Powered by Blogger.

 Content and Images Copyrights by tvN

Sinopsis Goblin Episode 15 - 2


Deok Hwa mondar-mandir memikirkan Sunny yang meminta nomor telepon Wang Yeo darinya dan siapa Ji Eun Tak dalam surat itu. Entah kenapa dia merasa punya peran penting diantara mereka.


Shin merenung seorang diri di restoran dan berpikir bahwa jika Eun Tak meluapakannya maka mungkin dia memang orang pantas dilupakan.

"Aku hanya... sangat merindukannya"



Eun Tak jalan-jalan saat daun-daun maple berguguran. Dia menangkap satu daun maple lalu memandanginya di pinggir air mancur. Dia lalu meletakkan daun itu di sana, tapi itulah yang membuatnya tiba-tiba teringat akan kenangan sebuah daun maple merah jatuh ke buku puisi yang dulu dipegang Shin.

Seketika itu pula semua kenangan masa lalunya kembali. Dia teringat saat Shin bertanya dia pilih cinta atau kesedihan. Eun Tak sekali lagi menjawabnya sekarang, "Cinta yang sedih. Aku merindukanmu."


Dia langsung berlari keliling mencari Shin. Dia melihat sebuah lilin menyala di depan sebuah toko dan langsung meniupnya. Dia langsung menangis dan berteriak, "Aku merindukanmu! Dimana kau? Aku merindukanmu! Dimana kau?"

Shin tiba-tiba menariknya dan menciumnya. Mereka memisahkan diri untuk saling menatap satu sama lain dengan penuh kerinduan sebelum Eun Tak menariknya dan menciumnya kembali.


Mereka lalu kembali ke restoran, duduk berdampingan di sofa sambil memandang satu sama lain. Eun Tak merasa takjub karena Shin benar-benar menepati janjinya untuk datang sebagai hujan dan salju pertama. Apa Shin benar-benar kembali karena kontrak itu? Shin mengiyakannya.

Eun Tak membelai wajah Shin sambil memprotesnya. Bagaimana bisa Shin tega meninggalkannya bahkan setelah dia memohon  untuk tidak meninggalkannya. Bagaimana bisa Shin memakai tangannya untuk mencabut pedang itu.


"Maafkan aku"

Eun Tak menggeleng, tidak apa-apa. Lagipula Shin sudah menepati janjinya. Tapi, apa arti kembali ke ketiadaan itu.

"Aku tidak akan bisa melihatmu," jawab Shin.

Eun Tak mengaku selama ini selalu merasa gila dan menangis setiap kali hujan turun tanpa mengerti alasannya. Tak ada obat yang bisa menolongnya. Dia minta maaf karena tidak hidup dengan baik sebagai balasan atas cinta yang selama ini Shin berikan untuknya.

"Mulai sekarang aku akan membuatmu bahagia," janji Shin. Tapi ngomong-ngomong, dia jadi malu karena Eun Tak memegangi wajahnya terus sedari tadi. Karena Eun Tak masih belum bisa percaya. Dia menyentuhnya untuk memastikan ini cuma mimpi atau tidak karena sering bermimpi seperti ini.


Shin langsung menarik Eun Tak kedalam pelukannya dan meyakinkannya bahwa semua ini bukan mimpi. Eun Tak belum bisa mempercayainya, dia masih dangat shock dan jantungnya masih berdebar kencang.

Shin berusaha menghiburnya dengan menggunakan kekuatannya untuk membuka kulkas dan berkata kalau dia bisa membelikan semua minuman itu untuk Eun Tak.


Mereka pun minum bir bersama. Eun Tak merasa sekarang dia tidak perlu lagi memanggil ashin 'ahjussi'. Berhubung 10 tahun yang akan datang mereka akan seumuran jadi bagaimana kalau mereka saling memanggil, "Hei, kau?"

Shin menolak. Ah, apa Shin sudah bertemu dengan Sunny? Shin mengaku kalau dia hanya melihatnya  dari kejauhan. Eun Tak memberitahunya kalau Sunny sekarang punya banyak uang, dia baik-baik daja sekarang. Lalu apa Shin sudah bertemu Wang Yeo?

Shin memberitahu kalau Wang Yeo masih tinggal di rumahnya. Dia tidak yakin apakah Wang Yeo baik-baik saja seperti halnya Sunny, tapi dia mengaku kalau dia dan Wang Yeo sekarang berteman.


Eun Tak menatap Shin lalu menyelipkan tangannya di tangan Shin. Shin pun menggenggamnya erat, "Aku juga merindukanmu... sangat"

"Aku mencintaimu... sangat"


Keesokan harinya, Shin mengeluh kecewa saat mereka harus berpisah karena Eun Tak harus kembali ke Korea melalui penerbangan resmi. Eun Tak juga ingin lebih lama bersama Shin, tapi dia cuma cuti beberapa hari dan kepergiannya juga harus tercatat di kantor imigrasi, jika tidak maka dia akan dipenjara.

"Aku akan mengunjungimu di penjara," canda Shin

Dasar! Ah, bagaimana kalau Shin naik pesawat bersamanya saja. Ide yang bagus, tapi Shin tidak bawa passport. Kalau begitu sampai jumpa di Korea 17 jam lagi. Eun Tak sedih, lama sekali mereka bisa bertemu lagi. Dia lalu mengecup Shin sebelum pergi.


Begitu mendarat kembali ke Korea, Eun Tak melihat menjemputnya. Dia langsung melempar dirinya kedalam pelukan Shin lalu berjalan keluar dengan bergandengan tangan. Mereka bercanda tawa dan Shin menyatakan kalau dia tidak akan pernah melepaskan tangan Eun Tak.


Dia membawa Eun Tak berlari melewati pintu... dan berteleportasi kembali ke hotel di Quebec. Eun Tak sontak kagum dan Shin langsung menciumnya mesra. Eun Tak  melompat kedalam pelukan Shin dan mereka pun kembali berciuman mesra.


Kembali ke Korea, Eun Tak mencari Sunny di restoran tapi dia tidak ada di sana. Di rumah juga dia tidak ada, teleponnya juga tidak bisa dihubungi.


Wang Yeo memberikan secangkir teh pelupa ingatan pada arwah seorang nenek yang tengah menunggu kedatangan suaminya. Tak lama kemudian, datanglah arwah seorang Kakek. Begitu ia masuk, Kakek dan Nenek seketika kembali menjadi muda.

Kakek meminta maaf pada nenek karena datang terlalu terlambat. Mereka terpisah selama 73 tahun karena saat itu ada DMZ (garis yang memisahkan Korsel dan Korut).

Kakek masih menyimpan jepit rambut milik Nenek, akhirnya ia bisa memberikan ini pada Nenek. Nenek malu karena sudah tua, tapi Kakek langsung memakaikannya dan berkata bahwa Nenek masih cantik. Aww, sweet. Nenek menangis dan Wang Yeo meninggalkan mereka berduaan dengan alasan mau memanaskan tehnya.



Kembali ke rumah, Shin memberitahu kalau mereka kedatangan tamu. Eun Tak nongol dari dapur dengan ceria. Shin memberitahu kalau Eun Tak sudah mengingat semuanya. Wang Yeo kembali memanggilnya 'Roh Hilang' seperti dulu, dia juga senang bertemu kembali dengan Eun Tak dan memberitahu kalau dia selalu mendengarkan siaran radionya Eun Tak.

Eun Tak kangen juga dengan panggilan Wang Yeo padanya: Roh Hilang. Sekarang dia berumur 29 tahun. Senyum Wang Yeo langsung menghilang seketika. Dia tidak mengatakan apapun.


Tapi begitu masuk kamar, dia mengingat kembali peringatan yang hanya dia ucapkan dalam hati dulu. Bahwa Eun Tak akan bertemu lagi dengan seorang Malaikat Maut saat dia berusia 29 tahun nanti, itu adalah takdir Roh Hilang.

"Kau bertemu lagi denganku di usia 19 tahun, Kau bertemu dengan Malaikat Maut." gumam Wang Yeo.


Eun Tak pergi menemui psikolog-nya untuk mengucap pamit dan berterima kasih atas bantuannya selama ini. Sekarang akhirnya dia ingat bagaimana cara bahagia. Caranya? Dengan memanggil Shin terus-menerus. Pertama kali, memanggil Shin saat Shin tengah sibuk memasak.


Kedua kali dia memanggil Shin, Shin langsung pasang pose baca buku. Eun Tak langsung menggodanya. Itu kan buku yang dia baca 9 tahun yang lalu, kapan dia akan selesai membacanya? Shin beralasan kalau seorang pria harus membaca dan menuliskan hal yang sama 100 kali. Dasar pembohong! Tapi Shin cute juga.


Ketiga kalinya, Eun Tak memanggil Shin memakai aplikasi happy bithday cake. Shin muncul dibawah selimut dan langsung mengatai Eun Tak cab*l. Kalau tidak suka, yah pergi saja. Tapi Shin tidak pergi, Eun Tak pun langsung memeluknya.


Suatu malam, Eun tak tersentak bangun dengan keringat dingin. Dia langsung mengambil pemantiknya, meniup apinya dan menghitung sampai 3 sebelum Shin akhirnya muncul. Eun Tak langsung memeluknya, takut kalau semua ini cuma mimpi.

Shin meyakinkannya bahwa ini bukan mimpi. Eun Tak meminta Shin untuk muncul sebelum hitungan ketiga dan tidak pergi meninggalkannya lagi. Shin eminta maaf sekali lagi karena pernah meninggalkan Eun Tak dan berjanji tidak akan pergi kemanapun lalu membaringkan Eun Tak kembali.


Shin baru pergi saat pagi tiba. Dia berhenti di depan pintu kamar Sunny dan memandanginya selama beberapa saat. Sunny datang saat itu dan menegurnya, pura-pura tak mengenal Shin dan bertanya curiga kenapa Shin memandangi kamarnya setelah turun dari kamar Eun Tak.

Dia bertanya apakah Shin adalah 'Tuan Restoran'. Shin bingung maksudnya, tapi saat itu pula dia mendapat penglihatan akan masa depan Sunny bersama Wang Yeo tertawa bahagia di sebuah restoran. "Pada akhirnya kau memilih jalan itu. Aku senang melihatmu tersenyum," ujar Shin ambigu.


"Siapa yang tersenyum? Apa aku harus tersenyum?"

"Temperamenmu tidak berubah. Mungkin tidak sekarang. Tapi pada akhirnya kau akan tersenyum, jadi semuanya akan baik-baik saja"

Begitu Shin pergi, Sunny berhenti pura-pura dan meminta Shin untuk membuat Eun Tak bahagia. "Adikmu yang bodoh ini, juga akan berbahagia."


Di rumah, Deok Hwa sedang membantu Wang Yeo membuat sarapan. Dia terpana melihat jam tangan yang dipakai Wang Yeo. Wang Yeo langsung pamer, warna hitam memang cocok buat Malaikat Maut. Deok Hwa langsung melongo mendengarnya. Shin yang baru datang, langsung memprotesnya karena Wang Yeo baru saja menyebutkan identitas aslinya pada Deok Hwa.

Deok Hwa tidak terlalu terkejut kok. Dia sudah tahu tentang Shin duluan, saat Shin muncul dengan tubuh dipenuhi api biru. Dia sudah tahu kalau pamannya ini adalah Goblin sejak dia berusia 6 tahun. Kakeknya selalu memberitahunya kalau pamannya adalah Goblin dan keluarga mereka telah melayani goblin secara turun-temurun selama beberapa generasi. Selama ini dia mengira kalau itu cuma semacam aliran keyakinan aneh, dia tidak pernah menyangka kalau maksud Kakek adalah Goblin sungguhan.


Tapi tetap saja dia butuh bukti dan menuntut mereka berdua untuk membuktikan kalau mereka benar-benar Goblin dan Malaikat Maut. Wang Yeo langsung menghilang dan muncul kembali di belakang mereka dan Shin membuat teflon melayang. Tapi Deok Hwa sama sekali tidak terkesan, manusia juga bisa melakukan semua itu. Apa mereka tidak tahu David Copperfield?


Shin langsung kesal dan Wang Yeo langsung mengajak Deok Hwa ikut dengannya. Deok Hwa ketakutan dan langsung bersembunyi di belakang Shin. Shin tidak mau menyelamatkannya. Wang Yeo langsung mendekati Deok Hwa dengan tatapan tajam menakutkan... dan melewatinya begitu saja untuk mengiris roti. hehe.


Tidak terima, Deok Hwa berniat balas dendam. Dia mau melapor ke NASA. Tapi belum apa-apa, ponselnya tiba-tiba membeku. Deok Hwa langsung ketakutan dan beralasan kalau dia cuma mau tanya apa NASA bakalan buka cabang di Seoul.


Eun tak hendak pergi saat dia melihat Bibinya di depan dan langsung minta makan padanya. Eun Tak tidak senang bertemu dengannya, tapi dia tetap sopan dengan mengundang Bibi makan di dalam dan menanyakan kabar kedua sepupunya. Bibi mengaku sudah tidak pernah lagi mendengar kabar dari kedua anaknya.


Ketua Kelas menjadi tamu di acara radionya Eun Tak. Tapi dia cemas melihat Eun Tak yang tampak murung sepanjang acara dan mengajak Eun Tak minum bersama. Eun Tak menolak karena mau menemui Sunny.


Sunny bertemu seseorang di restorannya, sepertinya dia mau pindahan. Eun Tak datang tak lama kemudian dan langsung memeluk Sunny, kangen. Kemana saja Sunny belakangan ini? Sunny mengaku kalau dia mau pindah, baik pindah rumah dan pindah restoran. Eun Tak datang membawa oleh-oleh dari Kanada untuknya. Sunny bertanya apakah Eun Tak menemukan apa yang dicarinya di Kanada?


"Segalanya. Aku sudah menemukan segalanya. Bahkan seorang kekasih juga di Quebec. Itu takdir."

"Apa takdirmu itu tampan?"

"Sangat tampan. Dia tinggi, matanya jernih dan dia bekerja untuk negara"

"Dia pasti keras kepala."

Eun Tak membenarkannya. Tapi sedetik kemudian, dia menyadari keanehan kata-kata Sunny. Sunny mengalihkan topik dan bertanya apakah Eun Tak bahagia dengan Tuan Restoran-nya. Eun Tak mengiyakannya dan berjanji akan mengenalkannya pada Sunny lain kali. Tapi Sunny menolak, dia sudah bertemu pria itu saat dia keluar dari kamar Eun Tak, Eun Tak lakukan saja sesuka hati Eun Tak dan jaga diri baik-baik.

"Kenapa kau? Seolah kita takkan pernah bertemu lagi saja," tapi dia tidak terlalu ambil pusing dan pamit.


Di coffee shop, Eun Tak memikirkan pertemuannya dengan hantu di Kanada. Sekarang dia ingat kalau dia hantu yang pernah ditemuinya 10 tahun yang lalu. Eun Tak jadi heran, sudah cukup lama dia tidak melihat hantu, kenapa sekarang dia mulai melihat mereka lagi.

Shin datang saat itu dan bertanya apa yang sedang Eun Tak pikirkan. Dia mengaku sedang memikirkan Kanada dan ucapan Shin tentang cinta pertamanya. Shin bilang kalau dia pernah empat kali ke Kanada dengan cinta pertamanya, mentraktirnya daging dan masih tetap cantik.

Dia jadi berpikir, apa mungkin wanita yang Shin maksud itu adalah dirinya? Tapi rasanya aneh. Kalau memang dia, lalu siapa cinta pertama yang Shin bilang dia temui di jaman Joseon?

"Kau," jawab Shin. Eun Tak tak percaya. Shin berkata bahwa dia sudah melihat Eun Tak di jaman Joseon bahkan sebelum dia menyadarinya, dia melihat Eun Tak pada tahun ke-12 masa pemerintahan Raja Chuljong, "Kau yang berada jauh di masa depan"

"Bohong"

"Memang seperti kebohongan"


Eun Tak tertawa menyadari dirinya ternyata cinta pertama Shin. Dia penasaran, saat dia membuat permintaan pada hari salju pertama turun waktu itu, apakah seperti itu penampilan Jenderal Kim Shin? Shin membenarkannya. Eun Tak senang mengetahui masa lalu Shin yang tidak diketahuinya. Dia kelihatan keren, Pria Goryeo.


Shin tiba-tiba berhenti berjalan dan berkata, "Karena itulah aku mengatakan ini. Aku mengatakan ini karena cuaca cukup baik. Aku mengatakan ini karena kau masih tetap bersinar. Aku mengatakan ini karena kau adalah cinta pertamaku. Di hari yang baik ini, maukah kau menjadi pengantin Pria Goryeo ini"

Bunga sakura mekar dan berjatuhan saat Eun Tak menatap Shin, terharu.

Bersambung ke episode 16

2 comments

Knpa mkin ksni mkin ada yg kurang critny gk greget lgi

Knpa mkin ksni mkin ada yg kurang critny gk greget lgi

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon