Powered by Blogger.

Content and Images Copyrights by tvN

Sinopsis Goblin Episode 14 - 1

 

Eun Tak menangis dan meronta pilu saat Shin menghilang jadi abu. Petir menggelegar dan waktu pun terhenti. Semua orang membeku di tempat masing-masing, sementara tulisan tangan Shin dalam buku jurnalnya, perlahan menghilang. Tulisan tangan Shin 'Dia adalah cinta pertamaku' dalam buku puisi Eun Tak pun menghilang dan hanya menyisakan bekas terbakar.



Hanya Eun Tak yang tak membeku dalam waktu, namun ia menyadari semua ingatannya akan Shin perlahan mulai menghilang. Ia langsung bergegas mengambil buku jurnalnya dan menulis pesan untuk dirinya sendiri.

"Ingatlah, namanya Kim Shin. Dia tinggi, senyumnya penuh dengan kesedihan, dia akan kembali sebagai hujan, sebagai salju pertama, dia akan menepati janjinya. Ingatlah, kau harus ingat. Kau adalah pengantinnya."



Kupu-kupu Dewa hinggap di sebatang bunga di sebuah tempat antah berantah. Di sanalah, Shin tampak kembali seperti dulu, seorang jenderal Goryeo. Ia sendirian, terdengar suara Nenek Samshin berkata, "Yang Maha Kuasa berkata..."

"Kau sudah dihapus dari ingatan dan kenangan semua orang yang mengingatmu. Ini demi kebaikan mereka dan ini adalah anugerahKu"

"Ia juga berkata, hukumanmu telah berakhir. Sekarang, kau bisa melupakan segalanya dan tidur. Damailah engkau. Namun, mata Goblin penuh dengan air mata."

Air mata Shin menitik saat dia teringat masa depan Eun Tak tanpa dirinya di sana. Ia pun meminta pada Yang Kuasa "Aku berharap untuk tetap di sini dan menjadi hujan. Aku akan menjadi angin. Aku akan menjadi salju pertama."


Shin terjatuh berlutut saat ia memohon satu hal, satu hal saja. Namun Nenek Samshin berkata bahwa itu adalah kebodohan yang pernah dibuat Shin. Kupu-kupu Dewa pun terbang pergi menjauhinya, "Aku selalu ada dalam hidupmu. Tapi di tempat ini. Aku... tidak ada."

Seperti itulah bagaimana Goblin bertahan hidup seorang diri. Terjebak di sebuah tempat antara hidup dan akhirat, antara cahaya dan kematian. Sebuah tempat yang bahkan diabaikan oleh Yang Kuasa. Dia terjebak di sana dalam keabadian.


Nenek Samshin ternyata sedang menceritakan kisah itu pada Kim Woo Shik yang sedang membeli sayuran darinya.

"Kasihan sekali goblin. Lalu apa yang terjadi pada goblin?" tanya Woo Shik.

Nenek Samshin juga tidak tahu. Semua ingatan akan terlupakan dan yang akan tersisa hanyalah kesia-siaan. Goblin akan terus berjalan dalam kesia-siaan itu. Entah apa yang akan terjadi padanya setelah perjalanan yang tak berujung itu. Entah dimana dia akan berakhir nantinya. Woo Shik mendesah, itu kisah yang sangat sedih.

9 tahun kemudian...

 

Eun Tak sekarang telah menjadi seorang PD sebuah program radio seperti cita-citanya selama ini. Seorang rekannya keheranan karena di luar sedang hujan lebat. kata ramalan cuaca, hari ini bakalan cerah. Mereka harus bagaimana sekarang dengan bagian openingnya?

Eun Tak tampak tidak bersemangat walaupun dia santai saja menghadapi kegalauan rekannya, mereka tidak bisa menghentikan hujan jadi ganti saja bagian openingnya dan ganti semu kalimat yang berhubungan dengan cuaca. Saat itu dia mendapat sms dari sepupunya Gyeong Mi yang minta pinjaman uang darinya, Eun Tak mengabaikannya.

 

Eun Tak berteduh di depan gedung, tak bisa pulang karena tidak membawa payung. Tapi melihat hujan membuatnya sedih.


Dia akhirnya masuk ke sebuah coffee shop dimana ada Wang Yeo di belakangnya. Tapi Eun Tak tak mengenalia, Wang Yeo pun sepertinya tidak mengenalinya. Mereka bagaikan 2 orang asing. Duduk saling memunggungi, sama-sama menatap hujan di luar jendela dengan sedih.


Saat akhirnya dia pulang (ke apartemennya sendiri), Eun Tak mulai teringat kembali kenangan masa kecilnya. Saat dia berumur 9 tahun dan bertemu seorang ahjussi bertopi... yang mirip dengan pria yang tadi ada di coffee shop. Tapi dia berpikir kalau dia pasti sudah salah lihat, tidak mungkin dia pria yang sama dengan yang ditemuinya 20 tahun yang lalu.

Dia lalu memegangi kalung pemberian Shin yang sama sekali tak bisa diingatnya. Apa kalung ini peninggalan Ibunya? Sejak kapan dia memiliki kalung ini? Di nakas, tampak buku puisi yang masih Eun Tak simpan.


Eun Tak lalu berbaring sambil menyenteri kalungnya. Kata 'Destin' terbayang di langit-langit kamar-nya... sementara Shin terus berjalan dan berjalan, jatuh-bangun di antah beranta yang tak berujung. Terdengar suara Shin, "Di gurun itu, dia sangat kesepian hingga terkadang dia berjalan mundur. Dia ingin melihat jejak kaki di depannya."


Entah bagaimana, Eun Tak menulis ucapan Shin itu didalam buku puisinya. Dia lalu membalik-balik halamannya hingga berakhir di halaman yang ada bekas terbakar, dia tidak mengerti kenapa hanya bagian itu yang terbakar.


Dia lalu pergi ke restoran ayamnya Sunny. Sama seperti dulu, Eun Tak terpesona oleh kecantikannya. Tak menyangka kalau mantan bosnya masih saja cantik mempesona sampai sekarang. Dia lalu memesan soju, Sunny heran kenapa Eun Tak tiba-tiba memesan soju, apa dia dimarahi atasannya lagi? Bukankah hari ini acaranya bagus?

"Apa gunanya bagus. Aku hampir dipecat karena kami tidak punya cukup sponsor. Dan kami membuat perkara besar karena hujan dadakan."


Ketua Kelas datang tak lama kemudian, Eun Tak masih memanggilnya Ketua Kelas sampai sekarang. Ketua Kelas sekarang menjadi seorang pengacara lalu menawari Eun Tak kencan buta. Eun Tak menolak, dia tidak suka pengacara. Ketua Kelas berkata kalau pria kali ini seorang chef yang cukup sering muncul di program acara masak dan senyumnya imut seperti puppy.

"Kenapa juga aku harus kencan dengan orang yang lebih sesuai dengan tipemu?"

"Kenapa juga aku harus kencan dengan seseorang yang ngefans dengan acara radiomu? Dia selalu mendengarkan acaramu di jam makan siang."

"Apa aku satu-satunya teman yang bisa kau jual?" canda Eun Tak


Ketua Kelas langsung tersinggung mendengarnya. Sunny ikut bergabung bersama mereka dan menasehati Eun Tak untuk menerima tawaran Ketua Kelas. Lihat saja dirinya. Dia bisa dengan mudahnya menjadi cinta pertama seseorang, tapi sekarang tak ada seorang pria pun yang mengajaknya minum kopi. Ketua Kelas setuju, jangan jadi seperti Sunny. Pfft! Sunny tersinggung, maksudnya apa?

Hujan kembali mengguyur deras saat itu. Sementara kedua temannya berdebat sendiri, Eun Tak terus merenung menatap hujan dan mengisi ulang gelas sojunya.


Hari ini hujan, sojunya pahit dan dia punya dua orang teman yang mengkhawatirkannya. "Ini hari yang indah," ujar Eun Tak dengan senyum.

Tapi Sunny dan Ketua Kelas menyadari kemurungan Eun Tak dan hanya bisa diam memperhatikannya dengan cemas.


Hujan masih turun lebat saat Eun Tak berjalan pulang dengan langkah terhuyung tanpa menyadari teman hantunya sedang memperhatikannya. Hantu yang lain mengenal Eun Tak, tapi dia heran kenapa Eun Tak tidak bisa melihat mereka.

"Dulu dia pengantin Goblin. Tapi sekarang dia berumur 29 tahun tapi Goblin masih belum muncul. Bisa dibilang dia itu janda. Dulu dia bisa melihatku."


Eun Tak meringkuk di tempat tidurnya, memegangi dadanya yang sakit dan menangis sedih walaupun dia tidak tahu mengapa. Shin terus melangkah hingga langkahnya terhenti di dekat bunga dandelion yang tampak sudah mengering. Di tangannya, ia menggenggam erat surat kontraknya dengan Eun Tak.


Shin membeku di sana sebelum akhirnya ia terjatuh, tak kuat menopang tubuhnya lagi. Tapi kemudian surat kontrak di tangannya terbang tertiup angin. Shin berusaha bangkit mengejarnya, berusaha melawan hembusan angin bersalju yang begitu kuat, tapi surat kontrak itu terus terbang semakin jauh.

 

Di bumi, orang-orang keheranan melihat salju pertama yang turun lebih cepat tahun ini. Eun Tak berhenti di tengah jalan, menatap lampu jalan dengan sedih. Shin pun menitikkan air mata, ia semakin lemah.


Eun Tak duduk seorang diri di belakang gedung kantornya dengan sebuah kue ultah dan lilin. Dia bertanya-tanya apa sebenarnya yang dia lupakan. "Siapa... yang telah kulupakan." Eun tak lalu menyalakan lilinnya. "Wajah siapa yang kulupakan. Janji apa yang kulupakan hingga aku merasa begitu menderita seperti ini?"

Shin mendengarnya. Dia mendengar doa Eun Tak, "Seseorang. Siapapun... tolong selamatkan aku."

Eun Tak meniup lilinnya... serpihan bunga dandelion berterbangan. Tngan Shin mulai berasap seperti saat setiap kali Eun Tak memanggilnya. Surat kontrak itu pun mulai berasap dan terbakar.


Eun Tak duduk merana di sana... hingga dia menyadari ada seseorang di sampingnya. Eun Tak menolak. Aaaaarghh!!! Shin kembali dengan masih memakai baju jaman Goryeo-nya.


Eun Tak berdiri menghadapinya, sama seperti saat mereka pertama kali bertemu di tepi pantai. Shin menatapnya dengan penuh kerinduan, teringat saat Eun Tak menangis malam itu. Shin langsung mendekatinya dan menarik Eun Tak kedalam pelukannya. Eun Tak pun menangis dalam pelukannya.


Sesaat kemudian baru dia ingat dan langsung melepaskan diri darinya dan meminta maaf pada Shin seolah dia orang asing. Tiba-tiba dia bingung sendiri, kenapa harus dia yang minta maaf. Apa yang dia lakukan barusan? Kenapa dia memeluknya? "Apa kau mengenalku? Siapa kau?"

"Aku orang yang didalam kontrak"

Eun Tak tidak mengerti apa maksudnya. Tapi melihat penampilannya, Eun Tak mengira kalau dia aktor dari departemen drama. Shin melihat kartu ID-nya Eun Tak dan langsung menyela, "Apa impianmu jadi kenyataan? Aku bangga padamu."

Eun Tak bingung, tapi dia mengiyakannya saja. Tapi kenapa tadi dia memeluknya? Dan kenapa dia bicara dengan banmal padanya? Shin berkaca-kaca teringat ucapan Yang Kuasa dulu, bahwa dia sudah dihapus dari ingatan semua orang yang mengenalnya demi kedamaian mereka.

"Selama kau hidup dalam kedamaian, aku tidak masalah. Itu saja yang kubutuhkan"


Tapi Eun Tak mengira kalau dia cuma sedang berakting dan mengingatkan Shin kalau gedung departemen drama ada di gedung belakang. Dia lalu berjalan pergi. Tapi baru beberapa langkah, dia berbalik kembali. Mereka saling menatap sebelum Eun Tak bertanya bagaimana caranya dia masuk kemari tanpa ID?

"Karena seseorang memanggilku," ujar Shin. Eun Tak tidak ambil pusing dan langsung pergi.


Deok Hwa sekarang jadi asisten managernya Presdir Kim. Hari itu dia berjalan keluar gedung bersama rombongan direktur yang menbuntutinya di belakang, tapi Deok Hwa nyerobot berjalan di samping Presdir Kim sampai Presdir Kim harus mengingatkannya akan posisinya dan menyuruhnya kembali ke belakang.

Shin ada di lobi dan langsung memanggil Deok Hwa saat dia lewat. Satpam sontak bertindak mau mengusirnya, tapi Presdir Kim mencegah mereka karena pria itu sepertinya mengenali Deok Hwa. Begitu satpam melepaskannya, Shin langsung berjalan mendekati Deok Hwa, lega karena akhirnya dia bisa bertemu Deok Hwa lagi.

Tapi Deok Hwa tidak mengenalinya dan langsung mundur, mencegah Shin mendekatinya. "Kau siapa? Apa kau mengenalku?"

"Aku pamanmu, kakakmu..."

"Dia pasti sudah gila"

"Aku bukan orang gila"


Deok Hwa mengacuhkannya dan mengajak Presdir Kim makan siang bersama. Mereka pun pergi meninggalkannya. Tapi Deok Hwa tidak bisa berhenti memikirkan pertemuannya dengan pria yang mengaku pamannya tadi. Dia lalu memberitahu Presdir Kim kalau keberadaan pamannya di Chunwoo Group itu top secret, cuma dia dan Kakeknya yang tahu.

"Sekarang ada satu orang lagi yang tahu," Presdir Kim mengingatkan.

Deok Hwa malah bingung sendiri, siapa? Presdir Kim cuma bisa mendesah. Apa nama Pamannya Deok Hwa itu Kim Shin. Deok Hwa menyangkal, kenapa juga pamannya bernama Kim, Pamannya bernama Yoo. Siapa itu Kim Shin? Presdir Kim mendesah, makan saja lah.

Deok Hwa dengan pedenya meyakinkan Presdir Kim untuk tidak cemas, dia akan melindungi perusahaannya seperti yang seharusnya dilakukan pewaris konglomerat. Presdir Kim berdehem dan mengingatkan Deok Hwa bahwa ini bukan 'perusahaannya'. Ini adalah perusahaan semua pegawai, mereka semua juga melindungi perusahaan ini dengan baik jadi jangan terlalu bersemangat.


Shin lalu pergi melihat Sunny dari depan restoran ayamnya. Para pejalan kaki melihatnya dengan keheranan. Sunny melihatnya dengan tatapan bingung. Shin tampaknya hendak mengatakan sesuatu tapi tepat saat itu juga, Sunny dipanggil pelanggannya. Dia hanya berpaling sebentar, tapi saat dia menoleh kembali, Shin menghilang.


Wang Yeo sedang menyeka gelas teh-nya saat tiba-tiba dia melihat Shin lewat. Sama seperti dulu saat mereka pertama kali bertemu, Shin tampak seperti cuma menatap tembok tapi dia bisa melihat tembus pandang ke dalam ruang tehnya Wang Yeo. Saat itu ingatan akan perseteruan mereka kembali. Sama seperti dulu, dia berkomentar "Vulgar sekali topi yang kau pakai itu."

Wang Yeo sepertinya juga tidak mengingatnya, tapi dia mengenalinya sebagai goblin yang rumornya kembali pada ketiadaan. Shin mengklaim kalau kebanyakan rumor tentang dirinya cuma dongeng. Wang Yeo menunduk, seolah mengacuhkannya.


Tapi kemudian dia mendongak kembali dengan mata berkaca-kaca dan berkata, "Sepertinya kau tidak kembali jadi abu atau hilang bersama angin dan hujan. Jelas kau tidak kembali menjadi sesuatu yang mengerikan." (OMO! Wang Yeo mengingatnya)



Sesaat kemudian, Shin duduk di ruang tehnya Wang Yeo. Apa yang terjadi? Dia kira Wang Yeo tidak mengingatnya? Seharusnya segalanya kembali pada ketiadaan. Wang Yeo membenarkannya, memang begitu bagi yang lain. Tapi dia mempertahankan ingatannya.

Dia tidak yakin kenapa hanya dia yang ingatannya tidak menghilang, tapi dia punya sebuah hipotesis: Deok Hwa. Saat Deok Hwa berjanji akan selalu bersama Wang Yeo sampai akhir apapun yang terjadi.

Flashback,


Saat Deok Hwa dirasuki Yang Kuasa, dia minum-minum bersama Nenek Samshin. Dewa mengaku bahwa saat itu adalah saat terlemah baginya. Nenek Samshin menyarankannya untuk setidaknya mempertahankan ingatan Wang Yeo. Shin dan Eun Tak sangat menyedihkan.Seluruh dunia tertutup untuk mereka. Seseorang selain mereka berdua, harus mengingat kisah cinta Shin dan Eun Tak.

"Tapi kau tahu, kenapa aku merasa aku menemukan sebuah pintu yang akan kembali membuka dunia yang sudah tertutup? Apa selama ini aku tidak menutupnya?"

Flashback end.


Wang Yeo penasaran apa yang terjadi dengan Shin selama ini? Bagaimana dia bisa kembali? Shin berkata karena surat kontraknya. Wang Yeo menitikkan air mata, "Aku lega kau kembali. Sungguh. Aku benar-benar senang kau kembali"

"Senang ada seseorang yang menyambutku. Aku tidak tahu malu"

Wang Yeo menyadari sekarang ini terlalu terlambat. Seharusnya dia melakukannya 9 tahun yang lalu. Seharusnya dia melakukannya 900 tahun yang lalu. "Kumohon maafkan aku karena tidak bisa melindungi kekasihku, dan kau yang telah melindungi Goryeo-ku. Aku menerima banyak cinta, tapi aku tidak mencintai siapapun. Kumohon maafkan aku"

Shin mengangguk memaafkannya. Wang Yeo pun lega, "Kau harus potong rambut."


Beberapa saat kemudian, Shin sudah bersih dan rapi, kembali ke penampilannya yang dulu. Dia kembali ke kamar lamanya yang masih sama seperti dulu.


Mereka berdua lalu duduk bersama dan bersulang bir sama seperti dulu. Akhirnya Shin pulang. Wang Yeo mengklaim kalau ini rumahnya, dia masih punya sisa masa sewa 10 tahun.

Shin tertawa mendengarnya. Bagaimana dengan adiknya? Wang Yeo mengaku tak pernah bertemu dengannya lagi. Merindukannya adalah hukuman Wang Yeo selama 9 tahun terakhir ini. Lagipula dia memang seorang pendosa. Lalu apa Shin sudah bertemu Eun Tak? Dia tidak mengingat Shin, iya kan?

"Iya. Dia jadi PD stasiun radio sekarang. Dia kelihatan baik"

"Kadang aku mendengarkan acaranya"

"Beritahu aku agar aku bisa mendengarnya juga"


Tiba-tiba terdengar suara pintu hampir dibuka. Deok Hwa datang. Shin langsung ngumpet di belakang sofa. LOL! Deok Hwa bercerita pada Wang Yeo yang masih dia panggil 'Paman Penyewa' kalau tadi siang di kantor dia bertemu dengan seseorang yang sangat aneh, dia juga ingin melihat keadaan Paman Penyewa.

"Tapi Paman Penyewa. Jika Paman adalah pamanku, maka kau adalah pamanku. Tapi kenapa kau 'Paman Penyewa'. Kalau dipikir-pikir, sejak kapan kau mulai tinggal di sini?"

"Semuanya ada didalam kontrak"


Oh, tapi kenapa ada dua botol bir di meja? Apa ada seseorang yang datang? Wang Yeo menyangkal canggung, dia memang suka minum dobel kok. Lalu kaki siapa yang nyembul di belakang sofa itu? hahahaha! Ketahuan. Shin terpaksa keluar dari persembunyiannya sambil pura-pura sedang mengagumi sofa.


Deok Hwa mengenalinya. Dia kan pria yang tadi? Shin mengklaim dirinya adalah temannya Wang Yeo. Tapi Wang Yeo tiba-tiba berkata kalau orang ini akan pergi sekarang lalu dadah-dadah ke Shin. Pergi! Shin pun terpaksa pergi dengan diiringi tatapan bingung Deok Hwa, "Apa Paman Penyewa adalah bagian dari rahasia kelahiranku?"


Shin menutup pintu luar dan berteleportasi ke kamar lama Eun Tak yang sekarang tertutup kain-kain putih. Deok Hwa heran mendengar kamar atas tiba-tiba tertutup. Apa Paman Penyewa barusan dengar kamar atas tertutup? Wang Yeo berusaha menyangkal. Tapi Deok Hwa yakin dia mendengarnya. Dia bahkan langsung berniat naik, Wang Yeo terpaksa harus menyuruh Deok Hwa menatap matanya.

Bersambung ke part 2

1 comments:

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon