Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 7 - 2


Ibu dan Nenek keluar beli makanan saat mereka melihat Bong Soon diantarkan pulang oleh Min Hyuk. Ibu langsung berbisik menyebut Min Hyuk sebagai 'Ahn Seobang'. Bong Soon langsung lari ke pelukan Nenek dan Min Hyuk hanya menundukkan kepalanya dengan canggung dari kejauhan.

Ibu memberitahu Nenek kalau dia berniat menjadikan pria itu sebagai menantunya, Nenek juga langsung menyukainya.

Min Hyuk akhirnya memberanikan diri untuk mendekat dan menyapa Nenek. Dia memperkenalkan dirinya sebagai rekan kerjanya Bong Soon, tapi Nenek malah blak-blakan memanggilnya 'Ahn Seobang'. Min Hyuk sampai bingung dan jadi semakin canggung dibuatnya, sementara Bong Soon hanya bisa menunduk malu.


Dia baru memprotes Ibu saat Min Hyuk sudah jauh, bagaimana bisa Ibu memanggil Min Hyuk sebagai menantu? Dia harus bagaimana saat berhadapan dengan Min Hyuk di kantor besok? Ibu lebih peduli tentang apakah Bong Soon sudah tidur dengan Min Hyuk atau belum.

Bong Soon jadi tambah kesal mendengarnya. Ibu sendiri kan yang selalu bilang padanya untuk tidak mempercayai pria. Masa tiba-tiba dia bersikap liberal pada pria. Ibu santai berkata kalau dia berniat melepas Bong Soon kalau sudah waktunya dan sekarang lah waktunya, pada pria itu. Bong Soon berikan saja segala hal yang dia simpan selama ini pada pria itu.


Dengan suara bergetar menahan tangis, Ahjumma memberitahu polisi tentang menghilangnya putrinya. Ahjumma sudah punya perasaan tak enak karena belakangan ini keadaan berbahaya dan berusaha meminta putrinya untuk berdoa di rumah saja tapi putrinya tetap bersikeras.


Nenek, Ibu dan Bong Soon duduk bersama menatap langit dan mendiskusikan siklus kehidupan wanita sambil saling berpegangan tangan. Bagaimana mereka terlahir menjadi seorang putri lalu menjadi seorang istri, hingga pada akhirnya mereka menjadi Ibu dan mendapat karunia dari langit dengan melahirkan seorang putri. Begitu seterusnya hingga putri pada akhirnya tumbuh menjadi seorang nenek dan menjadi abu saat waktunya tiba.

Dan dalam keluarga mereka, keturunan perempuan ditakdirkan untuk mewarisi kekuatan super. Bong Soon penasaran, jika mereka kehilanga kekuatan mereka seperti Ibu, bisakah mereka mendapatkan kekuatan mereka kembali?

"Entahlah, itu juga takdir."

Ibu mengaku sudah mencoba berbagai cara, tapi tetap saja gagal. Tapi dia baik-baik saja sekarang karena semua kekuatannya sudah berpindah ke Bong Soon. "Urri Bong Soon-ie, kuharap kau juga akan memiliki seorang putri."


Menyandarkan kepalanya di bahu Nenek, Bong Soon berpikir bagaimana dulu dia pernah berpikir untuk menikah dengan Gook Du dan memiliki 3 putra. Itu mungkin tidak akan terjadi, tapi waktu itu dia berpikir kalau dia tidak ingin melahirkan seorang putri yang sepertinya. Tapi sekarang, sepertinya itu bukan ide yang buruk.


Min Hyuk ke rumah keluarganya dan masuk ke sebuah kamar yang penuh kenangan dengan Kakak Kedua. Dia seolah melihat masa lalunya, saat bermain bersama Kakak Kedua yang bercanda pura-pura menakutinya.

Masa lalu dan masa kini seolah berbaur saat Min Hyuk mengenang bagaimana dulu Kakak Kedua memberikan mainan robot favorit-nya kepadanya. Sekarang, Min Hyuk menatap mainan robot itu dengan mata berkaca-kaca.


Kakak Kedua lalu menemuinya di halaman depan dan meminta maaf atas perbuatannya. Min Hyuk mengaku bagaimana awalnya dia berpikir untuk membunuh si pelaku, tapi kemudian dia menyadari semua cara yang dilakukan si pelaku untuk mengancamnya terkesan kekanak-kanakan.

Kakak Kedua mengaku kalau dia mengingat Min Hyuk sebagai anak kecil yang selalu ketakutan dan harus selalu dia lindungi, Min Hyuk selalu berhenti setiap kali dia menakutinya. Karena itulah, dia hanya mencoba menaku-nakuti Min Hyuk.

Min Hyuk memutuskan untuk merahasikan hal ini, dia akan menganggap mereka sudah seri sekarang, terutama karena Kakak Kedua selalu baik padanya sejak dia kecil. Dia hanya meminta agar Kakak Kedua tidak melakukan ini lagi atau dia akan marah. Kakak Kedua sekali lagi meminta maaf, dan tak ada yang menyadari Tuan Ahn tengah memperhatikan mereka dari lantai atas.


Min Hyuk bangun keesokan harinya dengan suasana hati yang lebih baik. Bong Soon mencoba mengontrol kekuatannya dengan mematahkan leher botol sampo, tapi tetap saja dia terlalu kuat sampai leher botol itu putus.


Di kantor polisi, Ketua Tim Yook kena semprot Kepala Polisi karena kecolongan lagi dan tidak mau bekerja sama dengan tim B. Ketua Tim Yook berusaha membela diri, tapi Kepala Polisi tak mau mendengar alasan apapun.


Saat melewati depan sekolah, Bong Soon disapa Geng SMA yang sedang bolos. Bong Soon langsung memaksa mereka kembali ke sekolah atau dia tidak akan mau bertemu dengan mereka lagi. Mereka akhirnya mengalah dan berjanji akan kembali. Tepat saat mereka membungkuk hormat pada Noonim, Teman Ibu kebetulan lewat dan melihat mereka.


Hari ini, Min Hyuk melatih Bong Soon lagi. Latihan pertama adalah panjat tali dan Bong Soon langsung sukses melakukannya dengan mudah kayak monyet. Min Hyuk cuma bisa melongo. Tak mau mengakui kekagumannya pada kehebatan Bong Soon barusan, Min Hyuk bersikeras kalau Bong Soon harus bisa mengontrol kekuatannya.

"Saat kau tahu bagaimana cara mengontrol kekuatanmu, saat itu juga kekuatan itu menjadi milikmu. Mengerti?"

"Ya"


Latihan selanjutnya adalah meninju samsak, Min Hyuk menyuruhnya meninju dengan santai saja. Bong Soon meninju samsak itu dengan pukulan yang baginya ringan tapi sukses membuat samsaknya jebol. LOL.

Min Hyuk melongo, "Kau tidak memukulnya dengan keras, kan? Kau cuma menepuknya ringan, kan?"


Masih bersikeras dengan latihan samsak, kali ini Min Hyuk nekat memegangi samsaknya padahal jelas-jelas dia takut. Dia menekankan agar kali ini Bong Soon memukulnya dengan sangat amat ringan, seringan mungkin. Bong Soon mengerti dan mulai melayangkan tinjunya.

Hmm, tidak jebol, Min Hyuk pun senang, mengira Bong Soon sudah sukses mengendalikan kekuatannya... sampai saat dia melihat tangan Bong Soon menembus samsaknya. wkwkwk.


Min Hyuk lalu melatih Bong Soon bermain tinju. Awalnya dia sukses melakukan pukulan-pukulan ringan tapi kemudian dia tak sengaja memakai kekuatannya pada Min Hyuk, untungnya dia tidak kenapa-kenapa.

Dalam latihan selanjutnya, Min Hyuk tiba-tiba mendekap Bong Soon dari belakang. OMO. Bong Soon jelas langsung kaget, Min Hyuk menegaskan kalau ini cuma latihan jadi Bong Soon tidak usah salah paham. Bong Soon harus berusaha membebaskan diri darinya tanpa menyakitinya.


Bong Soon mencoba menggeliat sampai membuat Min Hyuk jadi geli, tapi kemudian dia bergerak cepat memelintir Min Hyuk. Tapi Min Hyuk tiba-tiba mencengkeram kaki Bong Soon dan mendorongnya hingga dia menindih Bong Soon. Suasana diantara mereka kontan berubah canggung.

"Jangan melawan. Tetaplah seperti ini," pinta Min Hyuk. Mereka berdiam diri seperti itu selama beberapa saat sambil saling memandang.

"Jangan sampai ada yang tahu tentang ini."

"Apa?"

"Kekuatanmu... dan tentang kita."

"Memangnya kita kenapa?"

"Kita... kita berlatih seperti ini," jawab Min Hyuk canggung sebelum akhirnya melepaskan diri.


Latihan terakhir adalah latihan yang membutuhkan konsentrasi dan kontrol kekuatan penuh, yaitu sentil baduk. Min Hyuk main duluan dan langsung gagal. Bong Soon mencoba menyentilnya sepelan mungkin tapi baduk itu langsung melesat bak peluru dan menancap kuat di laci kayu.

"Kau tidak menyentil dengan kekuatan penuh, kan?" tanya Min Hyuk takut-takut.

Bong Soon mengangguk, membuat Min Hyuk jadi tambah ketakutan. Latihan tetap berlanjut dan Min Hyuk menyuruh Bong Soon untuk menyingkirkan kekuatannya sekitar 30 persen. Dan untuk jaga-jaga, dia menyuruh Bong Soon pindah posisi biar tidak mengenainya.


Bong Soon mencoba lagi, dan baduk itu langsung membuat layar TV-nya Min Hyuk pecah. Pfft! Dia terus mencoba lagi-dlagi sampai Min Hyuk harus menyuruhnya untuk menebas kekuatannya sampai 90% dan saat itulah akhirnya akhirnya Bong Soon sukses membuat baduknya bergerak pelan.


Min Hyuk pun bersorak, mengucap selamat untuk Bong Soon yang akhirnya sukses bergabung di tim perencanaan game Ainsoft. Bahagianya Bong Soon, dia langsung bersorak sambil mengepalkan tinjunya sampai tak sengaja memukul papan baduk dan menghancurkannya. wkwkwk. Min Hyuk langsung menarik kembali keputusannya.


Baek Tak mengunjungi Gwang Bok yang hari ini akhirnya keluar dari rumah sakit. Tapi tak sengaja kakinya menumpahnya pispot. Gwang Bok tetap bertekad mau balas dendam pada Bong Soon saat tiba-tiba saja gigi palsunya copot dan terjatuh ke genangan air kencing. Dia cuma mengibasnya lalu langsung memasangnya kembali. Huek!



Dia juga mengunjungi tiga preman yang terluka dihajar Nenek dan menyindir pedas mereka karena kalah dari seorang nenek tua. Tapi saat mereka hendak mengunjungi dua preman penyusup, mereka malah shock melihat pemandangan kedua preman sedang bermesraan. Agari melapor kalau kedua orang itu jadi aneh setelah dihajar Bong Soon, mereka bahkan jadi bodoh sekarang.


Geng Ahjumma kembali mendatangi Dukun untuk meminta bantuan Dukun dalam masalah pembangunan ulang daerah itu dan bertanya bagaimana cara menaklukkan orang yang punya jabatan tinggi. Dukun pastinya butuh duit dulu sebelum bekerja. Kedua Ahjumma langsung buang muka, terpaksa Ibu yang musti bayar.

Dukun langsung komat-kamit merapal mantra sambil memainkan sekumpulan loncengnya dengan penuh semangat. Tapi saat dia membuka mata, matanya malah tampak menyala biru menakutkan, sepertinya dia kesurupan.

Dia menatap Ibu dan berteriak gila, "Aku Nenekmu! Apa kau tahu berapa banyak orang Jepang yang kubunuh dengan batu ini di Benteng Haeng Joo? Meskipun kau sangat kuat, kau tidak bisa mengalahkan seseorang yang bersenjata!"


Dalam perjalanan pulang, kedua Ahjumma langsung menggosipkan kejadian aneh barusan, sementara Ibu hanya mendesah. Ah, Ibunya Myung Soo baru ingat kalau tadi dia melihat Anak-anak SMA membungkuk hormat pada Bong Soon seolah Bong Soon adalah bos mereka.


Bong Soon menemukan sebuah amplop yang ditujukan untuknya dan dua lembar uang. Tapi Ibu tiba-tiba berteriak memanggilnya dan begitu dia turun, Ibu langsung memukulinya dan menuduhnya memalak anak-anak SMA. Saking kesalnya, Ibu sampai membanding-bandingkannya dengan Bong Ki.


Tak tahan lagi dengan semua tuduhan Ibu, Bong Soon langsung membela diri. Air matanya mengalir saat dia mengkonfrontasi Ibu yang selama ini selalu mendiskriminasikannya sebagai anak.

"Apa Ibu pikir aku tidak merasakan sakit? Aku juga merasa sakit. Tubuhku tidak merasakan rasa sakit tapi hatiku terasa sakit. Aku lebih kuat dari yang lain, tapi hatiku akan terasa lebih sakit 10 atau 20 kali lipat, Apa Ibu tahu itu?"

Dia tidak mengerti kenapa Ibu selalu pilih kasih dan membela Bong Ki, Ibu selalu memberikan makanan yang paling enak dan segar pada Bong Ki sementara dia malah diberi buah-buahan yang hampir busuk. Apa Ibu pikir dia mau terlahir seperti ini?

"Kenapa... kenapa Ibu sangat membenciku? Kenapa Ibu bersikap jahat hanya padaku? Aku juga anak Ibu, kenapa tidak memperlakukanku dengan setara. Ibu juga wanita... padahal Ibu juga wanita, kenapa Ibu sangat jahat padaku?"

Ibu hanya diam membelakangi Bong Soon, tampak mulai merasa bersalah.


Bong Soon turun tak lama kemudian dan mengambil bubur untuk dibawa ke rumah sakit. Walaupun mereka bicara, tapi tetap saja Bong Soon dan Ibu masih canggung satu sama lain.


Di rumah sakit, Bong Ki lagi-lagi bertemu dengan Hee Ji yang terang-terangan mengakui perasaannya pada Bong Ki. Jelas saja Bong Ki ragu, terlebih karena dia temannya Gook Du. Dia juga memberitahu Hee Ji bahwa saudara kembarnya sudah lama menyukai Gook Du.


Tepat saat itu juga, Bong Soon datang dan mendengarkan percakapan mereka. Dia langsung menghampiri mereka dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua.

"Aku temannya Gook Du dan noona-nya Bong Ki. Jadi aku mengatakan ini padamu. Aku tahu kalau kita tidak bisa memilih siapa yang akan kita cintai. Tapi kenapa kau tidak memikirkan siapa yang akan terluka karena perasaanmu yang tak terkendali itu?"

Mengalihkan perhatiannya ke Bong Ki, Bong Soon mengomelinya untuk tidak menghabiskan waktu dengan pacar orang agar dia tidak memberi harapan padanya. Bong Soon menyadari kalau dia sudah melewati batas, tapi terkadang harus ada seseorang yang melewati batas supaya hati seseorang yang lain tidak hancur.

"Jangan hancurkan hati Gook Du dan berhentilah membingungkan adikku"


Gook Du dan Detektif Kim mendapatkan daftar 3 orang pelanggan yang membeli sepatu dengan ukuran yang sama dengan jejak sepatu yang mereka temukan, pemilik toko hanya bisa memberikan daftar orang yang membeli secara online karena mereka tidak punya data tentang pelanggan offline. 

Satu per satu, Gook Du dan Detektif Kim mendatangi ketiga orang itu. Orang ketiga adalah seorang aktor teater dan mereka harus menunggu sampai si aktor selesai perform. Pertunjukkan panggung hari itu berjudul Pria berjanggut Biru dan 7 Pengantin.

Pertunjukkan itu benar-benar mirip dengan yang dilakukan oleh si penculik, menculik 7 orang wanita untuk diperistri. Tapi kedua polisi itu tidak menyadari si penculik ada diantara penonton, tampak benar-benar menikmati pertunjukkan ini.


Begitu pertunjukkan usai, kedua polisi langsung menginterogasi si aktor. Tapi sayangnya, dari semua keterangannya, dia punya alibi. Pertunjukkannya biasanya diadakan pada malam hari dan pada hari penculikan terjadi, dia sedang ada jadwal pertunjukkan. Tapi Gook Du tetap berniat untuk mengirim file suara si aktor pada Bong Soon.


Kedua polisi yang menjaga depan kamar rawat Kyung Shim, tiba-tiba dikejutkan oleh bom yang meledak di tempat sampah. Semua orang sontak panik berusaha mematikannya, tanpa menyadari si penculik yang menyamar jadi dokter lagi dan menyelinap masuk ke kamarnya Kyung Shim.


Dia hampir saja menyuntik Kyung Shim saat Bong Soon datang dan keheranan karena Kyung Shim baru saja disuntik. Pria itu langsung menatap Bong Soon tajam dan Bong Soon mulai curiga, "Kau bukan dokter, kan?"

Pria itu langsung melarikan diri. Bong Soon langsung mengejarnya dan memanggil kedua polisi. Tapi polisi terhalang saat pria itu memalang pintu dengan tongkat besi. Mereka pergi mencari jalan lain saat Bong Soon tiba di sana dan dengan mudahnya membuka pintu terkunci itu.


Sayangnya, saking terlalu fokusnya mencari sosok dokter mencurigakan, mereka malah tidak memperhatikan seorang petugas kebersihan yang kelihatan mencurigakan dan melewatinya begitu saja.


Saat Ketua Tim Yook mendapat kabar itu, dia langsung mengomeli kedua polisi. Gook Du datang tak lama kemudian dan langsung mengomeli Bong Soon karena membahayakan dirinya dengan mengejar si penculik. Bong Soon tidak terima diomeli dan menyuruh Gook Du mengurus pacarnya saja.

Kyung Shim menghentikan pertengkaran mereka dan menyuruh Bong Soon pulang saja. Tapi Bong Soon tidak mau, kejadian tadi terjadi padahal ada dua polisi yang berjaga di luar. Gook Du heran apa Bong Soon tidak tinggal di rumah Min Hyuk. Tidak, karena Neneknya datang.

Gook Du jadi makin kesal mendengarnya, "Kenapa kau tidak pernah mendengarkanku. Sudah kubilang untuk tinggal di rumah Presdir Ahn. Apa kau tahu betapa sulitnya bagiku memutuskan untuk menyuruhmu tinggal di rumah Presdir Ahn? Pulanglah, aku akan mengantarkanmu."

Kesal, Bong Soon menyatakan mau pulang sendiri dan pergi saat itu juga. Tapi Gook Du cemas dan langsung mengejarnya.


Min Hyuk mendatangi toko kenari yang hendak tutup dan beralasan mau beli kue. Tapi semua kue sudah habis jadi Ayah hanya memberinya sisa cookie kenari dan menolak dibayar. Ayah hanya meminta Min Hyuk untuk menjaga Bong Soon, "Dia adalah anak yang paling istimewa bagiku."

"Saya sangat tahu itu. Abeonim, saya juga sangat peduli pada Do Bong Soon. Anda harus percaya itu."

Senyum Ayah mengembang lebar mendengarnya. Baiklah, Ayah akan mempercayai Min Hyuk. Ia bahkan langsung memberikan lebih banyak cookie untuk Min Hyuk.


Bong Soon berjalan seorang diri tanpa menyadari kalau dia sedang diawasi oleh Baek Tak cs. Bertekad untuk belas dendam, Gwang Bok pun langsung membuntuti Bong Soon. Dia hanya mengacungkan tongkat pada Bong Soon, tapi tiba-tiba saja Gook Du muncul dan langsung menghajarnya habis-habisan.

Bong Soon sampai terpaksa memakai kekuatan supernya untuk menyingkirkan Gook Du sebelum dia menyakiti Gwang Bok lebih parah lagi. Gook Du menatapnya heran, Sementara Min Hyuk menyaksikan segalanya dari kejauhan.

Bersambung ke episode 8

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon