Powered by Blogger.

Images Credit by JTBC
Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 6 - 2


Bong Soon bertekad mau menangkap si pencuri motor itu. Ayo, pergi! Tapi di tengah jalan, mereka melihat seorang pria melabrak seorang wanita karena mobil wanita menubruk bagian belakang mobil pria itu.

Wanita itu berusaha membela diri tapi pria itu jadi tambah kasar memarahinya, bahkan mengeluarkan wanita itu dari mobilnya dengan paksa. Bahkan Min Hyuk pun merasa sikap pria itu sudah kelewatan, dia hendak keluar tapi malah mendapati Bong Soon sudah keluar duluan entah kapan.


Bong Soon berusaha menyelamatkan wanita itu dan bicara baik-baik pada pria itu. Tapi pria itu terus sinis meremehkan Bong Soon. Min Hyuk langsung ikutan melabrak pria itu, menekankan kalau mobil wanita inilah yang kondisinya lebih parah.

Wanita ini bahkan sudah meminta maaf dan menawarkan ganti rugi. Terus apa lagi yang dia permasalahkan? Lagipula, wanita ini tidak sepenuhnya salah karena pria itu yang tiba-tiba berhenti mendadak, apa dia mau dilaporkan ke polisi? Ketakutan, pria itu kembali ke mobilnya dengan gaya sok dan baru memaki-maki mereka saat dia sudah mulai jalan.


Min Hyuk menasehati wanita itu untuk segera menghubungi polisi jika hal seperti ini terulang, "Polisi Korea... banyak yang bisa dipercaya."

Min Hyuk lalu kembali ke mobilnya... tapi malah tidak melihat Bong Soon di sana. Loh! Dimana dia?


Pria itu terus menggerutu sepanjang jalan... tanpa menydari Bong Soon muncul di jok belakang. Ha! Pria itu sontak kaget melihatnya. Bong Soon dengan tenang memerintahkannya untuk berhenti di tempat yang sepi. Pria itu menurutinya tapi tentu saja dengan pikiran cabul dan meremehkan Bong Soon.


Mereka tiba di tempat sepi sesaat kemudian. Min Hyuk diam-diam mengikuti mereka dan menghentikan mobilnya agak jauh. Bong Soon langsung keluar dan menyuruh pria itu untuk diam di mobilnya sampai dia selesai melakukan sesuatu yang harus dilakukannya. Tadi itu dia berusaha menahan diri, tapi tidak bisa.

Bong Soon lalu memutar mobil pria itu bak angin topan. Jadilah pria itu menjerit-jerit ketakutan sementara Min Hyuk cuma bisa melongo antara kagum dan takut. Bong Soon terus mengoceh mengomeli pria itu, tak terima pria itu langsung ciut saat berhadapan dengan pria tapi sok kejam di hadapan wanita yang lebih lemah.

"Ahjussi, jangan hidup seperti ini. Kau harus baik pada orang-orang yang lebih lemah darimu."
Begitu mobil itu berhenti berputar, pria itu langsung sempoyongan keluar dan muntah-muntah. Bong soon baru menyadari kehadiran Min Hyuk saat mau pergi. Min Hyuk  masih shock dan rada takut sama Bong Soon sampai-sampai dia menjawab Bong Soon dengan bahasa yang sopan. hehe.

 

Si tersangka, Kim Suk Bae, diinterogasi tapi dia mati-matian membela diri. Dia adalah supir pengganti asli Lee Young Joo, si pemilik sekolah basket. Tapi saat dia tiba di sana, Nona Lee sudah tak ada. Dan dia memakai nomor telepon burner karena dia tidak mampu secara ekonomi untuk memakai nomor telepon resmi.


Di ruang sebelah, Ketua Tim Polisi yakin bukan dia pelakunya. Gook Du setuju. Dia yakin si pelaku membuntuti korban di bar. Dia pasti sendirian dan membayar minumannya dengan tunai agar tidak meninggalkan jejak. Dia lalu melihat korban menelepon supir pengganti. Pemilik bar pasti mengira si pelaku adalah supir pengganti makanya dia tidak curiga.

Detektif Kim melapor bahwa dalam rekaman CCTV, mereka berhasil menangkap pria yang mengemudi dari tempat parkir. Wajahnya tidak terlihat, tapi Detektif Kim yakin dia pria yang sama dengan yang menyamar jadi dokter dilihat dari cara jalan dan tinggi badannya.


Bong Soin dan Min Hyuk pergi ke dermaga, menikmati matahari senja. Min Hyuk membahas film King Kong dimana ada sebuah adegan si Kong Kong melihat matahari terbenam bersama si pemeran utama wanita dan dia berkata, "Beautiful," ucap Min Hyuk tapi sambil memandang Bong Soon. heheee. ^^

Min Hyuk merasa saat ini dia seperti si pemeran utama wanita itu. Hah? Jadi Bong Son King Kong-nya gitu? protes Bong Soon.

"Kau King Kong yang spesial. King Kong yang sekecil kacang. Bagaimana bisa didalam tubuh sekecil ini ada kekuatan sebesar itu?"


Entahlah, Bing Soon memang terlahir seperti ini. Ini adalah kekuatan yang diturunkan dari sesepuh wanita dalam keluarganya. Jadi maksudnya, jika Bong Soon menikah dengannya, errr... maksudnya jika Bong Soon menikah dan punya anak perempuan maka anak gadisnya akan mewarisi kekuatan super ini? Iya, jika tidak ada masalah.

Min Hyuk sungguh tak percaya mendengarnya. Bong Soon langsung menunduk sedih. Min Hyuk dengan manisnya berusaha menyemangati Bong Soon, kekuatan itu kan turunan jadi dia bisa apa jika sudah terlahir seperti ini.

"Sama sepertiku, aku tidak bisa mengeluh karena terlahir tampan. Dan kau tidak bisa mengeluh karena terlahir dengan kekuatan super," ujung-ujungnya malah narsis. wkwkwk.


Bong Soon bilang kalau dia ingin menggunakan kekuatannya untuk kebaikan, bukan? Kalau begitu, Bong Soon harus memanfaatkan kekuatannya untuk hal-hal baik. Min Hyuk berjanji akan membantu Bong Soon untuk itu dan memutuskan kalau Bong Soon butuh pelatihan.

Seperti didalam game. Jika dia langsung maju hanya karena dia kuat maka mutunya akan berkurang dan dia akan dikeluarkan dari game. Karenanya, mereka harus melakukan percobaan dan menemukan cara paling tepat agar Bong Soon bisa menggunakan kekuatannya dengan baik.

"Aku akan membuatmu jadi Xena di kehidupan nyata," ujar Min Hyuk. Bong Soon hanya diam menatapnya dengan senyum kagum.


Bagaimana dengan nasib pria yang tadi? Dia sedang mewek lebay dengan diiringi musik sendu, meratapi mobilnya yang hancur tanpa ada seorangpun yang datang menolongnya. LOL.


Gook Du termenung murung di ruang interogasi, memikirkan pertemuannya dengan Hee Ji tadi. Dia antusias sekali saat menemui Hee Ji, tapi Hee Ji malah terang-terangan mengaku bahwa saat ini hatinya tengah goyah oleh pria lain.
 

Bong Soon meneleponnya saat itu. Gook Du yang sedang mood, tanpa semangat menasehati Bong Soon untuk mengunci pintu saat dia tidur nanti. Tapi kenapa Bong Soon menelepon?

"Aku hanya mau mengatakan agar kau tidak mengkhawatirkanku."

"Bagaimana aku tidak khawatir."

"Aku jauh lebih kuat dari yang kau kira."

"Tak peduli seberapa kuatnya kau, bagiku kau hanya seorang wanita yang rapuh."

Bong Soon tentu saja bahagia mendengarnya, Min Hyuk mendengarkan sedari tadi cuma diam mendengarkan, langsung menggerutu cemburu. Bong Soon heran mereka mau kemana? Tidak menangkap si pencuri motor? Tidak hari ini.


Min Hyuk lagi-lagi membawa Bong Soon ikut makan malam di kediaman keluarganya. Ditengah-tengah acara makan, Tuan Ahn tiba-tiba menyuruh Min Hyuk menikah, terutama dengan wanita ahli waris sebuah perusahaan besar agar mereka bisa menghilangkan image gangster yang sering dikaitkan dengan mereka sekaligus meredam rumor buruk tentang Min Hyuk itu.

"Aku sudah pacar," kata Min Hyuk sambil menautkan jari-jarinya dengan Bong Soon dan memperlihatkannya pada semua orang. "Aku sekarang tinggal bersamanya."

Semua orang jelas kaget. Bong Soon bingung membenarkan klaim Min Hyuk, mereka memang tinggal bersama. Tapi belum sempat mengatakan apapun lebih lanjut, Min Hyuk menyela dan mengklaim kalau dia belum dapat persetujuan dari orang tua Bong Soon karena ortu-nya Bong Soon itu sangat ketat dan keluarganya berasal dari garis keturunan yang agung.


Ayah jelas penasaran apa pekerjaan Ibu Bong Soon. Usaha kenari, jawab Bong Soon. Ayah mulai berpikir ortu-nya Bong Soon punya perusahaan kenari atau perkebunan kenari. Tapi Bong Soon menyangkal semuanya.

"Mereka menjual kue kenari," sela Min Hyukm Dan karena sekarang dia punya pacar, jadi tolong Ayah berhenti membahas masalah pernikahan.

"Lalu bagaimana dengan rumor kalau kau menyukai pria?" sindir Ibu Tiri.

"Entahlah. Apa anda suka kalau saya menyukai lelaki?" balas Min Hyuk.


Berpaling kembali ke Bong Soon, Min Hyuk membelai sayang kepala Bong Soon sambil mengklaim kalau dia akan menikahi Bong Soon. Bong Soon cuma bisa tersenyum. Dia berusaha meredakan kecanggunganya dengan minum saat Min Hyuk tiba-tiba saja mengumumkan kalau dia dan Bong Soon akan segera memberi Tuan Ahn cucu. Hahaha. Bong Soon langsung memuntahkan airnya saking kagetnya. Cucu?


Dalam perjalanan pulang, Bong Soon langsung mengomel panjang lebar, memprotes kegilaan Min Hyuk tadi. Ini namanya pelanggaran kontrak, kenapa juga dia harus menikah dengan Min Hyuk.

Min Hyuk langsung balas marah, dia juga tidak mau menikahi Bong Soon. Dia begitu tadi gara-gara Ayahnya tadi memaksa mau menjodohkannya. Terus kenapa harus Bong Soon yang jadi korban? Hati Ibunya pasti akan hancur jika mengetahui semua ini.


Tepat saat itu juga, Ibu menelepon untuk apa lagi kalau bukan untuk menanyakan apakah Bong Soon sudah tidur dengan Min Hyuk atau belum, bahkan menyuruh Bong Soon untuk membuat Min Hyuk mabuk biar mereka bisa tidur bersama. Kesal, Bong Soon mengoceh asal seolah Ibunya menelepon cuma untuk mengecek keadaannya.


Keesokan paginya, Min Hyuk membangunkan Min Hyuk dengan meniup peluit keras-keras. Hari ini mereka harus mulai pelatihan kebugaran fisik untuk Bong Soon. Bong Soon terbangun kaget tapi langsung menutupi kepalanya dengan bantal lagi. Dia masih ingin tidur tapi Min Hyuk terus-menerus membunyikan peluitnya.

Beberapa saat kemudian, mereka tiba di arena panjat tebing. Bong Soon dengan mudahnya menaikinya sampai puncak, sampai membuat Min Hyuk dan seorang pemanjat shock melihatnya. Latihan selanjutnya adalah menyeret sekumpulan ban sambil berlari dan Bong Soon berlari dengan santainya seolah tak membawa beban apapun. Min Hyuk sampai melongo dibuatnya.


Sementara itu, Geng Ahjumma sedang panjat gunung sambil menggosip. Ibu mengaku menempatkan jimat dari si dukun kedalam selimut yang dia berikan ke Bong Soon. Katanya jimat itu bisa meningkatkan energi pria biar lebih membara. wkwkwk. Tapi katanya pria itu gay. Ibu yakin pria itu bukan gay.

Mereka terus menggosip, mulai dari membahas penampilan kepala perusahaan konstruksi hingga Ayahnya Gook Du. Walaupun menilai penampilan Ayahnya Gook Du itu jelek, tapi dia lebih menyukai Ayahnya Gook Du daripada Ibunya Gook Du. Tapi katanya Ibu Gook Du membuat banyak uang dari novel terbarunya.


Yang lagi mereka bicarakan malah sedang asyik ngobrol membicarakan novel terbarunya dengan Ayah Bong Soon dan membuat Ayah terkagum-kagum.

 
Detektif Kim menyerahkan sketsa pelaku yang pakai topeng. Detektif Kim berkata kalau itu bukan jenis topeng yang bisa dibeli di Korea jadi sekarang mereka tengah mencari sample yang sama. Mereka juga tengah berusaha mencari informasi tentang sepatu itu. Dan di saat yang lain sibuk seperti ini, kemana lagi si Gook Du itu? kesal Ketua Tim Polisi.

Tepat saat itu juga, Gook Du muncul tapi bukannya kerja malah merenung menatap keluar jendela. Ketua Tim langsung menduga kalau Gook Du pasti sedang patah hati sambil nyerocos panjang lebar tentang salah satu cerita drama yang pernah ditontonnya yang sebenarnya nggak nyambung sama sekali dengan situasinya Gook Du.


Gook Du lalu menginterogasi pernyataan Bong Soon mengenai kejadian malam itu. Bong Soon bercerita bagaimana awalnya dia mendengar suara Kyung Shim dan melihat si pelaku memukuli Kyung Shim dengan tongkat baja. Dia membenarkan kalau pria itu memakai topeng tapi dia sempat kontak mata dengan si pelaku.

Tapi saat Gook Du mulai bertanya apakah si penjahat itu langsung berlari saat melihat Bong Soon, Bong Soon mulai berbohong mengatakan kalau dia berteriak sekencang-kencangnya makanya si penjahat itu melarikan diri.

"Tapi Gook Du. Dia memiliki bau yang aneh. Aku mencium sesuatu seperti bensin dalam dirinya, tapi bukan bensin di pom bensin. Aku mencium bau itu di suatu tempat sebelumnya. Tapi dimana, yah? Ah, apa kau tahu bau saat ada yang meratakan jalan dengan aspal?"

"Aspal?"


Beberapa saat kemudian, Gook Du mengantarkan Bong Soon keluar. Bong Soon cemas wajahnya, apa terjadi sesuatu? Gook Du mengaku kalau Hee Ji tertarik pada pria lain. Tapi anehnya, dia tidak terlalu merasa bersedih.

"Yah, memang begitu. Awalnya, kita bisa menerima semua itu. Tapi rasa sakitnya akan datang belakangan, seiring berjalannya waktu. Jangab khawatir, Gook Du. Dia pasti akan melupakan pria itu. Itu hanya angin yang lewat di hati."

Gook Du menatapnya intens sebelum berkata, "Kenapa kita... hanya sebatas teman saja?" (Omo! Omo! Omo! Dia berharap lebih dari teman kah?)

Bong Soon tercengang mendengarnya. Tapi Gook Du cepat-cepat mengalihkan topik, memperingatkan Bong Soon untuk megunci pintunya saat tidur nanti karena dia yakin sekali kalau Min Hyuk itu bukan gay.


Min Hyuk menunggu di depan dan mengklaim kalau dia memang benci polisi dan yang paling dia benci adalah Gook Du.


Geng Baek Tak patroli tapi lagi-lagi mereka membuat para wanita bukannya merasa aman malah tambah ketakutan. Sementara itu, para Ahjumma rapat di toko kenari. Seorang ahjumma mengeluhkan kehadiran geng Baek Tak yang membuat lingkungan ini jadi tambah menakutkan. Ibu berjanji akan mencoba bicara pada mereka.


Geng anak SMA sedang rajin memunguti sampah saat Geng Baek Tak lewat dan asal buang permen karet. Ketua geng SMA langsung menegur mereka sambil marah-marah. Tapi begitu geng Baek Tak angkat tongkat, mereka sontak mundur ketakutan.

Ketua Geng SMA sok berani menantang mereka dan memberi peringatan, "Jangan berani menyentuh kami. Kalian akan tamat kalau Noonim kami sampai tahu."


Tak lama setelah Geng SMA pergi, ada seorang wanita muda lewat. Mereka langsung memintanya untuk tanda tangan sebagai bukti kalau mereka sudah menjalankan tugas patroli mereka. Tapi mereka meminta dengan paksa yang jelas saja malah membuat wanita itu ketakutan dan berteriak-teriak minta tolong.


Tepat saat itu juga, sebuah buntelan tiba-tiba melayang mengenai kepala seorang preman. Seorang nenek lalu muncul dan menghajar ketiga preman itu dengan kekuatan super sampai mereka semua tak berdaya. Beliau adalah Neneknya Bong Soon.


Di apotik, seorang pria muda membeli obat. Tampaknya dia langganan karena si Apoteker berkomentar kalau dia ternyata masih menjalani perawatan. Si Apoteker mengingatkan tidak baik mengkonsumsi obat tidur terus-terusan dan menyarankannya untuk berdoa ke gereja saja, beribadah bisa membuat pikiran jadi tenang dan tidur pun bisa nyenyak. Dia juga mulai menemukan kedamaian sejak mulai beribadah pagi.

"Daerah ini tidak aman belakangan ini. Kurasa jalan-jalan waktu subuh pun masih tidak aman," ujar pria itu.

"Tuhan akan melindungiku."


Ibu masih menunggu kedatangan Nenek yang belum tampak. Ayah menduga kalau Nenek mungkin sudah menunggu di rumah. Tapi kemudian, mereka melihat Nenek tak jauh dari sana. Ibu langsung berlari antusias mau memeluk Nenek tapi langsung ambruk begitu bertubrukan dengan tubuh nenek yang sekeras tembok.

Ayah menjabat tangan mertuanya itu, tapi langsung mengerang kesakitan karena Nenek meremasnya kuat-kuat. Mereka pun berjalan pulang bersama. Nenek bercerita kalau dia sudah membereskan para pengganggu jalanan di sekitar sini.


Si penculik menatap foto dua korbannya dan mengumpat kesal saat melihat tongkat baja bengkok itu. Dia lalu masuk ke selnya Nona Lee dan membuka topengnya. OMG! Dia pria muda yang tadi beli obat. Nona Lee sontak ketakutan, apalagi pria itu tiba-tiba mendekatkan dirinya mencium leher Nona Lee. Argh!!!


Bong Soon hendak tidur dan teringat dengan peringatan Gook Du. Dia pun memutuskan untuk mengunci pintunya. Min Hyuk mondar-mandir gelisah, teringat saat dia melihat Baek Tak di rumah sakit.


Di luar, si Apoteker tak menyadari saat dia diikuti si penculik. Saat dia melewati gang sepi, si penculik pun langsung menyerangnya.


Bong Soon tidur nyenyak tanpa menyadari seseorang di luar mencoba membuka gagang pintu kamarnya. Diam-diam dia masuk ke kamar Min Hyuk. Min Hyuk pun tersentak bangun dengan pisau di lehernya.

Bersambung ke episode 7

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon