, dia akan melaporkannya malam ini juga. Selain itu, Hoobae mengambil alih tugas Wang Yeo, ia baru saja menerima amplop kematian Ji Eun Tak. Ia berniat membuka kartunya tapi Wang Yeo melarang. Ia yang akan membukanya supaya Hoobae-nya tidak terlibat dalam masalahnya. Wang Yeo bergumam “Dia masih punya waktu satu minggu.”


Eun Tak memperhatikan tanda lahirnya dengan perasaan was-was. Apalagi dia mengingat ucapan kasim Park bahwa sekarang bukanlah waktunya. Eun Tak bergumam khawatir “itu artinya dia akan datang dan mencariku.”


Wang Yeo berdiri didepan rumah Kakek Yoo dengan gamang. Ia pun membatalkan niatannya dan memutuskan untuk pergi. Namun rupanya Shin sudah berdiri dibelakangnya. Ia pun memberitahukan jika ia kembali mendapatkan kartu kematian Eun Tak. Maret 2017 tanggal...

Shin rasa tanggal kematian Eun Tak sudah bukan hal yang penting lagi. Meskipun begitu, Wang Yeo kira Shin harus tetap mengetahuinya. Ia pun berjalan pergi.


“Park Joong Won.. mengganggu adikku. Jagalah dia. Walaupun hanya sekali, lindungi dia seperti dia pernah melindungimu dulu.” Ucap Shin.

Wang Yeo berdiri ditempatnya, ia mengingat ucapan Shin bahwa di jaman Goryeo, Shin tidak bisa menggapai Raja karena tempatnya terlalu jauh. Namun dengan beraninya, Shin tetap berjalan tanpa gentar menaiki tangga demi tangga meskipun semua orang bersiaga siap mencabut nyawanya. Ia bertanya “Pada hari itu, kenapa kau terus maju? Kau tahu kalau kau akan tetap mati disana.”

Sejak awal diberi pedang oleh Wang Yeo, Shin sudah memohon berulang kali padanya. Tapi Wang Yeo, sebagai adik ipar dan rajanya, hanya menyuruhnya untuk menyerang perbatasan. Raja terdahulu (sebelum Wang Yeo) sengaja mengabaikannya karena itulah cara dia memperhatikannya.

Raja lama, istrinya dan dirinya, semua mencintai Wang Yeo. Saat Wang Yeo memberikan pedangnya, Shin berharap supaya Wang Yeo memberikan perintah untuk memenggal kepala Park Joong Woon.  Shin sama sekali tidak tahu kalau pedang itu malah menusuk dadanya sendiri.


Shin memegangi dadanya dengan marah mengingat ucapan Kasim Park, Kasim Park mengejeknya yang tidak bisa menggunakan pedang itu untuk menyakitinya. Shin sudah berjalan sejauh ini tapi dia masih harus menggunakan pedang ini. Petir menyambar ditengah hari yang cerah.

Wang Yeo mengkhawatirkan kondisinya, apa dadanya terasa sakit lagi? Tatapan Shin berubah tajam penuh dendam, pedang yang ada didadanya seharusnya digunakan untuk menghabisi Park Joong Woon. Petir pun kembali menyambar-nyambar pertanda Shin sangat marah saat ini.


Sunny mendandani dirinya tapi setiap tindakan kecilnya sudah mengingatkan ia akan Wang Yeo. Bagaimana ia mencium kertas yang ia berikan pada Wang Yeo saat pertama kali bertemu. Ia bergegas menghapus air matanya, dia harus cantik dan tak boleh menangis.


Tepat saat keluar rumah Wang Yeo sudah berdiri menanti disana. Ia berjalan mengikuti Sunny kemana-mana tanpa berani menghampirinya. Sunny berhenti dijembatan penyeberangan, ia bertanya kenapa dia terus mengikutinya? Apa dia stalker? Wang Yeo mengelak, mungkin tanpa sengaja mereka sering berselisih arah saja.

“Berkat kau, aku merasa pernah berkencan denganmu, Kim Woo Bin.”

Wang Yeo terkejut, “Bagaimana kau mengingatnya?”

Sunny tersenyum, Wang Yeo telah membuat kesalahan saat menghipnotisnya. Ia menyuruh mengingat hal bahagia dan melupakan peristiwa menyedihkan kemudian melupakan Wang Yeo, itu adalah hal kontradiksi.


Setiap hal yang ia lakukan dengan Wang Yeo adalah sebuah kesulitan dan kesedihan, namun semuanya membuat Sunny bahagia (jadi dia mengingat segalanya). Jadi apakah setelah Sunny menyerahnya nyawanya demi Wang Yeo, dia menjadi hidup bahagia? Melihat Wang Yeo belum menua, sepertinya dia tidak hidup terlalu lama.

Wang Yeo meneteskan air matanya, setiap hari yang ia lalui terasa hancur karena merindukannya. Sunny menahan air matanya dan menghapus air mata dipipi Wang Yeo. Ia mengatai Wang Yeo bodoh karena terlambat menyadarinya.

Tapi Sunny juga tidak mengerti kenapa ia jatuh cinta lagi padanya dikehidupan sekarang. Ia pun melepaskan cincin gioknya kemudian meletakkan cincin itu di saku Wang Yeo. Mereka putus dan hanya itu hukuman yang dia berikan.

“Goodbye, Pe Ha (Yang Mulia).” Ucap Sunny kemudian pergi meninggalkan Wang Yeo yang membeku di tempatnya berdiri.


Anak SD kenalan Eun Tak kembali di bully teman-temannya. Dia mengeluarkan jurus angin tapi tidak ada apapun yang terjadi. Dua anak nakal semakin getol mengejek kemudian mendorongnya sampai terjatuh.

Eun Tak keluar dari restoran dan memarahi keduanya. Anak SD itu kembali mengeluarkan jurus angin topannya dan tiba-tiba angin berhembus kencang. Dua anak pembuli pun kabur dengan ketakutan. Eun Tak menoleh, rupanya Shin ada disana. Ia pun menunjukkan tanda jempolnya pada Shin.
 
Anak SD tadi kegirangan, rupanya kata-kata Noona benar kalau dia bisa melakukan jurus angin itu. Eun Tak mengiyakan, dulu dia juga percaya kalau dirinya adalah pengantin Goblin dan ternyata memang benar. Shin senyum-senyum mendengarkan ucapan Eun Tak. Eun Tak memperingatkan anak tadi supaya tidak menggunakan jurusnya sembarang, sangat berbahaya.


Eun Tak memuji Shin yang terlihat keren. Shin tanpa basa-basi mengajaknya untuk jalan-jalan. Jantung Eun Tak terasa berdebar saat ini, dia menyukainya dan setuju untuk jalan-jalan kemudian melakukan hal lainnya lagi.

Shin sudah membawa dua kantung belanjaan, mereka pun masak diluar rumah. Shin sibuk memasak dan Eun Tak sibuk memotretnya lalu memeluknya dari belakang.


Keduanya juga duduk saling memunggungi, membaca buku bersama. Eun Tak iseng bergeser sehingga Shin yang bersender dipunggungnya pun terjatuh dalam pangkuannya.

Keduanya bertatapan penuh cinta. Eun Tak terus mengusap wajahnya lembut dan Shin tidak jengah menatap wajahnya. Sweet.


Shin berkata jika dia mempunyai hadiah. Eun Tak bergegas menutup matanya, dia sudah mendapatkan segalanya jadi tinggal menyempurnakan dengan ciuman. Shin rasa masih belum, ia pun menunjukkan kertas perjanjian mereka dulu. Eun Tak girang bukan kepalang, tuh kan untung dia menyalinnya.


Ia bertanya mana kertas yang asli? Shin langsung menjauhkan kertas yang asli supaya Eun Tak tidak bisa menggapainya. Eun Tak terus berusaha dan curi-curi kesempatan untuk mengecup pipi Shin. Keduanya pun tertawa penuh kebahagiaan.

 

Shin membaca surat perjanjian yang ia buat dengan Eun Tak. Eun Tak menuliskan supaya Shin datang ketika hari pertama salju turun dan mengabulkan permintaannya. Ia harus datang dan Eun Tak akan terus menantinya. Sontak Shin tidak bisa lagi menahan air mata kepedihannya. Kilasan kenangan mereka pun terngiang jelas dalam ingatan Shin.


Deok Hwa tidur ditengah jam kerja. Atasannya sampai membentak dia supaya bangun dan melayani pelanggan. Deok Hwa berjingkat kaget dan bergegas menemui pelanggan. Shin berdiri tidak jauh dari sana dan tersenyum memperhatikan Deok Hwa “Aku pasti akan sangat merindukanmu.”


Shin juga pergi ke restoran, tapi lagi-lagi tidak menemui Sunny dan hanya memandanginya dari kejauhan. Sunny tampak baik-baik saja dan sehat. Semuanya baik-baik saja jadi ia berharap kehidupannya yang sekarang berjalan dengan baik.


Tak lupa, Shin menemui Eun Tak yang baru saja keluar dari kampus. Senyum terulas dibibir Eun Tak seketika melihat sosok Shin disana. Ia melenggangkan kakinya dengan riang menghampiri Shin. Ia baru saja memikirkan Shin dan Shin sudah ada dihadapannya. Ada apa dia kemari?

“Aku ingin melihatmu. Dan aku butuh bantuanmu.”

“Katakan saja.”

Ini tentang Park Joong Woon, ujar Shin. Eun Tak berubah serius, ada satu hal yang membuatnya penasaran tentang Park Joong Woon, dia sudah berkeliatan selama 900 tahun tapi kenapa dia baru menampakkan dirinya saat ini? Shin tidak menjawabnya dan meminta Eun Tak untuk bertindak agak berani sekarang. Eun Tak siap, dia kan pengantin goblin.

 

Shin membawa Eun Tak ke puncak gedung, dia nanti akan meneleponnya dan menyuruh Eun Tak untuk segera memanggilnya. Eun Tak menunjukkan korek api yang sudah ia persiapkan. Shin berjalan pergi namun baru melangkah beberapa saat, Shin berbalik dan mencium Eun Tak.

Eun Tak sempat terkejut sebelum akhirnya membalas ciuman Shin. Shin mengusap wajah Eun Tak dengan penuh kesedihan. Eun Tak tidak bisa mengatakan apapun saat Shin pergi namun ia merasakan firasat buruk dan tampak was-was selepas kepergian Shin.


Shin menemui Kasim Park dengan pedang ditangannya. Kasim Park percaya diri jika pedang Shin tidak akan bisa melukainya. Shin tahu itu, apakah mereka harus melakukan pertarungan terakhir mereka? Kasim Park yakin kalau Shin tidak akan bisa menemukannya, ia pun menghilang dari hadapan Shin.


Eun Tak melihat buku cerita anak-anak tentang goblin. Ia teringat pertemuan mereka dimana Shin memberikan bunga soba untuknya, bunga yang berarti kekasih itu. Eun Tak tersenyum membuka lembar pertama bukunya. Tapi tiba-tiba angin bertiup dengan kencang, bunga soba yang telah mengering pun berterbangan.

Eun Tak celingukan tak bisa melihat kehadiran Kasim Park. Kasim Park tersenyum, ternyata memang benar jikan dia tidak bisa melihatnya lagi.


Wang Yeo tengah memandangi cincin gioknya dengan sedih. Tiba-tiba ia menyadari sesuatu dan bergegas menghampiri kartu kematian Eun Tak. Tanggalnya sudah berubah menjadi 11 Maret 2017 alasan kematian karena serangan jantung.


Eun Tak bisa menyimpulkan sekarang, alasan kenapa Kasim Park baru menampakkan diri saat ini karena ia menunggu supaya tanda dipunggungnya menghilang dan menggunakan dirinya untuk mencabut pedang Shin. Shin menelepon Eun Tak dan menyuruhnya segara membuat permohonan.


Eun Tak dengan gemetaran menyalakan pemantik api tapi sayangnya dia panik sehingga api tidak kunjung menyala. Kasim Park mencekik lehernya dan mendorongnya ke pembatas gedung. Eun Tak masih berusaha menyalakan api, ia pun bergegas meniupnya saat api sudah menyala.


Seketika Shin datang, ia menggunakan kekuatannya untuk menyingkirkan Kasim Park dan menolong Eun Tak. Tanpa diduga, Eun Tak malah meraih pedang Shin hingga tangannya terluka. Kontan Shin bergegas menghilangkan pedang tersebut dari tangannya.

Eun Tak memohon supaya Shin menikamnya sekarang, jangan salahkan dirinya sendiri dan tikam dia. Kasim Park sengaja menunggu sampai tanda lahirnya menghilang dan menggunakan tubuhnya untuk menarik pedang Shin. Shin tertegun ditempatnya berdiri.


Kasim Park langsung menggunakan kesempatan itu untuk merasuki tubuh Eun Tak. Eun Tak perlahan menghampiri Shin dan meraih pedang didadanya “Sekarang, baik kau atau aku. Kau terus-terusan melihat ke belakang dan sekarang kau akan mati di tanganku.”

“Park Joong Woon.” Wang Yeo sampai disana dan menghentikan gerakan Kasim Park. Wang Yeo pun memanggil nama Park Joong Woon kembali sebanyak tiga kali. Kasim Park pun keluar dengan paksa dari tubuh Eun Tak.


Eun Tak kehilangan kesadaran, Shin sigap menangkapnya. Ia memegang tangan Eun Tak dan mencabut pedang didadanya menggunakan tangan itu. Meskipun kesakitan, Shin tetap menarik pedangnya sampai terlepas. Tanpa banyak kata lagi, ia menghampiri Kasim Park dan menebasnya.


Kasim Park tetap bisa tersenyum, seperti inilah akhirnya. Ia merasa jika semua tidak berakhir sia-sia. Dia tetap bisa mengambil nyawa Shin dan pada akhirnya semua akan musnah. Kasim Park masih bisa tersenyum sebelum terbakar dan menjadi abu.


Shin terduduk lemas bertopang pada pedangnya. Wang Yeo meneteskan air mata melihat Shin.

“Maafkan aku. Aku akhirnya bisa memberikan kabar padamu tentang kematianku.” Shin semakin lemah dan melepaskan pedangnya. Pedang itu berubah menjadi api, dan kesadaran Eun Tak pun seketika kembali.


Eun Tak berlari memeluk Shin dengan ketakutan, tidak. Shin membalas pelukannya, ia mengusap wajah Eun Tak, memberikan tatapan lembut penuh kasih sayang. Bertemu dengannya adalah hadiah terindah dalam hidupnya. Eun Tak memegang tangan Shin tak mau kehilangan, bukankah dia sudah berjanji tidak akan melepaskan tangannya? Shin sudah berjanji.


“Aku akan datang lagi sebagai hujan. Aku akan datang sebagai salju pertama. Aku akan memohon pada Yang Kuasa untuk mengizinkanku melakukannya.”

Eun Tak terus memohon supaya dia tidak pergi, tidak dengan cara seperti ini. Dia sangat mencintainya. Sungguh mencintainya. Shin terus menatap Eun Tak, memberikan senyuman lembutnya “Aku juga... mencintaimu. Aku sudah mencintaimu sejak lama.”


Seketika tubuh Shin menghilang menjadi butiran abu. Kontan Eun Tak menangis pilu, dia meronta, “jangan!”

17 comments

Sedihh.... Bgtt
Mogaa sunnyy hidup bahagia with wang yeo
Semngatt minnn ๐Ÿ˜

Sedihh.... Bgtt
Mogaa sunnyy hidup bahagia with wang yeo
Semngatt minnn ๐Ÿ˜

sampe mewek baca sinopsisnya... :'(

Ceritanya semakin menarik...cerita yg sederhana andalan drama korea..bikin kita gak bosan2...

smpe nangis liatnya jga๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Mewek... Keren... Ditunggu kelenajutannya ๐Ÿ˜‡

Ahjussi jgn menghilang Ak harap drama ini happy ending Ini kan masih episode 13 mudahan di 2 rpisode terakhir happy ending buat semuanya,hari ini goblin eps 14 nggak tayang ya

Sesak dada baca sinopsis kali ini.. Sampe mewek. Makasih mba. Tetap semangat untuk update sinopsisnya.

ahjussi๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ berharap eps selanjutnya shin hidup lagi๐Ÿ˜ข

Sedih banget mewek deh bacanya, terimakasih Mbaksay sinopsis nya :-( :-(

sebelum liat ep 13 "ah.. pasti eun tak nikah sama si goblin trus punya anak". setelah liat ep 13 "benci gw liat ini, knp si ending nya gk sesuai harapan?" ๐Ÿ˜น๐Ÿ˜น๐Ÿ˜น

terus yg episode spesial nya itu yg mana ya? Kaya apa sih? ada yg tau kah?
buat author semangat terus nulis sinopsisnya!!

sampe netesin air mata min, apa lagi pas baca adegan shin goblin menghilang dan eun tak nangis sejadinya๐Ÿ˜ช๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
ditunggu episode selanjutnya makin semangat bacanya

Ohh myy ini sedihh bgt sih, pdhl baru baca sinopsis nya doang. Telatt bgtt. Tp gak kebayang sih kalo goblin di jadiin sinetron indo. Apa jadinya?? ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon