Powered by Blogger.

 Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 5 - 2
Images Credit by JTBC


Bong Soon mulai heran karena Kyung Shim lama sekali beli tahu, dia berusaha menghubungi Kyung Shim tapi tidak diangkat. Di tengah jalan, Kyung Shim tiba-tiba menyadari kehadiran orang misterius yang tengah membuntutinya.

Dia berusaha melarikan diri sambil mengeluarkan ponselnya, tapi si penculik tiba-tiba muncul dari depan dan langsung menyerangnya dengan tongkat. Kyung Shim langsung terjatuh dan si penculik terus menyerangnya.


Dia hendak menghantam Kyung Shim dengan tongkatnya lagi, saat sebuah tangan tiba-tiba mencegahnya. Syukurlah Bong Soon tiba tepat waktu menyelamatkan sahabatnya.

Pria itu berusaha menarik tangannya dari cengkeraman Bong Soon tapi tidak bisa. Bong Soon langsung membengkokkan tongkat besi itu sampai si penculik berteriak kesakitan lalu menendangnya menjauh. Tapi alih-alih menangkapnya, Bong Soon malah membiarkannya melarikan diri, lebih cemas dengan keadaan temannya.


Bong Soon menangis dan gemetaran saat dia menunggu di depan ruang operasi. Bong Ki keluar tak lama kemudian dan memberitahu Bong Soon kalau Kyung Shim sudah baik-baik saja sekarang dan akan dipindahkan ke kamar pasien. Bong Soon setia menunggui Kyung Shim sampai dia sadar. Dia langsung menangis dan meminta maaf karena membiarkan Kyung Shim keluar sendirian.


Gara-gara insiden itu, para ahjumma langsung rapat darurat di toko kenari. Ibu mengusulkan agar mereka melakukan ronda per kelompok untuk menjaga keamanan para gadis muda di lingkungan mereka.

Seorang ahjumma menegaskan kalau target si penjahat adalah wanita kurus, tapi ucapannya malah membuat para ahjumma bertubuh gemuk jadi tersinggung. Jadilah mereka ribut berdebat tentang apakah wanita bertubuh gemuk perlu dilindungi juga atau tidak.

 

Baek Tak dan anak-anak buahnya datang menyela dan memberikan proposal pada mereka. Mereka memperkenalkan diri dengan gaya ala gangster, menyatakan turut prihatin atas insiden yang belakangan terjadi di lingkungan ini dan kalau mereka akan membantu mengamankan daerah ini, tapi tentu saja kesempatan itu Baek Tak manfaatkan sekaligus untuk membujuk mereka agar menyetujui pembangunan ulang dengan alasan demi keamanan lingkungan ini.

Dengan berapi-api dia meyakinkan pada ahjumma kalau si penjahat itu pasti bakalan ketakutan begitu melihat para anak buahnya yang sangar. Dia menyatakan kalau mereka akan memberikan pelayanan keamanan bagi lingkungan ini mulai besok lalu pamit pergi.

Para ahjumma baru bisa bernafas lega selepas kepergian gengnya Baek Tak. Bahkan Ayah pun merasa orang-orang itu jauh lebih menakutkan daripada penjahat yang sebenarnya. Ibu mengusulkan untuk tidak mempedulikan mereka. Pokoknya mereka harus tetap ronda.


Bong Soon tidak masuk kerja keesokan harinya demi menjaga Kyung Shim. Dia benar-benar kesal dan bersumpah akan mematahkan setiap tulang si penjahat itu kalau mereka sampai bertemu lagi. Kyung Shim tampaknya semakin membaik, dia bahkan sudah bisa bercanda menggerutui hidungnya yang menurutnya jadi kurang mancung sekarang.

"Tapi Bong Soon-ah, aku sangat takut semalam. Kukira aku akan mati begitu saja. Aku mungkin bertahan karena aku punya teman yang kuat sepertimu. Tapi wanita-wanita lainnya... bayangkan apa yang akan terjadi jika aku jadi mereka. Memikirkannya saja rasanya menakutkan."


Ibu datang tak lama kemudian sambil mengutuki si penjahat. Kyung Shim menyela untuk mengingatkan Ibu agar Ibu tidak memberitahukan masalah ini pada Ibu Kyung Shim, dia tidak mau membuat Ibunya cemas. Ibu langsung mengomeli Bong Soon karena membiarkan Kyung Shim keluar sendirian dan gagal menangkap penjahatnya.


Ketua Tim Polisi langsung kesal saat diberitahu insiden yang menimpa Kyung Shim. Tapi ia heran, apa yang membuat si penjahat tiba-tiba melarikan diri. Gook Du izin keluar untuk menanyai Kyung Shim.


Min Hyuk membeli coklat. Gelisah menatap meja kosongnya Bong Soon, dia langsung memanggil Sekretaris Gong ke ruangannya dan tiba-tiba saja dia mengatakan kalimat romantis, "Tinggalah di sisiku."

Pfft! Sekretaris Gong sampai spechless dibuatnya. Min Hyuk berkata kalau dia merasa kosong di sini dan karenanya dia memerintahkan sekretaris Gong untuk duduk diam di mejanya Bong Soon. " Yang perlu kau lakukan hanyalah tetap di sisiku. Saat seseorang pergi, kau akan menyadari kehadiran mereka dalam hidupmu."

Hihi, kangen Bong Soon dia. Tapi kata-katanya itu loh, bisa bikin orang salah paham. wkwkwk. Sekretaris Gong sampai mengira kalau yang dimaksud Min Hyuk itu dirinya. Apa Min Hyuk merasa kehilangan dirinya selama dia tidak ada di sini?


Tidak bisa tenang memikirkan Bong Soon, Min Hyuk memgambil coklatnya. Sepertinya sih mau membawanya pergi. Tapi saat melihat tatapan heran Sekretaris Gong, dia malah memutuskan memberikan coklat itu pada Sekretaris Gong.

"Apa ini?"

"Hari ini White Day," ujar Min Hyuk. LOL! Sekretaris Gong kontan melongo.


Keempat teman itu berkumpul saat Gook Du datang. Gook Du langsung meminta Kyung Shim untuk menceritakan kejadian semalam. Kyung Shim pun menceritakan kronologinya dan hampir saja membeberkan rahasia Bong Soon. Untunglah Bong Soon cepat membungkamnya dengan meremas tangannya. Kyung Shim pun cepat-cepat beralasan kalau Bong Soon berhasil menyelamatkannya dengan berteriak sangat kencang.

"Jadi dia lari karena Bong Soon berteriak?" tanya Gook Du heran "Lalu apa kau melihat wajahnya?"

"Orang itu... tidak memiliki wajah."

 

Di markasnya, si penjahat itu tengah  mengobati luka di pinggangnya gara-gara tendangan Bong Soon sementara pemilik sekolah basket menangis terus didalam penjaranya. Saat dia memperban dirinya sendiri, tampak ada bekas luka besar di punggungnya. Dia menatap tongkat besinya yang bengkok itu lalu melemparkannya dengan kesal ke arah si pemilik sekolah basket, kesal mendengar tangisannya.


Gook Du mengomeli Bong Soon karena tidak menggunakan smartwatch-nya. Lebih emosi lagi saat Bong Soon beralasan kalau jam itu ketinggalan di rumah. Bahkan saat sekolah Bong Soon juga sering kelupaan membawa perlengkapan sekolahnya. Bong Soon cuma diam sambil menundukkan kepalanya.

Tapi begitu emosinya reda, dia mulai mencemaskan Bong Soon. "Aku bisa gila karenamu. Berapa kali sudah baj*ng*n itu melihat wajahmu? Kau harus bersembunyi di suatu tempat."

"Mana mungkin aku bersembunyi saat aku harus bekerja?"

"Lebih baik kalau kau tinggal di rumah Presdir itu... tinggal saja di rumah Presdir itu. Pelakunya tidak akan bisa menemukan di sana. Itu yang terbaik."

Bong Soon dengan ragu meyakinkannya untuk tidak cemas, dia menguasai sesuatu kok. Gook Du meremehkannya, Bong Soon menguasai apa? Bisa berteriak kencang? Pokoknya Bong Soon tinggal saja di rumah Min Hyuk sampai dia berhasil menangkap si penjahat itu.


Setelah itu, Gook Du langsung pergi menemui Min Hyuk. Kali ini dia tak lupa ketuk pintu dulu. Dia datang untuk meminta bantuan Min Hyuk untuk menyembunyikan Bong Soon di rumahnya. Bong Soon tidak aman lagi tinggal di lingkungan itu sekarang.

"Kau benar-benar tidak tahu apapun tentang Bong Soon, yah?" komentar Min Hyuk "Sudahlah, aku tahu apa maksudmu."

Gook Du menegaskan kalau Min Hyuk harus menyembunyikan Bong Soon, dia tidak boleh menyentuh Bong Soon. Min Hyuk penasaran, Gook Du mengkhawatirkan Bong Soon sebagai teman, bukan? Gook Du menolak menjawabnya.


Tapi dia heran, kenapa Min Hyuk terus bicara informal padanya padahal mereka seumuran. Wah, Min Hyuk tak menyangka kalau Gook Du menggunakan kekuatannya untuk menyelidiki informasi tentangnya.  Tapi dia berharap Gook Du akan merahasiakan masalah umurnya dari Bong Soon.

Gook Du terus protes, kalau begitu apa dia boleh juga pakai bahasa informal pada Min Hyuk. Silahkan! Tapi pada akhirnya, Gook Du tetap saja memakai bahasa formal padanya lalu pergi.


"Do Bong Soon, sepertinya cintamu tidak bertepuk sebelah tangan," gumam Min Hyuk dan dia tidak suka itu.


Bong Soon tidak bisa tidur saat Gook Du meneleponnya, memberitahu kalau dia sudah bicara dengan Min Hyuk dan dia akan mengantarkan Bong Soon ke kantor besok pagi, juga akan ada beberapa polisi yang patroli di sekitar sana jadi Bong Soon jangan khawatir dan tidur saja yang nyenyak.


Keesokan harinya, Bong Soon berdandan cantik sebelum keluar menemui Gook Du. Tapi begitu melihat penampilan Bong Soon hari ini, Gook Du langsung ngomel-ngomel bak cowok yang tak rela ceweknya kelihatan cantik di hadapan orang lain.

"Jangan berkeliaran dengan penampilan cantik," gerutu Gook Du. Omo! Bahagianya Bong Soon. ^^


Min Hyuk tiba di kantor bersamaan dengan mereka dan langsung cemburu melihat Bong Soon dan Gook Du saling eyel-eyelan menyuruh satu sama lain duluan bak sepasang kekasih yang tak ingin berpisah. 

Dia bahkan menirukan gaya jalan Bong Soon hari ini yang lebay abis. Saking bahagianya, Bong Soon bahkan menyatakan tidak akan keberatan jika Min Hyuk memotong gajinya karena tidak masuk kerja kemarin.


Dia terus menerus mesam-mesem dan heboh sendiri setiap kali teringat ucapan Gook Du tadi. Di toilet, dia menatap bayangannya di cermin sambul berkhayal Gook Du muncul di sana, mengucapkan kalimat romantisnya tadi.

Tapi dalam khayalannya, Gook Du menambahkan "Kau jadi... jangan berkeliaran... kau cantik."

Bong Soon kontan heboh sendiri dengan khayalannya itu tanpa mempedulikan seorang pegawai yang keheranan melihat tingkahnya.


Dia kembali sambil melompat-lompat. Min Hyuk memberitahunya untuk tinggal di rumahnya, ini perintah pria yang Bong Soon sukai. Bong Soon langsung lebay, nyerocos panjang lebar tentang Gook Du yang terlalu mengkhawatirkannya. Yah, memang sih, Gook Du pasti khawatir karena si penjahat pasti sedang mengincarnya sekarang. Semuanya dia ucapkan sambil senyam-senyum sampai membuat yang mendengarnya keheranan.


Ibu dengan antusias mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan Bong Soon selama tinggal di rumah Min Hyuk, termasuk daleman seksi plus selimut khusus pengantin. Ayah benar-benar heran dengan sikap Ibu pada putrinya sendiri. Apa Ibu begitu menyukai uang? Kenapa tidak sekalian saja Ibu jual Bong Soon ke pria kaya itu?

"Aku ingin menikahkan Bong Soon ke keluarga baik dan membiarkannya memiliki kehidupan yang baik. Aku tidak akan membiarkannya memiliki kehidupan yang menyedihkan sepertiku," ujar Ibu sambil lirik Ayah dengan sinis.


Saat Sekretaris Gong datang menjemput barang-barangnya Bong Soon, Ibu sok mengklaim kalau keluarga mereka itu sebenarnya keluarga konservatif dan melepaskan Bong Soon itu keputusan yang sulit. Tapi Sekretaris Gong penasaran barang apa saja ini?

"Katanya mereka harus tidur bersama dengan selimut ini."

"Tidur... bersama?" Sekretaris Gong bingung. Ibu mengklaim kalau dia cuma bercanda lalu cepat-cepat menyuruh Sekretaris Gong pergi.


Ketua Tim Polisi mendapat laporan kalau si penjahat itu seperti tahu betul tentang daerah itu. Gook Du cemas kalau si penjahat sekarang sedang menarget Bong Soon dan menyarankan agar mereka mencari sample topeng yang dipakai si penjahat. Tapi Ketua Tim cuek, memerintahkan timnya untuk merahasiakan perkembangan kasus ini terutama dari media.

 
Min Hyuk dan Bong Soon bengong melihat barang-barang yang dibawakan Ibu. Berusaha mencairkan kecanggungan, Bong Soon mengeluarkan pakaiannya tapi malah tak sengaja menjatuhkan pakaian dalam seksinya. Min Hyuk sontak melongo dan buru-buru memalingkan pandangannya. Suasana jadi tambah canggung gara-gara itu.


Nin Hyuk tak bisa tidur. Menatap keluar jendelanya, Min Hyuk bertanya-tanya apakah Bong Soon sudah tidur sekarang. Bong Soon sedang ngobrol.di telepon dengan Kyung Shim. Ibu heboh ingin bicara dengan Bong Soon, mau menanyakan apakah mereka tidur bersama. Tapi Kyung Shim cepat-cepat menyudahi teleponnya.


Geng Baek Tak melaksanakan janjinya untuk patroli. penampilan boleh sangar, tapi bahkan kucing melompat saja membuat mereka jejeritan ketakutan. LOL. Selain mereka, mobil polisi juga patroli di sekitar sana.

 

Bong Soon tidak bisa tidur memikirkan insiden-insiden yang selama ini disaksikannya. Akhirnya dia nekat keluar sendirian berkeliling gang-gang sepi. Di tengah jalan, dia merasakan kehadiran seseorang  yang membuntutinya. Dia tetap berjalan dengan tenang tapi waspada.

Gook Du gelisah memikirkan Bong Soon sampai tidak mendengarkan ucapan Detrktif Kim. Tak tahan lagi, dia langsung minta izin keluar.


Saat dia tengah menaiki tangga, seseorang menepuk bahunya. Bong Soon kontan menoleh dan bersiap menghajar si penguntit tapi malah mendapati orang yang menguntutnya ternyata Min Hyuk. Kenapa Bong Soon kemari?

"Aku akan menangkap baj*ng*n itu dengan tanganku sendiri. Aku sudah merahasiakan kekuatan superku sepanjang hidupku. Tapi sekarang, aku akan menggunakan kekuatan superlu ini untuk rujuan yang baik."


Mereka baru saja pulang saat Gook Du datang dengan nafas terengah-engah dan baru bisa menarik nafas lega begitu melihat Bong Soon. Menoleh ke Min Hyuk, dia berkata, "Aku harus tinggal di sini juga."

Bersambung ke episode 6

3 comments

Start for triangle love. No more hee ji hahaha

Cewek korea apa emang sangat pendek ya dibanding cowok cowoknya. Setiap drama korea begitu. Yg tingginya imbang sama cowok biasanya wajahnya blasteran. Atau gen nya orang korea begitu ya....
Cewek pendek pendek. Cowok tinggi tinggi.
Sorry gagal fokus��

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon