Powered by Blogger.

Images Credit: tvN

Sinopsis The Liar and His Lover Episode 9 - 1


Han Gyeol pergi dengan patah hati saat melihat So Rim menangis dalam pelukan Chan Young dan teringat ucapan Jin Hyuk. Setelah So Rim tenang, Chan Young membawanya pergi ke toko kue untuk merayakan terpilihnya lagu debut Mush and co.
Dia berusaha menyamar dengan hanya memakai topi. Tapi tentu saja para anak remaja langsung mengenali wajahnya. So Rim yang menunggu di meja, langsung shock, karena anak-anak remaja itu ternyata teman-teman sekolahnya. Dia langsung menyelinap keluar sebelum ketahuan.

Begitu Chan Young mengkonfirmasi dirinya, kontan anak-anak itu langsung rebutan minta tandda tangan dan foto bareng. Chan Young diam-diam mencari So Rim dan menemukannya sedang di luar toko.


Di tengah jalan, Han Gyeol ditelepon Yoo Na. Mereka lalu bertemu di sebuah restoran. Saat Yoo Na menanyakan perkembangan lagu yang Han Gyeol buat untuknya, Han Gyeol mengaku kalau dia masih dalam proses mengerjakannya.

Yoo Na tidak masalah dengan lagu yang sudah selesai Han Gyeol buat, lagu yang aslinya dia tujukan untuk lagu debutnya Mush and co. Jin Hyuk mengirimkan lagu itu kepadanya, dia menyukainya.

Han Gyeol terkejut, akhirnya dia mulai mengerti tentang protesnya So Rim tadi. Apa jangan-jangan, Yoo Na berkata pada So Rim kalau dialah yang memberikan lagu itu pada Yoo Na? Yoo Na menyangkal dan mengklaim kalau So Rim sendirilah yang salah paham. Lagipula, bukankah So Rim menolak lagu itu?

"Dia bahkan belum mendengarkan lagu itu. Dia tidak menolak laguku. Ada alasan lain."

"Benarkah? Soo Yeon bilang kalau dia sudah memutarkan semua lagu itu untuk mereka."

Han Gyeol mendengus miris mendengarnya, mungkin lagunya memang tidak cukup baik. Yoo Na tak percaya mendengar Han Gyeol bicara seperti itu tentang lagunya sendiri. Kenapa dia begitu pengertian pada So Rim? Apa karena hanya dia satu-satunya gadis yang ingin Han Gyeol buatkan lagu.


Demi menghindari mata publik, So Rim dan Han Gyeol akhirnya harus mencari tempat sepi dan satu-satunya tempat adalah sekolahannya So Rim. Mereka bahkan tidak jadi makan kue dan membeli roti biasa. Tapi karena ini perayaan, So Rim tetap ingin meniup lilin dan berinisiatif memakai aplikasi lilin.

Chan Young mengambil ponselnya So Rim, terkagum-kagum dengan aplikasi itu tapi dia langsung membeku saat melihat casing ponselnya So Rim, casing ponsel pasangan yang pernah dilihatnya waktu itu. Mereka lalu meniupnya bersama hingga membuat wajah mereka jadi sangat dekat.

Chan Young terpesona menatap wajah So Rim sementara So Rim sendiri menutup mata untuk membuat harapan. Dia mengaku kalau dia berharap lagu mereka nantinya akan dicintai oleh banyak orang.

"Itu juga harapanku. Aku juga ingin disukai," ujar Chan Young sambil menatap So Rim penuh arti.

Tapi sepertinya So Rim tidak paham arti tatapan matanya dan hanya meyakinkan Chan Young kalau orang-orang pasti akan menyukai lagu mereka.


Setelah itu, Chan Young mengantarkannya pulang. So Rim berterima kasih padanya karena tidak bertanya apapun. Chan Young mengklaim kalau dia melakukannya bukan karena dia berbaik hati pada So Rim, ini adalah bagian dari pelatihannya. So Rim tampak tidak mengerti, Chan Young pun tidak menjelaskan apapun.

So Rim ragu ingin mendengarkan lagunya Han Gyeol. Tapi saat teringat ucapan Han Gyol tadi bahwa dia benci wanita yang bernyanyi karena pada akhirnya dia hanya akan menyakiti siapapun yang berhubungan dengannya melalui musik, So Rim akhirnya mengurungkan niatnya.


Han Gyeol pun termenung sedih di rumahnya, teringat saat dia melihat So Rim menangis dalam pelukan Chan Young dan ucapan Yoo Na kalau So Rim menolak lagunya.


Para eksekutif sedang rapat membahas debutnya Mush and co bersama tim perwakilan dari perusahaan iklan. Di tengah rapat, Jin Hyuk mendapat sms dari Han Gyeol yang minta ketemuan besok untuk membahas lagunya Yoo Na. Perwakilan perusahaan iklan mengusulkan agar mereka mengadakan live performance kejutan didalam iklan.

Jin Hyuk keberatan, kalau mereka mengadakan live performance lalu bagaimana dengan showcase debut timnya Jin Hyuk. Launching produk mereka dan debut grup barunya haruslah memiliki efek sinergis pada satu sama lain. Perwakilan perusahaan iklan berjanji akan mendiskusikan masalah itu dengan timnya, Jin Hyuk berjanji akan melakukan hal yang sama.


Setelah rapat usai, Nyonya Yoo membahas tentang Han Gyeol yang mau membuatkan Yoo Na lagu padahal dia kira kalau dia tergila-gila dengan So Rim. Jin Hyuk menegaskan bahwa pekerjaan dan perasaan pribadi itu dua hal yang berbeda.

Nyonya Yoo heran kenapa begitu, bukankah cinta bisa melahirkan musik yang bagus? Jika mereka bekerja bersama maka mereka mungkin saja bisa menghasilkan lagu-lagu yang keren.


Yoo Seok datang tak lama kemudian sambil mengeluh marah-marah seperti anak kecil yang sedang ngambek karena ternyata In Woo tiba-tiba menolak membantu dalam konsernya. Nyonya Yoo buru-buru mengusir Jin Hyuk sebelum menanyakan masalah itu lebih lanjut.

Kesal setengah mati, Yoo Seok menyatakan kalau dia mau menuntut In Woo saja karena sudah melakukan pelanggaran kontrak. Tapi Nyonya Yoo mencegahnya, tidak usah memperumit masalah, dia sendiri kan yang tidak tahan dengan session musician yang tidak bisa dia kontrol.

Yoo Seok heran mendengarnya, apa Nyonya Yoo memihak In Woo? Jangan-jangan Nyonya Yoo masih punya perasaan pada In Woo? Sudah cukup lama juga In Woo bercerai, apa Nyonya Yoo ingin punya kesempatan dengannya lagi?

Nyonya Yoo langsung menatapnya dengan kesal tapi cepat-cepat menutupinya dengan menyindir Yoo Seok, dia mengira kalau Yoo Seok sudah berubah jadi pebisnis, tapi sepertinya dia masih punya sisi romantis sampai-sampai mengucapkan candaan konyol semacam itu dengan wajah serius.

"Jadi apakah tebakanku salah?"

"Kalau memang aku masih menyukainya, memangnya kenapa? Apa yang akan kau lakukan? Ucapan semacam itu tidak akan melukai harga diriku ataupun mempermalukanku. Jadi jangan berpikir seperti itu. Jika kau ingin menggugat maka pergilah ke tim hukum-ku, aku sibuk. Kita bicara lagi setelah kau sudah tenang."


Jin Hyuk bertemu Han Gyeol dan Yoo Na membahas kerja sama Han Gyeol dan Yoo Na. Yoo Na langsung menyatakan kalau dia menginginkan lagu debutnya Mush and co. Dia menyukai lagu itu, tak peduli biarpun lagu itu aslinya untuk orang lain. Toh mereka tidak sedang berusaha menciptakan masterpiece, mereka hanya menginginkan lagu yang bisa dinikmati orang-orang.

"Bagiku, lagu itu seperti itu." Ucap Yoo Na. Han Gyeol hanya menatapanya dengan keheranan.


Setelah selesai latihan, Gyoo Sun langsung keluar untuk menelepon Se Jeong. Jin Woo kesal melihatnya, sebenarnya dia tidak terlalu menyukai Se Jeong. Memang dia cantik, tapi kan mereka pasti akan bertemu gadis-gadis yang jauh lebih cantik begitu mereka debut nantinya.

"Begitukah? Saat kau bertemu seseorang yang lebih keren daripada orang yang kau sukai, apa kau akan berhenti menyukai orang itu? Apa kau berpikir seperti, Jin Woo?"

Jin Woo langsung canggung, dia tidak bermaksud begitu. Chan Young datang saat itu untuk mengecek mereka lalu mengajak mereka keluar makan siang bersama. So Rim kira kalau Chan Young ada jadwal lain.

"Aku meluangkan waktu untuk bertemu denganmu," ujar Chan Young. Jin Woo yang tadinya senang mau ditraktir, kontan cemberut cemburu mendengar itu.


Gyoo Sun mencoba menghubungi Se Jeong tapi Se Jeong langsung mematikannya, sedang sibuk meretas chattingannya So Rim cs. Tepat saat itu juga, Jin Woo mengirim chat ke Gyoo Sun, mengabarkan kalau Chan Young ada di sini.


Han Gyeol hendak pulang saat dia bertemu Yoo Na yang mengajaknya makan siang bersama, sekalian agar mereka bisa bisa berdiskusi lebih banyak. Han Gyeol menolaknya. Tepat saat itu juga, So Rim cs lewat bersama Chan Young. Yoo Na dengan sengaja menggandeng lengan Han Gyeol tepat di hadapan So Rim, tapi Han Gyeol langsung melepaskan diri.

Saat Chan Young bilang kalau mereka mau makan siang bersama, Yoo Na mengklaim kalau dia dan Han Gyeol juga mau makan siang bersama dan mengusulkan agar mereka semua barengan aja. So Rim agak tak nyaman dengan itu, tapi Han Gyeol setuju.


Jadilah mereka semua berkumpul di satu restoran. Han Gyeol terus menatap So Rim, tapi So Rim terus berusaha menghindari kontak mata dengannya. Yoo Na melihat itu dan langsung sok perhatian pada Han Gyeol. Chan Young sampai keheranan melihat perhatian Yoo Na pada produsernya. Mendengar itu, So Rim cs langsung memberikan sebagian makanan mereka pada Chan Young.

Yoo Na lalu berkata kalau So Rim salah paham waktu itu. Han Gyeol tidak memberikan lagu itu kepadanya, dialah yang merecoki Han Gyeol untuk memberikan lagu itu kepadanya. So Rim bingung menanggapinya dan akhirnya hanya cengengesan canggung.


Tapi saat mereka bertemu di toilet, Yoo Na langsung mengkonfrontasi So Rim. Katakan saja kalau memang ada yang mau So Rim katakan, jangan cuma memandanginya terus. So Rim akhirnya bertanya terus terang, kenapa harus lagu itu? Yoo Na kan cantik, penyanyi yang hebat dan terkenal juga. Dia pasti punya banyak pilihan lagu, kenapa harus lagu itu?

"Aku menyukainya... lagu itu."

"Tapi..."

"Kau jauh lebih serakah daripada yang kukira. Aku tidak akan bisa mengetahuinya hanya dengan melihat wajahmu. Kau bahkan tidak mau menyanyikan lagu itu, lalu kenapa kau memeganginya? Lagu juga bisa usang, tahu. Jika kau menyimpan sebuah lagu karena keserakahanmu, orang-orang mungkin tidak akan bisa melihat nilai yang sebenarnya saat kau akhirnya merilisnya. Apa kau mau itu terjadi pada lagunya Han Gyeol?"


Begitu tahu Chan Young ada di restoran gedung Sole Music, Se Jeong langsung pergi ke sana. Tapi resepsionis melarangnya masuk bahkan sekalipun Se Jeong ngeyel habis-habisan.

Tepat saat itu juga Gyoo Sun melihatnya. Se Jeong langsung menggandengnya sok mesra dan saat Gyoo Sun bertanya kenapa dia kemari, dia mengklaim kalau dia kangen Gyoo Sun padahal matanya celingukan kesana kemari mencari Chan Young.

Gyoo Sun jelas heran dari mana Se Jeong tahu kalau Chan Young ada di sini. Se Jeong mengklaim kalau Gyoo Sun sendiri yang bilang tapi Gyoo Sun yakin dia tidak pernah melakukan itu. Se Jeong ngotot kalau Gyoo Sun sendiri yang bilang dan memaksa Gyoo Sun membawanya masuk.

Tapi Gyoo Sun tidak bisa membawanya masuk orang luar tidak boleh masuk kedalam bahkan sekalipun Se Jeong pacarnya. Se Jeong sontak cemberut ngambek.


Chan Young pergi duluan. Han Gyeol pun pamit, tapi So Rim tiba-tiba menarik bajunya, ingin bicara berdua dengannya dan meminta Jin Woo meninggalkan mereka berdua. Jin Woo tentu saja kepo, tapi So Rim terus memaksanya pergi hingga terpaksa dia menurutinya.

Dia meminta maaf karena telah bersikap serakah dengan menolak menyanyikan lagunya Han Gyeol dan berusaha menghentikan orang lain untuk menyanyikan lagu itu. Kalau begitu, apakah So Rim tidak masalah jika dia memberikan lagu itu untuk Han Gyeol. Dia tampak ragu, tapi saat teringat ucapan Yoo Na, dia pura-pura senyum dan menyetujuinya.


Begitu Jin Woo masuk, dia malah mendapati Se Jeong sedang ngambek pada Gyoo Sun. Dia pura-pura mau pergi saat tiba-tiba saja dia melihat So Rim bersama Han Gyeol. Dia langsung berbohong kalau ponselnya ketinggalan di lobi dan meminta Gyoo Sun mengambilkannya. Gyoo Sun dengan lugunya mempercayai bualannya, bahkan mengajak Jin Woo bersamanya.


Han Gyeol menduga kalau So Rim pasti sangat tidak menyukai lagunya sampai-sampai dia rela memberikannya pada orang lain. So Rim menyangkalnya, dia tidak bermaksud seperti itu, dia bahkan belum mendengarkan lagunya Han Gyeol, dia belum mendengarkan file lagu yang ada di USB itu.

Han Gyeol tampak semakin kecewa mendengarnya, "Kau bahkan sudah bisa mengucap kebohongan sekarang."

So Rim tidak mengerti apa maksudnya, tapi Han Gyeol tidak membahaskan lebih jauh dan menyuruh So Rim masuk saja. Tak ada seorang pun yang menyadari Se Jeong sedang memotret mereka dari kejauhan.


Nyonya Yoo masuk ke cafe-nya Crude Play dan mendapati In Woo sedang bermain gitar di sana. Dia duduk menunggu In Woo selesai saat tiba-tiba In Woo mengganti lirik lagunya dengan sapaan untuk Nyonya Yoo. Nyonya Yoo langsung membahas masalah Yoo Seok yang marah besar sampai hendak menggugat In Woo.

In Woo malah santai mengakui kesalahannya, yah sudah. Nyonya Yoo jelas kesal mendengar pikiran lugu In Woo itu, inilah yang membuatnya dikhianati teman lamanya dulu. Memangnya salah yah kalau dia belum berubah? tanya In Woo.

Segala hal ada batasnya. Bahkan mantan istrinya In Woo sudah bertemu pria baru dan sekarang menjalani hidup baru, sementara In Woo malah masih terjebak di masa lalu. Bukankah Nyonya Yoo juga seperti itu? "Ada sesuatu dalam diriku yang kau harapkan tidak akan berubah. Karena itulah kau datang dan bicara denganku. Bukankah begitu?"

Nyonya Yoo mengklaim kalau dia hanya tidak mau terjadi keributan dan meminta In Woo untuk bicara dengan Yoo Seok dan menyelesaikan masalah mereka dengan baik-baik.


Di studio, Soo Yeon memberitahu Mush and co bahwa hari ini mereka akan mengadakan showcase kejutan di sekolahan mereka. Karena ini sesuai dengan image muda mereka dan konsep iklan Serendi mereka. Showcase ini juga akan menjadi bagian dari iklan Serendi. So Rim cs sontak bersorak senang mendengarnya. Tapi kalau begitu, ini akan menjadi live performance mereka yang pertama.

"Jangan takut, karena itulah kalian memiliki seorang pendukung yang hebat." Ujar Soo Yeon sambil melirik Chan Young.

"Chan Young oppa akan ikut dengan kami?"

"Kalian sangat beruntung."

So Rim cs sontak menghambur memeluk Chan Young saking senangnya. Tapi Soo Yeon mengingatkan kalau acara ini harus dirahasiakan karena ini acara kejutan. Tidak ada seorangpun yang boleh tahu.


Anggota Crude Play yang lain masuk ke ruang latihan. Tapi begitu melihat Han Gyeol di sana, Si Hyun langsung berbalik mau pergi. Tapi In Ho dan Yoon mencegahnya dan memaksanya menghadapi Han Gyeol. Han Gyeol menyesal sikapnya waktu itu, dia hanya gugup.

Si Hyun sinis, kenapa juga Han Gyeol gugup, yang palsu kan mereka. Bahkan sekalipun orang-orang mengetahuinya, hanya merekalah yang akan disalahkan.

"Jangan bicara seperti itu. Jangan bicara seolah kita beda jalan."

"Memangnya kita tidak beda jalan? Lalu kenapa dulu kau tidak debut bersama kami? Kau ingin mengejar musik tapi kau tidak mau jadi musisi pengganti. Karena itulah kau melarikan diri."


Han Gyeol terdiam mendengarnya, teringat akan masa lalunya. Dulu saat tiba-tiba dia mengutarakan keputusannya untuk mundur padahal waktu itu mereka hendak debut, dia tidak bisa berpura-pura musiknya orang lain jadi miliknya. Kecewa, Jin Hyuk menyatakan kalau debutnya mereka ditunda saja kalau begitu.

Apa yang bisa dia lakukan kalau Han Gyeol tidak mau debut, dan tentu saja keputusannya ini sama saja dengan menghancurkan impian teman-temannya. Mendengar itu, Han Gyeol langsung menyatakan kalau dia bersedia memberikan lagu-lagunya, tidak masalah walaupun dia tidak memainkannya.

Jin Hyuk bertanya, biarpun sekarang dia bisa seperti itu, lalu bagaimana dengan di masa depan? Apa Han Gyeol mau bertanggung jawab untuk teman-temannya biarpun dia bukan anggota? Entah apa jawaban Chan Young karena kemudian kita langsung dibawa kembali ke masa kini.


In Ho berusaha meredakan emosi Si Hyun dan mengingatkannya kalau semua itu sudah jadi masa lalu. Tapi Si Hyun terus menggerutu, bahkan sampai sekarang pun mereka masih juga tidak memenuhi standarnya Han Gyeol. Han Gyeol menyangkalnya, dia tidak pernah berpikir begitu.

"Lalu kenapa kau melarikan diri? Kau seharusnya tetap didalam band!" teriak Si Hyun dan tepat saat itu juga Chan Young masuk bersama So Rim cs.

Han Gyeol mengakui kalau dia mungkin melarikan diri. Tapi dia tidak pernah melarikan diri dari mereka, "Aku selalu ingin menulis lagu untuk kalian."


Han Gyeol langsung pergi setelah itu. So Rim mengejarnya, cemas dan penasaran apakah Si Hyun selalu memperlakukannya dengan buruk? Han Gyeol menyangkalnya, dialah yang salah... pada Crude Play dan pada So Rim.

"Tidak apa-apa. Jika ada orang yang cari masalah denganmu, bawa saja dia padaku, aku akan melindungimu."

"Bicara apa kau? Kau terlalu kecil untuk melindungi seseorang..."


"Aku akan tetap melindungimu. Aku akan selalu berada di pihakmu apapun yang terjadi."

Han Gyeol tercengang mendengarnya, kenapa? Bukankah dia selalu membohongi So Rim dan membuatnya kesal. Dia tidak pernah melakukan suatu hal yang baik pada So Rim. Jadi kenapa? Entahlah, So Rim juga tidak bisa menjelaskannya. Pokoknya dia akan selalu memihak Han Gyeol, menyukai Han Gyeol dan akan selalu ada di sisi Han Gyeol apapun yang terjadi. Itu saja.

"Jangan bicara begitu. Setiap kali kau bilang begitu, aku..." entah kenapa Han Gyeol tiba-tiba menunduk, menyembunyikan wajahnya dari So Rim, mungkin terharu dan tak ingin So Rim mengetahuinya. Dia bahkan langsung pergi tanpa mengatakan apapun lagi.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon