Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Man to Man Episode 3 - 1

 

Un Gwang pingsan akibat dari tabrakan, tapi mobil masih terus melaju dan mendorong kedua mobil. Seol Woo berusaha keras menginjak rem kuat-kuat. Mereka menabrak pembatas jalan tapi kedua mobil masih terus melaju...

Tapi syukurlah, akhirnya kedua mobil berhenti tepat di ujung jurang. Begitu keadaan aman, dia langsung mengambil sebuah benda dan menggunakannya untuk memecahkan kaca mobil dengan satu tangan sementara tangan satunya dia gunakan untuk melindungi kepala Do Ha.

 

Dia keluar dari situ dan langsung mengecek denyut nadi Un Gwang. Do Ha berusaha membangunkannya dengan cemas, tapi Seol Woo meyakinkan kalau Un Gwang baik-baik saja dan hanya pingsan karena shock. Petugas medis pun akhirnya datang tak lama kemudian dan Un Gwang langsung dilarikan ke rumah sakit.


Saat Un Gwang tengah diperiksa, Seol Woo mengeluarkan ponselnya untuk menelepon tapi Do Ha menghentikannya. Sambil menggenggam lengan bajunya erat, dia terus bergumam kalau Un Gwang pasti akan baik-baik saja. Seol Woo pun akhirnya urung menelepon.

Tuan Ji bergegas datang tak lama kemudian dan langsung keheranan, bagaimana bisa Un Gwang mengalami kecelakaan seperti ini dua kali. Seol Woo tercengang mendengar informasi itu. Do Ha ditelepon seorang reporter.


Dia hendak berjalan pergi sambil meyakinkan si reporter kalau Un Gwang baik-baik saja, tapi dia sendiri malah oleng dan hampir saja terjatuh jika saja Seol Woo tidak sigap menangkapnya.

Tuan Ji langsung mengambil alih ponselnya dan meminta Seol Woo menjaga Do Ha. Seol Woo pun langsung membopong Do Ha dan membawanya ke unit UGD. Do Ha sampai tercengang menatap Seol Woo.

"Kau juga pasien," ujar Seol Woo dengan muka lempengnya.


Dia terus menjaga Do Ha saat Do Ha dirawat. Do Ha mencemaskannya karena Seol Woo lah yang kena tubrukan lebih parah daripadanya. Tepat saat itu juga, Seol Woo dipanggil seorang suster yang menyapanya sebagai 'pasien tampan' dan ternyata dia Dong Hyun yang sedang menyamar.


Mereka menjauh dan Seol Woo langsung berdecih melihat penyamarannya, bukannya menyamar jadi dokter malah jadi suster. Dong Hyun berniat menjahit lukanya Seol Woo, tapi Seol Woo menolak dan langsung mengobati lukanya sendiri.

Menurutnya, kecelakaan ini mencurigakan. Dia malah yakin ini bukan kecelakaan, melainkan kejahatan. Tadi dia melihat ada pria mencurigakan yang memeriksa mobil sebelum syuting.

Dari cara jalannya, pria itu sepertinya mantan militer, mungkin pernah mengikuti latihan perang khusus. Firasat Seol Woo tak enak setelah tadi mengetahui kalau Un Gwang pernah mengalami kecelakaan yang sama seperti ini.

Baiklah, Dong Hyun akan mencoba mencari tahu. Tapi, apa Seol Woo sekarang suka dengan Un Gwang, sepertinya dia sangat mengkhawatirkan Un Gwang. Seol Woo menyangkal, sebodo amat Un Gwang mati atau tidak, tapi Un Gwang harus tetap hidup sampai dia menemukan ukiran kayu itu. Merepotkan kalau dia mati sekarang.


Seung Jae membaca berita kecelakaannya Un Gwang senyum puas. Saat Mi Eun datang membawakan minuman untuknya, Seung Jae sok cemas membahas masalah kecelakaan itu. Mi Eun santai berkata jika kecelakaan ini mengganggu produksi filmnya maka mereka hanya perlu mengganti aktornya.

Seung Jae tampak tak percaya mendengar omongan istrinya itu, dia sungguh bersedia menggantikan Un Gwang dengan aktor lain? Mi Eun mengiyakannya, mengganti aktor itu hal biasa. Dia meyakinkan Seung Jae kalau mereka akan memilih aktor yang populer biar investasi yang Seung Jae tanamkan di film ini tidak akan merugi.

"Kau rupanya lebih kejam dariku kalau soal bisnis, Bos Song." Goda Seung Jae.


Putra mereka masuk untuk mengajak Ayahnya mandi bareng. Begitu Seung Jae pergi, Mi Eun langsung menghentikan aktingnya dan langsung menelepon Tuan Ji. Dia mengabarkan kalau Un Gwang sudah siuman tadi tapi sekarang tidur lagi. Mi Eun memberitahu kalau dia sudah menghubungi direktur rumah sakit, dia akan mencarikan dokter terbaik untuk Un Gwang.


Tidur Un Gwang tak tenang, ia memimpikan kecelakaan yang pernah menimpanya dulu dimana waktu itu dia juga sedang syuting adegan menyetir mobil saat tiba-tiba saja dia mendapati remnya blong. Mobil itu pun meluncur tak terkendali.

Sayangnya waktu itu tak ada seorangpun yang menyelamatkannya seperti sekarang, hingga mobil itu terpelanting dan membuat Un Gwang terluka parah. Saat dia mencoba keluar dari mobil itu, terlihat sebuah cincin pasangan di jari manisnya.


Lebih sialnya, saat dia terbaring tak berdaya di rumah sakit, dia menonton konferensi pers tentang pernikahan Mi Eun dengan Seung Jae. Un Gwang pun hanya bisa berusaha menahan tangis sementara cincin pasangan itu sekarang sudah dilepasnya.

Hmm... tapi sepertinya Mi Eun menjalani pernikahan itu dengan terpaksa karena dalam konferensi persnya, senyumnya tampak sangat dipaksakan. Dia menelepon Mi Eun di hari pernikahan Mi Eun. Tapi Mi Eun hanya mengucap maaf dan mendoakan kesembuhannya lalu menutup teleponnya begitu saja.


Seol Woo keheranan melihat air mata Un Gwang menitik dalam tidurnya. Do Ha datang tak lama kemudian setelah mendengar kabar kalau Un Gwang sudah siuman. Dia sungguh lega melihatnya dan menolak tawaran Seol Woo untuk membangunkan Un Gwang, biarkan saja dia tidur.

"Syukurlah dia baik-baik saja. Bukankah dia terlihat seperti malaikat kecil saat sedang tidur?"


Seol Woo kontan memutar kedua bola matanya mendengar itu. Tapi kemudian mereka dipanggil keluar karena Eun Soo datang dengan memakai penyamaran lengkap. Dia mengklaim kalau dia datang untuk menjenguk Un Gwang sebagai rekan kerja.

Tapi Do Ha langsung terang-terangan mengkritik penampilannya yang seolah benar-benar menunjukkan kalau dia ingin difoto reporter. Eun Soo ngotot menyangkalnya, hubungannya dengan Un Gwang sudah berakhir, berkat orang ini (Sambil melirik penuh arti pada Seol Woo). Seol Woo lah yang menceritakan tentang perasaan Un Gwang yang sebenarnya.

Flashback,


Sambil menghapusi foto-fotonya Un Gwang dari ponselnya Eun Soo, Seol Woo langsung mengucap puisi romantis yang dia klaim ucapannya Un Gwang, intinya tentang bagaimana Un Gwang merasa kurang pantas bagi Eun Soo sampai membuat Eun Soo terharu dibuatnya.

Dia langsung memegang tangan Seol Woo yang sedang menghapusi foto-fotonya, berusaha meminta dia tidak menghapus satu foto saja untuk jadi kenangan. Di sini lah Do Ha salah paham waktu itu, mengira mereka punya hubungan khusus. Padahal waktu itu Seol Woo langsung melepaskan tangan Eun Soo dan bersikeras menghapus foto terakhir.

Flashback end.


Eun Soo berkata bahwa karena Seol Woo lah, dia dan Un Gwang putus dengan cara baik-baik. Karena dia datang sebagai teman, dia boleh masuk, kan? Tapi semua orang langsung menghalanginya. Eun Soo akhirnya mengalah dan cuma nitip pesan mendoakan kesembuhan Un Gwang.

Tapi sebelum pergi, tiba-tiba dia punya ide menawari Seol Woo untuk jadi pengawal pribadinya. Dia bahkan menawarkan gaji dobel, bonus dan segala sesuatu yang Un Gwang berikan padanya. Dia bahkan akan menaikkannya jadi 3 kali lipat jika Seol Woo tinggal di rumahnya.

Belum juga Seol Woo sempat menolaknya, Do Ha sudah bicara duluan, mengklaim Seol Woo sudah seperti keluarga mereka jadi dia tidak mau melakukannya demi uang. Seol Woo langsung membenarkan ucapan Do Ha. Baiklah, tapi kalau Seol Woo berubah pikiran, dia tahu nomor teleponnya, kan?


Begitu Eun Soo pergi, Do Ha mengajak Seol Woo bicara berdua untuk meminta maaf atas kesalahapahamannya tentang hubungannya dengan Eun Soo dan berterima kasih setulus hati karena Seol Woo telah menyelamatkan Un Gwang. Sekarang Seol Woo dipekerjakan kembali.

"Oppa, pasti akan membalas orang yang telah menolongnya." Ucap Do Ha sembari mengingat masa lalu, saat dia dan Un Gwang pertama kali bertemu, yaitu di rumah sakit.

Flashback,


Sepertinya baru saja ada anggota keluarga Do Ha yang meninggal dunia. Saat dia naik ke atap untuk menenangkan diri, dia malah mendapati seorang ahjussi duduk di tepi gedung sambil minum soju. Do Ha kontan cemas dan langsung berseru berusaha menghentikan Un Gwang yang dia kira berniat bunuh diri.

"Cuacanya terlalu suram kalau kau mati hari ini," ujar Do Ha dengan suara gemetar.


Un Gwang berbalik menatapnya dan akhirnya mereka duduk bersama di sana. Do Ha memberitahu Un Gwang bahwa orang takkan mati walau jantungnya berhenti berdetak. "Kau takkan mati selama ada seseorang yang mengingat kau. Itulah yang dikatakan Kakekku."

Un Gwang tertawa miris mendengarnya, kalau begitu dia sudah mati. Do Ha langsung merebut botol sojunya dan meminumnya sendiri, maksudnya dia tidak harus mati jika dia terlupakan. Maksudnya jangan lupa itu dan teruslah hidup. Itulah yang harus dia ingat.

"Tidak ada orang yang perlu kuingat lagi." Desah Un Gwang. Do Ha penasaran, apa pekerjaan Un Gwang. Un Gwang dengan bangga memberitahu kalau pekerjaannya adalah aktor laga.

Flashback end.


Do Ha tersenyum mengingat kenangan itu. Begitulah Un Gwang si aktor laga pertama kali bertemu dengan penggemar utamanya, Cha Do Ha. Seol Woo dingin menanggapi kalau orang mati tidak akan hidup kembali hanya karena kau mengingatnya.

"Kau harus melupakan orang yang sudah meninggal," ujar Seol Woo.

Do Ha menatapnya keheranan lalu menempelkan tangannya di dada Seol Woo. Apa jantungnya berdetak? Sepertinya suhu darahnya Seol Woo bukan 36,5 derajat tapi 3,6 derajat. Seol Woo pasti belum pernah berkencan, yah?  Seol Woo langsung melepaskan tangan Do Ha dan pamit pulang.


Di markas, Seol Woo mulai sibuk membuat peralatan mata-matanya. Dong Hyun terkgum-kagum melihat perkembangan teknologi jaman sekarang yang sudah serba canggih, sekarang cuma perlu pakai alat kecil untuk mendapatkan denah rumah padahal jaman dulu mereka perlu melakukan pengintaian selama berhari-hari.

Dia juga sudah mencari pria bertopi yang Seol Woo bilang mencurigakan itu. Tapi anehnya, tak ada kru yang mengingatnya. Caranya muncul dan menghilang tanpa jejak, sepertinya dia agen ghost... atau mungkin Seol Woo lah yang salah. Tidak, Seol Woo yakin dia tidak salah.

Dia menawarkan keamanan tambahan, tapi Seol Woo menolaknya. Tapi bagaimana kalau terjadi sesuatu lagi, bisa-bisa dia mati nanti. Seol Woo santai, Un Gwang tidak akan mati biarpun dia pergi karena akan ada seseorang yang selalu mengingat Un Gwang. Dong Hyun bingung apa maksudnya.

"Itu omong kosong yang kudengar seharian ini."


Un Gwang termenung menatap keluar jendelanya saat Do Ha datang. Dia mengaku memikirkan banyak hal setelah mengalami kecelakaan yang sama dua kali. Dia bahkan tidak mau tidur lagi, mimpinya terlalu berisik. Dia meminta Do Ha untuk tidak melakukan hal yang berbahaya seperti itu lagi.

"Aku ingin kau selalu berada di sisiku."


Karena dokter bilang dia sudah baik-baik saja, Un Gwang pun akhirnya pulang. Para stafnya merayakan kepulangannya dengan bertepuk tangan riuh dan langsung berhenti saat Un Gwang angkat tangan bak seorang konduktor yang menghentikan permainan orkestranya.

Dia langsung narsis seperti biasa, memuji dirinya sendiri yang sembuh dengan cepat dan tak lupa berterima kasih kepada Kim Guard yang telah menyelamatkan nyawanya. Sontak semua orang bertepuk tangan untuk Seol Woo. Dengan sok dramatis dia berkata bahwa yang paling penting dalam hidupnya dirinya sendiri.


Karena itulah dia ingin Kim Guard menjaganya sepanjang hari 24 jam. Seol Woo kontan melotot kaget. Un Gwang bahkan akan memberikan kamar dan kenaikan gaji untuk Seol Woo. Semua orang langsung menatap Seol Woo dengan penuh harap, Seol Woo galau sebelum akhirnya dengan sangat terpaksa menyetujuinya.

Semua orang senang. Tapi begitu Tuan Ji membahas balik kerja, Un Gwang langsung pura-pura sakit kepala dan mau istirahat saja.


Seorang staf film datang menjenguknya, tapi begitu mendengar alasan kecelakaannya sama seperti dulu, dia langsung menolak balik kerja, cari aktor lain saja sana. Pria itu berusaha keras membujuknya dan memuji-muji kehebatan adegannya Un Gwang.

Awalnya dia antusias, tapi langsung berakting sakit lagi dan menyuruh Tuan Ji untuk membatalkan semua kegiatannya selama beberapa bulan.


Para staf langsung rapat mendiskusikan pembatalan segala kegiatannya Un Gwang. Seol Woo mulai cemas sekarang, bagaimana dengan jadwal ke ke pesta ultahnya Ketua Victor di Rusia? Tentu saja itu dibatalkan. Wah, kacau deh rencana Seol Woo.


Do Ha lalu membawa Seol Woo ke kamar barunya... yang seluruh dindingnya penuh tertempel foto-foto Un Gwang. Seol Woo jelas tak nyaman dengan semua itu. Apa tidak ada kamar lain? Ada, tapi Un Gwang maunya Seol Woo tidur di kamar yang dekat dengan kamarnya.

Baiklah, tapi apa dia sungguh akan membatalkan semua kegiatannya Un Gwang? Bukankah bepergian ke luar negeri justru bisa membantu kesembuhannya.

Mendengar itu, Do Ha jadi berpikir kalau Seol Woo pasti ingin sekali pergi ke luar negeri dan sudah mempersiapkan segalanya. Sayang sekali. Sebaiknya dia tidak usah bawa paspornya kemari, bawa saja barang bawaannya. Dan jangan terlalu kecewa, akan ada banyak kesempatan lain untuk berlibur ke luar negeri. Begitu sendirian, Seol Woo langsung menelepon Dong Hyun untuk mengabarkan masalah ini.


Dong Hyun bertemu Tae Ho dan mengusulkan agar mereka meminta bantuan dari agen intel Rusia saja. Tapi Tae Ho menolaknya, lagipula pihak Rusia sendiri tidak bisa menyentuh Victor. Apa K tidak bisa cari cara lain saja, dia bahkan berhasil lolos dari penjara dengan tingkat keamanan tinggi. Tapi saat Dong Hyun terus mengeluh, akhirnya dia mau mencoba mencari tahu soal Rusia lagi.

Dia lalu membahas masalah orang mencurigakan yang terlihat sebelum kecelakaan. Tae Ho berkomentar kalau kejadian ini mirip dengan kejadian 7 tahun yang lalu, kejahatan yang disamarkan jadi kecelakaan. Dia yakin yang ini juga karena Mi Eun.

Dulu Mi Eun meninggalkan Un Gwang tepat setelah kecelakaan itu untuk menikahi Seung Jae. Dong Hyun jadi curiga kalau Seung Jae lah dalang dibalik kedua kecelakaan itu. Tapi ini kejahatan yang sulit diungkapkan, mereka harus menyingkirkan orang-orang yang melindungi Songsan untuk mengungkapkan kebenarannya.


Di kediaman Un Gwang, Do Ha dan Seol Woo lagi berakting jadi pasangan yang lagi tengkar. Seol Woo dengan muka datarnya, sementara Do Ha malah lebai banget. Un Gwang menghentikan mereka dan langsung mengkritik akting keduanya yang terlalu bertolak belakang.

Akhirnya Un Gwang latihan sendiri. Do Ha semangat mau membantu Un Gwang memahami dialognya, tapi Eun Gwang malah ingin Seol Woo yang berakting jadi ceweknya. wkwkwk. Seol Woo menatapnya tak suka, Un Gwang sontak ngambek. Panik, Seol Woo akhirnya setuju berakting jadi ceweknya.


Dia mengatur suara dulu lalu menatap Un Gwang dengan tatapan sedih sebelum memulai aktingnya. Do Ha sampai cemburu melihat akting mereka. Akting mereka sangat intens. Un Gwang marah-marah dengan dramatisnya dan Seol Woo berkaca-kaca dengan lebai-nya. Saking menjiwai perannya, air matanya sampai menitik betulan bahkan setelah Un Gwang bilang 'Cut'.


Ada pengantar paket datang saat itu. Seol Woo keluar untuk melihatnya, tapi malah mendapati Dong Hyun yang sedang menyamar jadi pengantar barang sekaligus membawakan baju-baju gantinya Seol Woo. Bagaimana dengan Rusia? Bisik Seol Woo. Tidak bisa, agen intel mereka tidak bisa menyentuh Victor.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon