Powered by Blogger.

 Images Credit: JTBC

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 7 - 1


Pada suatu malam yang romantis, Bong Soon dan Min Hyuk berdansa ala Romeo and Juliet sambil saling memandang satu sama lain dengan penuh cinta... sampai saat Juliet Bong Soon tak sengaja menginjak kakinya Romeo Min Hyuk dengan kekuatan supernya. Romeo Min Hyuk kontan menjerit kesakitan dan buru-buru pergi meninggalkannya.
Bong Soon tersentak dari mimpinya itu sambil berteriak "TIDAK!"

Jeritannya membuat si penyusup yang hendak membuka pintunya jadi terkejut dan membatalkan niatnya. Tanpa mengetahui apa yang tengah terjadi di luar, Bong Soon santai keluar untuk mengambil air. Dia membuka kulkas tanpa menyadari si penyusup yang lewat.


Dia baru saja menutup kulkasnya saat tiba-tiba saja dia dikejutkan oleh pria bertopeng yang hendak menyerangnya dengan teflon. Bong Soon refleks melayangkan tinjunya dan teflon itu pun penyok. wkwkwk. Pria bertopeng sampai tercengang dibuatnya.

"Siapa kau?" tuntut Bong Soon. Pria bertopeng sontak mundur ketakutan.


Min Hyuk terbangun tapi malah mendapati seorang pria bercadar di hadapannya sedang menempelkan pisau ke lehernya. Tapi tiba-tiba terdengar keributan di luar, perhatian pria bercadar pecah seketika dan Min Hyuk bergerak cepat menyerang pria itu.

Pria itu berusaha melawan Min Hyuk saat tiba-tiba saja dia ambruk menimpa Min Hyuk... berkat Bong Soon yang menghantamnya dengan teflon penyok.


Kedua pria penyusup itu ternyata orang suruhannya Baek Tak. Dalam perjalanan ke lapangan golf subuh itu, ia penasaran apakah kedua orang itu bisa melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Agari yakin begitu, mereka orang-orang terbaik dalam perusahaan mereka, mereka bahkan menguasai Muay Thai di Thailand.

Tapi entah kenapa Baek Tak merasa tak tenang, "Wanita itu, sepertinya bukan wanita biasa. Perasaanku tidak enak."


Bong Soon mengikat kedua penyusup itu dan menidurkan mereka di lantai ruang game bawah tanah. Min Hyuk mengenali salah satunya, dia orang yang menusuk Petugas Choi di toilet waktu itu.

Terlepas dari semua itu, Bong Soon yang baik hati, tak tega membiarkan kedua orang ini tidur di lantai yang dingin dan akhirnya memberikan selimut pemberian Ibunya sebagai alas tidur untuk mereka, dia bahkan memberikan bantal agar mereka tidur nyaman.

"Kalian akan merasa lebih baik sekarang. Pasti sakit sekali, maaf."


Dia lalu pergi meninggalkan mereka tanpa menyadari masalah yang dibuatnya... karena di selimut itu, tersimpan jimat pemberian dukun. Jimat yang sudah didoakan dukun untuk membuat pasangan kekasih yang tidur di atasnya, saling jatuh cinta. Dukun bahkan meyakinkan Ibu kalau pasangan yang tidur di atas selimut ini akan membara. wkwkwk.

Celakanya, sekarang jimat itu mulai bekerja... membakar api cinta kedua pria penyusup itu. hahaha.


Pasca insiden itu, Min Hyuk dan Bong Soon tidur bersama di luar. Dengan setengah mengantuk, Bong Soon bertanya apakah dia tidak akan melaporkan kedua penyusup itu ke polisi. Min Hyuk menolak, seperti biasanya, dia tidak percaya polisi, dia akan menginterogasi mereka sendiri besok pagi.

"Aku akhirnya menangkap si pengancam. Horeee!" sorak Bong Soon lalu langsung ngorok.


Keesokan paginya, Bong Soon terbangun oleh bunyi telepon dari Gook Du yang mencemaskannya dan memastikan tak ada apapun yang terjadi semalam. Min Hyuk juga terbangun oleh bunyi telepon dari kedua ponsel pria penyusup. Dia mengambil salah satunya dan melihat si penelepon adalah bos mereka.

Tanpa mengkonfirmasi siapa orang yang mengangkat teleponnya, Baek Tak langsung to the point menanyakan hasil pekerjaan mereka semalam. Pokoknya mereka harus memastikan Min Hyuk tidak bisa menghadiri rapat dewan pemegang saham hari ini. Dia juga bertanya apakah mereka sudah berhasil menangkap Bong Soon, dia yang paling penting.

"Kenapa begitu? Siapa kau?" tanya Min Hyuk.

Baek Tak sontak terdiam mendengar suara Min Hyuk. Kenapa? Baek Tak kaget mendengar suaranya? Dia mengkonfirmasi kalau anak-anak buah Baek Tak sudah berusaha melakukan pekerjaan mereka, tapi mereka berhasil ditangkap oleh pegawainya. Dia berjanji tidak akan melapor ke polisi jika Baek Tak memberitahu siapa dalang dibalik semua ini. Dia tidak akan memberi banyak waktu.


Keluarga Do makan malam bersama Nenek, sambil membelai sayang kepala Bong Ki, nenek bertanya-tanya kenapa cucu kembarnya tidak memiliki kemampuan yang sama, yang satu terlalu lemah dan yang satu lagi bodoh.

Ayah bertanya apakah Ibu sudah mengecek Bong Soon. Ibu hanya mendesah, berharap terjadi sesuatu semalam. Nenek menyuruh Ibu untuk menyuruh Bong Soon pulang, Nenek ingin bertemu dengannya sebelum dia pulang.

"Nek, tinggallah lebih lama. 10 hari," pinta Bong Ki.

"Aigoo, baiklah. Puppy kecilku. Tapi, Bong Soon kerja di perusahaan apa?"


Keesokan harinya, Bong Soon membawakan minuman untuk kedua penyusup. Mereka masih belum sadarkan diri jadi Bong Soon berusaha membangunkan mereka dengan menyodok-nyodok mereka pakai antena.

Begitu membuka mata, kedua pria itu langsung saling memandang satu sama lain... dan langsung saling jatuh cinta. LOL. Mereka bahkan langsung menyatukan kening mereka dengan mesra sampai membuat Bong Soon melongo.


Hari ini Min Hyuk berdandan kece pakai setelan jas resmi dan tatanan rambut rapi. Sementara itu, ruang rapat heboh karena Min Hyuk masih belum datang. Kakak kedua melapor ke Tuan Ahn kalau Min Hyuk tidak bisa dihubungi. Melihat keributan ini, Kakak Kedua menyarankan agar sebaiknya mereka tidak menundanya lagi.

Tuan Ahn akhirnya terpaksa menyuruhnya untuk memulai rapat. Rapat pun dimulai, Kakak Ketiga tampak senang karena Min Hyuk tidak datang. Para direktur malah makin heboh karena mereka mengira Min Hyuk akan datang untuk mengklarifikasi gosip tentangnya itu. Kalau dia tidak datang, itu artinya dia tidak menginginkan posisi ini.


Mereka heboh ingin pergi saja, tapi Min Hyuk datang tepat saat itu juga dan meminta maaf atas keterlambatannya. Dia memberitahu bahwa alasannya terlambat karena dia harus mengurus tamu tak diundang yang datang ke rumahnya.

Dia lalu menunjukkan apa yang terjadi di rumahnya saat ini dengan menghubungi Bong Soon via video call dan menyuruh Bong Soon menunjukkan tamu tak diundang mereka. Bong Soon pun menggerakkan kameranya ke arah kedua penyusup.

Para direktur langsung kasak-kusuk heboh, Tuan Ahn bahkan langsung duduk tegak saking kagetnya. Min Hyuk mengaku kalau selama 6 bulan terakhir ini, dia menerima ancaman dalam berbagai cara agar dia menyerah untuk menjadi presdir selanjutnya.


"Dia pastilah seseorang yang tidak ingin aku jadi presdir Ohsung Group selanjutnya. Orang itu juga yang memfitnahku dan menyebar rumor palsu tentangku dan membuat image Ohsung Group jadi tercemar juga."

Dia mengaku bahwa dia sama sekali tidak tertarik untuk menjadi presdir Ohsung karena seperti yang mereka tahu, dia sudah berhasil menjalankan perusahaan game Ainsoft selama 6 tahun. Tapi bagaimanapun, dia tidak bisa membiarkan Ohsung jatuh ke tangan seseorang yang suka membuat ancaman kekanak-kanakan.

"Siapapun yang berusaha menghentikanku dengan cara kekanak-kanakan ini, dia ada didalam ruangan ini."


Sementara para direktur heboh, ekspresi ketiga kakak tiri Min Hyuk tampak aneh. Min Hyuk memutuskan kalau mereka akan menjadwal ulang rapat ini. Dia akan mencari tahu siapa orang yang mengancamnya dan bertekad untuk membuat orang itu berdiri di depan dalam rapat selanjutnya. Tak ada seorang pun yang menentang ide itu, Min Hyuk pun pamit.

"Dan juga, aku pria sehat yang menyukai wanita dan aku yakin kehidupan pribadiku juga sehat. Aku menjalani hidup bak petapa belakangan ini, aku jadi cemas," canda Min Hyuk. Dia berterima kasih atas perhatian mereka semua, dan berjanji akan menemukan dalang dibalik semua ini secepat mungkin.


Baek Tak langsung didamprat habis-habisan oleh orang misterius itu. Kesal, Baek Tak langsung mematikan teleponnya, "Berani sekali anak ini bicara seperti itu padaku?!"

Agari dan yang lain datang tak lama kemudian dengan membawa kabar buruk. Tim patrol mereka dilarikan ke rumah sakit karena mereka dihajar... oleh seorang nenek. Baek Tak tak percaya mendengarnya, Nenek?


Setelah rapat usai, Tuan Ahn bicara berdua dengan Min Hyuk. Dia mengaku mencurigai salah satu dari ketiga kakaknya dan Baek Tak terlibat dalam perkara ini karena orang-orang itu adalah anak buahnya Baek Tak. Tuan Ahn langsung berniat menghubungi Baek Tak, tapi Min Hyuk melarang. Dia akan mengurus masalah ini sendiri secara diam-diam.


Kembali ke kantornya, Baek Tak kesal setengah mati pada anak-anak buahnya. Bagaimana tidak malu, pertama mereka tidak bisa menangani seorang gadis kecil dan sekarang malah seorang nenek. Parahnya lagi, orang-orang yang pergi ke rumah Min Hyuk dengan membawa senjata malah tertangkap.

Dengan berapi-api dia menyatakan mau mengganti mereka semua saja, tapi kemudian dia keselek air dan minta bantuan. Ha! Seorang anak buahnya lalu memberikan sebuah USB untuknya.


Sementara itu, Bong Soon menyuapi kedua penyusup yang makan dengan lahap. Tapi baru setengah jalan, Bong Soon memutuskan untuk berhenti, takutnya mereka harus ke toilet kalau kebanyakan makan. Tapi, kedua penyusup mengaku kalau mereka memang harus menggunakan toilet sekarang. Bong Soon jadi bingung harus bagaimana.


Di kantor, Min Hyuk sedang mengomeli Bong Soon di telepon saat Sekretaris Gong masuk untuk mengumumkan kedatangan seorang tamu, Baek Tak. Dia menyerahkan USB-nya dan melakukan semua ini demi kesetiannya pada Ayahnya Min Hyuk. Dia hanya diminta untuk menakut-nakuti Min Hyuk, orang itu tidak ingin Min Hyuk terluka karena mereka saudara.

"Aku akan melepaskanmu sekali ini karena aku sudah janji. Tapi hanya sekali ini," ujar Min Hyuk.

Baek Tak pun pamit. Tapi, bisakah dia merekrut Do Bong Soon? Min Hyuk heran, dari mana Baek Tak tahu tentang Bong Soon. Baek Tak berusaha menahan diri untuk tidak menceritakan detilnya, pokoknya belakangan ini Bong Soon sudah membuatnya malu.

Min Hyuk cuma menatapnya tajam, Baek Tak pun mengerti dan berbalik mau pergi. Tapi, dimana Min Hyuk merekrut Bong Soon? Berapa gajinya Bong Soon? Banyak, kah? Min Hyuk cuma terus menatapnya tanpa kata. Baiklah, Baek Tak mengerti dan pergi.


Min Hyuk memutar rekaman dalam USB itu. Air matanya mengalir saat mendengar suara yang dikenalinya, suara Kakak Kedua, satu-satunya kakak yang selalu dia percayai selama ini.


Saat Bong Soon datang tak lama kemudian, dia malah melihat ruang kantor Min Hyuk kosong dan mendapatinya sedang merenung di luar. Dia memperhatikan raut wajah Min Hyuk dan langsung khawatir, apa dia baik-baik saja. Min Hyuk mengaku tidak.

Bong Soon bertanya-tanya siapa pelakunya, Ibu tirinya? Kakak pertama? Kakak ketiga? Min Hyuk menyangkal semuanya. Ah, kalau begitu dugaannya benar, pasti Ayahnya Min Hyuk. Min Hyuk mendengus geli, Bong Soon tidak akan bisa menduga siapa orangnya.

Bong Soon seketika mengerti siapa yang dimaksudnya, "Benarkah? Benar-benar Kakak Kedua-mu?"

"Seharusnya dia bilang saja padaku, aku mungkin akan membantunya jika dia begitu menginginkan posisi itu. Sekarang aku harus bagaimana? Siapa yang bisa kupercayai?"


Berusaha menghibur Min Hyuk, Bong Soon langsung mengusulkan agar mereka pergi bersenang-senang, dia bahkan langsung menyeret Min Hyuk pergi ke taman hiburan dan memainkan berbagai wahana bak sepasang kekasih yang sedang kencan. Tapi yang tampak paling antusias cuma Bong Soon.


Puas bermain-main, Bong Soon menyeret Min Hyuk ke restoran tteokbokki langganannya dan memesan banyak variasi menu sampai Min Hyuk heran, Bong Soon mau memakan semua itu? Iya. Wah, Bong Soon pasti sering bermain-main sampai dia memesan sembarangan seperti itu. Yah, soalnya kadang Ibunya suka marah-marah dan mengusirnya jadi dia berkeliaran saja.

"Apa yang kau lakukan sampai seperti itu?"

"Aku hanya suka makan dan main-main"


Min Hyuk menduga pasti karena Bong Soon tidak bisa kuliah sementara adiknya masuk jurusan kedokteran. Tidak, sejak awal pun dia memang selalu diomeli. Dia sering dibilang cuma punya kekuatan tapi tidak punya otak. Pesanan mereka akhirnya datang, dan Bong Soon menyuapi Min Hyuk sundae dicocol pakai deonjang.

Min Hyuk awalnya ragu, tapi begitu mencicipi rasanya, dia langsung kagum dengan rasanya. Bong Soon mengaku kalau inilah yang dimakan di rumahnya. Memangnya kampung halaman Bong Soon dimana? Di Dobong-dong. Jadi dia dinamai Bong Soon karena dia lahir di Dobong-dong? Entahlah.


Di rumah, Nenek sedang main Go Stop bersama geng Ahjumma sambil menceritakan asal-usul mereka. Mereka aslinya dari Daegu yang kemudian pindah ke Dobong-dong. Oppa-nya Ibu pindah ke Seoul lalu diangkat menjadi jaksa wilayah Daegu, sementara oppa kedua pindah ke Kanada, dan oppa ketiga jadi guru di Songdo.

Nenek main dengan sangat antusias, dia melempar kartu dengan kekuatan supernya dan sontak membuat rumah bergetar. Kedua Ahjumma sampai takut, mengira ada gempa.


Di markasnya, Si penculik memotong kuku kaki si Apoteker tapi tentu saja Apoteker terlalu ketakutan dengan sentuhannya dan terus merengek sampai membuat si penculik kesal dan membentaknya untuk diam.

Dia membelai tubuh Apoteker dan menyatakan Apoteker sebagai mempelai ketiganya, dia akan mengadakan pernikahan dengan 7 pengantin. Tapi sebelum itu, dia akan menurunkan berat badan Apoteker karena dia merasa betisnya terlalu gemuk.


Setelah memasukkan Apoteker kedalam selnya, dia pun langsung pergi. Nona Kim berusaba mendobrak selnya dengan menghantamkan kursi tapi tidak berhasil. Dia lalu memanggil korban lain di sebelahnya. Sementara Apoteker masih menangis, Nona Lee menjawab panggilan Nona Kim.

Nona Kim meyakinkannya untuk tidak takut, dia yakin si penculik tidak akan membunuh mereka. Dia menyarankan Nona Lee untuk pura-pura bekerja sama maka si penculik itu akan melepaskan ikatannya.


Gook Du merenungkan informasi dari Bong Soon tentang bau bensin campur aspal yang tercium dari tubuh si penculik. Yang lain hendak pergi ke sauna saat seorang Ahjumma datang melaporkan hilangnya putrinya saat ia dalam perjalanan ke gereja untuk ibadah pagi.


Min Hyuk dan Bong Soon pulang naik bis. Min Hyuk kangen, sudah lama tidak naik bis. Dia mengaku setiap kali naik bis, dia selalu memikirkan seseorang. Sekitar 8 tahun yang lalu, dia hendak pergi mengunjungi makam Ibunya, waktu itu bisnya hampir saja terjun dari jembatan, tapi seseorang menyelamatkan mereka.

"Aku berpikir. Dia pasti malaikat yang dikirim Ibuku untuk melindungiku."


OMO, ekspresinya Bong Soon. Diakah wanita itu? Entahlah, mereka tak sempat membicarakannya lebih jauh karena Bong Soon mendapat telepon dari Neneknya saat itu. Dia langsung manja, kangen neneknya dan berjanji akan pulang secepatnya.


Min Hyuk tersenyum mendengar nada manjanya Bong Soon. Selesai bicara dengan Neneknya, Bong Soon menuntut janji Min Hyuk untuk memindahkannya ke Departemen pengembangan game. Tapi Min Hyuk malah sengaja menundanya terus dengan alasan Bong Soon harus menyelesaikan pelatihannya dulu. Bong Soon langsung cemberut. Baiklah, tapi Min Hyuk harus janji dulu. Mereka sepakat dengan berjanji jari kelingking.


Tapi hari ini Bong Soon harus pulang, Min Hyuk tidak masalah kan sendirian. Min Hyuk langsung berdecih, tapi baiklah. Dia juga harus mengurus masalahnya keluarganya. Bong Soon memberinya semangat dan nasehat untuk melupakan dan menertawai semua masalah yang menimpanya.

Min Hyuk tersenyum mendengarnya, tapi dengan cemas dia memperingatkan Bong Soon untuk tidak jalan di gang-gang Dobong-dong seorang diri lagi. Bong Soon juga memperingatkannya untuk tidak bersedih seorang diri dan memaksanya berjanji. Min Hyuk berjanji dengan menautkan jari kelingking mereka.

Bersambung ke part 2

2 comments

Woah..ekspresss ini..cepet bgt mb..makasih..
Aku aja baru kelar nonton pake Engsub

aaaa .. akhirnya ada juga sinopnya
semangat mba ima postingnya,

btw itu bukannya ep 7 ? ��

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon