Powered by Blogger.

 Content and Images Copyrights by tvN

 Sinopsis Goblin Episode 15 -1


Eun Tak jalan-jalan mengelilingi jalanan Quebec yang dulu pernah dia lewati. Di tengah jembatan, dia berpapasan dengan hantu Kanada yang dulu pernah ditemuinya di taman pohon maple. Hantu itu menyapanya akrab, "Hai, kau lagi."

"Iya," Eun Tak refleks membalasnya sama akrab-nya (OMO! Dia bisa lihat hantu lagi).



Baru sesaat kemudian dia menyadari keanehan ucapannya barusan. Eun Tak langsung menoleh tapi hantu itu sudah menghilang. Saat Eun Tak berkeliling mencarinya, seorang ahjumma bule penjual aksesoris yang dulu, tiba-tiba menyapanya akrab, senang bertemu Eun Tak kembali.

Eun Tak bingung, apa dia mengenalnya? Tidak, tapi ahjumma bule mengenali kalung yang Eun Tak pakai karena dialah yang membuat kalung itu. Ahjumma mengaku bahwa dulu seorang pria memintanya untuk mendesain kalung itu sekitar 10 tahun yang lalu. Eun Tak bertanya pria seperti apa. Ahjumma juga tidak tahu, seharusnya Eun Tak lah yang lebih tahu, dia kan pemilik kalung itu.

"Apa kau tahu apa artinya?"

"Tidak."

"Itu Bahasa Perancis. Artinya: Pasangan yang ditakdirkan dari Surga. Takdir ditentukan di luar kemampuan manusia. Apa kau hidup bahagia dengan pria yang memberimu kalung itu?"

Eun Tak sama sekali tidak punya jawaban, bingung dengan segalanya.


Sementara itu di Korea, Shin termenung menatap daun maple-nya, dia merindukan Eun Tak. Sesaat kemudian, tiba-tiba dia masuk dari pintu depan dengan memakai kimono Jepang dan menyapa Wang Yeo dengan Bahasa Jepang. Dia terus bolak-balik keluar-masuk ke berbagai negara mencari Eun Tak dan Wang Yeo cuma bisa mendesah sambil geleng-geleng melihat tingkah Shin.

Lama-lama Wang Yeo capek sendiri melihatnya. Shin mengaku masih ada satu tempat yang belum dicobanya. Kalau begitu pergi saja, Wang Yeo mengizinkan. Shin agak ragu, apa benar-benar tidak masalah membuatnya kebingungan?

"Apa tidak masalah membuatku kebingungan? Aku stres melihat tingkahmu," protes Wang Yeo

"Aku merasa sangat kosong di dalam," keluh Shin lesu.


Shin pun pergi... dan kembali lagi dengan membawa sarkofagus. hahaha! Astaga, Wang Yeo sampai shock. Dia sudah gila apa? Cepat balikin sebelum terjadi perselisihan internasional! Shin akhirnya masuk kembali ke sarkofagusnya, mengajak si mumi balik ke negaranya.

 

Terakhir, pastinya dia ke Kanada, melalui portal pintu merah... tepat saat Eun Tak sedang memandangi pintu itu. Shin sontak mau balik begitu melihat Eun Tak, tapi akhirnya dia berbalik menghadapi Eun Tak dengan canggung sambil beralasan kalau dia kemari untuk urusan bisnis.

Apa Shin mengikutinya? tanya Eun Tak. Shin mengakuinya, apa itu kejahatan? Dia bukan orang jahat kok. Bagaimana Eun Tak bisa tahu? Dengan menghabiskan waktu dengannya, jawab Shin. Eun Tak tidak merasa punya alasan untuk melakukan itu. Perusahaannya kan men-sponsori acara radio Eun Tak, jadi seharusnya Eun Tak mentraktirnya dong.


Sikap Eun Tak langsung berubah lebih sopan, memanggil Shin sebagai depyo-nim lalu menuntun jalan. Shin pun berjalan mengikutinya. Tapi sesaat kemudian, Eun Tak berbalik lagi. Bingung dengan ucapannya barusan. Apa dia barusan bilang kalau dia pernah ke Kanada? Shin berkata kalau tadi Eun Tak menyebut-nyebut daun maple. Ah, oke lah.

 

Mereka kemudian makan sandwich di jembatan. Shin terus menatapnya sebelum bertanya apa sandwch ini saja cukup? Eun Tak mengiyakannya. Tapi maksud Shin adalah dirinya sendiri, apa Eun Tak tidak ingat berapa banyak sponsor yang dia berikan? Eun Tak langsung berhenti makan dengan canggung dan menjelaskan kalau dia tidak membawa banyak uang karena ini perjalanan mendadak.

"Apa yang kau sukai?" tanya Eun Tak.

"Daging sapi."


Menyadari itu makanan mahal, Eun Tak mencoba menghindar dengan beralasan kalau dia tidak suka daging sapi. Shin tentu saja langsung mendengus tak percaya, "Kau menyukainya"
 
Eun Tak tertegun, dari mana Shin mengetahuinya? Apa Shin menyuruh orang menyelidikinya? Apa Shin sedang berusaha menyelidiki apakah keluarganya sebanding dengan keluarga Shin? Siapa bilang dia mau mengencani Shin? Shin menyela protesnya dan menuntutnya untuk mentraktirnya daging.


Eun Tak mau pergi, dia menuju ke arah bukit tapi Shin mencegahnya. Dia berkata tak ada yang bisa dilihat di sana dan mengajaknya lewat jalan lain, dia akan memandu Eun Tak. Sepertinya Shin mengenal Quebec, apa dia sudah pernah kemari? Shin membenarkannya, dia datang kemari bersama cinta pertamanya, mereka kemari empat kali. Eun Tak langsung cemburu, ternyata Shin punya kekasih. Tapi saat Shin mengaku sekarang dia tidak punya kekasih, Eun Tak langsung bertanya antusias, kenapa mereka putus?


"Karena aku pergi jauh dalam waktu yang sangat lama. Itu membuatnya lelah. Dia melupakan segalanya tentangku," jawab Shin sambil terus menatap Eun Tak.

"Cinta pertama memang tidak pernah berhasil. Kau pasti sangat mencintainya."

"Benar, sampai tak tertahankan"

"Apa yang kau tahan?"

"Aku ingin menggenggam tangannya dan memeluknya"

Eun Tak makin cemburu mendengarnya, "Wanita itu melupakannmu, tapi kau tidak."

"Iya. Aku tidak pernah lupa barang sedetikpun."

"Beruntung sekali dia," gerutu Eun Tak sambil menendang daun-daun maple di kakinya dengan kesal.


Melihat itu, Shin memberitahu Eun Tak dengan kata-kata yang pernah Eun Tak ucapkan dulu. Jika dia menangkap daun maple yang terjatuh maka dia akan jatuh cinta pada orang yang sedang bersamanya. Eun Tak langsung mendengus mendengarnya, apa itu yang dikatakan cinta pertama Shin?

Benar, dia bahkan selembar daun maple. Eun Tak langsung sinis, Shin percaya itu? Nyatanya kan cintanya tidak berhasil. Sekarang saja Shin sedang bersamanya karena cintanya tidak berhasil. Pria bisa jadi sangat licik dengan menceritakan kisah lama mereka pada wanita yang mereka sukai (biar si wanita cemburu). Shin cuma tersenyum melihat kecemburuan Eun Tak.


Eun Tak masih terus menggerutu cemburu saat dia kembali ke kamar hotelnya, mengatai Shin bodoh karena mempercayai omongan cinta pertamanya itu. Eun Tak stres memikirkan pertemuannya dengan ahjumma penjual aksesoris tadi, dia benar-benar tidak bisa mengingatnya, bagian mana dari ingatannya yang hilang.

Saat dia menatap keluar jendela, dia melihat Shin duduk di bangku. Tiba-tiba dia punya ide dan langsung keluar menemui Shin untuk bertanya apakah mereka pernah bertemu dulu, sekitar 10 tahun yang lalu? Shin tak menjawab, tapi dia teringat saat Eun Tak berlari mendatanginya saat dia duduk seperti sekarang ini.


Shin bangkit dan bertanya apakah Eun Tak menyukainya. Eun Tak menyangkalnya dan menjelaskan kalau dia tidak bermaksud merayu Shin. Tapi sedetik kemudian, akhirnya dia mengaku jujur. Iya ,dia menyukai Shin dan dia tidak punya pacar. Dia tidak begitu beruntung soal pria dalam kehidupannya ini.

Canggung, Eun Tak langsung pamit tapi berbalik lagi sedetik kemudian tepat saat Shin juga hendak mengatakan sesuatu padanya. Eun Tak bicara duluan dan mengajak Shin makan malam bersama. Shin tersenyum mendengarnya, dia juga sebenarnya ingin mengajak Eun Tak makan malam bersama.

 

Tak lama kemudian, Eun Tak pun duduk di restoran yang dulu. Yups, ini adalah masa depan yang dilihat Shin. Eun Tak menelepon Sunny dan menceritakan perjalanannya keliling Quebec yang anehnya sangat lancar bagi seseorang yang (dia kira) belum pernah pergi ke Quebec sebelumnya. Bahkan saat ini dia sedang berada di restoran yang bagus bersama seorang pria.

Shin senyam-senyum memandangi Eun Tak dari belakang. Eun Tak melihatnya dan menyapanya depyo-nim, persis seperti penglihatan Shin. Shin kembali ke meja mereka dengan senyum teramat sangat lebar sambil membatin, "Masa depan yang kulihat benar. Kau akhirnya bertemu pria itu. Aku malu karena tidak bisa berhenti tersenyum."

 

Eun Tak penasaran, apakah Shin pernah datang ke resto ini bersama cinta pertamanya? Shin mengangguk, Eun Tak langsung merutuk kesal, "Kau mentraktirnya makanan mahal."

Shin merasa tak ada gunanya diingat, toh cinta pertamanya sudah tidak mengingatnya lagi. Eun Tak penasaran, apa Shin pernah menemuinya setelah mereka putus. Iya, jawab Shin. Eun Tak makin kesal mendengarnya, "Kudengar, ingatan akan cinta pertama kebanyakan memang sangat kuat dan membuat seseorang kecewa saat mereka ditakdirkan bertemu kembali."

"Tidak, dia masih sangat cantik"

Eun Tak langsung menyudahi percakapan menyebalkan ini dengan memanggil pelayan. Tapi dia masih penasaran, apa pendapat Shin tentang gadis yang berubah menjadi wanita dewasa yang cantik. "Aku belakangan ini jadi sangat cantik. Tentu, itu pendapatku sendiri."


Shin hanya menjawabnya dengan bertanya apakah mereka bisa bertemu lagi besok. Eun Tak sampai speechless, dia pulang ke Korea besok sore. Shin ingin bertemu Eun Tak sebelum dia pulang. Dia juga ingin bertemu Eun Tak lagi saat kembali ke Korea. Eun tak mengangguk lalu buru-buru menyembunyikan senyum lebarnya dengan buku menu.


Di Korea, Sunny sedang menonton rekaman CCTV saat Wang Yeo datang ke restorannya. Keesokan harinya, dia pergi menemui Deok Hwa (yang terpesona melihat kecantikannya) untuk menunjukkan rekaman Wang Yeo.

Deok Hwa mengirimkan surat padanya melalui orang ini, bukan? Apa dia boleh minta nomor telepon orang ini? Deok Hwa kecewa, padahal dia berharap Sunny minta nomor teleponnya sendiri. Tak lama kemudian, Wang Yeo baru keluar dari kamarnya saat teleponnya berbunyi dari 'Sunny bukan Sun Hee'.
 

Sementara itu, Eun Tak mencobai berbagai macam baju lalu membuka buku panduan Quebec, mencari tempat bagus untuk kencan. Dia membalik-balik halamannya... hingga foto sebuah tempat menarik perhatiannya. Foto beberapa buah nisan di sebuah bukit.

Sebuah foto yang tiba-tiba membuat Eun Tak mendapat kilasan-kilasan ingatan: Melihat sosok punggung seorang pria, dia meniup serpihan bunga dandelion dan sebuah nisan dengan foto seorang pria yang sama persis dengan wajah Shin. Eun Tak sekarang ingat bagaimana Shin kemarin menjauhkannya dari bukit.


Eun Tak langsung bergegas ke bukit itu dan benar-benar mendapati nisan dengan foto Shin di sana. Shin mendatanginya saat itu. Eun Tak langsung curiga, apa pria dalam nisan ini adalah Shin? Apa dia hantu? Apa sekarang hari kematiannya? Karena itukah Shin terus mendatanginya?


Shin kaget mendengarnya, apa Eun Tak masih bisa melihat hantu? Eun Tak semakin heran, dari mana Shin tahu kalau dia bisa melihat hantu? Siapa dia? Apa dia benar-benar hantu? "Bagaimana kau bisa tahu aku pernah bisa melihat hantu?! Apa namamu... Kim Shin? 10 tahun yang lalu, kau datang kemari bersamaku, iya kan? Tapi kenapa aku tidak ingat sama sekali? Siapa kau sebenanrya?"

Eun Tak benar-benar tidak mengerti kenapa dia menulis pesan pada dirinya sendiri untuk tidak melupakan Shin? Kenapa dia menulis kalau dia adalah mempelainya Shin? "Kau Kim Shin, kan?"

"Bukan," sangkal Shin lalu pergi.


Wang Yeo menunggu di cafe. Sunny datang tak lama kemudian dan langsung duduk di hadapan Wang Yeo. Wang Yeo hanya diam, menatapnya dengan penuh kerinduan. Sunny heran kenapa Wang Yeo tidak bereaksi sedikitpun melihatnya tiba-tiba duduk di sini? Apa Wang Yeo mengenalnya?

Wang Yeo mengklaim kalau ini pertama kalinya mereka bertemu, dia menatap Sunny karena Sunny tiba-tiba duduk di mejanya. Sunny ingat kalau dia pria yang menangis di jalan waktu itu. Apa Wang Yeo menangis karenanya? Wang Yeo beralasan kalau dia menangis karena Sunny terlihat seperti seseorang yang dikenalnya.


"Tidak banyak orang yang sepertiku. Bagaimanapun, mari kita kenalan. Siapa namamu?"

"Wang Yeo"

"Kedengaran seperti nama Raja (Wang). Aku sunny. S-U-N-N-Y. Aku ingin bertemu denganmu."

Dia mengaku melihat Wang Yeo dari rekaman CCTV di tokonya. Dia merasa Wang Yeo sangat tampan hingga dia ingin bertemu langsung dengannya. Ternyata dia lebih tampan daripada di CCTV. Dia berterima kasih karena telah mengantarkan suratnya lalu pamit. Sebelum pergi, dia berpesan pada Wang Yeo untuk tidak menangis di jalan lagi.


"Aku senang... bertemu denganmu," ucap Wang Yeo. Sunny cuma tersenyum mengiyakannnya lalu pergi. Wang Yeo tak bisa lagi menahan air matanya begitu Sunny pergi.

 

Di tengah jalan, Sunny tiba-tiba berhenti. Matanya berkaca-kaca saat dia menggumam, "Aku... juga senang bertemu denganmu. Kim Woo Bin-ssi." (Oh, kok dia masih ingat?)

Flashback 9 tahun yang lalu, saat Shin menghilang malam itu...


Sunny mencemaskan Eun Tak yang tak kunjung datang. Bahkan nomor ponsel-nya pun tak bisa dihubungi. Saat dia hendak membuang sampah, dia melihat anak kecil temannya Eun Tak sedang berteduh di toko sebelah. Anak itu mengaku kalau neneknya belum pulang. Sunny pun membawa anak itu masuk dan memberinya minuman hangat.

Anak itu memberitahu kalau neneknya akan pulang tengah malam setelah mendapatkan uang. Sunny berkomentar kalau dia anak yang tidak beruntung. Tapi anak itu dengan bijaknya memberitahu Sunny tentang ucapan neneknya, bahwa di dunia ini ada orang yang lebih tidak beruntung dibanding dirinya.

Sunny langsung menyalahkan Sang Pencipta, seharusnya Dia lebih adil tapi malah menyebarkan banyak ketidakberuntungan. Dia itu brengsek. Anak itu memperingatkannya kalau omongannya itu bisa membuatnya dapat hukuman. Sunny tak peduli, toh dia sudah melewati banyak hal. Mulai dari bertemu pasangan Goblin sampai Malaikat Maut yang membuatnya ingat kehidupan lamanya lalu mencoba menghapusnya lagi.


"Sudah berapa banyak orang yang menderita karenanya?!" rutuk Sunny.

"Apa kau tidak merasa kalau itu adalah bagian dari keajaiban yang ingin ditunjukkan Sang Pencipta agar manusia tidak menjadi arogan?" ujar anak itu dengan sikap yang tiba-tiba berubah dan di dekatnya tampak ada kupu-kupu Dewa terbang mengelilinginya.

Sunny sama sekali tidak menyadari keanehan anak itu dan menanggapinya sinis. Memangnya Sang Pencipta punya hak apa berbuat begitu? Dia sendiri yang akan memutuskan jalan hidupnya. Ini hidupnya dan ingatannya. Dia bisa mengurus hidupnya sendiri dan berharap Sang Pencipta tidak ikut campur dalam takdirnya.

"Baiklah, aku mengerti" ujar Dewa dalam anak itu. Ah, karena itu Dewa tidak menghilangkan ingatan Sunny.
 
5 tahun yang lalu,


Hoobae sudah membeli rumah sendiri dan pindah dari kamar atap. Dia pamit pada Sunny dan berjanji akan tetap datang berkunjung ke restoran ayamnya Sunny. Saat dia turun, dia melihat penghuni baru datang: Eun Tak.

Dia begitu tercengang bertemu Eun Tak kembali. Tapi Eun Tak tidak mengingatnya dan menyapanya bagai orang asing yang baru pertama kali bertemu. Tapi Sunny tidak mencoba mengingatkannya dan hanya menyambut Eun Tak dengan ramah.


Saat dia melihat Shin kembali saat itu, Sunny begitu tercengang melihatnya. Shin menghilang saat perhatiannya teralih sejenak. Dia begitu shock sampai menjatuhkan perabotan yang dibawanya, "Orabeoni?"


Saat dia bertemu Wang Yeo di jalan waktu itu, dia memang tampak acuh. Tapi saat dia sudah cukup jauh, dia langsung memegangi dadanya dan menangis. Wang Yeo pun menangis sambil memeluk lukisan Kim Sun. Sunny menulis pesan sembari mengingat semua kenangan mereka.

"Untuk seseorang yang mengira telah membuat pikiranku damai. Saat mata kita bertemu, aku tahu... bahwa kau juga mengingat semuanya.. Di kehidupan ini, kita seharusnya... hidup dalam happy ending masing-masing dan melupakan tragedi ini. Aku berdoa di kehidupan kita selanjutnya... penantian kita singkat dan pertemuannya berlangsung lama. Jika tidak, kita mungkin tak punya alasan untuk bertemu. Kita harus tetap mengingat nama masing-masing, agar kita bisa saling menyapa saat tak sengaja berjumpa. Cinta kita akan selalu menjadi solusi. Aku berharap kita akan bertemu lagi seperti itu. Kadang kau adalah Kim Woo Bin. Di lain waktu kau adalah Wang Yeo. Selamat tinggal."

Bersambung ke part 2

1 comments:

Leh ratree nya di lanjutin dong mbak...😦😦

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon