Powered by Blogger.

 Content and Images Copyrights by MBC

 Sinopsis Missing Nine Episode 3 - 1


Penyidik Oh terus berusaha memancing ingatan Bong Hee dan bertanya siapa orang yang membawa ponsel itu. Perlahan, Bong Hee ingat kalau orang itu adalah Ji Ah. Tapi muncul pula beberapa kilasan ingatan lain dan entah mengapa dia kemudian berbohong dan pura-pura tak ingat. 


Hee Kyung langsung menggebrak meja dengan kesal. Sesi interogasi itu sendiri terganggu saat Penyidik Oh melihat para reporter berkumpul di luar, entah bagaimana caranya mereka bisa mengetahui tempat ini.


Bong Hee langsung diseret pergi oleh beberapa pengawal. Sementara Penyidik Oh bergelut dengan para reporter, Bong Hee diseret paksa masuk mobil dan disuruh menghindari wartawan. Wartawan menghadang mobil yang membawanya sambil memberondongnya dengan berbagai pertanyaan tentang korban lainnya. Bong Hee hanya terdiam gugup.


Tae Young duduk termenung di rumah sakit, mengingat kenangannya dengan sang adik. Dulu, dia pernah datang ke lokasi syuting So Hee untuk memberinya hadiah merayakan debut-nya. Dan hadiah itu adalah kalung yang dipakai Bong Hee sekarang.

Tae Young dengan bangga menunjukkan kalau dia punya cincin pasangan kalung itu. So Hee yang tadinya senang langsung ilfil, berikan saja kalung ini pada kekasih Tae Young. Tapi Tae Young tetap memaksa So Hee menerimanya.


Tak lama kemudian, CEO Jang lewat di dekatnya. Tae Young ingat pernah menonton konferensi press yang diadakan CEO Jang untuk menyangkal rumor yang mengatakan kalau kecelakaan itu dimanipulasi oleh pihak perusahaannya. Sepertinya Tae Young mulai curiga dan langsung pergi menguntit CEO Jang dan melihatnya masuk ke sebuah kamar.

Dia mengintip kedalamnya dan melihat CEO Jang sedang bicara dengan seorang pasien dan berkata pada pasien itu bahwa dia akan jadi berita heboh jika orang-orang tahu dia masih hidup. Tae Young hendak membuka pintunya sedikit lebih lebar karena tidak bisa melihat pasien itu, tapi anak buah CEO Jang datang saat itu dan menghentikannya.


Tae Young terpaksa pergi, tapi dia meminta pada anak buahnya untuk menyelidiki pasien yang ada di kamar itu.

Di pulang terpencil...



Ki Joon berada di hutan, sedang bersembunyi dibalik semak. Seekor kelinci mendekati jebakan yang dibuatnya dengan menggunakan koper. Perlahan-lahan dia menarik talinya, tapi si kelinci itu melarikan diri tepat waktu. Ki Joon berlarian kesan-kemari memburu kelinci itu, tapi kelinci itu terus kabur dengan lihainya.


Gagal dengan kelinci pertama, Ki Joon pasang jebakannya lagi dan akhirnya kali ini dia sukses menangkap seekor kelinci lain. Tapi begitu melihat mangsanya yang cute abis, Ki Joon malah tak tega memakannya, malah memaksa kelinci itu kabur. Ki Joon berusaha menakuti si kelinci biar kabur, tapi si kelinci malah diam bergelung di dekatnya.



Di tempat lain, Asistennya CEO Hwang yang sedang berusaha keras menangkap ikan tapi gagal terus. CEO Hwang tidak membantu malah marah-marah terus, mengomeli kerja tidak becus Asisten. Ki Joon datang tak lama kemudian sambil mengklaim kalau dia bawa makanan di koper yang dibawanya.

CEO Hwang dan Asisten langsung antusias mengharap daging. Ki Joon membuka kopernya tapi isinya cuma kelapa. Ki Joon mengklaim kalau dia gagal menangkap kelinci gara-gara ada binatang buas tadi, jadi kali ini pun mereka terpaksa harus makan kelapa lagi. Dia berinisiatif untuk memanggang kelapanya, siapa tahu rasanya jadi seperti daging. Tapi rasanya tetap tidak berubah, malah jadi lebih parah.

 

Ki Joon berjanji akan menangkap daging besok. CEO Hwang kesal, Ki Joon selalu saja berjanji besok-besok-besok, besok kapan? Ah, sudahlah. Lebih baik dia bersyukur karena masih hidup. Asisten bertanya-tanya, apakah yang lain juga selamat. Pulau ini cukup luas, mungkinkah ada penghuninya?

Ki Joon pesimis, kalau yang lain memang selamat maka mereka pasti sudah bertemu. Tapi tiba-tiba CEO Hwang mencium bau sesuatu yang dipanggang, yang lain tidak menciumnya dan tidak mempercayainya. Tapi CEO Hwang yakin sekali dengan indera penciumannya, itu bau daging panggang dari suatu tempat.


Mereka langsung berkeliaran sambil mengendus-endus, mencari asal bau daging panggang itu. Dan akhirnya, tak jauh dari sana... mereka menemukan Tae Ho sedang memanggang daging. Mereka langsung senang melihat satu sama lain masih hidup.

Kembali ke masa kini,



Tae Young termenung menatap keluar pesawat dalam perjalanan kembali ke Korea. Jaksa Choi memberitahunya tentang salah satu korban, Seo Joon Oh. Ada sesuatu yang menarik darinya. Saat Jae Hyun bunuh diri, Joon Oh diinvestigasi oleh polisi. Dalam flashback, Tae Young sendiri tampak ada di sana saat Joon Oh sedang diinvestigasi polisi walaupun waktu itu Tae Young tidak tahu menahu tentangnya.


Jaksa Choi menawarkan diri untuk menyelidiki kasus itu, tapi Tae Young menolaknya. Jaksa Choi tergagap tak enak saat dia mengemukakan dugaannya kalau pelaku yang membunuh So Hee pasti salah satu dari orang-orang yang selamat itu.

Tae Young tertawa mendengar kegugupan Jaksa Choi, santai saja, tidak masalah kok. Jaksa Choi heran melihat senyumnya, apa Tae Young baik-baik saja sekarang. Tentu saja tidak, dia bahkan sangat marah.


Hee Kyung menjamu seorang pria bernama Seo Dong Min di kantornya. Dong Min  langsung blak-blakan mengungkit masalah Bong Hee yang kabarnya hilang ingatan, karena itukah Hee Kyung menyembunyikannya? Apa Hee Kyung takut mendapat kritikan masyarakat jika satu-satunya korban selamat ternyata hilang ingatan? Apa yang akan terjadi seandainya dia mengungkapnya pada publik? Pasti akan jadi menarik sekali.

Kesal mendengar ancaman Dong Min, Hee Kyung dengan tatapan tajam memberitahu Dong Min bahwa dia sudah salah mengira tentang pekerjaannya. Apa dia pikir dia mengepalai komisi ini untuk mencari korban dan mengungkap kebenaran? Sama sekali tidak, tugasnya yang sebenarnya adalah membuat publik melupakan insiden itu secepat mungkin. Apa Dong Min mengerti apa maksudnya?

Dong Min mulai gugup, "Entahlah, saya tidak begitu mengerti."

"Aku di sini bukan untuk menghibur orang tolol sepertimu. Tuan Seo, jangan duduk dengan menyilangkan kaki dan menyengir seperti itu. Kecuali kau merasa bisa menanganinya, kau simpan saja sikapmu itu untuk berhadapan dengan seseorang yang bisa kau tangani. Kau pikir dengan siapa kau berurusan. Apa kau pikir kau bisa menanganiku?"


Melihat hasil pemeriksaan CT Scan-nya Bong Hee, Dokter merasa kondisi Bong Hee sudah semakin membaik. Dia sudah tidak lagi menunjukkan gejala cerebromeningitis jadi seharusnya ingatannya sudah kembali sekarang. Penyidik Oh heran mendengarnya, kalau begitu apa maksud Dokter, Bong Hee saat ini cuma pura-pura tak ingat apapun.


Sementara itu, Bong Hee termenung di lorong. Seorang ahjumma mendekatinya dan memperkenalkan dirinya sebagai Ibunya Ji Ah. Bong Hee langsung gugup saat Ibu Ji Ah menanyakan putrinya, apa dia masih hidup atau sudah mati.

Bong Hee tak yakin dan berusaha melarikan diri darinya, tapi Ibu Ji Ah mencegahnya dan terus berteriak-teriak menuntut kepastian. Ji Ah tidak boleh mati kalau dia mati maka keluarganya akan mati kelaparan.

Dokter tidak bisa memberi jawaban pasti, hanya saja dia merasa ini aneh. Entah apa yang Penyidik Oh pikirkan, tapi dia memohon pada Dokter untuk tidak mengatakan apapun pada Hee Kyung untuk sementara waktu.  Tiba-tiba mereka mendengar teriakan-teriakan dari luar.

 

Penyidik Oh langsung keluar dan mendapati Hee Kyung sedang berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Ibu Ji Ah yang sekarang mulai mencurigai Bong Hee. Dia bahkan menuduh Bong Hee menyembunyikan sesuatu, Bong Hee pasti melakukan sesuatu pada Ji Ah.

Penyidik Oh langsung maju menyelamatkan Bong Hee dan membawanya pergi, tapi Ibu Ji Ah terus berteriak-teriak menyatakan kalau dia akan mencari tahu apa yang telah Bong Hee lakukan dan menemukan Ji Ah. Entah kenapa kata-kata Ibu Ji Ah itu langsung membuat Bong Hee membeku dan gemetaran.


Saat mereka keluar, mereka malah diserbu wartawan. Penyidik Oh langsung menyuruh Bong Hee memakai masker dan menuntunnya pergi dari sana. Pagi-pagi, Bong Hee termenung menatap laut saat dua orang pria datang mendekatinya dan menyapanya.

Di pulau terpencil...


So Hee sedang tidur, tapi tidurnya tampak tidak tenang. Dia bermimpi saat suatu malam dia naik ke atap dan melihat Jae Hyun berada di tepi gedung, bersiap untuk bunuh diri. Dia menoleh ke So Hee dan bertanya, "Apa kau... mempercayai orang lain?"

So Hee tak menjawab, Jae Hyun menyarankannya untuk tidak mempercayai siapapun karena pada akhirnya mereka hanya akan mengkhianati So Hee, seperti yang dilakukan orang-orang kepadanya. Dia tersenyum pada So Hee sebelum akhirnya melompat bunuh diri. (Aku rada bingung, bukannya waktu Jae Hyun jatuh, Soo Hee sudah ada di bawah bersama yang lain?)


So Hee menangis saat menyaksikan tubuh Jae Hyun. Tapi saat dia mendongak, dia melihat sesuatu mencengangkannya. Joon Oh yang tampak menangis pilu di dekat tubuh Jae Hyun, diam-diam err... menyungging senyum.


So Hee tersentak bangun dari tidurnya dan langsung melihat Joon Oh di depannya. Sontak So Hee langsung berguling membelakanginya, pura-pura masih tidur.


Joon Oh memasak makanan untuk Ji Ah yang rasanya nggak banget. Ji Ah bertanya penuh harap, yang lain juga pasti selamat kan? Joon Oh menduga kalau dia pasti mencemaskan Tae Ho. Tentu saja, Tae Ho kan pacarnya.

Joon Oh yakin kalau Tae Ho pasti selamat, seperti halnya Yeol yang muncul tiba-tiba. Iya juga sih, awalnya dia kira Joon Oh juga sudah mati. Joon Oh protes, bagaimana bisa Ji Ah mengatakan itu dengan entengnya. Apa fans-nya tahu tabiat buruk Ji Ah ini?

"Tentu saja, mereka selalu menyuruhku menyumpah serapah setiap kali melihatku. Mereka pikir itu seksi"

Joon Oh tertawa mendengarnya. Pokoknya dia mengingatkan Ji Ah untuk tidak terluka, Ki Joon akan sangat cemas jika Ji Ah terluka. Ji Ah tiba-tiba berubah sedih mendengar nama Ki Joon, dia masih hidup, kan? Joon Oh yakin begitu. Ji Ah harus menjaga dirinya baik-baik sampai saat mereka menemukan Ki Joon dan Tae Oh, apalagi saat ini dia tidak punya obatnya.


So Hee menghampiri mereka dengan sinis. Bagaimana bisa Joon Oh tertawa saat mereka hampir mati kelaparan seperti ini. Joon Oh bahkan tidak tampak cemas sedikitpun sampai bisa bercanda tawa, "Apa dia sudah lupa dengan Jae Hyun?"

Ji Ah sontak bangkit menegur So Hee. Joon Oh cepat-cepat menghentikannya dan meyakinkan So Hee kalau dia masih ingat betul dengan apa yang terjadi pada Jae Hyun, dia tidak bisa melupakannya dan tidak mau melupakannya. Tentu saja, sebaiknya Joon Oh memang tidka melupakannya karena Joon Oh lah yang mendorong Jae Hyun ke kematiannya.

Dia yakin kalau Joon Oh juga bisa membunuh orang lain, apalagi mereka saat ini sedang berada di pulau terpencil. Mungkin sekarang dia bisa bercanda tawa karena mereka masih punya persediaan makanan, tapi bagaimana jika nantinya mereka kehabisan persediaan? Apa Joon Oh masih akan bisa tersenyum seperti sekarang ini?

"Orang bisa membunuh orang lain demi bertahan hidup. Aku melihat segalanya"


Joon Oh mulai emosi mendengarnya, memangnya apa yang So Hee lihat? So Hee teringat saat suatu malam dia berlari di hutan. Dia terjatuh di tengah jalan. Tapi di kejauhan, dia melihat seseorang tampak sedang membunuh seseorang lainnya dan terdengar suara seorang pria berkata, "Lagipula dia akan mati."

So Hee tidak mengatakan apa yang dia lihat malam itu dan hanya berkata, "Aku tahu kau pernah melakukannya sekali."
 

Joon Oh hanya diam, teringat saat dia bersujud di pemakaman Jae Hyun. So Hee begitu marah padanya dan memukulinya dengan bunga krisan dan Joon Oh hanya diam menerima semua pukulannya. Ji Ah dan Yeol menyeretnya pergi, lalu semua orang pun pergi satu per satu meninggalkan Joon Oh seorang diri.


Semua orang melakukan sesuatu. Bong Hee menangkap ikan, Joon Oh membantunya dan Ji Ah membuat anyaman dari daun kelapa. Tapi kemudian, mereka melihat So Hee berjalan masuk ke laut. Bong Hee memperingatkannya untuk tidak terlalu jauh, tapi So Hee terus berjalan hingga menenggelamkan dirinya. Semua orang sontak berlari menyelamatkannya, tapi So Hee malah berusaha memberontak dari mereka.

 

Kelompok yang lain sedang menikmati ikan bakar hasil tangkapan Tae Ho. CEO Hwang sampai terharu, akhirnya dia bisa makan makanan layak setelah cukup lama gara-gara Ki Joon yang tidak becus menangkap apapun. Tae Ho menyela acara makan mereka dan menyarankan agar mereka mencoba mencari yang lain.


Joon Oh dan Bong Hee akhirnya berhasil menyeret So Hee kembali ke pantai walaupun So Hee sendiri terus berusaha memberontak, bersikeras mau mati. Lagipula pada akhirnya mereka pasti akan mati di sini, entah mati kelaparan atau mati terbunuh. Joon Oh kesal sendiri menghadapinya, memangnya siapa yang mau membunuhnya?

Bong Hee meyakinkan So Hee kalau mereka tidak akan mati, mereka pasti bisa keluar dari pulau ini dalam keadaan hidup. Tapi So Hee tetap yakin kalau mereka akan mati di sini, dia melihatnya sendiri. "Kalian akan saling membunuh untuk menyelamatkan diri kalian sendiri."

Joon Oh benar-benar tidak mengerti, memangnya apa sebenarnya yang So Hee lihat? So Hee diam, gemetar ketakutan mengingat pembunuhan yang disaksikannya malam itu.

 

Mereka tak sempat melanjutkan masalah ini lebih jauh karena saat itu juga, Yeol memapah Ji Ah yang kakinya tampak terluka parah. Kakinya tersayat batu karang dan darah mengucur deras.

Ji Ah berusaha tidak mempermasalahkan lukanya. Tapi Joon Oh langsung membentak-bentak Ji Ah dengan cemas dan menanyakan obatnya. Tapi Ji Ah tidak memilikinya, dia kehilangan obat itu saat kecelakaan itu terjadi. Yeol heran sendiri melihat darah yang terus mengucur tanpa henti, apa Ji Ah sakit? Bong Hee mulai mengerti obat yang dilihatnya di pesawat waktu itu.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon