Powered by Blogger.

Sinopsis Tomorrow With You Episode 10 - 2
Images Credit by tvN


Direktur kim menemui Presdir Choi dan melakukan hal yang sama persis dengan yang pernah diucapkan Direktur Wang tentang penggelapan. Dia mencoba membujuk Presdir Choi untuk membayar 30% dari jumlah kontrak pembelian gedung. 

Presdir Choi mempercayainya dan berkata kalau dia akan membeli gedung itu. Kalau begitu, Direktur Kim akan membuat kontraknya dan meminta Presdir Choi untuk merahasiakan masalah ini setidaknya selama satu tahun. Presdir Choi oke-oke saja.


Tengah malam, Gun Sook mendapati suaminya masih belum tidur. Dia mencoba mengajaknya tidur, tapi Direktur Kim malah mengajaknya pindah ke luar negeri. Gun Sook langsung senang, mengira mereka akan pindah ke Amerika. Tapi Direktur Kim malah bilang mau ke Vietnam dan menyuruh Gun Sook mempersiapkan segalanya dalam kurun waktu 3 bulan.

Dia juga memperingatkan Gun Sook untuk tidak memberitahu siapapun, terutama Ma Rin. Gun Sook menolak, Direktur Kim pergi saja sendiri. Kenapa membuat keputusan tanpa membicarakan dulu dengannya. Lagipula kalaupun pindah ke luar negeri, yang dia mau Amerika, bukan Vietnam.


Berusaha meyakinkan Ma Rin kalau rencananya menyelamatkan Ayah Se Young akan berhasil, So Joon memberitahu Ma Rin bahwa dia mendekati Ma Rin di jalan waktu itu adalah untuk menyelamatkan Ma Rin dari kecelakaan. Wah, padahal Ma Rin kira kalau So Joon jatuh cinta pada pandangan pertama padanya.

"Kubilang aku menyelamatkanmu. Apa kau tidak merasa tersentuh karenanya?"


Sama seperti bagaimana dia menyelamatkan Ma Rin, kali ini juga dia pasti akan bisa menyelamatkan Ayah Se Young. Menatap So Joon lekat-lekat, Ma Rin memuji betapa luar biasanya So Joon. Dia manusia, kan? tanyanya sambil menyodok pipi So Joon.

So Joon bercanda menirukan robot. Masa Ma Rin tidak bisa melihat sisi kemanusiaannya, tentu saja dia manusia. Ma Rin tertawa mendengarnya, tapi apa hanya itu kekuatan So Joon. So Joon mengoreksi, itu bukan semacam kekuatan. Tapi memang benar sih, hanya itu yang dia bisa.

"Kau luar biasa"


Keesokan harinya, Se Young membawa pergi barang-barangnya dari Happiness. Ki Doong sudah menunggunya di luar. Dia berniat membantu, tapi Se Young menolak. Dia masih canggung pada Ki Doong dan menolak semua tawaran Ki Doong.

Ki Doong langsung protes. Baiklah, dia minta maaf atas kejadian malam itu dan dia sudah melupakannya sekarang. Puas? Besok dia tidak bisa mengantarkan Se Young ke bandara makanya dia datang sekarang untuk mengucap selamat tinggal.

"Jadi, pergilah. Pastikan tak ada yang tertinggal dan membuatmu harus kembali. Bersenang-senanglah dan hiduplah dengan baik, mengerti?"

 

Tepat saat itu juga, Se Young ditelepon Ayahnya yang saat itu sudah tiba di depan gedung kantornya So Joon. Dia berkata mau menemui So Joon untuk mengucap terima kasih. Tanpa dia sadari, dia berpapasan dengan Direktur Kim yang mengingat pertemuan mereka malam itu.


Ayah memberitahu So Joon bahwa hanya dia yang akan menemani Se Young ke Jepang. Ibunya Se Young memutuskan untuk pergi tamasya dengan pegawai Hapiness karena Ibu merasa akan sulit melepaskan Se Young kalau dia ikut ke Jepang nanti.

Melihat So Joon, Ayah tak menyangka waktu berlalu begitu cepat dan sekarang So Joon sudah sedewasa ini. Ayah menggenggam tangan So Joon dn berterima kasih padanya. Atas aemua yang So Joon lakukan untuknya dan juga demi Happiness.

"Tidak, Ahjussi. Akulah yang harus berterima kasih"


So Joon lalu ikut keluar mengantarkan Ayah. Tanpa menyadari Direktur Kim yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka, Ayah memberitahu So Joon tentang Presdir Choi yang katanya mau membeli salah satu gedung milik perusahaan So Joon. So Joon tidak ambil pusing dan berpikir kalau Ayah mungkin salah informasi, tidak ada gedungnya yang mau dijual kok.


Setelah Ayah pergi, So Joon bertemu Ki Doong di luar. Dia memutuskan menyapa Ahjussi setelah mereka melewati semua ini saja. Rapi bagaimana cara Soo Joon mengatasi frustasi.

"Apa kau tahu seberapa besar masalah yang harus kuselesaikan sekarang?" protes So Joon.

So Joon memang luar biasa. Kalau bukan karena Se Young, Ki Doong pasti tidak akan melakukannya. Dia hanya perlu mengawasi lokasi konstruksi, kan? So Joon membenarkannya.


Pada hari H, Ki Doong sudah bersiap dengan kameranya di lokasi konstruksi. Ma Rin bersikeras mau ke bandara walaupun So Joon melarang, dia hanya bisa tenang setelah memastikan Ahjussi sudah masuk pesawat. So Joon akhirnya menyerah dan membiarkannya pergi.


Ayah dan Se Young juga hendak berangkat. Tapi Ayah tidak langsung ke bandara bersama Se Young. Dia mau menemui para kru untuk memberikan mereka uang untuk beli bir. Se Young berusaha membujuk Ayah untuk berangkat bersamanya, tapi Ayah bersikeras.


Akhirnya Se Young pergi sendiri ke bandara dan mendapati Ma Rin sudah menunggunya. Tapi dimana Direktur Shin? tanya Ma Rin. Ia masih harus mengurus sesuatu.


Ahjussi memberikan uang bir pada mandor dan mengingatkan semua orang untuk tidak kebanyakan minum. Dia tidak menyadari Direktur Kim yang sedang mengawasinya. Kesal teringat ucapan Presdir Choi yang sudah dengar kabar dari Ahjussi yang punya hubungan dekat dengan So Joon dan dia bilang kalau So Joon tidak menjual gedungnya.

 

Setelah semua orang berangkat, Ayah berjalan kaki menyeret kopernya. Direktur Kim langsung mendekatinya dan pura-pura menawarkan tumpangan ke bandara dengan alasan mau mendiskusikan masalah donasi untuk Happiness.


Doo Sik menerobos masuk kedalam rumahnya Ki Doong, berniat mau mencuri jurnalnya So Joon. Tapi belum apa-apa, So Joon tiba-tiba menyapanya dan muncul dari persembunyiannya. Apa yang Doo Sik rencanakan dengan mencuri jurnalnya?

Doo Sik mau mencuri jurnalnya demi menutupi masa depan darinya dan tak ingin dia mengetahui apa yang akan terjadi. Apa sebenarnya yang tidak boleh dia ketahui. Kecelakaan yang akan terjadi hari ini? Apa yang sebenarnya yang Doo Sik sembunyikan darinya?

Doo Sik pura-pura menyangkalnya. Tapi tentu saja So Joon tak percaya. Dia sudah melihat sendiri kecelakaan itu. Doo Sik terus protes dan pura-pura bodoh.


"Aku sangat serius hari ini. Aku tidak sedang berniat untuk membuat lelucon denganmu. Kurasa kau harus ikut ke suatu tempat denganku"

Doo Sik berusaha melarikan diri, tapi So Joon menghadangnya. Dia harus menghentikan kecelakaan itu hari ini jadi dia harus menjauhkan Doo Sik sejauh mungkin. Doo Sik tersinggung dikira sebagai pelakunya, tapi sikapnya itu malah membuat So Joon tambah curiga padanya.

"Aku kan sudah bilang percayalah padaku. Sudah kubilang jangan mencurigaiku. Aku ada di pihakmu"

"Lalu kenapa kau ada di lokasi kejadian saat itu? Kau sudah tahu itu akan terjadi? Lalu kenapa kau menyembunyikannya dan kenapa kau berbohong? Kenapa?"


So Joon berharap sekali bukan Doo Sik pelakunya. Doo Sik berusaha meyakinkannya kalau dia bukan pelakunya dan pergi dari sana, tapi So Joon terus mencegahnya. Doo Sik jadi emosi dan menyuruh So Joon diam saja. Dia yang akan mengurus kecelakaan itu untuk So Joon.

"Dia tidak ada di Korea!"

So Joon mengaku sudah mengirimnya ke Jepang. Ahjussi akan berangkat sebentar lagi dan tidak akan datang ke lokasi konstruksi. Ahjussi tidak akan mati. Doo Sik tercengang? Benarkah? So Joon yakin? Bagaimanapun, So Joon masih belum bisa mempercayai Doo Sik. Dia yakin takkan terjadi apapun hari ini, tapi lebih baik segalanya dipastikan. Jadi Doo Sik harus ikut dengannya.


Tak berapa lama kemudian, So Joon dan Doo Sik sudah berada di dalam kereta Namyeong. So Joon memaksa membawa Doo Sik ke masa depan. Bahkan untuk memastikan Doo Sik tidak akan melarikan diri, dia langsung memborgol tangan Doo Sik ke tangannya sendiri.

"Saat aku memastikan kau tidak bersalah, baru kita bicarakan masalah ini lagi"

Walaupun mulutnya protes, tapi sebenarnya dalam hatinya, Doo Sik merasa lega. Lebih baik menjauhkan So Joon dari TKP, dia tidak boleh tahu Direktur Kim lah pelakunya. Itu yang terpenting.


Ma Rin dan Se Young mulai khawatir saat Ayah Se Young belum datang. Ma Rin mencoba meneleponnya. Tapi saat Ayah hendak mengambil ponselnya, Direktur Kim melarang Ayah mengangkat telepon itu dan mulai mengkonfrontasi Ayah karena sudah mengaduh ke Presdir Choi.

Saat itulah Ayah menyadari Direktur Kim tidak membawanya ke bandara. Dia meminta diturunkan di sana. Tapi tentu saja Direktur Kim tidak mau. Dia mencoba membujuk Ayah untuk tutup mulut dengan iming-iming uang. Saat itu tidak berhasil, Direktur Kim langsung ngamuk-ngamuk menuduh Ayah mau menghancurkan hidupnya. Yah, coba saja. Dia sendiri sudah capek!


Sudah hampir waktunya Se Young berangkat tapi Ayah tak kunjung datang. Cemas tapi tak ingin membuat Se Young khawatir, Ma Rin menyuruh Se Young masuk duluan ke pesawat, biar dia yang mencari Ahjussi, siapa tahu dia tersesat.


Ma Rin langsung keluar sambil menelepon So Joon tapi tidak diangkat. Dia meninggalkan pesan mengabarkan masalah ini dan berkata kalau dia akan pergi ke lokasi konstruksi sekarang.


So Joon membawa Doo Sik rumah Ki Doong yang tak berpenghuni di musim dingin tahun 2016. Sekali lagi dia bertanya, kenapa Doo Sik berada di lokasi kecelakaan itu. Karena Doo Sik tidak mau So Joon terlibat dalam kecelakaan itu.

So Joon selalu mencari tahu ini dan itu tentang masa depan. Semakin banyaj yang So Joon ketahui, keadaan akan semakin runyam. So Joon tidak mengerti apa maksud Doo Sik. Pokoknya dia akan menjalani kehidupan yang dia anggap cocok. Dia sama sekali tidak mengerti kenapa Doo Sik mendadak begitu peduli padanya.


"Karena aku merasa kau itu sudah seperti anakku sendiri"

So Joon merasa tambah aneh mendengarnya, katanya Doo Sik punya seorang putri. Lebih baik dia berbuat baik pada putrinya. Apa menurut So Joon, dia akan melakukan sesuatu yang keji?

"Tidak. Makanya kepalaku serasa mau pecah."

So Joon lalu membrowsing berita kematian Ahjussi. Jika di masa kini tidak terjadi apapun, maka artikel masa depan pasti akan berubah. Tapi artikel berita tidak berubah.


Ma Rin tiba di lokasi konstruksi. Dia berlari masuk tanpa menyadari dia melewati mobilnya Direktur Kim. Kontan saja Direktur Kim memgumpat kesal melihat kedatangan Ma Rin.


Ma Rin berlari ke lokasi sambil memanggil-manggil Ahjussi. Ki Doong yang sedang bersembunyi di dalam tenda, langsung memanggilnya. Ma Rin cemas, Ahjussi belum datang ke bandara. Ki Doong shock karrna dia juga belum melihat Ahjussi di sini.


Artikel di masa depan tiba-tiba menghilang. So Joon senang, berharap rencananya berhasil. Tapi kemudian muncul artikel lain... dengan berita yang sama. Berita kematian Ahjussi tapi di lokasi yang berbeda.

So Joon langsung bangkit. Tapi Doo Sik cepat-cepat menghentikannya. Percuma, So Joon sudah tidak bisa mengubahnya. Mereka tidak bisa menghentikan kehidupan atau kematian seseorang. So Joon langsung menampik tangannya, Ahjussi masih hidup, dia masih bisa mengubahnya.

Masa Kini, 27 Oktober 2016...


Direktur Kim membuka bagasi tempat dia menyekap Ahjussi. Ahjussi tetap bersikeras tidak mau membuat kesepakatan. Dia berjanji tidak akan mengatakan apapun. Tapi Direktur Kim ngamuk-ngamuk tidak mempercayainya. Ahjussi sudah merusak segalanya! Apa dia harus membunuh Ahjussi?


Begitu kembali ke masa depan, So Joon bergegas ke lokasi konstruksi Hwakyung-dong sambil menelepon Ki Doong mengabarkan perubahan lokasi kematian Ahjussi ini. Ki Doong dan Ma Rin pun bergegas pergi ke sana.


Tapi terlambat. Saat Ki Doong dan Ma Rin tiba di sana, mereka mendapati Ahjussi terbujur dengan darah mengucur dari kepalanya.


So Joon tiba di sana tak berapa lama kemudian, langkahnya membeku melihat Ma Rin mondar-mandir panik dan berteriak-teriak minta bantuan. Hampir mirip dengan yang dia saksikan di kejadian awal, Ma Rin panik seorang diri memanggil So Joon dengan baju berlumuran darah. Melihat So Joon, Ma Rin langsung berlari kedalam pelukannya.


Direktur Kim pulang dengan mood buruk, bahkan tidak menyapa istrinya. Gun Sook sampai heran melihat tingkahnya. Dia lebih heran lagi melihat sepatu kotor suaminya. Dari mana dia?

 

Doo Sik merekam segala kejadian ini di recorder-nya. Direktur Kim menggelapkan uang perusahaan. Dia ditakdirkan membunuh Direktur Happiness yang mengetahui perbuatannya. Dia berusaha membuat Direktur Kim meninggalkan Myreits tapi gagal. Walaupun situasinya berbeda, tapi pada akhirnya Direktur Kim tetap menjadi pembunuh.

"Tapi aku tidak bisa memberitahu So Joon kenyataan ini. Karena... Ma Rin-ku dan So Joon... bisa berada dalam bahaya kalau mereka tahu"


Pemakaman Ahjussi dihadiri oleh banyak pelayat. Se Young berusaha tegar menghapus air matanya. Ki Doong terus minum-minum sementara So Joon termenung di pojokan, mengingat kenangannya bersama Ahjussi.


Ma Rin cemas karena So Joon bahkan belum menyentuh makanan sejak kemarin. So Joon menyuruhnya pulang saja, Ma Rin pasti lelah. Tapi Ma Rin menolak, mana bisa dia meninggalkan So Joon dalam keadaan seperti ini.

"Kau pasti sangat cemas. Maafkan aku"

"Kenapa kau terus bilang maaf?"


Menghapus air matanya, So Joon bangkit mau mencari udara segar. Tak lama kemudian, Ma Rin turun mencari So Joon dan menemukannya duduk seorang diri di bawah tangga. Dia bertanya-tanya apa yang So Joon rasakan saat dia pertama kali melakukan perjalanan waktu?

"Awalnya, aku bahagia dan merasa memiliki seluruh dunia"

"Aku bisa membayangkannya. Tapi sekarang pasti sangat sulit"


So Joon menyesal, andai saja dia tidak mengirim semua pegawai pergi liburan, pasti akan ada orang di lokasi konstruksi. Dia tidak bisa berhenti bertanya-tanya, apakah dia yang membuat segalanya jadi seperti ini. Ma Rin tidak suka mendengarnya. Jangan berpikiran seperti itu. Anggap saja tak ada yang bisa mereka lakukan.

"Aku mengetahui segalanya. Kenapa aku tidak bisa melakukan apapun?"

"Lalu bagaimana denganku? Bagaimana dengan Ki Doong? Kita mengetahui segalanya, tapi tak ada yang bisa kita lakukan"


So Joon tak sanggup lagi membendung air matanya, menyesali ketidakmampuannya. Air mata Ma Rin berlinang melihat So Joon bersedih, dia langsung menarik So Joon kedalam pelukannya dan meminta So Joon untuk menganggap semua ini terjadi karena tak ada yang bisa mereka lakukan. Tapi So Joon tidak bisa menganggapnya seperti itu.

 

"Jika kita tidak bisa melakukan apapun tentang ini. Itu artinya kita tidak bisa melakukan apapun tentang waktu kita yang tinggal sedikit lagi," batin So Joon.

Ma Rin kembali mendekap So Joon, membiarkan So Joon menangis didalam pelukannya.

Bersambung ke episode 11

7 comments

Sedih bangett, d tunggu kelanjutan y & makasih sinopsis y.

Masuk akal kalau kemudian so joon memutuskan berpisah dg ma rin. Ngeliat gini aja rasanya menyesakkan sekali. Masa depan mereka...akan bagaimanakah?

cerita bagus, drama bagus, tapi rating rendah. sayang bgt 😭😭

Meskipun ini fiksi, tp pertikaian dan naik turunnya rumah tanngaa mreka sperti direalita, mereka lucu banget, awalnya berasa ga serasi, tp semakin kesini mreka smakin natural dan dapet kemistrinya...

Sejauh ini aku menonton drama dari episode 1-10 ini kesimpulan ku adalah cerita utamanya ini bukan cerita antara Song Ma Ri dan Yo So Joon tetapi kisah ceritanya Do Sik, kenapa? Karena Do Sik lebih dulu tau takdirnya Song Ma Ri dan Yo So Joon (akan meninggal di stasiun kereta Namyeon) tapi Do Sik mengubahnya agar Song Ma Ri selamat dengan cara memotret dia secara sembunyi sebelum sampai di tempat ledakan berasal kebetulan insiden itu ada Yo So Joon yang sedang mainan hp So bisa ada alasan untuk turun di stasiun Namyeon akhirnya mereka selamat (jadi Do Sik berhasil mengubah takdir Ma Ri) kebetulan lagi So Joon bisa mengikuti jejak Do Sik (menjadi travelers) makanya Do Sik mau membimbing So Joon dari A-Z tentang traveler dan menjodohkannya dengan Ma Ri. Karena Lo dilihat dari masa depannya So Joon dia akan meninggal bersama Ma Ri di tahun 2019 gara-gara kesalahan lalu lintas lha ini rasa penasaran So Joon jadi pengen tau apa hubungannya dia dengan Ma Ri dan siapa Ma Ri sebenarnya? Akhirnya So Joon mencari tahu siapa Ma Ri dan akan seperti apa nasib Ma Ri jadi So Joon mengubah takdir Ma Ri untuk menyelamatkan dari Tabrak lari itu.

Dari teka-teki episode 4 - episode 7/8 yang So Joon bertemu Ma Ri masa depan bahwa di depan warung mie deket rumahnya Ki Dong bahwa Ma Ri merasa menyesal sudah berhubungan dengan So Joon dan menyuruh So Joon untuk segera putus dengan Ma Ri dan Ma Ri menanyakan tentang keberangkatan Se Yong ke Jepang. Menurut ku menghilangnya So Joon (pergi keluar negeri) ada kaitannya di episode 10 tentang kematian ayah Se Yong. Lo diceritakan Ki Dong So Joon putus dengan Ma Ri sebelum mendaftarkan pernikahan mereka, menurut ku mereka bukan putus (belum ada ucapan putus secara resmi) namun ditinggalkan So Joon sementara untuk berangkat keluar negeri mencari Se Yong tentang meninggalnya ayah Se Yong karena pada kenyataannya Ma Ri masih menunggu So Joon di rumahnya flash back ketika So Joon mengikuti Ma Ri setelah bertemu dengan Ki Dong tgl 13 Desember 2016 (kalo mereka ada kata putus pasti Ma Ri tidak akan tinggal dirumahnya So Joon lagi).

Flash back episode 4 dilihatkan kronologis sebelum kecelakaan lalu lintas antara Ma Ri dan So Joon disitu terlihat So Joon merasa bahagia sekali melihat Ma Ri yang ada di ujung jalan karena selama ini mereka terpisah, So Joon di luar negeri dan Ma Ri di korea, ada rasa rindu dimata So Joon jadinya mereka belum ada kata putus dari So Joon. Makanya Ma Ri menegaskan segera putuskanlah hubungan mereka agar tidak gantung dan hidup masing-masing biar jelas hubungan mereka.

Di episode 10 So Joon dan Do Sik mati-matian berusaha mengubah takdir ayah Se Yong pada kenyataannya Do Sik mengubah takdir Ma Ri dan So Joon agar mereka tidak terpisah seperti yang Do Sik lihat di kehidupan Ma Ri yang selama ini menderita menunggu So Joon tanpa ada kepastian.

Jadi kata kuncinya adalah Do Sik dan kayaknya kejadian ini diulang-ulang sesuai hati Do Sik agar bisa melihat Ma Ri bahagia untuk mengubah takdirnya Ma Ri seperti dengan cara A tidak berhasil maka pindah ke cara B dan seterusnya

Menurutku sih gitu, karena drama ini sering Flash back sih

Wait nex episode nya ya ???
Seru bingitss

Penasaran sama episode selanjutny,ceritany bkin penasarn

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon