Powered by Blogger.

Images Credit: MBC

Sinopsis Radiant Office Episode 10 - 2


Keesokan harinya di kantor, Asisten Lee masuk dapur sambil mengoceh dalam Bahasa Italia dengan penuh semangat sampai ludahnya muncrat-muncrat. Ji Na tak percaya mendengarnya, apa tim penjualan sedang mengincar Milano Furniture fair. Sebaiknya dia tidak usah mimpi, tahun ini pasti tim marketing lah yang akan pergi.

Woo Jin menelepon Ho Won tapi malah mendengar suara Seo Hyun yang mengangkat teleponnya. Dia memberitahu kalau Ho Won sedang dioperasi sekarang, sepertinya Woo Jin ingin menyampaikan sesuatu pada Ho Won, apa mau dia sampaikan nanti?

Woo Jin menyangkal dan hanya meminta Seo Hyun untuk menjaga Ho Won. Mendengar itu, Seo Hyun langsung menyindir Woo Jin, dia peduli sekali yah pada pegawainya. Dia langsung menutup teleponnya begitu saja.

Woo Jin bingung, yah jelas lah dia peduli, Ho Won kan bawahannya. Seo Hyun pun bergumam sendiri, dia yakin Woo Jin bukan tipe orang yang peduli masalah beginian.


Woo Jin lalu rapat dan mempresentasikan rencana pemasaran terbaru. Banyak yang menyukai idenya, bahkan Dirut Han tampak kagum. Hanya Tuan Park yang tak senang.


Begitu rapat usai, Tuan Park langsung memerintahkan Manajer Jo untuk menulis laporan tentang daftar berbagai kesalahan yang pernah dilakukan tim marketing selama proses peluncuran Hauliz dan memberi penekanan bahwa keberhasilan tim marketing itu berkat kemampuan tim penjualan. Manajer Jo menerima perintah itu walaupun tampaknya dia perang batin.


Woo Jin memberitahu Manajer Heo kalau dia mau pulang cepat hari ini karena ada janji. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba dia dihadang Manajer Lee dari tim audit yang meminta Woo Jin ikut denganya, ada yang harus dia tanyakan.

Beberapa saat kemudian, Manajer Lee memberitahu Woo Jin kalau tim audit mendapat informasi bahwa Woo Jin menerima suap berupa jam tangan mewah dan uang dari subkontraktor. Woo Jin jelas tidak terima, apalagi Manajer Lee tidak menyelediki tuduhan itu terlebih dulu. Manajer Lee menekankan kalau mereka saat ini sedang menyelediki kebenaran informasi itu.

"Dari mana sebenarnya anda menerima informasi ini?" tanya Woo Jin.


Malam harinya, Ki Taek dan Kang Ho makan ramen di mini market mantan bosnya Ho Won. Asisten Lee datang saat itu dan saat melihat mereka cuma makan ramen, entah kenapa tiba-tiba dia berbaik hati mentraktir mereka makanan yang lebih layak.

Tapi begitu mereka sudah memilih beberapa makanan yang mereka inginkan, Asisten Lee malah lupa bawa dompet dan menyuruh menyuruh Kang Ho untuk membayarnya dulu nanti dia ganti di kantor. Kang Ho langsung kecewa, ternyata ini bukan pertama kalinya Asisten Lee berbuat seperti ini. Parahnya lagi, dia langsung mengambil semua belanjaan dan pergi begitu saja.

Untunglah bos mini market tak mempermasalahkannya, mereka tak perlu bayar karena dia punya hutang pada mereka atas kelakuan putrinya yang waktu itu bahkan menawari mereka untuk mengambil lebih banyak. Kang Ho langsung mengambil satu lagi sementara Ki Taek tertarik pada satu park telur rebus.


Ji Na makan malam bersama Manajer Jo. Ji Na mengaku kaget saat Manajer Jo mendadak bekerja dibawah perintah GM Park. Sejak dia jadi karyawan baru, dia selalu mengidolakan Manajer Jo. Tapi sekarang Manajer Jo seolah menegaskan bahwa kemampuan saja tidak cukup di perusahaan mereka ini. Manajer Jo meminta maaf karena tidak bisa menjadi teladan yang baik bagi Ji Na.

Ji Na menggerutui ketidakadilan yang biasanya selalu ditujukan pada wanita karir. Jika wanita karir punya anak membuat kesalahan, mereka akan dianggap bukan karyawan yang baik karena punya anak. Sementara kalau wanita lajang akan dianggap sebagai perawan tuan. Manajer Jo menambahkan, janda cerai biasanya dianggap kalau dia jahat.


"Bagaimana kabar pacarmu?" tanya Manajer Jo.

"Kami sudah putus."

Manajer Jo terkejut mendengarnya. Bukankah katanya Ji Na, dia menyukai pacarnya itu karena dia baik dan hanya memperhatikannya seorang. Ji Na mengakui memang itu alasannya menyukai mantannya itu, tapi alasan itu pula yang membuat mereka putus.

"Boleh aku memberi saran?" tanya Manajer Jo. "Menikahlah dengan orang yang baik dan hanya peduli padamu seorang. Sulit bagi pasangan sudah menikah untuk memiliki status sosial yang sama. Salah satunya harus ada yang berkorban. Bangunlah karirmu sebaik mungkin sementara suamimu mendukungmu. Bukankah itu sudah cukup?"


Saat mereka kembali ke kantor, Ji Na menemukan satu paket telur rebus dan sekaleng minuman di mejanya. Ji Na termenung, menatap makanan dan minuman yang membuatnya teringat masa lalunya yang indah bersama Ki Taek.


Dulu saat dia masih karyawan baru, Ki Taek selalu datang membawakan telur rebus dan minuman itu untuknya dan mendengarkan keluh kesahnya tentang atasannya yang rese abis. Ki Taek heran kenapa Ji Na suka sekali makan telur rebus saat sedang stres. Tapi di satu sisi, dia senang juga karena hanya itu yang mampu dibelinya.

 

Ho Won bersiap untuk pulang sambil menelepon Ki Taek. Dia bertanya apakah Woo Jin masih di kantor, tapi Ki Taek tidak tahu, dia malah tidak melihat Woo Jin seharian. Dia terus menunggu dan menunggu, tapi Woo Jin belum datang juga.


Woo Jin sendiri sedang dalam perjalanan pulang. Begitu sampai rumah, dia langsung membuka paket-paket yang tak sempat dibukanya kemarin. Di salah satu paket, dia menemukan sebuah jam tangan mewah sesuai yang dituduhkan kepadanya.


Ho Won terus menunggu, tapi saat suster datang untuk mengusirnya, akhirnya terpaksa dia harus beranjak bangkit. Dia baru saja mengambil tasnya saat dia mendengar suara ketukan. Sontak dia langsung berpaling dengan senyum lebar, tapi seketika memudar saat dia melihat yang datang ternyata bukan Woo Jin.


Seo Hyun lalu mengantarkan Ho Won pulang dan mendoakannya cepat sembuh agar mereka bisa makan tteokbokki lagi, belakangan ini dia sangat stres. Ho Won meng-oke-kannya dan membeitahu Seo Hyun kalau dia adalah dokter terbaik yang pernah dia temui.

"Benarkah? Menurutmu begitu?"

"Tentu saja. Kalau kau bukan dokter yang baik, terus siapa?"

Seo Hyun berkomentar kalau Ho Won itu naif sekali. Karena itulah dia mudah percaya sama orang. Mungkin saja Seo Hyun bukan dokter yang baik. Jika Ho Won memang berpikir dia orang baik maka Ho Won tidak boleh berubah pikiran. Jika suatu hari dia menyakiti Ho Won, maka Ho Won tidak boleh memanggil sebagai orang jahat.



Ho Won kesal melihat sms-nya Woo Jin semalam, dia bilang mau datang menjemput tapi nyatanya dia tidak datang. Dia lalu membuka buku puisinya, tepat pada puisi yang berjudul 'Aku Ingin Berani mengatakannya'. Entah apa yang dia pikirkan, tba-tiba saja dia langsung beranjak pergi ke gedung apartemennya Woo Jin.

Tapi dia terlalu bimbang untuk masuk dan akhirnya hanya berdiri menatap balkon apartemennya Woo Jin selama beberapa saat sebelum kemudian memutuskan untuk pergi.


Tepat saat itu, Woo Jin keluar ke balkonnya sedang berusaha menelepon Ho Won. Tapi ponselnya Ho Won ketinggalan di rumah. Tepat saat dia hendak masuk, dia melihat Ho Won berjalan pergi.


Ho Won berjalan pulang dengan kepala tertunduk lesu, sama sekali tidak menyadari Woo Jin yang sedang mengikutinya dari belakang. Di tengah jalan, Ho Won tiba-tiba meringis kesakitan di perut bekas operasinya. Woo Jin langsung cemas, tapi dia tetap diam mengawasi Ho Won dari belakang dan terus mengikuti Ho Won sampai dia melihat Ho Won sampai rumahnya dengan selamat.


Keesokan paginya saat sedang bersiap ke kantor, Woo Jin ditelepon Manajer Heo tentang masalah suap itu. Woo Jin mengkonfirmasi memang ada paket yang dikirimkan padanya, tapi dia yakin masalahnya akan beres kalau dia menjelaskannya pada tim audit nanti.

Tapi kemudian dia mendapat telepon  dari tim audit yang mengabarkan kalau Woo Jin hari ini diskors dan tidak usah datang ke kantor.


Ho Won datang ke kantor bersama Ki Taek. Dia takut masuk sebenarnya, tapi Ki Taek menyemangatinya hingga akhirnya Ho Won mau masuk dan menyapa orang-orang dengan ceria seperti biasanya. Manajer Heo menyambutnya dengan cemas dan prihatin.

Ji Na menyambunya dengan dingin dan sinis, apalagi saat Manajer Heo berkomentar tentang Ki Taek yang sangat perhatian pada Ho Won sampai mereka berangkat kerja bersama. Ho Won mengaku kalau dia dan Ki Taek tinggal di kompleks yang sama. Ji Na tampak semakin tak suka mendengarnya.


Tuan Park keluar dari ruangannya dan tampak senang sekali dengan masalah yang dialami Woo Jin. Bahkan dengan santainya dia menyindir tim pemasaran yang tampaknya sebentar lagi akan masuk kedalam timnya.


Woo Jin tetap datang ke kantor dengan membawa paket berisi jam tangan mewah itu. Woo Jin berusaha menjelaskan kalau dia bahkan tak tahu adanya paket ini, tapi si pegawai audit tak mau mendengarkan penjelasan apapun dan menyuruh anak-anak buahnya untuk mengusir Woo Jin.

Woo Jin berusaha memberontak saat Manajer Lee tiba-tiba keluar dari kantornya dan menyuruh mereka melepaskan Woo Jin. Sikapnya tampak berbeda dari kemarin, dia bahkan meminta maaf dan menjelaskan bahwa rupanya seorang subkontraktor lah yang membuat tuduhan palsu untuk balas dendam pada Woo Jin.

Woo Jin mendengus sinis mendengarnya, "Kau ingin aku mempercayainya? Jadi maksudmu, kau menuduhku tanpa memeriksanya secara keseluruhan? Omong kosong apa ini."


Saat dia kembali departemen penasaran dan penjualan, dia terkejut melihat Ho Won di meja kerjanya. Apa Ho Won sudah baikan? Ho Won mengiyakannya, dia bisa bekerja tanpa kendala. Woo Jin lega lalu memberitahu Manajer Heo kalau masalah itu sudah beres. Dia ingin bicara dengan Manajer Heo, tapi Manajer Heo memberitahunya kalau dia ada tamu yang menunggu di ruangannya.

Tamunya ternyata Seo Hyun dan dia langsung bertanya apakah Woo Jin menyukai hadiah-nya. Dialah orang yang membantu membebaskan Woo Jin dari tuduhan palsu itu. Woo Jin langsung sinis, siapa yang memberitahunya? Tuan Park?

Seo Hyun mengingatkan, bukankah dia sudah bilang kalau dia akan membantu jika Woo Jin membutuhkan bantuannya. Dia hanya memanfaatkan insiden ini untuk mengingatkan Woo Jin lagi. Woo Jin jadi curiga mendengarnya, apa Seo Hyun ada kaitannya dengan insiden ini?


Seo Hyun menyangkal, dia yakin kalau Woo Jin tidak bersalah. Tapi dia bertanya, apakah menurut Woo Jin, orang lain akan mempercayainya juga? Dia menegaskan kalau dia hanya ingin Woo Jin membantu, bukannya ingin bersaing dengan Woo Jin.

"Karena aku sudah membereskan masalah ini untukmu, bisakah kau membantuku sebagai imbalannya, GM Seo?"

"Entahlah. Sepertinya kau sedang mencoba melatihku dibanding bersaing melawanku. Apa sebenarnya motifmu?"

"Aku ingin mengisi posisi Ayahku dan mengelola perusahaan ini. Untuk melakukannya, aku membutuhkan orang sepertimu untuk membantuku. Aku membutuhkan seseorang untuk mendukungku, seorang eksekutif baru yang kompeten dan kreatif."


Di kantin, Ki Taek mengambilkan air untuk Ho Won dan Kang Ho. Ji Na yang duduk di meja sebelah, tampak agak cemburu saat Ki Taek memberikan air minumnya Ho Won. Asisten Lee lagi-lagi bergosip ria, memberitahu Ji Na kalau Woo Jin itu kabarnya anaknya presdir.

Ho Won langsung menoleh shock padanya. Asisten Lee terus mengoceh, yakin sekali kalau gosip itu pasti benar. Buktinya, marganya Woo Jin itu Seo lalu masalah suapnya tiba-tiba selesai begitu saja. Ho Won langsung ikutan nimbrung, ingin menegaskan kalau itu tidak benar. Tapi karena tak ingin mengundang pertanyaan, akhirnya dia cuma bilang kalau dia pikir itu tidak benar.


Di rumah sakit, Seo Hyun menatap Ayahnya yang masih belum sadarkan diri sembari mengingat percakapannya dengan Woo Jin tadi. Ternyata Woo Jin bersikeras menolek membantunya, dia tidak mau berpihak pada siapapun tapi dia berkata kalau dia akan mengingat hadiah yang Seo Hyun berikan kepadanya.

"Sepertinya Ayah memilih orang yang tepat," ujar Seo Hyun. "Jika serangan frontal tidak mempan, maka aku harus menyerang dari samping."


Di kantor, Woo Jin melempar pulpennya dengan kesal, berani sekali Seo Hyun menyalahgunakan kekuasaannya. Tiba-tiba dia mendengar suara gerutuan lantang Asisten Lee. Penasaran, Woo Jin langsung mengecek website perusahaan dan mendapati penghargaan itu ternyata jatuh ke tangan salah seorang tim design.


Tuan Park dan Manajer Jo kembali tak lama kemudian. Walaupun mereka tak memenangkan penghargaan, tapi mereka mendapatkan bonus insentif berkat kerja keras mereka dalam peluncuran Hauliz. Sayangnya, ketiga karyawan kontrak harus kecewa karena tidak mendapatkan bonus.


Ho Won merasa kalau dia sepertinya tidak akan mungkin mendapatkan posisi tetap mengingat banyaknya kesalahan yang pernah dilakukannya. Kedua pria berusaha menyemangatinya untuk tidak sepesimis itu, tapi Ho Won tetap pesimis. Tapi bagaimanapun, dia akan tetap mendukung mereka untuk bersaing secara sehat mendapatkan posisi itu.


Saat Ho Won dan Ki Taek lembur bersama, Woo Jin memberikan hadiah untuk mereka atas kerja keras mereka selama ini. Masing-masing mendapatkan satu box kartu nama. Mereka terharu dan berterima kasih padanya. Woo Jin dan Ki Taek lalu bercanda saling bertukar kartu nama.


Keesokan paginya, trio Eun Jang Do datang bersama ke kantor. Tapi mereka melihat ramai pegawai sedang berkumpul di depan TV di lobi. Yang mengejutkan orang yang diwawancari dalam acara TV itu adalah Seo Hyun yang tengah membicarakan kisah trio Eun Jang Do yang dia tulis di bukunya.

Dia bahkan mengaku bahwa dialah yang memasukkan ketiga orang itu ke perusahaan Ayahnya saat dia melihat mereka waktu mereka wawancara kerja. Trio Eun Jang Do sontak tercengang mendengar penuturan Seo Hyun. Tepat saat itu juga, Woo Jin datang dan melihat wawancara itu juga.

Seo Hyun datang tak lama kemudian. Begitu melihat mereka bertiga, dia langsung berjalan menghampiri mereka semua dan menyapa mereka sementara mereka bertiga cuma bisa ternganga shock.

Bersambung ke episode 11

5 comments

ditggu lanjutannya ..semangat

makasi bgt gan...
simpel jadi bikin mudah memahami jalan ceritanya..
semangat buat episode selanjutnya gan...
keepting!!!

Akhirnya keluar juga sinopsisnya, meski agak lama nunggu hihihi... Makasih mbak...semangat tuk nulis next episodenya

Akhirnya keluar juga sinopsisnya, meski agak lama nunggu hihihi... Makasih mbak...semangat tuk nulis next episodenya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon