Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Man To Man Episode 1 - 1

Seorang teroris tengah menyandera sebuah bus sekolah dengan membawa bom bunuh diri di tubuhnya, sementara pasukan tentara sudah bersiap dengan senjata-senjata mereka terarah padanya. Salah satu diantara tentara itu adalah seorang sniper yang mulai mentarget si teroris dari atas atap.


Pemimpin pasukan dengan tegas mengumumkan pada para sniper untuk tidak menembak sebelum ada perintah. Tapi kemudian, si teroris sengaja menggunakan seorang anak gadis sebagai tamengnya dan bergerak ke depan bis. Si sniper jadi tidak bisa menarget dengan tepat dari posisi itu.


Mengabaikan perintah pimpinan dan membuang earpiece-nya, Sniper pun berlari turun mencari tempat dengan sudut pandang terbaik... dan DOR! pelurunya tepat mengenai kepala si teroris. Sontak semua anak menjerit dan para pasukan tentara berpaling padanya.

Gara-gara ulah nekatnya, Sniper itu langsung ditahan karena melakukan pembangkangan. Tapi si Sniper malah santai-santai saja sambil mengunyah permen karetnya. Dia berpaling pada si anak gadis yang selamat itu dan tersenyum padanya, si anak gadis itu pun tersenyum lebar padanya.


Kita kemudian beralih saat si Sniper itu diinterogasi di kantor BIN Korea Selatan dan memperkenalkan dirinya sebagai Kim Seol Woo. Saat ditanya tahun lahir, dia malah bilang dia lahir tahun 1609. Jelas jawabannya kebohongan besar, tapi detak jantung sangat stabil sampai-sampai mesin pendeteksi kebohongan mengira dia jujur.

Bahkan saat ditanya apakah dia punya kekasih, dia malah menyatakan cinta pada orang yang menginterogasinya. Dan lagi-lagi mesin pendeteksi kebohongan mengira dia jujur.


Dua orang agen yang menyaksikannya dari ruang sebelah, cukup kagum padanya. Orang yang unik tapi juga berbahaya, karena itulah dia bisa jadi agen yang berguna. Selesai interogasi, salah seorang agen - Lee Dong Hyun, memberitahu Seol Woo tentang jenis-jenis agen rahasia BIN.

Ada yang putih, agen-agen yang beroperasi secara terbuka dengan identitas asli mereka. Ada hitam, agen-agen yang beroperasi tanpa nama dalam kegelapan. Dan ada pula agen Ghost, agen-agen yang ditempatkan lebih dalam dengan identitas palsu dan beroperasi sangat rahasia.

"Aku ingin kau menjadi ghost yang beroperasi secara internasional. Bagaimana menurutmu?"

"Baiklah," jawab Seol Woo tanpa pikir panjang.

"Kau cepat juga, aku suka itu. Biarkan aku memberimu nasehat pertama dan terakhir. Jangan mempercayai siapapun."

"Aku bahkan tidak mempercayai diriku sendiri."


Dan begitulah bagaimana Seol Woo akhirnya dikenal sebagai Agen K yang beroperasi di berbagai tempat di luar negeri dan menyamar dalam berbagai macam profesi. Target misi terbarunya adalah seorang bos mafia di Budapest - Hungaria yang bernama Garbo Liebert dan memiliki seorang putri bernama Anna Liebert tapi menyamar dengan nama Anna Maria.

Di sebuah universitas, Seol Woo menyamar jadi seorang profesor dan salah satu siswinya adalah Anna Liebert. Dia langsung mendekatinya dan menyapanya dengan nama aslinya. Anna jelas terkejut mendengarnya.


Setelah kelas usai, Anna langsung mencegatnya di tengah jalan dan menanyakan bagaimana Seol Woo bisa mengetahui nama aslinya. Mereka saling menatap selama Seol Woo bernarasi bahwa dibalik setiap kasus pasti selalu ada wanita.

Beberapa waktu kemudian, Seol Woo dan Anna mulai menjalin hubungan spesial dan menghabiskan saat-saat romantis dengan penuh kebahagiaan. Bahkan  setelah beberapa lama, mereka saling bertukar cincin pasangan.

Sayangnya bagi Anna, semua ini hanyalah tipuan dan taktik yang Seol Woo gunakan untuk mendekati Ayahnya Anna. "Namun saat aku bersama seseorang yang sedang jatuh cinta, aku merasa kesepian dan acuh."


Suatu hari, Anna membawa Seol Woo menemui Ayahnya. Dalam narasinya, Seol Woo berkata bahwa Garbo sangat menyayangi putri semata wayangnya dan punya polisi rahasia selama masa kediktatorannya. Awalnya Garbo sama sekali tidak punya kecurigaan sedikitpun.

Tapi kemudian dia menghina Seol Woo dalam Bahasa Hungaria. Tapi yang tidak disangkanya, Seol Woo ternyata memahami ucapannya dan dengan santainya menyinggung polisi rahasia yang dimiliki Garbo dalam Bahasa Hungaria. Garbo sontak waspada, siapa dia?

Dengan Seol Woo santai memberitahu Garbo untuk tidak memberitahu putrinya karena dia tidak mau wanita yang dicintainya terluka. Garbo sontak meremas tongkatnya dengan penuh amarah.


Dalam perjalanan pulang, Seol Woo melapor ke Dong Hyun yang sekarang sudah beralih profesi jadi jaksa. Dia yakin kalau Garbo pasti akan menyingkirkannya dari sisi putrinya, Garbo pasti akan bergerak sesuai dugaan mereka.

Benar saja, dari sebuah spion, dia melihat dua orang pria yang mengikutinya. Dengan santainya dia berbalik menghadapi mereka. Dua pria lain datang dan Seol Woo langsung dilumpuhkan dengan tongkat taser.


Di sebuah atap gedung, errr... seorang superhero mirip Batman/Superman/Iron Man yang pipinya bertato kalajengking, tengah memantau gemerlapnya kota. Dia lalu terbang dan mendarat keren di sebuah lokasi penyanderaan.


Para polisi bicara Bahasa Inggris, tapi dianya malah santai pakai Bahasa Korea. Parahnya lagi, bukannya melumpuhkan para penjahat, dia malah mengakui dirinya sebagai penjahat lalu menggunakan kekuatan supernya untuk menghancurkan para polisi. Misi selesai, dia pun berjalan pergi dengan gagah.


Dan begitulah, preview film Captai Iron 2 berakhir. Wkwkwk, cuma film toh. Film yang dibintangi seolah Hallyu Star bernama Yeo Un Gwang. Saat pewawancara menyinggung kehebatannya yang sudah go international, Un Gwang dengan narsisnya berkata kalau dia memang melakukannya dengan baik.

Tapi tak lupa pula dia memuji agen yang berada dibalik kesuksesannya, Cha Do Ha (sambil nge-wink seksi ke Do Ha yang berdiri di belakang kamera). Mendengar itu, Do Ha langsung bersembunyi di belakang layar dan diam-diam bersorak kegirangan.


Seol Woo dirantai di sebuah penjara yang gelap gulita. Seorang pria tentara masuk tak lama kemudian untuk membangunkannya dan melemparkan sebuah seragam oranye. Seol Woo pun akhirnya jadi tahanan di penjara itu.

Saat dia tengah berkeliling, dia berpapasan dengan beberapa tahanan yang habis membuli seorang tahanan sampai hidungnya patah.
 
Saat Seol Woo memprovokasi si pembuli, rekan-rekannya langsung bersiap di belakangnya. Tapi tentu saja Seol Woo tidak sedikitpun merasa terintimidasi. Dengan cepat dan cekatan, dia mengambil alih handuknya si pembuli dan menggunakannya untuk menghajar dan melumpuhkan mereka semua.


Selesai menghajar para tahanan, Seol Woo pun pergi. Tapi kemudian dia bertemu seorang tahanan kenalannya, Petrov. Seol Woo memberitahu Petrov kalau dia datang kemari untuk mengeluarkan Petrov dari sini.

Petrov pesimis karena keamanan tempat ini yang sangat amat ketat. Tapi Seol Woo dengan entengnya berkata kalau masuk kemari lah yang paling sulit, keluarnya mah gampang.


Beberapa hari kemudian, Seol Woo dan Petrov pun mulai bekerja sama: meneliti seluk beluk penjara itu, para penjaga keamanan dan letak-letak CCTV, diam-diam saling bertukar berbagai peralatan yang akan mereka gunakan untuk melarikan diri nantinya, membuat alat khusus dan juga membuat kunci sel-sel mereka.


Pada saat yang sudah ditentukan, Seol Woo pun mulai menunggu saat rencana mereka dimulai. Seorang penjaga yang baru saja keluar dari kamar mandi, tak tahu kalau dia tak sengaja menyenggol tali yang sudah dipersiapkan Seol Woo. Tali itu sontak memicu api dari alat khusus yang Seol Woo tempatkan di bawah saklar listrik.


Api sontak membakar kabel-kabel dan beberapa detik kemudian, listrik pun padam. Alarm darurat langsung berbunyi nyaring. Seol Woo pun langsung bergerak cepat membuka lubang pintu selnya dan membuka pintu selnya dengan kunci cadangannya. Dia lalu melemparkan kunci ke Petrov yang berada di lantai bawah.

Baru saja Petrov keluar, listrik sudah menyala kembali. Mereka sontak berlari secepat mungkin melalui jalan yang sudah mereka rencanakan. Tapi di tengah jalan, beberapa penjaga melihat mereka. Untunglah mereka sudah hafal jalan dan dengan cepat berlari lewat jalan lain hingga mereka berhasil naik ke kereta tambang. Para penjaga langsung melepaskan tembakan, tapi untungnya meleset.


Alarm yang menandakan tahanan kabur, berbunyi. Semua tentara langsung dikerahkan untuk menangkap mereka. Seol Woo dan Petrov, menunggu keadaan aman sebelum akhirnya mereka keluar dari bawah tanah dan terjun kedalam sumur.


Entah bagaimana mereka bisa keluar, tapi beberapa saat kemudian, Seol Woo dan Petrov sudah selamat dan aman di sebuah mobil.

Sebuah heli datang untuk menjemput Petrov dan akhirnya mereka pun berpisah. Tak lupa Petrov berpesan pada Seol Woo untuk menghubunginya kalau dia berkunjung ke Rusia. Begitu Petrov pergi, Seol Woo langsung menelepon dan melapor kalau Petrov sudah keluar dari penjara.


Sekarang saatnya menutup misi ini sepenuhnya, yaitu dengan mengakhiri hubungannya dengan Anna. "Saat bekerja dalam penyamaran, bagaimana kau mengakhirinya, itu jauh lebih penting daripada bagaimana kau memulainya."

Saat dia menunggu di sebuah cafe, dia menonton sebuah berita tentang Petrov yang ternyata seorang tentara AD bertemu dengan militer Korea dan mereka sepakat untuk untuk berbagi teknologi militer.

Anna akhirnya datang tak lama kemudian. Tapi sebelum Anna sempat mendekatinya, Seol Woo mengirim pesan padanya, berkata kalau dia akan memeriksa apakah mereka diikuti atau tidak dan meminta Anna menemuinya di pintu belakang dalam 20 menit. Tak lupa dia mengakhiri pesannya dengan "Aku mencintaimu."


Tak lama kemudian, Anna pun keluar dan melihat Seol Woo duduk di sebuah mobil dan tersenyum padanya. Perlahan Anna berjalan mendekatinya sementara Seol Woo menatapnya sambil bernarasi, "Simpati wanita yang sedang jatuh cinta lebih aman daripada rompi antipeluru."

Tapi kemudian senyumnya mulai menghilang saat dia melanjutkan narasinya. "Tapi murka seorang wanita yang dikhianati oleh cintanya, jauh lebih mematikan daripada bom waktu. Cara terbaik untuk mengakhiri sebuah hubungan yang telah lama dijalani... adalah kematian."


Saat Anna sudah semakin dekat, tiba-tiba saja mobil yang ditumpangi Seol Woo meledak. Shock, kaki Anna langsung lemas hingga dia terjatuh dengan berderai air mata... sama sekali tidak menyadari, Seol Woo sama sekali tidak mati, malah dengan santainya pergi dari sana dan melepaskan cincin pasangannya.

"7 November, pukul 11:00 pagi GMT. Agen K. Misi Budapest, selesai."


Di sebuah rumah mewah, berbagai macam jam beker berbunyi nyaring untuk membangunkan si aktor Un Gwang. Tapi dia sama sekali tidak berkutik dari kasurnya. Seorang stafnya, Yang Sang Sik, berusaha keras membangunkannya dengan menempelkan jam itu di telinga Un Gwang. Tapi tetap saja gagal.

Sang Sik berusaha mengingatkannya Un Gwang tentang jadwalnya hari ini, mereka bisa telat kalau dia tidak bangun sekarang. Tapi Un Gwang masa bodoh dan bersikeras menyuruh Sang Sik untuk ngebut saja nanti biar dia bisa tidur lagi.


Saat akhirnya Un Gwang bangun, Sang Sik menyajikan sarapan dan kopi Jongro kesukaannya. Tapi cuma gara-gara model gelas kopinya beda, Un Gwang ngomel-ngomel dan menyuruh Sang Sik untuk membelikan kopi Jongro baru yang terletak di cabang Jongro, dia tidak mau kopi Jongro dari cabang lain. Dia tidak peduli biarpun mereka mau telat, pokoknya dia mau kopi yang itu. Sekarang.


Gara-gara ulahnya, mereka akhirnya beneran datang terlambat. Saat Sutradara memprotesnya, Un Gwang dengan santainya menyalahkan Sang Sik yang dia klaim salah jalan tadi. Dia bahkan langsung memaksa Sang Sik untuk membungkuk dan meminta maaf pada Sutradara. Sebagai ganti ketrlambatannya, Un Gwang berjanji kalau dia tidak akan membuat kesalahan dalam syuting nanti.


Sementara di depan kamera, Un Gwang beraksi tanpa stuntman, Sang Sik sibuk menyiapkan kudapannya. Do Ha datang tak lama kemudian dengan membawa minuman. Do Ha langsung terkagum-kagum melihat Un Gwang beraksi lalu mengeluarkan kameranya dan memotret Un Gwang. Di tengah aksi laganya, Un Gwang masih sempat-sempatnya mengedip seksi ke Do Ha.

Tapi kemudian, acara syuting itu terganggu saat seorang stuntman tak sengaja memukul Un Gwang dengan cukup keras. Si stuntman sontak langsung diamuk. Tapi Un Gwang sama sekali tidak mempermasalahkannya, malah membesarkan hati si stuntman.


Do Ha jelas saja jadi semakin kagum padanya, bagaimana bisa ada orang sesempurna itu. Cuma Sang Sik yang sinis, itu sempurna palsu, Un Gwang itu musuh manusia, mungkin dia alien.

"My Love From The Star?"

Sang Sik langsung menyuruhnya memilih, Kim Soo Hyun atau Un Gwang? Do Ha jelas menjawab Un Gwang. Tapi saat disuruh pilih Eun Gwang atau uang 10 juta dollar, Do Ha pilih uang. Pfft. Tapi tentu saja alasannya adalah karena Un Gwang juga menyukai uang.


Di sebuah sekolah TK, para wartawan mengerubungi seorang chaebol bernama Mo Seung Jae yang datang untuk menjemput anaknya. Sambil pasang senyum ramah di hadapan kamera, Seung Jae menanggapi pertanyaan wartawan dan memberi kesan kalau dia adalah seorang chaebol rendah hati.

Ada rumor yang mengatakan kalau Seung Jae melakukan ini karena dia ingin terjun politik, tapi Seung Jae langsung menyangkalnya. Tentu semua itu cuma pencitraan. Nyatanya saat istrinya yang cantik datang, Song Mi Eun, diam-diam dia membisiki Seung Jae untuk tidak kebanyakan senyum dan gendong putra mereka begitu dia keluar nanti.


Begitu putra mereka keluar, Seung Jae pun langsung menggendongnya dan mereka berpose bak keluarga harmonis di depan kamera para wartawan.


Malam harinya, Seung Jae menemui Anggota Kongres Kim dan secara tak langsung menyinggung bagaimana dulu Anggota Kong Kim sering datang kemari menemui Kakeknya (menerima suap). Anggota Kongres Kim mengklaim kalau dia datang kemari hanya untuk makan makanan yang sudah disiapkan Kakeknya Seung Jae.

"Kalau begitu anda juga harus menerima ini dari saya juga," ujar Seung Jae lalu mengeluarkan sebuah koper berisi penuh uang dan menyinggung masalah Cucunya Anggota Kongres Kim yang sedang studi di luar negeri.

Dia menyangkal kalau dia sedang mengancam dan mengklaim kalau ini adalah hadiah. Melihat semua itu, Anggota Kongres Kim langsung goyah dan akhirnya menyatakan kalau dia akan mundur dari pemilihan walikota. Seung Jae tersenyum mendengarnya.


Tapi dengan cepat senyum itu memudar. Dia beranjak bangkit lalu menampar Anggota Kongres Kim keras-keras. Dia lalu membuka sebuah layar yang menunjukkan kalau semua percakapan mereka sedari tadi sudah direkam dan berkata, "Raja baru, aturan baru."

Bersambung ke part 2

3 comments

daebak, park hae jin memang is the best banget. ditunggu lanjutannta

Hmbt oppa park hae jin semakin tampan aja semua filmnya mengagumkan

Masih berharap ada cheese in the trap season 2. Hiks hiks hiks

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon