Powered by Blogger.

Images Credit: tvN

Sinopsis The Liar and His Lover Episode 5 - 2


Nyonya Yoo menganggap jika berita kencan antara Jin Hyuk dan Yoo Na sangat konyol. Bukankah Yoo Na berkencan dengan Han Gyeol? Jin Hyuk membenarkan, lagipula wartawan hanya menginginkan skandal mereka saja. Nyonya Yoo tampak puas dengan jawaban yang dilontarkan Jin Hyuk.

Dia kemudian membahas masalah survival program yang diadakan salah satu stasiun TV. Dia ingin supaya trainee di tempat Jin Hyuk ikut pula dalam program itu. Trainee ditempat Jin Hyuk terkenal bertalenta, Nyonya Yoo ingin supaya trainee-nya bisa berhadapan langsung dengan trainee dari label Jin Hyuk. Dia tak ingin trainee-nya menang melawan trainee yang lemah dan dianggap menang karena keberuntungan.

Jin Hyuk kurang setuju dengan keinginan Nyonya Yoo. Namun Nyonya Yoo segera mengatakan jika Sole N Music adalah anak cabang dari Who Entertaiment, bukankah kasar untuk menolak permintaannya?

“Kami akan mempertimbangkannya.” Jawab Jin Hyuk.


Chan Young mengkhawatirkan kondisi So Rim dan memastikan apakah dia baik-baik saja. So Rim mengaku tidak apa-apa, sebenarnya dia memang punya masalah demam panggung. Ia merasa khawatir jika hal buruk akan terjadi namun kondisinya sudah membaik sekarang. So Rim jadi tidak enak, apakah seharusnya dia bilang dulu sebelum direkrut?

Tidak, Chan Young menyarankan agar So Rim tidak memberitahukan masalah ini pada Tuan Choi untuk sementara. So Rim mengerti, dia pun pamit pergi karena sudah punya acara sendiri hari ini.

 

So Rim berlarian menuju lift, sampai-sampai tidak sadar ada Yoo Na disana dan menabraknya. Baju So Rim basah terkena kopi yang dibawa Yoo Na. Yoo Na yang tidak enak pun membawanya ke studio dan memilihkan baju untuk So Rim. Yoo Na rasa So Rim masih sangat muda, apa dia trainee baru disana?

“Ya, aku baru bergabung belakangan ini.”

“Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?”

So Rim tersenyum, dia melihatnya setiap hari melalui TV. Yoo Na terkekeh geli mendengar jawaban jujur So Rim. So Rim permisi pergi, dia berjanji akan mengembalikan pakaian yang dipinjamnya.


Wajah ramah Yoo Na seketika berubah saat So Rim meninggalkan ruangannya. Dia menatap pantulan dirinya dicermin, teringat akan ucapan Nyonya Yoo jika ia sudah tidak muda lagi. Mulai sekarang, karirnya akan mulai meredup jadi ia harus berusaha sekuat mungkin.


Han Gyeol terpesona seketika menatap So Rim dengan penampilan yang sedikit berbeda dari biasanya. Namun buru-buru ia menyadarkan diri dari keterpesonaannya, dia penasaran apa yang sebenarnya ingin So Rim berikan padanya?


Sebenarnya bukan apa-apa, So Rim menunjukkan case ponsel untuk Han Gyeol. Dia tidak punya niatan lain, dia hanya ingin melindungi ponsel Han Gyeol. Melihat bentuknya saja, Han Gyeol sudah tahu kalau itu case ponsel pasangan. Dia menuntut So Rim untuk menunjukkan miliknya.

“Apaan? Tidak boleh.”

Han Gyeol tetap menuntut sampai akhirnya So Rim menunjukkan ponselnya tapi tidak mau memperlihatkan case-nya. Han Gyeol merebutnya dari tangan So Rim, memangnya mereka pasangan apa? Mereka tidak membutuhkannya. So Rim mengangguk manis, mereka membutuhkannya. Han Gyeol menyuruh So Rim jangan terlalu percaya diri, lagipula ada apa dengan pakaiannya hari ini?
 

So Rim agak kecewa mendengar komentar Han Gyeol, tapi ia sudah menyadari pakaian seperti ini memang tidak cocok untuknya. Dia mendapatkannya dari Chae Yoo Na. Han Gyeol masih berpura-pura bodoh, Chae Yoo Na? Artis itu?

“Aku bertabrakan dengannya dan dia tidak sengaja menumpahkan kopi ke pakaianku. Makanya dia meminjamiku ini. Pakaian seperti ini, hanya cocok digunakan oleh wanita yang anggun dan feminim seperti Yoo Na.”

“Jangan bandingkan dirimu dengan dia. Pakaian itu cocok untukmu. Kau tampak secantik dia.” Ujar Han Gyeol membuat So Rim senang.


Saat makan siang bersama, Yoo Na masih teringat akan So Rim dan merasa familiar dengan trainee baru itu. Jin Hyuk menebak jika Yoo Na sedang membahas Yoon So Rim. Yoo Na tidak menyangka kalau Jin Hyuk mengenalnya. Tentu saja, Jin Hyuk sendiri yang merekrut dia. Yoo Na rasa gadis itu tidak tampak special.

“Han Gyeol dan Chan Young memperebutkan suaranya. Aku tidak mencari Mozart, mereka yang aku sukai adalah genius. Seperti kau.”

Yoo Na kira sebelumnya Jin Hyuk menginginkan supaya Han Gyeol memproduseri album untuknya. Jin Hyuk balik berkata jika Yoo Na sendiri yang sudah menentang sarannya. Yoo Na yakin jika Han Gyeol sebagai komposer akan memproduseri seorang penyanyi dengan suara yang ia sukai.

“Apa itu yang ia katakan? Kalau dia menyukai suaramu?”

“Ya, saat kami berkencan.”


So Rim masih terbayang-bayang pujian yang dilontarkan oleh Han Gyeol. Han Gyeol mengkhawatirkan kondisi dan memegang dahinya untuk mengecek apakah dia demam atau tidak. So Rim malu-malu kucing saat Han Gyeol menyentuhnya.

Celakanya, saat tampak bermesraan, Nenek melintas disana dan memergoki mereka. Nenek shock, apa yang tengah mereka berdua lakukan?

“Teman? Bagaimana bisa pria dewasa berteman dengan cucuku?” tuntut Nenek.


So Rim menyajikan air untuk Han Gyeol yang bertamu ke rumahnya. Dia coba menjelaskan hubungan mereka tapi Nenek tidak mau mendengarnya. Han Gyeol membenarkan jika mereka memang punya jarak umur cukup jauh. Mereka saling kenal karena mereka sama-sama mencintai musik.

“Apa kau mahasiswa musik?”

“Bukan, saya bukan pelajar musik. Saya hanya hidup dari.. bekerja keras untuk bisa hidup dari bermusik.”

Nenek menyimpulkan jika Han Gyeol cuma pengangguran. Pengangguran tapi malah menghabiskan waktu dengan cucunya. So Rim membela Han Gyeol, bukannya belum bekerja hanya saja orang belum mengenalnya. Nenek memukul So Rim yang membela Han Gyeol, dia memerintahkannya supaya menunjukkan kemampuan bermusiknya.


So Rim komat-kamit memberitahukan jika lagu kesukaan Nenek adalah When I am in Busan. Han Gyeol gagal paham dan memainkan pianonya dengan percaya diri. So Rim segera menyelanya, Han Gyeol pasti sedang berlatih kan? So Rim lagi-lagi komat-kamit memberitahukan lagu kesukaan Nenek.

Han Gyeol kembali memainkan piano untuk kedua kalinya. So Rim pura-pura polos, bagaimana bisa dia tahu lagu kesukaan nenek? Ia pun meraih tangan nenek, mengajaknya untuk menari bersama. Keduanya menari dengan diiringi dentingan piano yang dimainkan Han Gyeol. Selama bermain piano, Han Gyeol juga memperhatikan foto-foto kedua orang tua So Rim yang terpajang di atas piano.
 

Han Gyeol kemudian membantu mereka membuat dumpling. Nenek memujinya yang cukup pandai dalam membuatnya. Han Gyeol memang sudah biasa membantu neneknya membuat dumpling. Dia hidup bersama neneknya juga, karena dia tidak hidup bersama ayahnya sejak kecil dan ibunya selalu sibuk. Dia senang memasak dan bahagia saat melihat senyuman Ibu.

Nenek tersentuh dengan cerita Han Gyeol, ia menyuruhnya untuk mencuci tangan dan makan dumplingnya. Han Gyeol pun pergi mencuci tangan. Nenek memuji Han Gyeol, tidak hanya tampan tapi juga bertalenta. Kontan So Rim cengengesan mendapat lampu hijau dari Nenek. Nenek sampai heran, apa dia sesenang itu?


Tidak lama kemudian, Han Gyeol sudah ada di kamar So Rim memperhatikan foto-foto So Rim kecil. So Rim masuk ke kamarnya sambil membawa dumpling dan berniat menutup pintu. Namun Han Gyeol melarang, dia yakin jika Neneknya akan terganggu kalau So Rim menutup pintu kamarnya dan berada didalam bersama orang asing.

Han Gyeol rasa So Rim punya suara yang indah berasal dari Neneknya. Mungkin Neneknya dulu seorang penyanyi. So Rim terkekeh mendengar ucapan Han Gyeol. Ngomong-ngomong, apa Han Gyeol tidak penasaran kenapa dirumahnya tidak banyak foto orangtuanya? Seolah seperti dia menyembunyikannya.


So Rim menceritakan jika orangtuanya meninggal saat ia berusia enam tahun. Ia masih sangat muda sehingga tak bisa mengingat dengan jelas, tapi satu hal yang bisa ia ingat dengan jelas.

“Apa itu?”

“Nyanyian Ibu. Aku selalu mengejar Ibu dan ingin selalu digendongnya. Itulah kenapa dia menyanyi saat aku dipunggungnya. Menariknya, meskipun aku dipunggungnya, aku merasa jika suaranya berasal dari seluruh tubuhnya. Detak jantungnya, kehangatannya, aromanya.. semua itu seperti lagu buatku. Itulah kenapa aku menyukai musik, untukku Ibu adalah musik.”

Han Gyeol tersenyum paham akan maksud perkataan So Rim. Namun senyumnya seketika pudar saat melihat poster K yang terpajang di ruangan So Rim, seolah dia tidak nyaman karena belum menjelaskan identitas dia sebenarnya.


Sepanjang perjalanan pulang, Han Gyeol terlihat tersenyum bahagia. Dia memperhatikan case pasangan yang terpasang di ponselnya. Tapi entah kenapa, dia kemudian melepaskan case itu dan menyimpannya.


Jin Hyuk tengah membahas gladi resik-nya So Rim cs. Dia tanya kenapa Chan Young tidak tampil bersama mereka? Chan Young rasa lain waktu, dia penasaran apakah Jin Hyuk sudah mendengar lagu ciptaannya, bagaimana pendapat dia?

“Apa pendapatku penting untukmu? Santai saja, jangan terburu-buru.”

“Itu membuatku kecewa karena anda terus menghindarinya.”

“Kenapa aku tidak mengatakannya secara langsung. Apa kau yakin ingin mendengarnya?” tanya Jin Hyun dan dijawab anggukan oleh Chan Young.


Disaat bersamaan, Han Gyeol tengah mendengarkan lagu ciptaan Chan Young dan menganalisisnya “Aku bisa mengetahuinya, lagu ini diciptakan khusus untuk So Rim. Ritme bass-nya, chord gitar-nya saat di refrain akan menekankan suara jernih So Rim. Tapi...”


Jin Hyuk memuji lagu buatan Chan Young dibuat dengan baik, tapi lagunya membosankan. Chan Young beralasan jika ia tidak ingin membuat lagu yang unik, dia lebih mengutamakan lagu yang bisa populer. Meskipun begitu, Jin Hyuk menganggap melodinya terlalu bisa diprediksi.

Entah apapun alasan Chan Young, Jin Hyuk tetap kekeuh pada pendapatkan. Mereka sudah bisa membedakan antara yang bertalenta dan yang tidak. Kalau memang Chan Young mencari kepopuleran semata, mungkin akan ada orang yang menyukainya tapi itu tidak akan bertahan lama. Lagunya tidak punya identitas, menurutnya apa yang terjadi jika mereka debut dengan lagu semacam itu?

Jin Hyuk meninggalkan ruangan. Chan Young masih berdiri ditempatnya dengan perasaan kecewa, dia mengepalkan tangannya menahan kesal.


Crude Play berkumpul, mereka langsung membahas masalah So Rim dihadapan Han Gyeol. Dia memujinya yang tampak imut. Tapi kenapa juga Han Gyeol tidak memberitahukan identitas dia yang sebenarnya, toh So Rim penggemar mereka. Dia pasti nantinya akan tahu saat Crude Play comeback.

Han Gyeol merebut botol wine dan meneguknya sampai dia mabuk. Ia tidak perduli dengan identitasnya, masalahnya adalah ia sudah menipu So Rim. Han Gyeol takut saat So Rim tahu akan kebohongannya, dia akan terluka dan tidak ingin menemuinya lagi.

Tapi baiklah, dia memastikan akan memberitahukannya. Han Gyeol yang tidak kuat dengan alkohol langsung tak sadarkan diri tak lama kemudian.


Chan Young menyendiri di studio. Kembali teringat masa lalu disaat Jin Hyuk menyuruhnya menjadi bassist Crude Play. Dia heran kenapa Jin Hyuk menyerah begitu saja dan menyuruhnya menggantikan Han Gyeol. Bukankah dia menyukai musik Han Gyeol?

“Menyerah? Aku percaya jika talenta bisa menghilang. Aku tak ingin dia debut dan talentanya menghilang. Membuatnya fokus dengan apa yang bisa ia kerjakan dengan baik bukanlah hal yang buruk.”

Chan Young tertawa pedih, “Tak ada yang perduli dengan perasaanku. Aku hanyalah pengganti si genius.”


Keesokan harinya, Chan Young memperhatikan So Rim berlatih vocal. Dia tersenyum mendengar suaranya, tapi komentar Jin Hyuk semalam atas lagu ciptaannya membuat mood-nya memburuk.

Disaat bersamaan, Han Gyeol juga ada disana. Awalnya dia ingin menemui So Rim, tapi saat ia melihat Chan Young keluar dari sana dengan sedih, ia memutuskan untuk tidak menemui So Rim sekarang.


Han Gyeol menemui Chan Young yang menyendiri di atap. Chan Young seolah ingin menghindarinya, dia pun mempersilahkannya untuk menghirup udara segar dan ia akan turun. Han Gyeol membahas masalah lagu ciptaan Chan Young, dia memuji lagunya yang diciptakan dengan bagus. Tapi bisakah dia membantu proses aransemennya?

“Kau pikir kau siapa? Kau siapa hingga mengomentari laguku?”

Menerima tanggapan kurang baik, Han Gyeol meminta maaf, dia tak bermaksud menyakiti perasaannya. Chan Young menekankan supaya Han Gyeol jangan berharap dia akan membantunya seperti saat di Crude Play.

Dia tak akan membiarkan Han Gyeol mengambil apapun darinya kali ini. Dengan sarkastik, Chan Young menepuk lengan Han Gyeol, So Rim sedang berlatih jadi dia harus turun sekarang.


Ponsel So Rim berdering, ia berniat mengangkatnya. Tapi Chan Young yang baru datang melarang So Rim untuk menerima telepon. Dia sudah berjanji untuk mendahulukan musik daripada apapun selama tiga tahun ini.

Ponselnya So Rim kembali berdering, So Rim awalnya masih berniat mengangkatnya, tapi melihat wajah Chan Young yang sangat murung membuatnya mengurungkan niat. Apa ada masalah yang terjadi pada Chan Young?


“Aku ingin bertanya padamu. Apa kau benar-benar ingin menyanyikan laguku?”

“Ya. Aku tidak pernah bohong tentang musik. Aku menyanyikannya karena aku sangat menyukainya.”

“Bagaimana kalau K membuatkanmu lagu? Kau bilang kau adalah penggemarnya. Kalau K menuliskanmu lagu, apa kau masih akan menyanyikan lagu ini?”

“Tentu saja. Lagu yang kau tulis untuk kita sangat bermakna bagiku.”

“Bagaimana kalau pria yang kau sukai menuliskan lagu untukmu? Apa kau masih memilih laguku?”

“Itu tidak akan terjadi. Aku tidak akan memikirkannya sekarang.”

Chan Young pun menawarkan So Rim untuk mendengar lagu Crude Play yang baru. Dia akan memperdengarkannya untuk pertama kali pada So Rim. Jelas saja, So Rim semangat untuk mendengar lagu baru band kesukaannya.


Han Gyeol khawatir karena teleponnya tidak mendapatkan jawaban dari tadi. Dia ingat dengan ucapan Chan Young bahwa dia tidak akan membiarkan Han Gyeol mengambil apapun darinya kali ini. Han Gyeol punya firasat buruk dan segera berlari untuk menemui So Rim.


So Rim terkejut mendengar lirik awal lagu baru Crude Play. Ini adalah lagu Han Gyeol. Dia pernah menyanyikannya dalam mobil waktu itu. Apa Chan Young ingat dia pernah menyanyikan lagu itu sebelumnya? Chan Young membenarkan, karena memang penciptanya adalah orang yang sama. Kang Han Gyeol yang disukai So Rim adalah K dari Crude Play.

So Rim tidak percaya, sebelumnya dia bilang K itu gendut dan punya temperamen buruk. Chan Young mengakui jika dia memang berbohong. Tapi kebohongannya tidak seberapa dibandingkan dengan kebohongan Han Gyeol.

Mata So Rim berkaca-kaca, dia yakin jika Han Gyeol tidak sengaja berbohong padanya. Mungkin dia belum menemukan waktu yang tepat. So Rim meninggalkan studio saat itu juga, masih dengan keterkejutannya mengatahui jika Han Gyeol adalah K.


Telepon Han Gyeol akhirnya diangkat juga, Han Gyeol mencecar So Rim menanyakan keberadaannya sekarang. So Rim sudah berdiri dibelakang Han Gyeol, didepan gedung Sole N Music.

Tidak lama kemudian, Chan Young juga sampai disana mengejar So Rim. Bertepatan dengan itu juga, lagu baru Crude Play – I’m Okay di putar disana.

Mata So Rim kembali menggenang, “Kenapa kau berbohong padaku? Ternyata benar memang kau, Crude Play K.”

Bersambung ke episode 6

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon