Powered by Blogger.

Content and Images Copyrights by KBS2

Sinopsis Hwarang Episode 9 - 2

A Ro tengah membawa beberapa kotak obat yang berat saat Sun Woo datang dan mengambil alih kotak-kotak itu darinya. Dia menolak bantuan Sun Woo tapi Sun Woo terus membantunya sampai ke klinik.

Dia hendak pergi setelah itu, tapi A Ro menghentikannya dan bertanya bagaimana jika dia tidak mau menerima Sun Woo sebagai kakaknya.


"Tidak akan ada yang berubah. Suka atau tidak, aku akan hidup sebagai Orabi-mu"

"Pembohong!"

Sun Woo bilang kalau dia mengingat apa yang tidak dia ingat. Sun Woo menyuruhnya untuk bertanya saja tentang hal-hal yang tidak bisa diingatnya. Tapi nyatanya, semua itu bohong belaka.

"Adiku terbakar, adikku terluka, dia tersenyum shari itu, dia menangis, dia cantik. Aku mendengar cerita berulang kali."


Air mata A Ro kembali mengalir mendengarnya. Dia bertanya siapa nama Sun Woo yang sebenarnya? Sun Woo mengklaim satu-satunya nama yang pernah dia miliki adalah Sun Woo, sebelumnya dia tidak pernah memiliki nama.

"Melihatmu membuatku merasa menyedihkan. Aku benci pada diriku sendiri. Aku jijik pada diriku sendiri."

Sun Woo mengulurkan tangan. ingin menyentuh A Ro tapi A Ro langsung mengusirnya, dia tidak mau melihat wajah Sun Woo.



Sementara Woo Reuk memainkan lagu sendu dengan gayageum-nya, A Ro pulang tanpa menyadari Sun Woo yang mengawasinya dari balik tembok.


Sementara itu, Ui Hwa minum-minum bersama asistennya. Asisten penasaran kenapa Ui Hwa memutuskan menerima Sook Myung di sini.

"Demi melindungi Hwarang-ku," jawab Ui Hwa. Asisten tidak mengerti maksudnya tapi Ui Hwa langsung mengalihkan topik dengan mengajak Asisten bersulang.


Sook Myung masuk kamarnya. Saat melepaskan sepatunya, dia teringat kembali dengan ucapan Suk Woo tentang ular yang tak bersalah tadi.


Di tempat lain, Ban Ryu terus galau memikirkan perintah Young Shil yang menyuruhnya merusak pertunjukkan Hwarang.


Keesokan harinya, A Ro menemui Soo Yeon yang galau mencemaskan keselamatan Ban Ryu. Parahnya lagi, sejak insiden itu, anak-anak kecil jadi bergosip kalau Ban Ryu menyentuh dadanya. Apa ada ramuan yang bisa membuat orang jadi lupa?

"Kalau ada aku pasti sudah meminumnya duluan."

"Ada apa lagi denganmu?"

"Dia bukan orabi-ku tapi aku agak berharap dia orabi-ku. Dia bukan orabi-ku tapi dia ngotot kalau dia orabi-ku. Aku membencinya"


Di kelas, Woo Reuk kali ini mengajarkan tentang seni tari, bahwa menari adalah mengekspresikan alam dengan tubuh kita. Para Hwarang pun berpasangan untuk melatih olah tubuh masing-masing, dan Ji Dwi memanfaatkan saat itu untuk balas dendam dengan menarik tangan Sun Woo keras-keras sampai Sun Woo berteriak kesakitan.


Saat sedang makan siang, Yeo Wool mengomentari bakat seni Ban Ryu. Soo Ho memberikan sebagian porsi nasinya untuk Ji Dwi, mengira Ji Dwi masih sakit dan memperingatkannya untuk tidak sakit dan merusak pertunjukan. Yeo Wool bingung, perasaan Ji Dwi baik-baik saja deh. Ji Dwi langsung pura-pura batuk.

Soo Ho bertekad untuk tampil sebaik mungkin dan menunjukkan kesetiaannya yang mendalam pada Ratu. Jadi sebaiknya mereka bekerja sama. Yeo Wool mendengus geli mendengarnya, apa Soo Ho yakin itu alasannya?


Kembali ke kelas, Ui Hwa memberitahu mereka untuk tampil sebaik mungkin. Tunjukkan pada Ratu dan para pejabat bahwa rakyat tidak seharusnya diperintah hanya dengan pedang dan kuas tinta. Sorakan rakyat akan jadi penentu keberhasilan atau kegagalan tugas mereka ini.


Hanya Ban Ryu yang tidak ikut kelas, masih merenung memikirkan perintah Young Shil. A Ro datang saat itu dan tiba-tiba menanyakan apakah perasaan Ban Ryu ke Seo Yeon sungguh-sungguh? Dia datang membawa surat dari Seo Yoon. Dia tidak menyukai Ban Ryu tapi Seo Yoon sepertinya sangat menyukai Ban Ryu. Jika Ban Ryu perasaan Ban Ryu tidak tulus maka lebih baik dia merobek surat ini.


Entah apa jawaban Ban Ryu tapi sesaat kemudian surat itu ada di tangannya. Dalam suratnya, Seo Yoon memberitahu Ban Ryu bahwa beaok dia akan menonton Ban Ryu dari bangku paling depan. "Semoga berhasil dengan pertunjukkanmu, aku akan selalu mendukungmu"

Ban Ryu tersenyum membaca surat itu.
 

Malam harinya, kedua tim gladi resik untuk pertunjukkan besok. Ui Hwa senang melihat kekompakan kedua tim. Sook Myung datang tak lama kemudian dan Ui Hwa memberitahu mereka bahwa Sook Myung akan tinggal di Rumah Hwarang untuk sementara waktu.


Seorang Hwarang tiba-tiba mempertanyakan kemampuan Sook Myung. Mendengar itu, Sook Myung langsung maju dan mulai menunjukkan kehebatan tari pedangnya. Woo Reuk mengirinya dengan tabuhan gendang, ia kontak mata dengan Sun Woo dalam tariannya sebelum kemudian mengakhirinya dengan menghunus pedang ke leher si penanya. Inilah yang dia bisa.

Sook Myung dengar kalau pertunjukan mereka ini adalah perkenalan Hwarang ke publik. Karena itulah Sook Myung memperingatkan mereka tidak boleh membuat kesalahan sedikitpun.


Keesokan harinya, para wanita termasuk Seo Yoon mulai berdandan untuk menonton pertunjukkan malam ini. Seorang wanita memberitahu teman-temannya untuk berdandan secantik mungkin. Mereka tidak boleh kalah dari para Hwarang yang jauh lebih cantik daripada wanita itu.


Tuan Ho membantu Young Shil bersiap-siap bak seorang pelayan sambil meyakinkan Young Shil bahwa Ban Ryu pasti akan melakukan tugasnya dengan baik. Dulu saja dia menolak bergabung dwngan Hwarang, dia yakin kalau Ban Ryu sekarang pasti merasa marah karena disuruh menari untuk Ratu. Young Shil senang memikirkan Ratu akan sangat malu nantinya.


Ji Dwi mendatangi A Ro di kliniknya. Ada apa lagi Ji Dwi datang kemari? Karena dia merindukan A Ro. Tapi A Ro cuek, Ji Dwi kecewa melihat reaksi A Ro padahal pengakuannya ini jujur loh.

"Sebelumnya kau bilang kau tidak bisa tidur. Sekarang kau pasti sudah tidur nyenyak sampai bisa bercanda."

"Bagaimana jika aku belum bisa tidur? Apa kau kau tidur denganku?"

A Ro menjawabnya dengan mengeluarkan jarum akupunturnya lagi, jangan coba-coba! Jarumnya ini bisa lebih cepat daripada kehendaknya.


Ji Dwi akhirnya berhenti bercanda dan serius meminta A Ro datang menonton pertunjukan malam ini. Hari ini dia berencana tampil demi A Ro. Dia akan merasa sangat kesepian jika A Ro tidak datang.

Saat A Ro hendak mengajukan keberatannya, Ji Dwi menyela duluan. "Bagiku rakyat... adalah kau satu-satunya. Jadi kau harus datang."


A Ro jadi sakit kepala mendengar ucapan Ji Dwi itu. Saat hendak mengantarkan obat, A Ro bertemu Sun Woo di tengah jalan. Dia tetap tidak mau mengakui Sun Woo sebagai orabi-nya. Dia membiarkan Sun Woo hanya demi melindungi ayahnya yang seumur hidupnya berusaha keras mencari orabi-nya.

Dia hendak pergi, tapi Sun Woo menghentikannya dan membelai canggung rambut A Ro yang acak-acakan. "Kenapa rambutmu seperti ini? Kau akan datang malam ini, kan?"

A Ro menampik tangannya dan berlalu pergi sambil menggumam kesal, "kenapa dia menyentuhku? Dia bahkan bukan orabi-ku. Dia bukan siapa-siapa!"


Ahn Ji memeriksa kondisi Ratu sebelum dia berangkat ke pertunjukkan, Ratu tak mau terlihat lemah di hadapan para pejabat dan rakyat. Ahn Ji tetap dingin saat menyarankan agar ratu mencari tempat yang jauh untuk beristirahat. Tapi saat dayang menyajikan teh untuk Ratu, Ahn Ji menatapnya dengan cemas.

Melihat tatapan sendu Ahn Ji, Ratu memutuskan tak jadi meminum tehnya dan menanyakan pendapat Ahn Ji tentang usulnya untuk memulai segalanya dari awal. Ahn Ji menjawabnya hanya dengan memberi ratu nasehat untuk berpakaian yang hangat dan pamit.


Para hwarang heboh ganti baju dan berdiskusi dengan antusias. Tapi Sun Woo memperhatikan Ban Ryu belum ganti baju dan terus menerus diam. Entah apa yang dia pikirkan, setelah melihat semua temannya yang tampak begitu antusias, Ban Ryu memutuskan keluar. Sementara itu di luar, para pejabat sudah duduk jejer dan rakyat pun mulai berkumpul.


A Ro akhirnya datang juga sambil bertanya-tanya cemas, apa Sun Woo sudah bersiap? Tapi sedetik kemudian dia menyadarkan dirinya sendiri untuk tidak peduli. Dia hendak pergi, tapi Yeo Wool melihatnya dan langsung menyeretnya ke tenda mereka untuk membantu semua orang bersiap.


Ji Dwi terkejut melihatnya datang, tapi dia mulai cemburu saat melihat tatapan Sun Woo dan A Ro pada satu sama lain. A Ro dengan canggung menawarkan bantuannya pada semua orang lalu membantu Han Sung memakai sabuknya.

Ji Dwi memutuskan keluar saat itu dengan alasan dia ada janji. Sun Woo juga merasa canggung dengan keberadaan A Ro hingga dia langsung beranjak pergi.


Ban Ryu mendatangi tenda penyimpanan alat-alat musik mereka dan langsung mengeluarkan pisaunya untuk merusak semua alat itu, tapi tampaknya dia ragu. Sun Woo lewat saat itu dan menyapanya, apa yang Ban Ryu lakukan di sini. Ban Ryu cepat-cepat menyembunyikan pisaunya dibalik lengan bajunya dan menjawab sinis, mereka kan sudah sepakat untuk tidak saling peduli.


Festival dimulai dengan berbagai pertunjukan seperti akrobat dan tari-tarian. Saat rakyat bersorak gembira menikmati pertunjukkan, Young Shil memperhatikan Ratu yang terus murung. Tiba-tiba Ratu merasa pusing dan memutuskan istirahat di tenda.


Para Hwarang mulai berbaris sebelum giliran mereka. Apa mereka sudah siap untuk bersenang-senang malam ini? Para Hwarang mengiyakannya dengan semangat. Tapi Yeo Wool melapor, ada dua orang yang menghilang saat ini: Ban Ryu dan Ji Dwi. Han Sung berbisik cemas pada Sun Woo, "Inikah yang disebut pertanda buruk?"


Ban Ryu terduduk lemas dan galau saat para Hwarang yang lain berkeliaran mencarinya. Han Sung mencari ke tenda mereka dan hanya mendapati A Ro sedang memperban luka seorang Hwarang. Dia memberitahu A Ro kalau Ban Ryu dan Ji Dwi menghilang, jika mereka tidak bisa menemukannya maka mereka semua akan gagal.

A Ro sontak kaget, "Apa? Gagal?! Errr... siapa juga yang peduli kalau gagal? Hubungannya denganku apa? Tidak ada."

Han Sung bingung melihat A Ro plin-plan, "Ada apa dengannya?"


Saat Anak Buah Ratu sedang mengawasi tenda Ratu, Pa Oh tiba-tiba datang menghampirinya. Tak lama kemudian, Ji Dwi pun masuk ke tenda Ratu dan bertanya apakah mengirim Sook Myung ke Rumah Hwarang adalah ide Ratu.


Walaupun tadinya memutuskan tak peduli, tapi akhirnya A Ro pergi mencari Ji Dwi. Dia melihat Ji Dwi dari sela sebuah tenda dan langsung mengintipnya.

Dia heran saat mendengar Ji Dwi bicara dengan seseorang. A Ro mengalihkan pandangannya dan langsung kaget melihat orang yang bicara dengan Ji Dwi tak lain adalah Ratu Ji So, dan makin shock saat mendengar Ji Dwi menyebut Ratu sebagai 'Omoni'.



Ratu tidak peduli. Jika Ji Dwi tidak menyukai keberadaan Sook Myung di sana, maka sebaiknya Ji Dwi saja yang pergi dari sana. Apa yang Ji Dwi pikirkan, apa dia ingin merendahkan derajatnya sebagai Raja dengan menari untuk rakyat? Ji Dwi tidak merasa itu masalah, lagipula tak ada seorangpun yang tahu dia raja. Dia tidak akan bisa jadi raja jika Ratu tidak memberikan tahtanya.

A Ro gemetar mengetahui fakta bahwa Ji Dwi adalah Raja Jinheung. Tapi tiba-tiba Anak Buah Ratu membekap mulutnya dan membuatnya pingsan.

Ratu mengaku bahwa tujuannya mengirim Sook Myung ke Rumah Hwarang adalah karena Sook Myung adalah calon pengantinnya Ji Dwi sesuai tradisi. Jelas saja Ji Dwi langsung keberatan dan menyatakan kalau dia sendiri yang akan memilih pengantinnya lalu pergi.


Dua orang Hwarang shock saat mendapati alat-alat musik mereka hancur berantakan.


Sementara itu di tenda Ratu, Anak Buah Ratu membawa A Ro yang pingsan ke hadapan Ratu. Ratu gregetan mengenali A Ro sebagai putrinya Ahn Ji dan makin panik saat Anak Buah melapor kalau A Ro sepertinya mendengar percakapan Ratu dan Ji Dwi. Ia langsung menghunus pedang Anak Buah dan mengarahkannya ke leher A Ro.

Bersambung ke episode 10.

6 comments

Jadi lebih penasaran. Di lanjut ya sinopsisnya....terima kasih...

kenapa sook myung itu calon pngantinnya ji dwi ya? bukannya dia sodaranya? #bingung

Biasanya jalan itu emang gtu...sodara tiri seayah bsa nikah....kayak Wang So nikah sama Yoe Hwa adik tirinya.....salah satu tujuannya biar darah bangsawannya kuat PLUS dukungan keluarga kerajaan ga terpecah belah......

Sook myung dan ji dwi bukan saudara kandung ya?jadinya,mereka berbeda ibu?so current queen is mom to jwi dwi or the princess..

This comment has been removed by the author.

mereka saudara tiri satu ibu, menurut sejarah sook myung memang selirnya Ji Dwi

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon