Powered by Blogger.

Content and Images Copyrights by MBC

Sinopsis Missing Nine Episode 1 - 1



Seorang wanita terbangun di pantai berlumpur. Tampak tak ada siapapun di sana, tapi dia melihat sebuah bangunan berbendera Cina didepannya. Wanita itu pun langsung berlari ke sana.



Sementara itu di Korea, seorang pria tampak sedang berusaha membujuk seseorang di telepon terkait dengan hilangnya beberapa orang. Orang di seberang tampaknya orang tua salah satu korban dan berharap kalau orang-orang yang hilang itu masih ada, sementara pria itu pesimis kalau mungkin orang-orang itu sudah mati.

Perdebatan mereka lama-lama membuat si pria marah-marah dan membanting ponselnya. Di meja, terlihat plakat nama orang itu: Presiden Jang Do Pal.

Asisten Presiden Jang datang tak lama kemudian dengan menyeret TV yang memberitakan tentang kecelakaan private jet milik Legend Entertainment yang ditumpangi sejumlah artisnya yang terjadi sekitar 4 bulan yang lalu.

Yang mengejutkan, saat ini telah ditemukan satu orang yang selamat dari kecelakaan pesawat itu. Entah kenapa Presiden Jang malah tampak tak senang dengan berita itu.


Korban yang selamat itu adalah wanita yang terbangun di pantai berlumpur di Cina, Ra Bong Hee. Seorang stylist salah satu artis Legend Entertainment. Saat ini dia sedang menjalani interogasi kepolisian Cina terkait kecelakaan itu.


Di tempat lain, para fans dari artis-artis yang mengalami kecelakaan itu, menyalakan lilin dan meneriakkan harapan artis-artis mereka akan kembali di depan gedung Legend Entertainment. Banyak fans yang mengkritik kinerja pemerintah yang tidak becus dalam pencarian korban.

Bukan cuma fans remaja, bahkan tentara militer dan nenek-nenek pun heboh dengan berita itu. Seorang ahjumma baru saja pulang dari menyelam di laut saat dia melihat. berita selamatnya Ra Bong Hee itu. Ahjumma shock mendengarnya dan langsung buru-buru pergi.


Dengan selamatnya Bong Hee, pemerintah memutuskan membentuk komisi khusus untuk menyelidiki perihal kecelakaan itu. Setelah menonton berita itu, Jaksa Yoon Tae Young langsung menelepon Jaksa Cho.


Begitu investigasi di Cina selesai, Bong Hee dibawa kembali ke Korea dengan ditemani seorang pegawai pemerintah. Tapi saat melihat keluar jendela pesawat, Bong Hee tiba-tiba mendapat kilasan saat-saat kecelakaan pesawat itu terjadi.


Dengan tawa santai pria itu memberitahu Bong Hee bahwa dia adalah orang yang ditugaskan dalam komisi khusus pencarian pesawat setelah kecelakaan itu terjadi. Mereka langsung berusaha melakukan pencarian saat itu, tapi tak berhasil menemukan apapun hingga mereka pikir para penumpang pesawat itu sudah mati semua. Tak disangka ternyata ada yang selamat.

"Tapi apa benar yang kau katakan pada kepolisian Cina itu?" tanya pria itu.

"Iya," jawab Bong Hee lemah.


Tiba di bandara, Bong Hee langsung dibombardir berbagai pertanyaan dari para wartawan dan para fans. Dia tetap diam tak nyaman dan terus melangkah sampai saat dia melihat Ahjumma, Ibunya. Ibu dan anak itu pun langsung berpelukan haru dan syukur.


Agak jauh dari sana, Jaksa Yoon memperhatikan mereka tapi tampaknya yang paling menarik perhatiannya adalah kalung yang dipakai Bong Hee.


Ia kemudian mendapat telepon dari Jaksa Choi yang memberinya informasi tentang Bong Hee. Ternyata Bong Hee lupa ingatan, sepertinya yang tidak dia ingat hanya ingatan pasca kecelakaan yang mungkin dikarenakan PTSD. Yang mengherankannya, entah kenapa komisi penyidik justru menutupi masalah ini.

Bukan berarti dia tidak akan bisa mengingatnya lagi, bisa saja semua ingatannya tiba-tiba kembali atau sedikit demi sedikit. Hanya saja tak ada yang tahu kapan ingatan Bong Hee akan kembali. Saat ini pihak penyidik tengah berusaha mengembalikan ingatannya, jadi yang bisa mereka lakukan hanyalah menunggu.


Tak lama kemudian, Bong Hee dihampiri Choi Hee Kyung - Ketua komisi penyidik kecelakaan pesawat itu. Dia langsung menarik Bong Hee kedalam pelukannya sambil berterima kasih karena Bong Hee kembali dengan selamat. Ia tampak tulus, tapi kemudian dia memaksa Bong Hee menghadapi kamera padahal Bong Hee tampak jelas tak nyaman.


Begitu mereka berduaan di kantornya, Hee Kyung menatap Bong Hee tajam sebelum mulai menanyai ingatannya yang hilang. Apa Bong Hee merasa lega dengan hilangnya ingatannya? Mungkin saja kan Bong Hee mengalami sesuatu yang teramat sangat buruk, jadi mungkin dia merasa lega dengan hilangnya ingatannya ini.

Tapi hilangnya ingatan Bong Hee ini adalah masalah bagi mereka. Kecelakaan ini adalah masalah besar bagi negara selama 4 bulan terakhir dan ingatan Bong Hee lah kunci untuk mengetahui akan apa yang terjadi dengan kecelakaan pesawat itu dan nasib para korban yang lain.

Selama 4 bulan ini, muncul berbagai rumor tidak masuk akal menyangkut hilangnya pesawat itu. Ada yang bilang kalau kecelakaan pesawat itu cuma rekaya pihak agensi, ada pula yang bilang melihat Penyanyi Lee Yeol di Cina dan Choi Tae Ho di klub.


Saat dia pikir kehebohan ini sudah mereda, tiba-tiba Bong Hee muncul. Kembalinya Bong Hee ini malah membuat masalah jadi makin rumit. Seharusnya dia memberikan mereka fakta dan bukannya membuat masalah jadi tambah rumit.

"Apapun yang terjadi, kau harus mengembalikan ingatanmu yang hilang. Setelah itu, beritahu kami siapa saja yang mati dan siapa saja yang selamat. Hanya dengan begitu maka negara ini akan bisa damai. Patriotisme adalah menyediakan jawaban bagi pertanyaan publik."

Dengan air mata menggenang, Bong Hee pun mulai mengingat kembali kejadian sebelum kecelakaan waktu itu. Hari itu adalah hari kerja pertamanya sebagai stylist-nya artis Seo Joon Oh, pertama kalinya dia terbang ke luar negeri. "Kukira... hari itu... akan menjadi hari paling membahagiakan dalam hidupku."


Hari itu, dia tampak berlari keluar dari stasiun subway dengan langkah ceria dan tersenyum menatap passport barunya lalu pergi mengambil baju Seo Joon Oh ke butik.


Managernya Seo Joon Oh, Jung Ki Joon, ditelepon Joon Oh yang menuntutnya datang ke lokasi syutingnya dalam waktu 10 menit. Dia tidak peduli apapun alasan Ki Joon, pokoknya dia harus datang dalam waktu 10 menit.


Bong Hee keluar dari butik dengan menentang setumpuk pakaian saat Ki Joon meneleponnya dan berkata kalau dia akan menjemput Bong Hee, mereka harus pergi dalam waktu 10 menit.

 

Joon Oh sendiri sedang syuting variety show yang mengharuskannya dan mencari gurita di lumpur, tapi tampak jelas dia enggan melakukannya. Dia bahkan disuruh guling-guling di lumpur sampai mual. Dia semakin tak sabaran dan langsung menelepon Ki Joon, mengingatkannya kalau batas waktunya cuma tinggal 3 menit. Ki Joon juga frustasi sendiri menghadapi tuntutan Joon Oh hingga memutuskan memblokir nomornya Joon Oh.

 

Joon Oh akhirnya menemukan seekor gurita tapi Sutradara merasa itu terlalu mudah, nggak asik kalau begini lalu menyuruh Joon Oh memakan gurita itu hidup-hidup. Jooh Oh berusaha mendekatkan gurita itu ke mulutnya, tapi dia tak sanggup memakannya. Staf acara itu langsung mengkritiknya kesal, Joon Oh juga jadi emosi membanting si gurita. Parahnya lagi, Ki Joon tidak bisa dihubungi.


Habis sudah kesabaran Joon Oh! Dia menolak melanjutkan syuting dan mengunci diri di dalam kedai terdekat.


Ki Joon dan Bong Hee sedang dalam perjalanan ke sana. Ki Joon orang yang ramah, mengajak Bong Hee ngobrol sepanjang jalan bahkan menawari Bong Hee snack. Bong Hee mengaku bahwa ini adalah pekerjaan pertamanya setelah beberapa tahun lamanya tidak bisa menemukan pekerjaan setelah lulus kuliah. Dia pindah ke Seoul demi pekerjaan ini karena Ki Joon merekrutnya.

"Itu karena tak ada seorangpun yang melamar," ujar Ki Joon. Pfft!

Dia memberitahu Bong Hee bahwa mereka akan langsung pergi ke bandara begitu selesai membantu syutingnya Joon Oh nanti, Joon Oh akan berpartisipasi dalam konser Legend Town. Dia lalu bertanya apa yang Bong Hee ketahui tentang Joon Oh. Bong Hee ragu, apa dia harus jujur? Ki Joon mengiyakannya.


Maka Bong Hee mulai menyebutkan berbagai hal yang diketahuinya. Bahwa Seo Joon Oh dulunya leader boyband Dreamers, dulu dia bintang top, tapi sekarang dia mengalami kesulitan gara-gara insiden menyetir dalam keadaan mabuk 3 tahun yang lalu. Dalam flashback, Joon Oh tampak menggila saat dia ditangkap polantas.


Bong Hee meneruskan ceritanya sambil nyantai makan sosis. Sebenarnya keadaan mereda setelah kejadian itu. Tapi setelah keluar dari kantor polisi, Joon Oh bilang pada media "Aku memang minum-minum, tapi aku tidak menyetir dibawah pengaruh alkohol."


Sejak saat itu, popularitas Joon Oh kehilangan semua fans-nya dan para reporter terus menerus menulis cerita buruk tentangnya. Semua itu pada akhirnya membuat Dreamers dibubarkan. Dalam konferensi pers mengumumkan pembubaran Dreamers, Joon Oh yang menangis paling lebai sampai habis tisu setumpuk. Lee Yeol mengambil alih tugasnya dan mengumumkan pembubaran Dreamers. Choi Tae Ho terus diam dan tampak marah.


Sejak pembubaran itu, semua single solo-nya Joon Oh gagal total. Semua stafnya merayakan perilisan single solonya, tapi Joon Ho langsung kecewa begitu membuka situs chart music, track-nya ada di urutan ke-98. Joon Ho langsung mewek di toilet, saking mirisnya dia sampai membeli lagunya sendiri.


Bahkan semua drama dan variety show yang dibintanginya gagal total. Joon Oh tiba-tiba menepak kepalanya dengan telur rebus dan memberikannya pada Bong Hee untuk menutup mulutnya. Dia meyakinkan Bong Hee kalau Joon Oh tidak separah yang dia pikir, dia akan segera merilis single baru dan dia masih cukup berpengaruh di agensi. Dia memang tidak sepopuler dulu tapi Dreamers tidak akan pernah mati.


Tepat saat itu juga Presiden Legend Entertainment, Hwang Jae Gook, menelepon Ki Joon. Dia pede menyalakan speaker tapi begitu mengangkat telepon, Presiden Hwang malah ngamuk gara-gara ulah Joon Oh lagi. Bong Hee terdiam canggung lalu memberikan sebatang sosis untuk Ki Joon sambil menasehati Ki Joon untuk menyetir pelan-pelan saja.

"Aku memang tidak bisa lebih cepat bahkan sekalipun aku ingin," kata Ki Joon... karena mobil yang dikendarainya ternyata mobil bekas sekolah TK yang jalannya bak siput.


Sutradara sudah kesal setibanya Ki Joon di sana. Ki Joon meminta maaf dan berjanji akan berusaha membujuk Joon Oh yang saat itu sedang sibuk makan sendiri pakai kacamata hitam sambil menonton siaran variety show yang menampilkan mantan anggota Dreamers, Choi Tae Ho, yang sekarang sukses jadi aktor dan lebih terkenal daripada Joon Oh.

Ki Joon berusaha membujuknya melanjutkan syuting, tapi Joon Oh ngotot tidak mau. Dia merasa dibohongi karena mereka tidak memberitahunya kalau dia harus syuting di lumpur.


Ki Joon berusaha menjelaskan tapi Joon Oh langsung ngamuk-ngamuk tidak mau melakukannya. "kenapa aku harus selalu jadi penggantinya Choi Tae Ho? Berapa lama aku harus melakukan pekerjaan semacam ini?!"

Ki Joon berusaha menjelaskan bahwa memang benar dia penggantinya Tae Ho, tapi program ini juga bisa jadi kesempatan bagi Joon Oh jika dia bisa jadi cast tetap, dia bisa kembali seperti dulu. Saat Joon Oh masih saja protes, Ki Joon hanya bisa memintanya untuk bersabar, tahan saja biarpun memalukan. Sikap Joon Oh ini hanya membuat situasi makin sulit untuknya. Bagaimana kalau dia sampai dipecat?


Joon Oh hendak protes lagi, tapi saat itulah dia melihat Bong Hee. Entah apa yang dipikirkannya, tapi akhirnya dia mau mengalah. Tapi... dia hanya mau melakukannya jika dia menyukai pakaiannya dan menyuruh Bong Hee membawakan baju-baju untuknya. Syuting hari ini bisa lanjut atau tidak itu tergantung pakaian yang Bong Hee bawa.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon