Powered by Blogger.

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 3 - 2

Images Credit by JTBC


Gook Du dan rekannya menemui dokter yang awalnya bertugas merawat Nona Kim untuk menanyakan alibinya. Dokter pun menyerahkan bukti usb berisi rekaman saat dia di ruang operasi waktu itu. Setelah itu, Gook Du minta izin untuk pergi menrmui temannya.


Di rumah sakit yang sama, Min Hyuk memeriksakan kakinya. Memang ada tulang yang retak sedikit dan Dokter menyarankannya untuk tidak banyak gerak. Min Hyuk langsung melempar tatapan tajam ke Bong Soon.


Bong Ki bertemu mereka saat mereka keluar dan menyapa Min Hyuk. Mengerang kesakitan, Min Hyuk memutuskan mau dirawat di rumah sakit. Bong Soon heran kenapa, retaknya kan cuma sedikit.

"Oh, jadi karena ini bukan kakimu, kau tidak peduli. Sakit banget sampai mau mati rasanya"

Bong Ki menawarkannya ke ruang VIP, tapi Min Hyuk menolak, di sana membosankan. Ah, apa tulang ekor Sekretaris Gong sudah sembuh?


Teman yang dimaksud Gook Du tadi adalah pacarnya yang hendak memeriksakan tangannya. Gook Du memberitahunya kalau temannya intern di sini lalu menggandeng Hee Jin ke departemen Ortopedi.


Min Hyuk lebay pakai kursi roda segala dan Bong Soon terpaksa harus mendorongnya ke kamar Sekretaris Gong. Setelah itu dia langsung keluar.

 

Dua preman yang pernah dihajarnya, lewat. Dia tidak melihat mereka tapi mereka melihatnya dan sontak menyembunyikan diri dan bergegas melarikan diri.


Preman lainnya sedang berusaha menyuapi Gwang Bok yang sekarang ompong. Jangankan mengunyah, membuka mulut pun dia kesakitan. Mereka akhirnya berhasil menyuapkan sesendok kedalam mulutnya saat kedua preman datang dan memberitahu mereka Bong Soon ada di sini. Gwang Bok shock berat sampai dia langsung ngompol dan pingsan.


Heran melihat kondisi Sekretaris Gong, Min Hyuk asal menepuk bokongnya. Sontak saja Sekretaris Gong langsung menjerit kesakitan. Dia lalu memberitahu Min Hyuk kalau orang-orang yang dihajar Bong Soon juga dirawat di sini dan adik kembarnya Bong Soon juga magang di sini.

"Jadi kakaknya yang memberikan rasa sakit dan adiknya yang mengobati. Kombinasi yang menarik," komentar Min Hyuk.


Di luar, Bong Ki langsung mengomeli noona-nya itu. Bong Soon balas protes, dia sudah sangat berhati-hati. Tapi belakangan ini sangat sulit untuk mengontrol kekuatannya. Sudahlah. Bong Ki harus pergi, Pacarnya Gook Du ada di sini. Bong Soon langsung menarik tangannya, ringan tapi terlalu kuat bagi orang lain. Sakit, tahu! Ah, maaf.


Mereka lalu pergi menemui Gook Du dan Hee Ji. Bong Soon menatap Hee Jin dengan sedih, apalagi saat melihat Gook Du menggandeng tangannya. Gook Du baru menyadari kehadiran Bong Soon lalu memperkenalkan Hee Jin pada Bong Soon. Hee Ji menyapanya ramah, Bong Soon menjawabnya dengan canggung.


Sambil menunggu profesor datang, Bong Ki membawa Hee Ji ke kantornya untuk diperiksa dulu. Hee Ji memberitahu kalau tangannya terlalu banyak latihan sampai pergelangan tangan dan jari-jarinya sakit dan sekarang dia kesulitan memegang apapun.

Bong Ki menduga kalau Hee Ji mengalami kerusakan saraf. Dia lalu memegang tangannya Hee Ji untuk diperiksa, tapi seketika itu pula Hee Ji tampaknya mulai tertarik pada Bong Ki.


Mengetahui alasan Bong Soon di sini karena Min Hyuk, Gook Du langsung mengomeli Bong Soon. Seharusnya sia bisa menetapkan batas-batas atas pekerjaannya. Kenapa juga seorang sekretaris harus bersama bos dan menerima perintah sepanjang hari.

Bong Soon gugup menjelaskan kalau Min Hyuk sekarang ini sedang tidak punya sekretaris lain selain dirinya, gara-gara itu tulang ekornya sakit setelah adu ayam. Gook Du makin kesal, Bong Soon itu terlalu mudah percaya pada pria. Kalau pria bersikap baik, itu artinya dia playboy. Kalau tidak baik, artinya dia penipu. Menurutnya bosnya Bong Soon itu aneh.

Sedih mendengar omelan Gook Du, Bong Soon langsung melabraknya. Kenapa Gook Du bersikap seperti ini padanya. "Kau punya pacar lalu kenapa bersikap baik padaku?"

 

Min Hyuk kebetulan lewat di sana saat itu dan mendengarkan teriakan Bong soon. Gook Du tidak paham apa maksudnya. Tapi tepat saat itu juga, Bong Ki dan Hee Ji keluar tapi mereka langsung pergi ke laboratorium untuk X-Ray. Min Hyuk memanggil Bong Soon dan Bong Soon langsung mendorongnya pergi meninggalkan Gook Du sendirian.


Dia membawa Min Hyuk kembali ke kamar Sekretaris Gong. Tanpa melihat ke Bong Soon, Min Hyik bertanya kenapa Bong Soon cemberut seperti baru saja melihat pacar gebetannya. Dia tidak menjawab dan langsung pergi begitu saja tanpa pamit.

Tanpa mereka sadari, geng preman sedang mengintipnya dan langsung lari sembunyi saat Bong Soon berjalan keluar. Min Hyuk terus saja mengoceh. Baru sadar Bong Soon menghilang saat tidak mendapat jawaban.


Begitu pulang, dia langsung memberi makan Chong Shim (anjing peliharaan mereka). Ibu hendak keluar saat itu dan langsung to the point, apa Bong Soon sudah tidur dengan Min Hyuk? Bong Soon mengiyakannya.

Ibu senang, beneran? Iya, dia tidur dengan sangaaaat nyenyak. Jadi maksudnya, Bong Soon cuma tidur di samping Min Hyuk? Aduh, dia kan sudah bilang kalau Min Hyuk itu tidak tertarik pada wanita.

Dulu Ibu juga tidak suka dengan anjing sampai saat mereka mulai memelihara Choong Shim. Intinya, orang bisa berubah. Tapi orang dan anjing kan beda. Biarpun mereka miskin tapi setidaknya mereka harus mempertahankan harga diri mereka. Ibu sinis, memangnya Bong Soon pikir dia bisa mempertahankan harga dirinya kalau dia miskin? Dasar gadis bodoh!

 

Bong Soon hendak mandi saat Min Hyuk menelepon (nama kontaknya 'Pria Angkuh Yang Selalu Berkata Kasar'). Min Hyuk langsung protes karena bOng Soon menghilang begitu saja, bagaimana kalau ada orang jahat masuk ke sini? Bong Soon dengan malas memberitahu kalau dia pulang untuk mandi, dia kan harus jaga kebersihan dirinya.

Min Hyuk malah tambah protes, dia sendirian di ambang maut tapi Bong Soon malah memikirkan kebersihan dirinya sendiri. Pokoknya Bong Soon harus segera kembali kemari begitu dia selesai mandi, tidak perlu blow dry rambutnya.


Saat berbalik, Min Hyuk melihat sekelompok gangster di pintu rumah sakit lalu tak lama kemudian, Bos mereka datang. Min Hyuk tampak keheranan melihat mereka, mungkin dia mengenali bos gangster itu.


Bos gangster itu adalah Baek Tak, bosnya para preman yang dihajar Bong Soon. Gwang Bok langsung mewek sambil mengoceh nggak jelas. Hyun Dong malu harus mengakui kalau mereka semua dalam keadaan seperti ini gara-gara dikalahkan seorang wanita bernama Do Bong Soon dan dia seorang sekretaris di Ainsoft.


"Ainsoft? Kebetulan sekali," komentar Baek Tak. Dia lalu memerintahkan mereka untuk merekrut Bong Soon jika dia memang sehebat itu, jika tidak maka kirim dia ke neraka.

Gwang Bok langsung heboh mendesis-desis nggak jelas sambil ngiler-ngiler, niatnya sih mau bilang "Aku yang akan menghabisinya, Bos! Berikan aku satu kesempatan untuk melakukan ini untuk anda!"


Kesal mendengar desisan nggak jelas Gwang Bok, Baek Tak menyuruhnya tutup mulut saja. Bagaimana bisa dia membiarkan dirinya dikalahkan wanita. Rumor ini sudah menyebar kemana-mana dan dia benar-benar malu dibuatnya.

Gwang Bok mewek makin heboh sambil weleh-weleh nggak jelas. Baek Tak makin kesal dibuatnya dan langsung menutup paksa dagunya Gwang Bok tepat saat mulutnya melet.

"Bawa si jal*ng itu padaku. Jika aku tidak memastikan kekuatannya dengan mataku sendiri, akan kubunuh kalian dengan tanganku sendiri!"


Selesai mandi, Bong Soon mengeluarkan ponselnya yang rusak, menyadari dia mulai kesulitan mengontrol kekuatannya sejak saat itu. Sms dari Min Hyuk masuk saat itu, memaksanya untuk segera kembali ke rumah sakit. Saking kesalnya, Bong Soon sampai harus menarik nafas dalam-dalam untuk meredakan emosinya.


Geng preman SMA melaporkan kejadian malam itu ke bos besar dengan bukti sepatu yang dirobek Bong Soon. Berapa kira-kira umur wanita itu? Dia sudah tua. Apa dia kelihatan kuat? Tidak, dia kelihatan biasa saja. Si Bos langsung marah besar dan menuntut mereka untuk membawa wanita kepadanya.

Di tengah jalan, Bong Soon dipanggil anak-anak SMA itu. Mereka menyapanya dengan sopan dan mengingatkan Bong Soon tentang kejadian malam itu. Bong Soon pun dibawa menghadap Bos Besar yang langsung melabraknya dan menuntutnya memperbaiki sepatu itu. Bong Soon mendekat, yang lain sontak mundur dan Bos Besar maju merampas tasnya Bong Soon.


Mereka mengambil dompetnya. Bos Besar tambah kesal melihat isi dompetnya Bong Soon yang tidak seberapa. Dia bahkan langsung melemparkan isinya ke kepala Bong Soon bahkan memukuli kepala Bong Soon dengan dompetnya.

"Hei, aku tidak suka kepalaku dipukul dan aku tidak suka ada yang menyentuh barang-barangku. Kau sudah tahu apa yang tidak kusuka, jadi jangan seperti ini"


Bos Besar malah ketawa ngakak, meremehkan Bong Soon bahkan semakin berani menampar pipi Bong Soon. Habis sudah kesabaran Bong Soon. Dia langsung memelintir tangan Bos Besar dan mengangkatnya ke udara dengan mudah. Si Bos Besar sontak mewek ketakutan.

 

Bong Soon lalu memerintahkan yang lain naik ke komidi putar. "Berpegangan yang erat karena akan berbahaya. Kali ini aku akan memabwa kalian tamasya ke Hong Kong," ujar Bong Soon lalu mendorong komidi putar itu. Sontak mereka pun berputar-putar dengan cepat bak angin topan.


Satu sentakan kaki membuat komidi putar itu berhenti dan kontan anak-anak SMA itu langsung mental ke berbagai arah. Dia memerintahkan mereka berkumpul dan memerintahkan mereka untuk mengumpulkan sedikitnya satu kilogram sampah. Jika tidak mau maka dia akan membuat mereka berputar-putar lagi.

"Kami akan mengambil sampah!" teriak Bos Besar sambil bersujud hormat.

"Itu pilihan yang benar. Jadilah orang yang baik, mengerti? Dan belajarlah dengan giat" Bong Soon lalu pergi, memberikan uang-uangnya yang tercecer pada geng SMA itu. Sontak mereka langsung bersujud hormat padanya, memanggilnya 'Noonim' dan mengucap terima kasih.


Begitu Bong Soon tiba di rumah sakit, Min Hyuk langsung minta dipapah keluar. Baek Tak dan anak-anak buahnya sudah menunggu di sebelah. Baek Tak langsung shock saat melihat Bong Soon, "Tidak mungkin. Tidak masuk akal."


Di mobil, Min Hyuk berkata kalau dia sedang memikirkan berapa gaji tambahan yang akan dia berikan pada Bong Soon, jadi sebaiknya dia berhenti mengeluh. Bong Soon tidak mengerti apa yang salah dengan Atude-nya. Min Hyuk mengoreksi, yang benar 'Atitude' (sikap). Ah, sudahlah ayo berangkat.


Gook Du membelikan coklat untuk Hee Ji, merayakan White Day. Hee Ji mencoba coklatnya, lembut dan manis. Tapi dia bertanya-tanya, kapan hubungan mereka akan semanis coklat ini.


Mereka tiba di tempat tujuan saat malam tiba, sebuah rumah mewah yang ternyata kediaman keluarganya Min Hyuk. (Eh, itu kan kantornya K-Fact di Woman With a Suitcase? hehe). Min Hyuk berkata kalau mereka akan bertemu dengan tiga tersangka hari ini, dia ingin Bong Soon mencari tahu mana yang paling memungkinkan diantara ketiga orang itu.


Ibu Tiri Min Hyuk yang menyambut mereka, dia tersenyum pada Min Hyuk (entah senyum tulus atau palsu) tapi dia tampak kurang senang dengan kehadiran Bong Soon. Dengan senyum dia berusaha membuat Bong Soon menunggu di luar. Tapi Min Hyuk bersikeras kalau Bong Soon harus ikut makan malam bersama mereka.

"Dia tahu kalau kita semua tidak bisa dibilang sebagai keluarga," ujar Min Hyuk.


Begitu semua orang berkumpul, makanan pun mulai disajikan. Bong Soon langsung melongo melihat berbagai hidangan itu, tapi Min Hyuk langsung meng-sms-nya, mengingatkannya untuk serius mencari tersangka.

Sementara Bong Soon mengamati ketiga kakaknya Min Hyuk, Tuan Ahn mengumumkan kalau tujuan dia mengumpulkan semua orang hari ini adalah untuk mengumumkan pewaris Ohsung Group secara resmi. Sudah saatnya dia mengundurkan diri dari jabatannya.


Dan karena Tuan Ahn berniat memperluas bisnis kerajaan keluarga mereka, jadi dia akan mewariskannya pada yang paling berbakat diantara mereka, Min Hyuk. Kakak Kedua Min Hyuk setuju-setuju saja, tapi yang lain protes keras tidak menyetujui keputusan sepihak itu.


Min Hyuk santai menerima keputusan Tuan Ahn. Karena dia punya perusahaan sendiri, jadi dia akan memikirkan cara untuk menggabungkan kedua perusahaan.


Kakak Pertama mengumpat kesal, Bong Soon langsung menilainya sebagai Kakak yang sangat serakah dan punya mata membunuh.


Kakak Kedua memandang positif dengan penggabungan kedua perusahaan. Bong Soon menilai sebagai Kakak yang memiliki senyum lembut dan tatapan baik hati.


Kakak Ketiga juga tidak setuju. Mengutarakan sindirannya dengan lebih tenang tapi lebih nyelekit. Bong Soon menilainya sebagai orang memiliki tatapan sinis seolah dia tidak puas dengan dunia.


Sementara yang lain sibuk berdebat, Bong Soon melihat Ibu Tiri santai melahap makan malamnya. Bong Soon menilainya bukan ancaman serius.


Tuan Ahn marah besar dengan protes mereka, ia langsung mengambil tongkat golf untuk menghajar Kakak Pertama. Tercengang melihat kebrutalan Tuan Ahn, Bong Soon langsung menilainya dengan nilai paling tinggi diantara yang lain. Hah? Dia yang paling mencurigakan?


Dalam perjalanan pulang, Bong Soon berpendapat kalau Ayahnya Min Hyuk lah tersangkanya. Min Hyuk sampai heran sendiri mendengarnya, kenapa juga ayahnya melakukan itu padanya. Astaga! Dia benar-benar tidak tahu lagi bagaimana Bong Soon bisa membantunya. Ah, sudahlah. Mereka ke Dobong-dong saja. Dia akan menyetir sendiri nanti.


Seorang balerina baru saja selesai latihan. Dia berjalan keluar dari studionya tanpa menyadari seseorang yang menguntitnya. Dia santai berkumpul dan bercanda tawa dengan temannya. Saat hendak pulang, seorang pria menghampirinya, mengaku sebagai supir pengganti yang dipanggilnya. Wanita itupun menyerahkan kunci mobilnya tanpa mencurigai apapun.


Bong Soon turun agak jauh dari rumahnya, dia mau mampir ke apotek, mau beli obat penghilang rasa sakit karena stres. "Semua ini berkat kau, brengs*k!" batin Bong Soon.

Sebelum berpisah, Min Hyuk menyuruh Bong Soon datang ke rumahnya besok pagi, datanglah lebih awal. Dia tidak mau ke rumah sakit? tanya Bong Soon. Tidak, kenapa juga dia ke rumah sakit, dia kan cuma patah tulang jari kaki saja.


Ibu kebetulan lewat dan melihat mereka. Melihat bosnya Bong Soon terus menerus mengantar Bong Soon pulang, Ibu langsung mengomel lagi, menyuruh Bong Soon untuk mengubah penampilannya, pakailah baju yang lebih seksi. Seperti dia! Wanita tidak boleh kehilangan keseksiannya biarpun sudah tua. Kalau Bong Soon terus seperti ini, dia bakalan susah dapat jodoh. Sebodoh amat, Bong Soon mau ke apotek.


Mereka akhirnya pergi bersama. Ibu tiba-tiba menyemprot kaki Bong Soon dengan sesuatu. Dalam usahanya menghindari Ibu, Bong Soon tak sengaja menubruk seorang pria yang baru datang. Pria itu membeli sesuatu lalu langsung pergi.

Tak ada seorangpun yang mencurigainya, padahal dia adalah si pelaku kasus Dobong-dong. Begitu kembali ke mobilnya, pria itu langsung memakai topengnya.


Keluarga Do makan malam bersama. Ayah langsung bertanya ini-itu tentang pekerjaan baru Bong Soon dan bosnya itu. Dia tidak melecehkan Bong Soon atau melihatnya dengan tatapan aneh, kan? Bong Soon kan sudah bilang kalau bosnya tidak tertarik dengan wanita, dia yakin itu. Dia bahkan merasa bosnya naksir Gook Du.

Ibu kecewa banget, padahal bosnya Bong Soon itu penuh karisma. Tapi tetap saja, Bong Soon tidak boleh kalah, apa Bong Soon mau dikalahkan si Gook Du itu? Ayah dan Bong Ki mendengus geli mendengarnya. Bong Ki merasa bosnya Bong Soon itu memang aneh. Dia masuk rumah sakit sendiri dan keluar sendiri. Dia masuk rumah sakit karena Bong Soon menginjak kakinya. Ibu sontak saja mengomeli Bong Soon lagi.


Bong Ki ditelepon Hee Ji saat itu yang ingin mentraktirnya makan sebagai ungkapan terima kasih untuk hari ini. Bong Ki tak enak dan berusaha menolak, tapi Hee Ji bersikeras. Bong Ki akhirnya menyerah dan mereka sepakat ketemuan besok di jam makan siang.


Semua orang jelas heran kenapa pacarnya Gook Du menelepon Bong Ki. Ibu tidak suka, kenapa juga Hee Ji mengajak Bong Ki makan bersama padahal dia sudah punya pacar. Bong Soon sinis, padahal wanita itu tidak ada cantik-cantiknya. Dia cuma tersenyum dengan matanya.

"Seharusnya kau melakukan itu!" omel Ibu "Buat gerakan seperti itu pada Bos-mu dan bukannya menginjak kakinya"

Pokoknya Ibu melarang Bong Ki menemui wanita itu. Bong Soon tidak terima, dia disuruh tidur bersama bosnya tapi Bong Ki malah dilarang. Jelas beda lah, yang satu impor (Min Hyuk) dan yang satu ekspor (Hee Ji). Mereka bakalan harus bayar mahal untuk barang ekspor. Birnya habis, beli lagi sana. Baiklah, Bong Soon pun beranjak pergi.


Hujam mengguyur deras saat Balerina terbangun di tengah jalan tapi malah mendapati supir penggantinya pakai topeng seram. Sontak dia ketakutan dan panik minta diturunkan. Si penjahat menurutinya. Balerina berusaha melarikan diri tapi Si Penjahat mengejarnya dengan membawa tang.


Pada saat yang bersamaan, Bong Soon dalam perjalanan kembali dengan membawa sekresek bir. Balerina terjatuh di tengah jalan. Si penjahat semakin mendekatinya dan langsung menyerangnya. Wanita itu sontak menjerit. Langkah Bong Soon terhenti mendengar suara jeritan wanita itu.


Shock, dia menjatuhkan payungnya dan botol-botol birnya, "Aku punya perasaan tidak enak. Setiap kali aku akan segera menggunakan kekuatanku"

Bersambung ke episode 4

5 comments

Sukaaaaaaaa mb ima lanjut......

Semangat mbak ima

Suka, semangat ya buat nulis sinopsisnya

Suka, semangat ya buat nulis sinopsisnya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon