Powered by Blogger.

Images Credit: MBC

Sinopsis Radiant Office Episode 8 - 1


Ho Won mengejutkan semua orang saat dia berkata dalam wawancaranya bahwa semua orang itu berbohong. Keluarga kah namanya jika yang mereka lakukan adalah membenci dan menyakiti satu sama lain.

Menurut Manajer Jo, Hauline memberikan kesempatan yang sama bagi wanita karir, tapi Ho Won menyadari itu tidak benar saat dia bergabung di perusahaan ini. Dia langsung pergi setelah itu.


Kesal dan cemas, Tuan Park langsung meminta reporter untuk mengedit bagiannya Ho Won. Woo Jin juga segera memerintahkan Ji Na untuk menghubungi pihak PR dan memastikan mereka mengecek segalanya sebelum artikel itu dirilis.


Pasca wawancara itu, Ho Won langsung disidang oleh para atasannya. Woo Jin mengomelinya tidak bertanggung jawab karena merusak image perusahaan. Ho Won balas bertanya, baikkah membangun image perusahaan dengan kebohongan saat semua orang sedang kesulitan karena masalah penjualan.

Dia bahkan mengkonfrontasi Tuan Park dan memintanya untuk menghentikan evaluasi keryawan sementara berdasarkan prestasi penjualan mereka. Semua orang kontan saling berpandangan dengan bingung, sama sekali tidak mengerti apa maksud Ho Won.
 

Ho Won berkata kalau mereka ingin berusaha keras dan belajar untuk membuat produk yang lebih baik dan menjualnya dengan benar. Apa jadinya kalau mereka harus membujuk keluarga atau kenalan mereka untuk membeli produk mereka hanya untuk meningkatkan penjualan. Jika mereka membeli sendiri produk mereka hanya karena takut tidak mendapat posisi tetap, lalu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Woo Jin heran apa maksudnya? Apa mereka bertiga diberitahu kalau mereka harus menjual produk? Manajer Jo yakin kalau mereka tidak pernah memberikan perintah semacam itu. Manajer Heo dan Tuan Park juga yakin kalau Ho Won salah, siapa yang menyuruh Ho Won melakukan itu?

"Kami diberitahu untuk melakukan itu," ujar Ho Won.

"Siapa?" tanya Tuan Park.

"Asisten Lee. Dia memberitahu kami untuk melakukannya jika kami menginginkan posisi tetap. Kenapa anda mengancam kami dengan pekerjaan. Itu kejam namanya. Kami berusaha sebaik yang kami bisa. Ini sudah kelewatan."

 

Mendengar itu, Woo Jin langsung membentak Ho Won untuk keluar dari sini. Begitu keluar dari ruangan itu, Ho Won pun langsung didamprat Ji Na.

Woo Jin langsung melabrak Tuan Park. Tuan Park tidak terima disalahkan dalam masalah ini, dia jelas tidak bersalah. Manajer Jo membela Tuan Park, dia tidak pernah memberi perintah semacam itu, sepertinya ada kesalahpahaman di sini.

Woo Jin mengalah, tapi dia menegaskan kalau dia sendiri yang akan mengurus dan menilai prestasi kerja kedua karyawan sementara yang ada didalam timnya.


Keluar dari ruangan itu, Woo Jin langsung mengomeli Ho Won atas wawancaranya tadi. Ho Won meminta maaf dan mengakui kalau dia hanya merasa marah. Woo Jin tidak mau terima alasan apapun dan menegaskan kalau dia dan Ho Won harus minta izinnya dulu sebelum mengatakan atau melakukan sesuatu di publik dan jangan menerima perintah siapapun selain perintahnya.

Woo jin lalu memerintahkan Ho Won dan Ki Taek untuk mengerjakan katalog produk baru Hauliz. Semua orang terkejut mendengar perintah itu. Ji Na protes karena dia merasa mereka berdua masih terlalu dini untuk menangani tugas penting seperti itu.


"Mereka tidak akan menjadi lebih baik jika mereka tidak belajar. Mereka bicara seolah mereka akan melakukan apapun yang kita suruh, apa aku salah?"

"Tida. Saya... akan berusaha."

"Jangan angkuh. Jangan bilang kalau kau akan berusaha, tapi lakukan dengan baik. Begitulah bagaimana para sunbae-mu mendapatkan posisi mereka yang sekarang. Mengerti?"

"Iya."

"Pak Seo, saya akan melakukan yang terbaik juga. Saya janji akan bekerja dengan baik," ujar Ki Taek.


Tuan Park ketawa memikirkan perbuatan Asisten Lee. Dia memberitahu Manajer Jo bahwa dia mendapatkan posisinya ini bukan dengan kerja keras tapi karena dia menjilat para atasannya. Martabat dan prinsip itu terlalu agung, dia tidak akan bisa mencapai posisi ini jika dia lebih mementingkan hal-hal semacam itu.

Manajer Jo tetap berpendapat kalau apa yang dilakukan Asisten Lee pada para karyawan kontrak itu salah. Tuan Park menyelanya dan bertanya alasannya pindah ke tim penjualan, Manajer Jo berharap mendapat promosi, bukan? Jika itu yang Manajer Jo inginkan, maka dia harus naik jabatan menjadi dirut terlebih dulu. Jika tidak maka Manajer Jo tidak akan bisa mendapatkan posisi general manager.

"Saya akan membantu anda untuk itu," ujar Manajer Jo.

Tuan Park menegaskan kalau dia sedang bicara tentang Manajer Jo. Menurutnya kenapa Manajer Jo selalu gagal mendapatkan promosi? Karena dia tidak kompeten? Tidak. Jika ini masalah kompetensi maka dia pasti sudah jadi general manager sekarang.

Lihatlah Woo Jin, dia tidak suka dengan politik perusahaan, tapi dia sudah berhasil menjadi general manajer karena dia hebat dalam pekerjaannya dan dia cuma lebih tua satu tahun dari Manajer Jo. Lalu kenapa Manajer Jo tetap tidak bisa?


"Itu karena kau perempuan. Mereka mengarang segala macam alasan, tapi mereka tetap memilih pegawai laki-laki. Itulah kenyataannya. Apa kita punya eksekutif perempuan di sini?"

"Tidak."

Benar, karena itulah menggunakan cara lama tidak akan berhasil. Tuan Park mengaku kalau dia punya koneksi dengan putra keduanya ketua dan dia mau menggunakan koneksi ini demi kepentingannya sendiri. Jadi jika Manajer Jo menginginkan promosi maka sebaiknya Manajer Jo berada di pihaknya. Tapi dia memperingatkan agar Woo Jin tidak sampai terlibat.


Manajer Jo lalu memanggil Ho Won keluar untuk mengomelinya karena Ho Won membuat masalah dari kesalahpahaman. Dia memerintahkan Ho Won tidak menyebarkan rumor dan suruh Ki Taek dan Kang Ho untuk diam juga. Dia juga meminta Ho Won untuk bilang ke Kang Ho untuk membatalkan transaksi kartu kreditnya.


Kang Ho sedang memasukkan minuman kedalam kulkas di dapur kantor saat dia mendapat sms dari Ho Won yang menyuruhnya untyk membatalkan transaksi kartu kreditnya, ini perintah Manajar Jo, sepertinya Mnaajer Jo menelepon toko untuk mencari tahu besarnya traksaksi yang Kang Ho habiskan.

Saat Manajer Jo masuk untuk membuat kopi, Kang Ho yang merasa berterimakasih padanya, menawarkan diri untuk membuatkannya kopi. Tapi Manajer Jo menolaknya.


Malam harinya, Ki Taek dan Kang Ho duduk di depan mini market mantan bosnya Ho Won. Ki Taek meminta maaf karena membawa Ibunya Kang Ho ke kantor. Tidak masalah, Kang Ho mengakui ini kesalahannya sendiri karena berbohong. Ki Taek menyarankannya untuk bilang ke Ibunya untuk menunggu sebentar, Ibunya pasti akan mengerti.

Tiba-tiba 3 orang anak SMA sangar menghampiri mereka dan berkata kalau mereka ingin membeli birnya Ki Taek dan Kang Jo. Ki Taek langsung mengomeli mereka, tidak baik minum-minum di usia remaja, bisa-bisa mereka nanti bakalan jadi sepertinya.

Ketiga anak itu langsung menertawainya. Ketua geng memanggilnya oppa dengan nada menakutkan, bersikeras menyuruhnya untuk menjual birnya pada mereka. Ki Taek tampak ketakutan tapi berusaha tetap tegas dan menanyakan dari sekolah mana mereka berasal.

Kesal, ketua geng langsung menampar pipinya. Tidak terima diperlakukan seperti anak kecil, ketiga anak itu langsung mengeroyok Ki Taek yang tak berdaya melawan mereka. Panik, Kang Ho langsung memanggil pemilik mini market untuk membantu mereka.


Begitu pemilik mini market keluar, ketiga anak itu sontak melarikan diri. Sepertinya kejadian ini sudah cukup sering terjadi. Pemilik mini market meminta maaf pada Ki Taek, dia mengaku kalau salah satu anak itu adalah putrinya sendiri.


Dalam perjalanan pulang, Ho Won mampir di toko buah dan bertemu Woo Jin yang juga baru selesai membeli buah di sana. Ho Won meminta maaf sekali lagi atas perbuatannya hari ini. Woo Jin menyelanya dan meminta Ho Won untuk pura-pura tak kenal dengannya jika mereka bertemu di lingkungan ini, dia juga meminta Ho Won untuk tidak bilang pada siapapun kalau mereka tinggal di lingkungan yang sama. Dia takut kena gosip lagi.

Ho Won bingung mendengarnya. Woo Jin tidak menjelaskan apapun lebih detil dan langsung pergi... lalu melompat ketakutan saat ada kucing mengeong. hehe.


Kang Ho terlalu takut pulang dan menghadapi Ibunya, dia bahkan tidak berani menjawab telepon Ibunya. Jae Min lewat di sana saat itu, hendak mengunjungi temannya yang tinggal di apartemen yang sama dengan Kang Ho.

Saat Jae Min mengaku kalau dia bertemu Ibunya Kang Ho di kantor tadi, Kang Ho bertanya-tanya apakah Jae Min yang memberitahu Ibunya kalau dia karyawan sementara.

Jae Min santai membenarkannya. Kang Ho sontak marah dan menonjok wajah Jae Min. Apa Jae Min benar-benar temannya? Bukankah dia sudah bilang untuk tidak memberitahu Ibunya. Kesal, Jae Min membela diri dan mengklaim kalau Ibunya Kang Ho sudah merasa ada yang tidak beres.


Dia nyinyir kalau Kang Ho itu mudah dibaca makanya dia tidak pernah lulus wawancara, Kang Ho bahkan tidak selevel dengan Ho Won dan Ki Taek, Kang Ho itu cuma malu-maluin sekolah mereka saja. Kang Ho sontak menghajarnya lagi dan jadilah kedua orang itu saling tonjok-tonjokan.


Ki Taek sedang berusaha merawat matanya yang lebam dengan telur rebus saat pintu gosiwon-nya diketuk seseorang. Saat dia membuka pintu, dia mendapati Kang Ho lah yang datang dengan mata sama-sama lebam. wkwkwk.


Keesokan paginya di kantor, Ho Won dan Kkot Bi masuk dapur tapi malah mendapati Kang Ho dan Ki Taek sama-sama pakai kacamata hitam untuk menutupi perban mata mereka. Kedua wanita sontak melongo melihat mereka.

Apalagi saat kemudian Jae Min masuk, sama-sama pakai perban mata juga. Kkot Bi berpikir kalau mereka bertiga lagi ketularan infeksi mata.


Saat Manajer Jo menyuruh Kang Ho untuk mengerjakan laporan analisa penjualan, Jae Min langsung protes karena seharusnya dialah yang mengerjakan tugas itu sebagai seorang pegawai baru. Asisten Lee mendukung Jae Min.

Tapi Manajer Jo tetap memberikan pekerjaan itu pada Kang Ho dan mengingatkan mereka kalau Kang Ho juga pegawai baru, dia harus belajar jika dia menginginkan posisi tetap. Jae Min cuma bisa diam menahan kesal.


Malam harinya, Woo Jin mendapati Ho Won ketiduran di meja kerjanya. Woo Jin lalu melepaskan jasnya untuk menyelimuti Ho Won. Tapi Ho Won jadi terbangun karenanya. Woo Jin langsung panik bersembunyi di bawah meja sebelah dan kebingungan sendiri, "Kenapa juga aku musti sembunyi?"


Ho Won keheranan mendapati jaketnya Woo Jin tersampir di tubuhnya. Dia langsung menelepon Woo Jin tapi malah mendengar bunyi telepon tak jauh darinya. Woo Jin langsung panik mencari ponselnya sampai kepalanya kejedot meja. Ho Won mencari asal suara dan mendapati Woo Jin sedang bersembunyi di bawah meja, sedang berusaha mematikan teleponnya.

Ho Won tersenyum geli melihatnya, "GM Seo. GM Seo?"


Woo Jin akhirnya keluar sambil pura-pura lagi mencari sesuatu yang terjatuh di bawah meja. Ho Won tak bisa menahan senyum gelinya, teringat saat dia bersembunyi didalam lemarinya Woo Jin. Woo Jin mengklaim kalau itu beda, dia cuma sedang mencari sesuatu.

Oh, Ho Won langsung melongok ke bawah meja untuk mencari tahu apa yang Woo Jin cari. Tapi Woo Jin malah langsung mendorongnya menjauh.

Woo Jin beralasan kalau dia memberikan jasnya karena Ho Wo batuk-batuk saat dia tidur tadi. Dia hanya khawatir kalau Ho Won bakalan pingsan seperti waktu itu. Dia langsung mengambil jasnya kembali, menyuruh Ho Won pulang lalu balik ke ruangannya dengan penuh harga diri. Tapi begitu aman di dalam ruangannya, dia langsung menggerutu malu.

Saat dia pulang tak lama kemudian, dia merapikan berbagai dokumen di meja kerjanya Ho Won yang ditinggalkan terbuka begitu saja oleh Ho Won.


Karena aturan tidak boleh berisik di gosiwon, Ki Taek dan Kang Ho terpaksa berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Ki Taek tanya kapan Kang Ho mau pulang. Kang Ho geleng-geleng. Ki Taek lalu mengajak Kang Ho keluar cari makan malam dan tanya apakah Ki Taek punya uang. Kang Ho mengiyakannya.


Keesokan harinya di kantor, Ho Won mempresentasikan laporan yang dikerjakannya bersama Ki Taek. Kedua general manager mulai berdebat lagi setelah Ho Won selesai presentasi. Tuan Park bertanya-tanya apakah Woo Jin tidak mendapatkan daftar barang yang dikirimkan Manajer Jo.

Woo Jin mengaku menerimanya, tapi mereka memutuskan tidak memakainya karena barang-barang itu tidak mendapatkan review yang baik dari tim design. Tuan Park protes, apa yang akan mereka lakukan kalau mereka mendapat feedback negatif nantinya, apa mereka harus mengganti produk?

Woo Jin santai mengiyakannya, dia akan menerima saran Tuan Park jika mereka tidak mendapat persetujuan dua minggu ini. Tuan Park mendengus sinis mendengarnya. Yah baiklah, kita coba saja.


Setelah tim penjualan pergi, Woo Jin menginstruksikan Ho Won dan Ki Taek untuk mengecek ulang segalanya sebelum mengirimkan katalognya ke percetakan. Manajer Heo memuji kerja bagus Ki Taek dan Ho Won.

Ji Na menyuruh Ki Taek untuk mengiriminya file versi final-nya nanti lewat email. Begitu semua orang pergi, Ho Won dan Ki Taek langsung bersorak diam-diam.


Mereka lembur bersama untuk menyelesaikan daftar harga katalog mereka dan mengeceknya berulang kali. Setelah selesai, Ki Taek menyuruh Ho Won pulang duluan, biar dia yang melakukan pengecekan akhir sebelum mengirimnya ke percetakan.

Setelah mengecek segalanya, Ki Taek pun lega, yakin sudah benar semua. Dia lalu ditelepon seseorang, Ki Taek pun mematikan komputernya lalu pergi.


Tapi tak lama setelah dia pergi, sosok tangan misterius membuka komputernya Ki Taek dan mengubah semua harga produk jadi lebih rendah.

 

Ki Taek terburu-buru menemui si penelepon yang ternyata Ji Na, sepertinya dia mabuk dan senang karena Ki Taek langsung datang begitu dia menelepon. Ki Taek datang karena dia mengkhawatirkannya, kan?

Dia mengaku kalau temannya tak sengaja membawa tasnya, jadi dia tidak bisa pulang. Dia meminjam ponselnya seseorang untuk menelepon Ki Taek, karena hanya nomornya Ki Taek yang dia ingat.

Ki Taek memberinya beberapa lembar uang untuk ongkos taksi dan menegaskan kalau ini adalah yang terakhir kalinya. Dia tidak akan datang jika lain kali Ji Na meneleponnya lagi.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon