Powered by Blogger.

Image Credit: JTBC

Sinopsis Man to Man Episode 3 - 2

Saat kembali ke dalam, Seol Woo mendengar Do Ha ditelepon petugas penjara yang menyambungkannya dengan Ayahnya. Do Ha langsung sinis, ada apa menelepon? Ayah to the point minta Do Ha mengirimkan uang, tapi Do Ha langsung ngamuk, kenapa juga Ayah masuk ke penjara lagi.

Ayah mengklaim kalau ini karena rekan bisnisnya dan dia tidak bisa menjelaskannya. Do Ha makin sinis mendengarnya, tentu saja pasti ada penjelasan. Apa yang Ayah anggap sebagai penjelasan itu adalah tindak kriminal di mata orang lain.

Ayah berusaha meyakinkan kalau dia bebas nanti... Tapi Do Ha menyela dengan sinis, tahu betul kebiasaan Ayahnya yang sudah menggombal kalau dia akan memiliki banyak uang bla-bla-bla dan menolak bicara lagi dengan Ayah.


Tae Ho bertemu dengan Mi Eun dan melapor kalau kecelakaannya Un Gwang bukanlah kecelakaan. Kemungkinan besar kalau ini adalah kejahatan yang disamarkan sebagai kecelakaan dan sama seperti sebelumnya, tak ada bukti ataupun saksi. Mi Eun pun memberitahu kalau Seung Jae ikut berinvestasi dalam proyek film itu dan mereka masih baik-baik saja sekarang.

"Tapi dia orang yang berbahaya," ujar Tae Ho. "Kau harus selalu berhati-hati. Jangan gegabah."

"Kurasa aku tidak perlu mendengar saran darimu."

"Kau tidak lupa bagaimana kita bisa berakhir dalam hubungan rahasia ini, kan?"

"Aku akan melindungi posisiku, tapi jangan lupa janjimu."


Do Ha melampiaskan frustasinya dengan minum-minum bersama para staf sampai mabuk dan nyerocos panjang lebar tentang hutang-hutang dan bunga hutang Ayahnya lalu beranjak pergi dengan langkah sempoyongan mau menemui oppa tercintanya.


Di rumah, Seol Woo menelepon Dong Hyun. Karena sudah tak banyak waktu sebelum pesta ultahnya Victor, Seol Woo pastinya harus mencari cara agar Un Gwang mau balik kerja lagi. Tapi tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki masuk rumah.

Dia langsung mengecek rekaman CCTV dan melihat Do Ha berjalan naik ke kamarnya. Sontak Seol Woo bergerak cepat mengunci pintunya saat Do Ha semakin mendekat. Tak berhasil membuka pintunya, Do Ha pun berbalik mau pergi... tapi kemudian kembali lagi dengan senyum licik. Bak seorang maling, dia menggunakan antingnya untuk membuka kunci kamar Seol Woo dan berhasil.


Seol Woo langsung melompat ke kasur dengan panik, pura-pura tidur. Tapi saking mabuknya, Do Ha sama sekali tidak menyadarinya dan langsung merebahkan diri di kasur sampai kepalanya membentur dada Seol Woo yang dia kira bantal. Dia bahkan langsung menggeliat, mencari posisi enak.


Sambil menatap posternya Un Gwang, dia curhat tentang Ayahnya yang muncul lagi dalam hidupnya. Seol Woo berusaha sepelan mungkin mengangkay kepala Do Ha saat tiba-tiba saja Do Ha bangkit dengan sendirinya dan berkata, "Mungkin aku harusnya mati saja."

Dia teringat bagaimana dulu saat Kakeknya meninggal dunia dan ayahnya dipenjara, dia seorang diri harus menghadapi para kreditor datang yang berbondong-bondong dan menyerangnya. Saat itu, dia juga ingin sekali menyusul Kakeknya. Tapi kemudian dia bertemu dengan Un Gwang.

"Aku berbohong pada Kim Guard kalau aku menyelamatkan hidupmu. Tapi sebenarnya, oppa lah yang menyelamatkan hidupku. Jika waktu itu aku tidak bertemu oppa, aku..." Do Ha menghela nafas panjang, tak sanggup mengucapkannya.

Karena itulah, Do Ha merasa kalau mereka memang ditakdirkan bertemu. Mereka bertemu saat mereka berdua berada pada masa yang paling menyedihkan. Un Gwang tersenyum padanya saat itu, jadi dia pikir dialah yang sudah memberikan kekuatan untuk menjalani terapi fisiknya Un Gwang. Tapi dia tidak menyangka kalau itu semua ternyata karena wanita itu.


Seol Woo termenung mendengarkan semua curhatan Do Ha. Do Ha langsung rebahan lagi di bantal sebelah, sama sekali tidak menyadari ada orang di sampingnya. Berkat semua cruhatan itu, Seol Woo akhirnya punya ide untuk membuat Un Gwang mau kerja lagi - Song Mi Eun.


Dia langsung turun dan mendapati Un Gwang sedang nonton TV dan menawari Seol Woo tidur di kamarnya kalau dia tidak nyaman dengan kehadiran Do Ha. Seol Woo hanya menjawabnya dengan mengajaknya makan ayam goreng. Un Gwang setuju, kebetulan mumpung Do Ha sedang tidak bisa menangkapnya.

Saat mereka duduk bersama kemudian, Un Gwang meminta Seol Woo untuk memahami Do Ha yang dia kira bersedih karenanya. Dia bertanya-tanya, apakah Seol Woo juga berpikir kalau dia orang yang menyedihkan. Seol Woo dengan bijak berkata bahwa setiap orang pasti pergi dan mencari alasan untuk kembali. Jadi lebih baik Seol Woo khawatirkan saja dirinya sendiri.

Un Gwang mengaku kalau dia sebenarnya jadi takut sejak selamat dari dua kecelakaan fatal itu. Seol Woo mengerti, ingatan yang menyakitkan memang tidak mudah dilupakan.

Saat kecelakaan pertama dulu, kaki Un Gwang hampir patah dan terapi fisik benar-benar membuatnya menderita. Memang, dia berhasil melewatinya. Dia bertahan karena rasa benci dan amarah.

Dulu pernah ada seorang wanita yang dia cintai, ucap Un Gwang sembari mengingat masa-masa indahnya bersama Mi Eun. Tapi wanita itu meninggalkannya di hari kecelakaan itu terjadi dan wanita itu menikah dengan pria lain.

"Rasa sakit akbibat pengkhianatan itu, menghantamku dengan sangat kuat."


Tapi begitu menyadari ocehannya sendiri, Un Gwang buru-buru meminta Seol ountuk melupakan apapun yang dia katakan tadi. Seol Woo mengaku kalau dia punya sesuatu untuk dikatakan pada Un Gwang. Dia berkata kalau dia diutus menjadi pengawalnya Un Gwang oleh Mi Eun.

Sengaja dia membeberkan rahasia kalau Mi Eun adalah pemegang saham terbesar di agensinya Tuan Ji, Chewing Entertainment Agency. Senyum Un Gwang langsung menghilang mendengar itu.

"Saya yakin kalau Nyonya Song ingin anda kembali bekerja." Melihat Un Gwang tampak berpikir, Seol Woo terus berusaha memancingnya. "Anda bukan tipe orang yang akan menjadi boneka bagi orang lain."

Un Gwang terdiam sejenak lalu bertanya, Seol Woo milik Songsan atau miliknya. Seol Woo tegas menjawab kalau dia adalah milik orang yang dia layani.

"Keyakinan, harapan dan cinta tidak bisa menyelamatkan manusia. Apa yang menyelamatkan seseorang adalah rasa benci dan amarah. Akhir kebencian dan amarah Un Gwang... adalah Song Mi Eun. Wanita itu akan menyelamatkannya." Batin Seol Woo.


Keesokan paginya, Un Gwang memakai setelan jas rapi lalu pergi ke kantor agensinya. Begitu Tuan Ji datang, Un Gwang langsung mengkonfrontasinya perihal Mi Eun yang ternyata pemegang saham terbesar di agensi ini. Jadi selama ini, Tuan Ji adalah manajernya Mi Eun? Tuan Ji kontan gelagapan mendengarnya.


Di tempat lain, Mi Eun bertemu dengan temannya dan menanyakan kondisi Un Gwang. Temannya meyakinkan kalau Un Gwang akan baik-baik saja, tapi sampai kapan Mi Eun mau seperti ini? Kenapa dia hidup seperti ini padahal dia punya segalanya? Lagipula Un Gwang takkan menghargainya. Mi Eun tidak peduli dengan penghargaan, dia malah tidak ingin Un Gwang mengetahuinya. Sampai kapan?

"Sampai semua hal yang ingin kulindungi aman."


Tuan Ji langsung berlutut di hadapan Un Gwang. Dia rela dipukuli, tapi kalaupun dia harus melakukannya lagi, dia akan tetap mengambil keputusan yang sama. Dia harus menyelamatkan Un Gwang dan waktu itu hanya Mi Eun satu-satunya orang yang bisa menolong Un Gwang.

Un Gwang sontak kesal, sebaiknya mereka tidak usah bertemu lagi. Dia mau keluar dari Chewing. Dia beranjak pergi dan Do Ha pun menyatakan yang sama lalu menyusul Un Gwang. Seol Woo diam-diam tersenyum, rencananya berhasil.


Begitu kembali ke rumah, Un Gwang memberitahu para stafnya kalau dia akan kembali bekerja tapi dia sudah mengakhiri semuanya dengan Tuan Ji. Terserah mereka mau tetap bersama Chewing atau ikut bersamanya. Do Ha tentu saja ikut Un Gwang.


Sekarang, rencana kepergian Un Gwang ke Rusia pun, tetap berlanjut sesuai rencana. Mereka pun terbang ke Rusia. Di lobi hotel, Seol Woo menelepon Dong Hyun. Dia datang dari belakangnya dengan menyamar sebagai pilot. Begitu dia lewat, diam-diam dia menyerahkan sebuah benda berbentuk koin.


Begitu Dong Hyun sudah lewat, Seol Woo malah terpesona melihat Do Ha yang beda dari biasanya. Tampak cantik dengan dandanan barunya dan gaun putihnya. Menyadari Seol Woo sedang menatapnya, dia bertanya apakah penampilannya aneh. Dia terus nyerocos tak nyaman.

Seol Woo langsung menyelanya, "Kau cantik."


Un Gwang datang tak lama kemudian dan langsung ngegombal tentang kecantikan Do Ha lalu menuntunnya keluar dengan gaya romantisnya.

 

Setibanya di istananya Victor yang super megah, mereka malah dibuat keheranan karena keamanannya yang sangat amat ketat. Bahkan ada pengawal disetiap sudut rumah.

Bahkan sebelum memasuki tempat pesta, mereka terlebih dahulu harus melewati alat pemindai dan ponsel mereka dilarang dibawa masuk. Un Gwang dan Do Ha lolos mesin pemindai tapi Seol Woo terhalang saat mesin berbunyi nyaring dan pengawal menemukan koinnya. Tapi untunglah dia tidak dicurigai dan koin itu pun dia bawa masuk.


Dong Hyun juga sudah bersiap di sekitar sana. Begitu Seol Woo masuk, dia mulai menyalakan semua peralatannya. Seol Woo langsung celingukan memperhatikan keadaan dan para pengawal dan kamera CCTV yang menjaga setiap sudut ruangan.

Dia mengambil sebuah alat dari dalam koin itu dan memasukkannya ke mulut dan menempelkan sebuah alat kecil yang berbentuk seperti tahi lalat di lehernya. Dong Hyun antusias sekali misi mereka dimulai, tapi dia bahkan tidak tahu tombol yang mana yang musti dinyalaka dan musti tanya dulu ke Seol Woo.

Begitu dia berhasil menyalakannya, dia akhirnya bisa mendapatkan semua rekaman CCTV ruangan itu dan denah rumah itu pun langsung terbentuk otomatis di layar komputernya.


Saat sedang mengagumi kemegahan istana itu, tiba-tiba mereka disapa Seung Jae yang ternyata juga diundang ke pesta itu bersama Mi Eun. Seung Jae sok khawatir menanyakan kondisi Un Gwang, sementara Mi Eun menatapnya tak nyaman.

Do Ha memberitahu mereka bahwa pengawal mereka inilah yang telah berjasa mencegah kecelakaan Un Gwang. Dengan tatapan tajam, Seung Jae pura-pura memuji kerja bagusnya Seol Woo.

Un Gwang memberitahu Mi Eun kalau dia sudah keluar dari Cheweing Entertainment karena dia tidak suka dengan pemegang saham terbesarnya. Do Ha ikut mengkonfrontasinya, sampai kapan Mi Eun berencana merahasiakan masalah itu. Mi Eun dengan dinginnya membalas kalau itu bukan urusan Do Ha.


Do Ha hendak bicara lagi, tapi Un Gwang menghentikannya dengan menarik Do Ha ke dekapannya dan menyergah ucapan Mi Eun, ini adalah urusan yang seharusnya dia diskusikan dengannya karena Do Ha akan menjadi CEO agensi barunya.

Seung Jae dengan sengaja merangkul pinggang Mi Eun seolah mengklaim Mi Eun sebagai miliknya dan mengakhiri percakapan ini. Un Gwang setuju dan langsung membawa Do Ha pergi.


Di Korea, In Soo sedang joging saat Ki Chul menyusul dari belakang dan melapor kalau mereka sudah menemukan petunjuk. Apa In Soo tahu tentang Jaksa Lee Dong Hyun? Orang itu sekarang pergi ke Rusia. Menurut Ki Chul, Victor punya salah satu ukiran kayu itu.

In Soo jadi cemas kalau mereka sudah ketinggalan. Tapi Ki Chul yakin tidak akan mudah mengambil ukiran kayu itu karena keamanan Victor sangat amat ketat. Untuk jaga-jaga, dia menyarankan agar In Soo memberitahu Victor saja. Tapi In Soo menolaknya.

Biar saja mereka mengambil ukiran kayu itu, setelah itu Ki Chul harus melakukan apapun untuk membawa ukiran kayu itu kepadanya. Pastikan yang memilikinya adalah dirinya dan bukannya Songsan. Dia tidak mau lagi membungkuk pada si anak muda brengs*k itu (Seung Jae).

 

Un Gwang jadi murung gara-gara itu. Tapi dia cepat-cepat mengalihkan topik dan berusaha tetap ceria. Dong Hyun melihat Victor muncul dan berjalan mendekati mereka. Victor menyapa idolanya dengan antusias, dia bahkan hafal kalimat khas Dark Death dalam Bahasa Korea.

Si penerjemah memberitahu mereka untuk menikmati pesta dan nanti Victor akan menunjukkan koleksinya di ruang rahasianya. Seol Woo senang, teringat akan rencana yang dirancannya bersama Dong Hyun waktu itu.


Jadi rencananya, nanti Seol Woo akan bergerak begitu lampu dipadamkan saat kue ultah dibawa keluar dan dia harus mengambil ukiran kayu itu dalam jangka waktu 4 menit saat lagu ultah dinyanyikan. Masalah sistem keamanan bisa dia kendalikan dari luar begitu Seol Woo memasukkan USB yang tertanam didalam koin itu.


Victor lalu menyapa Seung Jae dan mereka menjauh untuk membicarakan masalah bisnis Songsan di Siberia. Ditinggal sendirian, Mi Eun terus menatap Un Gwang yang tak jauh darinya. Saat Do Ha ke toilet, Mi Eun pun langsung mendekati Un Gwang dan memperingatkan Un Gwang bahwa dia bisa kehilangan segalanya dia keluar dari Chewing. Un Gwang tak peduli, itu masalahnya sendiri.

"Itu juga masalahku. Jangan keras kepala."


Un Gwang kesal mendengarnya, Mi Eun siapa berani ikut campur dalam hidupnya. Pergilah jauh-jauh dari hidupnya. Dia langsung pergi meninggalkan Mi Eun dan tak ada seorang pun yang menyadari Seung Jae yang melihat segalanya dari lantai atas.


Dong Hyun memberitahukan letak kontrol sistem keamanan dan Seol Woo melihat area tersebut tidak ada yang menjaga tapi ada dua kamera CCTV. Dia bisa menghindari kedua kamera itu jika perkiraan waktunya tepat, tapi entah apa yang ada dibalik pintunya.

Dong Hyun cemas apa Seol Woo bisa karena Un Gwang ingin Seol Woo terus berada di sampingnya. Seol Woo yakin bisa mulai bergerak saat Victor dan Un Gwang masuk ke ruang rahasia untuk berfoto nanti. Dong Hyun menyuruhnya langsung bergerak begitu dia melewati pintu itu, dia memperkirakan waktunya sekitar 3 menit.


Tak lama kemudian, si penerjemah dan beberapa pengawal membawa Un Gwang bertemu Victor ke ruang rahasia untuk foto bareng. Penerjemah berkata bahwa hanya Un Gwang yang bisa masuk ke ruang rahasia itu. Dong Hyun membisiki waktunya 3 menit dari sekarang. Bersiaplah!

Tapi setibanya di ruang rahasia, Un Gwang malah meminta pada Victor untuk membawa Seol Woo masuk bersama. Seol Woo kontan melotot, bisa gagal rencananya kalau begini. Victor berusaha meyakinkan kalau tempat itu aman, Presiden Putin saja pernah masuk tanpa pengawalan. Seol Woo pun berusaha meyakinkan Un Gwang kalau dia menunggu di luar saja.


Tapi Un Gwang terus ngotot, bahkan menjelaskan dalam Bahasa Inggris patah-patah kalau Seol Woo ini sudah seperti saudaranya, belahan jiwanya dan penyelamat hidupnya. Dia terus memohon, Victor ragu dan tampak agak curiga. Tapi akhirnya dia mengalah.


Un Gwang antusias banget, "Kim Guard, sekarang tak ada rahasia diantara kita. Ayo kita masuk dan lihat harta karun apa yang ada di sana. Bukankah ini mengagumkan? Kita akan selalu bersama!"


Dong Hyun panik menyuruh Seol Woo untuk tidak ikut dan mengacaukan rencana. Tapi Seol Woo terpaksa harus ikut masuk. Sementara Dong Hyun terus nyerocos, Seol Woo terdiam ragu di tengah aula ruangan yang sangat luas itu sementara Un Gwang dan yang lain mulai masuk ke ruang rahasia.

Namun sesaat kemudian, akhirnya dia membuat keputusan "Rencana B."

Bersambung ke part 2

3 comments

suka bgt gan...
belum bisa liat pilmnya stidaknya liat sinopnya...
makasiii

Yahh. Klo agennya secakep jae jin siapa yg nggk suka...ditunggu episode 4

Di tunggu lanjutan ep 4 nya...

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon