Powered by Blogger.

Images Credit: tvN

Sinopsis The Liar and His Lover Episode 1 - 1


Hari itu, Kang Han Gyeol berjalan melewati trotoar yang penuh sesak oleh para pejalan kaki sembari mendengarkan suara-suara mereka. Tiba-tiba dia mendengar suara anak kecil yang memanggil ibunya karena balonnya lepas, dia langsung menoleh dan melihat balon itu terbang ke udara.

Setibanya di tempat konser, teman-temannya Han Gyeol langsung menggodanya. Selain Han Gyeol, mereka tergabung dalam band Crude Play, band yang terdiri dari 4 anggota. 3 orang diantaranya adalah teman-teman asli Han Kyeol sementara Seo Chan Young adalah anggota tambahan setelah Han Gyeol memutuskan keluar dari grup.

Han Gyeol sendiri sekarang terkenal sebagai Produser K, seorang produser bertopeng misterius dibalik kesuksesan Crude Play.


Di tempat lain, Yoo So Rim bersepeda dengan riang untuk mengantarkan pesanan sayur-sayuran ke rumah-rumah para pelanggan toko sayur milik neneknya. Begitu pulang, dia memastikan tak ada pesanan lagi lalu mengambil gitar dan bersiap pergi lagi.

Neneknya tampak sangat menyayanginya dan di rak tampak beberapa foto masa kecil So Rim dan mendiang Ibunya. Dia memacu sepedanya sambil menyanyikan lagu. Dia memarkir sepedanya di dekat halte bis lalu menelepon teman band-nya Lee Gyoo Sun, hari ini mereka akan melakukan audisi.


Gyoo Sun cemas kalau So Rim terlambat dan menyuruhnya naik taksi saja begitu turun dari bis nanti. So Rim meyakinkannya untuk tidak cemas, dia tidak akan terlambat ataupun tersesat. Dia tampak begitu percaya diri dan penuh tekad hari ini, bahkan dia sengaja melewatkan nonton konser Crude Play demi audisi hari ini. Tapi mereka tetap meragukannya bahkan langsung menutup teleponnya begitu saja.

Di bis itu, dia melihat serombongan gadis remaja hendak pergi nonton konsernya Crude Play dan langsung tersenyum manis pada salah seorang fans yang sedang membuka CD album-nya Crude Play.


Saat Crude Play gladi resik, Han Gyeol tiba-tiba mematikan musiknya dan mengkritik cara Yoo Si Hyun dalam menyanyikan lagu ini. Ini lagu ballad tapi dia malah menyanyikannya dengan ceria. Si Hyun berusaha membela diri kalau ini cuma latihan (sambil mengedip seksi ke salah seorang staf wanita).

Tapi Han Gyeol tetap menuntut Si Hyun untuk menyanyikannya dengan benar, tak peduli biarpun ini cuma latihan.

"Astaga, kau benar-benar Produser K," ujar Si Hyun setengah menyindir. Tapi akhirnya dia menurut dan menyanyikannya dengan benar.


Dia lalu pergi sebelum konser dimulai. Di luar gedung, dia menoleh dan melihat video promosi Crude Play menyeberangi jalan, Han Gyeol tampak berjalan mengikuti mereka paling belakang dengan memakai topeng. Pemandangan yang mengingatkannya akan masa lalunya saat remaja bersama ketiga temannya, saat-saat remaja yang indah dan penuh keceriaan.

Lamunannya buyar seketika saat hujan tiba-tiba mengguyur deras. Han Gyeol pun langsung memakai headsetnya dan hoodie jaketnya lalu berlari.


Saat bis tiba di halte berikutnya, So Rim melihat seorang nenek naik ke bis dengan membawa barang bawaan yang cukup berat. So Rim langsung mencarikan tempat duduk untuk Nenek itu. Pada saat yang bersamaan, Han Gyeol juga menaiki bis yang sudah cukup sesak itu.

Saat melewati So Rim, headsetnya tak sengaja terlepas dan dia mendengar suara merdu So Rim saat bicara dengan Nenek itu. Tapi dia tak sempat memperhatikannya lebih lanjut karena tepat saat itu juga, seorang pria mendorongnya. Han Kyeol berusaha melihatnya, tapi wajah So Rim tidak kelihatan dari tempatnya berdiri.

So Rim melihat barang-barang bawaan Nenek adalah sayur-sayuran yang hendak ia jual namun batal karena hujan mendadak. So Rim tampaknya punya ide.


Tepat saat itu juga, dia ditelepon teman-temannya yang memprotes kepergiannya. Han Gyeol terpaksa pergi karena dia ada jadwal recording hari ini, harus hari ini karena Session Musician-nya bilang kalau dia hanya bisa hari ini. (Session Musician: musisi profesional yang dipekerjakan oleh musisi lain untuk tampil live atau rekaman)

Mereka bercanda mengatainya kejam dan memaksanya untuk meneriakkan slogan mereka sebelum konser dimulai.Han Gyeol protes karena dia sedang di bis sekarang. Tapi mereka tak peduli dan mulai memberi aba-aba. 1-2-3...

"Crude Play, mari berjuang, nikmati dan kalahkan. Kita bisa!" sembur Han Gyeol yang sontak saja jadi tontonan para penumpang. So Rim geli melihatnya, mengira kalau Han Gyeol itu fan cowok Crude Play.


Han Gyeol menonton siaran live konser Crude Play dari ponselnya, tampaknya dia cukup puas melihat penampilan mereka. Tak jauh darinya, So Rim pun tengah mendengarkan lagu Crude Play di ponselnya.


Mereka tiba di halte yang sama. Nenek melambaikan tangannya pada So Rim yang turun dengan membawa dua kantong sayuran, sepertinya dia membeli sayurannya Nenek. Dia hendak menembus hujan, tapi langsung mundur kembali ke halte sambil menggerutu, "Aku tidak boleh membuat gitarnya basah."

Suaranya sontak menarik perhatian Han Gyeol. Walaupun tak melihat wajah So Rim yang membelakanginya, tapi dia memperhatikan boneka burung yang tergantung di tas gitarnya.


Tanpa mengucap sepatah kata ataupun melihat wajah So Rim, dia memberikan payungnya pada So Rim lalu berlari menembus hujan.So Rim sampai bingung sendiri mendapat payung mendadak. Dia tidak sempat melihat wajah Han Kyeol dan hanya melihat sepatunya, "Terima kasih! Aku sangat berterima kasih, aku benar-benar menghargainya!"


Kedua teman band So Rim sudah masuk ke ruang audisi, bingung karena So Rim belum datang. Tepat saat itu juga, So Ri terburu-buru berlari ke ruang audisi dalam kondisi agak kebasahan dan dengan membawa dua kresek sayurannya. Para juri pun menyuruh mereka untuk mulai.

So Rim mengaku kalau mereka akan bernyanyi live, tapi tampaknya dia sangat gugup sampai-sampai bingung mencari gitarnya padahal dia membawa gitar itu di punggungnya. Dia mencium boneka burungnya lebih dulu, mungkin untuk memberikan semangat pada dirinya sendiri.


Mereka pun mulai memainkan alat musik masing-masing. Tapi saat So Rim mulai memainkan gitarnya, entah kenapa senarnya malah tiba-tiba putus dan tampaknya hal itu membuatnya jadi semakin gugup. Permainan mereka bahkan langsung terhenti karena itu.


Di studio Sole N Music, Han Gyeol menghentikan permainan gitar seorang gitaris karena dia menginginkan alunan musik yang lebih simple. Tapi si gitaris tidak mau menurutinya dan bersikeras menyuruh Han Gyeol untuk bicara setelah mendengarkan keseluruhan musiknya terlebih dulu.

Dia bahkan mengingatkan Han Gyeol kalau dialah Session Musician untuk lagu-lagunya Han Gyeol selama bertahun-tahun. Walaupun dia tidak pernah tampil di atas panggung, tapi di studio ini, dia adalah anggota Crude Play. "Dan juuga, jangan mengurung dirimu didalam cangkangmu, Han Kyeol. Terbukalah."

Han Gyeol tampaknya tak menyukai ucapannya, tapi dia menuruti keinginan Gitaris dan memintanya bermain dengan baik. Tapi kemudian, dia terus menerus menghentikan permainan Gitaris dan berulang kali menuntut Gitaris untuk mengulang sampai pada akhirnya Gitaris mulai kehilangan kesabaran dan marah-marah, sama skelai tidak mengerti apa salahnya.

"Kau mengabaikan arahanku."

"Kau bercanda, yah?! Kau tidak memberiku arahan!"

"Aku melakukannya, aku menyuruhmu untuk bermain dengan baik. Kalau kau tidak bisa, keluarlah!"


Choi Jin Hyuk tiba di studio tepat saat dia mendengarkan Gitaris sedang marah-marah pada Han Gyeol. Han Gyeol langsung memutuskan untuk mengakhiri recordingnya sampai di sini dan memberitahu Jin Hyuk kalau dia tidak bisa bekerja dengan Gitaris ini dan menuntut untuk Session band lain.

Dia hendak pergi tapi Gitaris langsung menyembur marah, menuduh Han Gyeol dan band-nya palsu. Dia tidak terima diperlakukan seperti ini setelah bertahun-tahun memainkan lagu-lagunya Han Gyeol. "Kalian semua palsu. Kalian membutuhkan musisi lain bermain untuk kalian. Kalian semua sampah!"

"Sampah? Menurutku, kaulah yang sampah karena kami tidak membutuhkanmu."

Gitaris tambah marah mendengarnya. Dia hampir saja mau menyerang Han Gyeol, tapi para staf berusaha menghentikannya. Gitaris terus marah-marah, mengkritik sikap tidak sopan Han Gyeol, "Apa seperti ini yang Ayahmu ajarkan tentang musik?!"

"Ayah? Aku tidak pernah mempelajari apapun darinya. Aku belajar dari orang-orang yang berusaha menjatuhkannya. Aku belajar sendiri. Mengerti?"


Jin Hyuk mengejar Han Gyeol dan berusaha menenangkannya, bukankah tugas seorang produser adalah membuat musik kedengaran sesuai yang dia inginkan. Tidak, Han Gyeol mengklaim bahwa tugasnya adalah menyempurnakan alunan musik yang ada di kepalanya.

Jin Hyuk mengingatkannya kalau mereka hanya punya satu bulan sebelum tanggal perilisan album baru. Han Gyeol tidak peduli dan menyuruh Jin Hyuk untuk mengeluarkan biaya lebih banyak biaya dan mengulur waktu. Bukankah Crude Play cukup berharga untuk itu? Pokoknya dia menuntut untuk mengatur segalanya kembali, dan sementara ini dia akan merekam tanpa suara gitar.


Setelah Han Gyeol pergi, Jin Hyuk kembali ke studio dan meminta maaf pada Gitaris. Tapi bagaimanapun, dia tetap membela Han Gyeol, kalau Gitaris tidak bisa memenuhi keinginan Han Gyeol maka sebaiknya dia merilis album solo sendiri saja. Dia bahkan menyuruh staf untuk mengatur ulang kontrak Sitaris, terutama masalah kerahasiaan.



Dalam perjalanan pulang malam itu, Han Gyeol mendapat pesan dari seorang staf yang cemas jika mereka benar-benar harus mengganti Gitaris. Kalau perilisan album ini tertunda maka jadwal tahunan perusahaan bakalan jadi kacau. Apalagi konsernya Yoo Na dibatalkan dan orang-orang pada komplain.

Kabar terakhir itu membuat Han Kyeol terkejut dan dia langsung membrowsing tentang Chae Yoo Na. Berita paling hot saat itu adalah video yang memperlihatkan Yoo Na melakukan kesalahan saat konser live. Entah kenapa di tengah lagu, Yoo Na tiba-tiba nge-blank dan lupa lirik lagunya sendiri.


Crude Play baru selesai pemotretan dan langsung interview. Si Hyun mengaku kalau lagu-lagu mereka berdasarkan pengalaman cinta produser mereka. Lee Yoon menimpali, K sering dicampakkan. Pewawancara bertanya apa alasan K digantikan oleh Chan Young sebelum debut? Apa mereka pernah mengalami konflik?

"Kami hanya menemukan keahlian masing-masing," sahut Chan Young. "Berkat K yang lebih fokus menggubah dan menciptakan lagu, tercipta lah lagu-lagu yang keren. Dia seorang produser yang penuh pengertian. Tidak mungkin ada konflik."

Si Hyun hanya diam menatapnya tak nyaman.


Di sebuah restoran, Jin Hyuk makan malam bersama Chae Yoo Na dan Yoo Hyun Jung. Tapi Hyun Jung melihat Yoo Na tampak tidak nafsu makan. Dia langsung menyalahkan Jin Hyuk dan menuduhnya terlalu menekan Yoo Na. Dia mengklaim kalau mereka sudah menyiapkan konsep baru untuk Yoo Na jadi dia tidak boleh terlalu kurus.

"Trademark-mu adalah memiliki tubuh yang ingin disentuh orang," ucap Hyun Jung dengan senyum manis tapi nyelekit.

Dia tahu kalau awalnya dia menyetujui album Yoo Na selanjutnya tetap diproduksi oleh Jin Hyuk. Tapi nyatanya, albumnya yang sekarang gagal. Dia tidak meragukan kemampuan Jin Hyuk, hanya saja Yoo Na tidak cocok dengan konsep yang Jin Hyuk pakai.

"Dia sudah semakin menua makanya popularitasnya juga menurun. Tapi tetap saja kita harus berusaha yang terbaik. Menyerah sama sekali bukan gayaku. Karena itulah Yoo Na, makanlah yang banyak."

Yoo Na hanya mengucap terima kasih tanpa semangat.


Saat Nenek melihat sayur-sayuran yang dibawa So Rim, Nenek langsung mengomelinya sambil memukulinya. Tapi katanya So Rim ada audisi hari ini. So Rim langsung canggung, mengklaim kalau dia telat jadi tidak bisa menunjukkan penampilan terbaiknya.

"Jangan patah semangat hanya karena kesalahan kecil. Ibumu bilang kalau kau terlahir untuk bernyanyi. Ibumu bermain siang dan malam sambil menggendongmu di punggungnya. Dia sudah merusak telingamu dan sekarang kau ingin mendengarkan musik seumur hidupmu."


Setelah menutup toko, So Rim menulis tentang jadwal audisi hari lalu mencoretnya, gagal. Dia lalu menatap foto-foto di dinding, dimana tampak salah satu foto masa kecilnya berpose sendirian hanya dengan membawa boneka burungnya. Foto yang mengingatkannya akan masa lalunya.

Flashback,


So Rim kecil cemas jika besok dia tidak bisa menyanyi dengan baik. Tapi Ibu menyemangatinya dan meyakinkannya kalau dia adalah penyanyi yang hebat. So Rim kecil tetap cemas, dia akan merasa gugup jika dia bernyanyi sendirian. Ibu langsung memeluknya, meyakinkannya kalau So Rim tidak sendirian.

"Ibu, Ayah dan Nenek akan menontonmu dari barisan paling depan. Zeze (boneka burungnya) juga akan ada di sana. Apa yang Ibu bilang tentang saat Ibu membuat Zeze?"

"Ibu mengisinya dengan cinta."

"Betul sekali. Jadi jangan takut, mengerti?"

Flashback end.


So Rim sedih mengingat kenangan itu. Tapi dia cepat-cepat mengalihkan perhatiannya dengan bernyanyi sambil merekamnya di ponsel (Fox - OST drama ini). Dia bernyanyi riang sambil menari berputar-putar dengan payung itu dan menggambar bentuk sepatunya Han Gyeol di buku diary-nya.


Han Gyeol tiba di depan rumahnya Yoo Na dengan taksi. Tapi tepat saat itu juga, dia melihat Yoo Na diantarkan pulang oleh Jin Hyuk.

 

Sendirian di rumahnya, Yoo Na melepas wig-nya. Rambut aslinya sendiri pendek dan di meja riasnya tampak ada berbagai macam wig. Dia melamun sedih, menatap bayangannya sendiri di cermin.

Dia tetap menunjukkan senyum cerianya saat bersama Han Gyeol, mengeluhkan jarangnya mereka ketemuan. Han Kyeol langsung merangkulnya mesra, mengingatkan Yoo Na kalau dia sedang sibuk mengerjakan album baru. Tapi, kenapa Yoo Na bertemu Jin Hyuk.

Yoo Na tampaknya enggan menjawab dan sengaja mengalihkan topik dengan mengeluhkan kecemburuan Han Gyeol tapi tidak peduli dengan keadaannya. Mengalihkan topik, Han Kyeol menanyakan bagaimana suara Yoo Na, dia dengar kalau konsernya dibatalkan.


Yoo Na pura-pura mengentengkan masalah itu, lagipula tak ada seorangpun yang peduli dengan lagu-lagunya, mereka hanya pada tubuhnya. Berusaha menahan emosinya, dia menanyakan pendapat Han Gyeol, "Bagaimana kalau aku pensiun saja? Aku hanya sebuah produk di atas panggung. Kurasa aku tidak akan pernah bisa... jadi diriku sendiri di atas panggung."



Han Gyeol terkejut mendengarnya dan langsung protes, tidak seharusnya Yoo Na menyerah begitu saja, dia tidak boleh menyia-nyiakan suaranya. Yoo Na langsung kesal mendengarnya. Apa bagi Han Kyeol, dia hanya seorang penyanyi, Chae Yoo Na?

"Aku pacarmu. Tak peduli apapun yang orang lain pikirkan, bukankah seharusnya kau melihat seberapa besar penderitaanku dan alasannya?"

"Aku tidak bisa melakukan itu. Aku suka melihatmu bernyanyi, aku tidak mau kehilangan itu."

"Jadi maksudmu, jika aku berhenti menyanyi, kau tidak akan mencintaiku lagi?"

Han Gyeol hendak menjalaskan kalau dia tidak bermaksud seperti itu. Tapi Yoo Na sudah terlalu kesal dan menyelanya, menuduh Han Kyeol hanya peduli dengan lagu-lagu yang dia nyanyikan dan sama sekali tidak tertarik dengan hal-hal yang membuatnya terluka.

"Aku tidak bisa bersamamu lagi. Aku tidak mau melihatmu, keluarlah!"


Han Gyeol akhirnya pergi. Kembali ke rumahnya, dia menatap foto-fotonya bersama Yoo Na dengan sedih.

 

Keesokan harinya, So Rim membantu seorang teman kelasnya nembak cewek. Pria itu tampak gugup dan malu, dia bahkan ragu jika harus memakai lagu background. So Rim bersikeras kalau lagu background itu penting. Bahkan dalam drama pun, kiss scene pasti dibarengi dengan musik background, tahu kenapa?

"Musik membuat momen spesial, jadi semakin spesial. Kami akan memainkan musik background terbaik untukmu."


Pria itu malah tambah tidak pede dan berusaha melarikan diri. Tapi Gyoo Sun langsung mendorongnya masuk dan buket bunga yang dibawanya terjatuh. So Rim pun mulai bernyanyi (G-Friend - Me Gusta Tu), lalu diikuti oleh seluruh kelas yang tiba-tiba menari serempak.

Lucunya, ada slogan di atas papan bertuliskan 'Cita-cita murid: Universitas, cita-cita guru: Nikah'. LOL.

Selesai bernyanyi, pria itu mulai nembak gebetannya. Tapi langsung ditolak mentah-mentah. Anak itu hendak mengejar si gebetan saat tiba-tiba saja Guru Bong menyela mereka dan berhasil menangkap So Rim cs. Mereka langsung dibawa ke ruang guru untuk diinterogasi.


Seorang guru lain menyindir ketiga anak bermasalah itu. Sindirannya pada So Rim malah lebih pedas, mengejeknya yang cuma dibesarkan oleh Neneknya. So Rim jelas tidak terima. Memangnya kenapa kalau dia dibesarkan oleh Neneknya, "Nenekku memberiku segalanya. Jadi tolong jangan bicara seperti itu tentang nenekku."

Guru itu semakin sinis mengkritik nilai-nilai So Rim yang selalu jelek dan tidak bisa apa-apa. So Rim menyangkalnya, dia pandai menyanyi. Terus kenapa? Dia mau jadi penyanyi atau semacamnya?

Kalau dia memang berbakat, maka saat ini dia pasti sudah lolos audisi dan jadi penyanyi. Fakta kalau dia tidak masuk ke sekolah musik itu artinya So Rim tidak berbakat. So Rim hanya bisa menunduk diam, sama sekali tidak bisa melawannya lagi.

Bersambung ke part 2

3 comments

Terimaksih sinopsisnya ^_^
Ini sangat membantu

-ai zhi lan

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon