Powered by Blogger.

 Sinopsis Perfect Wife Episode 3 - 1
Images Credit by KBS


Pasca keributan di UGD, ketiga orang itu naik ke atap. Jung Hee terus menundukkan kepalanya sementara Jae Bok mengkornfirmasi perselingkuhan mereka. Jung Hee hendak beralasan tapi Na Mi langsung menyela dan membenarkannya, Jae Bok sudah melihatnya sendiri kan dari dalam lemari.


Jung Hee heran apa maksudnya. Na Mi pun menberitahu kalau Jae Bok sudah pernah melihat mereka dengan bersembunyi di dalam lemarinya. Jung Hee shock menduga kalau Jae Bok pernah melihatnya berciuman dengan Na Mi. Dengan panik dengan berusaha meyakinkan Jae Bok kalau dia dan Na Mi tidak pernah tidur bersama.


Jae Bok tak percaya mendengarnya. "Jadi? Apa kau mau penghargaan karena tidak tidur bersamanya? Apa aku harus bertepuk tangan untukmu?!"

Bukan begitu, Jung Hee hanya tidak mau Jae Bok salah paham. Salah paham apa? Salah paham kalau mereka pernah tidur bersama atau tidak padahal Jung Hee sudah berbohong dan hidup betsama Na Mi selama 3 bulan? Jung Hee terus menyangkal, Na Mi pun berusaha membelanya dan mengklaim kalau dia sudah berusaha membujuk Jung Hee ringgl bersamanya tapi Jung Hee yang tidak mau. Kesal, Jae Bok membentaknya untuk tutup mulut.

"Koo Jung Hee, kita bercerai saja"


Shock, Jung Hee menolak dan langsung memohon maaf berkali-kali, tapi Jae Bok tidak bisa memaafkan Jung Hee dan ngotot mau cerai. Jae Bok bahkan menyatakan kalau dia akan menuntut Na Mi bukan atas perselingkuhan tapi atas tuduhan membuatnya menderita secara emosional. Pengadilan akan menuntut Na Mi untuk membayar kompensasi atau properti-nya akan digadaikan sampai dia membayar kompensasinya.

"Daebak! Bisakah kau pukul aku saja? Aku tidak punya uang"

"Begitu? Kalau begitu aku akan menuntut lebih banyak darimu. Aku juga akan menghancurkanmu secara sosial"


Jae Bok mau pergi, tapi Jung Hee terus menghalangi sembari memohon maaf berulang kali. Jae Bok tanya Jung Hee salah apa sampai dia meminta maaf. Jung Hee tergagap menjawab karena dia berselingkuh dan ketahuan, pokoknya dia meminta maaf atas segalanya. Dia terus berusaha menghentikan langkah Jae Bok, tapi Jae Bok jadi semakin emosi mendengarnya.

"Tinggalkan aku sendiri kalau kau tidak mau mati!" bentak Jae Bok " Kalau kau terus mengikuti, aku mungkin akan membunuhmu. Jangan tunjukkan mukamu di hadapanku untuk sementara waktu"


Setelah Jae Bok pergi, Na Mi meminta Jung Hee untuk bercerai saja dengan Jae Bok dan menikahinya. Tapi Jung Hee malah terdiam ragu. Na Mi sungguh kecewa melihat reaksinya. Dia pun langsung pergi meninggalkan Jung Hee.


Bong Goo menggila bersama dua pacarnya yang kaya dan lebih tua darinya. Keduanya rebutan menghadiahkan gedung mewah untuknya. Bong Goo senang bukan kepalang...

 

Tapi semua itu cuma mimpi indah. Saat dia membuka matanya, dia malah terkejut melihat wajah seorang pria gelandangan di depan mukanya. Kepalanya sakit dan dia tidak bisa menemukan ponsel beserta dompetnya. Awalnya dia menuduh Ahjussi gelandangan yang melakukan ini padanya, tapi kemudian dia teringat saat seseorang memukul kepalanya dari belakang.


Dia langsung bergegas kembali ke rumah sakit. Tapi anehnya, dia malah mendapati ranjangnya Tuan Cho sudah kosong. Seorang suster memberitahu kalau Tuan Cho sudah pindah rumah sakit tapi dia tidak tahu pindah ke rumah sakit mana.


Jae Bok berjalan linglung di trotoar mengingat betapa paniknya Jung Hee di UGD tadi. Sama persis saat mereka masih muda dulu.

Dulu, Jae Bok pernah masuk UGD. Jung Hee datang tak lama kemudian sambil berteriak-teriak memanggilnya dengan panik. Dia tampak begitu mencintai Jae Bok mengkhawatirkannya sampai-sampai dia lupa memakai sebelah sandalnya dan kakinya jadi lecet gara-gara itu.


Sedih dan kesal teringat kenangan indah itu, Jae Bok menggerutu sebal, "Koo Jung Hee, bagaimana bisa kau berubah? Bagaimana bisa? Bagaimana bisa?!"

Dengan kesalnya dia menghentakkan kakinya, tapi malah kena sial. Heel sepatunya nyangkut di cela lantai beton. Dan saat dia menariknya, heel sepatunya itu malah lepas dan membuatnya jatuh. Jelas saja dia harus menahan malu karena harus jadi tontonan.

Sekarang, dia terpaksa harus nyeker sebelah dan berusaha bertahan dari tatapan aneh para pejalan kaki. Melihat pedagang kaki lima di depan, dia pun memutuskan untuk berhenti dan makan jajan dulu. Dia melihat Ahjumma punya sepadang sandal tak terpakai, Jae Bok pun langsung membeli sandal itu.


Tepat saat itu juga, Jae Bok mendengar seseorang memanggilnya dari seberang jalan. Jae Bok menoleh dan melihat Eun Hee melambai-lambaikan tangannya dengan sangat antusias. (hmm... cuma kebetulan atau dia membuntuti Jae Bok?)

Eun Hee bahkan langsung menerobos jalan dan beberapa kali hampir ketabrak mobil demi menemui Jae Bok. Jae Bok jelas saja cemas melihatnya menyeberang sembarangan seperti itu. Syukurlah dia selamat sampai seberang dan langsung menggenggam tangan Jae Bok dengan begitu antusias sambil mengklaim kalau ini kedua kalinya mereka kebetulan bertemu.


Saat melihat Jae Bok memakai sandal dan bajunya kotor, Eun Hee langsung menyeret Jae Bok ke toilet umum dan memaksa Jae Bok untuk mengganti bajunya. Dia bahkan memberikan bajunya sendiri pada Jae Bok dengan alasan kalau dia mau pergi olahraga jadi sekalian saja dia ganti baju sekarang.

Jae Bok tak enak dan berusaha menolak tapi Eun Hee memaksa dan mendorong Eun Hee masuk bilik. Sambil melepas bajunya, Eun Hee bercerita bagaimana dulu saat dia masih sekolah dia juga selalu ganti baju di toilet sebelum bolos kelas malam. Apa Jae Bok dulu juga seperti itu? Eun Hee menduga kalau Jae Bok pasti sering bolos kelas malam dulu.

"Aku tidak pernah ikut kelas malam. Aku harus bekerja. Keluarga ku kurang mampu."


Eun Hee tampak terkejut mendengarnya, tapi dia tidak membahasnya lebih lanjut. Saat Jae Bok keluar setelah ganti baju, Eun Hee heboh mengomentari bajunya yang sangat pas dipakai Jae Bok. Dia bahkan menduga kalau di kehidupan sebelumnya mereka pasti saudara kembar makanya sekarang mereka bisa punya ukuran tubuh yang sama dan terus menerus bertemu.

Eun Hee melengkapi penampilan baru Jae Bok dengan memberikannya sepasang sepatu cantik. Dan bahkan sepatunya pun sangat pas di kaki Jae Bok. Eun Hee tampak senang sekali, sementara Jae Bok cuma terdiam canggung.


Malam tiba saat Eun Hee menurunkan Jae Bok di sekitar tempat tinggalnya. Jae Bok berterima kasih dan berjanji akan men-dry clean baju ini dulu sebelum mengembalikannya ke Eun Hee. Awalnya Eun Hee bilang tidak perlu, tapi kemudian dia senang, berpikir kalau mereka bertemu karena baju ini.

Jae Bok heran, bukankah sekarang suaminya Eun Hee sudah waktunya pulang. Eun Hee sontak canggung mendengarnya. Tapi dia cepat menutupinya dengan berkata kalau suaminya bakalan pulang terlambat, banyak pekerjaan. Jae Bok pun pamit dan mulai melangkah pergi.

"(Sepatu) itu akan membawamu ke tempat yang baik. Mulai sekarang, Unni akan mengalami hal-hal yang baik," ujar Eun Hee.


Jae Bok berterima kasih padanya lalu pergi sambil menggumam, mengira ucapan Eun Hee tadi hanya untuk mengingatkannya supaya dia mengembalikan barang-barangnya. Eun Hee masuk ke mobilnya dengan senyum lebar, melihat sepatu rusaknya Jae Bok yang lupa dia bawa.


Di tengah jalan, Jae Bok dihadang Bong Goo. Melihat penampilan mewah Jae Bok, Bong Goo langsung nyinyir, menuduh semua itu cuma produk KW. Jae Bok heran melihat luka di wajah Bong Goo. Ada apa dengannya? Bong Goo mengklaim kalau dia terluka demi Jae Bok tapi Jae Bok tak percaya.

"Cho Young Bae, dia cuma pura-pura."

"Aku juga berpikir begitu. Tapi kami bisa apa? Tidak ada bukti"

Bong Goo mengklaim kalau dia punya. Dia merekam bukti itu, tapi sekarang dia kehilangan bukti itu. Kesal, Jae Bok langsung menyinggung pemecatan Bong Goo. Dia pasti kesusahan, dia punya kepribadian yang buruk jadi tidak ada yang mau mempekerjakannya.


Mereka bertengkar sepanjang jalan tanpa menyadari Eun Hee yang masih di sana dan tampak keheranan melihat mereka. Saking fokusnya memperhatikan kedua orang itu, dia hampir saja menabrak seorang pengendara motor.


Bong Goo memberitahu Jae Bok kalau Tuan Cho sudah pindah rumah sakit dan memaksa Jae Bok untuk mencoba menghubungi Tuan Cho. Jae Bok menurutinya. Tapi nomornya Tuan Cho tidak bisa dihubungi, dia memblokir telepon masuk. Anehnya, nomor Istrinya Tuan Cho juga sama.

Bong Goo langsung heboh, kasus ini tidak mudah, pasti ada sesuatu. Jangan-jangan Suaminya Jae Bok punya banyak hutang. Ah, atau jangan-jangan... Suaminya Jae Bok berselingkuh? Jae Bok menyangkal, tapi jawabannya itu malah membuat Bong Goo yakin kalau dugaannya benar dan asal sqja dia menduga kalau wanita selingkuhan itu pasti mantannya Tuan Cho, terus Tuan Cho cemburu.


Yakin dengan dugaannya, dia jadi mencemaskan nasib Suaminya Jae Bok dan terus memaksa Jae Bok untuk menghubungi suaminya. Jae Bok berusaha mengabaikannya, tapi Bong Goo bertanya apa Jae Bok tidak mencemaskan nasib anak-anaknya. Langkah Jae Bok terhenti mendengar hal itu.


Jung Hee sendiri juga sial, dia diminta oleh atasannya untuk mengundurkan diri. Stres, dia melampiaskannya dengan minum-minun di kedai seorang diri. Saat Jae Bok menelepon tak lama kemudian, Jung Hee bertanya apa dia sudah boleh pulang sekarang? Jae Bok tidak menanggapinya dan hanya memberitahu tentang Tuan Cho, dia menyuruh Jae Bok mencari tahu tentang masalah itu dan meng-sms-nya nanti.


Bong Goo heran mendengar sikap cuek Jae Bok pada suaminya sendiri. Jae Bok mau pergi, tapi Bong Goo menghentikannya lagi. Sepertinya dia lapar, tapi karena tak punya uang, dengan canggung dia menuntut Jae Bok untuk mentraktirnya makan malam, lagipula dia kan jadi seperti ini demi membantu Jae Bok. Loh, Jae Bok kan tidak pernah meminta bantuannya, Bong Goo sendiri kan awalnya menolak mengambil kasus ini.

"Anak-anak menangis. Bagaimana bisa aku mengabaikan mereka. Anak-anakmu menangis karena suamimu. Aku jadi tidak nyaman. Aku cuma mengecek lalu terjadi hal ini."

Bong Goo terus nyerocos tentang luka di wajah tampannya itu tapi Jae Bok memperhatikan hal lain. Sebelah sepatu Bong Goo, talinya terlepas lagi.


Jung Hee menelepon Detektif Kim untuk menanyakan tentang Tuan Cho tanpa menyadari Duk Boon yang mengawasinya tak jauh dari sana. Tepat saat itu juga, dia ditelepon Na Mi yang meminta ketemuan.


Setelah mematikan teleponnya, Na Mi menatap buku jurnalnya dan menggumam kalau dia tidak akan melepaskan Jung Hee. Jung Hee adalah miliknya.


Jae Bok akhirnya membelikan ramen untuk Bong Goo. Sms dari Jung Hee masuk saat itu. Bong Goo langsung memaksa melihat sms itu dan secara tak sadar membuat posisinya jadi sangat dekat ke Jae Bok hingga membuat Jae Bok canggung karenanya. Jung Hee memberitahu kalau Tuan Cho tidak bisa dihubungi tapi dia sudah membatalkan tuntutannya.


Bong Goo langsung heboh, mengklaim kalau semua ini berkat dirinya. Dia menyuruh Jae Bok untuk mencari tahu alamat rumah Tuan Cho. Jae Bok tidak menanggapinya dan mau langsung pergi. Bong Goo heran, masa dia mau melepaskan masalah begini begitu saja hanya karena Tuan Cho membatalkan tuntutannya. Apa dia tidak merasa ada yang aneh? Lalu bagaimana dengannya? Dia dipukuli dan kehilangan ponsel dan dompetnya.

Berapa harga ponselnya Bong Goo? tanya Jae Bok. Bong Goo mengklaim itu ponsel model terbaru, mahal. Jae Bok memberinya 10ribu won, cuma segitu yang dia punya sekarang, Bong Goo sms saja harga ponselnya nanti.


Dia mau pergi, tapi Bong Goo terus saja protes. Melihat tali sepatunya Bong Goo yang lepas, Jae Bok langsung jongkok dan membantu merapatkan tali sepatunya. Bong Goo langsung spechless.

"Kau berdandan rapi tapi tali sepatumu selalu lepas" Jae Bok berterima kasih atas bantuannya lalu pergi.


Won Jae membantu mengompres punggung Hye Ran yang sedang ngobrol ditelepon dengan Jae Bok. Dia lalu mengambil alih ponselnya dan bertanya apakah Jae Bok mau dia mengantarkan anak-anaknya pulang. Jae Bok menolak, dia akan menjemput mereka sendiri nanti. Melepaskan bajunya. Jae Bok tersenyum teringat Eun Hee. Tapi kemudian dia mulai mengemasi semua baju-bajunya Jung Hee.


Na Mi menemui Duk Boon untuk mengembalikan uangnya Duk Boon dan mengklaim kalau ia tidak bisa melakukannya. Duk Boon menyuruhnya mengambil uang ini dan pergi setelah dia menyelesaikan pekerjaannya, bukan? Tapi dia tidak bisa pergi. Bukan masalah uang, dia hanya tidak mau lagi membohongi Jung Hee.

"Aku mencintai Jung Hee oppa"

Duk Boon malah langsung marah mendengarnya. Apa Na Mi pikir mengembalikan uang ini akan mengakhiri segalanya? Bagaimana dengan uang bulanan yang Na Mi terima selama ini? Bagaimana dengan hutang rentenir yang dia bayar saat Na Mi memulai semua ini?

"Aku akan membayar kembali semuanya"

Tapi Duk Boon malah tambah emosi dan langsung memukuli Na Mi dengan uang itu. Dia tertawa sinis mendengar omongan cintanya Na Mi dan mulai mengancam Na Mi. Haruskah dia memberitahu Jung Hee kenapa Na Mi merayunya? Haruskah dia memberitahu Jung Hee tentang betapa kotornya Na Mi? Na Mi sobtak panik mendengar ancaman itu.


Jung Hee memberanikan diri untuk pulang tapi malah mendapati tas besarnya sudah ada di depan pintu. Jae Bok juga mau keluar saat itu untuk menjemput anak-anak dan melarang Jung Hee masuk. Dia tinggal saja di luar sampai saat mereka pindah.

Dia tetap bersikeras mau bercerai. Tapi Jung Hee juga bersikeras tidak mau cerai. Dia berusaha meminta maaf dan beralasan kalau dia berselingkuh gara-gara dia stres karena pekerjaannya dan merasa kesepian.

"Lalu bagaimana denganku? Apa kau pikir aku tidak stres atau kesepian?"

Jung Hee terus berusaha meminta maaf, tapi Jae Bok tidak bisa memaafkannya. Dia tidak sebaik itu untuk memaafkan suaminya berselingkuh dan mengkhianatinya. Harga dirinya untuk melakukan itu. Lalu bagaimana dengan anak-anak? Jae Bok yang akan membesarkan mereka sendiri. Jung Hee tidak setuju, dia tidak bisa hidup tanpa anak-anak.

"Kalau begitu kenapa kau berselingkuh?! Bagaimana kau akan menghadapi mereka?!"


Tak ingin berdebat lebih lama lagi, Jae Bok menyuruh pergi sekarang sebelum dia benar-benar kehilangan kesabaran. Baiklah, Jung Hee akan pergi untuk sementara dan menyesali kesalahannya. Jae Bok bertanya dimana dia akan tinggal dan menyesali kesalahannya? Di rumah Na Mi?

Tidak, dia tidak akan menemui Na Mi lagi, dia akan menginap di motel atau sauna saja. Jadi Jae Bok jangan marah. Makanlah dengan baik dan jaga diri baik-baik. Jae Bok berkaca-kaca mendengarnya. Tapi dia menasehati dirinya sendiri untuk tidak goyah dan tenang. Tapi saat Jung Hee hendak pergi, Jae Bok menahannya dan memutuskan kalau dia tidak bisa melepaskan masalah ini begitu saja.

Dia mengeluarkan ponselnya dari saku jas dengan gerakan slow-motion ala-ala agen rahasia mau mengeluarkan pistol. Dia menelepon Hye Ran dan minta izin untuk menggunakan gym-nya Hye Ran.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon