Powered by Blogger.

Content and Images Copyrights by SBS

 Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 19 - 1


Peluru itu menembus punggung Chung. Polisi segera membekuk Chi Hyeon. Joon Jae shock, tangannya gemetar melihat darah Chung. Dengan sisa kekuatannya dia menatap Joon Jae dan membatin, "Heo Joon Jae, aku kau akan melindungiku lagi. Tapi aku senang. Akhir kali ini berubah. Kali ini, aku lah yang menyelamatkanmu."



Chung pun pingsan. Joon Jae menangis pilu saat dia menangkap tubuh Chung yang mulai terjatuh kedalam pelukannya...

"Kau mungkin sudah tahu sekarang. Walaupun aku tidak ada di sisimu, aku akan selalu mencintaimu. Berbahagialah saat aku tak ada. Seringlah tertawa dan mendapat banyak cinta. Seperti layaknya manusia normal. Kuharap kau akan hidup nyaman selama-lamanya. Aku tidak ingin menjadi bekas luka ataupun mimpi buruk bagimu"


Chung segera dilarikan ke rumah sakit. Joon Jae menggenggam erat tangan Chung dan memohon Chung untuk tidak pergi meninggalkannya. Chung membatin dalam ketidaksadarannya, "Aku mencintaimu."

"Aku mencintaimu," ucap Joon Jae dengan berlinang air mata.


Berita penangkapan dan kejahatan yang dilakukan Seo Hee dan Chi Hyeon tersebar ke media. Seo Hee dikabarkan membunuh suaminya dengan racun aconitum yang diekstrak dari akar tanaman wolfbane. Ibu Joon Jae shock saat menonton berita itu di TV.


Ma Dae Young pun menonton berita itu di warnet. Diberitakan bahwa polisi saat ini tengah menyelidiki komplotan yang bekerja sama dengan Seo Hee.


Seo Hee menjerit-jerit tak berdaya di mobil polisi. Sementara di mobil polisi yang lain, Chi Hyeon hanya terdiam lemas teringat saat dia dan Nam Doo melakukan penculikan Joon Jae. Waktu itu, dia memberikan dua buah ampul berisi racun aconitum.

Dia menyuruh Nam Doo mengambilnya kalau-kalau rencana mereka gagal. Nam Doo mengambil satu dan Chi Hyun menyimpan yang satunya di saku jasnya.


Di tengah jalan, Chi Hyun meminta izin polisi untuk berhenti di toilet umum sebentar. Chi Hyun menangis saat di toilet sebelum kemudian dia mengeluarkan ampul racunnya. Entah apa yang dilakukannya dengan racun itu, tapi dia tampak pucat saat kembali ke mobil polisi.


Kondisinya tampak semakin lemah saat Rekan Detektif Hong sedang menginterogasinya. Dia terus diam dengan tubuh gemetaran teringat percakapannya dengan Dae Young, saat Dae Young mengaku tak tahu kenapa dia hidup seperti ini, hidup seolah dia sedang menjalani hukuman dan berharap Chi Hyun tidak hidup sepertinya. Chi Hyun tiba-tiba terjatuh dengan nafas tersengal-sengal.


Sementara di ruang interogasi lain, Seo Hee sedang berusaha membela dirinya dan menuduh polisi melakukan investigasi ilegal. Detektif Hong menyangkalnya dengan geli, bukti rekaman itu legal. Joon Jae sedang merekam suaranya sendiri dan Seo Hee... ah, bukan, Kang Ji Hyun nyeletuk sendiri. Itu bisa dijadikan bukti.

Saat Seo Hee mengancamnya dengan menyebut-nyebut pengacaranya, Detektif Hong menyarankannya untuk meminta pembelaan pengacara publik saja karena semua pengacaranya sudah pergi.


Rekan detektif Hong menyela saat itu dan membisiki Detektif Hong tentang Chi Hyun. Seo Hee sontak bergegas ke ruang sebelah dan mendapati putranya terbujur lemas di lantai. Seo Hee langsung memeluk Chi Hyeon panik meminta ambulance.

Tapi dengan nafasnya yang melemah, Chi Hyeon menangis dan berkata "Ibu. Kau sebagai ibuku... adalah... kutukan bagiku."


Nafas Chi Hyeon semakin tersendat-sendat hingga akhirnya dia benar-benar menutup mata selama-lamanya. Seo Hee kontan meraung dan menangis pilu "Chi Hyeon-ah! Tidak!"

 

Joon Jae cs menunggu dan terus menunggu di depan ruang operasi berjam-jam lamanya hingga kemudian hanya Joon Jae seorang yang bertahan. Nam Doo kembali tak lama kemudian untuk mengabarkan kematian Chi Hyeon.

Dia mengaku mendapatkan dua ampul dari Chi Hyeon tapi dia hanya mengambil salah satunya. Sepertinya Chi Hyeon meminum ampul yang satunya. Joon Jae shock dan tak percaya mendengar kabar itu.


Beberapa saat kemudian, Chung akhirnya selesai dioperasi dan dibawa ke kamar rawat. Dokter memberitahu Joon Jae kalau kondisi Chung itu bisa disebut keajaiban. Peluru itu sebenarnya menembus organ vitalnya Chung tapi ajaibnya dia selamat. Dokter belum pernah melihat ada orang yang selamat setelah mendapat tembakan sefatal itu. (Pfft, seandainya dia tahu kalau Chung bukan orang)

Biasanya saat orang kehilangan darah sebanyak itu, mereka akan shock dan harus bertahan hidup dengan bantuan mesin. Tapi dalam kasus Chung, setelah Dokter menjahit bagian organ vital, jantung Chung langsung kembali bekerja dengan baik. Tanda-tanda vitalnya juga stabil dengan cepat.


Tapi bagaimanapun, mereka tetap harus waspada saat Chung sadar nanti. Chung kehilangan banyak darah yang bisa membuat sirkulasi ke otak menurun, mereka tidak tahu akankan nantinya otak Chung mengalami penurunan fungsi otak. Dokter hendak pergi, tapi dia penasaran dengan pasiennya yang aneh ini. Dia tidak pernah memakan sesuatu yang aneh-aneh, kan?

"Dibandig makan yang aneh-aneh, dia biasanya makan banyak," jawab Nam Doo. Dokter masih penasaran. Joon Jae bertindak cepat membuat Dokter pergi dari sana.


Si Ah bermimpi. Oh, ternyata di Jaman Joseon, dia adalah pengantinnya Dam Ryung yang Dam Ryung tinggal di malam pengantin mereka. Si Ah ngelantur dalam tidurnya. "Si brengs*k itu! Bagaimana bisa dia pergi? Kau pergi ke wanita mana?"


Di dapur, Jin Joo bertanya pada Dong Shik. Apa Dong Shik bisa melakukan hal seperti Chung, melindunginya dari tembakan peluru. Dong Shik mikir, dia hanya sanggup kena lempar batu. Jin Joo kecewa. Lalu bagaimana dengan Jin Joo sendiri? tanya Dong Shik.

"Aku harus membesarkan anak. Jika aku tertembak, siapa yang akan membesarkan anak-anak?"


Si Ah datang ke dapur saat itu, heran kenapa mereka membicarakan masalah tembak-tembakan sepagi ini. Jin Joo tak percaya kalau Si Ah belum mendengarnya. Chi Hyun menembak Heo Joon Jae dan pacar Joon Jae menamenginya, saat ini mereka sedang berada di rumah sakit. Si Ah shock.


Ibu pergi ke rumah sakit dan bertanya-tanya apakah waktu itu Chung membicarakan masalah itu untuk ini. Joon Jae tak mengerti apa maksud Ibu.

Flashback saat Chung membahas cerita Putri Duyung pada Ibu, 


Didalam cerita, Putri Duyung mati karena pisau. Jika dia membunuh Pangeran dengan pisau itu maka dia bisa hidup, tapi jika dia gagal maka dia akan menghilang jadi buih. Chung merasa Putri Duyung memang harus menghilang, karena cerita itu dimulai karena ketamakan Putri Duyung untuk naik ke daratan.

"Aku tidak berpikir seperti itu," ujar Ibu.

Ibu menceritakan kisah Putri Duyung yang lain. Dahulu kala, ada seorang pemuda yang pergi melaut tapi kapalnya terbalik. Dia bertemu Putri Duyung yang menyelamatkan hidupnya. Dia menikati Putri Duyung dan memiliki banyak anak dan hidup bahagia. Anak-anak yang terlahir dari manusia dan Duyung, kadang kembali ke air dan kadang tinggal di daratan. Seorang diantaranya menjadi penolong warga desa. Saat berkomunikasi dengan duyung lainnya di laut, mereka memperingatkannya untuk tidak pergi ke laut karena akan ada badai.

"Ada cerita duyung yang seperti itu. Duyung naik ke daratan bukan karena tamak tapi karena cinta."

Tapi Chung tetap pesimis, "Bagus jika semua cerita memiliki happy ending. Tapi ada beberapa cerita yang tidak (happy ending)."

Flashback end.


Ibu sedih terjadi hal seperti ini setelah Chung menanyakan itu. Ibu heran, bagaimana bisa Chung berpikir melakukan itu. Joon Jae mendesah teringat saat mereka tersudut di ujung jurang di Spanyol dulu. Tapi dia penasaran, apa benar ada legenda duyung yang seperti disebutkan Ibu.

"Kau tidak ingat? Waktu kau kecil dan tidak bisa tidur, aku selalu menceritakan kisah itu padamu. Kau sangat menyukainya dulu."

"Begitu. Bagus sekali jika itu benar."


Ibu tiba-tiba meminta Joon Jae keluar membawakan makanan yang dia bawa untuk Istri Sekretaris Nam, dia yang akan menjaga Chung. Joon Jae bertemu Nam Doo di luar dan mengajaknya. Begitu melihat wajah Sekretaris Nam, Nam Doo tiba-tiba merasa familier Sekretaris Nam.

Joseon,


Malam itu saat Teman Joon Jae bersembunyi di belakang jerami dengan membawa sebuah gulungan, Park Moo tiba-tiba menemukannya. Teman Joon Jae sontak makin ketakutan. Namun yang tidak disangkanya. Park Moo malah menunjukkannya jalan keluar bahkan memberinya segenggam uang koin, menyuruhnya pergi ke sebuah penginapan tempat dia menitipkan kudanya dan menyuruh Teman Joon Jae pergi ke Ibukota dengan kudanya itu.

"Kenapa kau melakukan ini?"

"Untuk membayar kembali kehormatan dan musuh. Aku tidak punya waktu menjelaskan jadi cepatlah pergi"

"Terima kasih" Teman Joon Jae pun pergi.

Kembali ke masa kini,


Mata Sekretaris Nam terus bergerak-gerak hingga tiba-tiba saja dia matanya terbuka dan orang pertama yang dilihatnya adalah Nam Doo... "Park Moo," gumam Sekretaris Nam.

Semua orang sontak kaget melihatnya. Joon Jae memanggilnya, tapi pandangan Sekretaris Nam tetap tertuju pada Nam Doo sambil terus menggumamkan nama Park Moo. Saat dia berpaling ke Joon Jae, dia menyebut Joon Jae sebagai Dam Ryeong. Joon Jae terdiam menyadari Sekretaris Nam mengingat kehidupan Jaman Joseon mereka.


Baru sesaat kemudian Sekretaris Nam memanggilnya Joon Jae dan menggenggam tangan Joon Jae erat, "Aku bermimpi panjang."

"Syukurlah kau sadar. Dulu dan sekarang. Terima kasih telah menjadi temanku"


Mereka kembali ke kamar Chung saat malam tiba. Joon Jae heran kenapa Chung belum bangun juga padahal Dokter bilang kalau operasinya berjalan lancar. Nam Doo bertanya apakah ada perbedaan Chung dengan mereka. Dia mengaku kalau dia mendengarkan percakapan mereka waktu itu kalau Chung adalah putri duyung.

Joon Jae berusaha mengklaim kalau waktu itu dia cuma bercanda. Tapi Nam Doo berkata kalau dia percaya, Chung berbeda dari mereka, dia putri duyung. Melihat Joon Jae terdiam cemas, Nam Doo meyakinkannya kalau dia tidak akan melakukan apapun pada Chung. Memang benar dia buta akan uang, tapi dia memegang teguh dua prinsipnya. Dia harus membayar kembali musuhnya dan dia harus membayar kembali hutangnya.

"Walaupun Chung tidak menyelamatkanku. Tapi dia melindungi Joon Jae-ku. Joon Jae-ku"

Joon Jae tersenyum mendengarnya lalu pura-pura memprotes sebutan Joon Jae-ku? Dia sudah gila apa? Lebay banget. Benar juga, tadinya dia tulus tapi sekarang tiba-tiba Nam Doo merasa merinding sendiri.


"Heo Joon Jae adalah Joon Jae-ku. Jangan macam-macam dengannya," ujar Chung tiba-tiba.

Terkejut, kedua pria itu sontak bangkit menghampirinya, lega melihatnya sudah sadar. Joon Jae mengaku berniat mengikuti Chung jika Chung tidak bangun. Chung bertanya kenapa, katanya Joon Jae mau bertemu wanita cantik dan hidup dengan baik.

"Tidak ada yang lebih cantik darimu seberapa banyak pun aku mencari. Aku sudha memikirkannya dan menyadari bahwa hidup ini singkat. Aku merasa cintaku akan lebih lama daripada hidupku. Karena itulah dalam kehidupan ini, cintaku tidak akan berakhir. Terima kasih karena telah kembali."


Nam Doo memutuskan pergi meninggalkan kedua sejoli itu berduaan. Joon Jae begitu bahagia dan terus mengecup tangan Chung berulang kali. Tak lama kemudian Joon Jae ketiduran saat Chung bangun dan tampak mengernyit kesakitan.



Saat Seo Hee dikawal keluar dari kantor polisi, puluhan reporter sudah menunggunya beserta beberapa orang yang langsung melemparinya dengan telur dan mengutuknya. Saat melihat Ibu di sana, Seo Hee langsung maju dan memperingatkan Ibu kalau semua ini belum berakhir.

Dia lalu berpaling ke salah satu kamera dan sekali lagi berteriak, "Ini belum berakhir. Ini tidak boleh berakhir, mengerti? Putraku tidka boleh jadi satu-satunya orang yang menderita seperti ini!"


Dae Young menonton berita itu di warnet lalu menelepon Dokter Jin. Dokter Jin pun langsung memberitahu Joon Jae kalau Dae Young akan datang. Joon Jae pun langsung menghubungi rekan-rekannya dan polisi.


Dae Young mengaku tak bisa mengingat apapun, hanya ingatan sebelum dia bertemu wanita itu. Dokter Jin bertanya kenapa Dae Young ingin mengembalikan ingatannya. Karena Dae Young merasa seolah dia terperangkap didalam hutan dengan kedua mata tertutup tapi telinganya bisa mendengar suara binatang-binatang buas. Dia bukan takut dimakan binatang buas, tapi takut karena tak mengetahui kapan binatang itu akan menerkamnya. Itu membuatnya jadi sangat gila.

"Bukankah terkadang, ketakutan lebih baik daripada kenyataan?"

"Tidak. Tapi tetap saja aku harus tahu. Aku tidak bisa terus hidup seperti ini. Aku tidak bisa hidup seperti dihukum atas dosa yang bahkan tidak bisa kuingat."

Bersambung ke part 2

2 comments

Akhir'a trjd hal yg g di ingi kan diepsd ini smua nrakhir baik chung sdr nam do g jht,,moga 1 epsd trahir jln cerita bahagia yg bakal trjd,,
Ehh ngmong si ah yg jd istri jong jae dimsa

nice :)
jadi penasaran eps 20 gimana endingnya
thank you admin

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon