Powered by Blogger.

Content and Images Copyrights by tvN

Sinopsis Introverted Boss Episode 2 - 3


Tak terima dengan ketidak munculan Hwan Ki, Ro Woon naik ke penthouse untuk melabrak Gyo Ri yang saat itu sedang mengepak barang-barangnya. Kenapa Gyo Ri mengatakan itu? Apa si psikopat yang menyuruhnya berbohong? Gyo Ri menyangkal, memang benar kok kalau Hwan Ki datang menjenguknya dan artikel itu dirilis tanpa sepengetahuannya. 


Sebaiknya Ro Woon tutup mulut saja kalau dia tidak mau mati. Anggap saja mereka tidak saling mengenal, tidak pernah bertemu ataupun bicara. Ro Woon langsung menyindirnya, dia pasti mendapatkan uang dari mereka kan? Gyo Ri menyangkal dengan canggung, tapi Ro Woon tak percaya. Dia pasti mendapatkan banyak uang dan karena itulah dia menjual nuraninya.


"Iya, aku menjual nuraniku! Apa yang harus kulakukan? Karena hukum yang timpang, aku kehilangan pekerjaanku. Nuraniku satu-satunya yang bisa kujual!"

"Kau bisa mendapatkan pekerjaan lain. Ini bukan satu-satunya perusahaan..."

"Siapa yang mau mempekerjakan seorang penggosip?"

"Aku... hanya ingin membantu. Selama ini kau tidak pernah bisa menegakkan kepala ataupun menatapnya saat bicara."

"Tapi sebagai gantinya, aku bisa menghidupi keluargaku dan membayar hutang. Seharusnya aku tidak mengatakan apapun padamu."

Ro Woon langsung terdiam melihat air mata Gyo Ri, dulu kakaknya juga pasti merasa tertekan seperti ini. "Dia pasti sangat kesakitan sampai tidak bisa menahannya lagi."


Di sauna, Hwan Ki juga tengah berjuang menahan sakit saat tubuhnya digosok dengan handuk yang sangat kasar dan si penggosok menggosok daki tubuhnya dengan sangat keras. Parahnya lagi, dia tidak bisa menghindar karena ayahnya terus mengawasi dari dalam kolam bak kuda nil.

Dia berusaha keras bertahan tanpa membuat suara padahal kulitnya sudah mulai memerah... hingga pada akhirnya dia tidak bisa menahannya lagi dan mengerang kesakitan.


Ro Woon bertemu dengan temannya dan mengeluhkan konferensi pers tadi. Dia kalah, Woo Il benar-benar hebat dengan menyiapkan semua skenario tadi. Dia lebih kesal lagi dengan reaksi orang-orang yang justru mengagumi Woo Il. Dia sungguh tak percaya rencananya malah berubah jadi menguntungkan orang-orang itu.

Tentu saja tidak akan mudah menjatuhkan mereka mengingat bagaimana Ayahnya Hwan Ki membangun perusahaan itu dari nol dan sekarang mengikuti pilkada. Tapi Ro Woon bertekad untuk menghancurkan mereka, termasuk Ayahnya si psikopat itu.

Teman Ro Woon menyarankannya untuk meninggalkan perusahaan itu saja, bisa-bisa Ro Woon dalam bahaya nanti. Ro Woon jelas menolak. Yang paling membuatnya marah adalah ketidakmunculan si psikopat itu. Dia malah menugaskan Woo Il untuk meminta maaf dan bersembunyi di belakang Woo Il.


Keesokan harinya, muncul pengumuman perekrutan pegawai kedalam timnya Hwan Ki. Para pegawai langsung berchatting ria, saling nunjuk-nunjuk menyuruh satu sama lain melamar tapi tak ada yang mau bekerja bersama Hantu Lantai Atas. Yoo Hee tiba-tiba muncul dan berkata kalau dia ingin melamar, dia yakin pekerjaannya mudah, cuma perlu menjilat bos mereka itu dan tidak membuatnya kesal.


Sun Bong yang paling pesimis, dia yakin proyek ini pasti akan segera dibatalkan. Woo Il melakukan itu hanya untuk menjatuhkan Hwan Ki saja. Bahaya melakukannya terang-terangan jadi dia melakukannya secara sopan. Tanpa mereka sadari, Hwan Ki mendengarkan pembicaraan mereka. 

Yoo Hee mendadak membatalkan niatnya, siapa juga yang mau bergabung dalam tim itu. Ro Woon langsung angkat tangan dan mengejutkan semua orang dengan menyatakan dirinya mau bergabung kedalam tim.


Yoo Hee langsung memanggil Ro Woon dan menugaskannya untuk mengirim beberapa properti ke lokasi pemotretan. Pakai kurir ekspres, tidak boleh ada yang hilang, perlakukan barang-barang ini bagai bayi dan selesaikan tugas tepat waktu.

Dalam tugas ini Ro Woon bisa jadi bos. Biasanya mereka harus selalu tersenyum pada klien, tapi kali ini Ro Woon bisa bersikap bossy pada kurir. Perintah si kurir itu dengan tegas. Ro Woon tiba-tiba teringat pria di atap yang dia lihat meminta maaf berulang kali tadi, mungkin dia pikir pria itu kurir.


Ro Woon keluar bertepatan dengan Hwan Ki yang membuka tudung jaketnya. Hwan Ki sontak panik menyembunyikan wajahnya kembali. Dia mau kabur tapi jalannya buntu. Ro Woon heran, kenapa dia mencoba kabur? Dan kenapa dia tidak bisa menatap matanya? "Jangan-jangan kau... pegawai baru? Kau pasti kurir baru, kan?"

Hwan Ki tak menjawab, Ro Woon jadi semakin yakin dia kurir. Jangan khawatir, dia tidak akan jahat kok. Semua orang memang memulai segalanya dari awal. Dia juga pegawai baru. Tapi lama-lama Ro Woon merasa pria ini aneh. Dia tidak berani kontak mata dan terus menunduk.


Ro Woon pura-pura sakit mata dan baru saat itulah Hwan Ki mulai bereaksi cemas. Ro Woon berhenti berakting, lebih menyenangkan saling bersitatap seperti ini. Hwan Ki langsung memalingkan pandangannya, Ro Woon tertawa geli melihat sikapnya.

Dia lalu menyerahkan semua barang-barangnya ke Hwan Ki dan menyuruhnya mengirim barang-barang itu ke Danau Taman Ilsan-dong. Hwan Ki berusaha mengatakan sesuatu, tapi setiap kali Ro Woon berpaling padanya, dia langsung gugup. Sebelum pergi, Ro Woon dengan manisnya menyemangati Hwan Ki. Fighting!

 

Hwan Ki galau, dia kan bukan kurir kenapa juga dia harus melakukannya. Tapi... kalau barang-barang ini sampai rusak dan pemotretan gagal maka Ro Woon yang akan dapat masalah. Tapi itu bisa dia gunakan sebagai alasan untuk memecat Ro Woon. Tidak usah diantar saja... tapi akhirnya dia pergi juga.



Ro Woon dan yang lain sudah tiba di lokasi pemotretan tapi malah diberitahu kalau kurirnya belum datang. Parahnya lagi, dia lupa menanyakan nomor telepon si kurir. Para pegawai yang lain langsung panik mencari tahu perusahaan asal si kurir.


Hwan Ki berusaha ngebut tapi malah terjebak macet. Saat itu, dia melihat seorang pengendara sepeda motor menyelip diantara mobil-mobil. Hwan Ki punya ide dan langsung berlari membawa barang-barang itu melewati kemacetan.

 

Para pegawai makin panik, tak ada seorang kurir pun yang mengaku menerima barang-barang itu. Ro Woon bersikeras kalau dia memberikannya pada kurir, kalau bukan kenapa juga dia menerima barang-barang itu. Tapi barang-barang itu adalah barang-barang desainer yang mahal, sebaiknya mereka hubungi polisi sekarang, orang itu pasti mencurinya.

Ro Woon berusaha membelanya. Dia yakin pria itu orang baik. Atasannya Ro Woon jadi mencurigai sikap Ro Woon, jangan-jangan dia bekerja sama dengan si pencuri itu. Ujung-ujungnya dia menyalahkan Yoo Hee yang tidak becus merekrut pegawai baru. Yoo Hee hanya bisa meminta maaf.


Tak enak pada semua orang, Ro Woon memohon pada Atasannya untuk mempercayai orang itu. Dia janji akan mencarinya jadi dia memohon agar mereka tidak menelepon polisi duluan.

Ro Woon pergi bersamaan dengan Woo Il yang baru datang. Dia berlarian keliling taman tapi dia tidak terlihat dimana-mana. Ro Woon jadi cemas, jangan-jangan dia kecelakaan. Hwan Ki akhirnya tiba di taman, tapi tiba-tiba dia tersenggol sepeda motor. Untungnya tidak ada barang yang terjatuh.


Ro Woon akhirnya melihat Hwan Ki berlari dengan membawa barang-barangnya. Ro Woon langsung berlari ke arahnya sambil berteriak, "Terima kasih sudah datang. Aku percaya padamu. Aku tahu kau pasti akan datang."

Hwan Ki berlari ke arahnya tapi batinnya galau sambil mengingat kenangan akan Ro Woon selama ini, "Tidak seharusnya aku datang kemari. Tidak seharusnya aku ada di dekatnya. Tidak seharusnya aku mengusiknya. Bagaimana kalau dia tahu siapa aku yang sebenarnya? Jika aku mengatakannya padanya..."


Dalam flashback, Hwan Ki diam-diam membuntuti dan menjaga Ro Woon saat ia berjalan linglung di jalanan dengan hanya mengenakan hanbok hitam dan tanpa alas kaki.


Jarak mereka semakin dekat. Tapi tepat saat itu juga, Hwan Ki melihat si pengendara sepeda motor melaju ke arah Ro Woon. "Jika aku mengatakannya... jika aku mengatakannya sekarang... akankah keadaan kembali sebagaimana mestinya?..."

Hwan Ki berusaha meneriaki Ro Woon untuk minggir, tapi Ro Woon tidak mendengarnya. "... ataukah sudah terlambat sekarang?"

 

Sepeda motor itu semakin dekat dengan Ro Woon. Hwan Ki sontak mendorongnya menjauh sampai Ro Woon terjatuh ke tanah lalu refleks menyilangkan kedua tangannya, melindungi dirinya sendiri dari motor yang hampir menabraknya itu.

Bersambung ke episode 3

2 comments

Entah knp saya benci banget sama sosok Woo iL, dari mulai dia dulu main di drama What happend to my family, welcome back mister dan semua drama yg dia ikuti. Tampangnya antagonis banget, bikin pengen ngeludahin.

tidak suka dengan sikap woo il,
sepertinya dia memiliki rencana yang berbahaya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon