Powered by Blogger.

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 3 - 1

Images Credit by JTBC



Si mungil Bong Soon terjebak diantara kedua pria yang saling memperebutkannya, yang satu mau membawanya pulang dan yang satu memaksanya tetap tinggal. Min Hyuk tidak terima, Gook Du punya hak apa mau membawa Bong Soon pergi? Apa dia punya surat perintah?

Bong Soon adalah temannya, jadi dia tidak bisa membiarkan Bong Soon menghabiskan malam bersama pria yang tidak dia kenal. Kalau begitu Gook Du menginap saja di sini, usul Min Hyuk. Bong Soon tidak setuju. Gook Du langsung menggandeng Bong Soon pergi, tapi Min Hyuk cepat menghentikannya dan mengingatkan Bong Soon untuk memisahkan urusan pribadi dan profesional.


Kesal, Gook Du langsung membalik ucapan Min Hyuk itu ke Min Hyuk sendiri lalu nyerocos panjang lebar tentang undang-undang buruh yang tidak boleh dipekerjakan lebih dari 8 jam per hari atau Min Hyuk akan didenda 10 juta won. Min Hyuk santai menyodorkan kedua tangannya, tahan saja dia.

Berusaha meredakan suasana, Bong Soon beralasan pada Gook Du kalau ada yang harus dia lakukan di sini hari ini, dia tidak bisa bilang apa karena ini rahasia perusahaan. Gook Du malah jadi tambah penasaran dengan keanehan ini. Bong Soon selalu seperti ini dulu saat masih sekolah dan sampai sekarang pun begitu. Dia selalu tidur di kelas setiap kali mereka mau ujian tapi dia selalu begadang dan belajar sepanjang malam di perpus.


Apa Bong soon sudah menelepon Ibunya? Belum. Kalau begitu Gook Du akan meneleponnya, kalau Ibu Bong Soon tidak mengizinkan maka dia akan membawa Bong Soon pergi. Gook Du pun menelepon Ibu dan melaporkan masalah ini.

Ibu malah kegirangan mengira "Jadi dia mau tidur... err, berjaga sepanjang malam dengan CEO itu?"

"Iya, benar"

"Oh, kurasa dia sangat berdedikasi pada pekerjaan barunya. Itu yang paling kuinginkan. Biarkan saja dia. Tapi apa yang kau lakukan di sana? Jangan bekerja terlalu keras, cepat pulang sana! Bukankah kau sibuk. Ada kasus di lingkungan kita kenapa kau mengurusi kehidupan cinta... maksudku, kehidupan profesional Bong Soon?"


Gook Du cuma bisa melongo bingung lalu menyerahkan teleponnya ke Bong Soon. Ibu langsung menyuruh Bong Soon melakukan yang terbaik malam ini. Apapun yang terjadi malam ini, anggap saja sebagai takdir. Tidak usah tunggu nanti, bisa jadi perawan tua dia nanti. Suruh saja Gook Du pulang.

 

Ayah dan Bong Ki benar-benar tak percaya mendengar nasehat aneh Ibu. Ayah tidak suka, cepat suruh Bong Soon pulang. Ibu tidak mau, Ayah ini menghalangi saja. Bong Ki heran kenapa pengawal harus menginap di sana. Berdasarkan pengalaman Ibu, hal-hal penting hanya terjadi pada malam hari.


Tak punya pilihan lain, Gook Du bertanya apa sebenarnya pekerjaan Bong Soon. Min Hyuk males banget menjawabnya, karena inilah dia benci polisi. Mereka selalu menanyakan banyak pertanyaan seolah sedang menginterogasinya. Karena hidup mempertemukan mereka, jadi lebih baik mereka saling memperkenalkan diri dengan benar. Min Hyuk langsung mengulurkan tangan, mengajak salaman.

Gook Du menolak menjabat tangannya dan memberitahu Min Hyuk tentang keterlibatan Bong Soon dalam kasus yang terjadi di lingkungan mereka baru-baru ini. Karena itulah Bong Soon dalam bahaya dan dia tidak bisa meninggalkan Bong Soon pada Min Hyuk, terutama setelah insiden penyerangan Petugas Choi di toilet.

Bong Soon menjelaskan kalau insiden itu tidak ada hubungannya dengan kasus pembunuhan dan penyerangan itu. Orang yang menyerang Petugas Choi adalah orang yang punya dendam pada Min Hyuk. Kalau begitu ada lebih banyak alasan bagi Bong Soon untuk tidak tinggal di sini.

Gook Du ingin menginterogasi Min Hyuk sebagai saksi atas insiden itu, tapi Min Hyuk tidak mau. Petugas Choi kan akan diperbolehkan pulang besok, dia akan mendukung pernyataannya. Kalau begitu Gook Du menyuruh Min Hyuk datang ke kantor polisi besok. Oke, dia mau tidur kalau begitu.


"Aku akan senang sekali kalau kau menginap juga," goda Min Hyuk sambil menyentuh dada Gook Du dengan gaya menggoda dan mengedip seksi.

Bong Soon sontak mendelik shock, teringat bisikan Sekretaris Gong waktu itu. Dia heran kenapa Min Hyuk menginginkan penagwal perempuan alih-alih laki-laki dan Sekretaris Gong berkata biar tidak ada yang mengira kalau Min Hyuk itu gay. wkwkwk.


Gook Du masih penasaran dan khawatir, kenapa seorang sekretaris musti menginap di rumah bosnya. Bong Soon meyakinkannya untuk tidak cemas, dia bukan orang sebodoh itu kok. Dia langsung menyeret Gook Du keluar, tapi Gook Du terlebih dulu dia membekali Bong Soon dengan pager darurat di tangannya dan mengingatkan Bong Soon untuk menekan tombolnya kalau terjadi sesuatu maka polisi di sekitar sini pasti akan langsung datang.


"Pastikan kau memencetnya segera jika dia berusaha melakukan sesuatu, mengerti? semua pria itu ANJ*NG!"

"Jangan merendahkan anjing"


Bong Soon lalu mencari Min Hyuk tapi dia tidak ada di kamarnya. Loh! Dimana dia? Bong Soon berkeliling sampai dia menemukan ruang wardrobe mewah yang pastinya bakalan membuat siapapun yang melihatnya terkagum-kagum.


Tapi ada sesuatu yang paling menarik perhatiannya. Di belakang salah satu lemari, tampak ada sebuah lukisan seorang wanita memakai hoodie dan hanya terlihat sebagian wajahnya. (Oooh, dia mengingat orang yang menyelamatkannya dari kecelakaan bis).


Yang paling mengagumkan, lukisan itu tiba-tiba bergeser, menunjukkan sebuah lift rahasia di belakangnya. Bong Soon masuk kedalamnya sambil mengoceh kagum dan dia langsung dibawah turun ke ruang permainan. Berbagai macam game ada di sana. Tempat apa ini? Penjara bawah tanah, ujar Min Hyuk, tempat dimana semua karakter game-nya tercipta.

"Ini tempat bermainku, selamat datang"

"Orang-oarang kaya melakukan hal yang paling menyebalkan!" gumam Bong Soon lirih

"Apa kau sedang menghinaku?"


Tidak kok, mana mungkin, sangkal Bong Soon. Min Hyuk langsung mengalihkan topik, memberitahu Bong Soon tentang identitas si pengendara motor. Namanya Jung Joon Tae, tinggal di Apartemen Chowon kamar 103. Bong Soon langsung semangat, ayo tangkap dia sekarang.

Tapi Min Hyuk mencegahnya, "Malam ini... lebih baik kita tinggal bersama dan saling melindungi. Kita pergi besok saja"


Melihat kalung di leher Bong Soon, Min Hyuk langsung sinis, mengira itu kalung pemberian Gook Du. Bong Soon menyangkal, ini pemberian Ayahnya sebagai hadiah kelulusan. Berhentilah kepo tentang kehidupan pribadinya.

"Terserah. Ayo tidur"

"HAH?"


Dia cuma mau mereka tidur dalam satu ruangan yang sama, dia kan sudah bilang jangan berharap yang aneh-aneh. Tapi tetap saja, bagaimana bisa mereka tinggal sekamar? Dia bukan cewek semacam itu. Yang benar saja, Min Hyuk sudah bilang kalau dia takut.

Min Hyuk langsung menyeretnya ke ruang belakang dan mendudukkannya di sofa. Bong Soon heran kenapa musti tidur di sini padahal di atas ada banyak ruangan yang lebih baik. Tentu saja Bong Soon tidak akan mengerti, dia tidak pernah mendapatkan telepon ancaman saat dia bangun tidur. Orang yang hidupnya simple seperti Bong Soon tidak akan bisa mengerti kerumitan hidupnya. Bong Soon tidur saja di sofa sementara dia akan tidur di kantong tidur.



Bong Soon menatapnya sinis sebelum akhirnya dia berbaring sambil menggerutu sebal. Min Hyuk mematikan lampunya, tapi seketika itu pula Bong Soon dibuat semakin kagum. Langit-langit ruangan itu seketika menyala dalam gelap, memperlihatkan gemerlap bintang-bintang yang bersinar dengan begitu indah.


"Waktu aku masih kecil, aku membaca buku yang berkata bahwa saat orang meninggal dunia maka mereka akan jadi bintang. Aku mempercayainya," ujar Min Hyuk

"Aku membaca buku yang berkata kalau saat orang meninggal dunia, mereka akan jadi hantu dan menghantui orang-orang (Pfft!). Bagaimana bisa orang jadi bintang?"

"Karena itu adalah satu-satunya cara bagiku untuk melihat Ibuku setiap malam"


Bong Soon terkejut mendengarnya, Ibu kandungnya Min Hyuk sudah meninggal dunia? Min Hyuk bercerita saat dia berumur 6 tahun, Ibunya membawanya ke rumah Ayahnya sebelum Ibunya meninggal dunia.

Saat itu, Kakak tertua dan ketiganya mengurungnya di lemari. Tapi alih-alih ketakutan dan trauma, lama kelamaan dia malah mulai merasa nyaman didalam lemari. Tidak ada yang menganggunya dan dia juga bisa tidur nyaman.

"Lagipula menyenangkan, kok. Orang jahat tidak akan bisa menemukanku di sini, tidak pula polisi"

Sepertinya Min Hyuk lebih benci polisi daripada penjahat. Itu karena dulu ayahnya seorang gangster, orang yang menghasilkan uangnya dengan tinjunya dan menggunakan uangnya untuk mengakrabkan diri dengan polisi, dia bahkan punya hubungan baik dengan jaksa. Menurut Min Hyuk, Ayahnya itu melakukan banyak hal jahat tapi anehnya tak pernah masuk penjara. Dia tidak pernah bertemu dengan polisi yang baik.


"Tapi ada banyak juga polisi baik di luar sana"

Min Hyuk heran. Bagi Bong Sun, apa sih yang paling menarik dari si polisi itu? Berapa lama Bong Soon bertahan dengan cinta bertepuk sebelah tangannya itu? Bong Soon termenung, mengingat pertemuan pertamanya dengan Gook Du saat dia kelas 6 SD.

Flashback,


Gook Du dulunya adalah anak pindahan dari Gangnam. Bu guru memperkenalkannya sebagai murid paling pintar di sekolah lamanya. Bong Soon ketiduran dan baru bangun saat teman-temannya bertepuk tangan menyambut Gook Du. Begitu melihat Gook Du, dia langsung terpesona dan jatuh cinta pada pandangan pertama.

Gook Du pun disuruh duduk di sebelah Bong Soon. Bong Soon langsung berpaling malu saat Gook Du menatapnya dan sapaan pertama Gook Du padanya, "Err... ada iler di situ." (hahahaha)


Bong Sun hanya berani mengaguminya dari belakang. Diam-diam dia sering menonton Gook Du bermain piano saat kelas kosong. Dan itu terus berlangsung sampai mereka SMA. Dia cemburu setiap kali gadis-gadis terang-terangan menonton Gook Du bermain piano dan pura-pura ngelap kaca jendela hanya untuk menghalangi pandangan mereka. Tapi pada akhirnya yang bisa dilakukannya hanyalah memedam perasaannya.

Flashback end.


Bong Soon berkaca-kaca mengingat kenangan itu. Gook Du adalah satu-satunya orang yang membuatnya tak berdaya, si brengs*k itu. Gook Du kan tidak pernah minta Bong Soon menyukainya, kenapa malah menyalahkan Gook Du.

Tiba-tiba dia bangkit dan menantang Bong Soon main game VR. Tapi Bong Soon dengan mudahnya mengalahkan Min Hyuk sampai Min Hyuk kalah telak. Bong Soon langsung bersorak kegirangan sambil ngece Min Hyuk.


Dengan isyarat senyum manis dia berucap "GG (Good Game), Bos. Aku mau tidur. Sofa ini milikku dan aku tidak mau mendengar apapun tentang itu. Jadi silahkan nikmati tidurmu di lantai"

Min Hyuk menariknya bangkit, tidak terima minta main satu putaran lain. Bong Sun langsung menyentil kesempatan itu, GG! Min Hyuk berpaling, berusaha meredakan emosinya. Dia cuma berpaling beberapa detik. Tapi begitu menoleh kembali, Bong Soon sudah ngorok.


Bong Soon terbangun keesokan paginya tapi malah mendapati Min Hyuk tidur tepat di sisinya. Sontak dia bangkit sambil memekik shock dan membuat Min Hyuk terjatuh ke lantai. "Apa yang kau lakukan? Kenapa kau naik kesini?!"

"Kau keras kepala sekali. Aku naik karena lantainya dingin. Apa kau tahu betapa takutnya aku?"

"Takut apa?"

"Kalau kau akan melompat ke aku! Masak sana! Kita harus keluar sepanjang hari jadi masaklah yang enak"


Beberapa saat kemudian, Min Hyuk terperangah menatap beberapa macam makanan sudah siap tersaji di meja makan. Jangan menatapnya seolah dia merasa tersentuh begitu. Ibu Bong Soon orang yang bossy jadi dia sering masak sejak kecil.

Tersentuh, nggak tuh. Semua makanan ini tidak ada yang menyehatkan tapi dia akan tetap menghormati orang yang memasaknya, jadi dia akan memakannya demi Bong Soon. Tidak usah dimakan kalau begitu! Kelak Min Hyuk pasti akan membuat istrinya jadi gila. Ehm, tapi Min Hyuk tidak perlu mengkhawatirkan masalah itu, iya kan? (masih mengira Min Hyuk gay)


Kesal, Min Hyuk langsung menggoda Bong Soon dengan menyinggung bokong seksi 'temannya Bong Soon' itu. Dia punya bokong yang indah dan bulat seperti apel. "Aku suka pria dengan bokong indah."

Kesal, Bong Soon langsung menancapkan sumpit dengan kekuatan supernya sampai sumpit itu menembus meja. Min Hyuk sampai gemetaran dan terbatuk-batuk saking shock-nya.


Setelah itu, mereka pergi untuk menangkap si penjahat itu. Min Hyu harus mencari tahu apa motif si penjahat dengan cara menyiksanya. Dia sendiri yang akan melakukannya biar Bong Soon tidak minta tambah gaji. Begitu tahu motif si penjahat, dia akan mengurusnya sendiri tanpa perlu ada campur tangan polisi.

Lalu apa yang akan Min Hyuk katakan saat mereka ke kantor polisi nanti? Tentu saja Min Hyuk hanya akan mengatakan hal-hal yang berkaitan bagi si polisi itu. Kalau begitu caranya, Min Hyuk akan membuat mereka mengira kalau pelaku di Dobong-dong dan pelaku yang menyerang Min Hyuk adalah orang yang sama. Min Hyuk tidak yakin, lihat saja kemana Gook Du akan membawa investigasinya ini.


Gook Du sedang menginterogasi Petugas Choi. Menurut Petugas Choi, orang yang menyerangnya itu kurang ahli dalam menggunakan pisau dan yang pasti, tujuan orang itu bukan untuk membunuhnya, apalagi si pelaku melarikan diri karena lebih terkejut melihat darahnya.

Dia masih ingat wajahnya dengan baik. Gook Du pun memperlihatkan wajah dokter gadungan yang menculik Nona Kim. Tapi Petugas Choi bilang bukan dia orangnya. Orang yang menyerangnya lebih tua daripada dokter gadungan itu dan wajahnya terlihat kasar.


Bong Soon mendatangi rumah Jung Joon Tae, pura-pura jadi tetangga yang mengeluhkan suara berisik mesin cucinya. Joon Tae menyangkal, dia mau menutup pintu tapi Bong Soon menahannya dengan kekuatannya lalu membuka paksa pintunya dan menerobos masuk. Min Hyuk santai menunggu tak jauh di sana.

Joon Tae jelas curiga, apa dia beneran tetangganya. Bong Soon menyangkal. Dia memperkenalkan namanya lalu menanyakan kepemilikan motor bernomor plat Seoul, Sungdong 4458. Joon Tae membenarkannya, Bong Soon pun langsung mengajaknya keluar sebentar, ada yang mau dia tanyakan tentang motor itu.


Joon Tae langsung menampik tangannya, semakin curiga. Dia bahkan mulai menakuti Bong Soon dengan menyentuh pipi Bong Soon. Kesal, Bong Soon langsung menampik tangan Joon Tae. Dia cuma menampik ringan, tapi tangan Joon Tae sontak terpukul ke wajahnya sendiri dengan sangat keras sampai dia langsung pingsan. Bong Soon sampai shock sendiri dibuatnya.


Bong Soon akhirnya keluar tak lama kemudian sambil menyeret Joon Tae dengan hanya memakai satu tangan. Min Hyuk tercengang ketakutan melihatnya. Mereka hendak membawanya keluar, tapi Min Hyuk melihat ada dua orang ahjumma baru datang. Mereka pun bergegas membawanya naik ke atap.

Joon Tae tersadar tak lama kemudian, tapi Min Hyuk melarang Bong Soon mendekatinya. Joon Tae harus tetap sadar biar bisa menjawab pertanyaannya. Bong Soon punya ide, lalu mengikat tangan Joon Tae. Sementara Min Hyuk mencari kursi, Bong Soon menempatkan taser di tangan Joon Tae lalu mulai mengikat kedua kaki Joon Tae.


Dia mengikatnya dengan keras sampai Joon Tae kesakitan, dia bergerak karenanya. Bong Soon tak sengaja menengadah tepat saat itu dan sontak membuat tangan Joon Tae tersenggol. Taser itu pun langsung meluncur ke leher Joon Tae dan kontan membuat Joon Tae kelojotan sampai pingsan.


Bong Soon berusaha melarikan diri tapi Min Hyuk menahannya. Joon Tae tersadar tak lama kemudian dan Min Hyuk langsung menginterogasinya, siapa yang menyuruhnya? Tapi Joon Tae malah mewek.

Motornya itu ternyata dicuri, dia sudah melaporkannya tapi belum ada kabar dari polisi. Itu motor yang didapatnya dengan susah payah dan kerja keras. Bong Soon langsung ikutan mewek dan meminta maaf ke Joon Tae lalu memprotes Min Hyuk. Min Hyuk sendiri stres.


Polisi menginterogasi pria yang merupakan tunangan korban, dia diinterogasi karena dia diduga dia punya motif menyerang korban, mereka bertengkar hebat dan korban bahkan berkata kalau dia mau membatalkan pernikahan mereka. Tapi Kepala Tim yakin bukan dia pelakunya. Dari ekspresi matanya, Kepala Tim yakin kalau pria itu sangat mengkhawatirkan tunangannya.

Yang lain masih yakin kalau kedua kasus dilakukan oleh pelaku yang berbeda. Tapi Gook Du juga tetap yakin kalau kedua kasus dilakukan oleh orang yang sama, dia yakin kalau Nona Kim masih hidup.


Gook Du harus keluar saat itu untuk menginterogasi Min Hyuk dan Bong Soon. Jika pelaku dari kasus Dobong-dong dan kasus penyerangan Petugas Choi berbeda, lalu kenapa Petugas Choi diserang. Min Hyuk menolak menjawab, itu hak pribadinya. Dia akan mengurus masalahnya sendiri.

"Mulai sekarang, aku akan bertanggung jawab atas perlindungan pribadi Do Bong Soon-ssi" tegas Gook Du. Bong Soon sontak bahagia mendengarnya. Min Hyuk masa bodoh, terserah.


Dengan senyum manis, Bong Soon memberitahu Gook Du kalau bosnya ini rada sinting... err, maksudnya kepribadiannya agak unik. Makanya dia punya banyak musuh dan musuh-musuhnya mengira Petugas Choi adalah pengawalnya, makanya Petugas Choi diserang.

"Kalau begitu seharusnya anda mempekerjakan pengawal yang benar!"


"Sudah! Dia... AAARRGGHH!!!"

Bong Soon langsung menginjak ujung jari kakinya Min Hyuk ringan tapi kuat sampai terdengar suara tulang retak. Tidak mengerti kesakitan Min Hyuk, Gook Du terus nyerocos menegaskan Min Hyuk untuk mempekerjakan pengawal yang benar untuk melindungi keselamatan Bong Soon.


Min Hyuk akhirnya keluar dari kantor polisi sambil menyeret sebelah kakinya yang serasa remuk.

Bersambung ke part 2

1 comments:

Terima Kasih chingu sinopsisnya. Ditunggu part 2 nya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon