Powered by Blogger.

Images Credit: KBS2

Sinopsis Queen of Mystery Episode 5 - 1


Seol Ok terus merecoki Wan Seung dan Cha Yong Chool, menuntut apa yang Tuan Cha lakukan pada waktu perkiraan pembunuhan terjadi yaitu antara 23:32 sampai jam 01:00 malam? Tuan Cha terus berjalan tanpa menjawab hingga membuat Seol Ok semakin curiga.

Tuan Cha akhirnya menjawab emosi, dia sibuk waktu itu. Pengakuannya jelas membuat Wan Seung curiga juga, istrinya dibunuh dan Tuan Cha malah sibuk? Dia bilang kalau Ayahnya tidak membunuh, maka bersihkanlah nama Ayahnya. Apa dia tidak mau tahu siapa yang membunuh istrinya?

"Apa mungkin dia tahu siapa yag membunuh istrinya?" Duga Seol Ok

Tuan Cha langsung emosi lagi mendengar tuduhan Seol Ok. Wan Seung cepat-cepat meminta seorang petugas untuk membawa Wan Seung untuk diperiksa sebagai saksi.

 

Seol Ok langsung memuji Wan Seung yang berkarisma. Wan Seung malah narsis, dia memang berkarisma dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia lalu menyuruh Seol Ok pulang. Tapi Seol Ok belum mau pulang, belum jam 12.

Hah? Memangnya dia Cinderella apa? Apa dia mau pulang pakai kereta labu? Pulang saja sana. Tapi alibinya Tuan Cha masih belum diketahui, dia menjelaskannya dan memohon agar Wan Seung mau mendengarkannya.

Wan Seung heran bagaimana Seol Ok bisa memperkirakan waktu pembunuhannya padahal hasil otopsi saja belum keluar. Seol Ok mengecek riwayat panggilan dan pesan keluarga korban. Loh, ponsel mereka kan ada di ruang bukti, bagaimana Seol Ok bisa mendapatkannya... Ah, Wan Seung tahu. Pasti kerjaannya Petugas Hong.


Tapi ngomong-ngomong, Seol Ok tidak bisa pulang sekarang, mengingatkan Seol Ok akan Ibu mertuanya. Seol Ok panik sekarang, dia harus bilang apa nanti? Apa dia bilang saja kalau tadi dia diculik? Atau dia bilang saja kalau mengetahui rahasia pemerintahan dan diculik karenanya.

Alasan absurd. Wan Seung mengusulkan agar dia beralasan kalau tadi dia diruang bawah tanah dan tidak ada sinyal, itu lebih masuk akal daripada diculik gara-gara mengetahui rahasia pemerintahan. Dia terus menyuruh Seol Ok pulang tapi Seol Ok tetap menolak, bersikeras mau menangkap pelakunya dulu dan terus membuntuti Wan Seung sampai ke sebuah kedai.

 

Dia bahkan memprotes Wan Seung untuk berhenti makan dan bergegas menangkap penjahatnya. Wan Seung emosi, dia harus bagaimana kalau Kakek tetap tidak mau bicara, hari ini selsai sampai di sini, mereka akan segera mengetahui waktu kejadiannya begitu hasil otopsinya keluar.

Seol Ok ngotot kalau kejadiannya antara jam 23:32 sampai jam 01.00 dini hari. Teringat dengan semua catatan yang dibuatnya tentang kronologi waktu kejadian, Seol Ok pindah duduk di samping Wan Seung dan meyakinkannya kalau dia bisa tahu kenapa hal aneh ini bisa terjadi setelah dia menganalisa ponsel mereka.


Kenapa kedua orang tua tiba-tiba pulang setelah dari gereja? Kenapa Hee Chul tidak pulang pada saat itu? Begini dugaan Seol Ok akan apa yang terjadi pada keluarga itu pada hari itu... sekitar pukul 8 malam, Hee Chul pulang dan melihat orang tuanya bertengkar hebat dari jendela kamar.

Gara-gara itu, Hee Chul jadi malas pulang dan menghubungi temannya biar bisa menginap di rumah temannya itu. Temannya mengizinkan, Hee Chul pun mengirim sms ke Ibunya kalau dia akan menginap di rumah temannya. Terdengar suara jeritan Ibunya, tapi Hee Chul sudah terbiasa mendengar suara-suara semacam itu, dia cuma mendesah berat dan langsung pergi ke rumah temannya.


Setelah pertengkaran itu, Tuan Cha menghubungi temannya dan mengajaknya minum-minum. Jam 11:00 malam, Hee Chul mencoba menghubungi Ibunya tapi tidak diangkat. Akhirnya dia menghubungi Neneknya karena cemas dan memberitahukan pertengkaran kedua orang tuanya tadi. Nenek cemas dan langsung mengajak suaminya pergi.


Jam 11:25 Tuan Cha menggunakan kartu kreditnya di sebuah mini market. Lalu pada pukul 23:32 ada riwayat panggilan korban menolak teleponnya Hee Chul yang jelas menunjukkan kalau korban masih hidup saat itu.

Nenek dan Kakek hampir sampai rumah korban jam 00:53. Nenek mencoba menghubungi menantunya berulang kali tapi tidak diangkat.


Tapi setibanya di tempat, mereka malah mendapati menantu mereka sudah tak bernyawa. Tepat pukul 01:00 dini hari, Nenek hendak menghubungi polisi, tapi Kakek menghentikannya. Karena itulah Seol Ok bisa memperkirakan waktu kejadian adalah pukul 23:32 sampai pukul 01:00 dini hari. Pelakunya adalah siapapun yang berada di rumah itu antara pukul 23:32 sampai 01:00 tengah malam.


Wan Seung mencoba memikirkannya. Hee Chul terbukti sedang main game pada saat itu dan Tuan Cha punya saksi yang menyatakan kalau Tuan Cha sedang bersamanya waktu itu. Semuanya punya alibi kecuali Nenek itu. Tapi Seol Ok menekankan bahwa ada alibi seseorang yang terpatahkan. Siapa?

Beberapa saat kemudian, mereka keluar dari restoran bersama. Wan Seung terus bertanya-tanya alibinya siapa yang tidak benar itu? Cha Yong Chool. Wan Seung meremehkannya, apa hanya karena Tuan Cha pergi membeli minumannya sendiri waktu itu?


Tapi kemudian dia mendapat telepon dari petugas forensik yang mengabarkan kalau kedua sidik jari cocok. Seol Ok langsung penasaran, sidik jarinya siapa yang cocok? Wan Seung menolak menjawab dan langsung pergi.

Di kantor polisi, Seol Ok kepo banget dan berusaha menguping ruang forensik. Tapi tingkahnya malah membuat polisi yang lewat jadi curiga. Di dalam, Wan Seung diberikan hasil laporan kecocokan kedua sidik jari dan juga bukti jam dinding dimana sidik jari itu ditemukan.

 

Wan Seung akhirnya keluar dengan lemas dan terpaksa harus mengakui kalau Seol Ok benar, sidik jari itu milik Tuan Cha. Dari mana Seol Ok bisa tahu ada sidik jari di jam itu?

Seol Ok hanya merasa ada yang aneh. Saat dia menanyainya, Teman Tuan Cha mengetahui waktunya dengan tepat karena dia melihat jam di dinding, tapi ternyata ada sidik jarinya Tuan Cha di dinding itu.

Jadi maksud Seol Ok, Tuan Cha sengaja mengubah jamnya jadi 23:30 saat temannya mabuk dan tertidur? Seol Ok yakin kalau Tuan Cha tahu kebiasaan temannya yang selalu tidur kalau lagi mabuk.

Tapi tetap saja Wan Seung merasa alibinya Tuan Cha masih belum bisa terpatahkan, bisa saja kan sidik jari itu ada di sana bukan pada hari kejadian. Ditambah lagi ada catatan dia menggunakan kartu kreditnya waktu itu.

Seol Ok terus ngotot, bisa saja orang lain yang menggunakannya. Wan Seung kesal, Tuan Cha terekam CCTV mini market pada pukul 23:23. Seol Ok tercengang mendengarnya, kalau begitu kasus ini jadi tambah rumit. Tepat saat itu juga, ponselnya Seol Ok berdering lagi.


Tak ingin menjawab telepon dari rumahnya. Mengira itu Ibu mertuanya lagi, Seol Ok akhirnya meminta polisi jaga untuk menyimpan ponsel itu untuknya dan berpesan untuk tidak menjawab panggilan apapun.

Dia lalu meminta Wan Seung untuk memperlihatkan rekaman CCTV itu padanya, ngotot kalau dia harus melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


Padahal yang menelepon suaminya Seol Ok. dia mencoba menelepon berulang kali tapi tetap tidak dijawab. Ibu jadi cemas, berpikir kalau Seol Ok mungkin mengalami kecelakaan. Ho Soon yakin tidak, ada yang aneh dengan kakak iparnya itu, sangat aneh.


Sementara itu, Ji Won mendatangi toko bridal dan langsung memutuskan untuk membeli salah satu gaun pengantin tanpa banyak pikir.

Seol Ok mengikuti Wan Seung sampai ke kantornya saat sebuah ponsel berbunyi. Dia langsung menggerutu kesal mengira itu ponselnya Seol Ok, tapi ternyata ponselnya sendiri dari Ji Won. Wan Seung malas mengangkatnya, tapi kemudian dia malah dapat pesan undangan pertunangannya dengan Ji Won.

Dia langsung menelepon Ji Won untuk memprotesnya habis-habisan. Tapi gaya protesnya terdengar seperti seorang pria yang dicampakkan ceweknya demi tunangan dengan pria lain, jadilah Seol Ok salah paham dan prihatin. wkwkwk.

 

Setelah teleponnya dimatikan begitu saja, Wan Seung akhirnya berubah pikiran dan mengizinkan Seol Ok melihat rekaman itu. Tapi jika Seol Ok tidak bisa menangkap pelakunya, maka dia selesai sampai di sini.

Seol Ok meyakinkannya kalau dia pasti akan menangkap pelakunya, prihatin karena Wan Seung masih melakukan tugas ini walaupun dia dicampakkan, bersemangatlah. Wan Seung malas menjelaskan apapun dan hanya memperingatkan kalau Seol Ok cuma waktu satu jam sebelum pukul 12 malam.

Tapi setelah menonton rekaman itu, Seol Ok malah jadi semakin penasaran dan, cuma begini doang? Dia langsung mencari lokasi toko itu di peta. Dia terus melamun menatap peta itu sampai-sampai tidak mendengar panggilan Wan Seung.


Di luar, polisi jaga ngantuk berat sampai-sampai dia asal mengangkat ponselnya Seol Ok yang berdering. Jelas saja Suaminya Seol Ok bingung mendengar suaranya. Si polisi santai saja memberitahu kalau ini kantor polisi Seodong.

Dia baru sadar saat orang di seberang menyebutkan dirinya sebagai suaminya pemilik ponsel ini. Polisi itu sontak mematikan teleponnya dengan panik.


Yakin masih ada yang lain, Seol Ok mengajak Wan Seung untuk melihat CCTV di mini market lagi. Wan Seung malas melakukannya dan hanya memberikan waktu 30 menit bagi Seol Ok untuk mengambil rekaman CCTV itu. Dia menyetel alarm tepat jam 12 malam dan memperingatkan Seol Ok untuk tidak sampai telat.

Tapi saat dia menoleh, Seol Ok malah sudah menghilang. Tak lama kemudian, datanglah seorang polwan yang memberikan dokumen yang Wan Seung minta dan menyerahkannya dengan malu-malu. Si Polwan sepertinya naksir Wan Seung sampai-sampai amplop dokumennya dia kasih pita dan langsung kabur setelah menyerahkannya.

Tapi sayang, Wan Seung nggak ngeh dengan si Polwan. Dokumen itu sendiri ternyata berisi 3 dokumen polis asuransi yang dimiliki korban.


Pemilik mini market mendapat telepon kalau polisi akan datang untuk mengambil rekaman CCTV. Dia pun menyuruh anak buahnya untuk menyalin rekaman CCTV yang tadi, tapi karena mereka bilang polisi mau datang 30 menit lagi, si karyawan santai menata barang dulu.

Begitu keluar gedung kantor polisi, Seol Ok langsung melepaskan jaketnya dan mulai memperkirakan jalur mana yang paling tepat dan cepat untuk ditempuh. Dia berkhayal lari-lari lewat jalur yang benar. Tapi kelamaan, akhirnya dia memutuskan untuk menerobos sebuah kedai dan asrama biar lebih cepat sampai.


Wan Seung akhirnya memanggil kembali Tuan Cha ke ruang interogasi. Dia terus menatapnya tanpa mengucap apapun. Bahkan saat Tuan Cha mengklaim tidak ada yang perlu dia katakan, Wan Seung mengiyakannya saja malah mengizinkannya pergi.

Tuan Cha beranjak bangkit saat pintu terbuka dan Temannya masuk. Tuan Cha mengklaim kalau temannya ini sedang mabuk malam itu dan tidak ada hubungan dengan istrinya. Dia berusaha mengajak temannya pergi, Tapi si Teman menolak pergi, mereka harus bekerja sama dengan polisi untuk membebaskan Ayahnya Tuan Cha dan menangkap pelakunya. Pasti itu pula yang korban inginkan.

Tuan Cha tetap bersikeras mau pergi. Tapi belum sempat dia melangkah, Wan Seung mengeluarkan 3 polis asuransi milik korban dan bertanya apakah Temannya Tuan Cha mengetahui masalah ini. Teman Tuan Cha mengaku tak tahu apa-apa, dia hanya membelinya dari seorang kenalannya.

"Seorang kenalan itu, apa dia wanita?" tanya Wan Seung. Melihat kegelisahan Tuan Cha, dia bertanya apakah Tuan Cha cemas dengan apa yang akan Temannya katakan? Terserah dia mau pergi atau duduk kembali.


Saat tengah mencoba sebuah gaun, Ji Won ditelepon Do Jang yang ternyata mengetahui rencana pertunangan Ji Won.

Kesal, Ji Won meyakinkan kalau dia akan kesana minggu depan. Tapi Do Jang dengan santainya berkata kalau dia tidak mau lagi bertemu Ji Won, dia mau bertemu dengan CEO Ha saja. Beritahu CEO Ha bahwa dia bisa mengajukan permohonan kunjungan untuknya secara online.

Dia langsung menutup teleponnya tanpa memberi Ji Won kesempatan bicara. Ji Won sampai keheranan, bagaimana bisa preman seperti Do Jang, mengenal CEO-nya?


Tuan Cha akhirnya duduk kembali. Wan Seung memberitahu mereka kalau dia ini pemburu narkoba jadi dia ahli mencium sesuatu yang mencurigakan dan Ayahnya Tuan Cha itu mencurigakan. Masalahnya mereka berdua juga sangat mencurigakan.


Seol Ok terus berlari dan berlari, berusaha mencari jalan paling cepat. Setibanya di sebuah gang, dia berpikir untuk memakai cara ala pencuri, merangkak lewat pipa rumah orang. Tapi jangan kan merangkak lewat pipa, melompati tembok pun, gagal. wkwkwk.

Sialnya, saat dia tengah berusaha melompati pagar rumah orang, pemilik rumah membuka jendela dan langsung berteriak-teriak menuduhnya pencuri. Petugas Lee kebetulan lewat saat itu dan langsung saja mengejar Seol Ok yang dia kira mencuri. Seol Ok buru-buru pergi sambil meminta maaf pada pemilik rumah.


Wan Seung berkata bahwa setiap menangkap pengedar narkoba, dia pasti akan menemukan wanita. Pria tidak akan bisa melakukan kejahatannya tanpa wanita. Tapi temannya Tuan Cha mengklaim kalau Kakek bukan orang semacam itu.

Kalau bukan karena wanita, Wan Seung menduga pasti karena masalah uang. Alasan seorang pria melakukan pembunuhan, biasanya karena antara kedua alasan itu.

Mungkin saja Kakek membunuh menantunya sendiri demi mendapatkan asuransi itu. Atau mungkin, orang yang menawarkan asuransi itu adalah teman dekat? Akan lain cerita jika dia seorang wanita. Temannya Tuan Cha tampak sangat gugup sambil melirik Tuan Cha.

"Apa kau tahu?!" bentak Wan Seung.

Teman Tuan Cha refleks menjawab tidak. Tapi Wan Seung terus mencecarnya, dia tahu kalau Tuan Cha berselingkuh dengan agen asuransi, kan? Dia pasti berpikir kalau Tuan Cha lah yang membunuh istrinya, iya kan? Jika tidak maka tidak mungkin dia datang kemari dengan penuh keyakinan!


Seol Ok akhirnya sampai juga di mini market dengan ngos-ngosan, tapi di karyawan bilang kalau dia belum menyalin file-nya. Petugas Lee tiba di sana juga saat itu mencari si pencuri tapi malah melihat Seol Ok.


Tuan Cha tetap tenang meyakinkan temannya kalau Wan Seung itu cuma membual. Tapi temannya ragu, Tuan Cha beneran tidak membunuh istrinya, kan? Kesal, Tuan Cha langsung menuntut bukti. Wan Seung melihat jam tangannya, tunggu 10 menit lagi, kita akan melihat buktinya bersama-sama.

Dia mendapat telepon dari Petugas Lee saat itu, tapi yang bicara Seol Ok yang sedang dalam perjalanan bersama Petugas Lee dan minta waktu 10 menit lagi saja. Ah, tidak. 5 menit saja. Di tengah jalan, Seol Ok melihat penampakan suaminya di lampu merah. Tapi, tidak mungkin.


Seol Ok akhirnya sampai di kantor polisi 5 menit lebih awal dengan membawa rekamannya. Saat dia hendak memutarnya, Wan Seung ditelepon Ji Won lagi. Sontak dia ngamuk-ngamuk. Tapi ngamuknya seperti seorang pria yang bersumpah takkan membiarkan pacarnya tunangan dengan pria lain. Seol Ok makin prihatin mendengarnya.

Hidup Wan Seung pasti tidak sesuai harapannya, yah? Dia selalu saja tidak sabaran, suka berteriak, berkelahi dan terluka. Dia seharusnya bersyukur wanita itu mau bersamanya. Seharusnya Wan Seung lepaskan saja wanita itu layaknya pria jantan. Wan Seung bingung mendengar ocehan Seol Ok.


Sembari memutar rekaman CCTV, Seol Ok bertanya apakah mereka berdua terus minum-minum antara pukul 9 malam sampai jam 3:30 subuh? Tuan Cha berkata kalau dia keluar sebentar untuk membeli lebih banyak minuman dan membuktikannya dengan menunjukkan struk mini market.

Seol Ok langsung mengomentari kecermatan Tuan Cha sampai menyimpan struk-nya segala, apa dia tahu kalau hal ini akan terjadi? Melihat rekaman saat Tuan Cha meninggalkan mi market, Seol Ok bertanya pada Temannya Tuan Cha, apakah dia terus minum selama itu? Apa menyenangkan? Apa yang mereka bicarakan?

"Bagaimana dengan anda, Tuan Cha? Apakah menyenangkan? Apakah minum lebih menyenangkan daripada memukuli istri anda?"


Dia dengar dari tetangga, pertengkaran mereka biasanya berakhir sekitar pukul 2 hingga 3 subuh setelah korban dibawa ke UGD. Tapi hari itu pertengkaran mereka selesai lebih cepat. Temannya Tuan Cha tak percaya mendnegarnya, apa Tuan Cha sungguh memukuli istrinya? Tuan Cha santai membenarkannya, wanita itu pantas mendapatkannya.

Seol Ok lalu menghentikan rekaman yang memperlihatkan Tuan Cha lewat di depan mini market beberapa saat setelah dia meninggalkan mini market. Seol Ok terus bertanya pada si teman, apa dia meminum bir yang dibeli Tuan Cha? Wan Seung mulai kesal dengan semua pertanyaan nggak pentingnya Seol Ok itu.

Tapi Seol Ok tak peduli dan mengklaim kalau dia bertanya begini karena dia kecapekan habis lari-lari dan ingin minum bir dingin. Si teman berkata kalau bir yang diminumnya waktu itu suam-suam kuku. Aneh, Kenapa birnya suam-suam kuku padahal jarak mini market dan bengkel si teman cuma berjarak 3 menit?

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon