Powered by Blogger.

 Images Credit: MBC
Sinopsis Radiant Office Episode 2 - 2


Tuan Park tidak mengerti apa maksud Woo Jin. Tuan Park bersikeras berpendapat bahwa para pria lebih baik dimasukkan kedalam tim penjualan. Woo Jin langsung menuduhnya mendiskriminasi gender. Tuan Park kontak menyangkalnya dan dengan panik beralasan pada Ho Won kalau alasannya menempatkan Ho Won di tim marketing hanya karena dia ingin Ho Won bekerja di lingkungan yang nyaman.

Tapi sejak mengetahui siapa atasannya di tim marketing, Ho Won langsung berubah pikiran dan menyatakan keinginannya untuk bekerja di tim sales.

Tuan Park masih tidak sependapat jika Ho Won dimasukkan ke tim penjualan. Ia ingin memilih karyawan pria dalam tim-nya. Woo Jin heran dengan Tuan Park, bukankah dia sendiri yang telah merekrut mereka, kalau memang dia tidak menyukai karyawan wanita maka tak usah memperkerjakan dia. Hubungi saja HRD dan batalkan perekrutannya.

Khawatir, Tuan Park mengatakan jika pekerjaan merekrut karyawan bukanlah hal main-main. Dia menyuruh Woo Jin memindahkan karyawan wanita ke tim-nya dan bersikap baiklah padanya. Woo Jin memberikan tatapan tajam penuh kecurigaan, dia menuntut penjelasan kenapa Tuan Park merekrut mereka bertiga.

“Itu karena aku membutuhkan mereka. Toh aku bukannya menerima orang yang konyol. Kenapa kau terus bertanya kenapa aku menerima mereka? Aku menerima mereka karena aku dapat menggunakan kemampuan mereka.”

Woo Jin malah lebih bisa paham jika Tuan Park merekrut orang konyol. Tapi keputusannya sudah tetap, dia hanya ingin memasukkan Ki Taek dan Jang Kang Ho dalam tim-nya. Setidaknya, mereke berdua tidak terlalu konyol di mata Woo Jin.


Ki Taek, Kang Ho dan Ho Won duduk cemas mengingat kelakuan mereka yang sudah mengerjai Woo Jin. Ho Won makin khawatir lagi karena semalam Woo Jin datang ke mini market tempatnya kerja paruh waktu. Dia tidak yakin apakah Woo Jin mengetahuinya atau tidak. Kang Ho meyakinkan jika Woo Jin pasti tidak tahu. Kalaupun tahu, pura-pura saja tidak tahu.


“Berpura-pura apa? Aku ingin tahu kalian membicarakan apa.” Ucap Seorang Wanita yang masuk dalam pantry.

Ketiganya langsung berpura-pura membuka kertas, mereka tengah melihat bagan perusahaan. Wanita itu pun ikut nimbrung menjelaskan satu-persatu atasan mereka.


Pertama adalah Generel Manager Park Sang Min, dia adalah orang paling br*ngs*k disini.  Dia salah satu orang terbrengs*k disana. Ia paling hebat dalam urusan politik perusahaan. Dia akan menyebut seseorang yang baik padanya dengan julukan ‘orangku’. Sedangkan orang yang mencari masalah dengannya, dia akan membuat hidupnya sengsara.


Kemudian orang kedua terbrengs*k adalah Manager Jo. Julukannya adalah penyihir kejam dan Ratu Tim Penjualan. Dia seorang yang perfeksionis. Dia naik jabatan paling cepat menjadi Manager tapi dia tak bisa naik lagi menjadi General Manager karena dia seorang wanita.

Dia orang yang ulet dan rela kerja lembur seharian meskipun sedang hamil besar. Rumor mengatakan, dia dipindahkan dari Tim Marketing ke Tim Penjualan karena dia dijanjikan akan naik jabatan.


Dan orang ketiga adalah Asisten Manager Lee Young Jae, julukannya adalah pembungkuk. Dia akan membungkuk pada atasan sampai serendah-rendahnya. Kang Ho tak bisa menahan tawa mendengar penjelasan wanita itu. Wanita itu langsung protes melihat reaksi Kang Ho, jangan tertawa.


“Kalau yang Ha Ji Na yang tadi?” tanya Kang Ho.

Ha Ji Na punya julukan sebagai Madam Wajah. Ki Taek langsung antusias, karena dia cantik kan? Wanita itu menggebrak meja, bukannya cantik tapi Ji Na menghabiskan hari-harinya hanya untuk merias wajah. Tapi Ho Won pikir Ha Ji Na tampak seperti wanita karir.

“Tentu saja. Bajunya.” Ucap Wanita itu.


Ho Won kemudian meminta penjelasan tentang Seo Woo Jin. Wanita itu memberitahukan jika General Manager Seo adalah orang baru disana. Yang jelas, ia menyarankan agar ketiganya bisa mengambil hati atasan sehingga pekerjaannya bisa berjalan dengan mudah. Ho Won mengangguk tapi dalam batinnya dia tak yakin, mana bisa dia mengambil hati General Manager Seo.

Wanita itu melihat kartu nama mereka bertiga, marga mereka unik. Ia menggabungkan ketiganya menjadi ‘Eun Jang Do’. Kang Ho dengan hati-hati bertanya nama wanita yang sedari tadi memberikan penjelasan pada mereka.

“Mulai sekarang, kalian pasti butuh bantuanku. Aku Sekretaris Direktur Utama, Lee Kkot Bi.” Kkot Bi menjabat tangan mereka satu-persatu.


Eun Jang Do berhadapan dengan Manager Jo. Ho Won sudah bisa merasakan hawa dingin melihat sosoknya yang tampak kejam. Manager Jo mengintruksikan supaya mereka bertiga pergi ke toko dan melakukan pengamatan. Toko sangat penting dalam sebuah penjualan.

“Apa kau sebelumnya kenal General Manager Park atau General Manager Seo?” tanya Manager Jo pada Ho Won.

“Aku tidak mengenal mereka.”


Manager Jo menyuruh Asisten Lee untuk mengantar ketiganya ke toko dan memperkenalkan mereka pada karyawan disana. Saat kedua temannya sudah pergi, Ho Won masih berdiri dihadapan Manager Jo. Manager Jo sampai heran, kenapa dia tetap disana? Ho Won menyatukan kedua tangannya, dia memohon supaya dia bisa bekerja di Tim Penjualan. Dia berjanji akan bekerja keras.

“Semua orang juga bekerja keras. Tapi keinginan perusahaan adalah semua pekerjaan beres dan berhasil.” Ucap Manager Jo dingin.


Dalam perjalanan, Asisten Lee bertingkah layaknya bos. Dia mengaku tidak suka dengan para pekerja wanita. Soalnya setiap ada pekerjaan, selalu karyawan laki-laki yang mengerjakannya. Setelah beberapa tahun, perempuan biasanya cuti hamil. Sudah begitu kalau anaknya sakit, dia terus mengeluh mengkhawatirkan putranya.

Dengan hati-hati, Ho Won berkata jika dirinya jago minum. Dia tidak punya pacar dan tidak akan menikah dalam waktu dekat. Dia juga belum punya anak. Jadi bisakah dia masuk ke Tim Penjualan saja?

Hal semacam itu sebenarnya tidak bisa dibanggakan, tapi Asisten Lee memperbolehkannya bekerja di Tim Penjualan asalkan dia mau bekerja dibawah kendalinya dan melupakan jika dirinya adalah seorang wanita. Apa dia sanggup?

Ho Won ingat ucapan Kkot Bi yang menyuruhnya supaya berhati-hati dengan Asisten Lee. Dia pembenci wanita jadi apapun yang dikatakan olehnya, jawab saja “Ya. Aku bisa melakukannya.”


Ki Taek memarkirkan mobilnya dengan mulus. Asisten Lee memuji kemampuan mengemudinya. Ki Taek bekata jika ia dulu menjadi sopir saat wamil. Dia ditempatkan di Divisi 24, nomor resimen 72. Asisten Lee antusias mendengar mereka berada di divisi yang sama.

Tapi Asisten Lee langsung murung saat ditanya tahun berapa dia wamil, soalnya Ki Taek masuk lebih dulu sehingga dia adalah sunbae untuk Asiten Lee. Asisten Lee menegaskan jika yang terpenting adalah Ki Taek karyawan baru di perusahaan.


Asister Lee masuk ke toko lebih dulu. Tapi tidak lama berselang, Asisten Lee sudah keluar dari toko sambil lari terbirit-birit ketakutan. Ketiganya jadi heran, apa yang sebenarnya terjadi?

Ceritanya, seorang pelanggan membeli sebuah ranjang berukuran Queen. Biasanya ranjang dengan ukuran Queen sudah ada bedcover khususnya, tapi pelanggan sudah membuat bedcover khusus sendiri dan ukurannya tidak pas padahal harganya mahal. Dia pun marah dan meminta pertanggung-jawaban pada pihak toko.

“Bukannya tinggal dikembalikan saja uang dia, apa susahnya?” polos Ho Won.

Asisten Lee kesal dengan ucapan Ho Won, nanti mereka merugi kalau begitu. Asisten Lee nyerocos benci karena dirinya harus berurusan dengan mereka padahal ini bukanlah kesalahannya.


Sesampainya di kantor pusat, Manager Jo memberitahukan jika ada seorang pelanggan yang mencari Asisten Lee. Kontan Asisten Lee ketakutan, dia tak mau menemui pelanggan mengerikan itu. Ho Won pun pasang badan, dia ingin menemui pelanggan itu. Kalau sampai berhasil, dia ingin supaya ia ditempatkan di bagian penjualan.

Asisten Lee memberikan buku panduan pada Ho Won, pokoknya dia mewanti-wanti supaya Ho Won tidak terlalu banyak menggunakan kata maaf. Nanti mereka akan semakin disalahkan dan bersikaplah profesional.


Keduanya masuk menemui pelanggan, Asisten Lee memperkenalkan Ho Won sebagai perwakilannya karena dia punya acara sendiri. Bukannya mendengarkan, pelanggan malah langsung menampol wajah Asisten Lee dengan marah. Dia menjambak rambut Asisten Lee dengan kesalnya.

“Kenapa kau memukulku, Ahjumma?”

Ahjumma? Pelanggan makin kebakaran jenggot mendengar omongan Asisten Lee dan terus menarik rambutnya dengan erat. Asisten Lee yang ketakutan berlari meninggalkan ruangan kemudian menahan pintunya dari luar. Sedangkan Ho Won berusaha keras untuk menahan pelanggan agar tidak meninggalkan ruangan.


Woo Jin pergi ke pabrik untuk menemui Kepala Seksi Heo Goo Dong. Kepala Heo menyapanya dengan akrab, padahal dia sudah berniat untuk datang ke kantor pusat. Woo Jin menunjukkan email yang dikirimkan Kepala Heo, Kepala Heo sudah salah mengirimkan email jadi dia pikir pasti ada alasannya. Ini harusnya dikirim ke pihak audit, tapi emailnya malah terkirim ke padanya.

“Tapi, kenapa kau bisa tahu aku disini?”

“Bukankah kau ingin aku untuk menemuimu? Isi dari berkas ini dan pembukaan lowongan kerja yang ke-10.”

“Aku mengirimnya sebagai hadiah yang berguna untukmu. Di luar sini dingin. Ayo kita makan sup.”


Pelanggan heran dengan keteguhan Ho Won untuk menahannya, memangnya dia ini siapa sebenarnya. Ho Won berlutut lemas dihadapan pelanggan, dia adalah pekerja kontrak disana. Pelanggan berdecih sini, lalu apakah dia akan mengembalikan ranjangnya? Ho Won meminta maaf tidak bisa melakukan itu, tapi dia mempersilahkan pelanggan untuk memukul atau mengumpat padanya.

Tapi baginya, mendapatkan posisi sementara jauh lebih sulit daripada menahan semua perlakuan pelanggannya. Ho Won meletakkan ID-nya, mungkin jika pelanggan keluar sekarang juga maka ia akan dipecat. Pelanggan makin tak percaya, dia akan dipecat jika tidak bisa menahannya?

“Mungkin saja. Tapi saya tidak bisa berhenti seperti ini, Pelanggan Setia. Saya akhirnya dapat pekerjaan ini setelah 100 kali saya ditolak bekerja.”

“100 kali?”


Asisten Lee masih berjongkok dengan rahang kesakitan. Dia khawatir kalau sampai rambut kepalanya rontok. Manager Jo berniat masuk menemui pelanggan namun Asisten Lee mencegahnya. Bertepatan saat itu juga, Woo Jin datang kesana. Ada apa ini?

“Kami sedang menghadapi keluhan pelanggan.”

“Bukannya kalian berdua itu tim penjualan? Jadi, siapa yang berurusan dengan pelanggan itu sekarang?”


Ho Won menceritakan pengalamannya melamar kerja sebanyak 100 kali. Dan pertemuannya dengan Woo Jin yang menjadi managernya setelah penolakan yang ia terima di Dongki Food. Ia meminta maaf pada pelanggan karena curhat tentang masalahnya sendiri tanpa menyelesaikan masalah pelanggannya.

Pelanggan malah tersentuh dengan cerita menyedihkan Ho Won. Pengalamannya Ho Won mirip dengan pengalaman si pelanggan. Dia juga sudah menjalani kencan buta sebanyak 100 kali dan akhirnya berpacaran dengan seorang pria.

Sayangnya pria itu malah memilih wanita lain yang lebin cantik dan kaya, lantas mencampakannya. Ho Won dan Si Pelanggan langsung berpelukan menguatkan atas kepedihan masing-masing.


Woo Jin menyuruh Asisten Lee untuk masuk ke dalam ruangan dan memeriksa apa yang terjadi. Dengan takut-takut, Asisten Lee berjalan menuju ke ruang meeting. Namun bertepatan saat itu pula, pelanggan sudah keluar dari ruang meeting.

Dia tidak lagi menuntut pengembalian uangnya dan menyuruh mereka supaya bekerja saja. Karyawan kontrak disana sudah menyelesaikan masalahnya. Dia pun pamit sambil menepuk pundak Ho Won, “Jangan hindari masalah. Tapi hadapilah. Baik itu masalah dengan seseorang atau pekerjaan.”


Ho Won berjalan menghampiri Manager Jo dengan percaya diri. Dia menuntut supaya dirinya bisa dimasukkan dalam tim pemasaran.


Di pantry, Kkot Bi memuji Ho Won yang sudah melakukan pekerjaannya dengan baik. Dia pun memberitahukan sebuah rahasia yang didengarnya. Katanya, nanti dari tiga pegawai kontrak akan ada satu pegawai yang dijadikan karyawan tetap. Ho Won terkejut, benarkah? Kkot Bi mengangguk membenarkan.


Tim Penjualan tengah melakukan acara makan bersama. Asisten Lee langsung menjilat Tuan Park dengan memuji-mujinya tanpa henti kemudian menuangkan bis untuknya. Tuan Park tersanjung menerima pujian Asisten Lee dan tampak sangat menyukainya.

Sedangkan Ho Won, ia ingat akan ucapan Kkot Bi jika ada satu karyawan akan dijadikan karyawan tetap. Ia menyarankan supaya Ho Won baik-baik pada Tuan Park.

“Kang Ho, maafkan aku.” Ucap Ho Won.

“Apa?” heran Kang Ho.


Ho Won langsung melancarkan trik PDKT–nya dengan menuangkan bir untuk Tuan Park. Dia pun memuji dia kemudian berjanji akan bekerja dengan baik. Tuan Park gantian menuangkan bir untuk Ho Won dan Ho Won menghabiskannya sekali tenggak.


Ho Won keluar dari restoran dengan sempoyongan sambil cekikikan gaje. Sedangkan Tuan Park masih bersama rekannya, rekannya memberikan sebuah oleh-oleh dan menyumpalkan amplop ke tangannya. Ho Won yang sudah mabuk tambah cekikikan, itu suap? Wah, daebak!!

Manager Jo memergoki aksi suap mereka. Dia pun tak berani berkomentar dan memalingkan wajahnya pura-pura tidak tahu. Sedangkan Asisten Lee tiba-tiba muncul, dia mengajak atasannya untuk lanjut ke ronde dua.


Karaoke. Mereka menyanyikan lagi IU dengan riang gembira. Sedangkan Ho Won sudah tepar duluan di kursi. Tuan Park menghampirinya, dia berkomentar jika anak muda jama sekarang kurang bersemangat. Dia pun menuangkan segelas bir dan menyuruh Ho Won meminumnya. Meskipun Kang Ho mencegahnya, Ho Won tetap menuruti omongan Tuan Park.

Tuan Park mengajakanya untuk ikut bernyanyi. Manager Jo semakin risih menyaksikan tingkahnya dan menghentikan mereka.


Tengah malam, Ki Taek masih berada di kantor. Ia tampak membaca sebuah dokumen dan menghembuskan nafas lega mengetahuinya. Woo Jin datang kesana memberikan arsip pada Ji Na. Dia tidak suka dengan sususan yang dibuatnya, dia pokoknya minta diperbaiki sekarang juga.


Sudah barang tentu jika Ji Na malas melakukannya, apalagi sekarang sudah malam. Ki Taek menawarkan diri untuk membantunya. Tapi Ji Na menolak lagipula dia tak tahu apa-apa tentang pengarsipannya. Ki Taek berkata jika dirinya serasa terlahir kembali sekarang, dia menginginkan supaya hubungan mereka bisa dijalin kembali. Ji Na menolak keras, lagipula jika dirinya mau maka dia tak akan putus dengannya sejak dulu.


Telepon Ki Taek berdering menerima panggilan dari Kang Ho. Kang Ho menyuruh Ki Taek datang kesana menghentikan Ho Won yang sedang mabuk dan karokean dengan yang atasannya. Ki Taek menyarankan agar Kang Ho ajak saja Ho Won pulang.

Kang Ho mencari tempat yang lebih sepi, “Hyung. Bukankah kita harusnya bilang padanya? Hyung, tadi aku melihatmu membaca hasil pemeriksaan kesehatanmu. Sebenarnya, aku juga sudah dapat hasil pemeriksaan kesehatanku. Kita berdua tidak sakit parah.”

“Kau dimana sekarang? Aku kesana.” Ucap Ki Taek.

Kang Ho sedih untuk mengatakan jika orang yang dokter bicarakan kemarin adalah Ho Won. Mereka harus memberitahukan padanya tentang hal ini.


Tanpa Kang Ho sadari, rupanya Ho Won bersembunyi dibalik tembok dan mendengarkan semua ucapannya.


Ho Won kembali ke kantor dan membaca hasil pemeriksaan kesehatan Ki Taek, hasilnya menunjukkan jika ia tak punya penyakit. Dengan sedih, Ho Won menulis surat pengunduran dirinya. Namun tiba-tiba saja lampu ruangan menyala dan Woo Jin masuk kesana. Ho Won reflek menyembunyikan kertas pengunduran dirinya.

“Apa itu?”

Ho Won menggeleng tak mau menjawab.

Bersambung ke episode 3

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon