Powered by Blogger.

Content and Images copyrights by tvN

Sinopsis Introverted Boss Episode 2 - 2


Woo Il berusaha meyakinkan Ayah Hwan Ki untuk pulang saja, dia yang yang akan mengurus masalah ini. Dia punya rencana untuk mengubah situasi krisis ini menjadi kesempatan berharga.

Ayah bertanya apakah maksud Woo Il, dia akan memanfaatkan masalah ini untuk proyek yang terakhir kali dia katakan waktu itu. Woo Il membenarkannya, lagipula tujuan utamanya adalah membantu Hwan Ki. Tapi Ayah ngotot akan mengurus Hwan Ki sendiri lalu pergi.



Gyo Ri gemetar hebat, ternyata orang yang menutupi kepalanya adalah Hwan Ki. Dia tidak bermaksud jahat dan hanya menutupi kepala Gyo Ri dengan topi jaketnya, tapi tak ayal membuat Gyo Ri ketakutan setengah mati.

Dengan suara gemetar dia meyakinkan Hwan Ki bahwa bukan dia pelakunya. Sumpah dia tidak pernah menceritakan apapun tentang Hwan Ki pada keluarga ataupun temannya. Dia hanya pernah cerita apda satu orang, tapi dia sungguh tak menyangka akan bocor.

Hwan Ki semakin curiga, jangan-jangan ini memang ulahnya Ro Woon. Gyo Ri mencoba berbalik. Tapi baru kontak mata sedetik saja, dia langsung ketakutan seolah sedang berhadapan dengan penjahat.


Hwan Ki berusaha meminta Gyo Ri memelankan suaranya, tapi Gyo Ri terus saja mengoceh, "Akan kuberitahu pada siapa aku bercerita. Tolong biarkan saya tetap hidup. Dia..."

"Diamlah kalau kau ingin hidup!" bentak Hwan Ki.

Gyo Ri sontak menunduk lagi. Menyesali perbuatannya, Hwan Ki meyakinkan Gyo Ri kalau dia tidak salah, dia tidak membuka rahasia apapun. Gyo Ri tidak mengerti apa maksudnya. Hwan Ki ingin dia tetap tutup mulut dan bersikukuh mengaku tak bersalah terlepas dari siapapun yang telah membuat Gyo Ri mengaku. Hanya dengan cara itu Gyo Ri bisa selamat.

Gyo Ri tercengang mendengarnya. Tak menyangka kalau Hwan Ki ternyata mencemaskannya. Jaket Hwan Ki terjatuh dari pundaknya saat dia berbalik, tapi Hwan Ki sudah pergi.


Woo Il datang tak lama kemudian. Dia mengingatkan Gyo Ri bahwa Gyo Ri sudah menandatangi kesepakatan untuk tutup mulut saat dia bergabung dengan perusahaan ini. Jika dia pergi begitu saja maka dia hanya akan dianggap penyebar gosip dan dia tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan di tempat lain.

Gyo Ri dengan tergagap mengklaim kalau dia tidak pernah mengatakan apapun pada siapapun sesuai perintah Hwan Ki tadi. Tapi Woo Il terus mendesak, siapa pria yang Gyo Ri temui di rumah sakit. Gyo Ri jujur mengaku pria itu adalah Hwan Ki dan dia datang dengan membawa bunga.  Karena itulah tidak mungkin dia menyebar berita itu.


Woo Il tampak cemas mendengarnya. Apalagi kemudian dia melihat jaket yang terjatuh di bawah kaki Gyo Ri tampak seperti jaketnya Hwan Ki.



Hwan Ki naik ke atap, seperti yang kita lihat di opening tadi. Dia manatap kartu nama pengantar bunga yang sudah kusut yang membuatnya teringat kejadian 3 tahun silam.

Flashback,


Malam itu, Ji Hye melihat jam tangannya dengan cemas. Akhirnya dia memberanikan diri mendekati pintu penthouse-nya Hwan Ki dengan langkah sepelan mungkin. Dia mengetuk pintu tapi tak terdengar jawaban. Dia hendak pamit dari balik pintu saat tiba-tiba Hwan Ki menyuruhnya masuk.

Ji Hye masuk dengan takut-takut dan mendapati Hwan Ki sedang meraut pensil. Ji Hye bertanya apakah ada yang ingin Hwan Ki katakan padanya. Tapi Hwan Ki tetap diam sambil terus meraut pensilnya, suara yang membuat Ji Hye semakin horor. "Se-sepertinya suasana hati anda sedang buruk hati ini. Jika anda memberitahu saya kesalahan saya, maka..."


Hwan Ki menghentikan aktivitasnya seketika lalu memberikan manset kancing kemejanya pada Ji Hye dan mengaku kalau hari ini dia kehilangan salah satu manset kemejanya dan dia ingin Ji Hye mencarikan yang sama persis, sekarang juga. Ji Hye berusaha dengan sopan menolak tugas itu, tapi Hwan Ki bersikeras harus sekarang. Ji Hye terpaksa harus menerima perintah itu.


Ternyata malam itu, Ro Woon hendak tampil. Ji Hye meneleponnya dan memberitahunya kalau dia tidak bisa datang malam ini, tapi dia ingin Ro Woon tetap tampil sebaik mungkin. Ro Woon menggerutu sebal dan bersikeras memaksa Ji Hye datang.


Di tengah lobi, tak sengaja dia bertubrukan dengan seorang pria yang tampaknya sedang kencan dengan pacarnya. Ponsel Ro Woon terjatuh dan otomatis memutus sambungan Ro Woon dan Ji Hye. Pria misterius itu membantu memunguti ponsel dan baterei ponsel Ro Woon yang terjatuh. Ro Woon hanya bisa mendesah sedih saat menata ulang ponselnya.


Dari balik pintu, Hwan Ki melihat Ji Hye menelepon pengantar bunga itu yang ada dalam kartu nama itu. Hwan Ki tampak galau. Ternyata dia berbohong tentang kehilangan mansetnya karena manset satunya ternyata ada dalam genggamannya. 

Flashback end.


Mengingat semua itu, Hwan Ki meminta maaf berkali-kali pada langit. Ro Woon yang ada di bawah, mendengar permintaan maafnya. Dia langsung mendekatinya dan bertanya, untuk apa dia meminta maaf.

Hwan Ki shock melihatnya dan langsung oleng, tapi untunglah Ro Woon sigap menariknya. Hampir saja Hwan Ki terjatuh menimpa Ro Woon, tapi dia bergerak kilat mendorong Ro Woon hingga akhirnya Ro Woon lah yang jatuh menimpanya.


Hwan Ki panik memalingkan mukanya dan berusaha bangkit, tapi Ro Woon masih menimpa lengannya sampai dia kesakitan. Dia sama sekali tidak mengenali Hwan Ki dan hanya cemas mengira kalau Hwna Ki tadi mau bunuh diri.

Begitu Ro Woon melepaskan diri, dia melihat kartu nama pengantar bunga yang dijatuhkan Hwan Ki. Hwan Ki langsung menyambar kartu nama itu dan kabur secepat mungkin.


Berpikir untuk membuat segalanya kembali pada tempatnya. Hwan Ki pun ganti memakai baju resmi sambil berlatih mengungkapkan penyesalannya di depan cermin, kata-kata yang akan dia ucapkan di konferensi pers nanti, meminta maaf karena dia telah membuat seseorang terluka.


Beberapa pegawai Brain pun sibuk menyambut kedatangan wartawan dan menyiapkan tempat konferensi pers. Yoo Hee bertanya-tanya apakah Hantu Lantai Atas akan muncul. Ro Woon geram, tentu saja dia harus datang. Dia harus meminta maaf secara langsung.

"Menjadi pewaris pemilik perusahaan besar, membuatmu punya hak untuk tidak pernah meminta maaf," ujar Yoo Hee.

"Selalu pihak yang lemah yang meminta maaf," rutuk Eom Sun Bong "gara-gara kekacauan yang dibuat atasan kita, lihatlah berapa banyak staf yang dibuat jadi sibuk."

Ro Woon masih bersikeras kalau CEO mereka harus meminta maaf. Belakangan ini lagi kan lagi nge-tren CEO meminta maaf untuk masalah sekecil apapun. Yoo Hee mengingatkan kalau bos mereka itu kuno, dia tidak mengerti tren. Ro Woon berkata kalau bos mereka itu pasti akan muncul kalau dia memang manusia. Sun Bong menyangkal, bos mereka itu zombie bukan manusia.



Hwan Ki berjalan turun ke lobi sambil terus melatih kata-katanya berulang kali. Dia benar-benar gugup saat melihat puluhan wartawan dan Ro Woon di depannya. Dia terus melangkah sambil meyakinkan dirinya sendiri kalau dia pasti bisa. Tapi tiba-tiba Woo Il mendorongnya menjauh. Untuk apa Hwan Ki turun kemari?

"Aku akan minta maaf langsung pada semua orang."


Woo Il buru-buru menyeret Hwan Ki menjauh dari sana. Ro Woon menoleh, tapi hanya sempat melihat punggung mereka. Woo Il ngomel-ngomel tak suka dengan rencana Hwan Ki. Dia bersikeras mengurus masalah ini sendiri dan Hwan Ki bersembunyi saja di belakangnya. Hwan Ki tetap ingin melakukannya, Woo Il sudah terlalu banyak melindunginya jadi kali ini dia akan melakukannya sendiri. Dia akan jujur mengakui kesalahannya.

"Itu mungkin akan mengungkit kejadian tiga tahun yang lalu. Apa kau akan menceritakan masalah itu juga?"

Hwan Ki heran sendiri mendengarnya, apa itu yang Woo Il takutkan? Mendengar itu, Woo Il mulai membandingkan ruang kerjanya yang menurutnya lebih mirip kandang anjing daripada penthouse-nya Hwan Ki. Tapi dia tidak peduli. Orang-orang bilang menyuruhnya untuk tidak perlu bekerja keras demi temannya yang kaya raya karena semua uang itu pada akhirnya hanya akan menjadi milik CEO Hantu.

"Tapi tak peduli apapun yang mereka katakan, aku selalu mencoba membuat segalanya jadi lebih mudah untuk mu dan menutupi kelemahannmu. Sama seperti kau menutupi rahasiaku."


Mendengar itu, Hwan Ki berjanji akan tetap merahasiakan kejadian 3 tahun yang lalu. Tapi dia tetap ingin bicara langsung pada media. Dia harus melakukannya untuk mengakhirinya. Woo Il langsung emosi membentak-bentak Hwan Ki, apa Hwan Ki mampu menghadapi semua wartawan itu? Dia dia akan bisa menyampaikan pikirannya dengan benar di hadapan semua orang itu? Apa Hwan Ki yakin tidak akan membuat dirinya sendiri jadi kelihatan bodoh.

Hwan Ki menunduk tak bisa menjawab. Woo Il tiba-tiba menyesal dan meminta maaf atas kekasarannya. Tidak masalahkan jika Hwan Ki turun dari posisinya, hanya untuk formalitas saja. Hwan Ki akhirnya menyetujuinya.

Tapi sebagai gantinya, Woo Il ingin Hwan Ki mengambil alih proyek terbaru mereka. Ayah Hwan Ki akan menjelaskan detilnya, beliau sudah menunggu Hwan Ki sekarang. Mungkin sekarang emosinya sudah mulai tenang.


Woo Il lalu turun untuk memulai konferensi pers-nya. Gyo Ri diseret paksa menghadapi wartawan. Dengan tangan gemetar dia membuka kertas catatannya dan menyatakan kalau artikel itu tidak sepenuhnya benar.

Dia mengklaim kalau dia dirawat di rumah sakit hanya karena penyakitnya, malah bosnya datang menjenguknya ke rumah sakit dengan membawa bunga. Ro Woon cs hanya menatapnya tak percaya/ Gyo Ri mengakhirinya dengan minta maaf tapi tentu saja wartawan langsung memberondongnya dengan berbagai macam pertanyaan. Gyo Ri jadi semakin gugup dan dua orang karyawan menyeretnya menjauh dari sana.


Woo Il maju mengambil alih menjawab pertanyaan para wartawan dan dengan ahlinya berbohong kalau Hwan Ki saat ini ada schedule ke luar negeri yang tidak bisa dibatalkan. Ro Woon langsung mengepalkan tangannya penuh amarah, dia tahu itu bohong.


Hwan Ki sendiri sedang kelabakan menghadapi hukuman dari ayahnya yang memukulinya dengan bola-bola tenis sambil ngomel-ngomel merutuki sifat Hwan Ki yang terlalu tertutup. Ayah sama sekali tidak bisa mengerti kenapa Hwan Ki selalu gugup saat dekat dengan orang lain. Ayah terus membombardir Hwan Ki dengan bola-bola tenis hingga salah satunya mengenai bahunya dengan cukup keras.


Saat wartawan bertanya kenapa Hwan Ki tidak muncul di depan publik, Woo Il mengklaim bahwa Hwan Ki mengurusi masalah internal perusahaan dan dia bertugas mengurusi urusan ekstrenal. Seorang wartawan tiba-tiba menanyakan masalah sekretaris Hwan Ki terdahulu yang mati bunuh diri. Tapi Woo Il langsung menyela dan menyatakan masalah itu tidak ada hubungannya dengan masalah ini.

Lalu bagaimana dengan rumor yang mengatakan kalau Hwan Ki kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Woo Il menyangkal, dia hanya mengakui kalau interaksi Hwan Ki terbatas. Karena itulah untuk mengakhiri kesalahpahaman ini, Woo Il mengumumkan kalau Hwan Ki akan mundur dari posisinya. Semua orang tertegun mendengarnya.


Dari lapangan tenis, mereka pindah ke sauna. Bahu Hwan Ki lebam gara-gara pukulan bola tenis itu dan Ayah masih terus mengomel. dan memberitahu Hwan Ki kalau mereka akan melakukan perombakan di perusahaan, Hwan Ki akan bertugas sebagai penanggung jawab tim. Hwan Ki harus bisa berubah, ini kesempatan terakhirnya. Jika dia gagal maka Ayah akan memberikan perusahaan pada Woo Il.

"Aku memang tidak berniat mengambil alih perusahaan," jawab Hwan Ki.

"APA? Beraninya kau bicara seperti itu?!"


Hwan Ki berkata kalau dia lebih suka merintis sesuatu sendiri. Tapi Ayah langsung menyuruhnya tutup mulut. Pokoknya mulai sekarang Hwan Ki tidak boleh melakukan segalanya sendirian. Tiba-tiba dua orang preman sangar masuk dan duduk mengapit Hwan Ki. Ayah menyuruhnya untuk belajar bergaul dengan orang lain.


Dalam konferensi pers, Woo Il mengumumkan bahwa dalam struktur baru perusahaan, Hwan Ki akan menjadi Ketua Tim yang akan berkomunikasi langsung dengan pegawai. Sun Bong mendengus, mengomentari betapa pintarnya para atasan mereka dalam menangani masalah ini dan CEO bahkan sampai pura-pura mundur dari posisinya.

Seorang wartawan bertanya apakah Anggota Dewan Eun (Ayah Hwan Ki) sudah menyetujui pengunduran jabatan Hwan Ki. Woo Il mengiyakannya dan mengklaim kalau Dewan Eun merasa terbebani dengan kemungkinan kalau masalah ini akan melukai banyak orang. Karena itulah beliau meminta mereka merombak sistem perusahaan. Dia lalu mengakhiri konferensi pers ini dengan meminta maaf dan janji untuk berubah. Semua orang bertepuk tangan kecuali Ro Woon yang dongkol sendirian.

Bersambung ke part 3

2 comments

ditunggu kelanjutannya ya.. suka sama ni drama

ternyata drama ini bagus, makasih embak sinopsisnya.

kelihatannya kang woo itu jahat.

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon