Powered by Blogger.

Content and Images Copyrights by SBS

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 19 - 2


Dokter Jin pun mulai menghipnotisnya dan Dae Young langsung teringat segala hal dalam kehidupannya di Jaman Joseon, saat dia dan Gisaeng-nya bertanya pada Kakek (Dokter Jin) yang bisa meramal. Kakek peramal berkata bahwa dia tidak punya kemampuan khusus dalam meramal, dia hanya tertarik pada nasib orang lain.


Gisaeng menyuruh Kakek membacakan nasibnya untuk tahun baru nanti. Kakek berkata bahwa semua bunga yang indah akan jadi miliknya. Keharuman bunga-bunga itu akan merasuk kedalam tubuhnya sampai dia mati, bahkan sampai dia terlahir kembali. Gisaeng senang, itu artinya nasib baik, kan? Kakek hanya menjawab bahwa dosa tidak bisa menentukan nasib baik atau buruk.


Giliran Bangsawan Yang yang minta dibacakan nasibnya. Dia nyengir lebar menanti jawaban Kakek. Tapi Kakek malah berkata bahwa Bangsawan Yang akan seperti sebuah pohon yang disambar petir tapi masih bisa tumbuh kembali. Dia menjalani hidup yang membingungkan, entah apakah dia menerima hukuman supaya bisa hidup atau hidup untuk menerima hukuman.

"Lebih baik tersambar petir dan terbakar hingga jadi abu. Lebih baik jika dia tidak terlahir kembali. Tapi itu adalah sebuah takdir yang tidak bisa kau pilih."

Bangsawan Yang langsung ngamuk, menolak mempercayainya ocehan Kakek peramal.

 

Dalam ingatannya yang lain, Dae Young dan Gisaeng-nya hendak melarikan diri pada suatu malam. Tapi tiba-tiba dia dikepung sekumpulan prajurit yang dipimpin Teman Joon Jae dan Park Moo.

Park Moo mengingatkan Dae Young pada seorang pedagang bernama Park No Joon, pedagang yang kapalnya ditahan secara paksa di pelabuhan hingga dia terpaksa harus tinggal di penginapannya Dae Young selama berhari-hari. Suatu hari Park No Joon marah dan mengancam akan membongkar semua kejahatan Dae Young pada semua orang, tapi kemudian mayatnya ditemukan terbujur di tepi pantai.


Dae Young tersenyum mengingat orang yang Park Moo maksud. Park Moo langsung menghunus pedangnya, "Aku adalah putranya, Park Moo. Ini untuk ayahku dan untuk Kim Dam Ryeong," ucap Nam Doo lalu menebas tubuh Bangsawan Yang.

Sebelum mati, Bangsawan Yang bersumpah akan terlahir kembali dan memiliki segala hal yang tidak dimilikinya dalam kehidupannya yang sekarang. Silahkan saja, Park Moo akan tetap membalaskan dendamnya tak peduli berapa banyak Bangsawan Yang bereinkarnasi.


Begitu Bangsawan Yang mati, Park Moo berpaling ke Gisaeng yang telah meracuni minuman ayahnya. Karena itulah sekarang dia sudah menyiapkan racun untuk Gisaeng. Teman Joon Jae menyerahkan semangkok racun yang terbuat dari bunga wolfbane, bunga cantik tapi sangat beracun. Gisaeng berusaha memberontak dengan panik tapi anak-anak buah Park Moo memeganginya kuat dan memaksanya meminum racun itu.


Dae Young terbangun dari hipnotisnya dengan senyum, akhirnya dia bisa melihat kehidupan masa lalunya. Dia langsung berpaling ke Dokter Jin yang juga ada dalam kehidupan lamanya. Tak menyangka kalau ternyata selama ini Dokter Jin mengetahuinya, dia ada di pihak siapa sebenarnya?

Dokter Jin mengklaim bahwa dia hanya seseorang yang melihat nasib, dia tidak memihak siapapun. Dae Young tak percaya dan langsung mencekik Dokter Jin. Untunglah Joon Jae datang saat itu.


Dae Young akhirnya melepas cekikannya dan menghadapi Joon Jae. Saat itu, mereka seolah kembali ke kehidupan lama mereka. Bangsawan Yang mengingatkan Dam Ryung bahwa dia berhasil mengalahkan Dam Ryung dan Se Hwa, dalam kehidupan sekarang pun nasub akan berpihak padanya. Segalanya akan terulang kembali seperti dulu.

"Cinta tanpa harapan antara manusia dan makhluk jahat, akhirnya hanya akan berakhir sengsara," tawas Bangsawan Yang

"Tak peduli nasib memihak siapa. Pada akhir takdir buruk itu, aku bersama, kami bahagia. Sekarang pun begitu"


Nam Doo bersama Detektif Hong dan anak-anak buahnya menerobos masuk kantor Dokter Jin tepat saat Dae Young hendak menyerang Joon Jae dengan pisau. Joon Jae tersenyum dan Dae Young terpaksa menjatuhkan pisaunya. Akhirnya dia berhasil diringkus.

Tapi saat itu, dia melihat Nam Doo, orang yang membunuhnya di Jaman Joseon. Nam Doo bingung sendiri kenapa Dae Young mempelototinya, mereka kan baru pertama kali ini bertemu.


Si Ah menjenguk Chung di rumah sakit. Dia melihat Chung tidur saat itu. Dia berniat meninggalkan bunganya di kaki Chung, tapi tiba-tiba saja Chung membuka mata. Si Ah kaget. Chung tak menyangka Si Ah akan datang? Apa Si Ah kemari untuk menjenguknya? Apa Si Ah mengkhawatirkannya?

Si Ah langsung canggung, nggak gitu juga sih tapi... dia penasaran apa Chung beneran kena tembak? Rasanya pasti sakit sekali. Dia ditembak di bagian mana? Chung heran, sepertinya Si Ah senang sekali mendengarnya tertembak.

"Apa kau gila? Aku tidak begitu menyukaimu, tapi aku tidak begitu membencimu sampai aku harus senang kau kena tembak"

"Kalau begitu apa kau menyukaiku?"

"Kan sudah kubilang. Aku tidak sepenuhnya menyukaimu"


Tapi Chung menyukai Si Ah. Kenapa? tanya Si Ah. Chung mengaku karena dia selalu ingin jadi seperti Si Ah yang bisa tumbuh menua bersama seseorang yang dia sukai. Dia iri, Si Ah bisa menghabiskan banyak waktu bersama orang yang dia sukai. Apa gunanyanya punya banyak waktu jika orang yang Si Ah sukai, lebih menyukai Chung. Si Ah justru merasa iri pada Chung.

"Orang yang ditakdirkan untumu akan datang," ujar Chung. Dia juga menunggu sangat lama hingga akhirnya orang yang dicintainya itu muncul. Jadi orang yang ditakdirkan untuk Si Ah juga psti akan muncul.

Si Ah malah menganggap ucapan Chung itu sebagai peringatan untuk menjauh dari Joon Jae. Jangan khawatir, dia memang akan melakukan itu kok. Dia tidak akan bisa mengalahkan Chung yang rela kena tembak demi Joon Jae. Dia mendoakan Chung cepat sembuh lalu pergi.


Hujan salju turun saat Si Ah keluar dari rumah sakit. Tepat saat itu juga, dia melihat Tae Oh berjalan ke arahnya. Si Ah membeku terpesona. Dia menyapa Tae Oh dengan sok cuek lalu bertanya jual mahal, apa Tae Oh tidak akan mengantarkannya pulang, kalau tidak mau yah sudah.


Tae Oh langsung berlari menyusulnya dengan senang hati. Mereka pun berjalan bersama sambil menikmati indahnya salju. Saat Tae Oh lalu mengeluarkan ponselnya untuk memotret salju, Si Ah merampas ponsel Tae Oh untuk memberi Tae Oh foto selfie-nya, dia lagi baik hati biar Tae Oh memiliki foto dirinya yang benar.


Si Ah lalu mengecek galeri-nya tapi malah mendapati banyak foto-foto Chung yang diambil secara diam-diam. Si Ah langsung sakit hati. Sekarang dia mengerti, yang selama ini Tae Oh potret adalah Chung dan bukannya dirinya.

Jadi yang selama ini Tae Oh sukai itu Chung? Lalu kenapa Tae Oh menyatakan cinta padanya? Apa Tae Oh mempermainkannya? Apa Tae Oh senang mempermainkannya? Wah, padahal selama ini dia malah berusaha supaya hati Tae Oh tidak hancur.


Patah hati, Si Ah pun pergi. Saat dia berbelok, dia merasakan seseorang mengikutinya. Si Ah langsung berbalik sambil marah-marah, tapi malah mendapati orang yang membuntutinya ternyata cowok cab*l yang langsung buka baju. Si Ah langsung ketakutan. Pria itu mengejarnya, tapi Tae Oh tiba-tiba muncul menendangnya dan menghajarnya dengan payung.


Setelah orang gila itu pergi, Tae Oh langsung menghampiri Si Ah dan memeluknya, membiarkan Si Ah menangis dalam pelukannya. Tae Oh meminta maaf lalu menghapus air mata Si Ah dan menciumnya.


Dokter dan suster di rumah sakit heboh menggosipkan kesembuhan Chung yang teramat sangat cepat, bahkan lukanya pun sudah hilang sepenuhnya. Jangan-jangan dia alien? Atau zombie? Atau vampir?

Seorang dokter intern berkata kalau Kepala rumah sakit akan melaporkan keanehan ini pada Asosiasi Jantung, dia sangat antusias. Sepertinya dia juga menghubungi reporter. Tak mereka sadari, Joon Jae menguping semua percakapan mereka.


Maka saat seorang dokter lewat, Joon Jae pura-pura tak sengaja menubruknya untuk mencuri kartu ID si dokter, lalu menyamar jadi dokter dan menggunakan kartu ID itu untuk masuk ke ruang staf dan menghapus semua informasi tentang Chung.


Setelah itu dia langsung membangunkan Chung, mengajaknya pulang sekarang dan meninggalkan seamplop tebal uang. Di rumah, Joon Jae memanggil Chung dan memberitahu kalau Ibunya akan pindah. Ibu akan menggunakan kamar ini, jadi sebaiknya dia dan Chung tinggal sekamar saja.


Tapi Chung menolak dan langsung menutup pintunya. Joon Jae langsung menggerutu, dulu saja Chung sendiri yang turun ke kamarnya sekarang dia malah berubah. Tapi kemudian dia mulai cemas saat Chung menyalakan musik dengan sangat keras. Chung meringkuk diam sambil memegangi dadanya.


Keesokan harinya, Jin Joo mengantarkan Ibu ke rumah Joon Jae. Ibu mengucap terima kasih lalu masuk tanpa mengundang Jin Joo masuk. Jin Joo kecewa. Tapi saat dia pulang, Dong Shik menunjukkan sepatu Ahjumma yang ketinggalan. Jin Joo senang dan langsung menggunakan sepatu itu sebagai alasan untuk kembali ke rumah Joon Jae.

Dia dan Dong Shik pergi bersama ke sana lalu membuat-buat alasan untuk bisa masuk ke rumah itu. Ibu terpaksa mengundang mereka masuk. Jin Joo berkeliling rumah dan bersikeras mau menyapa Joon Jae dulu sebelum pergi.



Tak lama kemudian, Joon Jae, Nam Doo dan Chung turun sambil berdebat dan beru diam saat mereka melihat Jin Joo dan Dong Shik. Jin Joo kaget mengenali mereka. Chung cepat-cepat mengajak mereka masuk kedalam dengan alasan mau bicara pribadi dengan mereka berdua.


Tak lama kemudian, mereka bertiga kembali. Jin Joo dan Dong Shik menyapa Joon Jae dan Nam Doo seolah mereka baru pertama kali bertemu walaupun Jin Joo masih ada feeling seperti pernah bertemu mereka sebelumnya. Dimana yah? Dubai? Tapi mereka kan tidak pernah ke Dubai. Joon Jae dan Nam Doo cuma cengengesan.


Takjub dengan kemampuan Chung dalam menghapus ingatan, Nam Doo tiba-tiba punya ide untuk mengajak Chung bekerja sama, mereka bisa jadi milyuner dunia. Chung menolak, dia tidak mau sibuk. Kalau dia sibuk maka dia tidak akan ada waktu melihat Joon Jae. Joon Jae langsung membelai sayang kepala Chung.

"Chung, aku mengatakan ini setulus hati. Jika kau putus dengan Joon Jae, kau datang saja padaku. Ah, Chung. Aku sangat-sangat menyukaimu. Kenapa kau punya banyak hal?"


Nam Doo langsung maju untuk memeluk Chung. Joon Jae bergerak cepat mendorongnya menjauh. Saat kedua pria itu sibuk otot-ototan, Chung tiba-tiba merasa dadanya kesakitan. Joon Jae langsung cemas, apa Chung baik-baik saja? Apa jantungnya sakit? Chung tidak menjawab.


Keesokan harinya, Chung terus menerus merasa sakit. Joon Jae makin cemas, tapi dia tersenyum saat Chung tersenyum untuk menyembunyikan sakitnya. Suatu hari, Chung mendapati hanya Joon Jae yang ada di rumah. Joon Jae berkata kalau dia menyuruh semua orang pergi karena malam ini dia ingin makan berdua dengan Chung saja.

"Karena kau kurang sehat, jadi tidak usah kemana-mana. Kita pesta saja sendiri di sini. Ganti baju sana," ujar Joon Jae.


Chung pun berdandan cantik. Joon Jae menyiapkan candlelight dinner tapi dia terus murung sepanjang makan malam. Chung lah yang memecahkan keheningan dengan mengusulkan minum.

Joon Jae menolak "Jika aku minum, kurasa aku akan memintamu tinggal. Jika ada cara lain, katakan padaku. Kumohon. Katakan kalau ada. Setelah operasi, kau jarang makan, tidak bisa tidur dengan baik dan selalu berusaha menahan sakit. Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus... melihatmu mati begitu saja?"


Joon Jae lalu mengembalikan gelang Dam Ryung ke tangan Chung "Jika kau kembali ke laut, apa kau akan bisa membaik? Apa kau akan kembali sehat?"


Mereka lalu berpelukan di pingir kolam. Joon Jae meminta Chung berjanji satu hal padanya. Saat Chung pergi nanti, Chung tidak akan menghapus ingatannya. Seperti yang pernah Chung bilang, lebih baik mencintai dan merasakan sakit daripada tidak bisa mengingat apapun dan tidak mencintai.

"Karena ada kenangan yang berharga, karena itulah aku bisa melepaskanmu"


"Kalau begitu kau bisa jadi sangat sedih. Aku mungkin tidak akan bisa kembali selamanya. Kau bahkan tidak akan tahu apakah aku masih hidup atau sudah mati. Kau hanya bisa menunggu."

"Jika kau tidak bisa kembali selamanya, aku akan terlahir kembali. Kau juga begitu. Aku sudah bilang kan. Cintaku jauh lebih lama daripada hidupku"

"Aku ingin kau nyaman"

"Jika kita saling mengingat satu sama lain, kita tidak akan melupakan jalan kita kembali. Jadi kita akan bertemu lagi. Baiklah. Kau putuskan saja, apakah kau akan menghapusnya atau tidak"


Chung menatapnya beberapa saat sebelum akhirnya dia membuat keputusan lalu mengulurkan tangannya membelai wajah Joon Jae dan mendekat. Joon Jae pun langsung menciumnya mesra.

Bersambung ke episode 20

6 comments

Makin penasarn dengn ending nya

happy ending ato sad ending ????? ada yang tau ???? sim chungbalik ke laut ??? ya nggak seruuu...

Yes msh udh g Ada,,
Seneng jg list hbungan tae ho ama si ah sweet,,
Nam do jg g jht meski tau siapa Chung,to knpa cerita cinta beda dunia sll brakhir yg bkn manusia'a sll hrs prgi atau hilang,,
Brhrap epsd akhir Ada keajaiban mereka bnr" bisa brsatu,,
Gomawo

semoga happy ending ya, biar penonton nggak kecewa :D

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon