Powered by Blogger.

Content and Images Copyrights by MBC

Sinopsis Missing Nine Episode 1 - 2


Bong Hee pun mulai sibuk naik-turun dari parkiran ke pantai, menunjukkan berbagai macam baju pada Joon Oh tapi tak ada satupun yang dia setujui dengan berbagai macam, kayaknya dia sengaja biar batal syuting. Tinggal satu baju saja yang Bong Hee miliki, tapi Joon Oh tetap tidak menyukainya. Dia langsung merengek minta syuting dibatalkan lalu berjalan pergi.


Bong Hee menghentikannya dan berusaha sekali lagi dengan memberikan sebuah kacamata hitam merek ternama. Tapi begitu melihat nama brand-nya, Joon Oh malah semakin kesal dan menyuruh Ki Joon memecat Bong Hee.


Shock, Bong Hee berusaha menghentikannya tapi malah membuat Joon Oh terjatuh. Joon Ho makin kesal dan langsung membanting kacamata hitam itu.

"Kenapa kau memilih kacamata itu. Tae Ho jadi model merek itu," ujar Ki Joon.


Bong Hee langsung mengejar Joon Oh, meminta maaf dan berusaha membujuk Joon Oh untuk mempertimbangkan keputusannya kembali. Dia bahkan membantu membuka pakaian kerja Joon Oh. Tapi begitu begitu sudah terlepas dari baju kerjanya, dia menolak mendengarkan permintaan maaf Bong Hee.


Bong Hee berusaha keras meminta maaf tapi Joon Oh tetap tidak mau mendengarnya. Dia ingin menutup pintu mobilnya, tapi Bong Hee memegangi pintunya dengan sekuat tenaga sambil terus mengoceh sampai Joon Oh keheranan sendiri dengan kekuatan Bong Hee.

Sementara mereka berdua ribut sendiri, Ki Joon juga sibuk sendiri mengomeli Byeong Joo, Road Manager-nya Joon Oh, yang tidak becus mengerjakan tugasnya.


Selesai mengomeli Byeong Joo, Ki Joon akhirnya membantu menjauhkan Bong Hee dari pintu mobil. Tapi seketika itu pula Joon Ho langsung meninggalkan mereka berdua. Byeong Joo kesulitan mengeluarkan mobil hingga dia harus maju-mundur beberapa kali, membuat Joon Oh makin tak nyaman karena terpaksa harus melihat Bong Hee yang duduk merana di atas pasir.


Di tengah jalan, Joon Oh mendapat telepon dari Ki Joon yang memberitahunya kalau ini adalah pekerjaan pertama Bong Hee dan juga perjalanan pertamanya ke luar negeri. "Seharusnya hari ini jadi hari bahagia untuknya. Apa tidak kelewatan memecatnya hari ini."


Saat itu juga Jooh Oh akhirnya berubah pikiran dan memutuskan balik ke pantai. Keluar dari mobil, dia langsung mengulurkan tangan ke arah Bong Hee. Tapi saat Bong Hee hendak menerima uluran tangannya, Joon Oh malah berteriak minta kunci mobilnya Ki Joon sambil mengeluh kalau penghangat mobilnya rusak jadi dia mau pakai mobilnya Ki Joon saja.

Bong Hee hendak mengejarnya, tapi Ki Joon menghentikannya dan meyakinkannya kalau Joon Oh tidak jadi memecat Bong Hee dan sebentar lagi mereka akan naik pesawat menuju konser Legend Town. Bong Hee senang bukan main dan mengucap terima kasih berulang kali pada Ki Joon. Joon Oh sendiri tampak lebih bahagia setelah itu.


Para fans dan media sudah berkumpul di depan pintu bandara untuk mengantarkan kepergian para artis Legend Entertainment. Aktris Ha Ji Ah tiba duluan tapi dengan sopan menolak diwawancara. Joon Oh tiba setelah itu. Awalnya si wartawan menyambutnya dengan antusias... sampai saat mereka melihat Tae Ho datang. Joon Oh langsung terabaikan.


Yoon So Hee mengecek dandanannya dulu sebelum keluar dari mobilnya. Di lehernya, tampak kalung yang sama dengan yang dipakai Bong Hee pasca selamat dari kecelakaan. Senyumnya sangat ramah di hadapan kamera dan fans padahal sangat dingin pada staf-nya sendiri. Joon Oh berusaha terus muncul di depan kamera dengan menempel ke So Hee.


Presiden Hwang melihat para artisnya dari kejauhan. Presiden Jang itu ternyata bawahan Presiden Hwang waktu itu. Sepertinya dia memang bawahan yang korup. Bahkan sebelum pergi, Presiden Hwang memperingatkannya untuk tidak mengambil uang perusahaannya lagi selama dia pergi.


Bong Hee terkagum-kagum melihat private jet mewah itu. Ki Joon menyuruhnya untuk menyiapkan baju santai untuk Joon Ho. Mengetahui ini pertama kalinya Bong Hee naik pesawat, Ki Joon usil mengerjainya dan berkata kalau di pesawat dia harus mencopot sepatu.

Awalnya Bong Hee tak percaya. Tapi begitu melihat kemewahan di bagian ruang duduk pesawat itu, dia malah percaya dan langsung mencopot sepatunya.


Saat tengah mengagumi kemewahan pesawat itu, So Hee tiba-tiba datang dan menubruknya dengan cuek. Saat tahu Bong Hee stylist-nya Joon Oh, dia memperingatkan Bong Hee untuk waspada dengan Joon Oh, jangan sampai kehilangan kepercayaannya. Joon Oh itu berbahaya.


Joon Oh datang tak lama kemudian, menuntut baju santainya. Dia dan So Hee berbasa-basi tentang kabar masing-masing dan Joon Oh berkata sambil lalu kalau dia senang dengan kesuksesan dengan film barunya So Hee.

So Hee malah menyindir sinis, dia memang harus terus bekerja keras biar nasibnya tidak berakhir seperti Joon Oh. Mereka tidak akan tahu kapan roda akan berputar dalam industri ini.


Dulu saat Joon Oh sudah jadi artis ternama dan punya sekumpulan staf, So Hee baru jadi artis baru yang bahkan tidak punya ruang ganti sendiri dan tidak punya staf sendiri. Dia hendak pergi saat Joon Oh datang, tapi Joon Oh memperbolehkannya tetap tinggal, lagian So Hee kan tidak punya stylist.

Dia tampak iri melihat para staf yang mengelilingi Joon Oh, "Apa aku akan bisa sukses sepertimu?"

"Jangan khawatir. Kau akan jadi lebih sukses dariku," ujar Joon Oh.

 

Ucapannya itu sepertinya sekarang benar-benar jadi kenyataan. Joon Oh membeku mendengar sindiran So Hee itu, tapi dia tetap tersenyum ramah pada Soo Hee dan meyakinkan So Hee kalau So Hee tidak akan jadi sepertinya.


Begitu masuk toilet, Joon Oh tidak menutup pintunya dan santai melepas pakaiannya tepat di hadapan Bong Hee sampai Bong Hee yang harus minggir dari sana. Tapi dia mendengar Joon Oh terus menggerutui pilihan bajunya, dia minta baju yang nyaman tapi Bong Hee malah membawakannya sweater turtleneck. Bong Hee mendesah, sepertinya dia bakalan kesusahan menghadapi Joon Oh kedepannya.


Sementara Joon Oh terus menggerutu, Bong Hee mengsms Ibunya, memberitahu kalau dia sudah di pesawat sekarang. Tapi tiba-tiba ada sesuatu yang menarik perhatiannya dari ruang sebelah. Bong Hee mencoba mengintip tapi malah mendapati Tae Ho sedang bermesraan dengan Ji Ah.


Ji Ah lah yang melihat Bong Hee duluan dan langsung menariknya masuk, curiga kalau Bong Hee merekam perbuatan mereka tadi. Bong Hee menyangkal, tapi Ji Ah tidak percaya dan merampas paksa ponselnya Bong Hee. Joon Oh muncul saat itu, memprotes Bong Hee gara-gara tutleneck-nya yang tidak nyaman. Ji Ah akhirnya lega tidak menemukan video apapun di ponselnya Bong Hee.

 

Presiden Hwang dan Asistennya masuk ke ruang duduk sambil membicarakan masalah schedule, 3 orang gadis yang tergabung dalam girlband masuk tak lama kemudian tapi hubungan mereka tampaknya tidak akrab.


Beberapa saat kemudian, Presiden Hwang dan para artisnya berkumpul di bar. Presiden Hwang membuat cocktail dan menuang wine tapi hanya untuk artis-artis kesayangannya. Saat Joon Oh datang, hanya Lee Yeol yang menyambutnya.

Saat Ji Ah mesra dengan Tae Oh, Ki Joon hanya menatap mereka dengan sedih, sepertinya dia ada rasa pada Ji Ah. Joon Ho berusaha menarik perhatian Presiden Hwang tapi Presiden Hwang mengacuhkannya dan memilih lebih perhatian dengan Yeol.

Yeol tak enak pada Joon Oh dan berusaha membuat Presiden Hwang mempedulikan Joon Oh juga. Tapi Presiden Hwang tidak peduli dan meminta Yeol memutar lagu barunya. Sementara Yeol mencari lagunya, Presiden Hwang berbalik menuang wine untuk Tae Oh.


Tae Oh iri dengan Joon Oh yang punya stylist baru dan meminta Presiden Hwang mencarikannya stylist yang sudah terkenal. Presiden Hwang langsung menyetujuinya. Kalau Tae Ho dapat peran utama nanti, maka reputasi jelek Dreamers pasti akan hilang.


Yeol akhirnya memutar lagunya. Tapi lagu itu malah membuat suasana jadi canggung. Karena lagu itu mengingatkan mereka pada masa lalu.


Dulu saat Dreamers masih bersatu, mereka mendengarkan lagu itu bersama-sama di sebuah studio. Semua orang menyukainya. Tapi si pencipta lagu tiba-tiba mengumumkan kalau dia tidak bisa melakukan ini lagi.


"Ini terdengar seperti lagunya si brengs*k itu?" protes Presiden Hwang. "Ini bukan lagu utama, kan?"

Yeol mengaku kalau dia sedang memikirkannya, dia pikir hanya ini yang bisa mereka lakukan untuk mengenangnya. Hmm... sepertinya terjadi sesuatu pada si pencipta lagu itu. Joon Oh tak nyaman dengan percakapan ini dan langsung pamit. Pesawat tiba-tiba goncang hingga tak sengaja membuat Joon Oh menabrak pramugari yang membawa minuman.


Pilot mengumumkan bahwa goncangan tadi karena mereka memasuki zona turbulensi dan meminta para penumpang duduk dan memakai sabuk pengaman. Bong Hee sedang mengatur pakaiannya saat dia merasakan goncangan itu.

Joon Oh melemparkan jaketnya yang kena ciprat tadi dan menyuruh Bong Hee mencucinya. Bong Hee mulai ketakutan. Joon Oh yang sudah sering naik pesawat, santai-santai saja. Dia heran, apa ini pertama kalinya Bong Hee naik pesawat? Iya, aku Bong Hee.


Bong Hee melihat yang lain juga tetap santai. Saat hendak mencuci bajunya Joon Oh di toilet, tak sengaja dia melihat Ki Joon memberikan sebotol obat untuk Ji Ah tapi dia cukup tahu diri untuk tidak menanyakan apapun. Presiden Hwang kembali ke ruang duduk dan tiduran di sofa.


Yeol berusaha menjelaskan kalau dia tidak bermaksud menyakiti perasaan Joon Oh. Joon Oh tidak mengerti kenapa Yeo menulis lagu seperti itu. Belum sempat mengatakan apapun, Tae Ho muncul dan menyuruh Yeol mengatakan sejujurnya saja... kalau dia membuat lagu itu untuk membuat Joon Oh menyesal seumur hidup.


Sementara para penumpang santai di belakang, pilot dan co-pilot mulai cemas saat mereka memasuki awan yang makin lama makin gelap. Pilot pun memutuskan untuk naik lebih tinggi. Pesawat jadi semakin bergoncang karenanya.

Asisten Presiden Hwang mulai ketakutan tapi yang lain tetap santai. Asisten makin panik saat melihat kilat dan petir di luar tapi bosnya sendiri tetap santai tiduran di sofa. Santai saja, ini pesawat mahal, tidak kan jatuh.


Yeol berusaha menghentikan Tae Ho, tapi Tae Ho langsung membentaknya. "Apa ucapanku salah? Kenapa kita bubar? Tidak... lebih tepatnya, kenapa kita dibubarkan? Salah siapa itu?" ujarnya sambil menatap Joon Oh dengan pandangan menuduh.

"Jadi, apa sebenarnya yang ingin kau katakan?"

Tae Ho dengar kalau Joon Oh ikut dalam perjalanan ini untuk memperpanjang kontraknya dan mengambil hati agensi agar bisa merilis album. Joon Oh mau menulis lagu? Memangnya dia pikir semua orang bisa membuat lagu? Joon Oh kan cuma suka memanfaatkan orang lain. Yeol berusaha menghentikannya, tapi Tae Oh tidak peduli.

"Apa kau lupa apa yang diperbuat si brengs*k ini? Dia membunuh seseorang. Jae Hyun meninggal karena sampah ini, Seo Joon Oh!"


Malam itu setelah Jae Hyun mengumumkan pengunduran dirinya, dia mengaku stres berat sampai mau mati rasanya. Joon Oh malah marah besar dan dalam emosinya dia menyuruh Jae Hyun untuk mati saja kalau begitu.


Goncangan pesawat makin hebat dan pilot sekali lagi memperingatkan para penumpang untuk duduk dan memakai sabuk pengaman. Asisten panik mencari sabuk pengaman. Tapi Presiden Hwang dengan santainya bilang kalau dia sudah meniadakan semua sabuk pengaman, sangat amat yakin kalau pesawat super mahalnya ini tidak akan jatuh. Dia sama sekali tidak menyadari kaca cockpit mulai retak dan jet engine pesawat itu mulai berasap.


Goncangan makin hebat hingga membuat ketiga mantan Dreamers mulai ketakutan dan berpegangan. Joon Oh lah yang melihat jet engine-nya berhenti bekerja. Tapi bahkan di saat seperti ini, Joon Oh dan Tae Ho masih saja ribut berdebat sendiri.

Lampu-lampu kristal di atas mereka bergoyang-goyang. Ji Ah menjerit-jerit ketakutan sampai Joon Oh kesal sendiri dan langsung melemparinya dengan bantal. Bong Hee masih di kamar mandi saat itu dan langsung terjatuh gara-gara goncangannya.


Ki Joon dan Presiden Hwang masih tetap santai. Mereka malah menertawai Asisten yang ketakutan setengah mati. Tiba-tiba jet engine-nya terbakar dan pesawat bergoncang makin hebat sampai semua orang terjatuh ke lantai. Saat itulah semua orang benar-benar ketakutan. Ki Joon langsung pergi ke belakang mencari Ji Ah.


Ji Ah pingsan gara-gara itu, Yeol langsung menghampirinya dan berusaha membangunkannya. Joon Oh melihat lampu gantung di atas Yeol hampir roboh. Dia langsung bergerak cepat mengambil bantal sofa dan melompat ke atas Yeol, melindungi mereka bertiga dari lampu gantung itu dengan bantal sofa.


Pilot berusaha mengendalikan mesin, tapi terlambat dan pesawat itu pun mulai jatuh. Terperangkap dalam toilet, Bong Hee menggunakan tendangan kakinya hingga pintu toilet pun terbuka dan mendapati So Hee meringkuk ketakutan seorang diri.


Semua orang berusaha perpegangan dan terbanting kesana-kemari. Bong Hee berhasil mencapai jendela dan shock melihat pesawat terjun ke bumi. Dalam keadaan genting itu, ingatan masa lalu mereka kembali...

Flashback,


Malam itu, Yeol menatap poster Dreamers dengan sedih. Presiden Hwang marah-marah pada seseorang karena tidak berhasil membujuk Jae Hyun. Ki Joon ingin mengatakan sesuatu pada Ji Ah tapi ragu, tapi akhirnya dia memberitahu kalau besok Ji Ah akan punya manager baru. Ji Ah kaget mendengarnya, dia tidak mengerti kenapa, apa karena hal itu? Ki Joon tidak menjawab dan hanya mengalihkan topik dan membantu Ji Ah memakai sabuk pengamannya.



Semua orang akhirnya sampai dan berkumpul di depan gedung kantor. Tapi saat mereka hendak masuk, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh tubuh Jae Hyun yang terlempar dari lantai atas. Semua orang shock, Joon Oh langsung menangis pilu.

Flashback end.


Pesawat itu terjun ke laut dan badan pesawat seketika terpotong dan air pun masuk menenggelamkan semua orang.

Bersambung ke episode 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon