Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Man To Man Episode 1 - 2


Di kantor BIN, Jang Tae Ho melapor ka atasannya kalau mereka kehilangan kontak dengan Agen Ghost Y. Tae Ho yakin penyaraman Agen Ghost Y sempurna, dia bahkan berhasil mendapatkan kepercayaan orang-orang yang terlibat dengan Ketua Songson dan penggelapan Seung Jae.

Kalau begitu pasti ada pengkhianat. Tae Ho merasa kalau mereka tidak bisa mempercayai orang dalam sekarang, jadi dia akan menghubungi agen internasional.

Di sebuah bar, Seol Woo melihat seorang wanita seksi berjalan ke arahnya. Tapi kemudian wanita itu berbalik memunggunginya dan memperlihatkan tato punggungnya. Seol Woo langsung membeku seketika membaca angka-angka di tato itu: 0906.

Dia bahkan menemukan angka yang sama di alas botol bir dan jendela kamar hotelnya, sepertinya dia mengerti makna angka itu dan jadi kesal karenanya. Bel pintu kamar hotelnya berbunyi tak lama kemudian dan masuklah seorang pegawai hotel berkumis yang membawa room service.

Tapi Seol Woo tahu betul dia bukan pegawai hotel, melainkan Dong Hyun yang sedang menyamar. "Kembali saja jadi agen dan berhentilah jadi jaksa." Gerutu Seol Woo.

"Tidak bisa. Istriku akan membunuhku."


Terus kenapa Dong Hyun mengikutinya sampai kemari? Tentu saja untuk memberikan Seol Woo misinya dan misinya adalah mengikuti dan mengatur Seol Woo karena dia adalah komandannya Seol Woo. Seol Woo langsung protes, dia kan sedang liburan.

Ini penting, kata Dong Hyun sambil memberinya tablet yang disembunyikannya di piring lalu memberitahu bahwa Agen Yoo menghilang setelah mengirim pesan yang berbunyi: Kontainer 8675 ke Incheon 4 Oktober. Carilah 3 ukiran kayu.

Dong Hyun memberitahu kalau saat ini mereka tengah melacak kontainer itu lalu mengeluarkan kamera dan memotret Seol Woo sebagai foto passport-nya. Dia lalu kembali ke Korea dengan menggunakan nama Kim Seol Woo.

 

Selesai syuting adegan laga, sekarang saatnya syuting adegan romantis. Tapi saat Sutradara bilang kalau mereka harus ciuman, Un Gwang malah minta pemeran pengganti saja yang menggantikannya melakukan adegan itu.

Semua orang jelas kaget mendengarnya, adegan laga dia melakukan segalanya sendiri tapi kok malah minta pemeran pengganti untuk adegan ciuman?

"Aku bisa memukul benda atau mobil dengan kepala, tapi bukan dengan bibirku."

Si aktris mendengus sinis mendengarnya. Sutradara berpikir kalau rumor itu pasti benar, Un Gwang tidak bisa mencium aktris.


Setelah syuting usai, si aktris menghampiri Un Gwang. Sebenarnya dia kesal tadi, tapi sekarang dia mengerti kalau Un Gwang tidak bisa mencium wanita. Jangan khawatir, dia berjanji tidak akan memberitahu siapa-siapa.

Tidak terima dengan tuduhan itu, Un Gwang langsung menarik si aktrik kedalam pelukannya dan menciumnya mesra. Shock, si aktris langsung mendorongnya dan menamparnya, apa-apaan? Un Gwang mengklaim kalau dia hanya membuktikan kalau dia sebenarnya seorang pencium yang hebat.


Beberapa saat kemudian, Un Gwang dan si aktris bermesraan didalam mobil saat tiba-tiba saja ponselnya Un Gwang berbunyi dari Do Ha yang menanyakan keberadaannya. Un Gwang berbohong kalau dia sedang berdiskusi dengan Sutradara. Do Ha dengan teramat sangat manisnya menutup telepon, lanjutkan saja pembicaraan mereka.

Un Gwang merasa aneh dengan reaksi Do Ha tadi, dia jadi tidak tenang, sepertinya akan terjadi sesuatu. Baru saja dia merasakan firasat tak enak itu, tiba-tiba saja Do Ha datang dengan mengendarai forklift lalu menggunakannya untuk mengangkat mobil yang mereka naiki. Si aktris sontak ketakutan.


Un Gwang berusaha memprotes Do Ha. Tapi Do Ha yang cemburu, dengan dinginnya mengingatkan Un Gwang tentang janjinya dulu bahwa jika Un Gwang tertangkap basah lagi maka mereka akan mati bersama. Tapi sekarang dia berubah pikiran, tidak adil kalau dia mati, jadi dia akan membunuh Un Gwang saja.

Dia langsung mengangkat mereka makin tinggi dan dengan sengaja menggoyang-goyangkan mereka yang jelas saja membuat mereka semakin ketakutan. Si aktris sampai heran Do Ha itu siapa, apa dia manajer? Un Gwang mengaku kalau Do Ha dulu fan-nya.

Jelas saja si aktris jadi semakin ketakutan, menyadari kalau dia sedang menghadapi kemarahan seorang fan. Dia berusaha memohon-mohon pada Do Ha, tapi Do Ha malah jadi tambah kesal dan langsung membawa mobil mereka ke mendekati sungai.


Tapi sepertinya dia tidak menerjunkan mereka kedalam sungai karena beberapa saat kemudian, Do Ha sudah kebut-kebutan di jalanan seperti orang kesetanan dengan membawa Un Gwang yang berpegangan erat-erat.

Dia terus berusaha meyakinkan Do Ha kalau mereka cuma lagi ngomongin film tadi, tapi Do Ha terus diam dan melajukan mobilnya makin cepat.


Frustasi, Un Gwang akhirnya mengakui kalau mereka tadi berciuman dan itu salah bibirnya. Pengakuannya akhirnya sukses membuat Do Ha berhenti mendadak tepat di lampu merah.

Yah, dia mengerti kalau Un Gwang saat ini dalam situasi terbaiknya dalam segala bidang. Cinta memang bukan sebuah dosa. Tapi... seorang bintang seperti Un Gwang berkencan itu dosa. Dan begitu lampu kembali hijau, Do Ha langsung kumat ngebut lagi.


Seung Jae menemui anggota kongres Baek In Soo yang juga salah satu kandidat pemilihan walikota. Melihat berita tentang keluarganya Seung Jae, In Soo langsung memuji kehebatan Seung Jae yang berhasil menarik perhatian media dan masyarakat dengan menampilkan keluarga bahagianya.

Seung Jae mengakui kalau ini berkat istrinya. sebagai seorang mantan selebritis, Mi Eun tentu saja tahu apa yang disukai oleh masyarakat. Dia juga meyakinkan In Soo kalau Anggota Kongres Kim tidak akan serakah lagi lalu memberikan sebuah amplop, isinya tanah di Pulau Jeju, jumlahnya sesuai dengan yang In Soo minta.


"Jika anda menambahkannya ke biaya kampanye, anda bisa menuliskan kwitansinya, kan?" Seung Jae memperingatkan kalau dia tidak akan menyimpan uang tanpa tanda bukti tak peduli seberapa kaya dirinya.

"Saya akan melakukan apa saja untuk menemukan tiga ukira kayu itu." Ujar In Soo sambil mengembalikan amplop itu. Tapi Seung Jae berkata kalau itu adalah detil penggelapan dana yang disimpan kakeknya selama 40 tahun.

Tanpa itu, dia mungkin harus terus menyuap orang semacam Anggota Kongres Kim. In Soo meyakikan kalau operasi rahasia semacam ini adalah keahliannya. Koneksinya di BIN sedang mengerjakannya sekarang.


Seol Woo akhirnya mendarat di Korea dan langsung pergi ke sebuah bangunan kosong yang akan menjadi markasnya.


Sementara itu di sebuah cafe, Dong Hyun bertemu seorang pria yang tengah mewawancarainya sebagai konsultan untuk skenario filmnya yang berjudul 'Kehidupan Ganda'. Dengan santainya Dong Hyun membeberkan agen K padanya.

Saat pria itu bertanya apa yang dilakukan K sebelum bergabung dengan BIN, Dong Hyun malah menyuruhnya tanya sendiri pada K, sebentar lagi dia mau datang. Pria itu makin penasaran, bagaimana cara Dong Hyun menghubungi agen ghost itu?

"Aku mengirim sms padanya," jawab Dong Hyun dengan santainya.

Tapi jawabannya itu malah tidak dipercaya si pria, mungkin dia kira agen-agen BIN itu pakai cara-cara unik untuk saling berhubungan. Dia bahkan sampai ragu apakah Dong Hyun sungguh punya hubungan dengan BIN. Dong Hyun berusaha meyakinkan kalau dia jujur, bahkan memperlihatkan sms dari K.


Seol Woo datang saat itu dan Dong Hyun langsung memperkenalkannya pada si pria sebagai agen K. Seol Woo jelas shock mendengarnya. Tapi si pria sama sekali tidak mempercayainya sedikitpun. Dia bahkan membisiki Seol Woo kalau Dong Hyun itu penipu lalu pergi.


Seol Woo jelas langsung kesal, tapi Dong Hyun santai, lagipula pria itu tidak mempercayainya biarpun dia mengatakan yang sebenarnya. Dia lalu beralih topik membahas lokasi ukiran kayu pertama yaitu di Rusia, di seorang raja minyak bernama Victor, tapi keamanannya sangat ketat, rumahnya apalagi. Seol Woo langsung menatapnya penuh tanda tanya.

"Ah, rencana? Tentu saja ada. Jumpa fans artis ternama Yeo Un Gwang."

Begitu kembali ke markas, Seol Woo mulai mencari informasi tentang Un Gwang dan mendapati tempat nongkrong kesukaannya adalah di Kopi Jongro, cabang Jongro.


Di teras cafe kopi Jongro, Ji Se Hoon memberi Un Gwang sebuah undangan pesta ultah dari Ketua Victor. Se Hoon mengklaim kalau Victor adalah salah satu dari 30 orang terkaya di dunia dan dia adalah fan-nya Un Gwang. Awalnya Un Gwang malas, tapi Se Hoon dan Do Ha terus berusaha membujuknya.

Jika Un Gwang datang ke pestanya, kemungkinan dia akan menginvestasikan uangnya di perfilman Hollywood dan mungkin saja itu bisa berimbas baik pada karir internationalnya Un Gwang. Un Gwang mulai goyah dan setelah diam beberapa saat penuh ketegangan, akhirnya dia luluh juga.


Tanpa mereka sadari, Seol Woo sedang memeotreti mereka dari lantai atas. Tapi saat dia tengah melihat-lihat hasil fotonya, Do Ha muncul dan langsung merebut kameranya lalu menghapus foto-fotonya Un Gwang, mengira kalau Seol Woo itu seorang paparazi.

Yang mengherankan Do Ha, dia juga menemukan foto-fotonya di kamera itu. Dia langsung menuntut penjelasan. Seol Woo pun langsung mengeluarkan jurus rayuan gombalnya, "Karena kau terlihat cantik."

Mendengar itu, Do Ha langsung memotret wajah Seol Woo dan mengancam akan menuntutnya tanpa negosiasi jika dia menangkap basah Seol Woo lagi. Dia menghapus semua foto lalu pergi.


Malam harinya, Do Ha menceritakan masalah paparazi tadi sambil mengeluhkan anak muda jaman sekarang yang mencari nafkah jadi paparazi. Melihat foto tampan Seol Woo, Temannya Do Ha berkomentar kalau Do Ha seharusnya minta nomor ponsel pria ini. Berapa banyak pria setampan ini yang akan bilang kalau Do Ha cantik?

 

Di markasnya, Seol Woo mengkoneksikan kamera itu ke komputer dan memulihkan semua file fotonya yang tadinya dihapus Do Ha. Dari semua foto, hanya foto Do Ha yang paling menarik perhatiannya, dan entah apa yang dia pikirkan.

Dong Hyun datang tak lama kemudian membawakan setumpuk dvd filmnya Un Gwang dan salah satunya ternyata film er*tis.


Mi Eun sedang dalam perjalanan sambil menonton acara wawancaranya Un Gwang dimana dia membicarakan filmnya dengan penuh semangat berapi-api. Tapi saat si pewawancara mengomentari keantuasian Un Gwang dalam membicarakan film-film yang dibintanginya, wajah Un Gwang tiba-tiba berubah sendu.

"Seseorang pernah mengatakan itu sebelumnya. Aku harus membuktikan kalau aku bisa menjadi bintang superhero. Karena aku... seorang aktor laga."

Entah kenapa wajah Mi Eun pun tampak murung mendengar wawancara itu.


Dia lalu mendatangi sebuah butik milik temannya. Saat temannya mengaku kalau dia mau mendadani Un Gwang dengan jaket hitam dalam acara pemotretannya, Mi Eun malah bilang akan sulit membuat Un Gwang melakukannya.

Dia cepat-cepat mengalihkan topik menanyakan gaunnya dan mereka pun menjauh dari bodyguard yang mengawal Mi Eun. Tapi bukannya mencoba gaun, Mi Eun ternyata diam-diam bertemu dengan Tae Ho di atap, dimana Tae Ho mengaku kalau dia punya permintaan pada Mi Eun.


Di markas, Seol Woo bertanya-tanya tentang ukiran kayu itu, tapi Dong Hyun malah tidak punya informasi sedikitpun. Karena itulah, Seol Woo harus memastikan acara jumpa fans-nya Un Gwang berjalan lancar dan dapatkan Un Gwang. Hanya itu satu-satunya cara. Jika gagal maka mereka tidak akan punya jalan lain.
 

Di tempat lain, Dong Hyun bertemu dengan Tae Ho dan mengajaknya minum-minum. Tae Ho langsung protes karena Dong Hyun datang terus, seharusnya dia tetap di BIN saja daripada datang terus-terusan seperti ini. Tapi apa Dong Hyun menemukan seseorang yang mencurigakan dari daftar yang dia berikan?

Dong Hyun menjawabnya dengan memberikan beberapa resume, tapi dia yakin tak ada satupun diantara mereka yang membunuh Agen Yoon. Tae Ho berkata abhwa mereka harus menemukan buku besar Ketua Songsan yang disembunyikannya dan mencari namanya.

"Dan apa kau sudah mengurus apa yang kuminta?" tanya Tae Ho.

"Baiklah. Kalau begitu kita akan melakukan jumpa fan seperti yang direncanakan."


Di sebuah tempat mewah, para kru sibuk mempersiapkan acara. Un Gwang dan rombongan stafnya datang tak lama kemudian dan langsung disambut Temannya Mi Eun.

Seol Woo ada di sana, sedang menggoda kedua staf wanitanya Un Gwang dengan trik sulap. Do Ha kebetulan melihatnya dari lantai atas dan mengenalinya sebagai si paparazi.

Tapi kemudian, dia malah melihat Seol Woo diam-diam mencuri kartu akses salah satu dari kedua wanita itu. Do Ha shock, mengira dia pencopet. Dia langsung turun tapi setibanya di sana, Seol Woo sudah tidak ada.


Temannya Mi Eun mendadani Un Gwang dengan sebuah jas merah. Tapi kemudian Mi Eun datang dan senyum Un Gwang menghilang seketika. Jelas mereka saling mengenal tapi hubungan mereka tidak baik.

Sedang apa Mi Eun di sini? Mi Eun memberitahunya kalau merek baju yang dikenakannya itu sekarang sudah diambil alih oleh Songsan. Mendengar itu, Un Gwang langsung melepaskan jasnya dan membantingnya dengan penuh amarah, dia hanya mau memakai yang lain atau dia tidak akan mau melakukan pemotretan lalu pergi dengan menginjak jas itu.

Beberapa saat kemudian, Un Gwang sudah berpose di depan kamera dengan memakai jas hitam, sementara Mi Eun melihatnya dari kejauhan. "Dia mungkin takkan pernah mau lagi pakai warna merah." Gumamnya.


Begitu masuk ke ruang staf, Seol Woo langsung mencuri sebuah passport dari tasnya Sang Sik yang sedang tidur, tanpa menyadari kalau Do Ha sedang membuntutinya diam-diam. Di luar, dia pura-pura tak sengaja menubruk seorang staf wanita dan dengan cepat mencuri dompetnya.

Tapi saat dia berjalan pergi, Do Ha tiba-tiba muncul memelintir tangannya. "Ketangkap kau. Sebelumnya kau paparazi dan sekarang kau jadi pencopet?"


Dia langsung merogoh saku bajunya Seol Woo dan mengeluarkan barang-barang yang dicurinya mulai dari kartu akses sampai passport. Tapi yang tak disangkanya, passport yang dicurinya dari Sang Sik tenryata passport-nya Un Gwang. Do Ha jadi curiga, siapa dia? Jangan-jangan... "Kau fanboy-nya, yah?" (Pfft!)


Saat Se Hoon keluar dan melihat apa yang terjadi, dia malah panik menyuruh Do Ha untuk melepaskan Seol Woo. Do Ha hendak menjelaskan saat tiba-tiba Seol Woo bergerak cepat melepaskan diri dan balik memelintir tangan Do Ha. Semua orang langsung keluar gara-gara keributan ini.

Berusaha melepaskan diri, Do Ha pun langsung putar badan. Tapi malah berputar-putar seperti sedang berdansa tango lalu jatuh ke tangan Seol Woo. Mereka saling bertatapan sesaat sebelum akhirnya Seol Woo mendekapnya lagi dan berkata pada Se Hoon kalau keamanannya Un Gwang sangat buruk.


Se Hoon terdiam canggung dan akhirnya Seol Woo sendiri yang memperkenalkan dirinya pada Un Gwang "Mulai hari ini saya adalah saya adalah kepala keamanan baru anda."

Bersambung ke episode 2

2 comments

semangat lanjutin sinopsisnya mbak!!:)

Bagusss mbaaak... Fighting eonni?!!!!

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon