Powered by Blogger.

 Content and Images Copyrights by MBC

 Sinopsis Missing Nine Episode 3 - 2


Tae Ho tak setuju jika mereka pergi mencari yang lain. Menurutnya lebih baik mereka tetap bersama di sini dan menunggu pertolongan datang. Lagipula mereka kan tidak tahu pasti apakah yang lain selamat atau tidak. Mungkin saja mereka sudah mati jadi kenapa juga musti repot-repot. 


Ki Joon yakin mungkin mereka masih hidup. Tapi Tae Ho terus ngotot kalau mereka pasti sudah mati karena sekarang ini sudah seminggu sejak kecelakaan itu terjadi. Tidak mungkin mereka bisa bertahan hidup di pulau terpencil ini.

Loh, buktinya Tae Ho sendiri bertahan hidup dan mereka bertiga juga. Jadi yang lain juga pasti masih hidup. Apa Tae Ho tidak mengkhawatirkan pacarnya, Ji Ah? CEO Hwang malah kaget, tak tahu kalau Tae Ho dan Ji Ah pacaran, sejak kapan? Tae Ho berkata belum lama, baru 3 bulan.

"Tidak penting berapa lama. Kau pecaran dengannya karena kau mencintainya, bukan?"

"Pacaran dengannya bukan berarti aku mencintainya," ucap Tae Ho enteng.

Ki Joon tak percaya mendengarnya, apa Tae Ho bahkan tahu kalau Ji Ah sakit? CEO Hwang lebih kaget lagi, sama sekali tak tahu kalau Ji Ah sakit. Kenapa dia tidak tahu apa-apa tentang orang-orang di perusahaannya sendiri?

Tae Ho cuma diam, Ki Joon ingat melihat botol obat Ji Ah tergeletak begitu saja di pesawat sebelum kecelakaan itu terjadi. Ki Joon mulai cemas menyadari Ji Ah tidak membawa obatnya, Ji Ah bisa mati tanpa obatnya. Dia langsung beranjak pergi, bertekad mau mencari Ji Ah.


Bong Hee membebat kaki Ji Ah, berusaha menekan pendarahannya. Sementara Yeol bercerita pada Joon Oh tentang pengalamannya semasa kecil. Dulu saat neneknya menghentikan pendarahan dengan semacam rerumputan. Dia tidak tahu nama tanamannya, tapi dia yakin akan mengetahuinya begitu melihatnya.

Joon Oh pun langsung mengajak Yeol masuk hutan untuk mencari tanaman. Bong Hee mau ikut, lebih baik mereka mencarinya bersama. Joon Oh bingung mengingat cuma tinggal So Hee yang bisa menjaga Ji Ah. Tapi So Hee sendiri terus duduk termenung di depan api unggun.


Joon Oh berusaha membujuk So Hee untuk menjaga Ji Ah, tapi So Hee menolak merespon apapun. Dia hanya diam sambil menatap Joon Oh dengan pandangan penuh kebencian teringat kematian Jae Hyun. Betapa berdukanya dia saat tubuh Jae Hyun harus dikremasi dulu hingga dia menuduh Joon Oh lah yang telah membunuh Jae Hyun.

Joon Oh mulai kesal melihat sikap So Hee. Memangnya So Hee pikir dia saja korbannya? Dia juga kesusahan, tahu?! Ji Ah terluka demi menyelamatkan So Hee jadi So Hee lah yang harus bertanggung jawab.


Saat So Hee masih saja tidak bereaksi apapun, Bong Hee menggantikan Joon Oh untuk membujuknya. Dia berusaha bicara dengan lembut, meminta So Hee untuk memahami situasi saat ini dan meminta So Hee untuk menjaga Ji Ah. Mereka harus pergi mencari tanaman obat di hutan, "Jika kita tidak berusaha maka Ji Ah mungkin akan mati. Kau tidak mau dia mati, kan?"

"Lagipula, kita semua akan mati di sini. Dia ada di pulau terpencil"

"Benar. mungkin saja kita bisa mati di sini tanpa penyelamatan. Tapi aku... akan melakukan apapun untuk bertahan hidup. Aku tidak akan menyerah dalam keputusasaan ataupun melarikan diri karena ketakutan. Aku akan bertahan, akan kucoba segala cara untuk bertahan hidup. Jika tidak, maka aku akan mati. So Hee-ssi, jangan menyerah dan berusahalah bertahan hidup. Mari kita saling mempercayai dan melindungi satu sama lain, oke?"

Kembali ke masa kini,


Dua pria yang menemui Bong Hee itu ternyata Jaksa Choi dan bawahannya Tae Young. Mereka membawa Bong Hee ke tepi pantai lalu meninggalkannya di dalam mobil. Tae Young masuk beberapa saat kemudian dan memperkenalkan dirinya sebagai kakaknya So Hee. Dia memberitahu Bong Hee kalau adiknya meninggal dunia di bunuh di pulau itu.


Bong Hee tampak shock mendengarnya. Dia teringat saat So Hee bertanya apakah dia mempercayai orang lain. Bong Hee menjawab iya, harus, jika tidak maka dia akan merasa kesepian. So Hee akhirnya setuju untuk menjaga Ji Ah.

Tapi sebelum Bong Hee pergi, dia memberitahu Bong Hee tentang kalung pemberian oppa-nya. Dia kehilangan kalung itu di hutan dan meminta Bong Hee membawanya kembali jika Bong Hee menemukannya.


Melihat Bong Hee memakai kalung milik So Hee, Tae Young menduga kalau Bong Hee dan So Hee pasti cukup dekat saat mereka di pulau itu. Jadi, apa Bong Hee tahu siapa yang membunuh adiknya? Apa dia ingat?

"Dia adikku satu-satunya. Aku belum melakukan banyak hal sebagai kakakknya. Aku ingin melakukan banyak hal untuknya. Dia sangat spesial bagiku, So Hee ku tersayang. Dengar Bong Hee-ssi. Aku tahu ini berat dan sulit untuk mengingatnya. Tapi maukah kau mempercayaiku dan mengikutiku. Aku akan membantumu mengingatnya."

Di pulau terpencil...


So Hee seorang diri berusaha menekan pendarahan Ji Ah saat tiba-tiba dia melihat langit mulai mendung dan angin kencang.



Joon Oh, Bong Hee dan Yeol berkeliling hutan mencari tanaman obat sambil ribut membahas bentuk tanamannya. Pada saat yang bersamaan, Ki Joon juga sedang menyisir hutan bersama CEO Hwang dan Asisten.

Hujan mulai turun, tapi mereka masih belum menemukan tanaman itu. Tidak ada banyak waktu, Yeol pun akhirnya menggambar tanaman yang dimaksudnya dan memberitahu mereka kalau bentuknya mirip sea squirt dan gergaji. Mereka lalu berpencar mencari tanaman itu.


CEO Hwang berusaha membujuk Ki Joon untuk krmbali saja dan melanjutkan pencarian setelah hujan reda saja. Tapi Ki Joon tetap bersikeras melanjutkan perjalanan. Mereka balik sendiri saja kalau mau. Dia langsung pergi meninggalkan mereka. CEO Hwang dan Asisten pun memutuskan kembali ke tempat Tae Ho.


Ki Joon berteriak-teriak memanggil Ji Ah tanpa menyadari bayangan di belakangnya. Tapi kemudian dia menoleh dan langsung jejeritan heboh... melihat sekawanan kelinci. Pfft!


Joon Oh, Bong Hee dan Yeol berlarian kesana kemari mencari tanaman yang mirip gergaji dan sea squirt itu. Sementara di pantai, So Hee cemas dan ketakutan saat tenda mereka mulai roboh karena angin kencang. Saat itu pula dia memutuskan untuk meninggalkan Ji Ah dengan mencuri persediaan ikan dan air mineral mereka.

Yeol akhirnya melihat tanaman yang dimaksudnya yang ternyata lidah buaya. Dia langsung berteriak memanggil Joon Oh dan Bong Hee. Tapi saat dia berlari hendak mengambil bunga itu, dia malah terjatuh ke sebuah lubang.


Joon Oh berlari ke arah yang dimaksud Yeol dan melihat lidah buaya yang tak jauh darinya. Dia hendak berjalan menghampiri bunga itu, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat kakinya merasa menginjak sesuatu yang aneh.

Joon Oh melihat benda yang diinjaknya, ternyata ranjau darat. Bong Hee datang tak lama kemudian dan langsung menuntut keberadaan tanaman itu. Joon Oh bingung musti ngomong apa. Dia berusaha memberitahu Bong Hee kalau dia menginjak ranjau, tapi Bong Hee salah paham mengira Joon Oh cuma menginjak kelabang dan terus menuntut keberadaan tanamannya.


Joon Oh sampai emosi, menegaskan kalau dia menginjak ranjau darat dan bukannya kelabang. Bong hee mulai paham dan jadilah mereka ribut sendiri. Joon Oh tiba-tiba berubah melo dan menyuruh Bong Hee mengambil lidah buaya-nya untuk menyelamatkan Ji Ah.

Bong Hee tak tega meninggalkan Joon Oh seorang diri. Tapi Joon Oh memaksanya pergi, dia akan mengurus dirinya sendiri. Bong Hee akhirnya menurutinya, dia mengambil lidah buaya beserta bunganya dan berjanji akan kembali lagi nanti.


Tapi saat dia hendak pergi, Joon Oh malah lebay menariknya kembali hanya untuk mengibaskan tangan dan menyuruhnya pergi ala-ala akting drama melow. Bong Hee sampai bingung sendiri melihat tingkah aneh Joon Oh. Saat akhirnya dia pergi, Joon Oh malah menggerutui kepergiannya.


Akhirnya yang bisa dia lakukan hanyalah berdiam diri di sana tanpa berani memindahkan kakinya sambil meratapi nasib sialnya dan menyesali keputusannya ikut pesawat itu, seharusnya dia menangkap gurita saja.


Asisten menuntun CEO Hwang dengan pedenya. Tapi lama-lama CEO Hwang merasa aneh dengan jalan yang mereka ambil. Perasaan mereka tadi tidak melewati pohon ini deh. Apa dia yakin kalau mereka di jalur yang benar? Asisten ngotot kalau dia benar, dia gampang hafal jalan kok.

Tapi CEO Hwang tiba-tiba melihat ular merayap dari pohon di atas mereka ke bahu Asisten. CEO Hwang sontak ketakutan. Dia ingin memperingatkan Asisten tentang ular itu. Tapi dia sangat ketakutan sampai tergagap dan Asisten salah paham mengira CEO Hwang lapar lagi. Dia jadi emosi dan blak-blakan mengomeli bosnya itu.

"ULAR!" sembur CEO Hwang akhirnya. Asisten akhirnya nyambung maksudnya. Tapi tepat saat itu juga, si ular langsung mematuk dada Asisten.


Ki Joon masih terus berkeliling hutan sambil memanggil-manggil Ji Ah. Dia tidak menyadari adanya lubang didekatnya. Dan didalam lubang itu, ada Yeol yang tak sadarkan diri.


CEO Hwang panik melihat dada Asisten berdarah. Asisten dengan lemah menyuruh CEO Hwang pergi saja tanpa dirinya. Tapi CEO Hwang menolak meninggalkannya seorang diri.

Tepat saat itu juga, Bong Hee lewat dan bingung sendiri melihat CEO Hwang sedang menghisap bisa ular di dada Asisten. Bong Hee ingat pernah melihat mereka di pesawat. CEO Hwang kaget melihatnya dan bertanya apakah dia penduduk sini.

Bong Hee sepertinya begitu senang bertemu mereka sampai dia tidak sanggup berkata-kata dan asal mengangguk. CEO Hwang senang mempercayai anggukan kepala Bong Hee dan mengira ini bukan pulau terpencil. Dia bahkan mengira Bong Hee tidak mengerti bahasanya dan mencoba menjelaskan dengan Bahasa Inggris patah-patah.

"Jadi maksud anda racunnya mematuk dadanya dan racunnya sudah menyebar?" tanya Bong Hee.

CEO Hwang langsung bingung sendiri mendengar wanita di hadapannya ini bisa Bahasa Korea. Bong Hee baru ingat dan langsung memperkenalkan dirinya. 



Joon Oh sudah kebelet tapi dia harus bagaimana. Di tengah kegalauannya, tiba-tiba dia melihat Ki Joon lewat. Saking senangnya, Ki Join langsung melempar dirinya untuk memeluk Join Oh dan hampir saja membuat kaki Joon Oh terlepas dari ranjau daratnya.

"Aku menginjak ranjau," ratap Joon

Ki Joon nggak nyambung, "Baguslah"

"Aku menginjak ranjau. Ranjau!"

Ki Joon akhirnya nyambung juga dan sontak menjauhinya. Dia mencoba mengorek lumpur di sekitar kaki Joon Oh untuk mengecek yang diinjak Joon Oh itu dan langsung mewek saat menyadari itu memang ranjau.


Angin bertiup makin kencang hingga membuat kayu-kayu penopang tenda mulai roboh dan hampir saja menimpah Ji Ah. So Hee sudah masuk cukup jauh ke hutan. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba dia menoleh ke belakang, tampak tak tega meninggalkan Ji Ah.


Bong Hee membantu CEO Hwang memapah Asisten ke pantai. Nanti di sana, mereka bisa gigitan ular itu bisa mereka obati dengan pisau dan api. CEO Hwang tercengang mendengarnya, heran bagaimana bisa Bong Hee mengatakan semua itu dengan entengnya. Asisten pesismis, racunnya pasti sudah menyebar, dia sudah tidak ada harapan lagi.

Tapi CEO Hwang mulai heran, seharusnya racunnya sudah menyebar sedari tadi, tapi kelihatannya Asisten baik-baik saja. Asisten menangis, menyuruh mereka pergi saja meninggalkannya.


Ki Joon terus mengorek tanah yang Joon Oh injak, mengecek ranjau itu. Saat dia bangkit, dia langsung memeluk Joon Oh. Dia memberitahu Joon Oh kalau dia ahli dalam bidang ini semasa dia wamil. Karena itulah dia yakin kalau ranjau yang Joon Oh injak ini, umurnya sudah sangat tua. Jadi kemungkinan tidak akan meledak.

Dia meyakinkan Joon Oh untuk mengangkat kakinya, Joon Oh tak percaya dan langsung ngamuk-ngamuk. Mereka terus berdebat panjang lebar hingga akhirnya Ki Joon mengorbankan diri untuk menggantikan Joon Oh. Joon Oh lari saja dalam hitungan ketiga sementara dia akan mengurusi ranjau ini sendiri.

Tapi saat Ki Joon membungkuk, Joon Oh melihat botol obatnya Ji Ah didalam tasnya Ki Joon. Dia langsung teringat Ji Ah dn menyuruh Ki Joon pergi saja menyelamatkan Ji Ah di pantai. Ki Joon sontak kabur meninggalkan Joon Oh.


Kayu-kayu penopang tenda akhirnya roboh tepat ke arah Ji Ah yang pingsan. Tapi So Hee tiba-tiba muncul dan berusaha menahan kayu-kayu itu dengan tubuhnya. Dia hampir tak kuat lagi menahan kayu-kayu itu, tapi untunglah Bong Hee datang tepat waktu. CEO Hwang pun langsung mengabaikan asistennya demi membantu mereka.


Ki Joon berusaha lari secepat mungkin. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba petir menyambar pohon. Pohon itu terbakar dan patah ke arah Ki Joon dan menimpa kakinya. Parahnya lagi, botol obatnya Ji Ah terjatuh cukup jauh darinya dan dekat sekali dengan api.

Ki Joon berusaha keras meraihnya tanpa menyadari pohon terdekat yang hampir tumbang. Pohon itu bergoyang-goyang tertiup angin kencang hingga akhirnya dia tumbang menimpa pohon yang terbakar itu. Tapi untunglah botol itu selamat.


Setelah memasukkan Asistennya kedalam gua, CEO Hwang membantu So Hee memegangi kayu-kayunya sementara Bong Hee menumbuk bunganya untuk mengobati Ji Ah. Dia baru saja selesai mengoleskannya ke kaki Ji Ah saat tiba-tiba saja patahan pohon terjatuh menimpa So Hee.

Tae Ho lewat saat itu dan melihat Ki Joon terjebak di runtuhan pohon. Dia langsung membantu mengeluarkan kaki Ki Joon dari sana sementara Ki Joon memberitahunya tentang Joon Oh dan Ji Ah yang selamat. Mereka akhirnya tiba di pantai. Tae Oh membantu yang lain membawa Soo Hee masuk ke gua sementara Ki Joon langsung mengecek keadaan Ji Ah.


Saat Tae Ho menanyakan keadaannya, So Hee malah menatapnya dengan ketakutan. Hmm, ternyata yang orang yang So Hee lihat membunuh orang lain malam itu adalah Tae Ho.


Sementara Ki Joon tengah berusaha mengobati Ji Ah, CEO Hwang mengurusi Asistennya yang tampak lemah tapi sepertinya baik-baik saja. So Hee meringkuk ketakutan sampai tidak mereapon pertanyaan Bong Hee. Bong Hee tiba-tiba teringat pada Joon Oh. Dia pun langsung pergi mencarinya sementara Joon Oh masih berdiri di sana.

 

Adegan tiba-tiba teralih, kelompok orang hilang itu dan Ibu Bong Hee tampak mengenakan pakaian serba putih sambil tersenyum dan melambai pada Bong Hee. Bong Hee memegang kalung itu di tangannya sambil berkata, "Kalung itu milik..."


Tapi tiba-tiba tangan seseorang yang bersimbah darah, memegang tangannya. Bong Hee berpaling shock melihat So Hee menatapnya dengan kepala dan tangan berlumuran darah.


So Hee tersentak bangun dari mimpinya barusan. Penyidik Oh menepuk pundaknya dan berkata kalau mereka sudah menemukan pulau tempat mereka terdampar.

Bersambung ke episode 4

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon