Powered by Blogger.

Images Credit by tvN
Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 6 - 1

Episode 6: Happy Together.


Min Hyuk protes, kalau seperti ini caranya, sejak awal mending jangan menitipkan Bong Soon padanya. Gook Du tidak pernah 'menitipkan' Bong Soon. Memangnya Bong Soon apaan? Barang titipan? Kenapa juga Gook Du harus mempercayai Min Hyuk. Lagian, dia memang datang untuk menjemput Bong Soon kok.

Bong Soon makin terpesona padanya sampai tak bisa mengalihkan tatapannya dari Gook Du tercinta. Bahkan wajah Min Hyuk di depan mukanya pun tak sanggup mengalihkan perhatiannya. Min Hyuk jadi kesal dan cemburu dibuatnya. Jadilah kedua pria itu saling pelotot-pelototan.


Ketua Tim Polisi marah-marah karena Gook Du malah pergi di saat sibuk seperti ini. Detektif Kim membela Gook Du, dia pun pasti akan cemas karena pelaku sudah 3 kali melihat wajah Bong Soon. 

Sementara itu, dua polisi lain mendatangi Kyung Shim. Mereka mencobai beberapa topeng tapi tak ada satupun yang cocok dengan topeng yang dipakai si pelaku karena topeng si pelaku menutupi seluruh kepalanya.

Ibu asal menduga kalau si pelaku memakai topeng pasti karena dia jelek. Kalau ganteng dia tidak bakalan pakai topeng dan melakukan kejahatannya dengan pede. Karena itulah, Ibu menyarankan mereka untuk mencoret orang ganteng dari kemungkinan sebagai tersangka.


Gook Du bersikeras mau bermalam di sana. Tidur di sofa pun boleh. Bong Soon yang tidak setuju, tidur di sofa pasti tidak nyaman. Min Hyuk protes, terus apa Bong Soon ingin Gook Du tidur sekamar dengannya. Bong Soon jelas tidak setuju. Gook Du setuju-setuju saja selama Min Hyuk tidak keberatan.

"Tentu saja tidak. Kita bisa berbagi ranjang..."

"TIDAK BOLEH!" teriak Bong Soon. Dia tergagap bingung bagaimana harus menjelaskannya. Tapi saat Gook Du ingin mengatakan sesuatu, Bong Soon langsung menyembur, "Dia gay!"

Kedua pria sontak menatapnya kaget. Bong Soon protes ke Min Hyuk, meminta Min Hyuk untuk jujur ke Gook Du biar semua orang tidak salah paham terus kepadanya. Oh, begitu? Oke, biar semua orang tahu maka mari beritahu Gook Du.


"Dia pengawalku," ujar Min Hyuk. Bong Soon sontak mendelik padanya, Min Hyuk balas melotot.

Gook Du jadi bingung, mengira mereka sedang mempermainkannya. Bong Soon dan Min Hyuk menjawab serempak, tidak. Min Hyuk jujur mengaku kalau dia mempekerjakan Bong Soon sebagai pengawal karena dia menerima ancaman setiap malam.

Gook Du tentu saja tidak percaya, tidak mungkin Min Hyuk mempekerjakan wanita lemah seperti Bong Soon jadi pengawal. Min Hyuk mau bicara lagi. Tapi Bong Soon langsung menyela dan beralasan kalau Min Hyuk sengaja tidak menyewa pengawal pria biar dia tidak terus menerus terlibat skandal.

"Dan kau berharap aku akan mempercayai omong kosong itu?"

"Iya," Bong Soon dan Min Hyuk serempak.


Baiklah, anggap saja perkataan mereka benar. Kalau begitu Gook Du mengusulkan agar mereka semua tidur secara terpisah dan meminta Min Hyuk meminjaminya kamar kosong. Tapi permintaan itu malah membuat Min Hyuk kontan berkhayal liar, membayangkan Bong Soon mendatangi Gook Du yang sedang tidur dan mau menciumnya.


Bukan cuma dia, Gook Du juga mulai berkhayal liar. Membayangkan Min Hyuk mendatangi Bong Soon yang sedang tidur dan berusaha mencium Bong Soon dalam tidurnya.


Khayalan Bong Soon lebih liar lagi, membayangkan Min Hyuk mendatangi Gook Du yang sedang tidur dan membelainya mesra. wkwkwk!


Sontak ketiganya langsung menggelengkan kepala, mengusir khayalan liar masing-masing. Ngeri sendiri dengan khayalan liar mereka, mereka pun sepakat untuk begadang dan menghabiskan waktu di luar.


Mereka pun pergi main bilyar. Sementara kedua pria saling berkompetisi, Bong Soon cuma menonton bosan di belakang. Min Hyuk sukses menang telak dari Gook Du dalam bilyar. Tapi Gook Du menang telak dari Min Hyuk dalam game dart. Adil, deh.


Tak terima kalah begitu saja, Min Hyuk mengusulkan permainan lain, kontes minum. Bong Soon langsung lemes mendengarnya. Dia berusaha protes dan menyatakan mau ikut minum juga, tapi kedua pria serempak melarang. Mereka terus minum-minum dan mengisi ulang gelas-gelas mereka.

Sementara Bong Soon cuma bisa menahan emosi. Dia mencemaskan Gook Du, tapi melirik sinis Min Hyuk yang sudah mengusulkan permainan gila ini. Sampai pada suatu waktu, kedua pria sudah mulai teler dan Min Hyuk tak bisa menahannya lagi dan langsung mual saat itu juga.


Di rumah sakit, Ayah memprotes Ibu yang menurutnya terlalu memaksa Bong Soon. Bong Soon cuma memiliki kekuatan super. Bagaimana kalau ada orang jahat yang mengancamnya dengan senjata? Karena itulah Ibu mengirimnya ke rumah Min Hyuk dan Min Hyuk juga setuju kok untuk melindungi pegawainya.

"Kenapa tidak mengirimnya ke Ibumu saja?" tanya Ayah.

"Dia harus bekerja, ingat tidak?"

"Maksudku, bagaimana bisa kau membiarkan wanita dewasa bermalam di rumah pria?"

Min Hyuk kan gay. Tapi Kyung Shim merasa kalau Min Hyuk tidak gay. Soalnya waktu di diskotik, dia melihat sendiri bagaimana mata Min Hyuk jelalatan memandangi para cewek. Ibu senang sekali mendengar itu, tapi Ayah jelas panik. Ibu memperingatkan Ayah untuk menurutinya saja jika Ayah memang menginginkan yang terbaik bagi Bong Soon.


"Jangan bersikap egois dan menyia-nyiakan usahaku!" bentak Ibu.

"Aku percaya pada anakku, tapi aku tidak bisa mempercayai orang itu"

"Aku berharap calon menantu kita menghabiskan malam pertama yang menyenangkan bersamanya"

Ayah sungguh tak percaya mendengarnya, "Apa? Calon menantu? Malam pertama?"


Nyatanya, malam pertama Min Hyuk malah tidur di atas meja bilyar sambil berpelukan dengan Gook Du. LOL. Bong Soon kembali dari toilet tak lama kemudian. Setelah memastikan penjaga sedang ketiduran, dia langsung menarik kedua pria itu bangun dan menggotong mereka masing-masing di kedua pundaknya.

Dia menggotong mereka sambil menggerutu kesal lalu berhenti di tengah jalan. Min Hyuk dia dudukkan sembarangan sementara Gook Du dia dudukkan dengan lembut. "Gook Du, aku akan membelikan sesuatu untuk menghilangkan mabukmu. Tunggu sebentar, yah?" pamit Bong Soon sambil menepuk sayang kepala Gook Du.


Tapi saat dia baru pergi, dua orang pria lewat dan langsung punya pikiran jahat melihat kedua pria mabuk itu, mencuri uang mereka. Mereka seolah dapat harta karun saat melihat isi dompetnya Min Hyuk. Saat pria pertama tengah merogoh bajunya Gook Du, Bong Soon kembali.
Tentu saja mereka meremehkan Bong Soon dan santai kembali merogoh bajunya Gook Du. Pria kedua malah seenaknya kurang ajar pada Bong Soon. Pria pertama menemukan kartu ID-nya Gook Du dan langsung mendesis sebal, mereka memutuskan mau langsung pergi saja.

Tapi Bong Soon mencegah mereka dan memperingatkan mereka untuk mengembalikan dompet itu. Pria kedua semakin kurang ajar bahkan menampar Bong Soon dan merangkulnya. Habis sudah kesabaran Bong Soon, dengan senyum manis dia memegang tangan pria itu lalu melemparnya ke tong sampah.


Shock, pria pertama mencoba menyerang Bong Soon dengan tongkat kayu. Tapi apalah dayanya melawan super woman, Bong Soon dengan mudahnya mematahkan tongkat kayunya, memelintir tangannya, menendang itunya dan membuatnya melayang jauh. Tanpa mereka sadari, Baek Tak dan anak buahnya, Agari, heboh menonton kehebatan Bong Soon tak jauh dari sana.

"Dia sebenarnya siapa?" Baek Tak heran.

"Vampir?" duga Agari. hahaha.


Sambil menatap kedua pria teler di jok belakang itu, Bong Soon menggerutu sinis "Apa? Kau akan melindungiku? Hah! Lindungi, jidatku!"
Sesampainya di rumah, Bong Soon mendudukkan mereka berdua di sofa. Min Hyuk dia baringkan dengan asal sementara Gook Du dia baringkan dengan lembut, bahkan kakinya Gook Du dia naikkan ke atas tubuhnya Min Hyuk.


Mobil polisi patroli di sekitar Dobong-dong. Juga 3 orang anak buahnya Baek Tak. Tapi mereka sendiri menakutkan dan membuat para wanita muda yang lewat jadi ketakutan.

Melalui rekaman CCTV, polisi di ruang kontrol melihat ada mobil sedan lain yang tampak mengikuti mobil patroli mereka. Tapi mereka tidak curiga, dan menduga kalau itu mungkin mobil polisi dari tim lain.


Mereka sama sekali tidak curiga kalau itu adalah mobilnya si pelaku. Malah saat itu, dia sengaja membuntuti seorang apoteker yang baru saja pulang. Tapi kali ini si pelaku belum berani bertindak melihat banyaknya patroli dari tim polisi dan geng-nya Baek Tak.


Min Hyuk terbangun dan mendapati dirinya tergeletak di lantai begitu saja sementara Gook Du tidur nyaman dan berselimut hangat di atas sofa. Wah, Min Hyuk berani sekali Bong Soon melakukan ini padanya. Gook Du dia selimuti segala sementara dia malah ditelantarkan di lantai. Tak terima, dia langsung merebut selimut dan bantalnya kembali.

Teringat wanita ber-hoodie misterius beberapa tahun silam, Min Hyuk membuka kamar Bong Soon dan memandangi wajahnya. Mungkin dia berpikir kalau Bong Soon mungkin wanita ber-hoodie yang wajahnya hampir kelihatan itu. Tapi dia cepat-cepat mengenyahkan pikiran itu, tidak mungkin.


Baek Tak dan Agari mengawasi di depan rumah Min Hyuk. Baek Tak sendiri sudah ngantuk walaupun dia berusaha keras untuk terus melek. Anak buahnya menduga kalau Bong Soon sepertinya menginap di rumah Min Hyuk. Kalau begitu, Baek Tak memutuskan untuk pulang saja.


Keesokan harinya, Ibu kembali ke rumah sakit dan menyuruh Ayah pergi kerja. Dia membuat bubur abalone dan menyuruh Ayah menyerahkannya untuk Bong Ki. Lalu bagaimana dengan Ayah? Ibu sinis, Ayah sarapan saja di toko kelontong.

"Aku penasaran apakah calon menantuku tidur nyenyak. Gadis bodoh. Seharusnya dia membuatkan sarapan untuknya. Dia tidak boleh tidur sampai siang seperti biasanya. Aku jadi khawatir."

Kyung Shim dengar Gook Du juga ada di sana. Apa?! Ibu kaget. Ayah sih senang, lega putrinya ada yang menjaga. Ibu yang kesal menggerutui Gook Du dan mengatainya bodoh. Seharusnya dia menangkap penjahat saja. Dia sendiri yang menyarankan Bong Soon tinggal di sana, kenapa dia malah ikut tidur di sana? Aigoo, tidak ada yang akan memberinya penghargaan atas kerja kerasnya itu!


Di meja makannya Min Hyuk, kedua pria duduk berdampingan dengan canggung. Sementara di meja, Bong Soon sudah menyiapkan berbagai macam sup dan side dish untuk mereka. Dia sendiri cuma makan roti dan coklat. Sumpit yang ditancapkan Bong Soon di meja, sekarang sudah dikasih bendera Korea. Min Hyuk beralasan kalau dia sangat menjunjung tinggi rasa cintanya untuk negeranya bahkan saat sedang makan.

"Semalam bagaimana kita pulang?" tanya Gook Du.

"Huh? Kau berjalan kemari dengan kakimu sendiri. Kau tidak ingat?" alasan Bong Soon.

Bong Soon mau membuka botol selai, tapi dia sengaja pura-pura lemah biar Gook Du membukakannya untuknya. Min Hyuk cuma bisa melongo melihat lebay-nya Bong Soon.


Kedua pria lalu saling mengklaim siapa yang menang semalam. Kesal, Gook Du bertanya-tanya apakah Min Hyuk sungguh seorang gay. Dia menolak menjawab masalah pribadinya.

"Kalau begitu kalian berdua tidak boleh bersama-sama," tegas Gook Du.

"Kalian berdua juga tidak boleh."

"Kalian berdua juga tidak boleh," dengus Bong Soon. Sebenarnya dia tidak mau membahas ini. Tapi sebaiknya mereka mengingat kembali apa yang mereka lakukan semalam.

Flashback,


Saat Min Hyuk muntah, Gook Du sempoyongan mendekati Min Hyuk dan tiba-tiba saja dia nge-dance seksi menggoda Min Hyuk. Bong Soon sampai melongo shock dibuatnya. Min Hyuk pun langsung mendekati Gook Du dan menempelkan dahi mereka bak sepasang kekasih lagi berdansa.


Gook Du tiba-tiba mendekatkan bibirnya, Min Hyuk pun langsung monyong. Bong Soon kontan panik menjauhkan bibir Gook Du dan memukuli bibir nakal Min Hyuk. Gook Du lebay mengira dirinya Cinderella dan bilang ke Min Hyuk kalau dia harus pulang sebelum tengah malam karena kereta kencananya akan berubah jadi labu. Cuh~~~

Dia lalu berbaring di meja bilyar. Min Hyuk ikutan dan jadilah kedua pria itu tidur saling berpelukan diatas meja bilyar. Bong Soon cuma bisa melongo.

Flashback end.


Kedua pria shock teringat kejadian itu dan cepat-cepat memalingkan pandangan mereka dengan canggung. Min Hyuk mengalihkan perhatiannya dengan memakan supnya... dan langsung batuk-batuk kepedesan.

Gook Du ikut mencicipi, tapi dia mengklaim rasanya enak kok. Apa ini terlalu pedas untuk Min Hyuk? Min Hyuk menyangkal. Bong Soon santai menikmati coklatnya dan reaksi kedua pria itu. Bong Soon menyuapkan sepotong coklat untuk Gook Du untuk meredakan pedasnya sementara Min Hyuk hanya bisa berusaha menahannya.


Dia mendapat telepon saat itu, lagi-lagi dari nomor tak dikenal yang mengancamnya untuk menyerah akan Ohsung Grup. Min Hyuk kontan mengumpat kesal. Kali ini dia menyapa si pengancam sebagai 'Hyung' dan menantangnya untuk mengatakan ancaman itu langsung di hadapannya.

Si pengancam terus berusaha mengancam Min Hyuk untuk menolak posisi itu dalam pertemuan besok atau dia akan menghancurkan Min Hyuk, kali ini dengan senjata sungguhan. Tapi Min Hyuk juga bersikeras tidak mau menyerah, coba saja kalai dia berani. Min Hyuk bertekad akan menangkapnya sebelum itu.


Bong Soon cemas mendengarnya dapat telepon ancaman lagi. Gook Du berkomentar kalau Min Hyuk sepertinya butuh bantuan polisi. Tapi Min Hyuk menolak, dia tidak suka polisi.

Gook Du sendiri ditelepon atasannya saat itu yang menyuruhnya untuk segera kembali ke kantor karena mereka sudah berhasil melacak nomor telepon yang dipakai si pelaku. Gook Du pun pamit dan memberitahu Bong Soon kalau nanti akan ada polisi lain yang akan datang menjaganya.

"Aku akan meminta tolong antar sesama pria, tolong jaga urri Bong Soon-ie dengan baik."


Begitu dia sudah pergi, Bong Soon meyakinkan Min Hyuk untuk tidak cemas, dia akan melindungi Min Hyuk. Tapi Gook Du tadi memintanya untuk melindungi Bong Soon. Bong Soon akan melindungi dirinya sendiri. Min Hyuk protes, Bong Soon pasti sengaja kan membuat sup pedas. Ini pelanggaran kontrak namanya.

Dalam kontrak sudah disebutkan kalau 'yang bertanda tangan' harus melindungi 'pengaju kontrak' dan tidak membahayan tubuh si pengaju kontrak. Tapi yang Bong Soon lakukan ini adalah membahayakan perutnya.

Mereka terus saling berdebat dan protes sampai Bong Soon menyudahi protes Min Hyuk dengan ancaman. Sebaiknya Min Hyuk berhenti kalau dia akan melukai bagian tubuh Min Hyuk yang lain.


Beberapa saat kemudian, Gook Du menemui para rekannya di sebuah mobil van di depan sebuah apartemen. Dia menyamar jadi pengantar paket dan begitu pemilik rumah keluar, dia langsung menariknya keluar dan mereka pun meringkusnya dengan mudah. Pria itu kontan berusaha memberontak dengan kebingungan, apalagi dia dituduh melakukan penculikan.


Begitu sampai kantor, Sekretaris Gong langsung melaporkan kabar buruk. Saham Konstruksi Ohsung anjlok dan itu gara-gara rumor kalau Min Hyuk itu gay. Min Hyuk membrowsing berita-berita tentang dirinya itu sementara Bong Soon berusaha menyemangatinya.

Min Hyuk tak tinggal diam dan langsung menelepon reporter kenalannya, memintanya untuk segera menghapus semua artikel itu dan berterimakasih karena dia sudah menghapus video wanita mabuk waktu itu. Bong Soon kaget, jadi Min Hyuk yang menghapus video itu? Terima kasih.


Tepat saat itu juga, dia mendapat informasi tentang sepeda motor itu. Dia langsung pede menyatakan kalau menangkap pelaku dari semua insiden yang menimpa dirinya itu hanya masalah waktu. Dia mengklaim dirinya lebih pintar dari polisi makanya dia berhasil menemukan sepeda motor itu.

Dia lalu memperlihatkan situs tempat jual beli motor curian. Bodohnya, si pelaku malah berniat menjualnya tanpa mengubah plat nomornya. Dari sinilah dia berhasil mendapatkan semua data si pelaku. Mananya Oh Hyun Joong, seorang karyawan di Konstruksi Baek Tak.

Bong Soon sepertinya pernah mendengar nama perusahaan itu. Min Hyuk memberitahu kalau itu perusahaan yang isinya penuh dengan gangster dan berhubungan erat dengan perusahaan Konstruksi Ohsung milik Ayahnya. Presdir-nya bernama asli Baek Soo Tak yang dulunya bekerja jadi bawahan Ayahnya.


Baek Tak dan Agari sedang di pemandian umum. Baek Tak heran kenapa harus Min Hyuk, apa ini takdir? Mereka lalu lanjut lomba tahan nafas dalam air.

Bersambung ke part 2

3 comments

terima kasih telah menulis. sy pembaca setia blog ini. tetap semangat menulis. ada byk org yang menantikan tulisan anda. fighting ! anyeong :-)

aslinya nonton nih drama berasa kyak nonton Goblin😂😂😂😂😂 bawaannya pngen ketawa mulu😂😂
maklum efek ggal move on dri ahjussi goblin😂

dari episode awal sampai sekarang selalu di buat ketawa sama tingkah lakunya bong soon dan min hyuk ..achhh...baperr sma pasangan ini ..gak sabar nunggu sinopsis berikutnya ...terima kasih

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon