Powered by Blogger.

Images Credit: MBC

Sinopsis Radiant Office Episode 6 - 1


Woo Jin ketakutan setengah mati sampai jejeritan gaje melihat seseorang merangkak keluar dari dalam lemarinya. Ho Won buru-buru menenangkannya dan mengangkat kepalanya. Baru saat itulah Woo Jin akhirnya bisa tenang. Kenapa Ho Won bisa di sini?
"Saya kerja paruh waktu di sini."

"Paruh waktu? Jadi yang bersih-bersih rumahku, memasak dan membeli tanaman, kau?"

"Iya. Tapi GM Seo, apa kau bisa pakai bajumu?"


Setelah Woo Jin pakai baju, dia langsung menginterogasi Ho Won. Kenapa dia harus kerja di sini? Apa Ho Won mau balas dendam?

Tidak, dia bekerja agar dia bisa hidup dan makan. Dia juga baru tahu kalau ini rumahnya Woo Jin gara-gara fotonya di tirai itu. Dia mau pulang tadi, tapi Woo Jin tiba-tiba datang, makanya dia bersembunyi.

Apa Ho Won tidak punya kerja paruh waktu yang lain? Ho Won juga tidak ingin kerja di sini, diajuga ingin punya pekerjaan yang lebih baik biar tidak kerja di sini.

"Kau bicara seolah kau kerja di sini karena salahku."

"Anda sendiri kan yang memecat saya karena anda pikir saya tidak pantas kerja di Hauline."

Teringat akan ucapan Woo Jin dulu tentang kompetisi yang adil dan transparan, Ho Won bertanya-tanya apakah hidup ini sudah adil? Hidupnya sama sekali tidak adil. Setelah dia dipecat, dia malah membersihkan rumah orang yang memecatnya. Kenapa dunia ini tidak adil kepadanya?


Mengalihkan topik, Woo Jin menunjukkan foto Seo Hyun, apa Ho Won kenal pria ini? Tentu saja. Apa Ho Won minta bantuannya agar dia bisa masuk perusahaan? Apa? Tidak, orang ini cuma seorang dokter.


Beberapa saat kemudian, Ho Won keluar dengabnn langkah lemas. Sial sekali dia, kenapa rumah itu harus rumahnya Woo Jin.

Woo Jin keluar ke balkon untuk menikmati bir dan melihat Ho Won berjalan dengan kepala tertunduk lesu. Dia jadi penasaran dengan ucapan Ho Won tadi, jika dunia ini tidak adil lalu kenapa dia musti bertanggung jawab atas kesalahan atasannya.

Tapi kemudian dia melihat Ho Won berputar-putar dan menari-nari saking bahagianya. Woo Jin ikut tersenyum melihat kebahagiaannya.


Keesokan harinya, semua orang kaget melihat Ho Eon masuk kantor lagi. Dia dipekerjakan kembali. Woo Jin datang tak lama kemudian dan langsung menyuruh Ji Na kenruangannya.


Tak ayal dia langsung mengkonfrontasi perbuatan Ji Na yang tidak bertanggungjawab. Bagaimana bisa dia mempercayai Ji Na mulai sekarang. Dia tidak menanyakan apapun pada Ho Won dan tidak akan pula mengungkit hal ini lagi biar tidak mempermalukan Ji Na. Tapi mulai sekarang, dia akan selalu mengawasi Ji Na. Dia tidak akan mengampuni kesalahan seperti ini lagi.


Ho Won dengan bangga menempatkan kembali papan namanya di meja. Kedua temannya penasaran, apa yang terjadi. Ho Won mengaku kemarin Woo Jin meneleponnya dan menyuruhnya kerja lagi karena adanya kesalahpahaman.

Asisten Lee datang tak lama kemudian sambil menghapal Bahasa Mandarin. Sama seperti yang lain, dia juga kaget melihat Ho Won. Baru kali ini ada karyawan sementara yang dipekerjakan kembali setelah dipecat.

"Kau memang sosok ikonik kebangkitan."


Keluar dari ruangannya Woo Jin, Ji Na dan Ho Eon bicara berdua di pantry. Ji Na meminta maaf atas perbuatannya, tapi kenapa Ho Won mau menanggung kesalahan.

Ho Won mengaku karena dia mengetahui hubungan Ji Na dan Ki Taek karena tak sengaja melihat foto Ji Na didalam dompetnya Ki Taek. Dia rela menggantikan Ki Taek yang tadinya ingin melindungi Ji Na. Tapi dia ingin hal ini dirahadiakan dari Ki Taek.

Ji Na jadi curiga, "Apa kalian... pacaran?"

"Aku melakukannya sebagai rasa terima kasih padanya."


Para pria masuk pantry tak lama kemudian. Asisten Lee memberitahu mereka bahwa semua karyawan sementara harus ikut serta dalam aktivitas sebagai relawan hari minggu ini. Dia tidak bisa ikut jadi mereka yang harus menggantikannya.

Ji Na sudah bisa menebak kalau Asisten Lee mau bolos lagi. Tapi Asisten Lee menyangkal, Neneknya sakit jadi sebagai anak tertua dia wahib menjenguknya. Tapi Ji Na sama sekali tak mempercayainya, dia malah sudah hapal dengan semua Nenek dan Kakek yang pernah Asisten Lee sebagai alasannya untuk bolos. Asisten Lee tidak terima dituduh seperti ini, dia ini MV-nya Hauline.

"Hyung, MV itu apa?" bisik Kang Ho.

"Nama merek mungkin," kata Ki Taek.

"Merek? Heol! MV itu pekerja sukarela andalan yang selalu ada tiap dibutuhkan. Dia berkontribusi dalam lingkungan masyarakat," ujar Asisten Lee.

"Omong kosong. Izin langsung saja pada GM Seo kalau kau mau bolos."



Seo Hyun datang tak kama kemudian. Ho Won sontak menyapanya antusias, sedang apa dokter disini. Seo Hyun mengaku mau bertemu Woo Jin. Tuan Park keluar dari ruangannya saat itu sambil nyerocos tapi langsung terdiam saat melihat Seo Hyun. Keduanya hanya saling menundukkan kepala secara formal.

Woo Jin keluar menyambutnya tak lama kemudian. Seo Hyun menyapa Tuan Park dan mengklaim kalau Tuan Park adalah pasiennya yang memperkenalkan produk Hauline padanya waktu dia pertama kali membuka rumah sakitnya. Dia datang kemari hari ini karena Woo Jin meminta bantuannya terkait acara pekerjaan sukarela.


Dia kemudian rapat di ruangannya Woo Jin. Ji Na langsung memanfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan dirinya dan memberikan kartu namanya pada si dokter ganteng.

"Ah, kau asisten manager tim marketing. Berarti kau satu tim dengan Eun Ho Won-ku."

Senyum Ji Na langsung menghilang seketika mendengar kata 'Eun Ho Won-ku' itu.


Woo Jin menjelaskan pekerjaan sukarela mereka adalah menyumbangkan furnitur mereka pada fasilitas umum di daerah terpencil dan juga layanan medis yang bekerja sama dengan rumah sakitnya Seo Hyun.

Sementara Seo Hyun mempelajari dokumennya, Manager Heo terus memperhatikannya. So Hyun menyukai proposal itu dan berjanji akan mengajak rekan dokternya untuk bergabung.

"Anda pasti sibuk, terima kasih karena sudah meluangkan waktu."

"Tidak. Aku yang malah berterimakasih karena kalian mengajakku dalam proyek ini. Kalian saja rela meluangkan waktu akhir pekan kalian untuk acara ini. Kalian semua memang semangat bekerja, yah."


Setelah rapat usai, Ho Won mengantarkan Seo Hyun keluar. Dia benar-benar senang dengan keikutsertaan Seo Hyun. Tadinya dia sebel karena diwajibkan ikut. Seo Hyun sudah dengar dari Tuan Park kalau Ho Won dipecat baru-baru ini. Sepertinya dia harus membantu Ho Won.

Ho Won meyakinkan Seo Hyun untuk tidak mengkhawatirkannya, dia dipecat karena kesalahannya sendiri. Lagipula sekarang dia sudah bisa kerja kembali.

"Kau harus cerita padaku kalau ada masalah. Siapa tahu aku bisa membantumu."

"Terima kasih, aku jadi terharu."

"Aku serius. Ayo antar aku kedepan."


Setibanya kembali ke kantor, Seo Hyun ditelepon Tuan Park. Seo Hyun cemas karena Woo Jin lah yang mendatanginya duluan dan karenanya, lebih baik mereka tidak usah saling bertemu secara langsung mulai sekarang.

 

Manager Heo penasaran dengan kedatangan Seo Hyun tadi, apa sebenarnya yang terjadi. Woo Jin mengaku kalau ada yang ingin dia pastikan. Awalnya dia kira kalau Seo Hyun itu pencari tenaga kerja, tapi dari yang dia dengar, Seo Hyun itu hanya seorang dokter.

Flashback,
 

Woo Jin mendatangi Seo Hyun di rumah sakitnya. Seo Hyun mengaku kalau dia banyak mendengar tentang Woo Jin karena dia dan Ho Won cukup dekat. Woo Jin penasaran, bagaimana awalnya mereka berdua bertemu. Ho Won bilang kalau mereka pertama kali bertemu saat mengirim furnitur ke rumah sakit ini.

Memang, tapi sebenarnya pertemuannya dengan Ho Won bukan pada saat itu. Ho won tidak boleh tahu tentang ini, tapi sebenarnya mereka pernah bertemu sebelum itu. Dia mengaku kalau dia dulu dokter di sebuah rumah sakit universitas. Itulah pertama kalinya dia bertemu Ho Won.

"Maksud anda, dia pasien darurat anda?"

"Itu informasi pribadi, jadi saya tidak bisa memberitahu. Pokoknya takdir kami berdua sangat spesial. Tapi Ho Won tidak ingat kalau aku adalah dokternya. Jadi jangan beritahu dia soal ini."

Flashback end.


Manager Heo mengerti maksud Woo Jin, dia menggunakan alasan pekerjaan sukarela ini untuk mencari tahu Seo Hyun itu orang seperti apa.

Woo Jin membenarnya, itulah niat utamanya. Tapi Seo Hyun memang membuatnya penasaran, sepertinya ada yang aneh darinya. Manager Heo berjanji akan mencoba mencari tahu tentangnya.


Setelah Manager Heo keluar, Woo Jin mengintip Ho Won dari ruangannya. Dia jadi penasaran dengan ucapan Seo Hyun, kenapa dulu Ho Won masuk ke UGD.


Asisten Lee membawa Ho Won menemui seorang wanita istri dari GM yang sudah pensiun sekaligus agen asuransi.

Setelah Asisten Lee pergi, wanita itu langsung memperkenalkan namanya adalah Choi Seon Nyeo lalu ceramah panjang lebar tentang pentingnya asuransi kesehatan dan mahalnya biaya pengobatan.  Tentu saja tujuan utamanya adalah menjual asuransi pada Ho Won.

Untuk semakin meyakinkan Ho Won, dia juga menunjukkan film sedih tentang hidup seorang pria yang menderita kanker dan miskin. Tapi berkat asuransi yang dia tawarkan, hidup pria itu berubah. Dia mendapatkan uang asuransi dalam selang waktu 3 bulan setelah daftar, laku berobat dan sekarang hidup bahagia dan berkecukupan.


Dia meyakinkan Ho Won bahwa Ho Won tidak akan perlu lagi mengkhawatirkan uang kesehatan hanya dalam waktu 3 bulan setelah dia menandatangi dokumennya.

"Bagaimana kalau aku mati?"

"Bayarlah 150 ribu won per bulan dan kau akan mendapatkan 100 juta won kalau kau meninggal. Itu bukan jumlah yang sedikit, kan? Uang itu bisa membantu keluargamu. Bagaimana? apa kau mau menandatanginya sekarang?"

Ho Won sepertinya mulai tertarik, "Aku bisa dapat uang asuransunya jika aku tidak ke rumah sakit selama 3 bulan, kan?"


Malam harinya, Ho Won bertanya-tanya apakah Hyo Ri punya asuransi? Tidak, lebih baik dia menabung saja, siapa yang tahu kapan dia akan dapat uang asuransinya.

Kalau saja dia tahu kapan dia akan mati, dia mungkin akan ikut 10 asuransi dengan begitu uang yang akan dia dapatkan makin besar. Tapi, uang tidak akan berguna kalau kita mati. Orang yang meninggal hanya akan dikasihani. Kesal mendengar ucapan Hyo Ri itu, Ho Won langsung menyenggolnya keras.

Setelah menatapnya ragu beberapa saat, Ho Won sudah hampir menandatangi dokumen asuransi itu. Tapi pada akhirnya dia memutuskan untuk memikirkannya lebih lama.


Gara-gara Seo Hyun akan ikut dalam acara itu, Tuan Park akhirnya memutuskan untuk ikut juga dan terpaksa harus pakai rompi seragam warna hot pink yang membuatnya langsung menggerutu.

"Memangnya aku ini nenek-nenek yang mau piknik apa? Menyebalkan. Karena anaknya ketua ikut, aku jadi tidak bolos. Padahal firasatku mengatakan kalau aku bisa menang main golf hari ini."

Tapi tiba-tiba dia punya ide bagus.


Gara-gara Tuan Park ikut, Asisten Lee juga terpaksa harus ikut. Nyebelin, kenapa juga dia harus melihat atasannya pada akhir pekan.

 

Ki Taek berdecih sinis mendengar gerutuan Asisten Lee, dia juga malas melihat wajah Asisten Lee di akhir pekan.

"Tapi rompi ini membuat semua orang terlihat sama. Tidak ada diskriminasi terhadap karyawan sementara," tutur Ho Won.

"Benar juga."


Sebelum berangkat, semua orang foto grup terlebih dulu. Tapi Tuan Park memberitahu Asisten Lee kalau dia tidak mau naik bis dan lebih memilih naik mobil sendiri. Manager Heo langsung nimbrung minta ikut ke mobilnya Tuan Park.

Woo Jin muncul belakangan dan langsung berdiri di sebelahnya Tuan Park yang sontak merasa gengsi karena kalah tinggi dari Woo Jin dan langsung berjinjit untuk menyamakan tinggi mereka.


Ketiga karyawan kontrak berdiri paling belakang dan hampir tidak kelihatan. Tuan Park langsung memanfaatkan saat itu untuk menyuruh yang tinggi-tinggi untuk mundur. Woo Jin pun langsung menyeret Ho Won berdiri di sebelahnya.

Setelah semua posisi sudah oke, fotografer pun mulai memotret mereka dengan berbagai gaya.


Setelah foto-foto, mereka lalu naik bis. Tapi saat Ho Won hendak naik ke kursinya, dia malah keduluan dua orang lainnya.

Terpaksa dia harus kedepan  untuk mencari kursi kosong. Tapi satu-satunya kursi koaong yang tersisa hanya di sebelahnya Woo Jin. Ho Won jelas risih, tapi bis sudah harus berangkat, terpaksalah dia harus duduk di situ.


Dalam perjalanan, Ho Won melihat Woo Jin tertidur. Dia langsung iseng menyentuh lengan Woo Jin. Tapi Woo Jin ternyata tidak tidur, malah bertanya  apakah Ho Won pernah sakit parah? Apa dia pernah masuk UGD? Ho Won menyangkalnya.

"Apakau sudah lama kerja paruh waktu sebagai pembantu?"

"Aku kadang melakukannya kalau ada waktu dan mereka membutuhkan orang pengganti. Tapi banyak orang yang tidak menyukaiku karena mereka pikir aku terlalu muda."

Ho Won mengalihkan topik membahas tirainya Woo Jin. Tapi Woo Jin langsung menyelanya dan nyerocos panjang lebar, mengklaim kalau itu pemberian temannya bla-bla-bla.

Ho Won tersenyum geli, "Aku cuma mau bilang kalau fotomu bagus."


Ji Na sedang asyik pakai lipstik tapi tak sengaja dia menjatuhkannya. Dia hendak mengambilnya saat bis hampir saja bertabrakan dengan mobil yang lewat begitu saja dari belokan.

Supir bis sontak banting setir untuk menghindari tabrakan dan membuat bis jadi oleng karenanya. Semua orang sontak terbanting-banting. Kepala Ho Won sampai kejedot gara-gara belokan mendadak itu. Woo Jin langsung sigap merentangkan tangannya untuk melindungi Ho Won.

Ki Taek melihat Ji Na terbentur-bentur di lantai bis. Kontan dia langsung menghampiri Ji Na dan melindungi Ji Na dari segala benturan.

Bis itu terus bergerak liar hingga akhirnya Supir berhasil mengendalikan laju bis dan berhenti ditengah jalan.

Bersambung ke part 2

1 comments:

keren sinopsisnya, drama ini lebih seru daripada perfect wife

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon