Powered by Blogger.

 Images Credit: tvN

Sinopsis Tomorrow With You Episode 14 - 2


Ki Doong menemui seorang satpam yang memberi informasi bahwa Direktur Kim belakangan sering berkunjung kemari untuk menemui Presdir Choi dari Sungjin Produce. Masalahnya, Presdir Choi sudah meninggal dunia. Satpam berkata bahwa Presdir Choi pergi memancing malam-malam dan mengalami kecelakaan, sepertinya dia mabuk dan tercebur ke sungai.

Begitu kembali ke kantor, dia langsung memberitahukan keanehan ini pada So Joon. Dia merasa kematian Presdir Choi aneh, mengingat timingnya dan seringnya Direktur Kim ke sana. Selain itu, Presdir Choi juga memberitahu orang-orang kalau dia akan membeli gedungnya padahal banyak orang yang tidak mempercayainya.

So Joon mulai teringat percakapan terakhirnya dengan Ayah Se Young, tentang seorang temannya bernama Presdir Choi yang memiliki Sungjin Produce dan katanya dia mau membeli gedung. Dia langsung memerintahkan Ki Doong untuk menelepon polisi dan minta mereka untuk segera mengirim somasi pada Direktur Kim.

Ki Doong langsung menelepon polisi. Tapi saat So Joon hendak pergi tak lama kemudian, Ki Doong melapor kalau Direktur Kim sudah melarikan diri. So Joon langsung kesal mendengarnya. Tapi dia harus pergi, jadi dia menyuruh Ki Doong untuk mencari tahu.


Dia pergi menemui Doo Sik dimana Doo Sik mengkonfirmasi kebenaran korupsi 9 milyar yang dilakukan Direktur Kim. Tapi masalahnya tidak ada bukti, tidak pula di masa depan. So Joon bertanya hat-hati, apa mungkin Direktur Kim juga membunuh seseorang?

Dia curiga sejak meninggalnya Presdir Choi, dan dia adalah temannya Ayah Se Young. Doo Sik langsung terdiam gugup mendengarnya, tapi So Joon tidak menyadarinya. Tiba-tiba dia kepikiran, apa Direktur Kim juga ada hubungannya dengan hilangnya dirinya nanti?

Doo Sik makin gugup hingga membuat So Joon makin curiga. Doo Sik membenarkan, semua itu terjadi karena So Joon terus menerus melakukan perjalanan ke masa depan untuk menemui Direktur Kim, makanya dia menghilang.


Dia hendak mengatakan sesuatu tentang besok, tanggal 30 November (tanggal menghilangnya So Joon). Tapi So Joon langsung menyela, curiga kalau semua ini ada hubungannya dengan kematian Ayahnya Se Young.

Doo Sik menyelanya dan menyangkal dugaan So Joon itu. Bahkan sekalipun sekarang dia melakukan sesuatu, apa yang akan dia temukan hari ini atau besok. Dia meminta So Joon untuk menunggu 2 hari, hari ini dan besok, dia harus melewati dua hari ini.

So Joon akhirnya pergi tak lama kemudian. Doo Sik mendesah gelisah, kenapa So Joon jadi seperti ini karena Direktur Kim? Apa sebenarnya yang ada di blackbox itu?

So Joon pulang sembari memikirkan ucapan Doo Sik tadi, yang menyuruhnya untuk tetap tenang 2 hari ini dan memikirkan apa yang paling penting baginya dan apa yang akan terjadi orang yang bergantung padanya jika terjadi sesuatu padanya.

 

Ma Rin sedang bekerja saat Ibu menelepon dan memberitahu kalau dia ada di rumah. Ibu mengaku menemukan hal aneh, robot vacuum pintar seperti anjing. Ma Rin langsung panik meneriaki Ibu untuk segera pergi dari sana. Tapi Ibu menolak pergi, apalagi sekarang So Joon sudah memanggilnya 'Omma', jadi dia tidak perlu lagi merasa tak enak datang ke rumah mereka.

Tak bisa berbuat apapun, Ma Rin akhirnya hanya bisa mewanti-wanti Ibunya untuk tidak sampai naik ke lantai atas dengan alasan itu ruang pribadi mereka dan langsung melesat pergi dari kantor tanpa mematikan laptopnya terlebih dulu.


Manager Cheon dan Se Young melihatnya dengan keheranan dan mengomentari keanehan Ma Rin. Penasaran, Se Young mulai mengotak-atik laptopnya Ma Rin.


Tentu saja peringatan Ma Rin itu malah membuat Ibu jadi semakin penasaran dan langsung naik ke sana. Saat ma Rin akhirnya tiba di rumah, dia malah melihat Ibu sudah menggila memakai berbagai peralatan futuristik yang ditemukannya.

Ma Rin langsung mencopot semuanya dan memakai alasan yang sama seperti yang dikemukakan So Joon dulu, semuanya benda-benda yang masih dalam tahap penelitian. Lalu bagaimana dengan koran masa depan ini? Apa orang-orang kaya bisa dapat koran lebih dulu daripada orang biasa? Apa orang kaya bisa merencanakan masa depan dunia dan selama ini orang-orang biasa dibodohi?

Ma Rin mengklaim kalau ini kerjaannya, dia hanya sedang mengerjakan foto dengan konsep masa depan tentang istri dan mertua seorang penjelajah waktu. Ibu mempercayainya dan langsung lega, awalnya dia kira So Joon itu mata-mata.


Tak lama kemudian, Ma Rin akhirnya berhasil menarik Ibu turun. Tapi ada yang perlu Ibu bicarakan dengan Ma Rin, ia mengaku bertemu dengan So Joon. Ma Rin langsung mengerti apa isi percakapan mereka. Ibu mengaku masih punya foto Ayahnya Ma Rin, ia sengaja menyimpannya untuk ditunjukkan pada Ma Rin saat dia sudah dewasa.

Ma Rin heran, kenapa Ibu memperlihatkan foto ini padanya sekarang padahal sebelum tidak pernah. Karena Ma Rin selalu bilang kalau dia membencinya. Ibu menyesal sudah bersikap kekanakan dan tidak pernah berpikir kalau semua ini akan melukai Ma Rin. Ma Rin mulai emosional mendengar ucapan Ibunya. Sambil menggenggam tangan Ma Rin, Ibu mengingatkan Ma Rin bahwa sebentar lagi juga akan memiliki seorang anak dan menjadi Ibu.


"Kau sudah dewasa sekarang, jadi temukanlah ayahmu. Ibu sudah membesarkanmu dengan baik seorang diri selama ini, Ibu juga ingin pamer padanya kalau Ibu punya menantu yang keren."

Ibu langsung memeluk Ma Rin dan membiarkan Ma Rin menangis dalam pelukannya. "Kalau aku terlahir kembali jadi Ibumu, aku akan bersikap lebih baik daripada hari ini."


Saat So Joon pulang malam harinya, dia malah mendapati Ma Rin sedang menangis. Ma Rin cepat-cepat menghapus air matanya dan mengaku kalau dia sudah ingat wajah Ayahnya, Ibunya memberinya foto Ayahnya hari ini. Rasanya aneh, karena selama ini dia kira dia sudah melupakan semuanya. Tapi setelah melihat foto ini, perasaan di masa lalu itu kembali.

"Apa kau ingin bertemu dengannya? Haruskah kita mencarinya?"

Entahlah, Ma Rin masih ragu. Takut akan merasa kecewa jika mereka bertemu, takut Ibunya akan terluka lagi karenanya, takut Ayahnya takkan suka jika merema mencarinya. Dia lalu memperlihatkan foto itu pada So Joon.


So Joon langsung shock melihat wajah Doo Sik, sekarang dia mulai mengerti alasan Doo Sik membantunya selama ini dan siapa putri yang dimaksudnya.  So Joon langsung mengembalikan foto itu dan keluar untuk menenangkan dirinya.


Mereka akhirnya jalan-jalan bersama. Ma Rin curhat bagaimana selama ini dia selalu merasa hidupnya adalah sebuah kegagalan. Tapi setelah bertemu So Joon, dia merasa hidupnya jadi lebih teratur, sekarang dia benar-benar merasa hidup.

"Ayo kita hidup dengan baik"

"Mari kita hidup dengan baik."

Tapi So Joon mengaku kalau dia dan Ma Rin sebenarnya tidak ditakdirkan bertemu. Ma Rin seharusnya tidak ada di masa depannya, malah seharusnya dia tidak berkencan dan tidak menikah. Tapi kemudian seseorang menyuruhnya untuk mencoba berkencan dengan Ma Rin. So Joon tidak memberitahukan siapa dan hanya berkata ahjussi kenalannya, si penjelajah waktu yang sama dengannya.


"Apa ahjussi itu kenal aku?" tanya Ma Rin.

"Aku tidak tahu. Ayo kita temui dia dan kita tanyakan saja padanya. Dia agak aneh, tapi aku yakin kau akan menyukainya juga."

Jadi maksudnya, mereka bertemu karena Ahjussi itu? So Joon membenarkan. Tapi selanjutnya, dia sendiri yang memutuskan semuanya. Mereka sudah mengubah takdir mereka. Jadi, ayo temui ahjussi itu besok. Ma Rin setuju, tapi dia ingin mereka mendaftarkan pernikahan mereka dulu. Dia benar-benar ingin menikah dengan So Joon, apa So Joon mau menikah dengannya?

"Ya. Ayo kita benar-benar menikah."

Mereka pun sepakat dengan janji jari kelingking lalu melanjutkan acara jalan-jalan mereka dengan bergandengan mesra.


Direktur Kim mengetahui memori blackbox-nya tidak ada. Dia langsung menemui Gun Sook yang menginap di rumah So Ri dan langung menuntut Gun Sook untuk menyerahkan memori blackbox-nya. Gun Sook kesal mengakui kalau memori itu sudah dia berikan pada Ma Rin. Direktur Kim sontak ngamuk-ngamuk mendengarnya. Mereka ribut dengan suara keras sampai terdengar ke apartemennya So Ri.

30 November 2016,

 
Ma Rin baru saja keluar rumah, hendak mengambil memori-nya saat So Ri meneleponnya dan menanyakan blackbox-nya Gun Sook. So Ri cemas, sebaiknya Ma Rin tidak ikut campur karena Direktur Kim semalam datang kemari dan berteriak-teriak seperti orang gila menuntut memori-nya dikembalikan.

Ma Rin juga jadi cemas mendengarnya. Tapi dia meminta So Ri untuk merahasiakannya dulu dari Gun Sook, dia akan mengurusnya sendiri.


So Joon baru bangun tidur dan hanya menemukan pesan manis dari Ma Rin, mengingatkannya akan rencana mereka untuk mendaftarkan pernikahan mereka hari ini dan menemui ahjussi, tapi sekarang dia harus keluar sebentar. Ponselnya berdering tak lama kemudian, dari Doo Sik.

Dia sudah ada di depan rumah So Joon saat itu. Dia panik ingin mengatakan sesuatu, tapi So Joon menyela untuk memberitahu kalau dia sudah tahu siapa Doo Sik yang sebenarnya dan kenapa Doo Sik selama ini membantunya. Tapi kenapa Doo Sik menyembunyikan masalah ini darinya?


Doo Sik tidak ada waktu membicarakan masalah itu, ada sesuatu yang lebih penting yang harus dia katakan pada So Joon. Dia mengaku dia kemarin bertemu dengan Ma Rin. "Satu-satunya orang yang tahu rahasia Kim Yong Jin... satu-satunya orang yang bisa kutanyai adalah Ma Rin."

"Apa maksudnya?"

Flashback,


Doo Sik menemui Ma Rin di masa depan. Tampaknya mereka baru pertama kali bertemu saat itu dan sama-sama canggung satu sama lain. Ma Rin gugup dan tidak tahu harus bagaimana menghadapi Ayahnya dalam pertemuan dadakan ini, tapi Doo Sik mengaku kalau dia berasal dari masa lalu dan dia datang untuk membantu mereka, dia ingin menyelamatkan So Joon.

Dia memberitahu saat ini hanya tersisa satu hari di masa lalu dan bertanya apa yang terjadi pada mereka sebenarnya hari itu.


Ma Rin mengundangnya masuk dimana dia memberitahu bahwa investigasinya dilakukan secara tertutup karena So Joon adalah seorang penjelajah waktu. Sedangkan Direktur Kim, dia melarikan diri ke Vietnam dengan membawa uang puluhan juta won.

Dia bercerita kalau dia menyimpan kartu memori blackbox-nya Direktur Kim tapi tak ada yang tahu apa isinya karena Direktur Kim merebutnya dari mereka sebelum sempat memeriksanya. Ada bukti penggelapan dan penculikan yang dilakukan Direktur Kim kepadanya, tapi tidak ada bukti apapun tentang tuduhan pembunuhan. Doo Sik terkejut mendengarnya, Direktur Kim menculik Ma Rin? Dia punya buktinya? Ma Rin mengiyakannya.


Saat mengantarkan Doo Sik keluar tak lama kemudian, Ma Rin memohon agar Doo Sik berusaha mencengah So Joon untuk tidak naik kereta dan halangi dia untuk tidak melakukan hal bodoh. Doo Sik meyakinkannya untuk tidak cemas, dia akan berusaha menghentikan semuanya.

Dia hendak pergi, tapi Ma Rin menahannnya dan bertanya, "Orang yang membantuku dan So Joon saling bertemu, apakah Ayah?"

Doo Sik mengangguk membenarkannya. Ma Rin pun meminta Doo Sik untuk menemui dirinya saat dia kembali ke masa lalu, sepertinya dia ingin bertemu Ayahnya. Doo Sik berusaha menahan air matanya mendengar permintaan Ma Rin itu, dia lalu pamit dan berlari pergi.

Flashback end.


So Joon tercengang mendengar semua ceritanya. Doo Sik mengaku kalau dia hanya tahu kalau So Joon akan dilukai Direktur Kim didalam kereta. Selama ini dia mengira kalau So Joon lah yang mengetahui rahasia Direktur Kim, makanya dia melarang So Joon terlibat dengan Direktur Kim.

Dia sama sekali tak menyangka kalau Ma Rin lah yang memiliki barang buktinya. Karena itulah dia meminta So Joon untuk memastikan agar Ma Rin tidak sampai ikut campur dalam masalah ini. Tapi masalahnya, Ma Rin tidak ada di rumah sekarang.


Ma Rin pergi mengambil kartu memori itu tanpa menyadari Direktur Kim yang tengah mengintainya. Teknisi ragu ngin mengatakan sesuatu tentang data dalam memori itu, tapi pada akhirnya dia mambatalkan niatnya dan memberikan memori itu pada Ma Rin.

Sementara So Joon dalam perjalanan mencari Ma Rin, kita melihat kilasan kejadian-kejadian yang akan terjadi hari itu: Direktur Kim menculik Ma Rin, Direktur Kim dan So Joon berkelahi di dalam kereta dan So Joon ambruk dengan tangan berdarah.


So Joon tiba di toko komputer itu, tapi Ma Rin sudah tak ada. Ma Rin sendiri tengah berjalan melewati gang sepi. Direktur Kim mulai beraksi membuntutinya, dia mengeluarkan sapu tangan dan mempercepat larinya...


Saat tiba-tiba saja So Joon muncul dan langsung memeluk Ma Rin dengan nafas terengah-engah. Setelah memastikan Ma Rin baik-baik saja, dia langsung celingukan mencari Direktur Kim. Apa Ma Rin bertemu dengannya? Ma Rin bingung, dia tidak bertemu Direktur Kim. Apa So Joon kemari karena memori ini? So Joon langsung ngomel-ngomel memarahi Ma Rin.

Direktur Kim ngumpet dan langsung kesal saat melihat So Joon menarik Ma Rin pergi. So Joon mencegat taksi untuk Ma Rin dan menyuruh Ma Rin pulang duluan, dia tidak mengatakan apapun dan hanya mewanti-wanti Ma Rin untuk tidak pergi kemanapun dan kunci pintu begitu dia sampai rumah. Dia juga menyuruh Ma Rin untuk menghubunginya begitu dia sudah sampai rumah nanti.


Begitu Ma Rin pergi, So Joon langsung kembali ke gang tadi mencari Direktur Kim tapi dia sudah tidak ada. Ma Rin berjalan pulang sendirian tapi di tengah jalan, dia malah dihadang Direktur Kim.

Bersambung ke episode 15

2 comments

Wah mkin seru nih tp tinggal 2 epsd lg bakal sedih nih kehilangan pasangan yg manis ini
Moga happy ending deh,,gomawo y mba semangat,,😊

Gak sabar 2 ep lgi end,, berasa kyak drama W di bikin penasaran trs tiap minggu nya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon